ramalan usaha

34
PERAMALAN USAHA Materi Inisiasi I Teknik-Teknik Peramalan Usaha 1. Tujuan Khusus: • Menyebutkan teknik-teknik peramalan usaha • Menjelaskan tentang teknik-teknik peramalan usaha kuantitatif • Menjelaskan tentang teknik peramalan usaha teknologis • Menjelaskan teknik peramalan usaha (berdasarkan) hati nurani 1. Teknik-Teknik Peramalan Usaha Kuantitatif Teknik peramalan usaha kuantitatif secara umum dibagi menjadi 3, yaitu metode runtut waktu, metode kausalitas dan metode pemantauan. 1.1 Metode Runtut Waktu Metode runtut waktu didasari oleh asumsi bahwa kejadian dimasa yang akan datang merupakan ulangan atau kelanjutan dari masa lalu. Metode ini dibagi menjadi 4 bagian, yaitu: metode polos (naive), metode dekomposisi, metode runtut waktu sederhana dan metode runtut waktu lanjutan. 1.2 Metode Kausalitas Metode kausalitas merupkan metode yang dapat meramalkan masa datang berdasarkan perubahan suatu variabel dan pengaruhnya pada variabel lain. Metode kausalitas dibagi menjadi 4 bagian, yaitu: metode regresi sederhana, metode regresi ganda, model ekonometrika dan metode multivariat. 1.3 Metode Pemantauan Peramalan metode pemantauan didasari oleh penelusuran tanda-tanda atau gejala-gejala dimasa lalu, sehingga dapat dipersiapkan alternatif pemecahan masalah apabila suatu gejala muncul. 2. Teknik Peramalan Usaha Teknologis Teknik peramalan usaha teknologis didasari pada usaha untuk menentukan dan mengekstrapolasi pola atau hubungan tertentu. Teknik ini dikembangkan untuk situasi dimana tidak ada pola atau hubungan dimasa lalu yang dapat diekstrapolasi. Peramalan usaha teknologis atau kualitatif dapat dibagi menjadi 4 bagian, yaitu: metode ekstrapolatif, metode ekstrapolatif dan atau normatif, metode normatif dan metode prospektif. Metode Ekstrapolatif

Upload: tole-dirga

Post on 14-Aug-2015

403 views

Category:

Documents


3 download

TRANSCRIPT

Page 1: RAMALAN USAHA

PERAMALAN USAHAMateri Inisiasi ITeknik-Teknik Peramalan Usaha

1. Tujuan Khusus:• Menyebutkan teknik-teknik peramalan usaha• Menjelaskan tentang teknik-teknik peramalan usaha kuantitatif• Menjelaskan tentang teknik peramalan usaha teknologis• Menjelaskan teknik peramalan usaha (berdasarkan) hati nurani

1. Teknik-Teknik Peramalan Usaha KuantitatifTeknik peramalan usaha kuantitatif secara umum dibagi menjadi 3, yaitu metode runtut waktu, metode kausalitas dan metode pemantauan.1.1 Metode Runtut WaktuMetode runtut waktu didasari oleh asumsi bahwa kejadian dimasa yang akan datang merupakan ulangan atau kelanjutan dari masa lalu. Metode ini dibagi menjadi 4 bagian, yaitu: metode polos (naive), metode dekomposisi, metode runtut waktu sederhana dan metode runtut waktu lanjutan.1.2 Metode KausalitasMetode kausalitas merupkan metode yang dapat meramalkan masa datang berdasarkan perubahan suatu variabel dan pengaruhnya pada variabel lain. Metode kausalitas dibagi menjadi 4 bagian, yaitu: metode regresi sederhana, metode regresi ganda, model ekonometrika dan metode multivariat.1.3 Metode PemantauanPeramalan metode pemantauan didasari oleh penelusuran tanda-tanda atau gejala-gejala dimasa lalu, sehingga dapat dipersiapkan alternatif pemecahan masalah apabila suatu gejala muncul.

2. Teknik Peramalan Usaha TeknologisTeknik peramalan usaha teknologis didasari pada usaha untuk menentukan dan mengekstrapolasi pola atau hubungan tertentu. Teknik ini dikembangkan untuk situasi dimana tidak ada pola atau hubungan dimasa lalu yang dapat diekstrapolasi. Peramalan usaha teknologis atau kualitatif dapat dibagi menjadi 4 bagian, yaitu: metode ekstrapolatif, metode ekstrapolatif dan atau normatif, metode normatif dan metode prospektif.

Metode EkstrapolatifMetode ini dibagi menjadi 3 macam, yaitu metode kurva pertumbuhan, metode perbandingan teknologik dan metode penelitian morphologik.Metode Ekstrapolatif / NormatifMetode ekstrapolatif / normatif terbagi menjadi 2 macam, yaitu metode delphi dan metode matriks dampak silang.Metode NormatifMetode normatif hanya terdiri dari 1 metode, yaitu metode pendekatan pola pohon. Metode ini dapat menentukan pilihan yang terbaik dari sejumlah alternatif untuk mencapai tujuan tertentu.Metode ProspektifMetode prospektif biasanya digunakan untuk memproyeksikan peristiwa jangka panjang. Pendekatan yang diambil metode ini adalah pendekatan menyeluruh dengan memperhatikan hal yang riil, dinamis dan masa datang selalu tak pasti.

Page 2: RAMALAN USAHA

3. Teknik Peramalan Usaha (Berdasarkan) Kata Hati NuraniTeknik peramalan usaha kata hati nurani terbagi kedalam 4 macam metode, yaitu: metode opini pimpinan, pendapat para penjual, survey antisipasi dan penilaian subjektif pada individu.

Metode Opini PimpinanMetode ini didasari oleh putusan para pimpinan badan usaha berdasarkan data dan informasi dari badan usaha. Cara peramalan ini dapat dilakukan secara cepat dan mudah berdasarkan gabungan berbagai keahlian.Metode Pendapat Para PenjualPeramalan metode ini, dilakukan oleh para penjual berdasarkan informasi di lokasi dimana mereka berada. Masing-masing penjual diminta untuk mengadakan estimasi penjualan mereka dimasa datang.Metode Survey AntisipasiPada survey antisipasi, peramalan dilakukan dengan cara melakukan jimpitan terhadap populasi yang perilaku dan tindakannya terhadap produk tertentu menentukan kecenderungan dimasa datang.Metode Penilaian SubjektifPeramalan penilaian subjektif dilakukan dengan cara menampung pendapat individu tentang suatu keadaan dimasa datang.

MATERI INISIASI II:METODE RUNTUT WAKTU

Saudara mahasiswa,Seperti pada materi sebelumnya, materi inisiasi II mengenai Metode Runtut Waktu mempunyai 2 (dua) tujuan, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus.Tujuan umum yang ingin dicapai adalah setelah mempelajari materi runtut waktu diharapkan para mahasiswa dapat membuat peramalan dengan metode runtut waktu. Sedangkan tujuan khusus ada 2 macam, yaitu: 1. Membuat peramalan dengan metode rata-rata bergerak 2. Membuat peramalan dengan metode kuadrat terkecilMetode runtut waktu merupakan salah satu bagian dari metode peramalan kuantitatif. Metode ini didasari oleh anggapan bahwa sejarah selalu berulang, dimana keadaan dimasa yang akan datang merupakan kelanjutan dari kejadian dimasa lalu.Ada 2 hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan metode runtut waktu, yaitu rangkaian data dan periode waktu yang dipakai. Pada model metode runtut waktu diasumsikan pola selalu berulang setiap waktu. Identifikasi dan ekstrapolasi pola tersebut diperlukan untuk dapat melakukan peramalan dimasa yang akan datang.Untuk lebih jelas mengenai pembagian metode runtut waktu, dapat dilihat pada gambar berikut:

Saudara mahasiswa.Perlu kami ingatkan, pada materi tutorial online kali ini, kita bersama hanya akan membahas mengenai metode rata-rata bergerak dan metode kuadrat terkecil trend linear.

Page 3: RAMALAN USAHA

I. METODE RATA-RATA BERGERAK

Metode rata-rata bergerak merupakan bagian dari metode runtut waktu sederhana / penghalusan. Metode runtut waktu sederhana / penghalusan merupakan metode meramal sejumlah besar produk satu persatu dengan cepat untuk jangka waktu pendek.Peramalan metode rata-rata bergerak memerlukan sekumpulan data dari periode waktu sebelumnya. Periode waktu yang diperlukan dapat berjumlah 3, 4, 5 atau lebih. Contoh:Bulan Yt (riil) Yt (diramalkan)4 bulan 5 bulanJan 10 Feb 9 Mar 11 Apr 12 Mei 10 (10+9+11+12)/4 = 10,5 Jun 8 (9+11+12+10)/4 = 10,5 (10+9+11+12+10)/5 = 10,4Jul 11 (11+12+10+8)/4 = 10,25 (9+11+12+10+8)/5 = 10Agt (12+10+8+11)/4 = 10,25 (11+12+10+8+11)/5 = 10,4

II. METODE DEKOMPOSISI

Dalam metode runtut waktu sederhana, identifikasi pola serangkaian data dibedakan dari keacakan dengan menghabiskan atau meratakan nilai-nilai dimasa lalu. Perataan mengakibatkan hilangnya sifat acak, sehingga pola dapat diproyeksikan ke depan dan dipakai sebagai dasar peramalan. Dengan cara ini, tidak ada usaha mengidentifikasi komponen-komponen yang mendasari pola.Rangkaian peristiwa bisnis dan ekonomi selalu didasari oleh 3 faktor, yaitu trend, siklus dan musiman. Ketiga faktor ini membentuk suatu pola, sehingga dalam metode dekomposisi dianggap bahwa data = pola + e (kesalahan).Trend pada suatu pola dapat berbentuk trend linear ataupun trend parabolik. Analisis trend linear dapat dilakukan dengan metode kuadrat terkecil.

