refkas ibu hbsag +

Download refkas ibu HbSAg +

Post on 26-Sep-2015

24 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

ANAK DESIA

TRANSCRIPT

CASE BASED DISCUSSIONSEORANG BAYI LAKI-LAKI NEONATAL CUKUP BULAN, SESUAI MASA KEHAMILAN, BAYI BERAT LAHIR CUKUP, Obs. NEONATAL INFECTION DARI IBU HBsAg (+), CAPUT SUCCEDANEUM DAN HIPERBILIRUBINEMIA

Diajukan guna melengkapi tugas Kepaniteraan KlinikBagian Ilmu Kesehatan AnakRumah Sakit Umum Daerah Sunan Kalijaga Demak

DisusunOleh:Desia Laila Dian S. (012106117)

Pembimbing:dr. Budi Nurcahyani, Sp.A

FAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNGSEMARANG201510

HALAMAN PENGESAHAN

Nama: Desia Laila Dian SaputriNIM: 012106117Fakultas: KedokteranUniversitas: Universitas Islam Sultan Agung ( UNISSULA )Tingkat: Program Pendidikan Profesi DokterBagian: Ilmu Kesehatan AnakJudul : SEORANG BAYI LAKI-LAKI NEONATAL CUKUP BULAN, SESUAI MASA KEHAMILAN, BAYI BERAT LAHIR CUKUP, Obs. NEONATAL INFECTION DARI IBU HBsAg (+),CAPUT SUCCADANEUM DAN HIPERBILIRUBINEMIA

Demak, April 2015Mengetahui dan MenyetujuiPembimbing Kepaniteraan KlinikBagian Ilmu Kesehatan Anak RSUD Sunan Kalijaga Kab. Demak

Pembimbing

dr.Budi Nur Cahyani, Sp.A

BAB ILAPORAN KASUS

I. IDENTITAS a. Identitas PasienNama: By. Ny. I AUmur: 0 hariJenis Kelamin: Laki-lakiNo CM : 09.94.54Bangsal: PerinatologiTanggal Lahir: 10 April 2015Tanggal keluar: 15 April 2015

b. Identitas Orang TuaNama Ayah: Tn. NUsia: 33 tahunPendidikan: SMKAgama: IslamPekerjaan: SwastaAlamat: Sidokumpul 3/7 Guntur DemakPernikahan: Pertama

NamaIbu: Ny IUsia: 29 tahunPendidikan: SMPAgama: IslamPekerjaan: SwastaAlamat : Sidokumpul 3/7 Guntur DemakPernikahan: Kedua

II. ANAMNESISAlloanamnesis dengan ibu pasien pada tanggal 11 April 2015 di bangsal Melati RSUD Sunan Kalijaga Demak serta didukung catatan medik

a. KeluhanUtamaBayi lahir dari ibu HBsAg+

b. Riwayat Penyakit SekarangTanggal 10 April 2015 Ibu dirujuk oleh Bidan pukul 7.00 ke RSUD Sunan Kalijaga Demak dengan Preeklampsia Ringan (TD : 140/110 dan protein urin (-)). Kemudian pukul 11.05 ibu melahirkan secara spontan di VK. Lahir Bayi laki-laki dari Ibu G2P1A0 umur 29 tahun hamil 39 minggu partus spontan dengan PER.Sesaat setelah bayi lahir tidak ada lilitan tali pusat, menangis kuat, pernapasan baik, gerakan aktif, ditemukan caput succadaneum, anus (+), mekonium (+), APGAR score 8-9-10, BB lahir 3100 gram, PB 50 cm, lingkar kepala 33 cm, lingkar dada 31 cm, ketuban jernih (+), dan plasenta lahir lengkap. Kemudian bayi dirawat di ruang Perawatan Bayi Risiko Tinggi (Peristi) dengan Ibu ibu HbsAg+ dan caput sucadenumSelama 3 hari di rawat di Peristi tubuh bayi mulai dari wajah sampai kaki terlihat kuning kemudian di cek kadar bilirubin yaitu bilirubin total 12,8 bilirubin direct 0,9 bilirubin indirect 11,9. c. Riwayat Kehamilan dan persalinan1. prenatala) Riwayat HaidPasien Haid pertama usia 13 tahun, lama haid 5-6 hari siklus teratur 1 bulan sekali, nyeri saat haid disangkal dan HPHT (5-7-2014)b) Riwayat PernikahanDua kali, dengan suami sekarang sudah menikah selama 1 tahunc) Riwayat Kehamilan SebelumnyaHamil kedua Anak pertama laki-laki umur 8 tahun, lahir spontan di bidan dengan BB 3800 gram PB ibu lupa dan tidak ada masalah sebelum, saat, dan sesudah kelahirand) Riwayat KBPernah memakai pil dan suntik KB dan sudah berhenti selama 5 tahun yang lalu.e) ANCPasien selama kehamilan ini memeriksakan kehamilannya setiap bulan ke bidan sehingga 9 kali periksa selama hamilf) Imunisasi KehamilanPasien suntik imunisasi TT 1 kali di bidan.g) Riwayat OperasiPasien mengakui tidak pernah operasih) Jamu dan obat-obatanRiwayat minum jamu disangkal, minum tablet zat besi dan vitamin C dari bidan.

