referat takayasu arteritis

Download referat Takayasu Arteritis

If you can't read please download the document

Post on 27-Jun-2015

1.108 views

Category:

Documents

51 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

REFERAT

TAKAYASU ARTERITIS

Pembimbing:

Dr. Afdhalun A. Hakim, Sp.JPPenyusun:

Ayu Cintani Kusuma, S.Ked 030.05.043

Kepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit Dalam Rumah Sakit Otorita Batam Periode 11 Januari 20 Maret 2010 Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti Jakarta 2009

1

Lembar Persetujuan Referat

Referat dibawah ini: Judul Penyusun : Takayasu Arteritis : Ayu Cintani Kusuma, S.ked (030.05.043)

Telah diterima dan disetujui sebagai salah satu syarat menyelesaikan kepaniteraan klinik Ilmu Penyakit Dalam periode 11 Januari 20 Maret 2010 di Rumah Sakit Umum Otorita Batam

Batam, Februari 2010

Dr. Afdhalun A. Hakim, Sp.JP

2

KATA PENGANTAR

Rasa syukur saya panjatkan terutama kepada Allah SWT, yang karena rahmatNya saya dapat menyelesaikan referat ini. Tulisan ini saya buat untuk memnuhi tugas kepaniteraan klinik Ilmu Penyakit Dalam yang sedang berlangsung di RS Otorita Batam. Referat ini berjudul Takayasu Arteritis. Pada kesempatan ini saya ingin berterima kasih atas bimbingan dan juga segala bantuannya kepada: 1. dr. Afdhalun A. Hakim, Sp. JP, FIHA sebagai pembimbing yang telah memberikan nasihat, saran dan bimbingannya, yang sangat berguna bagi saya dalam menyusun referat ini. 2. Keluarga dan kerabat saya, atas doa dan dukungannya dalam membantu saya menyelesaikan referat ini. 3. Seluruh teman-teman ekpaniteraan klinis yang telah membantu saya.

Akhir kata, saya memohon maaf sebesar-besarnya bila ada kesalahan dalam menyusun referat ini. Dan saya berharap referat ini dapat berguna bagi semua pihak yang telah membacanya.

Batam, Februari 2010

Ayu Cintani K.

DAFTAR ISI3

1. KATA PENGANTAR 2. DAFTAR ISI 3. BAB I PENDAHULUAN 4. BAB II PEMBAHASAN a. II. A. VASKULITIS i. II. A. 1. Definisi, etiologi, dan patogenesis ii. II. A. 2. Klasifikasi b. II. B. AORTA i. II. B. 1. Anatomi dan Histologi Aorta ii. II. B. 2. Fisiologi Aorta c. II. C. TAKAYASU ARTERITIS i. II. C. 1. Definisi ii. II. C. 2. Epidemiologi iii. II. C. 3. Etiologi dan Patogenesis iv. II. C. 4. Manifestasi Klinis v. II. C. 5. Diagnosis vi. II. C. 6. Pemeriksaan Penunjang vii. II. C. 7. Diagnosis Banding viii. II. C. 8. Takayasu Arteritis dengan Kehamilan ix. II. C. 9. Penatalaksanaan x. II. C. 10. Komplikasi xi. II. C. 11. Prognosis 5. BAB III KESIMPULAN 6. BAB 1V DAFTAR PUSTAKA