Rumus trend linear: Y = a + bX

;

Contoh:Bulan Y (ratusan ribu) X X2 XY Y estimasiJan 2 -2 4 -4 2,4Feb 5 -1 1 -5 4,7Mar 7 0 0 0 7,0

Page 4: RAMALAN USAHA

Apr 10 1 1 10 9,3Mei 11 2 4 22 13,3Jml 35 0 10 23 36,7

;

• Nilai X dimasukkan kedalam persamaan di atas, sehingga didapat nilai Y estimasi.

MATERI INISIASI IIIPERAMALAN DENGAN METODE REGRESI LINEAR SEDERHANA

1. Tujuan KhususSetelah mempelajari program ini diharapkan mahasiswa S-1 Manajemen dapat:• Menjelaskan pengertian regresi linear sederhana• Menjelaskan tentang variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y)• Membuat persamaan garis regresi linear sederhana• Menghitung selisih taksir standar• Menghitung batas prakiraan tertinggi atau terendah

PERAMALAN DENGAN METODE REGRESI LINEAR SEDERHANA

Pengertian Regresi linear sederhana adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur ada tidaknya korelasi antar variabel. Regresi berarti juga, ramalan atau taksiran dapat digunakan untuk meramal atau menaksir (forecasting), misalnya jumlah produksi atau penjualan suatu perusahaan di masa yang akan datang.Ciri-Ciri Regresi Linear SederhanaRegresi linear sederhana adalah regresi yang hanya terdiri dari dua variabel, variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y), dengan variabel bebas (X) berpangkat paling tinggi 1 (satu).Variabel Bebas (X) dan Varibel Terikat (X)Variabel bebas (independent variable) adalah variabel yang nilai-nilainya tidak tergantung pada varibel lain, biasanya disimbolkan dengan X. Variabel ini digunakan untuk meramalkan atau menaksir variabel yang lain.Variabel terikat (dependent variable) adalah variabel yang nilai-nilainya bergantung pada variabel lain, biasanya disimbolkan dengan Y. Variabel ini merupakan variabel yang diramalkan atau ditaksir nilainya.Persamaan Regresi Linear dari Y terhadap XPersamaan regresi linear dari Y terhadap X dirumuskan:

Keterangan:

Page 5: RAMALAN USAHA

variabel terikatvariabel bebasintersepkoefisien regresi / slop

nilai dan dapat ditentukan dengan cara berikut.

Selisih Taksir StandarSelisih taksir standar atau kesalahan baku adalah angka atau indeks yang digunakan untuk mengukur ketepatan suatu penduga atau mengukur jumlah variasi titik-titik observasi di sekitar garis regresi. Selisih taksir standar berguna untuk mengetahui batasan seberapa jauh melesetnya perkiraan kita dalam meramal data.Selisih taksir standar dapat ditentukan dengan menggunakan rumus berikut.

Keterangan:selisih taksir standarnilai variabel yang sebenarnyajumlah frekuensi

Batas Prakiraan Tertinggi atau Terendah (BP)Dengan menggunakan nilai duga dari persamaan regresi dan selisih taksir standar, dapat dibuat batas prakiraan dari sebuah nilai duga. Batas prakiraan dapat bernilai lebih (plus), disebut batas prakiraan tertinggi dan dapat pula bernilai kurang (minus), disebut batas prakiraan terendah. Batas prakiraan dirumuskan:

Keterangan:batas prakiraannilai variabel yang didugaselisih taksir standarContoh Soal

Berikut ini data mengenai pengalaman kerja dan penjualan.X = pengalaman kerja (tahun)Y = omzet penjualan (ribuan)

X 1 2 3 4 5 6Y 6 4 3 5 4 3a. Buatlah persamaan garis regresinya!b. Tentukan nilai duga Y, jika X = 8 !

Page 6: RAMALAN USAHA

c. Tentukan selisih taksir standar dan batas prakiraan atas / bawah !

Penyelesaian:

1 6 1 36 62 4 4 16 83 3 9 9 94 5 16 25 205 4 25 16 206 2 36 4 1221 24 91 106 75

Penyelesaian:a. Persamaan garis regresi

b. Bila X = 8, maka:

c. Selisih taksir standar

;

MATERI INISIASI IVDATA DAN PERAMALAN

Page 7: RAMALAN USAHA

Pada materi kali ini, kita bersama akan membahas materi mengenai Data dan Peramalan. Setelah mempelajari materi, ada 2 tujuan yang ingin dicapai, yaitu:

2. Tujuan UmumSetelah mempelajari program ini diharapkan mahasiswa S-1 Manajemen dapat menjelaskan tentang data dan peramalan.3. Tujuan KhususSetelah mempelajari program ini diharapkan mahasiswa S-1 Manajemen dapat menjelaskan:• Pengertian data• Jenis-jenis data• Sifat-sifat data• Sumber-sumber data• Kegunaan data bagi manajemen dan peramalanApakah yang dimaksud dengan data?

Jika ingin membuat suatu peramalan yang didasarkan pada suatu model, kita perlu melakukan pengumpulan data. Biasanya data ini diungkapkan secara kuantitatif. Misalnya untuk melakukan peramalan bahwa para salesman yang bergelar sarjana pada umumnya mempunyai produktivitas yang lebih tinggi dibanding para salesman yang tidak bergelar sarjana, maka seorang peramal (forecaster) perlu mengumpulkan informasi-informasi yang dapat dipakai sebagai ukuran produktivitas seorang salesman. Salah satu ukuran yang dapat dipakai adalah penghasilan salesman, misalnya jumlah gaji, bonus dan jumlah produk yang dia jual selama setahun.Informasi demikian dapat diperoleh dengan mencatat tingkat penghasilan dari beberapa salesman yang bergelar sarjana dan tidak bergelar sarjana. Semua hasil pengukuran yang telah dicatat tersebut disebut data.

Ada berapa jenis data?

Menurut jenisnya data dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu data kuantitatif dan data kualitatif.Data kuantitatif adalah serangkaian hasil pengukuran atau observasi yang dapat dinyatakan dalam angka-angka. Sedangkan data kualitatif adalah serangkaian hasil pengukuran atau pengamatan yang tidak dapat dinyatakan dalam angka-angka, misalnya kesukaan konsumen terhadap merek sabun atau merek mobill tertentu.

Ada berapa sifat data?Data memiliki 2 sifat, yaitu data yang bersifat diskrit dan bersifat kontinyu. Data diskrit adalah data yang didapat dengan jalan menghitung. Jumlah karyawan di sebuah perusahaan merupakan sebuah data diskrit, karena nilai data yang diperoleh adalah berdasarkan jumlah karyawan yang dihitung banyaknya. Nilai ini merupakan bilangan asli dan tidak mungkin berbentuk nilai pecahan, kecuali kalau membicarakan pengertian nilai rata-rata. Sedangkan data kontinyu adalah data yang bisa mempunyai nilai yang terletak di dalam suatu interval, misalnya data hasil pengukuran panjang, luas, isi, berat dan waktu.

Page 8: RAMALAN USAHA

Ada berapa sumber data?Seperti halnya jenis dan sifat, datapun memiliki 2 sumber, yaitu sumber data intern dan data ekstern.Data intern adalah data yang dikumpulkan oleh suatu lembaga mengenai kegiatan lembaga tersebut dan hasilnya digunakan untuk keperluan lembaga itu pula, misalnya UT ingin mengetahui tingkat kepuasan pelayanan mahasiswa yang registrasi pada tahun 2003-2005. Jika untuk keperluan tersebut pimpinan UT mengumpulkan segala data yang berhubungan dengan preferensi paara mahasiswa terhadap pelayanan yang diberikan UT, maka data yang diperoleh merupakan data intern.Adakalanya pengambil keputusan oleh pimpinan suatu perusahaan tidak hanya didasarkan semata-mata pada data intern, misalnya data dari Biro Pusat Statistik (BPS) atau data dari Bank Indonesia. Data yang diperoleh dari sumber-sumber di luar perusahaan itu dinamakan data ekstern.

Apakah kegunaan data bagi manajemen?Keputusan-keputusan yang akan diambil oleh para pimpinan dalam suatu organisasi biasanya memerlukan manipulasi dan analisis data. Analisis semacam itu membutuhkan data yang tepat. Karena dalam hampir semua keputusan bisnis memerlukan analisis data, maka pengumpulan data yang relevan terhadap keptusan-keputusan yang akan diambil merupakan masalah yang sangat penting.

