ref otitis eksterna

Author: maria-marcella-rusli

Post on 02-Jun-2018

230 views

Category:

Documents


0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 8/10/2019 Ref Otitis Eksterna

    1/19

    Otitis Eksterna Kronis Maria & Chong Jen

    4

    BAB I

    PENDAHULUAN

    Otitis eksterna adalah radang liang telinga akut maupun kronis yang disebabkan oleh

    bakteri terlokalisir atau difus dengan gejala telinga terasa sakit. Faktor penyebab timbulnya

    otitis eksterna ini dapat berupa kelembaban, penyumbatan liang telinga, trauma lokal dan

    alergi. Faktor ini menyebabkan berkurangnya lapisan protektif yang menyebabkan edema

    dari epitel skuamosa. Keadaan ini menimbulkan trauma lokal yang mengakibatkan bakteri

    masuk melalui kulit, inflasi dan menimbulkan eksudat. Bakteri patogen pada otitis eksterna

    akut adalah pseudomonas (41%), streptokokus (22%), stafilokokus aureus (15%) dan

    bakteroides (11%).

    Otitis eksterna ini merupakan suatu infeksi liang telinga bagian luar yang dapat

    menyebar ke pina, periaurikular, atau ke tulang temporal. Biasanya seluruh liang telinga

    terlibat, tetapi pada otitis eksterna furunkulosis melibatkan liang telinga sepertiga luar. Otitis

    eksterna difusa merupakan tipe infeksi bakteri patogen yang paling umum disebabkan oleh

    pseudomonas, stafilokokus dan proteus atau jamur. Penyakit ini merupakan penyakit telinga

    bagian luar yang sering dijumpai, disamping penyakit telinga lainnya. Penyakit ini sering

    dijumpai pada daerah-daerah yang panas dan lembab dan jarang pada iklim-iklim sejuk dan

    kering.

    Patogenesis dari otitis eksterna sangat komplek dan banyak peneliti mengemukakan

    faktor pencetus dari penyakit ini seperti berenang dan menimbulkan kekambuhan. Selain itu

    keadaan panas, lembab dan trauma terhadap epitel dari liang telinga luar juga merupakan

    faktor penting untuk terjadinya otitis eksterna.

    Umumnya penderita datang ke Rumah Sakit dengan keluhan rasa sakit pada telinga,

    terutama bila daun telinga disentuh dan waktu mengunyah. Bila peradangan ini tidak diobati

    secara adekuat, maka keluhan-keluhan seperti rasa sakit, gatal dan mungkin sekret yang

    berbau akan menetap. Dalam upaya menanggulangi otitis eksterna, sejak dahulu telah

    dipergunakan larutan Burrowi, yang dikemukakan pertama kali oleh dr.Karl August Von

    Burrow (1809-1874) seorang ahli bedah Jerman dari Koningsburg. Dia menggunakan larutan

    Burrowi sebagai obat untuk telinga sejak akhir abad ke-19. Larutan Burrowi (Burrows

    Solution), berisi larutan aluminium sulfat dan digunakan secara luas sebagai obat kompres

    yang sekaligus bekerja sebagai antiseptik dan adstrigensia dan mempunyai pH 3,2.

  • 8/10/2019 Ref Otitis Eksterna

    2/19

    Otitis Eksterna Kronis Maria & Chong Jen

    5

    BAB II

    ANATOMI TELINGA

    Gambar 1. Anatomi Telinga

    A. Telinga Luar

    Telinga luar terdiri dari daun telinga dan liang telinga sampai membran timpani.

    Daun telinga terdiri dari tulang rawan elastin dan kulit. Liang telinga berbentuk huruf S,

    dengan rangka tulang rawan pada sepertiga bagian luar, sedangkan dua pertiga bagian

    dalam rangkanya terdiri dari tulang. Panjangnya kira-kira 2,5 3cm. Sepertiga bagian

    luar kulit telinga terdapat banyak kelenjar serumen dan rambut. Kelenjar keringat

    terdapat pada seluruh liang telinga. Pada dua pertiga bagian dalam hanya sedikit

    dijumpai kelenjar serumen.

    B. Telinga Tengah

  • 8/10/2019 Ref Otitis Eksterna

    3/19

    Otitis Eksterna Kronis Maria & Chong Jen

    6

    Telinga tengah berbentuk kubus yang terdiri dari membran timpani yang

    merupakan membran fibrosa tipis yang berwarna kelabu mutiara. Berbentuk bundar dan

    cekung bila dilihat dari arah liang telinga dan terlihat oblik terhadap sumbu liang telinga.

    Membran timpani dibagi atas 2 bagian yaitu bagian atas disebut pars flaksida

    (membrane sharpnell) dimana lapisan luar merupakan lanjutan epitel kulit liang telinga

    sedangkan lapisan dalam dilapisi oleh sel kubus bersilia, dan pars tensa merupakan

    bagian yang tegang dan memiliki satu lapis lagi ditengah, yaitu lapisan yang terdiri dari

    serat kolagen dan sedikit serat elastin.

    Tulang pendengaran terdiri dari maleus, inkus, dan stapes. Tulang pendengaran

    ini dalam telinga tengah sering berhubungan. Tuba eustachius menghubungkan rongga

    telinga tengah dengan nasofaring.

    C. Telinga Dalam

    Telinga dalam terdiri dari koklea (rumah siput) yang berupa dua setengah

    lingkaran dan vestibuler yang terdiri dari 3 buah kanalis semisirkularis. Ujung atau

    puncak koklea disebut helikotrema, menghubungkan perilimfa skala timpani dengan

    skala vestibuli.