i ii 1

2 2 3

4 5

6 7 7 8 13 14 15 15 16 18 19 20 21

4

BAB I PENDAHULUAN

Penyakit Takayasu Arteritis adalah penyakit yang jarang, tetapi mempunyai manifestasi klinis yang khas pada fase akhirnya dimana tekanan darah yang diukur pada kedua tangan berbeda. Takayasu arteritis disebut juga dengan penyakit tanpa nadi (pulseless disease) adalah penyakit inflamasi kronik mengenai pembuluh darah besar terutama aorta dan cabang utamanya. Pertama kali ditemukan pada tahun 1908 oleh seorang oftalmologis dari Jepang bernama Mikito Takayasu yang melaporkan adanya anastomosis arteriovenosus retina dan hilangnya nadi pada ekstremitas atas. Takayasu arteritis mengenai terutama perempuan. Umumnya penderita berusua 15-30 tahun. Distribusi dari penyakit ini terutama di Negara-negara Asia. Di Indonesia sendiri belum ada data epidemiologis untuk penyakit ini, karena tergolong denganpenyakit yang jarang. Pathogenesis yang terjadi pada Takayasu Arteritis adalah inflamasi pembuluh darah mengacu kepada penebalan dinding pembuluh darah, fibrosis, stenosis, dan pembentukan thrombus. Gejala yang timbul dari penyakit ini merefleksikan adanya iskemi organ. Semakin akut inflamasi yang terjadi dapat menghancurkanarteri media dan mengarah kepada pembentukan aneurisma. Pemeriksaan gold standard pada Takayasu arteritis dengan angiografi. Berdasarkan pencitraan tersebut dibagi menjadi enam tipe tergantung tempat lesi inflamasi berada. Klasifikasi ini dibuat untuk mempermudah, karena tempat lesi berada mempengarufi manifestasi dan komplikasi yang akan timbul nantinya. Pengobatan terutama bertujuan mencapai fase remisi dimana tidak terjadi infalamasi aktif. Dapat di lakukandengan agen immunosupresif seperti kortikosteroid. Terapi bedah

dilakukan bila terdapat lesi parah dan telah timbul komplikasi sekunder salah satunya seperti hipertensi akibat stenosis arteri renalis.

5

BAB II PEMBAHASAN II. A. VASKULITIS Takayasu arteritis yang merupakan suatu penyakit vaskulits pada pembuluh darah besar. UntUk lebih mengetahui penyakit vaskulitis secara umum, maka saya akan sedikit menjelaskan tentang definisi dan klasifikasi penyakit vaskulitis. (1,2) II. A. 1. Definisi, Etiologi dan Pathogenesis(1,8) Vaskulitis adalah sebuah istilah yang terkait dengan kelompok penyakit heterogen yang mengakibatkan peradangan pembuluh darah. Pembuluh darah yang dimaksud adalah sistem vaskular yang terdiri dari arteri yang membawa darah penuh oksigen ke jaringan tubuh dan ena yang membawa kembali darah kurang oksigen dari jaringan ke paru-paru.Vaskulitis dapat mengenai vena, arteri maupun kapiler. Peradangan pada arteri disebut arteritis sedangkan peradangan pada vena disebut phlebitis. Etiologi terjadinya vaskulitis masih belum diketahui. Tetapi telah diketahui bahwa sistem imun mempunyai peranan yang besar pada kerusakan jaringan akibat vaskulitis. Sistem imun yang normalnya melindungi organ tubuh pada vaskulitis menjadi hiperaktif karena dirangsang oleh stimulus yang belum diketahui mengakibatkan terjadinya inflamasi. Ketika inflamasi ini terjadi, hal ini menyebabkan perubahan pada dinding pembuluh darah seperti penebalan dan penyempitan yang pada akhirnya dapat menyebabkan sumbatan pembuluh darah. Sumbatan pembuluh darah yang berat akan berefek pada jaringan yang diperdarahi oleh pembuluh darah tersebut, menimbulkan gangguan perfusi dan distribusi nutrisi ke jaringan, terjadi iskemi, kerusakan bahkan kematian jaringan.

II. A. 2. Klasifikasi Vaskulitis(2,8) Berdasarkan penyebabnya vaskulitis dibagi menjadi: y Vaskulitis Primer6

vaskulitis primer adalah vaskulitis yang tidak diketahui penyebabnya. Melibatkan berbagai sistem organ sehingga disebut sebagai vaskulitis sistemik. Vaskulitis primer dibagi kedalam beberapa grup berdasarkan ukuran pembuluh darah yang terkena. Dengan adanya pembagian ini dapat menjelaskan mekanisme patogenesis penyakit lebih baik, sehingga dapat diketahui prognosis dan terapi yang maksimal pada tiap individu yang terkena.Tabel 1. Klasifikasi vaskulitis primer(8) Ukuran pembuluh darah Pembuluh darah besar Tipe vaskulitis Giant cell atau temporal arteritis Takayasus arteritis Pembuluh darah sedang Poliarteritis Nodosa Penyakit Kawasaki Pembuluh darah kecil Churg-Strauss vasculitis Wegeners granulomatosis Microscopic polyangiitis Henoch-Schnlein purpura Esensial Cryoglobulinemia Vaskulitis hipersensitivitas Cutaneous leukocytoclastic angiiti

