referat neuritis

of 64 /64
REFERAT NEURITIS Pembimbing: dr. Marjanty, Sp.S Penyusun: Ritno Ryadi 1102011237 KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT SARAF RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TK. I RADEN SAID SUKANTO PERIODE 16 NOVEMBER 2015– 20 DESEMBER 2015 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI

Author: prathita-amanda

Post on 13-Apr-2016

329 views

Category:

Documents


4 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

neurologi

TRANSCRIPT

PowerPoint Presentation

REFERATNEURITISPembimbing: dr. Marjanty, Sp.S

Penyusun: Ritno Ryadi1102011237

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT SARAFRUMAH SAKIT BHAYANGKARA TK. I RADEN SAID SUKANTOPERIODE 16 NOVEMBER 2015 20 DESEMBER 2015FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI DEFINISINeuritis adalah istilah umum untuk peradangan saraf atau peradangan umum pada system saraf perifer. Gejala tergantung pada saraf yang terlibat, tetapi mungkin termasuk rasa sakit, paresthesia, paresis, hypoesthesia (mati rasa), anestesi, lumpuh, dan hilangnya refleks.KLASIFIKASIPOLINEURITISDefinisiPolineuritis adalah degenerasi banyak saraf perifer yang simetris yang dapat timbul diantaranya pada keadaan kekurangan vitamin B1, timbul dalam jangka waktu tertentu , tanpa atau melalui jalur peradangan

PATOFISIOLOGIKLASIFIKASI BERDASARKAN LOKASIKLASIFIKASI BERDASARKAN ETIOLOGIDIAGNOSISDIAGNOSIS BANDINGPENATALAKSANAAN PROGNOSISPada umumnya polineuropati sembuh dengan gejala sisaPada beberapa kasus memperlihatkan gejala-gejala yang menetap. Apabila terjadi paralisis otot-otot pernapasan maka prognosis akan lebih buruk.

NEURITIS BRAKHIALISDEFINISILesi pleksus brakhialis adalah lesi saraf yang menimbulkan kerusakan saraf yang membentuk pleksus brakhialis, mulai dari radiks saraf hingga saraf terminal. Keadaan ini dapat menimbulkan gangguan fungsi motorik, sensorik atau autonomic pada ekstremitas atas. Istilah lain yang sering digunakan yaitu neuropati pleksus brakhialis atau pleksopati brakhialis ETIOLOGIPATOFISIOLOGIDERAJAT KERUSAKAN klasifikasi Sheddon (1943)Klasifikasi SunderlandPLEKSOPATI SUPRAVENTRIKULERLesi terjadi ditingkat radiks saraf, trunkus saraf atau kombinasinyaLesi ditingkat ini dua hingga tujuh kali lebih sering terjadi dibanding lesi infraklavikuler.PLEKSOPATI INFRAVENTRIKULERPenyebab utama adalah trauma dapat tertutup maupun terbukaDisertai oleh kerusakan struktur didekatnyaPEMERIKSAAN PENUNJANGRADIOGRAFIFoto vertebra servikal untuk mengetahui apakah ada fraktur pada vertebra servikalFoto bahu untuk mengetahui apakah ada fraktur skapula, klavikula atau humerusFoto thorak untuk melihat disosiasi skapulothorak serta tinggi diafragma pada kasus paralisa saraf phrenicus.

CT scan dapat digunakan untuk menilai adanya fraktur tersembunyi yang tidak dapat dinilai oleh x-fotoMyelografi digunakan pada lesi supraklavikular berat, yang berguna untuk membedakan lesi preganglionik dan postganglionikKombinasi CT dan myelografi lebih sensitif dan akurat terutama untuk menilai lesi proksimal (avulsi radiks)MRI dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai jaringan ikat sekitar lesi dan penilaian pleksus brakhialis ekstraforaminal normal atau tidak normalPENATALAKSANAANPenatalaksanaan suportifOperasi diindikasikan pada lesi pleksus brakhialis berat Jika lesi sangat luas dan perbaikan keseluruhan tidak memungkinkan maka tujuan utama perbaikan bedah adalah mengembalikan fungsi fleksi sikukemudian dapat dilanjutkan dengan fungsi ekstensi pergelangan tangan dan fleksi jari-jari.