    Kanalis semisirkularis saling berhubungan secara tidak lengkap dan membentuk

    lingkaran yang tidak lengkap. Pada irisan melintang dari koklea tampak skala

    vestibuli sebelah atas, skala timpani sebelah bawah dan skala media (duktus

    koklearis) diantaranya. Skala vestibuli dan skala timpani berisi perilimfa sedangka

    skala media berisi endolimfa. Dimana cairan perilimfa tinggi akan natrium dan rendah

    kalium, sedangkan endolimfa tinggi akan kalium dan rendah natrium. Hal ini penting

    untuk pendengaran.

    Dasar skala vestibuli disebut sebagai membran vestibuli (Reissners Membrane)

    sedangkan skala media adalah membran basalis. Pada membran ini terletak organ

    corti yang mengandung organel-organel penting untuk mekanisme saraf perifer

    pendengaran. Organ corti terdiri dari satu baris sel rambut dalam (3000) dan tiga baris

    sel rambut luar (12000). Ujung saraf aferen dan eferen menempel pada ujung bawah

    sel rambut. Pada permukaan sel-sel rambut terdapat stereosilia yang melekat pada

    suatu selubung diatasnya yang cenderung datar, bersifat gelatinosa dan aselular

    sehingga dikenal sebagai membran tektoria.

  • 8/10/2019 Ref Otitis Eksterna

    4/19

    Otitis Eksterna Kronis Maria & Chong Jen

    7

    Membran tektoria disekresi dan disokong limbus yang terletak di medial. Pada

    skala media terdapat bagian yang berbentuk lidah yang disebut membran tektoria, dan

    pada membran basal melekat sel rambut yang terdiri dari sel rambut dalam, sel rambut

    luar dan kanalis Corti yang membentuk organ Corti.

  • 8/10/2019 Ref Otitis Eksterna

    5/19

    Otitis Eksterna Kronis Maria & Chong Jen

    8

    BAB III

    OTITIS EKSTERNA

    3.1 DEFINISIOtitis eksterna adalah suatu inflamasi, iritasi, atau infeksi kulit dari liang/saluran

    telinga luar (meatus akustikus eksterna) yang disebabkan oleh kuman maupun jamur

    (otomikosis) dengan tanda-tanda khas yaitu rasa tidak enak di liang telinga, deskuamasi,

    sekret di liang telinga dan kecenderungan untuk kambuhan. Infeksi ini bisa menyerang

    seluruh saluran (otitis eksterna generalisata) atau hanya pada daerah tertentu sebagai bisul

    (furunkel) atau jerawat.

    3.2 EPIDEMIOLOGI

    Setiap tahun, otitis eksterna terjadi pada 4 dari setiap 1000 orang di Amerika Serikat.

    Kejadian lebih tinggi selama musim panas, mungkin karena partisipasi dalam kegiatan air

    lebih tinggi. Otitis eksterna akut, kronis, dan eczematous merupakan otitits yang umum di

    Amerika Serikat, namun otitis necrotizing jarang terjadi. Secara umum di dunia frekuensi

    otitis eksterna tidak diketahui, namun insidennya meningkat di Negara tropis seperti

    Indonesia.

    Tidak ada ras ataupun jenis kelamin yang berpengaruh terhadap angka kejadian otitis

    eksterna. Umumnya, tidak ada hubungan antara perkembangan otitis eksterna dan usia.

    Sebuah studi epidemiologi tunggal di Inggris menemukan prevalensi selama 12-bulan yang

    sama untuk individu yang berusia 5-64 tahun dan prevalensinya meningkat pada usia lebih

    dari 65 tahun.

    3.3 ETIOLOGI DAN FAKTOR RISIKO

    Otitis eksterna terutama disebabkan oleh infeksi bakteri, yaitu staphylococcus aureus,

    staphylococcus albus, dan escherichia coli. Penyakit ini dapat juga disebabkan oleh jamur

    (10% otitis eksterna disebabkan oleh jamur terutama jamur pityrosporum dan aspergilosis),

    alergi, dan virus (misalnya: virus varisela zoster). Otitis eksterna dapat juga disebabkan oleh

    penyebaran luas dari proses dermatologis yang bersifat non infeksi.

  • 8/10/2019 Ref Otitis Eksterna

    6/19

    Otitis Eksterna Kronis Maria & Chong Jen

    9

    Gambar 2. Infeksi Jamur Gambar 3. Infeksi HZV

    Swimmers ear (otitis eksterna) sering dijumpai. Terdiri dari inflamasi, iritasi atau

    infeksi pada telinga bagian luar. Dijumpai riwayat pemaparan terhadap air, trauma mekanik

    dan goresan atau benda asing dalam liang telinga. Berenang dalam air yang tercemar

    merupakan salah satu cara terjadinya otitis eksterna (swimmers ear).

    Kebanyakan disebabkan alergi pemakaian topikal obat tetes telinga. Alergen

    yang paling sering adalah antibiotik, contohnya: neomycin, framycetyn, gentamicin,

    polimixin, dan antihistamin. Sensitifitas poten lainnya adalah metal dan khususnya nikel yang

    sering muncul pada kertas dan klip rambut yang mungkin digunakan untuk mengorek telinga.

    Faktor predisposisi otitis eksterna, yaitu :

    a.