d. Riwayat Penyakit DahuluRiwayat penyakit ibu : 1. Hepatitis : ibu tidak tahuKemudian dianyakan : Kulit Berwarna kekuningan disangakal Pernah kencing seperti teh disangkal Nyeri pada perut kanan atas disangkal Riwayat transfusi darah disangkal Minum alkohol disangkal2. Hipertensi sebelum hamil dan saat hamil disangkal3. Diabetes Mellitus disangkal4. Demam selama hamil disangkal5. Hiperemesis gravidarum disangkal6. Perdarahan selama kehamilan disangkal7. Asma disangkal8. Penyakit TB disangkal9. Penyakit menular seksual disangkal

e. Riwayat Penyakit Keluarga1. Hepatitis disangkal2. Hipertensi disangkal3. Diabetes mellitus disangkal4. Pengobatan TB disangkal

e. Riwayat Sosial EkonomiBiaya pengobatan ditanggung JamkesdaKesan ekonomi: kurang

2. Riwayat Natal :Ibu G2P1A0 hamil 39 minggu melahirkan seorang bayi laki-laki di VK RSUD Sunan Kalijaga Demak partus spontan dengan Ibu PER dan HBs Ag+ BB : 3100 gramPB : 50cmLK : 33cmLD : 31 cmAPGAR score : 8-9-10Kesan : Neonatus laki-laki, cukup bulan, BBLC, obs. Neonatal infection dari ibu HBs Ag+

3. Riwayat postnatalIbu dirawat di ruang melati, bayi dirawat di ruang perinatologi RSUD sunan kalijaga a/i neonatus dengan ibu HbsAg + dan caput succadaneum.Riwayat ImunisasiImunisasi dilakukan pada tanggal 10 April 2015Imunisasi Hepatitis B: 0 bulan (usia 0 hari)Imunisasi Hyperhep : 0 bulan (usia 0 hari)Kesan: Riwayat imunisasi sesuai umur

III. PEMERIKSAAN FISIKPemeriksaan fisik dilakukan tanggal 10 April 2015, di bangsal perinatologi bed 9 RSUD Sunan Kalijaga Demak:Status Present Jenis kelamin: laki-lakiUsia: 0 hariBB: 3100 gramPB: 50 cmLK : 33cmLD : 31 cm

Kurva pertumbuhan Bayi

Kehamilan aterm (39 minggu) dan berat badan bayi 3100 gramKesimpulan : Pertumbuhan normal sesuai masa kehamilan.

Ballard score :

Skor : 21+15 = 36 setara 39 minggu.

Tanda VitalNadi: 140 x/menit, reguler, isi tegangan cukupPernapasan : 30 x/menit, regulerSuhu : 36,00C