PEMBEDAHAN PRIMER NEURITIS OPTIKNeuritis optik adalah peradangan atau demielinisasi saraf optik akibat berbagai macam penyakit Inflamasi lokalUveitis dan retinitis Oftalmia simpatika MeningitisPenyakit sinus dan infeksi orbita

Inflamasi general yaitu: Infeksi syaraf pusatMultiplel sklerosisAcute disseminated encephalomyelitis Neuromyelitis optic (Devic disease)SyphilisTuberkulosis Leber's disease

Toksin endogenPenyakit infeksi akut, seperti influenza, malaria, measles, mumps, pneumoniaFokus septik pada gigi, tonsil, infeksi fokalPenyakit metabolik: diabetes, anemia, kehamilan, avitaminosis

Intoksikasi racun eksogen seperti tobacco, etil alcohol, metil alkohol.

ETIOLOGIFAKTOR RESIKOUSIANeuritis optikus sering mengenai dewasa muda usia 20 sampai 40 tahun; usia rata-rata terkena sekitar 30 tahun. Usia lebih tua atau anak-anak dapat terkena juga tetapi frekuensinya lebih sedikit.

JENIS KELAMIN Wanita lebih mudah terkena neuritis optikus dua kali daripada laki-laki.

RAS Neuritis optikus lebih sering terjadi pada orang kulit putih dari pada ras yang lain

KLASIFIKASIPATOGENESIS PAPILITIS Nervus optikus mengandung serabut-serabut syaraf yang mengantarkan informasi visual dari sel-sel nervus retina ke dalam sel-sel nervus di otakRetina mengandung sel fotoreseptor, merupakan suatu sel yang diaktivasi oleh cahaya dan menghubungkan ke sel-sel retina lain disebut sel ganglion Kemudian mengirimkan sinyal proyeksi yang disebut akson ke dalam otak.Melalui rute ini, nervus optikus mengirimkan impuls visual ke otak. Inflamasi yang terjadi pada neuritis optik yang akan menyebabkan sinyal visual terganggu dan pandangan menjadi lemah

GEJALA DAN TANDA PAPILITISVISUS TURUN MENDADAKRASA SAKIT DI MATA TERUTAMA SAAT PENEKANAN KADANG DISERTAI DEMAM ATAU SETALAH DEMAM PEMERIKSAAN FISIK PAPILITISGangguan lapang pandang dapat terjadi pada penglihatan perifer dan menyempit secara konsentrisSkotoma sentralSekosentral atau para sentralRAPD yaitu kelainan pupil yang sering dijumpai dengan adanya tanda pupil Marcus Gunn.PEMERIKSAAN PENUNJANG PAPILITISPada pemeriksaan fundus ditemukan hiperemi papil saraf optik dengan batas yang kaburpelebaran vena retina sentralis dan edema papilKadang-kadang sekitar papil terlihat bergaris-garis disebabkan edema, sehingga serabut saraf menjadi renggang

