rangkuman obgyn

Download Rangkuman Obgyn

Post on 29-Oct-2015

80 views

Category:

Documents

10 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Resume of Obstetric and Gynecology

TRANSCRIPT

Amenore / Amenorrhea adalah tidak terjadinya menstruasi / Haid.dibedakan menjadi 2, Amenore Primer dan Amenore SekunderAmenore Primer, jika seorang wanita tidak pernah sekalipun Menstruasi / Haid dalam hidupnya.Amenore Sekunder, jika seorang wanita pernah mengalami menstruasi / Haid, kemudian berhenti selama 3 siklus, atau selama 6 bulanAmenore bisa juga merupakan kondisi yang normal, jika terjadi sebelum masa pubertas(sebelum 16 tahun) , selama kehamilan, selama menyusui dan setelah menopause.

Amenore bisa terjadi akibat kelainan di otak, kelenjar hipofisa, kelenjar tiroid, kelenjar adrenal, ovarium (indung telur) maupun bagian dari sistem reproduksi lainnya.Dalam keadaan normal, hipotalamus (bagian dari otak yang terletak diatas kelenjar hipofisa) mengirimkan sinyal kepada kelenjar hipofisa untuk melepaskan hormon-hormon yang merangsang dilepaskannya sel telur oleh ovarium.Pada penyakit tertentu, pembentukan hormon hipotalamus maupun hormon hipofisa yang Abnormal bisa menyebabkan terhambatnya pelepasan sel telur dan terganggunya serangkaian proses hormonal yang terlibat dalam terjadinya menstruasi.

Pembagian Amenore PrimerAmenore Primer Tipe 1 Buah dada tidak ada, Uterus AdaAmenore Primer Tipe 2 Buah dada Ada, Uterus tidak adaAmenore Primer Tipe 3 Buah dada dan Uterus tidak adaAmenore Primer Tipe 4 Buah dada dan uterus ada

Penyebab amenore primer:1. Tertundanya menarke (menstruasi pertama)2. Kelainan bawaan pada sistem kelamin (misalnya tidak memiliki rahim atau vagina, adanya sekat pada vagina, serviks yang sempit, lubang pada selaput yang menutupi vagina terlalu sempit/himen imperforata)3. Penurunan berat badan yang drastis (akibat kemiskinan, diet berlebihan, anoreksia nervosa, bulimia, dan lain lain)4. Kelainan bawaan pada sistem kelamin5. Kelainan kromosom (misalnya sindroma Turner atau sindroma Swyer) dimana sel hanya mengandung 1 kromosom X)6. Obesitas yang ekstrim7. Hipoglikemia8. Disgenesis gonad9. Hipogonadisme hipogonadotropik10. Sindroma feminisasi testis11. Hermafrodit sejati12. Penyakit menahun13. Kekurangan gizi14. Penyakit Cushing15. Fibrosis kistik16. Penyakit jantung bawaan (sianotik)17. Kraniofaringioma, tumor ovarium, tumor adrenal18. Hipotiroidisme19. Sindroma adrenogenital20. Sindroma Prader-Willi21. Penyakit ovarium polikista22. Hiperplasia adrenal kongenital

Penyebab amenore sekunder:1. Kehamilan2. Kondisi psikis dalam tekanan (kecemasan)3. Penurunan berat badan yang drastis4. Olah raga yang berlebihan5. Mengkonsumsi hormon tambahan(kontrasepsi suntik, maupun Pil)6. Obesitas7. Stres emosional8. Menopause9. Kelainan endokrin (misalnya sindroma Cushing yang menghasilkan sejumlah besar hormon kortisol oleh kelenjar adrenal)10. Obat-obatan (misalnya busulfan, klorambusil, siklofosfamid, pil KB, fenotiazid)11. Prosedur dilatasi dan kuretase12. Kelainan pada rahim, seperti mola hidatidosa (tumor plasenta) dan sindrom Asherman (pembentukan jaringan parut pada lapisan rahim akibat kuret, infeksi atau pembedahan).