* Klasifikasi berdasarkan International Consensus Conference di Chapel Hill, North Carolina pada tahun 1994

y

Vaskulitis Sekunder Vaskulitis sekunder terjadi karena adanya penyakit yang mendasari. Contoh keadaan yang dapat menimbulkan vaskulitis antara lain :

-

Infeksi : dapat disebabkan oleh virus hepatitis B dan C7

-

Kelainan sistem imun : Reumatoid arteritis, SLE, dan sindrom Sjogrens Reaksi alergi : reaksi alergi dari medikasi, terpapar amfetamin atau kokain Keganasan : kanker yang dapat berefek pada sel darah misalnya leukemia, lymphoma, dan multiple myeloma

II. B. AORTA Aorta adalah cabang utama dari pembuluh darah arteri yang membawa darah penuh oksigen untuk nutrisi jaringan.(2) II. B. 1. Anatomi dan Histologi Aorta (2,5) Bagian awal aorta muncul keluar dari ventrikel kiri, yang dimulai dari katup aorta. Kedua arteri coronaria jantung bercabang dari pangkal aorta, di atas katup aorta. Aorta kemudian melengkung balik mengelilingi arteri pulmonalis. Tiga pembuluh darah muncul keluar dari arcus aortae ini, yaitu arteri brachiocephalica, arteri carotis communis sinistra, dan arteri subclavia sinistra. Pembuluh-pembuluh ini memasok darah ke kepala dan bagian lengan.

Aorta kemudian menuruni badan. Bagian atas diafragma (dalam dada) dipanggil aorta pars thoracalis dan bagian bawah diafragma (dalam abdomen) dipanggil aorta pars abdominalis. Arteri parsthoracalis, jantung, dan pembuluh darah besar lainnya Saat bergerak ke bawah dinding posterior abdomen, aorta abdomen beredar pada kiri vena cava inferior, bercabang-cabang menjadi saluran darah utama pada perut dan usus, dan juga ginjal. Terdapat banyak bentuk cabang yang dapat diketahui dalam sistem vascular abdomen. Bentuk yang paling umum ialah cabang aorta membentuk truncus celiacus, arteri mesenterica superior, dan juga arteri mesenterica inferior. Arteri renalis biasanya bercabang dari aorta abdominalis di antara truncus celiacus dan arteri mesenterica superior.Aorta berakhir dengan percabangan 2, yaitu arteri iliaca communis sinistra dan arteri iliaca communis dextra untuk memasok darah ke anggota tubuh bagian bawah dan pelvis. Aorta dibentuk dari 3 lapisan: lapisan dalam yang tipis atau disebut intima, lapisan tengah yang tebal disebut media, dan lapisan luar disebut advetisia. Kekuatan aorta terletak di lapisan media, yang terbentuk dari lembaran jaringan elastin yang berlapis dan terjalin satu sama lain

8

dalam bentuk spiral sehingga dapat mencegah peregangan maximum. Berdasarkan eksperimen dinding aorta dapat menahan dari ribuan milliliter merkuri tanpa terjadi ruptur. Berbeda dengan arteri perifer, tunika media aorta mengandung otot halus relative sedikit dan kolagen diantara lapisan elastin. Pertumbuhan besar jaringan elastin yang memberikan aorta tidak hanya kekuatan tetapi juga distensibilitas dan elastisitas. Tunika intima aorta adalah lapisan yang tipis dan lembut yang dilapisi dilapisi dengan endotel yang mudah terkena trauma. Tunika adventisia mengandung terutama kolagen dan vasa vasorum yang pe

View more