Pemeriksaan FisikKeadaan Umum: aktif, pucat (-), tangis kuat, sesak (-), warna kulit kemerahan licin tidak terlihat vena tampak sesak (-). Kesadaran: compos mentisStatus GeneralisKepala: Mesocephale (+), UUB datar (+) caput succadaneum (+) sutura melebar (-) fontanela menonjol (-)Rambut: Hitam, tidak mudah dicabut.Mata: Epicantus melebar (-), palpebra simetris, cekung (+), konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-), secret (-).Telinga: Normotia (+), low set ear (+), bentuk sempurna (+) kembali sempurna (+), dan tidak bengkak.Hidung: Simetris, sekret (-/-), nafas cuping hidung (-)Mulut: Palatolabioskizis (-), genioskizis (-), hipersalivasi (-), bibir kering (+), sianosis (-) Leher: Simetris, pembesaran kelenjar (-/-) leher pendek (-)Badan: lanugo banyak di punggungThorax: Simetris, retraksi suprasternal (-) intercostal (-) subcostal (-) pernafasan thorakoabdominal (+), pectus ekscavatus (-) areola jelas tonjolan 1-2 mm (+)Paru-paru0. Inspeksi: Simetris, dalam keadaan statis dan dinamis, retraksi (-).0. Palpasi: Stem fremitus kanan dan kiri sama.0. Perkusi: Sonor seluruh lapangan paru0. Auskultasi: Suara dasar : vesikulerSuara tambahan : wheezing (-), ronkhi (-)Jantung0. Inspeksi: Iktus kordis tidak tampak0. Palpasi: Iktus kordis teraba di sela iga ke V, linea midclavicularis sinistra, tidak kuat angkat, tidak melebar.1. Auskultasi: Reguler, Bunyi jantung I-II reguler , gallop (-), bising (-)Abdomen1. Inspeksi : datar1. Palpasi: Supel, nyeri tekan (-) , turgor kulit kembali cepat, massa (-), hepar dan lien tidak teraba.1. Perkusi: Timpani, pekak sisi (-), pekak alih (-)1. Auskultasi: Peristaltik (+) normalGenitalia: laki-laki, penis 3 cm, rugae jelas, testis sudah turun

i. AnusAnus (+), rectum (+), meconium (+)

ii. EkstremitasPemeriksaanSuperiorInferior

Jari lengkap+/++/+

Rajah ekstremitas+/++/+Garis lipatan pada seluruh telapak

Kelainan congenital-/--/-

Akral dingin-/--/-

Oedem-/--/-

Capillary refill sel endotel kapiler vilus). HBV dapat menginfeksi seluruh tipe sel pada plasenta sehingga sangat menunjang terjadinya infeksi intra uterin, dimana HBV menginfeksi sel-sel dari desidua maternal hingga ke endotel kapiler vilus. (Roshan, 2005; Lu, 2004) HBV juga menginfeksi sel trofoblas secara langsung, kemudian ke sel mesenkim vilus dan sel endotel kapiler vilus sehingga menyebabkan terjadinya infeksi pada janin. HBV terlebih dahulu menginfeksi janin, kemudian menginfeksi berbagai lapisan sel pada plasenta. HBsAg dan HbcAg ditemukan di sel epidermis amnion, cairan amnion, dan sekret vagina yang menunjukkan bahwa juga memungkinkan untuk terjadinya infeksi ascending dari vagina. HBV dari cairan vagina menginfeksi membran fetal terlebih dahulu, kemudian menginfeksi sel-sel dari berbagai lapisan plasenta mulai dari sisi janin ke sisi ibu. (Lu, 2004) Sejak tahun 1980, ditemukan HBV DNA pada seluruh stadium sel spermatogenik dan sperma dari pria yang terinfeksi HBV. Pada pria-pria tersebut, terjadi sequencing pada anak-anaknya sebanyak 98-100%. HBV DNA terutama berada pada plasma ovum dan sel interstitial. Oosit merupakan salah satu bagian yang dapat terinfeksi pula oleh HBV, sehingga transmisi HBV melalui oosit dapat terjadi. Sebagai kesimpulan, infeksi HBV dapat terjadi melalui plasenta dari darah ibu ke janin, selain itu dapat pula terjadi infeksi HBV melalui vagina dan oosit. (Lu, 2004) Pada saat kelahiran, sistem imun manusia secara umum belum aktif. Transmisi transplasental dari imunoglobulin maternal terjadi terutama pada trimester ketiga dan secara kuantitatif berhubungan dengan usia gestasi. Status imunologis ibu dan antibodi merupakan komponen kritis untuk kualitas dan spesifisitas dari antibodi yang ditransfer. ASI memperpanjang masa transfer pasif IgG dan IgA. Sebagai imunitas pasif, sekalipun antibodi yang ada melindungi terhadap organisme patogen, namun tidak berperan dalam sistem imun yang memiliki daya memori dan konsekuensinya adalah meningkatnya produksi antibodi yang high avidity, dimana keduanya menunjukkan kemampuan bayi untuk berespon terhadap imunisasi. (Domain, 2006) Secara minimal, antigen dalam rahim (in utero) menunjukkan hasil pada repertoire B- dan T-cell pada bayi yang masih polos. Paparan terhadap limfosit yang polos ini meningkat dengan cepat karena banyaknya papar