ramalan nasib

of 147 /147
8/12/2019 Ramalan Nasib http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 1/147

Upload: aariefmadromi

Post on 03-Jun-2018

290 views

Category:

Documents


2 download

TRANSCRIPT

Page 1: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 1/147

Page 2: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 2/147

Page 3: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 3/147

Buddha hidup Lian Sheng bernama Sheng-yen Lu, lahir di belakang

danau di Chiayi, Taiwan pada tahun 1945. Beliau adalah lulusan dari

Fakultas Geodesi Zhong-zheng jurusan geodesi. Beliau telah menulis

karya sastra di surat kabar semasa duduk di SMA. Sifat Buddha hidup

ramah dan menjunjung tinggi alam, setelah berusia 50 tahun Beliau telah

 belajar melukis lukisan Tiongkok, karya lukisan beliau begitu hebat,

 beliaupun pernah menggelar lebih dari 10 kali pameran lukisan, karya

lukis Beliau juga terpilih dan dimuat di majalah berpengaruh, “ Seni

Rupa Tiongkok”.

Page 4: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 4/147

Buddha Hidup Lian Sheng menduduki posisi international yang

terhormat, karya tulis Beliau juga mendapatkan penghargaan dari

mantan presiden A.S, Bill Clinton, mantan gubernur Washington D.C,

Mike Lowry, dan tokoh-tokoh terkenal lainnya; sebab isi tulisan Beliautidak hanya dapat memulihkan kesedihan manusia, tetapi juga dapat

meningkatkan spiritual bahkan mengubah nasib.

Kehidupan dari Buddha Hidup Lian Sheng sangat ajaib, semasa muda

Beliau adalah seorang penganut kristiani yang saleh. Pada usia 25 tahun,

mata batin Beliau dibuka oleh Maha Dewi Yao chi dan Beliau melihatTrini Arya dari Sukhavatiloka muncul di angkasa dan berpesan pada

Beliau agar membabarkan Dharma dan memberikan kebaikan kepada

segenap makhluk hidup.Setelah itu,Tuan Sanshan Jiuhou setiap malam

mengajar-kan Dharma selama 3 tahun.Belakangan Beliau menemukan

seorang guru generasi ke-14 dari aliran Qing-Cheng, Taois Qing Zhen

(Bhante Liao-ming) di Gunung Jiji, Taichung. Dengan Guru inilah,Beliau belajar Tao dan Tantra, serta fengshui dan ramalan wangsit, dan

uga menjadi penerus generasi ke-15 dengan nama Taois Xuan-he.

Demi membuka simpul keragu-raguan dalam hatinya, Buddha Hidup

Lian-sheng mendalami Buddhadharma. Mulai tahun 1970, Beliau

 berguru pada guru-guru dari aliran Mahayana seperti Y.M.Yin-shun,Y.M. Le-guo, Y.M. Dao-an. Pada tahun 1972, Beliau menerima

Bodhisattva-sila di Vihara Bishanyan, Nantou.

Setelah tahun 1981, Beliau berguru kepada guru-guru dari empat sekte

 besar dari tradisi Tantra Tibet:

1. Sekte Nyingmapa ( sekte merah )

Beliau mendapatkan mudra hati silsilah dan abhiseka dari bhante Liao-

ming. Barang bukti silsilah ada: Vajra gentha dan dorje berukuran kecil

yang digunakan oleh Guru Norna dari Sekte Nyingmapa, pusaka Kotak 

Page 5: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 5/147

Manjhusri dari Istana Potala Tibet, dan lain sebagainya.

2. Sekte Kargyupa ( sekte putih )

Beliau menerima Abhiseka Panca Budhha dari Gyalwa Karmapa ke-16.

Barang bukti silsilah ada: japamala kristal putih yang di pakai olehGyalwa Karmapa,botol pusaka dari vihara di Tibet, dan lain

sebagainya.

3. Sekte Sakyapa (sekte variasi )

Beliau memperoleh Abhiseka Mahaparipurna Prajna dan Abhiseka

Acarya dari Lama Sakya Zheng Kong. Barang bukti silsilsh ada: pratimaSakyamuni Budhha, setempel giok Singa Gunung Es,Teratai, Ceret

Giok, Vajra Pasa ( tali ) yang telah lama digunakan oleh Lama.

4. Sekte Gelugpa ( sekte kuning )

Beliau memperoleh Abhiseka AnuttarayogaTantara dari guru Thbuten

Dargye. barang bukti silsilah ada: pratima Vajrapani Bodhisattva yangterbuat dari tanah liat, dan Kalachakara Vajra dari emas dari Kanjurwa

Khautughtu Rinpoche; Dharmacakra batu permata,Ghanta dan Dorje

dari emas,Phur-bu Thrimukha Vajra, jubah Simha Dharmaraja dan

kalung 108 buah Dorje emas,dan lain sebagainya.

Buddha Hidup Lian Sheng pernah menganut berbagai Agama, sepertiagama:

Kristen, Agama Tao,dan Agama Mahayana. Waktu itu dengan ramalan

wangsit,reputasi beliau tersohor sampai ke Asia Tenggara, bahkan

kepala Negara dari satu Negara pernah datang berkonsultasi secara

rahasia; belakangan karena banyak orang berdatangan siang dan malamsehingga mengganggu ketenangan keluarga beliau, lewat petunjuk dari

MAHA DEWI YAOCHI, Beliau akhirnya imigrasi ke Seattle,A.S.