MATERI INISIASI VPERILAKU DATA DAN PEMILIHAN METODE PERAMALAN

4. Tujuan UmumSetelah mempelajari program ini diharapkan mahasiswa S-1 Manajemen dapat menjelaskan tentang perilaku data dan pemilihan metode peramalan5. Tujuan KhususSetelah mempelajari program ini diharapkan mahasiswa S-1 Manajemen dapat menjelaskan:• Hal pokok yang diperhatikan dalam proses peramalan• Tahap-tahap proses peramalan• Teknik-teknik peramalan yang dapat digunakan• Cara pemilihan teknik peramalan yang tepat• Jangka waktu peramalan• Pola atau karakteristik data• Biaya peramalan• Akurasi peramalan Apakah hal pokok yang harus diperhatikan dalam proses pembuatan peramalan?Ada 2 hal pokok yang harus diperhatikan, yaitu data yang relevan dan teknik peramalan yang tepat. Artinya, data yang dikumpulkan harus dapat menghasilkan peramalan yang akurat dan teknik yang tepat akan dapat memanfaatkan informasi data yang diperoleh seoptimal mungkin.Berapa tahap proses pembuatan peramalan?Ada tiga tahap penting yang perlu dilalui dalam proses pembuatan peramalan. Tahap pertama dari proses pembuatan peramalan adalah pengumpulan data. Kemudian tahap selanjutnya adalah mengurangi data untuk seterusnya melakukan analisis pola data yang dimiliki. Terakhir, tahap pemilihan metode peramalan.

Page 9: RAMALAN USAHA

Berapa macam teknik peramalan yang dapat digunakan?Secara umum, ada 2 macam teknik peramalan yang dapat digunakan, yaitu teknik peramalan kualitatif dan teknik peramalan kuantitatif. Teknik peramalan kualitatif lebih mengandalkan judgement dan intuisi manusia ketimbang penggunaan data historis yang dimiliki. Sedangkan teknik peramalan kuantitatif adalah digunakannya data historis yang tersedia dan representatif untuk meramalkan masa datang.Bagaimana cara pemilihan teknik peramalan yang tepat?Untuk memilih teknik peramalan tepat, ada beberapa pertanyaan yang harus diperhatikan, yaitu:• Apa kegunaan peramalan tersebut?• Siapa yang akan menggunakan peramalan tersebut?• Seberapa lama jangka waktu yang akan diramalkan?• Bagaimana karakteristik data yang tersedia?• Bagaimana kebutuhan data minimum?• Berapa biaya untuk membuat peramalan tersebut?• Seberapa jauh akurasi yang diinginkan?

Berikut ini akan dibahas 4 aspek pertanyaan-pertanyaan di atas, yaitu jangka waktu, karakteristik data, biaya dan tingkat akurasi.Jangka WaktuJangka waktu menunjukkan panjang waktu di masa datang yang diinginkan oleh peramalan. Biasanya jangka waktu dibagi sebagai berikut:Sangat pendek < 1 bulanPendek 1 – 6 bulanMenengah 6 bulan – 2 tahunPanjang > 2 tahun

Walaupun kategori-kategori tersebut secara umum dapat diterapkan dalam semua dunia bisnis, tetapi durasi yang persis untuk setiap kategori tidak dapat ditentukan secara pasti. Misalnya, perusahaan komputer Acer (yang menghadapi perubahan teknologi yang sangat cepat) bisa menganggap 2 tahun merupakan jangka panjang. Sedangkan dipihak lain, bagi perusahaan angkutan udara Lion Air, periode 2 tahun merupakan perode jangka pendek.Pola atau Karakteristik DataPola atau karakteristik data dapat mempengaruhi teknik peramalan yang dipilih. Seringkali, pola data tersebut merupakan karakteristik inheren dari kegiatan yang sedang diteliti. Hubungan antara data yang jangka waktu semakin jelas jika kita mengamati bahwa pola trend adalah merupakan kecenderungan jangka panjang, sedangkan variasi musiman menunjukkan pola data yang berulang dalam satu tahun. Jadi, misalnya teknik regresi cocok utnuk hampir semua pola yang dapat diidentifaksi, sedangkan teknik otoregresif lebih tepat diterapkan untuk data runtut waktu yang mempunyai titik balik (turning points)BiayaBesarnya biaya yang harus dikeluarkan berkaitan erat dengan alternatif-alternatif peramalan yang kita pilih. Kita membutuhkan biaya dalam memformulasikan dan membuat suatu mode peramalan. Misalnya, biaya upah untuk konsultan dalam mempersiapkan modelnya, biaya penulisan, biaya komputer dan biaya pengadaan internal yang akan digunakan dalam model tersebut.Akurasi

Page 10: RAMALAN USAHA

Walaupun sulit untuk meyakinkan tingkat akurasi sebelum mengevalusi hasil kerja secara seksama, tetapi pemilihan teknik peramalan berhubungan erat dengan tingkat akurasi yang diinginkan. Misalnya, dalam banyak situasi suatu perkiraan kasar tentang pola trend masa datang mampu memberikan proyeksi-proyeksi yang akurat. Ketika sebuah stasiun TV swasta melakukan negosiasi kontrak ikla untuk penyiaran suatu kegiatan olah raga, mungki perusahaan yang membeli kontrak iklan sudah cukup puas dengan estimasi judgemental akurasi sekitar 20%. Namun, pada sisi lain suatu ramalan tentang permintaan listrik di masa datang harus dilakukan dengan sangat hati-hati karena biaya pembangunan pembangkit listrik yang sangat besar akan ditanggung oleh para pengguna listrik tersebut.Untuk memilih teknik peramalan yang tepat secara benar, seorang peramal harus mampu untuk:• Mendefinisikan sifat dari masalah yang akan diramalkan• Menjelaskan sifat data yang akan digunakan• Menjelaska kelebihan dan keterbatasan teknik peramalan yang akan digunakan• Menentukan beberapa kreteria dimana pemilihan keputusan dapat dibuatAMATERI INISIASI VIPERANAN KATA HATI NURANI (JUDGEMENT) DALAM PERAMALAN

PENGANTARHampir semua teknik peramalan menggunakan data historis untuk meramalkan atau memprediksi variabel-variabel yang diinginkan. Pembahasan terdahulu menekankan pada pentingnya analisis data dan seakan-akan judgement dari seorang peramal tidak dimasukkan. Padahal, penggunaan judgement yang tepat merupakan unsur yang utama dalam teknik peramalan yang baik. Judgement yang baik dibutuhkan untuk menentukan relevansi data terhadap suatu masala dan untuk menginterpretasikan hasil dari analisis data tersebut. Lebih dari itu, kadang-kadang judgement justru mempunyai porsi terbesar dalam analisis.PERAMALAN JUDGEMENTALBanyak sekali teknik peramalan yang hanya menggunakan analisis data historis untuk menghasilkan hasil akhir; judgement atau pendapat dari seorang analis tidak dimasukkan dalam proses peramalan. Buku ini terutama sekali ditekankan pada teknik-teknik peramalan sepert itu yaitu pada peramalan jangka pendek dan jangka menengah. Ramalan-ramalan seperti ini merupakan titik perhatian utama dari setiap tingkat manajemen suatu organisasi dan terkait dengan hampirsemua keputusan yang harus dibuat.Tata cara peramalan seperti ini mengandalkan pada manipulasi data historis dan mengasumsikan bahwa tidak ada perbedaan antara waktu lampau dan waktu yang akan datang, kecuali untuk variabel-variabel tertentu yang diidentifikasi menmpengaruhi hasi di masa yang akan datang. Asumsi ini mengabaikan pergeseran yang substantif dari teknologi dalam masyarakat, yang belakangan ini asumsi tersebut dianggap salah.Pada beberapa peramalan, seorang analis menambahkan proses analisis data setelah mempertimbangkan keadaan-keadaan yang tidak biasa, atau setelah menyadari bahwa keadaan masa lalu bukanlah prediktor yang akurat untuk masa depan. Semakin sedikit jumlah data historis, maka semakin banyak judgement yang dimasukkan dalam proses peramalan. Pada kasus yang ekstrim, mungkin saja peneliti berpendapat bahwa tidak ada data historis yang relevan secara langsung dalam proses peramalan. Pada kondisi seperti ini, ramalan-ramalan yang secara murni didasarkan pada pendapat para ahli digunakan untuk membuat ramalan atau skenario masa datang.

Page 11: RAMALAN USAHA

Penelitian menunjukkan bahwa jika data historis tesedia, maka modifikasi ramalan yang dihasilkan dengan metode analitikal cenderung menurunkan akurasinya. Mungkin hal ini sebagian disebabkan oleh bias dari peramal, mungkin karena kecenderungan yang terlalu optimistik atau menganggap remeh situasi ketidakpastian di masa datang. Penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan judegement dalam proses peramalan, cenderung meningkatkan biaya peramalan.Jika data historis yang tersedia hanya sedikit atau bakan tidak ada sama sekali, maka peramalan akan mengandalkan judgement. Karena keadaan tersebut seringkali terjadi, terutama untuk manajemen puncak, maka dikembangkan teknik-teknik untuk meningkatkan ketepatan ramalan dengan menggunakan judgement dari eksekutif untuk menghasilkan manfaat terbaik. Penggunaan teknik ini sangat dibutuhkan karena para eksekutif seringkali menganggap bahwa pendapat mereka lebih baik dibandingkan metode lain dalam memprediksi masa depan. Mereka lebih suka membuat peramalan secara judgemental. Mereka yakin bahwa pengetahuan mereka tentang produk yang mereka hasilkan, keadaan pasar, para pembeli seperti halnya gagasan dan informasi dari dalam memberi mereka suatu kemampuan untuk membuat ramalan yang didasarkan pada judgement.RINGKASAN PERAMALAN JUDGEMENTALBahaya dari hampir seluruh metode peramalan adalah penggunaan data historis untuk menghasilkan peramalan. Cara ini akan merupakan cara yang absah jika peramalan untuk jangka waktu pendek tetapi akan mengundang pertanyaan jika horison waktu lebih lama. Metode yang dibahas pada materi ini merupakan tambahan yang sangat berarti bagi seorang peramal jika perhatian khusus dari manajemen puncak diperhatikan.Beberapa pengarang telah mencengangkan masyarakat dengan spekulasi mereka tentang trend-trend jangka panjang pada masyarakat kita dan peramalan masa depan. Pengarang-pengarang tersebut antara lain Alvin Toffler dengan buku-bukunya yang berjudul Future Shock (1970) dan The Third Wave (1980); John Nisbiltt dan Patricia Aburdene dengan buku mereka Megatrend 2000 (1990).Pengarang-pengarang tersebut mempunyai kemampuan unik untuk berspekulasi tentang masa yang akan datang dengan cara yang provokatif. Namun demikian, prasyarat peramalan dari suatu bisnis membutuhkan cara yang lebih formal yang menghasilkan proyeksi yang masuk akal tentang lingkungan persaingan jangka panjang.

