refkas os pcag dan ods presbiopia

Download Refkas Os Pcag Dan Ods Presbiopia

Post on 12-Jan-2016

219 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

refkas

TRANSCRIPT

BAB I

KASUS

A. IDENTITAS PASIENNama

: Ny. SutiyahUsia

: 60 tahun

Jenis Kelamin

: PerempuanAgama

: Islam

Suku Bangsa

: Jawa

Status Perkawinan

: Menikah

Pekerjaan : Petani Alamat

: Ngencak RT 008/003, Tegalrejo, Magelang

Tanggal Masuk

: 20 Mei 2015Nomor RM

: 12.19.58B. ANAMNESIS

Autoanamnesis dilakukan di Poliklinik Mata RST Dr. Soedjono Magelang pada hari Rabu tanggal 20 Mei 2015 pukul 10.00 WIB. Keluhan Utama :

Penglihatan mata kiri turun mendadak kabur Riwayat Penyakit Sekarang :Keluhan pada mata kiri dirasakan sejak 3 hari disertai dengan mata merah, rasa menganjal, cekot-cekot, pedih, ada mual, tidak sampai muntah. Pasien mengaku seperti melihat pelangi saat melihat lampu, kotoran pada mata disangkal, merasa silau saat melihat sinar disangkal. Pasien menyangkal melihat kabut, riwayat infeksi mata disangkal riwayat trauma disangkal, riwayat penggunaan obat kortikosteroid jangka lama disangkal. Pasien juga menyangkal pandangan menyempit dan tersandung jika berjalan juga disangkalPasien mengaku sudah menggunkan kacamata baca sejak usia 43 tahun, yang sebelumnya pasien suka mengeluh kesulitan membaca dekat, dan lebih nyaman bila dijauhkan. Terakhir ganti kaca mata saat pasien berusia 55 tahun( 4 tahun yang lalu). Pasien menyangkal pandangan jauh dan dekat kabur. Riwayat Penyakit Dahulu :

Pasien mengaku belum pernah mengalami keluhan seperti pandangan kabur, cekot-cekot, pedih, dan menganjal. Pasien menyangkal riwayat hipertensi. Pasien menyangkal riwayat DM. Pasien mengaku memiliki riwayat penggunaan kacamata baca.

Pasien menyangkal ada riwayat operasi pada kedua mata sebelumnya.

Pasien menyangkal ada riwayat sakit mata sebelumnya.

Pasien menyangkal ada riwayat obat-obatan

Pasien menyangkal riwayat trauma pada kedua mata. Riwayat Penyakit Keluarga : Pasien menyangkal di keluarga memiliki riwayat DM Pasien menyangkal di keluarga memiliki riwayat Hipertensi

Riwayat Pengobatan :

Pasien menyangkal ada mengkonsumsi obat-obatan tertentu dalam waktu lama disangkal (steroid tablet/tetes) Riwayat social dan ekonomi

Pasien berobat dengan BPJS, kesan ekonomi cukup

C. PEMERIKSAAN FISIK

Status Generalisata:Kesadaran

: Compos mentis

Aktifitas

: Normoaktif

Kooperatif

: Kooperatif

Status Gizi

: Cukup

Tekanan Darah: 120/80 mmHg

Status Lokalis :

No.PemeriksaanODOS

1. Visus6/7,51/300

Add S+3,00 J4

2.Gerakan bola mata Enoftalmus

Eksoftalmus

StrabismusKe segala arah(-)

(-)

(-)Ke segala arah(-)

(-)

(-)

3.Palpebra Superior :

Ptosis

Hematom

Vulnus Laserasi

Edema

Hiperemi

Silia

Entoprion(-)

(-)

(-)(-)

(-)

Trikiasis (-)

(-)(-)

(-)

(-)

(-)

(-)

Trikiasis (-)

(-)

4.Palpebra Inferior :

Edema

Hiperemi

Silia

Entoprion(-)

(-)

Trikiasis (-)

(-)(-)

(-)

