Rangkuman Jaringan dan Komunikasi Data.pdf

Download Rangkuman Jaringan dan Komunikasi Data.pdf

Post on 16-Dec-2015

7 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Bahan belajar UAS.

TRANSCRIPT

<ul><li><p>JARKOMDATCatatan UAS</p></li><li><p>Circuit Switching Jaringan circuit switching digunakan untuk menghubungkan </p><p>pasangan terminal dengan cara menyediakan sirkuit atau kanal yang tersendiri dan terus meneurs selama hubungan berlangsung Sirkuit yang holded tidak dapat dipakai oleh yang lain Jumlah sirkuit / kanal lebih kecil dibandingkan kapasitas</p><p> Jaringan circuit switching, kinerjanya tergantiung pada loss bukan pada delay (tetapi pada digital switching juga menimbulkan delay).</p></li><li><p> Tiga fase yang terdapat dalam circuit switching, yaitu; circuit establishment data transfer circuit termination</p><p> Jaringan circuit switching digunakan untuk hubungan yang bersifat : Real time-spech (ex : telpon) Real time-data very high bit transmitted</p><p> Contoh : Jaringan Telepon ISDN (Integrated Services Digital Networks)</p></li><li><p> Kelebihan / Keuntungan Circuit Switching: Karena menggunakan jalur yang tetap, sehingga mempunyai </p><p>kemungkinan yang kecil terjadinya kesalahan pengiriman data dikarenakan alamat yang dituju salah.</p><p> Kelemahan / Kerugian Circuit Switching: Mengurangi efisiensi penggunaan suatu jaringan sirkuit. Karena </p><p>jaringan sirkuit hanya bisa digunakan oleh user tertentu saja.</p></li><li><p>Packet Switching Dalam packet switching, seluruh paket data yang dikirim dari </p><p>sebuah node akan dipecah menjadi beberapa bagian. Setiap bagian memiliki keterangan mengenai asal dan tujuan dari </p><p>paket data tersebut. Hal ini memungkinkan sejumlah besar potongan-potongan data dari </p><p>berbagai sumber dikirimkan secara bersamaan melalui saluran yang sama, untuk kemudian diurutkan dan diarahkan ke rute yang berbeda melalui router.</p></li><li><p> Penggunaan packet switching mempunyai keuntungan dibandingkan dengan penggunaan circuit switching antara lain: Efisiensi jalur lebih besar karena hubungan antar node dapat </p><p>menggunakan jalur yang dipakai bersama secara dinamis tergantung banyaknya paket yang dikirim.</p><p> Bisa mengatasi permasalahan data rate yang berbeda antara dua jenis jaringan yang berbeda data rate-nya.</p></li><li><p> Saat beban lalu lintas meningkat, pada model circuit switching, beberapa pesan yang akan ditransfer dikenai pemblokiran. Transmisi baru dapat dilakukan apabila beban lalu lintas mulai menurun. Sedangkan pada model packet switching, paket tetap bisa dikirimkan, tetapi akan lambat sampai ke tujuan (delivery delay meningkat).</p><p> Pengiriman dapat dilakukan berdasarkan prioritas data. Jadi dalam suatu antrian paket yang akan dikirim, sebuah paket dapat diberi prioritas lebih tinggi untuk dikirim dibanding paket yang lain. Dalam hal ini, prioritas yang lebih tinggi akan mempunyai delivery delay yang lebih kecil dibandingkan paket dengan prioritas yang lebih rendah.</p></li><li><p> Contoh- contoh applikasi packet switching : TCP/IP protokol adalah jaringan dengan teknologi packet switching yang berasal </p><p>dari proyek DARPA (development of Defense Advanced Research Project Agency) di tahun 1970-an yang dikenal dengan nama ARPANET.</p><p> Jaringan ATM adalah jaringan Packet-switching karena konsep ATM mirip dengan konsep yang digunakan packet-switching yaitu transfer informasi dilakukan dalam format sel (informasi yang akan dikirim dibagi menjadipotongan-potongan dengan ukuran tertentu) yang sifatnya connection-oriented artinya sebelum transfer informasi dilakukan harus dibangun hubungan terlebih dahulu atau definisikan sebagai protokol yang berfungsi sebagai interface (baca: antarmuka) untuk menghubungkan komputer dengan komputer lainnya, membuat tiap komputer yang terintegrasi di dalamnya dapat bercakapcakap atau bertukar informasi dengan kecepatan tinggi(sampai dengan 155Mbps).