GEJALA DAN TANDA NEURITIS RETROBULBARVisus sangat terganggu disertai amaurosis fugaxTerasa berat dibagian belakang bola mataRasa sakit akan bertambah bila bola mata ditekan Sakit kepalaPada neuritis gambaran fundus normal pada awalDegenerasi saraf optik akibat degenerasi serabut sarafAtrofi desenden akan terlihat papil pucat dengan batas tegasGangguan lapang pandangDIAGNOSIS NEURITIS RETROBULBARAnamnesisTanda dan gejala klinisPada pemeriksaan oftalmoskopi tidak ditemukan apa-apaPerlu dilakukan pemeriksaan penunjang seperti MRI, analisis cairan serebrospinal, Visually Evoked Potensials Test (VEP) dan serologi DIAGNOSIS BANDING NEURITIS OPTIKNonarteritic anterior ischemic optic neuropathySyndrom viral dan post viralAblasio retinaOkulsi arteri vena sentralisPapil edema PENATALAKSANAAN JANGKA PENDEKMetilprednisolonPrednison JANGKA PANJANGinterferon 1a PROGNOSISSebagian besar pasien sembuh sempurna atau mendekati sempurna setelah 6-12 mingguDerajat keparahan kehilangan penglihatan awal menjadi penentu terhadap prognosis penglihatanPasien dengan acute demyelinating optic neuritis berlanjut menjadi kelainan pada penglihatan yang mempengaruhi fungsi harian dan kualitas hidupnya. Kelainan tajam penglihatan (15-30%), Sensitivitas kontras (63-100%), Penglihatan warna (33-100%), Lapang pandang (62-100%), Stereopsis (89%), Terang gelap (89-100%), Reaksi pupil afferent (55-92%), Diskus optikus (60-80%), Visual-evoked potensial (63-100%). NEURITIS VESTIBULARDEFINISINeuritis vestibularis adalah suatu bentuk penyakit organik yang terbatas pada apparatus vestibular dan terlokalisir pada perjalanan saraf ke atas mencakup nuklei vestibular pada batang otak. Pada pasien ini muncul vertigo dengan dengan spektrum luas disertai sakit kepala yang bermula dari pandangan gelap sesaat sampai ketidakseimbangan yang kronis, disertai kelainan tes kalori unilateral maupun bilateral. ETIOLOGIInfeksi Herpes simplex virus tipe 1, dengan kenyataan :Pola endemikStudi post mortem : degenerasi inflamatifPeningkatan protein pada liquor serebrospinalisDitemukan HSV-1 DNA dan RNA di ganglion vestibularis

Iskemia pada pembuluh darah yang memperdarahi bagian telinga PATOFISIOLOGIInfeksi virus pada alat keseimbangan di telinga dalam.Terjadi serangan vertigo berulang beberapa jam atau beberapa hari Seringkali disertai perasaan cemasSeringkali dialami setelah infeksi virus sebelumnya, tidak disertai gangguan maupun penurunan pendengaran.Temuan klinis menunjukan adanya disrupsi mendadak dari masukan neuron dari salah satu labirinSensasi vertigo dan nistagmus Adanya nistagmus spontan horizontal (komponen major: horizontal, komponen minor : vertikal dan torsial) Adanya gangguan respons terhadap stimulasi kalorik, menunjukan bahwa aktivitas afferen dari kanalis semisirkularis horizontal terganggu

GAMBARAN KLINISGambaran klinis pada stadium akut vertigoNistagmus spontan dan gangguan respons kalorik. kelainan-kelainan pada stimulasi galvanik, test rotasional, test gerakan mata lain

Vertigo biasanya digambarkan sebagai tipe rotasional. pasien sering membuat pernyataan yang membingungkan dan kontradiktif tentang arah rotasi. Macam vertigonya antara lain, sebagai berikut :Sensasi gerak diri sendiri yang subjektif murni searah dengan fase cepat nistagmus spontannya (ke sisi telinga yang sehat). Tendensi untuk jatuh ke arah telinga yang sakit disebabkan oleh reaksi vestibulospinal kompensatorik. Ilusi liingkungan sekeliliingnnya berputar (bukan dirinya yang berputar). DIAGNOSISKriteria diagnosis Neuritis Vestibularis sebagai berikut :Vertigo berat dan nausea spontan, onset dalam beberapa jam, menetap lebih dari 24 jam.Sikap (stance) dan gaya jalan : ataksikNistagmus spontan, arah menetap, horizontal, ke arah telinga yang sehat, menetap lebih dari 24 jam.Caloric canal paresis yang unilateral bermakna.Otoscopy normal, pendengaran normal.Defisit neurologik lain : tidak ada.