PENGENDALIAN DAN PEMANTAUAN PROSES PERAMALANPROSES PERAMALANJudgement manajemen yang baik sangat penting dan dapat digambarkan dengan menggunakan beberapa teknik peramalan. Pengkombinasian teknik-teknik kuantitatif yang tepat dengan menggunakan akal sehat (common sense) selalu dibutuhkan untuk mendapatkan peramalan yang akurat, dapat dimengerti dan dpat digunakan oleh para pembuat keputusan perusahaan.Analisis runtut waktu (dekomposisi) merupakan salah satu contoh teknik yang menggabungkan

Page 12: RAMALAN USAHA

penggunaan judgement dengan analisis data historis. Penjualan masa lalu dapat diramalkan dengan penggunaan program analisa runtut waktu dengan menggunakan data bulanan dan akan menghasilkan analisis trend, variasi siklis, variasi musiman dan perubahan yang tidak beraturan. Dekomposisi keempat faktor tersebut untuk meramalkan penjualan untuk beberapa bulan berikutnya memerlukan judgement yang masuk akal. Dan jika elemen-elemen tersebut dirumuskan dengan baik, maka akan dihasilkan ramalan penjualan yang bisa digunakan.Analisis regresi membutuhkan penggunaan judgement bersama-sama dengan analisis statistik ketika dilakukan peramalan. Jika regresi berganda menggunakan kinerja pekerja sebagai variabel dependen, hasil tes masuk dan usia sebagai variabel independen, nilai R2 sebesar 75% mungkin dapat diperoleh. Sebagai tambahan, nilai t dari kedua koefisien variabel independen tersebut dan F-test juga. Pelaku peramalan akan mencoba menghitung kedua variabel tersebut untuk setiap pelamar pekerjaan dan menggunakannya untuk meramalkan kinerja pelamar. Namun demikian, ada tiga tambahan pertanyaan yang harus diperhatikan. Pertama, apakah 75% variasi yang dapat dijelaskan telah memadai untuk tujuan peramalan? Kedua, dapatkah diasumsikan abahwa para pelamar yang akan datang identik dengan sampel yang diambil dalam studi ini? Ketiga, apakah biaya proses pembuatan peramalan sesuai dengan manfaat yang dapat diterima?Cara peramalan dengan teknik Box Jenkins seringkali merupakan metode yang lebih unggul dibanding metode lain, karena metode ini menghasilkan tingkat kesalahan peramalan yang lebih kecil dari berbagai situasi yang kompleks. Kelemahannya adalah jika proses tersebut sepenuhnya misterius bagi pengambil keputusan, peramalan tersebut mungkin diabaikan dalam manajemen suatu organisasi.Uji chi square menggambarkan perluasan analisis data ke dalam data non numerik. Pendapat masyarakat seringkali merupakan input dari teknik ini dan memungkinkan organisasi untuk meneliti reaksi masyarakat terhadap peluncuran produk baru, kampanye advertensi, ataupun citra perusahaan. Uji ini secara umum digunakan untuk menganalisa data kualitatif.Regresi runtut waktu umumnya digunakan dalam organisasi untuk mengukur kinerja yang dicapai dalam mingguan, bulanan dan kuartalan. Masalah yang umum dijumpai dalam analisis runtut waktu adalah masalah otokorelasi. Oleh karena itu, pemahaman akan masalah tersebut dan cara pemecahannya sangat vital jika menginginkan hasil analisis yang absah dalam proses pengambilan keputusan.Aspek-aspek jangka pendek, menengah dan panjang dari teknik peramalan berbeda untuk setiap tingkat manajemen dalam perusahaan dan dapat digambarkan dengan analisis runtut waktu dan teknik peramalan. Manajemen garis pertama dan kedua mungkin tertarik pada analisis runtut waktu untuk penjualan bulanan untuk periode waktu selama empat tahun terakhir. Penggunaan judgement yang memperhitungkan komponen siklis yang akan datang, penjualan dapat diramalkan untuk tahun fiskal yang akan datang dengan menggunakan rancangan produksi bulanan pabrik tersebut. Manajer tingkat menengah akan menggunakan program yang sama untuk menganalisis data penjualan tahunan selama 8 tahun yang lampau dan menggunakannya untuk meramalkan penjualan lima tahun yang akan datang. Pada kasus ini, komponen siklis mungkin diabaikan dalam usaha untuk merencanakan kebutuhan modal perusahaan selama periode lima tahun. Pada saat yagn sama, manajemen puncak mungkin aka menggunakan kombinasi teknik peramalan metode Delphi dengan skenario penulisan. Tujuan mereka adalah mengevaluasi posisi perusahaan di pasar saat itu dan meneliti perubahan teknologi atau perubahan sosial yang mungkin akan memperkecil pangsa pasar mereka atau sebaliknya.

Page 13: RAMALAN USAHA

PEMANTAUAN PERAMALANPengumpulan data dan pemilihan teknik peramalan yang dapat diterima merupakan langkah pertama dalam pelaksanaan proses peramalan yang efektif. Tahap-tahap kunci dalam proses peramalan tersebut dalam dilihat pada gambar berikut:

Seperti ditunjukkan gambar di atas, tahap selanjutnya setelah pengumpulan, pemilihan data dan pemilihan teknik peramalan adalah meramalkan periode data historis masa lalu yang nilai aktualnya telah diketahui. Kesalahan yang timbul dapat disarikan dengan berbagai cara. Kemudian model tersebut digunakan untuk meramalkan periode masa datang, dan hasilnya digunakan dalam proses pengambilan keputusan perusahaan.Dari waktu ke waktu, dalam proses peramalan diperlukan pengkajian untuk mempertimbangkan kembali teknik peramalan yang sedang digunakan. Langkah-langkah yang biasa dilakukan adalah sebagai berikut:1. Data historis yang paling lama dibuang dan data aktual yang baru ditambahkan ke bank data2. Penghitungan kembali parameter yang telah digunakan dalam peramalan, karena dengan memasukkan data yang baru dapat mengubah koefisien regresi dan nilai optimum3. Pengujian model peramalan dengan parameter yang baru untuk mengetahui ketepatannya. Jika ketepatan ini dianggap cukup memadai maka model tersebut akan digunakan sampai periode selanjutnya. Jika ketepatan parameter tersebut tidak memadai atau marginal, maka pola data yang baru tersebut diamati untuk memilih kemungkinan teknik peramalan yang baru. Proses ini terus berlanjut sampai ketepatan model dianggap telah memadai.

Peramalan kadang-kadang dipantau terus-menerus dengan menggunakan “tanda jejak” (tracking signal). Idenya adalah untuk menentukan batas kesalahan yang diperoleh dari peramalan diharapkan menurun jika proses peramalan tersebut telah memadai. Jika kesalahan masih dalam batas yang dapat diterima tersebut, maka proses peramalan dapat diteruskan. Jika kesalahan di luar batas yang dapat diterima, maka perhatian manajemen dipusatkan pada proses peramalan dengan mengadakan pembaharuan dan merevisi langkah-langkah yang telah dilakukan.Diskusi peramalan usaha.Untuk mengambil keputusan sangat diperlukan data yang tepat, sehingga tidak salah mengambil tindakan dalam menyelesaikan suatu masalah maupun dalam meramalkan keadaan yang akan datang, sebagai organisasi tentu punya target yang harus dicapai pada tahun yang akan datang, berapa kenaikan total industry, dan berapa peluang yang telah dan akan diambil oleh industri kita.Kaitanya dengan sumber data sering terjadi perbedaan yang cukup mencolok antara data internal dan data eksternal, bagaimana kita mengatasi masalah ini? Mohon masukan dan pendapat dari teman-teman & Tutor Yth. Terima kasih.

