rencana sampah dan sanitasi

Download rencana  Sampah Dan Sanitasi

Post on 11-Aug-2015

79 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

tugas besar

TRANSCRIPT

MASTERPLAN PERMUKIMAN KOTA 2012 KECAMATAN LOWOKWARU KELURAHAN TULUSREJO

6.8

Rencana Sistem Pengelolaan Persampahan Kelurahan Tulusrejo Pengelolaan sampah Kelurahan Tulusrejo jika dilihat dari SNI-3242-2008

tentang Pengelolaan Sampah Permukiman bahwa pengelolaan sampah di sumber sampah seperti rumah, restoran, toko, sekolah, perkantoran dan lainnya seharusnya dilakukan dengan menyediakan wadah sampah minimal 2 buah per rumah untuk wadah sampah organik dan anorganik. Sampah anorganik ditempatkan di halaman bangunan. Setiap rumah seharusnya memilah sampah sesuai jenis sampah dan menyediakan minimal 2 buah alat pengomposan rumah tangga pada setiap bangunan yang punya lahan mencukupi. Tetapi masih ada warga yang tidak memiliki bak sampah dan mewadahi sampah dengan kresek. Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Kelurahan Tulusrejo. Sehingga sampah di Kelurahan Tulusrejo ditampung di TPS Kelurahan lain yang juga melayani dua kelurahan berbeda. Permasalahan sistem persampahan di Kelurahan Tulusrejo dijelaskan sebagai berikut: 1. Terdapat bangunan yang tidak memiliki tempat sampah pribadi di Kelurahan Tulusrejo. Bangunan yang tidak memiliki tempat sampah pribadi mewadahi sampah menggunakan kantong plastik. Selain menimbulkan bau bagi lingkungan sekitar, sampah yang diwadahi kantong plastik ini mudah berserakan karena diacak-acak oleh binatang. 2. Belum adanya pemilahan sampah dari sumber oleh warga Kelurahan Tulurejo. Menurut SNI-3242-2008 tentang Pengelolaan Sampah Permukiman bahwa pengelolaan sampah di sumber sampah menyediakan wadah sampah minimal 2 buah per rumah untuk wadah sampah organik dan anorganik dan melakukan pemilahan sampah di sumber sampah. 3. Jumlah gerobak sampah dan pasukan kuning belum memadai kebutuhan pengangkutan sampah warga Kelurahan Tulusrejo. Hal ini disebabkan volume sampah yang dihasilkan warga tidak sesuai dengan jumlah gerobak dan pasukan kuning yang ada. 4. Tidak adanya Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Kelurahan Tulusrejo. Sampah yang dihasilkan oleh warga diangkut di TPS di luar Kelurahan Tulusrejo. TPS Tawangmangu yang melayani RW 08 sampai RW 16, kecuali RW 11, melayani dua kelurahan lain yaitu Kelurahan Lowokwaru dan Kelurahan Jatimulyo. Dengan luas 84 m2 dikhawatirkan untuk kedepannya TPS

JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA UNIVERSITAS BRAWIJAYA

VI-362

MASTERPLAN PERMUKIMAN KOTA 2012 KECAMATAN LOWOKWARU KELURAHAN TULUSREJO

Tawangmangu tidak dapat menampung sampah yang dihasilkan Kelurahan Tulusrejo. Selain permasalahan permasalahan yang ada di atas, Kelurahan Tulusrejo juga mempunyai potensi yang bisa dikembangkan secara maksimal. Potensi tersebut adalah telah adanya rumah yang memiliki tempat sampah dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang atau Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kota Malang yang sudah memenuhi standar pewadahan minimal 2 buah per rumah untuk wadah sampah organik dan anorganik. Permasalahan dan potensi yang ada di Kelurahan Tulusrejo dapat diperbaiki dan dikembangkan agar sistem pengelolaan sampah dapat lebih baik. Adapun rencana rencana pengembangan pengelolaan sampah Kelurahan Tulusrejo meliputi penambahan bak sampah yang sudah terpisah antara organik dan anorganik, penambahan jumlah gerobak dan pemakaian gerobak bersekat, penambahan julah pasukan kuning, penempatan tanda-tanda larangan membuang sampah, pengadaan program 3R dan pengadaan biopori serta pembuatan TPS baru. 6.8.1 Pewadahan Pewadahan sampah di Kelurahan Tulusrejo masih terbatas, dimana menurut standar SNI-3242-2008 setiap rumah wajib menyediakan minimal dua buah tempat sampah yang sudah terpisah antara organik dan organik. Sebanyak 9% bangunan tidak memiliki bak sampah dan sisanya belum memiliki tempat sampah terpisah. Tempat sampah dibagi menjadi tiga jenis yaitu permanen, semi permanen dan non permanen. Tempat sampah permanen terbuat dari semen, tempat sampah semi permanen terbuat dari karet atau seng dan tempat sampah non permanen adalah kantong plastik. A. Program Pewadahan sampah di Kelurahan Tulusrejo diarahkan pada programprogram pengembangan agar pemilahan sampah dapat dijalankan.1. Pemberian Arahan Pemisahan Sampah

Program ini ditujukan kepada masyarakat agar dapat mengatasi permasalahan pengelolaan sampah di Kelurahan Tulusrejo. Masyarakat merupakan penghasil sampah sehingga dalam mengatasi permasalahan persampahan masyarakat perlu dilibatkan. Pengoptimalisasian peran masyarakat dalam pengelolaan sampah di Kelurahan Tulusrejo ini dapat dilakukan dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat akan pentingnya program pemisahan sampah.JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA UNIVERSITAS BRAWIJAYA VI-363

MASTERPLAN PERMUKIMAN KOTA 2012 KECAMATAN LOWOKWARU KELURAHAN TULUSREJO

Pendekatan yang dapat dilakukan adalah dengan memperkenalkan kebiasaan pemisahan jenis sampah antara sampah organik dan sampah anorganik. Pertamatama masyarakat harus mengetahui jenis dan perbedaan antara sampah organik dan anorganik. setelah itu masyarakat diarahkan untuk membuang sampah organik dan organik di wadah yang berbeda, yang sudah disediakan di masing masing rumah. Pemberian arahan pemilahan sampah ini dapat dilakukan saat ada pertemuan warga seperti rapat RW dan PKK ibu ibu. Diharapkan melalui arahan ini masyarakat dapat memulai kebiasaan membuang memilah sampah di rumah dan membuang sampah di wadah sesuai jenisnya. Hal ini dapat memudahkan pengolahan sampah di TPS dan mengurangi volume sampah yang dibawa ke TPA setiap harinya. B. Inovasi Arahan rencana pengadaan tempat sampah di Kelurahan Tulusrejo adalah pengadaan tempat sampah yang terbuat dari ban karet atau seng di setiap rumah dan tempat sampah yang sudah dipisah antara organik dan anorganik di bangunan-bangunan sarana, sesuai SNI-3242-2008. Tujuan pengadaan tempat sampah terpisah disini adalah untuk memilah sampah langsung dari sumber sampah dan mempermudah kerja pasukan kuning dalam proses pengolahan sampah. Hal ini berarti setiap bangunan memiliki tempat sampah untuk memisahkan kedua jenis sampah tersebut.1. Pemisahan Sampah Berdasarkan Jenisnya

Untuk rumah yang memiliki tempat sampah semi permanen dan tempat sampah non permanen yang belum terpisah dapat mengumpulkan sampahnya menurut jenisnya dengan kresek yang berbeda warna, kresek warna putih untuk sampah anorganik, kresek warna hitam untuk sampah organik dan kresek merah untuk sampah kaca dan logam. Hal ini dapat lebih memudahkan petugas pasukan kuning dalam memilah sampah sesuai jenisnya. Untuk penambahan tempat sampah, jika disesuaikan SNI-3242-2008, semua rumah perlu penggantian tempat sampah. Namun penambahan tempat sampah hanya dilakukan bagi rumah-rumah yang belum memiliki tempat sampah. Penggantian tempat sampah berupa tempat sampah yang terbuat dari karet. Tabulasi penyediaan tempat sampah pribadi di Kelurahan Tulusrejo tahun 2012-2032 disajikan dalam Tabel 6.1.

JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA UNIVERSITAS BRAWIJAYA

VI-364

MASTERPLAN PERMUKIMAN KOTA 2012 KECAMATAN LOWOKWARU KELURAHAN TULUSREJO

Gambar 6.61 Tempat Sampah Karet untuk Penambahan Kebutuhan Tempat SampahSumber: Anonim, 2012

Tabel 6.115 Rencana Penyediaan Tempat Sampah Pribadi Di Kelurahan Tulusrejo Tahun 2012-2032Lokasi Bangunan yang Tidak Memiliki Tempat Sampah Periode Periode III Periode IV Tujuan Sumber Pembiayaan

Periode I II RW 01 35 RW 02 25 RW 03 54 RW 04 32 RW 05 33 RW 06 29 RW 07 37 RW 08 75 RW 09 122 RW 10 32 RW 11 9 RW 12 5 RW 13 46 RW 14 45 RW 15 RW 16 30 18 Total 609 18 Sumber: Hasil Rencana, 2012

Menempatkan bak sampah sebagai wadah dari kresek pemisah

APBD Kota Malang

Dapat dilihat dari tabel diatas bahwa pada periode I Kelurahan Tulusrejo memerlukan penambahan 609 tempat sampah karet. Penyediaan tempat sampah tersebut untuk rumah yang tidak memiliki bak sampah. Rumah yang tidak memiliki bak sampah di Kelurahan Tulusrejo umumnya terletak di permukiman padat, yaitu RW 01 sampai RW 10. Pada periode II terdapat penambahan 18 rumah horisontal di RW 16 jadiperlu adanya penambahan 18 tempat sampah karet. 2. Penyediaan Tempat Sampah Terpisah Sarana Penyediaan tempat sampah yang sudah terpisah ini ditujukan untuk bangunanbangunan sarana yang ada di Kelurahan Tulusrejo. Sampah dalam tempat sampah tersebut dikumpulkan dengan menggunakan polibek di tiap jenisnya. Tujuan

JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA UNIVERSITAS BRAWIJAYA

VI-365

MASTERPLAN PERMUKIMAN KOTA 2012 KECAMATAN LOWOKWARU KELURAHAN TULUSREJO

penggunaan tempat sampah terpisah jenis ini adalah untuk memudahkan petugas pasukan kuning dalam mengumpulkan sampah dari bangunan sarana yang ada di Kelurahan Tulusrejo. Tabulasi penyediaan tempat sampah terpisah di Kelurahan Tulusrejo tahun 2012-2032 disajikan dalam Tabel 6.2.Tabel 6.116 Rencana Penyediaan Tempat Sampah Terpisah Di Kelurahan Tulusrejo Tahun 2012-2032No Tahun Jumlah Sarana 218 Eksisting Bak Sampah (2012) 169 Tambahan Bak Sampah 49

1

2012

2

2017

367

169

149

3

2022

386

169

19

4

2027

406

169

20

5

2032

429

169

23 260

Total Sumber: Hasil Rencana, 2012

Dapat dilihat dari Tabel 6.116 bahwa kebutuhan penambahan tempat sampah terpisah untuk bangunan sarana di Kelurahan Tulusrejo sebanyak 198 buah untuk periode pertama, 19 buah untuk periode kedua, 20 buah untuk periode ketiga, dan 23 buah untuk periode akhir. Penyediaan tempat sampah terpisah tersebut untuk seluruh bangunan sarana yang berada di kelurahan Tulusrejo. 6.8.2 Pengumpulan Pengumpulan sampah adalah aktivitas penanganan yang tidak hanya mengumpulkan sampah dari wadah individual dan atau dari wadah komunal bersama melainkan juga mengangkutnya ke tempat terminal tertentu, baik dengan pengangkutan langsun

Recommended

View more >