PEMERIKSAANDilakukan pemeriksaan fungsi pendengaran dan elektronistagmografi Memasukkan sejumlah kecil air es ke dalam setiap saluran telinga lalu pergerakan mata pasien direkamNistagmusTes Romberg yang dipertajam (sharpen Romberg Test)Stepping testSalah tunjuk (past pointing)PENATALAKSANAAN NON FARMAKOLOGIS Pasien harus dibiarkan berbaring diam dalam kamar gelap selama 1-2 hari pertamaFiksasi visual cenderung menghambat nistagmus dan mengurangi perasaan subyektif vertigo pada pasien dengan gangguan vestibular perifer, misalnya neuronitis vestibularisBila mual dan muntah berat, cairan intravena harus diberikan untuk mencegah dehidrasiLatihan vestibular dapat dimulai beberapa hari setelah gejala akut mereda untuk rnemperkuat mekanisme kompensasi sistem saraf pusat untuk gangguan vestibular akutPENATALAKSANAAN (2)ANTIHISTAMINANTIKOLINERGIKZAT SIMPATOMIMETIKBELLS PALSYDEFINISIBells palsy adalah kelumpuhan nervus fasialis perifer (N.VII), terjadi secara akut dan penyebabnya tidak diketahui (idiopatik) atau tidak menyertai penyakit lain yang dapat mengakibatkan lesi nervus fasialis atau kelumpuhan fasialis perifer akibat proses non-supuratif, non-neoplasmatik, non-degeneratif primer namun sangat mungkin akibat edema jinak pada bagian nervus fasialis di foramen stilomastoideus atau sedikit proksimal dari foramen tersebut, yang mulanya akut dan dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan. ETIOLOGIPATOFISIOLOGIGAMBARAN KLINISMendadakBells palsy hampir selalu unilateralHilangnya semua gerakan volunter pada kelumpuhan totalPada sisi wajah yang terkena lipatan nasolabialis akan menghilang, sudut mulut menurun, bila minum atau berkumur air menetes dari sudut ini, kelopak mata tidak dapat dipejamkan sehingga fisura papebra melebar serta kerut dahi menghilangBila penderita disuruh untuk memejamkan matanya maka kelopak mata pada sisi yang lumpuh akan tetap terbuka Bila khorda timpani terkena, terjadi gangguan pengecapan dari 2/3 depan lidah yang merupakan kawasan sensorik khusus N.intermediusBila terkena saraf yang menuju ke m.stapedius akan terjadi hiperakusisDIAGNOSAAnamnesa : Rasa nyeriGangguan atau kehilangan pengecapanRiwayat pekerjaan dan adakah aktivitas yang dilakukan pada malam hari di ruangan terbuka atau di luar ruanganRiwayat penyakit yang pernah dialami oleh penderita seperti infeksi saluran pernafasan, otitis, herpes

Pemeriksaan motorik nervus fasialis: Mengerutkan dahi : lipatan kulit dahi hanya tampak pada sisi yang sehat saja

Mengangkat alis : alis pada sisi yang sakit tidak dapat diangkat

Memejamkan mata dengan kuat : pada sisi yang sakit kelompak mata tidak dapat menutupi bola mata dan berputarnya bola mata ke atas dapat dilihat

Mengembungkan pipi : pada sisi yang tidak sehat pipi tidak dapat dikembungkan

Memperlihatkan gigi geliginya: sudut mulut sisi yang lumpuh tidak dapat diangkat sehingga mulut tampaknya mencong ke arah sehat. Dan juga sulcus nasolabialis pada sisi wajah yang sakit mendatarPEMERIKSAAN Pemeriksaan sensorik pada nervus fasialis. Sensasi pengecapan diperiksa sebagai berikut : rasa manis diperiksa pada bagian ujung lidah dengan bahan berupa garam, dan rasa asam diperiksa pada bagian tengah lidah dengan bahan asam sitratPengecapan 2/3 depan lidah : pengecapan pada sisi yang tidak sehat kurang tajam

Pemeriksaan RefleksPemeriksaan reflek kornea baik langsung maupun tidak langsung Selain itu juga dapat diperiksa refleks nasopalpebra pada orang sehat Pengetukan ujung jari pada daerah diantara kedua alis langsung dijawab dengan pemejaman kelopak mata pada sisi, sedangkan pada paresis facialis jenis perifer terdapat kelemahan kontraksi m. orbikularis oculi (pemejaman mata pada sisi sakit).