    Udara hangat dan lembab memudahkan kuman dan jamur untuk tumbuh.

    b. Derajat keasaman (pH) liang telinga, dimana PH basa mempermudah terjadinya

    otitis eksterna. PH asam memproteksi terhadap kuman infeksi.

    c.

    Trauma mekanik seperti trauma lokal dan ringan pada epitel liang telinga luar

    (meatus akustikus eksterna), misalnya setelah mengorek telinga menggunakan lidi

    kapas atau benda lainnya.

    d.

    Berenang dan terpapar air. Perubahan warna kulit liang telinga dapat terjadi setelah

    terkena air. Hal ini disebabkan adanya bentuk lekukan pada liang telinga sehingga

    menjadi media yang bagus buat pertumbuhan bakteri. Otitis eksterna sering disebut

    sebagaiswimmer's ear.

    e. Benda asing yang menyebabkan sumbatan liang telinga, misalnya manik-manik,

    biji-bijian, serangga, dan tertinggal kapas.

    f.

    Bahan iritan (misalnya hair spray dan cat rambut).

    g. Alergi misalnya alergi obat (antibiotik topikal dan antihistamin) dan metal (nikel).

  • 8/10/2019 Ref Otitis Eksterna

    7/19

    Otitis Eksterna Kronis Maria & Chong Jen

    10

    h. Penyakit psoriasis

    i. Penyakit eksim atau dermatitis pada kulit kepala.

    j.

    Penyakit diabetes. Otitis eksterna sirkumskripta sering timbul pada pasien diabetes.

    k.

    Penyumbat telinga dan alat bantu dengar. Terutama jika alat tersebut tidakdibersihkan dengan baik.

    Otitis eksterna kronik dapat disebabkan :

    Pengobatan infeksi bakteri dan jamur yang tidak adekuat.

    Trauma berulang.

    Benda asing.

    Alat bantu dengar (hearing aid), penggunaan cetakan (mould) pada hearing aid.

    3.4 PATOFISIOLOGI

    Secara alami, sel-sel kulit yang mati, termasuk serumen, akan dibersihkan dan

    dikeluarkan dari gendang telinga melalui liang telinga. Cotton bud (pembersih kapas telinga)

    dapat mengganggu mekanisme pembersihan tersebut sehingga sel-sel kulit mati dan serumen

    akan menumpuk di sekitar gendang telinga. Masalah ini juga diperberat oleh adanya susunan

    anatomis berupa lekukan pada liang telinga.

    Keadaan diatas dapat menimbulkan timbunan air yang masuk ke dalam liang telinga

    ketika mandi atau berenang. Kulit yang basah, lembab, hangat, dan gelap pada liang telinga

    merupakan tempat yang baik bagi pertumbuhan bakteri dan jamur.

    Adanya faktor predisposisi otitis eksterna dapat menyebabkan berkurangnya lapisan

    protektif yang menimbulkan edema epitel skuamosa. Keadaan ini menimbulkan trauma lokal

    yang memudahkan bakteri masuk melalui kulit, terjadi inflamasi dan cairan eksudat. Rasa

    gatal memicu terjadinya iritasi, berikutnya infeksi lalu terjadi pembengkakan dan akhirnya

    menimbulkan rasa nyeri.

    Proses infeksi menyebabkan peningkatan suhu lalu menimbulkan perubahan rasa

    nyaman dalam telinga. Selain itu, proses infeksi akan mengeluarkan cairan / nanah yang bisa

    menumpuk dalam liang telinga (meatus akustikus eksterna) sehingga hantaran suara akan

    terhalang dan terjadilah penurunan pendengaran.

    Bakteri patogen yang sering menyebabkan otitis eksterna yaitu pseudomonas (41%),

    streptokokus (22%), stafilokokus aureus (15%) dan bakteroides (11%). Infeksi pada liang

  • 8/10/2019 Ref Otitis Eksterna

    8/19

    Otitis Eksterna Kronis Maria & Chong Jen

    11

    telinga luar dapat menyebar ke pinna, periaurikuler dan tulang temporal.

    Otalgia pada otitis eksterna disebabkan :

    Kulit liang telinga luar beralaskan periostium & perikondrium bukan bantalanjaringan lemak sehingga memudahkan cedera atau trauma. Selain itu, edema dermis

    akan menekan serabut saraf yang mengakibatkan rasa sakit yang hebat.

    Kulit dan tulang rawan pada 1/3 luar liang telinga luar bersambung dengan kulit dan

    tulang rawan daun telinga sehingga gerakan sedikit saja pada daun telinga akan

    dihantarkan ke kulit dan tulang rawan liang telinga luar sehingga mengakibatkan rasa

    sakit yang hebat pada penderita otitis eksterna.

    3.5 KLASIFIKASI

    Otitis eksterna diklasifikasikan atas :

    1. Otitis eksterna akut :

    Otitis eksterna sirkumskripta (furunkel/bisul).

    Otitis eksterna difus

    2.

    Otitis eksterna kronik

    Otitis eksterna sirkumskripta (furunkel/bisul) adalah otitis eksterna lokal yang

    bermula dari infeksi folikel rambut dan menimbulkan furunkel (bisul) pada sepertiga

    luar dari liang telinga luar (meatus akustikus eksterna). Otitis eksterna difus adalah

    otitis eksterna yang dapat disebabkan bakteri (pseudomonas, stafilokokus, proteus)

    atau jamur pada dua per tiga dalam dari liang telinga luar (meatus akustikus eksterna).

    Otitis eksterna kronik adalah otitis eksterna yang berlangsung lama dan ditandai

    oleh terbentuknya jaringan parut (sikatriks). Adanya sikatriks menyebabkan liang

    telinga menyempit.