</p></li><li><p> GPRS adalah teknologi packet Switching data pada GSM. Teknologi yang dikenal sebagai generasi 2.5 ini, merupakan pengembangan dari teknologi Circuit Switching pada</p><p> GSM. Berbeda dengan teknologi Circuit Switching, pada GPRS koneksi ke jaringan hanya dilakukan pada saat mengirimkan data. Data tersebut dikirim sekaligus dalam satu paket, sehingga lebih efisien dibanding koneksi permanen pada teknologi circuit-switching. Sehingga biaya yang dibebankan pun, jauh lebih murah. Selain itu kecepatan transmisi datanya jauh lebih cepat, yaitu sampai 115 Kilobyte per second(Kbps). Padahal, sebelumnya kemampuan transmisi data pada GSM hanya 9,56 Kbps.</p></li><li><p>Connection Oriented Connection Oriented adalah suatu hubungan yang bertanggung </p><p>jawab atas data yang dikirimkan. Dia membutuhkan pembangunan komunikasi dan perawatan (penjagaan) komunikasi selama berlangsung. Ya kalau diibaratkan orang, ni tipe orang yang setia, soalnya bertanggung jawab dan menjaga hubungannya, kalau salah pengertian ntar dia akan ngirim lagi sampai bener-bener sukses.</p></li><li><p>Connectionless ConnectionLess adalah suatu hubungan yang tidak menjamin data </p><p>yang dikirimkan, jadi kalau misal data tiba-tiba rusak ya dia gak mau tau. Kalau diibaratkan tipe orang, ni tipe yang acuh tak acuh haha, pokoknya taunya ngirim aja masalah diterima atau ndak urusan nanti, biasanya orangnya simple dan sukanya to the point.</p></li><li><p>CONNECTION-ORIENTED CONNECTIONLESS</p><p>Dari cara berhubungan : ada pengenalan (pembukaan hubungan dan terminasi hubungan)</p><p>maen langsung ngirim aja tanpa jalin hubungan</p><p>Kerumitan : Lebih rumit dan kompleks Sederhana dan easy going</p><p>Dari proses kirim data : tentu lebih lama lebih cepat, soalnya simple</p></li><li><p>Error Detection &amp; Correction Error detection adalah suatu kegiatan untuk memastikam bahwa </p><p>data yang diterima sama dengan data yang dikirim. Sedangkan Error correction adalah deteksi kesalahan dan </p><p>rekonstruksi, asli bebas dari kesalahan data. Penyebab data error karena noise, baik black maupun white noise dan akibatnya karena data berubah 0 berubah menjadi 1, sedangkan 1 berubah menjadi 0.</p></li><li><p>Contoh Error Detection Parity Check : Menambahkan sebuah bit pada setiap pengiriman </p><p>sejumlah bit, sehingga jumlah bit bernilai 1 selalu genap atau ganjil. Parity bit dapat mendeteksi kesalahan 1 bit atau kesalahan bit dalam jumlah ganjil, namun tidak dapat mendeteksi kesalahan dalam jumlah genap.</p><p> CRC : Cyclic Redundancy Check method yang umum digunakan untuk mendeteksi error. CRC beroperasi pada sebuah frame atau block. Setiap block berukuran m bit yang akan dikirim akan dihitung CRC checksumnya (berukuran 1 bit), kemudian dikirim bersama-sama dengan frame (dengan ukuran m+1 bit)</p></li><li><p>Contoh Error Correction Stop and Wait : salah satu metode error correction dimana blok data </p><p>dikirim setelah ACK dari receiver diterima oleh transmitter terlebih dahulu.</p><p> Go Bck-N : salah satu metode error correction dimana apabila terdapat satu blok data yang rusak, maka blok data tersebut dan blok selanjutnya akan dikirim ulang.</p><p> Selective Repeat : Salah satu metode error correction dimana apabila terdapat satu blok data yang rusak maka hanya blok tersebut yang akan dikirim ulang.</p></li><li><p>Mengatasi: Subtitusi simbol</p><p> Bila ada data yang rusak maka komputer penerima mengganti bagian itu dengan karakter lain, seperti karakter SUB yang berupa tanda tanya terbalik. Jika pemakai menjumpai karakter ini (pada program word-prossessor), maka berarti data yang diterima telah mengalami kerusakan, selanjutnya perbaikan dilakukan sendiri.</p><p> Mingirm data koreksi Data yang dikirim harus ditambah dengan kode-kode tertentu dan dapat di duplikat. Bila penerima </p><p>menjumpai kesalahan pada data yang diterima, maka perbaikan dilakukan dengan mengganti bagian yang rusak dengan data duplikat, tetapi cara ini jarang dilakukan.