Selamat Siang,Aplikasi peramalan yang berbeda menuntut tingkat keakuratan yang berbeda. dua faktor yang menentukan tingkat keakuratan yang paling sesuai adalah pentingnya situasi manajemen dan peran ramalan dalam mempengaruhi situasi itu. dalam beberapa kasus, ramalan yang disiapkan untuk suatu situasi manajemen yang sangat penting sangat mungkin melatarbelakangi situasi itu, dan dengan demikian tingkat keakuratan yang diperlukan tidak akan tinggi, walaupun situasi tersebut adalah situasi yang palling penting. di lain pihak, suatu situasi manajemen yang mempunyai kepentingan yang lebih terbatas mungkin digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan ramalan

Page 14: RAMALAN USAHA

untuk suatu variabel tunggal, yang memerlukan suatu tingkat keakuratan yang tinggi karena meningkatnya keakuratan hampir selalu dibarengi dengan meningkatnya pengeluaran maka dalam setiap situasi peramalan yang baru dituntut adanya imbalan biaya yang tepat dalam memilih tingkat keakuratan yang paling di perlukan. selama fase definisi peramalan, sekedar menentukan tingkat ketelitian yang diperlukan bisa menghemat banyak biaya di waktu yang akan datang jika manajemen memutuskan bahwa ramalan awalnya terlalu teragregasi dan bahwa data harus dikumpulkan ulang pada tingkat yang lebih detail. secara umum lebih baik jika kita menngumpulkan data pada tingkat yang seteliti mungkin, selama masih dalam kesesuaian dengan anggaran, baru kemudian menyatukannya sebagai bagian dari fase penyiapan data dalam peramalan, daripada menyatukannya dalam fase pengumpulan. frekuensi pengumpulan data baru secara umum terkait erat dengan periode waktu yang tercakup oleh setiap nilai variabel dan frekuensi penggunaan data-data tersebut. misalnya, sebuah perusahaan mungkin ingin meramal penjualan bulanan untuk tahun depan, tetapi mereka mungkin hanya melakukannya sekali setahun. akan tetapi, jika data diambil dari catatan yang disiapkan setiap akhir bulan, maka cara terbaik yang bisa kita lakukan mungkin adalah mengumpulkan data-data tersebut setiap bulan dan bukannya sekali setahun.

1. Sebutkan perbedaan antara Metode Rata-Rata dan Pengahalusan Eksponesial?- Metode rata-rata memanfaatkan timbangan yang sama sedangkan metode penghalusan eksponensial menggunakan timbangan berbeda untuk data masa lalu, caraa penghalusan eksponensial tidak memerlukan tersedianya nilai-nilai historis terakhir dan timbangan nilai terakhir lebih tinggi daripada nilai pengamatan masa lalu.

2. Apakah kegunaan Metode runtut waktu sederhana/pengahabisan?- Utuk meramal sejumlah besar produk satu per satu dengan cepat untuk jangka waktu pendek.

3. Apakah yang dimaksud dengan ”trend” sekuler dan Variasi Siklus itu?- Trend sekuler adalah saat dimana terlihat kecenderungan nilai trend naik ataupun turun untuk periode yang lama, dan variasi siklus terjadi pola perubahan yang cenderung berulang pada periode tertentu.Sebutkan perbedaan antara Metode Rata-Rata dan Pengahalusan Eksponesial?Jawab :Kalau metode rata- rata memanfaatkan timbangan sama yang digunakan untuk meniadakan sifat acak yang terkandung dalam suatu rangkaian data, metode penghalusan eksponensial menggunakan timbangan berbeda untuk data masa lalu yang digunakan untuk menghindari kelemahan cara rata2 bergerak3. Apakah kegunaan Metode runtut waktu sederhana/pengahabisan?4. Kegunaan Metode runtut waktu sederhana/penghabisan adalah untuk meramal sejumlah besar produk satu per satu dengan cepat untuk jangka waktu yang pendek.3. Apakah yang dimaksud dengan ”trend” sekuler dan Variasi Siklus itu?Trend" sekuler adalah jenis perubahan yang mencerminkan perilaku jangka panjang yang sifatnya makin meningkat, menaik, atau tidak berubahVariasi siklus adalah komposisi runtut waktu yang cenderung bergerak di atas dan di bawah garis "trend" sekuler untuk periode lebih lama dari satu tahun.

1. Sebutkan perbedaan antara Metode Rata-Rata dan Pengahalusan Eksponesial?

Page 15: RAMALAN USAHA

Jawab:Metode rata-rata menggunakan timbangan yang sama untuk data masa lalu, sedangkan metode penghalusan eksponensial menggunakan timbangan lebih besar pada data yang lebih baru (menggunakan timbangan yang berbeda untuk data masa lalu).

2. Apakah kegunaan Metode runtut waktu sederhana/penghalusan?Jawab:Berguna untuk meramal situasi yang dapat terjadi berbagai jenis produk satu per satu dalam jangka waktu pendek dengan cepat. Metode runtut waktu sederhana/penghalusan terbagi 2, yaitu:• Metode rata-rata yang berguna untuk meniadakan sifat acak yang terkandung dalam suatu rangkaian data.• Metode penghalusan eksponensial yang digunakan untuk menghindari kelemahan cara rata-rata bergerak.3. Apakah yang dimaksud dengan ”trend” sekuler dan Variasi Siklus itu?Jawab:• ”Trend” sekuler mencerminkan perilaku jangka panjang yang sifatnya makin meningkat,menurun atau tak berubah.• Variasi Siklus adalah komponen runtut waktu yang cenderung bergerak di atas dan di bawah garis ”trend” sekuler untuk periode lebih lama dari 1 tahun.1. Sebutkan perbedaan antara Metode Rata-Rata dan Pengahalusan Eksponesial?Jawab :Bedanya Kalau metode rata- rata memanfaatkan timbangan sama yang digunakan untuk meniadakan sifat acak yang terkandung dalam suatu rangkaian data, sedangkan metode penghalusan eksponensial menggunakan timbangan berbeda untuk data masa lalu yang digunakan untuk menghindari kelemahan cara rata2 bergerak.2. Apakah kegunaan Metode runtut waktu sederhana/pengahabisan?Jawab :Kegunaan Metode runtut waktu sederhana/penghabisan adalah untuk meramal sejumlah besar produk satu per satu dengan cepat untuk jangka waktu yang pendek.3. Apakah yang dimaksud dengan ”trend” sekuler dan Variasi Siklus itu?Jawab :"Trend" sekuler adalah jenis perubahan yang mencerminkan perilaku jangka panjang yang sifatnya makin meningkat, menaik, atau tidak berubah.Variasi siklus adalah komposisi runtut waktu yang cenderung bergerak di atas dan di bawah garis "trend" sekuler untuk periode lebih lama dari satu tahun.

Manajemen Produksi dan Industri KecilManajemen merupakan ilmu dan seni yang mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan non manusia dalam rangka mencapai tujuan tertentu. llmu teknik manajemen didasari oleh konsep bahan tugas manajer (orang yang melaksanakan manajemen) yaitu untuk merancang dan mendukung pelaksanaan pekerjaan individu pada saat kelompok, dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Manajemen semakin dibutuhkan setelah adanya pemisahan antara Rumah Tangga Kunsumen (RTK) dan Rumah Tangga Produsen (RTP), dalam hal ini adalah dua pihak yang paling membutuhkan, di mana konsumen dapat memenuhi kebutuhannya dengan berbagai jenis barang yang disediakan produsen, dan produsen dapat menjual barang-barangnya

Page 16: RAMALAN USAHA

yang betul-betul dibutuhkan konsumen sesuai dengan selera, mode dan daya belinya. Produksi yaitu suatu kegiatan yang menciptakan atau meningkatkan kegunaan suatu barang. Peningkatan atau penambahan kegunaan suatu barang bisa melalui kegunaan tempat, kegunaan waktu, kegunaan bentuk atau gabungan dari beberapa kegunaan tersebut. Untuk perusahaan-perusahaan saat ini cenderung dapat menggabungkan beberapa kegunaan sekaligus suatu barang, baik kegunaan waktu, tempat, maupun kegunaan bentuk. Hal ini diciptakan untuk dapat mengantisipasi kebutuhan konsumen yang bersifat heterogen (berbeda-beda). Manajemen ProduksiFungsi manajemen yang paling mendasar yaitu adanya Perencanaan, Pengorganisasian, penempatan Sumber Daya Manusia (Staffing), pemberian motivasi dan fungsi yang terakhir adalah kegiatan pengawasan yang mutlak harus dilakukan oleh setiap organisasi atau perusahaan. Manajemen produksi merupakan proses manajemen yang diterapkan dalam bidang produksi. Proses manajemen produksi adalah penggabungan seluruh aspek yang terdiri dari produk, pabrik, proses, program dan manusia. lstilah-istilah yang biasa digunakan dalam manajemen produksi yaitu produksi, produk, produsen, produktivitas, proses produksi, sistem produksi, perencanaan produk, perencanaan produksi, dan luas perusahaan. Sistem ProduksiSistem adalah sekumpulan bagian-bagian yang saling berhubungan dengan satu sama lain, dan bersama-sama beraksi menurut pola tertentu terhadap input dengan tujuan menghasilkan output. Sistem produksi yaitu sekumpulan sub-sistem yang terdiri dari pengambilan keputusan, kegiatan, pembatasan, pengendalian dan rencana yang memungkinkan berlangsungnya perubahan input menjadi output melalui proses produksi. Sedangkan sub-sistem yang terlibat dalam kegiatan produksi adalah: subsistem input, subsistem output, subsistem perencanaan dan subsistem pengendalian. Pengertian Lokasi dan Layout PabrikLokasi merupakan salah satu kegiatan awal yang harus dilakukan sebelum perusahaan mulai beroperasi. Penentuan lokasi yang tepat akan mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam; melayani konsumen, mendapatkan bahan-bahan mentah yang cukup, mendapatkan tenaga kerja dengan mudah. dan memungkinkan diadakannya perluasan usaha. Kesalahan dalam pemilihan lokasi akan mengakibatkan biaya transportasi yang tinggi, kekurangan tenaga kerja, kehilangan kesempatan dalam bersaing, tidak tersedianya bahan baku yang cukup dan sebagainya. Perencanaan layout merupakan salah satu tahap dalam perencanaan suatu fasilitas yang bertujuan untuk mengembangkan suatu sistem produksi yang efektif dan efisien. Tujuan penyusunan layout pada dasarnya untuk mencapai pemanfaatan peralatan pabrik yang optimal, penggunaan jumlah tenaga kerja yang minimum, kebutuhan persediaan yang rendah dan biaya produksi dan investasi modal yang rendah, sedangkan jenis layout terdiri dari process layout, product layout, dan fixed position layout, atau kombinasi dari ketiga jenis layout tersebut. Adapun perangkat lunak yang diperlukan bagi penyusunan layout adalah: CRAFT, COFAD, PLANET, CORELAP dan ALDEF. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemilihan LokasiFaktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi pabrik, besar sekali pengaruhnya terhadap tingkat kelancaran operasi perusahaan, faktor-faktor tersebut terdiri dari faktor utama dan faktor bukan utama. Faktor utama yaitu; letak sumber bahan baku, letak pasar, masalah transportasi,