  • 8/10/2019 Ref Otitis Eksterna

    9/19

    Otitis Eksterna Kronis Maria & Chong Jen

    12

    Gambar 4. Otitis Eksterna Akut Gambar 5. Otitis Eksterna Kronis

    Otitis eksterna sirkumskripta

    Otitis eksterna sirkumskripta adalah infeksi oleh kuman pada kulit disepertiga luar liang

    telinga yang mengandung adneksa kulit, seperti folikel rambut, kelenjar sebasea dan kelenjar

    serumen sehingga membentuk furunkel. Sering timbul pada seseorang yang menderita

    diabetes. Kuman penyebabnya biasanya Staphylococcus aureus atau Staphylococcus albus.

    Gejalanya ialah rasa nyeri yang hebat, tidak sesuai dengan besar bisul. Hal ini

    disebabkan karena kulit liang telinga tidak mengandung jaringan longgar dibawahnya,

    sehingga rasa nyeri timbul pada penekanan perikondrium. Rasa nyeri dapat juga timbul

    spontan pada waktu membuka mulut (sendi temporomandibula). Selain itu terdapat juga

    gangguan pendengaran bila furunkel besar dan menyumbat liang telinga. Rasa sakit bila daun

    telinga ketarik atau ditekan. Terdapat tanda infiltrat atau abses pada sepertiga luar liang

    telinga.

    Beberapa furunkel mungkin bersatu membentuk karbunkel jika infeksi berlanjut tidak

    diterapi, akan timbul selulitis dan mungkin limfadenitis regional. Furunkulosis sering

    bersama-sama dengan Otitis Eksterna Difusa (OED). Pada kasus berat, edema dapat

    menyebar ke sulkus post aurikular menyebabkan daun telinga terdorong ke depan. Kesulitan

    mendiagnosa timbul apabila liang telinga bengkak keseluruhan yang menghalangi

    pemeriksaan membrana timpani. Keadaan ini harus dibedakan dari mastoiditis akuta,

    pembengkakan dan tenderness dapat menyebar ke daerah post aurikula.

    Terapinya tergantung pada keadaan furunkel. Bila sudah menjadi abses, diaspirasi

    secara steril untuk mengeluarkan nanahnya. Lokal diberikan antibiotic dalam bentuk salep,

    seperti polymyxin B atau bacitracin, atau antiseptik (asam asetat 2-5% dalam alkohol. Kalau

    dinding furunkelnya tebal, dilakukan insisi, kemudian dipasang salir (drain) untuk

  • 8/10/2019 Ref Otitis Eksterna

    10/19

    Otitis Eksterna Kronis Maria & Chong Jen

    13

    mengalirkan nanahnya. Biasanya tidak diperlukan pemberian antibiotik secara sistemik,

    hanya diberikan obat simtomatik seperti analgetik dan obat penenang.

    Otitis Eksterna DifusOtitis eksterna difusa biasanya mengenai kulit liang telinga dua pertiga bagian dalam.

    OED dikenal juga sebagai telinga cuaca panas (hot weather ear), telinga perenang (swimmer

    ear), karena merupakan suatu problema umum dibagian otologi yang didapat pada 520 %

    penderita yang berobat ke dokter di daerah-daerah tropis dan subtropis pada musim panas.

    Otitis eksterna difusa merupakan komplek gejala peradangan yang terjadi sewaktu cuaca

    panas dan lembab dan dapat dijumpai dalam bentuk ringan, sedang, berat dan menahun.

    Diduga bahwa suhu yang tinggi, kelembaban yang tinggi dan kontaminasi kulit

    (kolonisasi) dengan basil gram negatif merupakan tiga faktor terpenting yang menunjang

    didalam hal patogenesis otitis eksterna difusa. Tidak adanya serumen didalam liang telinga

    luar bisa merupakan suatu keadaan predisposisi untuk terjadinya infeksi telinga. Serumen dari

    telinga penyebab terjadinya lapisan asam yang bersifat anti bakteri yang dianggap berguna

    untuk mempertahankan telinga yang sehat.

    Gejalanya sama dengan gejala otitis eksterna sirkumskripta. Kadang-kadang kita

    temukan sekret yang berbau namun tidak bercampur lendir (musin). Lendir merupakan sekret

    yang berasal dari kavum timpani dan kita temukan pada kasus otitis media. Rasa sakit

    didalam telinga bisa bervariasi dari yang hanya berupa rasa tidak enak sedikit, perasaan

    penuh didalam telinga, perasaan seperti terbakar hingga rasa sakit yang hebat, serta

    berdenyut, Kehebatan rasa sakit bisa agaknya tidak sebanding dengan derajat peradangan

    yang ada. Kulit dan tulang rawan sepertiga luar liang telinga bersambung dengan kulit dan

    tulang rawan daun telinga sehingga gerakan yang sedikit saja dari daun telinga akan

    dihantarkan kekulit dan tulang rawan dari liang telinga luar dan mengkibatkan rasa sakit yang

    hebat dirasakan oleh penderita otitis eksterna.

    Rasa penuh pada telinga merupakan keluhan yang umum pada tahap awal dari otitis

    eksterna difusa dan sering mendahului terjadinya rasa sakit dan nyeri tekan daun telinga.