</p><p> Kirim ulang Cara ini merupakan cara yang simpel, yaitu bila komputer penerima menemukan kesalahan pada </p><p>data yang diterima, maka selanjutnya meminta komputer pengirim untuk mengirim mengulangi pengiriman data.</p></li><li><p>Perutean (Routing) Routing adalah kegiatan menentukan jalur pengiriman data dalam </p><p>suatu jaringan, menentukan jumlah host dalam jaringan, dan lain-lain. Suatu router membuat keputusan berdasarkan IP address yang dituju dan juga dari topologi jaringan. Agar keputusan routing tersebut benar, router harus mengenal seluruh seluk beluk jaringan (topologi). Dalam routing dinamis, informasi tentang topologi jaringan juga diperoleh dari router yang lain.</p></li><li><p> Routing memiliki dua fungsi dasar, yakni: Fungsi penentuan jalur. Router berfungsi menentukan jalur yang akan dilewati oleh </p><p>paket-paket data agar sampai ke tujuan. Fungsi switching. Router berfungsi sebagai switching karena dapat meneruskan paket.</p><p> Untuk bisa melakukan routing paket, ada hal-hal yang harus diketahui : Alamat tujuan Router-router tetangga dari mana sebuah router bisa mempelajari tentang network </p><p>remote Route yang mungkin ke semua network remote Route terbaik untuk setiap network remote</p></li><li><p>Dynamic Routing Dynamic routing adalah teknik routing dengan menggunakan beberapa aplikasi </p><p>networking yang bertujuan menangani routing secara otomatis. Tabel routing (ARP table) akan dimaintain oleh sebuah protokol routing, biasanya daemon. Dynamic Routing Protocol adalah routing protocol yang memungkinkan network admin untuk menset-up jaringan tanpa harus meng-update konten dari routing table secara manual bila terjadi perubahan.</p><p> Router mempelajari sendiri Rute yang terbaik yang akan ditempuhnya untuk meneruskan paket dari sebuah network ke network lainnya. Administrator tidak menentukan rute yang harus ditempuh oleh paket-paket tersebut. Administrator hanya menentukan bagaimana cara router mempelajari paket, dan kemudian router mempelajarinya sendiri. Rute pada dynamic routing berubah, sesuai dengan pelajaran yang didapatkan oleh router.</p></li><li><p> Keuntungan: Lebih mudah untuk mengatur network yang besar. Akan memilih </p><p>jalur lain yang ada bila suatu jalur rusak.</p><p> Kekurangan: Update ARP table dibagikan ke semua komputer, berarti </p><p>mengkonsumsi - butuh RAM untuk menentukan jalur terbaik bila terjadi down -bandwith jalur ditentukan oleh sistem, bukan admin</p></li><li><p>Static Routing Static routing adalah metode routing yang tabel jaringannya dibuat </p><p>secara manual oleh administrator jaringannya. Static routing mengharuskan admin untuk merubah route atau memasukkan command secara manual di router tiap kali terjadi perubahan jalur. Router meneruskan paket dari sebuah network ke network yang lainnya berdasarkan rute(catatan: seperti rute pada bis kota) yang ditentukan oleh administrator. Rute pada static routing tidak berubah, kecuali jika diubah secara manual oleh administrator.</p></li><li><p> Keuntungan: Lebih aman daripada dynamic routing terhadap metode spoofing Tidak ada overhead (waktu pemrosesan) pada CPU router (router lebih murah dibandingkan </p><p>denga router dinamis) Tidak ada bandwidth yang digunakan di antara router. Routing statis menambah keamanan, karena administrator dapat memilih untuk mengisikan </p><p>akses routing ke jaringan tertentu saja. Kelemahan: </p><p> Rentan terhadap kesalahan penulisan -lebih merepotkan dibandingkan dynamic routing Administrasi harus benar-benar memahami internetwork dan bagaimana setiap router </p><p>dihubungkan untuk dapat mengkonfigurasikan router dengan benar. Jika sebuah network ditambahkan ke internetwork, Administrasi harus menambahkan </p><p>sebuah route kesemua router secara manual. Routing statis tidak sesuai untuk network-network yang besar karena menjaganya akan </p><p>menjadi sebuah pekerjaan full-time sendiri</p></li><li><p> Routing dinamis pada prinsipnya hanya mengenalkan network yang berhubungan dengan router yang bersangkutan (tanpa mengetahui subnet masknya). Sedangkan Routing Statis harus mengenalkan setiap alamat pada setiap network yang ingin dituju, jadi harus tahu semua alamat network yang ingin dituju. Semakin luas jaringannya, maka table routenya pun semakin banyak dan lebih rumit dibandingkan dengan Routing Dinamis.