PEMERIKSAAN (2)Stethoscope Loudness TestPemeriksaan ini dapat digunakan untuk menilai fungsi dari muskulus stapedius. Pasien diminta menggunakan stetoskop kemudian dibunyikan garpu tala pada membran stetoskop, maka suara yang keras akan terlateralisasi ke sisi muskulus stapedius yang lumpuh Schirmer Blotting TestPemeriksaan ini digunakan untuk menilai fungsi lakrimasi. Digunakan benzene yang menstimulasi refleks nasolacrimalis sehingga dapat dibandingkan keluar air mata dapat dibandingkan antara sisi yang lumpuh dan yang normalPemeriksaan radiologisPemeriksaan Radiologis yang dapat dilakukan untuk Bells Palsy antara lain adalah MRI dimana pada pasien dengan Bell Palsy dapat timbul gambaran kelainan pada nervus fasialis. Selain itu pemeriksaan MRI juga berguna apabila penderita mengalami Kelumpuhan wajah yang berulang, agar dapat dipastikan apakah kelainan itu hanya merupakan gangguan pada nervus Fasialis ataupun terdapat tumor

DIAGNOSA BANDINGPENATALAKSANAAN TERAPI MEDIKAMENTOSA :Kortikosteroid dapat digunakan salah satu contohnya adalah prednison atau methylprednisolon 80 mg (medrol) dosis awal dan diturunkan secara bertahap (tappering off) selama 7 hari. Penggunaan obat antiviral (acyclovir) dengan kortioksteroid. Penggunaan Aciclovir 400 mg sebanyak 5 kali per hari P.O selama 10 hari. Atau penggunaan Valacyclovir 500 mg sebanyak 2 kali per hari P.O selama lima hari, penggunaan Valacyclovir memiliki efek yang lebih baik. Terapi operatifIndikasi terapi operatif yaituProduksi air mata berkurang menjadi < 25%Aliran saliva berkurang menjadi < 25%Respon terhadap tes listrik antara sisi sehat dan sakit berbeda 2,5 mA.

Tujuan rehabilitasi medikMeniadakan keadaan cacat bila mungkinMengurangi keadaan cacat sebanyak mungkinMelatih orang dengan sisa keadaan cacat badan untuk dapat hidup dan bekerja dengan apa yang tertinggal.

KOMPLIKASIPROGNOSISAntara 80-85% penderita akan sembuh sempurna dalam waktu 3 bulanParalisis ringan atau sedang pada saat gejala awal terjadi merupakan tanda prognosis baikDenervasi otot-otot wajah sesudah 2-3 minggu menunjukkan bahwa terjadi degenerasi aksonal dan hal demikian ini menunjukkan pemulihan yang lebih lama dan tidak sempurnaPemulihan daya pengecapan lidah dalam waktu 14 hari pasca awitan biasanya berkaitan dengan pemulihan paralisis secara sempurna. Apabila lebih 14 hari, maka hal tersebut menunjukkan prognosis yang burukKESIMPULAN Neuritis adalah istilah umum untuk peradangan saraf atau peradangan umum pada sistem saraf periferGejala tergantung pada saraf yang terlibat, tetapi mungkin termasuk rasa sakit, paresthesia, paresis, hypoesthesia (mati rasa), anestesi, lumpuh, dan hilangnya refleksJenis-jenis neuritis meliputi: Polineuritis atau Neuritis Multiple, Neuritis Brakial, Neuritis Optik, Neuritis Vestibular, Neuritis Kranial, sering mewakili sebagai Bells Palsy.Neuritis dapat disebabkan oleh berbagai etiologi, termasuk infeksi , cidera kimia, trauma fisik, radiasi, atau disebabkan oleh karena penyakit lainManifestasi klinis pada neuritis bergantung pada lesi yang terkenaDiagnosis berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang.Terapi pada neuritis terdiri dari terapi farmakologi dan terapi non farmakologi yang meliputi terapi bedah dan terapi rehabilitasi medikPrognosis pada kasus neuritis juga dipengaruhi oleh berbagai faktor serta lokasi peradangan pada saraf. TERIMA KASIH