    Gatal merupakan gejala klinik yang sangat sering dan merupakan pendahulu rasa sakit yang

    berkaitan dengan otitis eksterna akut. Pada kebanyakan penderita rasa gatal disertai rasa

    penuh dan rasa tidak enak merupakan tanda permulaan peradangan suatu etitis eksterna

    akuta. Pada otitis eksterna kronik merupakan keluhan utama.

  • 8/10/2019 Ref Otitis Eksterna

    11/19

    Otitis Eksterna Kronis Maria & Chong Jen

    14

    Kurang pendengaran mungkin terjadi pada akut dan kronik dari otitis eksterna akut.

    Edema kulit liang telinga, sekret yang serousa atau purulen, penebalan kulit yang progresif

    pada otitis eksterna yang lama, sering menyumbat lumen kanalis dan menyebabkan

    timbulnya tuli konduktif. Keratin yang deskuamasi, rambut, serumen, debris, dan obat-obatanyang digunakan kedalam telinga bisa menutup lumen yang mengakibatkan peredaman

    hantaran suara.

    Diagnosis otitis eksterna difusa ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik

    dan pemeriksaan penunjang. Dari anamnesis didapatkan keluhan telinga terasa nyeri, terasa

    penuh, pendengaran berkurang, dan gatal. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kulit liang

    telinga hiperemis, dan edema dengan batas yang tidak jelas, adanya sekret yang berbau dan

    tidak mengandung musin.

    Pada pemeriksaaan histopatologi otitis eksterna difusa akut tampak adanya gambaran

    hiperkeratosis epidermis, parakeratosis, akanthosis, erosi, spingiosis, hiperplasia stratum

    korneum dan stratum germinativum, edema, hiperemis, infiltrasi leukosit, nekrosis, nekrosis

    fokal diikuti penyembuhan fibroblastik pada dermis dan aparatus kelenjar berkurang, aktifitas

    sekretoris kelenjar berkurang.

    Terapi otitis eksterna difusa berupa pembersihan secara cermat semua debris dan nanah

    di dalam liang telinga, yang mudah dilakukan dengan menggunakan ujung penghisap yang

    kecil. Kemudian liang telinga dimasukkan tampon yang mengandung antibiotik. Kadang-

    kadang diperlukan antibiotik sistemik.

    Pasien disuruh berbaring pada satu sisi tubuhnya, kemudian diteteskan antibiotika dan

    dipasang sumbat kapas dalam telinga. Harus diberikan 4 atau 5 tetes ke dalam telinga setiap 4

    jam untuk 48 jam pertama, setelah itu liang diperiksa kembali. Biasanya terjadi perbaikan

    dramatis. Kemudian tetesan antibiotika harus diberikan 3 kali sehari selama 1 minggu.

    Kadang-kadang terdapat pembengkakkan sehingga tetesan tersebut tidak dapat masuk ke

    liang telinga. Pada keadaan ini, masukkan dengan hati-hati gumpalan kapas tipis 5-7,5cm dan

    ditekan hati-hati ke dalam liang telinga deengan forsep bayonet atau forsep buaya. Ujung

    dalam gumpalan ini harus sedikit mungkin ke membran timapani dan ujung luarnya harus

    menonjol ke luar dari liang telinga. Dengan pasien pada salah satu sisinya, gumpalan tersebut

    harus dibasahi dengan larutan antibiotika setiap 3-4 jam. Setelah kapas tersebut dibasahi,

    pasang sumbatan kapas ke dalam telinga. Dua puluh empat jam setelah itu kapas harus

    diangkat dan telinga dibersihkan, serta kemudian dimasukkan gumpalan kapas yang lebih

  • 8/10/2019 Ref Otitis Eksterna

    12/19

    Otitis Eksterna Kronis Maria & Chong Jen

    15

    besar. Biasanya dalam waktu 48 jam, edema akan mengurai sedemikian rupa sehingga tetesan

    antibiotika dapat langsung masuk ke dalam telinga.

    Suatu antibiotika yang mengandung neomisin bersama polimiksin B sulfat (cortisporin)

    atau kolistin (colymiysin) akan efektif untuk sekitar 99 % pasien. Bila infeksi disebabkanoleh jamur, salep Nystatin (mycostatin) dapat dioleskan semuanya ke kulit liang telinga dan

    dapat digunakan tetesan m-kresil asetat (creysylate) atau mertiolat dalam air (1:1000). Harus

    dihindarkan masuknya air selama 2 minggu setelah infeksi teratasi untuk mencegah

    rekurensi.

    Biasanya terapi yang tepat menyebabkan penurunan dramatis bagi nyeri dalam 34-48

    jam. Untuk nyeri hebat yang biasanya menyertai otitis ekterna difusa dapat diberikan kodein

    atau aspirin. Kadang-kada ada individu yang sangat rentan terhadap otitis eksterna, pasien-

    pasien ini harus diinstruksikan untuk menghindari masuknya air, busa sabun dan smprotan

    rambut ke dalam telinga. Mereka dapat membersihkan telinganya dengan alkohol.

    Terapi topikal biasanya cukup efektif, tetapi bila dijumpai adenopathy dan gejala

    toksisitas, antibiotika sistemik dibutuhkan. Penggunaan kortikosteroid diharapkan dapat

    mengurangi proses inflamasi.

    Otomikosis

    Infeksi jamur di liang telinga dipermudah oleh kelembaban yang tinggi di daerah

    tersebut. Yang tersering ialah pityrosporum, aspergilus. Kadang kadang ditemukan juga

    candida albican atau jamur lain. Pityrosporum menyebabkan terbentuknya sisik yang

    menyerupai ketombe dan merupakan predisposisi otitis eksterna bakterialis.