DIAGNOSADiagnosis ditegakkan berdasarkan gejala, hasil pemeriksaan fisik dan usia penderita.Pemeriksaan yang biasa dilakukan adalah:# Biopsi endometrium# Progestin withdrawal# Kadar prolaktin# Kadar hormon (misalnya testosteron)# Tes fungsi tiroid# Tes kehamilan# Kadar FSH (follicle stimulating hormone)< LH (luteinizing hormone), TSH (thyroid stimulating hormone)# Kariotipe untuk mengetahui adanya kelainan kromosom# CT scan kepala (jika diduga ada tumor hipofisa).

PENGOBATANPengobatan tergantung kepada penyebabnya dan diagnosanya.Jika penyebabnya adalah penurunan berat badan yang drastis atau obesitas, penderita dianjurkan untuk menjalani diet yang tepat.Jika penyebabnya adalah olah raga yang berlebihan, penderita dianjurkan untuk menguranginya.Jika seorang anak perempuan belum pernah mengalami menstruasi dan semua hasil pemeriksaan normal, maka dilakukan pemeriksaan setiap 3-6 bulan untuk memantau perkembangan pubertasnya.Untuk merangsang menstruasi/challenge test, bisa diberikan progesteron.

Untuk merangsang perubahan pubertas pada anak perempuan yang payudaranya belum membesar atau rambut kemaluan dan ketiaknya belum tumbuh, bisa diberikan estrogen.Jika penyebabnya adalah tumor, maka dilakukan pembedahan untuk mengangkat tumor tesebut.Tumor hipofisa yang terletak di dalam otak biasanya diobati dengan bromokriptin untuk mencegah pelepasan prolaktin yang berlebihan oleh tumor ini.Bila perlu bisa dilakukan pengangkatan tumor. Terapi penyinaran biasanya baru dilakukan jika pemberian obat ataupun pembedahan tidak berhasil.

DefinisiPerdarahan uterus disfungsional(PUD) adalah perdarahan uterus abnormal yang didalam maupun diluar siklus haid, yang semata-mata disebabkan gangguan fungsional mekanisme kerja hipotalamus-hipofisis-ovarium-endometriumtanpa kelainan organik alat reproduksi. PUD paling banyak dijumpai padausiaperimenars danperimenopause.Batasan Perdarahan Uterus AbnormalBATASANPOLA ABNORMALITAS PERDARAHAN

OligomenoreaPerdarahan uterus yang terjadi dengan interval > 35 hari dan disebabkan oleh fase folikuler yang memanjang.

PolimenoreaPerdarahan uterus yang terjadi dengan interval < 21 hari dan disebabkan oleh defek fase luteal.

MenoragiaPerdarahan uterus yang terjadi dengan interval normal ( 21 35 hari) namun jumlah darah haid > 80 ml atau > 7 hari.

MenometroragiaPerdarahan uterus yang tidak teratur, interval non-siklik dan dengan darah yang berlebihan (>80 ml) dan atau dengan durasi yang panjang ( > 7 hari).

AmenoreaTidak terjadi haid selama 6 bulan berturut-turut padawanitayang belum masukusiamenopause.

Metroragia atau perdarahan antara haidPerdarahan uterus yang tidak teratur diantara siklus ovulatoir dengan penyebab a.l penyakit servik, AKDR,endometritis, polip, mioma submukosa, hiperplasiaendometrium, dan keganasan.

Bercak intermenstrualBercak perdarahan yang terjadi sesaat sebelum ovulasi yang umumnya disebabkan oleh penurunan kadar estrogen.

Perdarahan pasca menopausePerdarahan uterus yang terjadi padawanitamenopause yang sekurang-kurangnya sudah tidak mendapatkan haid selama 12 bulan.

Perdarahan uterus abnormal akutPerdarahan uterus yang ditandai dengan hilangnya darah yang sangat banyak dan menyebabkan gangguan hemostasisis (hipotensi , takikardia atau renjatan).

Perdarahan uterus disfungsiPerdarahan uterus yang bersifat ovulatoir atau anovulatoir yang tidak berkaitan dengan kehamilan, pengobatan, penyebab iatrogenik, patologi traktus genitalis yang nyata dan atau gangguan kondisi sistemik.