Page 17: RAMALAN USAHA

supply tenaga kerja dan pembangkit tenaga listrik. Sedangkan faktor bukan utama seperti, rencana masa depan perusahaan, kemungkinan adanya perluasan perusahaan, kemungkinan adanya perluasan kota, terdapatnya fasilitas-fasilitas pelayanan, terdapatnya fasilitas-fasilitas pembelanjaan, persediaan air, investasi untuk tanah dan gedung, sikap masyarakat, iklim dan keadaan tanah. enentuan Lokasi PabrikManajemen perusahaan dalam memilih lokasi pabrik didasarkan pada beberapa macam alternatif. Tahap-tahap dalam pemilihan lokasi pabrik terdiri dari pengumpulan data, menganalisa data yang masuk, menentukan urutan alternatif lokasi yang dipilih dan menentukan lokasi pabrik yang dipilih. Penentuan metode pemilihan lokasi pabrik didasarkan pada faktor rating, analisa ekonomis, dan analisa volume biaya. Desain FasilitasDesain fasilitas produksi perlu direncanakan dengan baik, karena fasilitas produksi yang baik dan teratur para karyawan dapat bekerja dengan tenang, sementara aliran produksi dari mulai bahan mentah sampai barang jadi dapat berlangsung dengan lancar dan teratur. Perencanaan layout merupakan kombinasi yang optimal antara fasilitas produksi (personalia, perlengkapan operasi, luas gudang, penanganan produk serta semua peralatan produksi). Perencanaan layout perusahaan selalu diperlukan karena adanya perubahan desain produk, adanya produk baru adanya perubahan volume permintaan dan sebagainya. Klasifikasi perencanaan layout terdiri dari, perubahan kecil layout yang sudah ada, adanya penambahan fasilitas produksi, merubah susunan layout dan pembangunan pabrik baru. Penentuan Layout PabrikSebagaimana diketahui bahwa layout yang dipergunakan dalam sebuah pabrik akan mempunyai pengaruh langsung terhadap tingkat produktivitas perusahaan. Oleh karena itu penentuan layout pabrik harus disesuaikan dengan kondisi perusahaan. Untuk menentukan layout pabrik dengan baik, maka perlu diadakan persiapan-persiapan yang matang, diantaranya: Pertama, data yang diperlukan meliputi jumlah dan jenis produk, komponen produk, urutan pelaksanaan proses produksi, mesin dan peralatan informasi mesin, instalasi yang diperlukan, luas gedung dan perbandingan perencanaan layout. Kedua, analisis urutan operasi dan Ketiga Teknik kesimbangan kapasitas. Pengertian Peralatan ProduksiPada umumnya peralatan produksi ditujukan bagi peningkatan produktivitas buruh dalam rangka memperbanyak produk, baik dari segi variasinya maupun jumlahnya untuk memenuhi. kebutuhan manusia. Peralatan produksi akan mencakup berbagai sarana yang digunakan dalam proses produksi, yang berupa mesin atau jenis-jenis perkakas lain yang dipergunakan untuk melakukan pekerjaan dalam mengerjakan produk atau bagian-bagian produk. Adapun jenis-jenis mesin yang digunakan dalam proses produksi terdiri dari mesin yang bersifat umum atau mesin serba guna (General Purpose Machines). Mesin serba guna ini yaitu mesin yang dibuat untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan tertentu untuk berbagai jenis barang produk atau bagian produk. Mesin yang bersifat khusus (special purpose machines) yaitu mesin-mesin yang direncanakan untuk mngerjakan satu atau beberapa jenis kegiatan yang sama. Kriteria Pemilihan Alat ProduksiAlasan diadakannya pembelian peralatan antara lain: peralatan baru diperlukan untuk memproduksi produk dan jasa lebih hanya volume penjualan yang terus meningkat, peralatan yang ada telah usang, dan peralatan yang ada telah memasuki masa aus serta harus diganti. Untuk memutuskan membeli peralatan baru maka perlu dilaksanakan survei terlebih dahulu, yang dilakukan melalui dua tahap, yaitu: pertama tahap pemakaian (penyaringan teknologi) yang meliputi kapasitas, kedua

Page 18: RAMALAN USAHA

perhitungan biaya atau analisis ekonomi yang akan menentukan sejumlah alternatif teknis yang dipilih. Proses ProduksiProses produksi yaitu suatu cara, metode dan teknik untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa dengan menggunakan sumber-sumber (tenaga kerja, mesin, bahan-bahan dan dana) yang ada. Adapun jenis proses produksi secara garis besar dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu proses produksi terus menerus (Continuous processes) dan proses produksi yang terputus-putus (Intermittent Process). Sedangkan jenis proses produksi yang didasarkan atas kepentingan yang berbeda, maka jenis proses produksi terdiri dari proses produksi menurut wujudnya dan proses produksi menurut pengawasan proses produksi yang bersangkutan. Proses Perencanaan ProduksiPerencanaan produksi merupakan penentuan tujuan pokok (tujuan utama) organisasi beserta cara-cara untuk mencapai tujuan tersebut. Langkah-langkah pokok perencanaan terdiri dari; menetukan tujuan yang akan dicapai, menentukan kedudukan perusahaan dalam kaitannya dengan tujuan yang hendak dicapai, menentukan faktor-faktor yang mendukung atau menghambat tercapainya tujuan tersebut dan merumuskan kegiatan yang harus dilaksanakan. Kegiatan produksi dapat dilakukan dengan tiga macam pendekatan yaitu; Pendekatan perkembangan yang menguntungkan (Profitable Growth Approach), Pendekatan SWOT (Strenghth, Weakness, Opportunity and Threathment) dan Pendekatan Sistem. Proyeksi KebutuhanLangkah yang paling awal dalam perencanaan adalah mencoba untuk mengetahui pertumbuhan maupun perkembangan kebutuhan masyarakat. Pertumbuhan tersebut akan merupakan dasar dari rencana kerja yang harus dilakukan oleh perusahaan. Salah satu cara untuk menentukan proyeksi kebutuhan adalah dengan membuat ramalan-ramalan terhadap keadaan pada masa yang akan datang, terutama mengenai analisa permintaan pasar, seperti; pendapat konsumen, pendapat langganan, catatan dan pendapat distributor, catatan penjualan dari perusahaan. Adapun metode metode yang digunakan dalam membuat proyeksi kebutuhan sebagai berikut : metode time series, metode exponential, metode rata-rata sederhana, metode rata-rata bergerak, metode exponential smoothing, standar error dari peramalan dan analis akorelasi. Perencanaan ProduksiUrutan proses produksi harus dituangkan dalam sebuah dokumen yang disebut Rout Sheet (Operation Sheet), yang dituangkan dalam bentuk gambar-gambar dan desain produk, yang kemudian dianalisa bagaimana hubungannya antar komponen yang ada dan bagaimana proses pemasangan (assemblingnya). Dengan demikian rancangan proses produksi terdiri dari desain produk, perencana proses dan pengendalian produksi. Pengendalian ProduksiPrinsip dalam perencanaan dan pengawasan produksi dalam berbagai macam industri tidak banyak berbeda, demikian juga dengan tujuan yang akan dicapainya. Walaupun dalam hal metode, organisasi maupun operasi masing-masing perusahaan akan berbeda. Ada dua type proses produksi terdiri dari ; type produksi untuk persediaan dan type produksi berdasarkan pesanan. Analisa Jalur KritisAnalisa jalur Kritis (Critical Path Metode) merupakan suatu metode analisa yang mampu memberikan informasi, kepada manajer untuk dapat melakukan perencanaan dan pengendalian suatu kegiatan produksi atau proyek yang akan dilaksanakan. Metode jalur kritis ini berusaha untuk menggambarkan jalur-jalur jaringan aliran proses produksi dalam bentuk diagram jalur kegiatan

