razqi sejarah kerajaan hindu budha di indonesia

Download Razqi sejarah kerajaan hindu budha di indonesia

Post on 22-Jun-2015

8.433 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 1. SEJARAH KERAJAAN HINDU BUDHA DIINDONESIACREATED BY: RAZQI M.K

2. MAJAPAHIT Kerajaan Majapahit Didirikan tahun 1294 oleh Raden Wijaya yang bergelarKertarajasa Jayawardana yang merupakan keturunan Ken Arok raja Singosari. Raja-Raja yang pernah memerintah Kerajaan Majapahit: Raden Wijaya 1273 1309 Jayanegara 1309-1328 Tribhuwanatunggaldewi 1328-1350 Hayam Wuruk 1350-1389 Wikramawardana 1389-1429 Kertabhumi 1429-1478 Kerajaan Majapahit ini mencapai puncak kejayaannya di masa pemerintahan RajaHayam Wuruk (1350-1389). Kebesaran kerajaan ditunjang oleh pertanian sudahteratur, perdagangan lancar dan maju, memiliki armada angkutan laut yang kuatserta dipimpin oleh Hayam Wuruk dengan patih Gajah Mada. Di bawah patih Gajah Mada Majapahit banyak menaklukkan daerah lain. Dengansemangat persatuan yang dimilikinya, dan membuatkan Sumpah Palapa yangberbunyi Ia tidak akan makan buah palapa sebelum berhasil menyatukanseluruh wilayah Nusantara. 3. MAJAPAHIT Mpu Prapanca dalam bukunya Negara Kertagama menceritakan tentang zamangemilang kerajaan di masa Hayam Wuruk dan juga silsilah raja sebelumnya tahun1364 Gajah Mada meninggal disusun oleh Hayam Wuruk di tahun 1389 dankerajaan Majapahit mulai mengalami kemunduran. Penyebab kemunduran:Majapahit kehilangan tokoh besar seperti Hayam Wuruk dan Gajah Madameletusnya Perang Paragreg tahun 1401-1406 merupakan perang saudaramemperebutkan kekuasaan daerah bawahan mulai melepaskan diri. Peninggalan kerajaan Majapahit:Bangunan: Candi Panataran, Sawentar, Tiga Wangi, Muara TakusKitab: Negara Kertagama oleh Mpu Prapanca, Sitosoma oleh Mpu Tantular yangmemuat slogan Bhinneka Tunggal Ika. Paraton Kidung Sundayana dan Sorandaka R Wijaya Mendapat WangsitMendirikan Kerajaan Majapahit. Dua pohon beringin di pintu masuk Pendopo Agung di Trowulan, Mojokerto. Duapohon beringin itu ditanam pada 22 Desemebr 1973 oleh Pangdam WidjojoSoejono dan Gubernur Moehammad Noer. Di belakang bangunan Pendopo Agung yang memampang foto para PangdamBrawijaya, terdapat bangunan mungil yang dikelilingi kuburan umum. Bangunanbernama Petilasan Panggung itu diyakini Petilasan Raden Wijaya dan tempatPatih Gajah Mada mengumandangkan Sumpah Palapa. 4. MAJAPAHIT Begitu memasuki bangunan Petilasan Panggung, yang memiliki pendopo mini sebagai latarnya, tampakbeberapa bebatuan yang dibentuk layaknya kuburan, dinding di sekitar kuburan itu diselimuti kelambu putihtransparan yang mampu menambah kesakralan tempat itu. Menurut Sajadu ( 53 ) penjaga Petilasan Panggung, disinilah dulu Raden Wijaya bertapa sampai akhirnyamendapat wangsit mendirikan kerajaan Majapahit. Selain itu, ditempat ini pula Patih Gajah Madamengumandangkan Sumpah Palapa. Tempat ini dikeramatkan karena dianggap sebagai Asnya KerajaanMajapahit katanya. Pada waktu tertentu khususnya bertepatan dengan malam jumat legi, banyak orang datang untuk berdoa danmengharapkan berkah. orang berdatangan untuk berdoa, agar tujuannya tercapai kata Sajadu yangmenyatakan pekerjaan menjaga Petilasan Panggung sudah dilakukan turun-temurun sejak leluhurnya. Sembari menghisap rokok kreteknya, pria yang mewarisi sebagai penjaga petilasan dari ayahnya sejak 1985juga menceritakan, dulunya tempat itu hanya berupa