    Gejala biasanya berupa rasa gatal dan rasa penuh di liang telinga, tetapi sering pula

    tanpa keluhan. Pengobatan dengan membersihkan liang telinga. Larutan asam asetat 2 %

    dalam alkohol, larutan iodium povidone 5 % atau tetes telinga yang mengandung campuran

    antibiotik dan steroid yang diteteskan ke liang telinga biasanya dapat menyembukan. Kadang

    diperlukan obat anti jamur (salep) yang diberikan secara topikal yang mengandung nistatin,

    klotrimazol.

    Otitis eksterna kronik / maligna

    Otitis eksterna maligna adalah infeksi difus di liang telinga luar dan struktur lain

    disekitarnya. Biasanya terjadi pada orang tua dengan Diabetes Melitus. Pada penderita

    diabetes pH serumennya lebih tinggi dibandingkan dengan pH serumen non diabetes. Kondisi

    ini menyebabkan penderita diabetes mudah mengalami otitis eksterna maligna. Akibat

  • 8/10/2019 Ref Otitis Eksterna

    13/19

    Otitis Eksterna Kronis Maria & Chong Jen

    16

    adanya immunocompromize dan mikroangiopati, otitis eksterna berlanjut menjadi otitis

    eksterna maligna.

    3.6 OTITIS EKSTERNA KRONIK / MALIGNA

    Definisi

    Otitis eksterna kronik adalah otitis eksterna yang berlangsung lama dan ditandai oleh

    terbentuknya jaringan parut (sikatriks). Adanya sikatriks menyebabkan liang telinga

    menyempit.5Otitis eksterna malignan adalah infeksi difus di liang telinga luar dan struktur

    lain disekitarnya. Biasanya terjadi pada orang tua dengan penyakit diabetes mellitus. Pada

    penderita diabetes mellitus PH serumennya lebih tinggi dibandingkan PH serumen non

    diabetes. Kondisi ini menyebabkan penderita diabetes lebih mudah mengalami otitis eksterna.

    Akibat adanya faktor immunocompromize dan mikroangiopati, otitis eksterna berlanjut

    menjadi otitis eksterna malignan.

    Pada otitis eksterna malignan peradangan meluas secara progresif kelapisan subkutis,

    tulang rawan dan tulang disekitarnya. Sehingga dapat timbul kondroitis, osteitis, dan

    osteomielitis yang menghancurkan tulang temporal.

    Gejala Klinis dan Pemeriksaan FisikGejalanya dapat dimulai dengan rasa gatal pada liang telinga yang dengan cepat diikuti

    oleh nyeri yang hebat dan sekret yang banyak dan pembengkakan liang telinga. Rasa nyeri

    tersebut semakin meningkat menghebat, liang telinga tertutup oleh tumbuhnya jaringan

    granulasi yang tumbuh secara cepat. Saraf fasial dapat terkena, sehingga menimbulkan

    paresis dan paralisis fasial.1 Penebalan endotel yang mengiringi diabetes melitus berat

    bersama-sama dengan kadar gula darah yan tinggi yang diakibatkan oleh infeksi yang sedang

    aktif menimbulkan kesulitan pengobatan yang adekuat.

  • 8/10/2019 Ref Otitis Eksterna

    14/19

    Otitis Eksterna Kronis Maria & Chong Jen

    17

    Gambar 6. Otitis Eksterna Maligna

    Pada pemeriksaan fisik dapat ditemukan:

    Adanya inflamasi yang terlihat pada liang telinga luar dan jaringan lunak periaurikuler

    Nyeri yang hebat, yang ditandai adanya kekakuan pada jaringan lunak pada ramus

    mandibula dan mastoid

    Jaringan granulasi terdapat pada dasar hubungan tulang dan tulang rawan. Jaringan ini

    patognomonik pada otitis eksterna maligna. Pemeriksaan otoskopi juga dapat melihat

    keterlibatan tulang.

    Nervus kranialis (V-XII) harus diperiksa

    Status mental harus diperiksa. Gangguan status mental dapat menunjukkan komplikasi

    intrakranial

    Membran timpani biasanya intak

    Demam tidak umum terjadi.

    Pemeriksaan penunjang

    1) Pemeriksaan Laboratorium

    a. Jumlah leukosit

    -

    Jumlah leukosit biasanya normal atau sedikit meninggi

    - Adanya pergeseran ke kiri

    b. Laju endap darah

    -

    Laju endap darah meningkat bervariasi dengan rata-rata 87 mm/jam

    - Laju endap darah dapat digunakan untuk mendukung diagnosis klinik dari otitis

    eksternal akut atau keganasan pada telinga yang tidak menyebabkan peningkatan

    tes ini.

    c.

    Kimia darah

  • 8/10/2019 Ref Otitis Eksterna

    15/19

    Otitis Eksterna Kronis Maria & Chong Jen

    18

    - Pasien yang diketahui dengan diabetik perlu pemeriksaan kimia darah untuk

    menentukan intoleransi glukosa basal.

    -

    Pasien tanpa riwayat diabetes perlu diperiksa toleransi glukosanya

    d.

    Kultur dan tes sensivitas dari liang telinga- Kultur dari drainase telinga perlu dilakukan sebelum pemberian antibiotik

    - Organisme penyebab utama otitis eksterna maligna adalah P. Aeruginosa (95 %).