Trikiasis (-)

(-)

5.Konjungtiva : Injeksi konjungtiva

Injeksi siliar(-)

(-)(+)

(+)

6.Kornea :

Kejernihan

Infiltrat

Sikatrik Edema Jernih

(-)

(-)(-)Keruh(-)

(-)(+)

7.COA :

Kedalaman

Hifema

Hipopion

Efek tyndalDalam

(-)

(-)

(-)Dangkal(-)

(-)

(-)

8.Iris :

Sinekia

Rubeosis(-)(-)(-)

(-)

9.Pupil :

Bentuk

Diameter

Reflek

IsokorBulat

2 mm

+/+AnisokorBulat

5 mm

+/+ lambatAnisokor

10.Lensa : Kejernihan JernihJernih

11.Korpus Vitreum KejernihanJernihJernih

12.Fundus reflexCemerlangSuram

13.FunduskopiPapil Saraf Optik

warna

Cupping diskus

EkskavasioVasa

AVR

Medialisasi

Makula

Retina Merah muda

CDR 0,42:3

(-)(-)Sulit dinilai

Sulit dinilaiSulit dinilai

Sulit dinilai

Sulit dinilai

14.TION(+)N(++)

15.Tes KonfrontasiSama dengan pemeriksaSama dengan pemeriksa

D. DIAGNOSIS BANDING

1. OS Glaukoma Primer Sudut Tertutup : Dipertahankan karena dari anamnesa didapatkan adanya penurunan visus mendadak, mata merah, rasa menganjal, cekot-cekot, pedih, ada mual, pemeriksaan ditemukan ( TIO meningkat, mix injeksi (+), COA dangkal (+), udem kornea (+), pupil lebar (+).2. OS Glaukoma Sekunder Sudut Tertutup : Disingkirkan karena pada anamnesa menyangkal ada penyakit mata sebelumnya, seperti katarak imatur dan penggunaan obat dalam waktu yang lama seperti steroid.3. OS Glaukoma Primer Sudut Terbuka : Disingkirkan karena pada penurunan visus bersifat perlahan. Mata tenang. Terdapat gangguan lapang pandang. COA terbuka, dan tidak ada sebab lain yang menyebabkan peningkatan TIO.4. OS Iridosiklitis akut : disingkirkan pada iritis akut ada fotofobia, TIO tidak meningkat, keatik presipitat (+), pupil kontriksi dan ireguler, hipopion (+), dan efek Tyndal (+).5. OS Konjungtivitis akut : disingkirkan karena pada konjungtivitis terdapat secret mata, biasanya tidak ada gangguan penglihatan, TIO tidak meningkat.6. ODS Presbiopia Dipertahankan karena usia pasien lebih dari 40 tahun. Dan pasien mengaku sudah menggunakan kaca mata baca, yang sebelumnya mengeluh kalau kesulitan membaca dekat dan harus dijauhkan agar terlihat lebih jelas saat membaca.7. ODS HipermetropiaDisingkirkan karena pada hipermetropia didapatkan keluhan pandangan kabur saat melihat jauh dan dekat. Koreksi menggunakan lensa sferis positif akan memberikan tajam penglihatan yang lebih baik. Pada pasien ketika dikoreksi dengan menggunakan lensa sferis positif pandangannya bertambah kabur. Tajam penglihatan membaik dengan koreksi lensa sferis negatif.E. PEMERIKSAAN PENUNJANG

1. Pemeriksaan gula darah sewaktu atau gula darah puasa

2. Gonioskopi

F. DIAGNOSIS KERJA

1. OS Glaukoma Primer Sudut Tertutup/PCAG (Primary Closed Angle Glaucoma)2. ODS PresbiopiaG. PENATALAKSANAAN1. Medikamentosa:

a. Topical :

Timolol maleat 0.5% 2x1 tetes OS ( menurunkan produksi aqueous humour.

Pilokarpin 0.5% OS ( fasilitasi aliran keluar aqueous humour.

b. Oral :

Glaucon (Asetazolamid) tab 250 mg 2x1 ( Carbonic Anhidrase Inhibitor.