tumpukkan bebatuan. Sampai sekarang, batu tersebutmasih ada di dalam, katanya. Kemudian pada 1964, dilakukan pemugaran pertama kali oleh Ibu Sudarijah atau yang dikenal dengan Ibu DarMoeriar dari Surabaya. Baru pada tahun 1995 dilakukan pemugaran kembali oleh Pangdam Brawijaya yang saatitu dijabat oleh Utomo. Memasuki kawasan Petilasan Panggung, terpampang gambar Gajah Mada tepat disamping pintu masuk.Sedangkan dibagian depan pintu bergantung sebuah papan kecil dengan tulisan Lima Pedoman yangmerupakan pedoman suri teladan bagi warga. Selengkapnya Ponco Waliko itu bertuliskan Kudutrisno Marang Sepadane Urip, Ora Pareng Ngilik Sing DuduSemestine, Ora Pareng Sepatah Nyepatani dan Ora Pareng Eidra Hing Ubaya Dikisahkan Sajadu pula, Petilasan Panggung ini sempat dinyatakan tertutup bagi umum pada tahun 1985 hingga1995. Baru setelah itu dibuka lagi untuk umum, sejak dinyatakan dibuka lagi, pintu depan tidak lagi tertutup dansiangpun boleh masuk. 5. MAJAPAHIT MASA KEJAYAAN MAJAPAHITKerajaan Majapahit mencapai masa keemasan ketika dipimpin olehHayam Wuruk dengan patihnya Gajah Mada yang terkenal denganSumpah Palapa. Majapahit menaklukkan hampir seluruh Nusantara danmelebarkan sayapnya hingga ke seluruh Asia Tenggara. Pada masa inidaerah Malang tidak lagi menjadi pusat kekuasaan karena diduga telahpindah ke daerah Nganjuk. Menurut para ahli di Malang ditempatkanseorang penguasa yang disebut Raja pula. Dalam Negara Kertagama dikisahkan Hayam Wuruk sebagai RajaMajapahit melakukan ziarah ke makam leluhurnya (yang beradadisekitar daerah Malang), salah satunya di dekat makam Ken Arok. Inimenunjukkan bahwa walaupun bukan pusat pemerintahan namunMalang adalah kawasan yang disucikan karena merupakan tanahmakam para leluhur yang dipuja sebagai Dewa. Beberapa prasasti danarca peninggalan Majapahit dikawasan puncak Gunung Semeru danjuga di Gunung Arjuna menunjukkan bahwa kawasan Gunung tersebutadalah tempat bersemayam para Dewa dan hanya keturunan Raja yangboleh menginjakkan kaki di wilayah tersebut. Bisa disimpulkan bahwaberbagai peninggalan tersebut merupakan rangkaian yang salingberhubungan walaupun terpisah oleh masa yang berbeda sepanjang 7abad. 6. SRIWIJAYA Kerajaan Sriwijaya (atau juga disebut Srivijaya) adalah salah satukemaharajaan maritim yang kuat di pulau Sumatera dan banyakmemberi pengaruh di Nusantara dengan daerah kekuasaanmembentang dari Kamboja, Thailand, SemenanjungMalaya, Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Dalam bahasaSansekerta, sri berarti bercahaya dan wijaya berarti kemenangan. Bukti awal mengenai keberadaan kerajaan ini berasal dari abad ke-7;seorang pendeta Tiongkok, I Tsing, menulis bahwa ia mengunjungiSriwijaya tahun 671 dan tinggal selama 6 bulan. Prasasti yang paling tuamengenai Sriwijaya juga berada pada abad ke-7, yaitu prasasti KedukanBukit di Palembang, bertarikh 682. Kemunduran pengaruh Sriwijayaterhadap daerah bawahannya mulai menyusut dikarenakan beberapapeperangan diantaranya serangan dari raja Dharmawangsa Teguh dariJawa di tahun 990, dan tahun 1025 serangan Rajendra Chola I dariKoromandel, selanjutnya tahun 1183 kekuasaan Sriwijaya dibawahkendali kerajaan Dharmasraya. Setelah Sriwijaya jatuh, kerajaan ini terlupakan dan eksistensi Sriwijayabaru diketahui secara resmi tahun 1918 oleh sejarawan Perancis GeorgeCds dari cole franaise dExtrme-Orient. 