</p><p> Routing Dinamis sangat cocok untuk topologi jaringan yang lingkupnya besar (terhubung ke banyak network). Sedangkan routing statis cocok untuk topologi jaringan yang simple.</p></li><li><p>Routing Default Routing default digunakan untuk mengirimkan paket-paket secara </p><p>manual menambahkan router ke sebuah network tujuan yang remote yang tidak ada di routing table, ke router hop berikutnya. Bisanya digunakan pada jaringan yg hanya memiliki satu jalur keluar.</p></li><li><p>Routing ProtocolDistance vector Protocol distance-vector menemukan jalur terbaik ke sebuah </p><p>network remote denganmenilai jarak.Route dengan jarak hop yang paling sedikit ke network yang dituju, akanmenjadi route terbaik. Baik RIP dan IGRP adalah routing protocol jenis distance-vector.RIP dan IGRP mengirim semua routing table ke router-router yang terhubung secara lansung.</p></li><li><p>Link state Atau disebut juga protocol shortest-path-first, setiap router akan </p><p>menciptakantiga buah table terpisah. Satu dari table ini akan mencatat perubahan dari network-networkyang terhubung secara langsung, satu table lain menentukan topologi dari keseluruhaninternetwork, dan table terakhir digunakan sebagai routing table.OSPF adalah sebuah routing protocol IP yang sepenuhnya link-state. Protocol link-statemengirim update-update yang berisi status dari link mereka sendiri ke semua routerlain di network.</p><p>Hybrid Protokol hybrid menggunakan aspek-aspek dari routing protokol jenis distance-</p><p>vector dan routing protocol jenis link-state--sebagai contoh adalah EIGRP.</p></li><li><p>Data-Link Data Link Layer adalah salah satu layer dalam OSI Layer model. </p><p>Layer ini termasuk ke dalam kategori lower layer dan secara keseluruhan berada di urutan kedua model OSI. Layer ini berada di bawah Network Layer dan di atas Physical layer.</p><p> Perangkat: Switch Hub Bridge</p></li><li><p>Secara umum layer ini mengonversikan data dalam bentuk data frame dan bit. Secara spesifik layer ini memiliki beberapa fungsi, yakni:</p><p> Mengubah paket ke dalam bit 1 atau 0 (biner) pada mesin pengirim dan mengembalikan bit-bit ke dalam paket pada mesin penerima.</p><p> Menangani frame data di antara Network layer dan Physical layer. Menerima paket data dari Physical Layer (ke dalam frame data) kemudian </p><p>dihantarkan ke Network layer. Bertanggung jawab atas keutuhan frame yang ditransfer ke komputer lain dengan </p><p>melintasi Physical layer. Menetapkan metode yang diperlukan untuk mentransmisikan dan menerima data </p><p>dalam jaringan; bisa terdiri atas kabel, device yang digunakan untuk menghubungkan NIC ke kabel, signaling yang menghantarkan dan menerima data, serta kemampuan mendeteksi sinyal eror dalam media jaringan.</p></li><li><p> Berikut ini adalah bentuk-bentuk layanan dari data link layer, diantaranya : Framing : membungkus (encapsule) data diagram ke dalam bentuk frame </p><p>sebelum tranmisi. Link Access : protokol-protokol Media Access Control (MAC) mengatur </p><p>bagaimana sebuah frame ditransmisikan ke dalam link. Misalnya point-to-point atau broadcast</p><p> Reliable Delivery : protokol link layer menjamin agar pengiriman datagram melalui link terjadi tanpa eror</p><p> Flow controlError Detection : kesalahan bit dapat terjadi akibat atenuasi sinyal atau noise di dalam link. Link layer melakukan deteksi kesalahan, tetapi tidak meminta pengiriman kembali frame yang salah tersebut. Frame yang salah tersebut akan dibuang.</p></li><li><p>Beberapa protokol yang menggunakan layer data-link adalah:</p><p> Logical Link Control: koreksi eror dan flow control, mengelola link control dan menetapkan SAP-SAP</p><p> 802.1 OSI Model 802.2 Logical Link Control Media Access Control: berkomunikasi dengan card adapter, </p><p>mengontrol tipe media yang d...</p></li></ul>