    Organisme ini anaerobik, gram negatif. Spesies pseudomonas mempunyai lapisan

    mukoid untuk fagositosis. Eksotoksin (yaitu eksotoksin A, kolagenase, elastase)

    dapat menyebabkan nekrosis jaringan, dan beberapa strain menghasilkan

    neurotoksin yang menyebabkan neuropati cranial.

    2)

    Pemeriksaan Radiologi

    Pemeriksaan ini penting untuk menentukan adanya osteomielitis, perluasan penyakit, dan

    respon terapi, antara lain : CT scan dan MRI keduanya berguna untuk memeriksa

    perluasan inflamasi terhadap anatomi jaringan lunak, pembentukan abses, komplikasi

    intracranial.

    Staging

    Stage I : Otitis eksterna nekrotikan (otalgi yang menetap, terbatas pada liang telingaluar, tidak ada kelumpuhan n. fasialis)

    Stage II : Osteomielitis pada basis tengkorak yang terbatas (kelumpuhan nevus

    fasialis pada foramen jugualar bagian lateral)

    Stage III : Osteomielitis pada basis tengkorak yang ekstensif (Ekstensi sampai

    foramen jugular dan lebih medial bawah dari kepala).

    Diagnosa Banding

    Otitis eksterna malignan didiagnosis banding dengan herpes zoster otikus, mastoiditis,

    otitis media kronik dan tumor ganas tulang temporal.

    Penalatalksanaan

    Pengobatan otitis eksterna maligna termasuk memperbaiki imunosupresi, pengobatan

    lokal pada liang telinga, terapi sistemik antibiotik jangka panjang, pada pasien tertentu

    dilakukan pembedahan.

  • 8/10/2019 Ref Otitis Eksterna

    16/19

    Otitis Eksterna Kronis Maria & Chong Jen

    19

    Pengobatan tidak boleh ditunda-tunda sesuai dengan hasil kultur dan resistensi.

    Mengingat kuman tersering penyebabnya adalah Pseudomonas aerigenosa, diberikan

    antibiotik dosis tinggi yang sesuai dengan Pseudomonas aerigenosa. Sementara menunggu

    hasil kultur dan resistensi, diberikan golongan fluorokuinolon (ciprofloxasin) dosis tinggiperoral. Pada keadaan yang lebih berat dapat diberikan antibiotic parenteral kombinasi

    dengan antibiotic golongan aminoglikosida yang diberikan selama 6-8 minggu. Antibiotik

    yang sering digunakan adalah ciprofloxasin, ticarcilin-clavulanat, piperacilin (dikombinasi

    dengan aminoglikosida), ceftriaxone, ceftazidin, cefepime(maxipime), tobramicin(kombinasi

    dengan aminoglikosida) gentamicin(kombinasi dengan golongan penicillin), sebab penyakit

    akan segera menyerang bagian-bagian penting di sekitarnya. Karena gentamisin dan

    tobramisin bersifat nefrotoksik dan ototoksik, maka kadar kreatinin dan urin harus diawasi

    ketat dan pendengaran diperiksa secara periodik.

    Disamping obat-obatan, seringkali diperlukan juga tindakan membersihkan luka

    (debridement) secara radikal. Tindakan membersihkan luka yang kurang bersih akan dapat

    menyebabkan semakin cepatnya perjalanan penyakit. Telinga harus dibersihkan dengan teliti

    setiap hari dan diolesi salep gentamisin. Diantara waktu membersihkan, harus diberikan obat

    tetes gentamisin setiap 4-6 jam. Setelah terapi diberikan dan infeksi terkontrol, maka

    pengangkatan jaringan granulasi manapun yang menetap di liang telinga dan biasanya

    dilakukan dengan obat anastesi lokal, akan mempercepat penyembuhan. Kecuali kadang-

    kadang diperlukan debrideman meatus akustikus eksternus. Biasanya tidak diperlukan

    pembedahan. Tetapi bila keadaan pasien konstan atau memburuk walaupun telah diberikan

    terapi medis, mungkin diperlukan mastoidektomi radikal.

    Meskipun mastoidektomi yang diperluas merupakan bentuk terapi yang banyak dipilih,

    namun dengan temuan antibiotik spesifik pseudomonas, maka kini intervensi dengan

    antibiotik sistemik merupakan bentuk utama terapi. Ada dugaan bahwa pembedahan invasif

    tanpa perlindungan antibiotik akan mendukung penyebaran infeksi pada pasien-pasien yang

    telah mengalami kemunduran ini. Oleh sebab itu pembedahan sebaiknya dibatasi pada

    pengangkatan sekuestra, drainase abses, debridemant lokal jaringan granulasi.

    Komplikasi

    Komplikasi OEM yang dapat terjadi meliputi lower cranial neuropathies, paresis atau

    paralisis nervus fasial, meningitis, abses otak dan kematian. Pada otitis eksterna maligna

    peradangan meluas secara progresif ke lapisan subkutis, tulang rawan, dan ke tulang

  • 8/10/2019 Ref Otitis Eksterna

    17/19

  • 8/10/2019 Ref Otitis Eksterna

    18/19

    Otitis Eksterna Kronis Maria & Chong Jen

    21

    BAB IV

    KESIMPULAN

    Otitis eksterna adalah radang liang telinga akut maupun kronis yang disebabkandisebabkan oleh infeksi bakteri, jamur dan virus. Faktor yang mempermudah radang telianga

    luar ialah pH di liang telinga yang biasanya normal atau asam. Bila pH menjadi basa, proteksi

    terhadap infeksi menurun. Pada keadaan udara yang hangat dan lembab, kuman dan jamur

    mudah tumbuh. OE ini dibagi menjadi otitis eksterna akut (otitis eksterna sirkumskripta &

    otitis eksterna dufus) dan otitis eksterna kronis (otitis eksterna malignan).