7. SRIWIJAYAHistoriografi Tidak terdapat catatan lebih lanjut mengenai Sriwijaya dalam sejarah Indonesia; masa lalunya yang terlupakan dibentuk kembali oleh sarjana asing. Tidak ada orang Indonesia modern yang mendengar mengenai Sriwijaya sampai tahun 1920- an, ketika sarjana Perancis George Cds mempublikasikan penemuannya dalam koran berbahasa Belanda dan Indonesia. Coeds menyatakan bahwa referensi Tiongkok terhadap San-fo-tsi, sebelumnya dibaca Sribhoja, dan beberapa prasasti dalam Melayu Kuno merujuk pada kekaisaran yang sama. Sriwijaya menjadi simbol kebesaran Sumatera awal, dan kerajaan besar Nusantara selain Majapahit di Jawa Timur. Pada abad ke-20, kedua kerajaan tersebut menjadi referensi oleh kaum nasionalis untuk menunjukkan bahwa Indonesia merupakan satu kesatuan negara sebelelum kolonialisme Belanda. Sriwijaya disebut dengan berbagai macam nama. Orang Tionghoa menyebutnya Shih-li-fo-shih atau San-fo-tsi atau San Fo Qi. Dalam bahasa Sansekerta dan Pali, kerajaan Sriwijaya disebut Yavadesh dan Javadeh. Bangsa Arab menyebutnya Zabaj dan Khmer menyebutnya Malayu. Banyaknya nama merupakan alasan lain mengapa Sriwijaya sangat sulit ditemukan. Sementara dari peta Ptolemaeus ditemukan keterangan tentang adanya 3 pulau Sabadeibei yang kemungkinan berkaitan dengan Sriwijaya. 8. SRIWIJAYA Sekitar tahun 1993, Pierre-Yves Manguin melakukan observasi danberpendapat bahwa pusat Sriwijaya berada di Sungai Musi antara BukitSeguntang dan Sabokingking (terletak di provinsi Sumatera Selatansekarang). Namun sebelumnya Soekmono berpendapat bahwa pusatSriwijaya terletak pada kawasan sehiliran Batang Hari, antara MuaraSabak sampai ke Muara Tembesi (di provinsi Jambi sekarang), dengancatatan Malayu tidak di kawasan tersebut, jika Malayu pada kawasantersebut, ia cendrung kepada pendapat Moens, yang sebelumnya jugatelah berpendapat bahwa letak dari pusat kerajaan Sriwijaya beradapada kawasan Candi Muara Takus (provinsi Riau sekarang), denganasumsi petunjuk arah perjalanan dalam catatan I Tsing, serta hal inidapat juga dikaitkan dengan berita tentang pembangunan candi yangdipersembahkan oleh raja Sriwijaya (Se li chu la wu ni fu ma tian hwaatau Sri Cudamaniwarmadewa) tahun 1003 kepada kaisar Cina yangdinamakan cheng tien wan shou (Candi Bungsu, salah satu bagian daricandi yang terletak di Muara Takus). Namun yang pasti pada masapenaklukan oleh Rajendra Chola I, berdasarkan prasastiTanjore, Sriwijaya telah beribukota di Kadaram (Kedah sekarang). 9. SRIWIJAYA Pembentukan dan pertumbuhan Belum banyak bukti fisik mengenai Sriwijaya yang dapat ditemukan. Kerajaan inimenjadi pusat perdagangan dan merupakan negara maritim, namun kerajaan initidak memperluas kekuasaannya di luar wilayah kepulauan Asia Tenggara, denganpengecualian berkontribusi untuk populasi Madagaskar sejauh 3.300 mil di barat.Beberapa ahli masih memperdebatkan kawasan yang menjadi pusatpemerintahan Sriwijaya, selain itu kemungkinan kerajaan ini biasa memindahkanpusat pemerintahannya, namun kawasan yang menjadi ibukota tetap diperintahsecara langsung oleh penguasa, sedangkan daerah pendukungnya diperintah olehdatu setempat. Kekaisaran Sriwijaya telah ada sejak 671 sesuai dengan catatan I Tsing, dariprasasti Kedukan Bukit pada tahun 682 di diketahui imperium ini di bawahkepemimpinan Dapunta Hyang. Di abad ke-7 ini, orang Tionghoa mencatat bahwaterdapat dua kerajaan yaitu Malayu dan Kedah menjadi bagian kemah