KSR 2x1 tablet ( mencegah efek samping hipokalemia dari asetazolamid.

c. Operatif : Trabekulotomi.2. Nonmedikamentosa: Kacamata add S+ 3,00H. PROGNOSISPrognosisOculus DexterOcculus Sinister

Quo ad visamAd bonamDubia Ad malam

Quo ad sanam Ad bonamDubia Ad bonam

Quo ad functionamAd bonamAd bonam

Quo ad kosmetikamAd bonamAd bonam

Quo ad vitamAd bonamAd bonam

I. EDUKASIGlaukoma Primer Sudut Tertutup1. Menjelaskan kepada pasien bahwa yang dialaminya merupakan kegawatdaruratan mata, bila penanganan terlambat, kemungkinan untuk sembuh kecil dan dapat menyebabkan buta permanen.2. Memberitahukan pasien bahwa jangan menyepelekan mata merah, terutama bila disertai dengan nyeri kepala, mual, muntah, dan penurunan penglihatan secara mendadak.3. Menjelaskan pasien untuk kontrol memeriksakan tekanan bola matanya, terutama bila sudah ada riwayat glaukoma..Presbiopia1. Menjelaskan kepada pasien bahwa melihat tidak jelas saat membaca dan harus dijaukan pada pasien ini disebakan oleh presbiopia, yaitu kekurangannya kemampuan mata pasien untuk melihat dekat yang disebabkan karena bertambahnya usia.

2. Menyarankan pasien untuk memakai kacamata baca add +3.00 karena pasien sudah berusia 60 tahun 3. Menjelaskan bahwa penurunan tajam penglihatan baca dekat sudah tidak ada penambahan lagi setelah ganti kacamata hari ini , karena usia udah di atas 60 tahun. Sehingga pasien tidak harus mengganti kacamata, atau dapat ganti bila ada kerusakan. J. KOMPLIKASIGlaukoma Primer Sudut TertutupKerusakan saraf optikus ( kebutaan permanen.PresbiopiaTidak ada komplikasi

K. RUJUKANDalam kasus ini tidak dilakukan rujukan ke Disiplinan Ilmu Kedokteran Lainnya, karena dari pemeriksaan klinis tidak ditemukan kelainan yang berkaitan dengan Disiplin Ilmu KedokteranBAB II

TINJAUAN PUSTAKA

II.1. GLAUKOMA

II.1.1. Definisi

Glaucoma adalah sekelompok penyakit mata yang secara bertahap mengakibatkan penurunan visus tanpa adanya tanda-tanda terlebih dahulu. Pada tahap awal dari penyakit ini, mungkin tanpa gejala. Glaukoma disebabkan oleh sejumlah penyakit mata yang berbeda, dalam banyak kasus menyebabkan peningkatan tekanan bola mata. Meningkatnya tekanan bola mata ini disebabkan oleh cadangan humor aqueous mata yang tidak dapat dialirkan secara sempurna. Seiring waktu, hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada nervus optikus.II.1.2. Patofisiologi

Peningkatan tekanan di dalam mata (intraocular pressure) adalah salah satu penyebab terjadinya kerusakan saraf mata (nervus opticus) dan menunjukkan adanya gangguan dengan cairan di dalam mata yang terlalu berlebih. Ini bisa disebabkan oleh mata yang memproduksi cairan terlalu berlebih, cairan tidak mengalir sebagaimana mestinya melalui fasilitas yang ada untuk keluar dari mata (jaringan trabecular meshwork) atau sudut yang terbentuk antara kornea dan iris dangkal atau tertutup sehingga menyumbat/ memblok pengaliran daripada cairan mata.

Gambar 1. Patofisiologi glaukoma

Sebagian orang yang menderita glaukoma namun masih memiliki tekanan di dalam bola matanya normal, penyebab dari tipe glaucoma semacam ini diperkirakan adanya hubungan dengan kekurangan si