    Patogenesis dari otitis eksterna sangat komplek. Factor predisposisi OE adalah keadaan

    udara yang hangat dan lembab akan memudahkan pertumbuhan bakteri dan jamur,

    pemaparan terhadap air dan penggunaan lidi kapas juga dapat menyebabkan terjadi otitis

    eksterna baik yang akut maupun kronik.

    Gejala otitis eksterna adalah otalgia, gatal-gatal (pruritus), rasa penuh (fullness) di liang

    telinga, pendengaran berkurang atau hilang, deskuamasi, tinnitus, discharge dan otore,

    demam, nyeri tekan pada tragus dan nyeri saat membuka mulut, infiltrat dan abses (bisul),

    serta hiperemis dan udem (bengkak) pada liang telinga.

    Penatalaksanaan otitis eksterna bertujuan : membuang serumen, kotoran, dan sel-sel

    kulit mati dari liang telinga, mengeluarkan mikroorganisme, mengurangi rasa sakit,

    peradangan dan edema, menghilangkan rasa tidak enak, memulihkan pendengaran,

    menghilangkan gatal dan penggarukan yang berulang, terapi antifungal untuk menghindari

    infeksi jamur, dan erapi antialergi dan antiparasit.

    Otitis eksterna kronik adalah otitis eksterna yang berlangsung lama dan ditandai oleh

    terbentuknya jaringan parut (sikatriks). Gejalanya dapat dimulai dengan rasa gatal pada liang

    telinga yang dengan cepat diikuti oleh nyeri yang hebat dan sekret yang banyak dan

    pembengkakan liang telinga. Adanya inflamasi dan jaringan granulasi ditemukan pada

    pemeriksaan fisik. Pengobatan otitis eksterna maligna termasuk memperbaiki imunosupresi,

    pengobatan lokal pada liang telinga, terapi sistemik antibiotik jangka panjang, pada pasien

    tertentu dilakukan pembedahan.

  • 8/10/2019 Ref Otitis Eksterna

    19/19

    Otitis Eksterna Kronis Maria & Chong Jen

    22

    DAFTAR PUSTAKA

    1.

    Sosialisman, Alfian F.Hafil, & Helmi. Kelainan Telinga Luar dalam Buku Ajar IlmuKesehatan Telinga, Hidung, Tenggorok, Kepala & Leher. Ed. ke-6. dr. H. Efiaty Arsyad

    Soepardi, Sp.THT, dkk (editor). Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta.

    2007. Hal : 58-59.

    2. Oghalai, J.S. 2003. Otitis Eksterna. Di unduh dari: http://www.bcm.

    tme.edu/oto/grand/101295.htm. Di Akses pada tanggal : 29 September 2011.

    3.

    Abdullah, F. 2003. Uji Banding Klinis Pemakaian Larutan Burruwi Saring dengan Salep

    Ichthyol (Ichthammol) pada Otitis Eksterna Akut. Di unduh dari:

    http://www.usudigitallibrary.com. Di Akses pada tanggal : 30 September 2011.

    4. Kotton, C. 2004. Otitis Eksterna. Di unduh dari: http://www.sav-ondrugs.

    com/shop/templates/encyclopedia/ENCY/article/000622.asp. Di Akses pada tanggal : 28

    September 2011.

    5. Nussenbaum Brian, MD, FACS. External Ear, Malignant External Otitis. Available from

    http://emedicine.medscape.com/article/845525-overview. Di Akses pada tanggal : 28

    September 2011.

    6. Suardana, W. dkk. Pedoman Diagnosis dan Terapi Ilmu Penyakit Telinga, Hidung dan

    Tenggorok RSUP Denpasar. Lab/UPF Telinga Hidung dan Tenggorok FK Unud.

    Denpasar. 1992

    7. Adam GL, Boies LR, Higler PA; Wijaya C: alih bahasa; Effendi H, Santoso K: editor.

    Penyakit telinga luar dalam Buku Ajar Ilmu Panyakit THT. Edisi 6. Jakarta: EGC.

    1997.78-84.

    8. Susana. 2009. Nyeri Telinga. Di unduh dari: http://www.ssmedika.com/

    index.php?option=com_content&view=article&id=53:nyeritelinga&catid=38:telinga&Ite

    mid=61.Di Akses pada tanggal : 28 September 2011.

    http://www.usudigitallibrary.com/http://emedicine.medscape.com/article/845525-overviewhttp://www.ssmedika.com/%20index.php?option=com_content&view=article&id=53:nyeritelinga&catid=38:telinga&Itemid=61http://www.ssmedika.com/%20index.php?option=com_content&view=article&id=53:nyeritelinga&catid=38:telinga&Itemid=61http://www.ssmedika.com/%20index.php?option=com_content&view=article&id=53:nyeritelinga&catid=38:telinga&Itemid=61http://www.ssmedika.com/%20index.php?option=com_content&view=article&id=53:nyeritelinga&catid=38:telinga&Itemid=61http://www.ssmedika.com/%20index.php?option=com_content&view=article&id=53:nyeritelinga&catid=38:telinga&Itemid=61http://www.ssmedika.com/%20index.php?option=com_content&view=article&id=53:nyeritelinga&catid=38:telinga&Itemid=61http://emedicine.medscape.com/article/845525-overviewhttp://www.usudigitallibrary.com/