Page 19: RAMALAN USAHA

proses produksi. Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam menyusun diagram network yaitu harus mengetahui dan menginventarisir kegiatan-kegiatan yang diperlukan, mengetahui urutan kegiatan dalam proses produksi, mencari kegiatan semu, menghitung waktu yang dipergunakan, dan menentukan jalur kritisnya. Pemeliharaan FasilitasFungsi pemeliharaan dan penanganan bahan merupakan dua fungsi pelayanan yang sangat penting dalam kegiatan produksi. Pemeliharaan fasilitas produksi jika dilaksanakan secara teratur akan beroperasi secara efektif. Tanggung jawab pemeliharaan fasilitas biasanya ditugaskan kepada teknisi pabrik, yang berada di bawah kepala teknisi. Jenis-jenis pemeliharaan yaitu pemeliharaan preventif, perbaikan dan pemeliharaan kondisional

Penanganan Bahan (Material Handling)Setiap perusahaan akan terlibat dalam masalah transportasi (pengangkutan) bahan atau penanganan bahan. Karena dalam hal ini akan menyangkut proses pemindahan bahan, pemindahan produk dalam proses dan pemindahan produk jadi. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam penanganan bahan adalah; jalur pengangkutan, sifat obyek yang diangkut, karakteristik bangunan, keadaan ruangan dan kapasitas peralatan. Pembelian material secara teratur akan membawa efek yang positif terhadap proses produksi, misalnya hubungan dengan supplier bahan dapat berlangsung secara berkesinambungan, harga bahan yang dipesan lebih murah, pengurusan pembelian bahan lebih mudah, karena bersifat rutin. Selain itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam proses pengadaan bahan yaitu; standardisasi bahan baku, supplier bahan baku, syarat pembelian, cara penyimpanan, kemasan/pembungkus, dan spesifikasi bahan. Setelah membahas masalah pengadaan bahan, maka suatu hal yang penting mendapat perhatian adalah pengendalian material, terutama masalah pemakaian bahan. Ketidakefisienan pemakaian bahan akan berpengaruh terhadap tingginya harga pokok barang yang dihasilkan. Adapun metode-metode yang digunakan dalam menilai bahan baku terdiri dari: metode FIFO, LIFO, rata-rata, rata-rata bergerak, dan metode standar harga. Pertimbangan untuk membuat atau membeli suku cadang dalam rangka memproduksi suatu barang didasarkan atas pertimbangan teknis dan ekonomis.

Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia Manajemen sumber daya manusia adalah suatu pendekatan terhadap manajemen manusia, yang berdasarkan empat prinsip dasar yaitu; Pertama sumber daya manusia merupakan harta perusahaan yang paling penting, Kedua, peraturan atau kebijakan prosedur yang berkaitan dengan manusia saling berhubungan, Ketiga, kultur perusahaan yang berasal dari kultur sumber daya manusia. Pendekatan manajemen sumber daya manusia meliputi; pendekatan konvensional, pendekatan kompromistis dan pendekatan kontemporer. Fungsi manajemen sumber daya manusia terdiri dari fungsi perencanaan, pengadaan, pengadaan dan pembinaan, dan pemberian kompensasi. Desain dan Analisis Pekerjaan Desain pekerjaan adalah suatu fungsi komplek karena memerlukan pemahaman baik terhadap variabel teknik maupun variabel sosial, jika variabel tersebut diabaikan maka pekerjaan tidak dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Alasan pelaksanaan desain pekerjaan karena: sering terjadi konflik, sifat yang heterogen dari setiap individu, dan perubahan karakter dari setiap individu. Sasaran pokok dari desain pekerjaan untuk: manusia, menentukan kombinasi antara mesin, dan bahan baku yang paling ekonomis.

Page 20: RAMALAN USAHA

Pembinaan Sumber Daya Manusia Pembinaan tenaga kerja (sumber daya manusia) dalam suatu perusahaan, diharapkan dapat menjaga kesinambungan pelaksanaan pekerjaan. Pembinaan karyawan tidak terlepas dari hubungan antara pimpinan dan bawahannya, karena pembinaan ini melibatkan pimpinan sebagai pembina dan karyawan sebagai orang yang dibina. Keteladanan seorang pimpinan merupakan faktor utama dalam membina para karyawannya disamping penguasaan secara umum terhadap berbagai jenis pekerjaan. Pembinaan karyawan suatu perusahaan akan meliputi pembinaan loyalitas, hubungan kerja, moril dan semangat kerja, disiplin kerja dan mental spiritual.

Peranan Persediaan dan Biaya Persediaan Setiap perusahaan baik perusahaan perdagangan maupun perusahaan yang memproduksi suatu barang, memerlukan persediaaan karena pada suatu waktu perusahaan akan dihadapkan kepada permintaan konsumen akan barang atau jasa uang dihasilkannya. Jenis persediaan secara fisik terdiri dari persediaan bahan baku/material, persediaan komponen, persediaan bahan pembantu, persediaan barang dalam proses dan persediaan barang jadi. Sedangkan jenis persediaan berdasarkan fungsinya adalah ; Lot size inventory, fluctuation stock, dan anticipation stock. Istilah persediaan suatu istilah yang menunjukkan segala sesuatu atau sumber daya organisasi yang disimpan dalam rangka mengantisipasi pemenuhan permintaan. Jenis-jenis persediaan termasuk persediaan secara fisik dan persediaan menurut fungsinya, sedangkan fungsi persediaan itu sendiri yaitu fungsi decoupling, fungsi economic lot sizing dan fungsi antisipasi. Jenis biaya yang dikeluarkan dalam persediaan terdiri dari biaya penyimpanan, biaya pemesanan, biaya penyiapan dan biaya kekurangan bahan.

Metode Penilaian dan Pengawasan Persediaan Untuk dapat mengatur tersedianya suatu tingkat persediaan yang optimum yang dapat memenuhi kebutuhan bahan-bahan dalam jumlah, mutu dan pada waktu yang tepat persyaratan diadakannya pengawasan persediaan yaitu untuk menyediakan gudang yang cukup luas sentralisasi kekuasaan, sistem pencatatan, pengawasan mutlak, pemeriksaan fisik, rencana penggantian, dan pengecekan secara efektif. Tujuan dari pengawasan persediaan adalah; menjaga kehabisan persediaan, dan menjaga pembentukan persediaan, dan menjaga pembelian dalam skala kecil.

Arti dan Tujuan Pengawasan Mutu Salah satu faktor penting dalam menunjang keberhasilan perusahaan adalah tingkat mutu produk/jasa yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut. Mutu merupakan suatu sistem yang terdiri dari struktur organisasi, tanggung jawab, prosedur, proses dan sumber daya dalam rangka menerapkan manajemen mutu. Kegiatan yang berkaitan dengan mutu produk meliputi beberapa tahapan yaitu: pemasaran dan riset pasar, disain/spesifikasi rekayasa dan pengembangan produk, pengadaan, perencanaan dan pengembangan proses, produksi, inspeksi, pengetesan dan pengujian, pengemasan dan penyimpanan, penjualan dan distribusi, pemasangan dan operasi, bantuan teknik dan perawatan, pembuangan purna pakai. Setelah menetapkan mutu tertentu dari suatu produk, maka perlu diadakan pengawasan sejauhmana mutu tersebut dapat dipertahankan, agar tidak terjadi ketimpangan yang mengakibatkan konsumen merasa kecewa dengan produk yang telah dibelinya, kalau sudah terjadi ketimpangan maka akan timbul efek yang lebih jauh bagi perusahaan berupa penanggungan biaya beban kerugian untuk jaminan mutu produk, atau efek lain yang sangat

Page 21: RAMALAN USAHA

merugikan perusahaan berupa penurunan volume penjualan yang akan mengurangi profit margin perusahaan secara menyeluruh. Secara terperinci tujuan pengawasan mutu adalah: 1. Agar produk hasil produksi dapat mencapai standar mutu yang telah ditetapkan. 2. Mengusahakan agar biaya pengawasan dapat ditekan seminimal mungkin. 3. Mengusahakan agar biaya disain dari produk dan proses dengan menggunakan mutu produksi tertentu dapat diperkecil. 4. Mengusahakan agar biaya produksi dapat ditekan serendah mungkin.

Peranan Standardisasi dalam Manajemen MutuStandardisasi didefinisikan sebagai proses merumuskan, merevisi, menetapkan dan menerapkan standar yang dilaksanakan secara tertib dan atas kerjasama dengan semua pihak. Sedangkan standar adalah spesifikasi teknis atau sesuatu yang dibakukan, disusun berdasarkan konsensus semua pihak yang terkait dengan memperhatikan syarat-syarat kesehatan, keselamatan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pengalaman. Peranan standardisasi dalam menunjang manajemen mutu sangat besar, terutama untuk mencapai mutu yang telah ditetapkan secara konsisten. Standardisasi meliputi pengkajian sistem mutu perusahaan dan standar internasional tentang mutu yang dikenal dengan nama ISO seri. 9000.

Teknik dan Alat Pengawasan MutuPengawasan mutu dapat dilakukan melalui tiga cara yaitu inspeksi, pemberian keterangan dan penyelidikan (inspect, inform and investigate). Kegiatan inspeksi dapat dilakukan dengan membuat contoh dan mengukur atau menilai. Kegiatan pemberian keterangan memerlukan kegiatan pencatatan, penyingkatan, mempertunjukkan dan memberi komentar bahkan mungkin perlu memutuskan untuk mengambil tindakan yang dibutuhkan, dan untuk memberitahukan jaminan, serta peringatan yang diperlukan. Kegiatan penyelidikan membutuhkan penganalisisan catatan dan memimpin percobaan di laboratorium. Hal-hal yang mempengaruhi derajat pengawasan mutu misalnya; kemampuan proses, spesifikasi yang berlaku, apkiran/scrap yang dapat diterima dan kegiatan produksi yang ekonomis. Alat pengawasan mutu yang biasa dilakukan yaitu metode statistik melalui pengambilan sampel secara teratur, pemeriksaan karakteristik, pemeriksaan derajat penyimpangan, dan penggunaan tabel kontrol (control chart).