HIPERPLASIA ENDOMETRIUMadalah keadaan dimana endometrium tumbuh secara berlebihan. Kelainan ini bersifat benigna ( jinak ) ; akan tetapi pada sejumlah kasus dapat berkembang kearah keganasan uterus . Sejumlah wanita berada pada resiko tinggi menderita hiperplasia endometrium. Tulisan ini akan memberi penjelasan mengenai : Pemeriksaan Diagnostik Terapi PencegahanSiapa yang memiliki resiko tinggi?Hiperplasia Endometrium seringkali terjadi pada sejumlah wanita yang memiliki resiko tinhggi :1. Sekitar usia menopause2. Didahului dengan terlambat haid atau amenorea3. Obesitas ( konversi perifer androgen menjadi estrogen dalam jaringan lemak )4. Penderita Diabetes melitus5. Pengguna estrogen dalam jangka panjang tanpa disertai pemberian progestin pada kasus menopause6. PCOS polycystic ovarian syndrome7. Penderita tumor ovarium dari jenis granulosa theca cell tumorKeluhan utama hiperplasia glandulare adalah perdarahan uterus abnormal dengan spektrum histologis yang luas .Terdapat 2 golongan :1. Simple Hyperplasia2. Complex Hyperplasiadengan dua subgolongan : dengan atau tanpa atypiaComplex Atypical Hyperplasia memiliki potensi keganasan paling tinggi dimana sekitar20 30% tanpa pengobatan akan mengalami perubahan ke karsinoma endometrium

Kanker EndometriumOffice endometrial biopsi (pipele) harus dikerjakan pada keadaan berikut :- Metroragia > 35 tahun- Perdarahan pasca menopause (> 6 bulan)- Setiap tahun pada pemakai tamoxipen- Penderita unopposed estrogen (seperti Obese, nulipara, chronic unovalation)

Penyebab timbulnya kanker ovarium belum diketahui secara pasti, namun ada beberapa faktor risiko yang dapat menimbulkan penyakit kanker ovarium yaitu :a. Riwayat kanker payudarab. Riwayat kanker ovarium dalam keluarga (faktor genetik)c. Berawal dari hiperplasia endometrium yang berkembang menjadi karsinoma.d. Menarche dinie. Diet tinggi lemakf. Riwayat kanker payudarag. Merokokh. Alkoholi. Penggunaan bedak talk perinealj. Nuliparak. Infertilitasl. Tidak pernah melahirkanm. Terapi penggantian hormonn. Kontrasepsi oralGejala umum bervariasi yang biasanya muncul pada kanker ovarium adalah :a. Dispepsiab. Menoragiac. Menopause lebih dinid. Rasa tidak nyaman pada abdomen.e. Nyeri tekan pada pelvisf. Lingkar abdomen yang terus meningkatg. Sering berkemih.7. DiagnosisDiagnosis pasti hanya ditegakkan dengan pemeriksaan hispatologis yang dilakukan dengan :a. Metode anamnesis (wawancara dan pemeriksaan fisik)Pada saat anamnesis pasien akan ditanya (diwawancarai) secara lisan mengenai sakit yang dirasakan beserta sejarah penyakitnya (jika ada) yang akan dicatat dalam rekam medik.b. Pemeriksaan USG untuk dapat membedakalesi/tumor yang solid dan kristik.c. Tes laboratoriumTes alkaline phospatase (atau disingkat ALP), yaitu suatu tes laboratorium di mana kadar ALP yang tinggi menunjukkan adanya sumbatan empedu atau kanker yang telah bermetastasis ke arah hati atau tulangd. Penanda tumor (tumor marker)Cancer antigen 125 (CA 125). Pada pasien penderita kanker ovarium sering ditemukan peningkatan kadar CA 12e. X-rayX-ray merupakan pemeriksaan bagian dalam tubuh dengan memancarkan gelombang lalu mengukur serapannya pada bagian tubuh yang sedang dip