Pelaksanaan Pengawasan Mutu dan Syarat PengukuranKegiatan pengawasan mutu yang intensif akan menyangkut pengawasan bahan baku dan komponen-komponen produk, proses produksi dan produk akhir. Pengawasan mutu tidak hanya berlaku pada produksi manufacturing tetapi berlaku juga bagi produksi jasa, seperti Rumah Sakit. Travel dan Perbankan. Pelaksanaan pengawasan mutu meliputi aspek pengukuran dan aspek penilaian. Sedangkan pengukuran pelaksanaan pengawasan mutu harus melalui 3 syarat utama yaitu; ketepatan (validitas) dapat diandalkan (Reliabilitas) dan kepraktisan.

Pengertian Industri KecilUsaha kecil membuat produk yang khusus, unik dan spesial agar tidak bersaing dengan usaha besar, daerah pemasaran dari usaha kecil tidak terlalu luas sehinga konsumennya dapat betul-betul dikuasai dan dengan modal yang terbatas perusahaan kecil yang sukses bersifat luwes dan sering menghasilkan inovasi-inovasi. Dengan ukurannya yang kecil sering mengabaikan prinsip operasi usaha, akibatnya kebijakan perusahaan dibuat berdasarkan perkiraan, kebiasaan dan naluri.

Page 22: RAMALAN USAHA

Hambatan-hambatan yang dijumpai pada usaha kecil dan tidak sedikit menimbulkan kegagalan dikarenakan masalah manajemen, keuangan, administrasi pembukuan dan pemasaran.

Sistem Pemasaran, Perencanaan Produksi dan Pengembangan UsahaPengusaha kecil dalam mengelola pemasarannya, mengandalkan kebiasaan-kebiasaan yang bersifat naluriah dan perkiraan. Persaingan semakin ketat oleh karena itu pengelolaan pemasaran harus didasarkan atas fakta-fakta yang nyata dan data-data yang memadai. Sistem pemasaran pada perusahaan kecil akan menyangkut masalah; kebijakan produk, pengemasan produk dan kebijakan harga. Pola penyerahan barang dari pihak penjual kepada pembeli melalui beberapa cara diantaranya: Loko gudang, Eks gudang, Frangko, Free on board (FOB), Free On Rail (FOR). Cost and Freight (C & F) Free Along Side Ship (FAS) dan Cost Insurance and Freight (CIF). Kegiatan sistem pemasaran pada perusahaan kecil yaitu perlu adanya promosi dengan berbagai cara misalnya: potongan harga, penjualan kredit, pemberian contoh barang, pameran- pameran, undian dan pemberian kupon, periklanan dan menjadi sponsor dalam kegiatan kemasyarakatan. Pengembangan usaha kecil dapat melalui penetrasi pasar, perluasan pasar, pengembangan produk dan diversifikasi produk.

Sistem Administrasi dan PembukuanSetiap perusahaan baik yang berskala besar, maupun kecil dalam melakukan kegiatan usahanya memerlukan beberapa catatan/pembukuan untuk menulis berbagai fenomena yang terjadi pada perusahaan tersebut, bentuk dan model catatannya bermacam-macam, tetapi pada prinsipnya catatan tersebut rapi, tertib, sistematik dan sederhana sehingga mudah diperiksa dan dikendalikan. Dalam proses pencatatan semua aktivitas perusahaan, perlu adanya pengelompokan kegiatan tersebut menurut jenis kegiatannya. Pembukuan dalam perusahaan biasanya dikaitkan dengan catatan keuangan perusahaan, dan catatan yang baik merupakan landasan bagi pengelolaan keuangan. Data yang dicatat tergantung kepada jenis dan kegiatan usaha serta informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan, dimana setiap proses pencatatan dimulai dengan daftar inventaris, buku harian, selanjutnya membuat laporan keuangan yang berbentuk Neraca dan Laporan Rugi Laba.

Analisis Keuangan Industri KecilPengendalian keuangan industri kecil pada umumnya tidak memiliki pedoman secara terperinci, hal ini merupakan salah satu kelemahan pengelolaan keuangan industri kecil, sehingga industri kecil akan menghadapi berbagai kesulitan, misalnya mengenai proses pengajuan kredit kepada pihak perbankan, karena tidak didukung oleh sistem pembukuan yang tertib dan teratur. Kunci utama dalam mengelola sistem keuangan industri kecil adalah pembukuan dan administrasi yang tertib dan terarah secara tepat, hal ini didukung pula oleh berbagai bukti yang jelas seperti kuitansi dan berbagai jenis faktur. Selain itu perusahaan kecil sebelum memutuskan untuk menggunakan dana dalam berbagai aktivitas perusahaan, perlu dibuatkan sebuah anggaran atau budget dalam jangka pendek, di dalamnya terdapat rencana pendapatan, pengeluaran dan berbagai bentuk, pembiayaan. Tahap akhir dari pengelolaan sistem keuangan yaitu penyusunan laporan keuangan dalam bentuk itu neraca dan laporan rugi laba. Dari laporan keuangan tersebut dapat dibuat analisis rasio yang dibutuhkan oleh perusahaan dalam proses pengambilan keputusan.

Page 23: RAMALAN USAHA

Pengertian Data, Informasi dan Tek. InformasiData • Data adalah fakta berupa angka, karakter, symbol, gambar, tanda-tanda, isyarat, tulisan, suara, bunyi yang merepresentasikan keadaan sebenarnya yang selanjutnya digunakan sebagai masukan suatu Sistem Informasi. • Data adalah deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi (data is the description of things and events that we face). • Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata • Data adalah bahan yang akan diolah/diproses berupa angka-angka, huruf-huruf, symbol-simbol, kata-kata yang akan menunjukkan situasi dan lain lain yang berdiri sendiri • Dalam bahasa sehari-hari data adalah fakta tersurat (dalam bentuk catatan atau tulisan) tentang suatu obyek. • Dalam dunia komputer data adalah segala sesuatu yang dapat disimpan dalam memori menurut format tertentu • Data adalah fakta yang sudah ditulis dalam bentuk catatan atau direkam ke dalam berbagai bentuk media 8. Data merupakan komponen dasar dari informasi yang akan diproses lebih lanjut untuk menghasilkan informasiInformasi • Informasi adalah data hasil pengolahan Sistem Informasi yang bermanfaat bagi penggunanya. • Infomasi adalah hasil proses atau hasil pengolahan data meliputi : Hasil gabungan, hasil analisa, hasil penyimpulan, dan hasil pengolahan system informasi komputerisasi • Informasi adalah segala sesuatu yang ditampilkan oleh komputer dalam sebuah media penampil tersebut diatas, biasanya sebagai hasil dari sebuah proses komputasi. • Informasi adalah fakta tersembunyi dibalik himpunan fakta yang sudah dicatat, dan baru diketemukan sesudah diolah atau dicerna • Informasi adalah fakta tersirat yang muncul dalam benak teknisi itu sesudah mencermati dan mengolahnya dengan tertib, berdasarkan model yang diyakini sebagai hal yang benar ada dalam keseluruhan persoalan tersebut

Teknologi Informasi• Teknologi Informasi adalah suatu teknik atau cara Elektronik untuk mengumpulkan, menyiapkan, menyimpan, memproses, mengumumkan, menganalisa, dan menyebarkan informasi.• Teknologi informasi adalah hasil rekayasa manusia terhadap proses penyampaian informasi dari pengirim ke penerima sehingga: lebih cepat, lebih luas sebarannya dan lebih lama penyimpanannya.• Menurut Williams dan Sawyer (2003). Teknologi Informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi yang membawa data, suara ataupun video.• Teknologi informasi adalah bagian dari media yang digunakan untuk menyampaikan pesan ilmu pada orang banyak, mulai dari teknologi percetakan beberapa abad yang lalu, seperti buku yang dicetak, hingga media telekomunikasi seperti, suara yang direkam pada kaset, video, TV, dan CD.• Teknologi informasi adalah suatu sarana/piranti yang digunakan dalam pengolahan laporan dengan mendayagunakan keahlian (brainware), piranti lunak (software), piranti keras (hardware) yang dioperasikan dengan prosedur tertentu.• Teknologi informasi adalah suatu sarana/piranti yang digunakan dalam pengolahan laporan dengan mendayagunakan keahlian (brainware), piranti lunak (software), piranti keras (hardware)

Page 24: RAMALAN USAHA

yang dioperasikan dengan prosedur tertentu.

A. Jenis Data Menurut Cara Memperolehnya1. Data PrimerData primer adalah secara langsung diambil dari objek / obyek penelitian oleh peneliti perorangan maupun organisasi. Contoh : Mewawancarai langsung penonton bioskop 21 untuk meneliti preferensi konsumen bioskop.2. Data SekunderData sekunder adalah data yang didapat tidak secara langsung dari objek penelitian.