Di Seattle, Budhha Hidup Lian-sheng tekun berlatih dharma Tantra dan

Page 6: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 6/147

memperoleh keberhasilan. Beliau juga meniup sangkakala Dharma dan

menabuh tambur Dharma dengan membangun vihara perintis di Negara

 barat, Ling Shen Ching Tze di Seattle. Semenjak itu aliran Cen fo cong

di babarkan ke seluruh dunia dan siswa yang berguru pada beliau di

seluruh dunia hingga saat ini hampir mencapai 6 juta orang. Dan juga banyak rinpoche dari Tibet yang berguru pada beliau,misalnya: mantan

ketua parlemen Tibet,Kasur Jigme L. Rinpoche,Tuten Gyatso

Rinpoche,Tsampa Rinpoche, dan lain-lain.

Oleh karena itu, aliran Cen fo cong adalah aliran baru yang

menggabungkan intisari dari Taoisme, Mahayana, dan Tantrayanamenjadi satu kesatuan. Aliran Cen fo cong juga merupakan metode

 pene-kunan zaman modern, namun tidak kehilangan nuansa khas dari

Agama Buddha tradisional; dalam aspek membebaskan para insan,

aliran Zhen fozong telah berbaur dengan banyak Ilmu-ilmu Taosime, fu,

ramalan wangsit, fengshui, tolak bala, sadhana dewa rejeki, dan berbagai

sadhana keduniawan lainnya dengan tujuan agar para insan terbebas darikerisauan dan kesulitan, sehingga tujuan membebaskan para insan

melalui cara “ menuntun setiap manusia untuk menyelami

kebijaksanaan Buddha dengan terlebih dahulu menarik manusia lewat

hasratnya “ dapat tercapai. Supaya para insan yang baru mulai

menganut Agama Buddha dapat berlatih Buddhadharma walau dalam

kondisi masih mempunyai hasrat, untuk selanjutnya mencapai pencerahan, membuang kesera-kahan, dapat mengendalikan hidup dan

mati sendiri, dan mencapai ke Buddhaan.

Padma Freddy

Page 7: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 7/147

01. Menurunkan Papan Nama Guru Lu

Ada sepasang suami istri dari kalangan pengusaha besar yang hidup

makmur, suka berderma, sering berdonasi untuk keperluan perbaikan

alan, membangun jembatan, menolong kaum papah, dan menyumbang

tanah berukuran besar kepada perkumpulan sosial. Suami istri yang

amat sosial dan sudah paruh baya ini punya masalah yang mengganjal di

hati, yakni belum mempunyai keturunan.

Suami istri ini telah banyak berbuat kebajikan, sering berdoa di kuil atau

vihara, sering memohon petunjuk kepada orang pintar, juga sudahsekian kali memeriksakan diri ke dokter, tetapi hasilnya tetap nihil.

Suatu hari, melalui rekomendasi seseorang, suami istri ini datang mene-

mui Guru Lu.

Mereka bertanya, "Apakah bakal punya keturunan?"

Saya menekan puncak kepala, lewat cahaya suci yang muncul, saya

segera tahu jawabannya dan berkata, "Berkat Yang di Atas, berkat Para

Buddha dan Dewa, kalian bakal punya anak, dua putra."

Mereka bertanya, "Kapan bakal punya anak?"

"Hanya Yang di Atas Mahatahu."

Mereka menjadi gelisah, "Sebenarnya kapan?"

Saya menjawab, "Sudah punya."

Mereka berdua saling menatap kebingungan. Lalu si istri berkata, "GuruLu bicara sembarangan, kami belum punya keturunan malah dikata

sudah punya. Saya akan menurunkan papan nama Anda."

Saya berkata, "Boleh saja."

Page 8: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 8/147

Si suami terdiam, tampak geram, lalu menarik istrinya meninggalkan

tempat. Si istri masih bergumam, "Jaman sekarang banyak penipu."

Konon si istri kemudian mulai menyebarkan gosip di luaran, "Ramalan

Guru Lu sudah tidak akurat, bicara sembarangan, tukang bohong."

* * *

Lima tahun kemudian, pengusaha itu tiba-tiba meninggal dunia.

Seorang wanita muda membawa sepasang anak kembar laki-laki berusia

tujuh tahun muncul memperebutkan harta peninggalan.

Melalui hasil pemeriksaan DNA, sepasang anak kembar itu terbukti

adalah putra dari pengusaha itu.

Saya sempat mengetahui berita tersebut. Namun, saya diam saja.

Suatu hari, saya mengajak keluarga makan bersama di sebuah restoransambil mengobrol santai.

Biasanya saya yang mentraktir pada acara makan bersama keluarga.

Usai makan, saat saya hendak membayar, si kasir berkata, "Sudah

dilunasi seseorang. Orang ini mengatakan bahwa dia berutang kepada

Anda. la baru saja meninggalkan tempat."

Saya buru-buru keluar. Dari kejauhan, saya melihat seorang nyonya

 berbalik badan beranjali kepada saya, lalu melangkah jauh.

Ternyata dia adalah istri pengusaha besar itu. Dia sangat tahu diri.

Suatu hari, seorang umat menyerahkan selembar kartu nama kepada

saya, di atasnya tertulis kalimat sebagai berikut: Diam-diam telah

 bersarana Kini tekun bertobat Jawaban akurat Terbukti di kemudian

hari

Page 9: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 9/147

Dulu, istri pengusaha besar itu memaki saya sampai habis-habisan.

Kini, malah bersarana kepada saya, bertobat atas kesalahannya yang

dulu, dan tekun melatih Sadhana Tantra. Selain itu, ia juga berdonasi dan

menjadi tenaga sukarela. Sebait gatha dari saya berbunyi sebagai berikut:

Ramalan yang akurat Tanpa suka tanpa galau Membina sesama tekun bersadhana Menuju keberhasilan.

Page 10: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 10/147

02. Tragedi Keluarga

Dari sekian banyak kasus konsultasi yang saya layani, pernah juga yang

awabannya berupa teka-teki, seperti berikut ini:

Seorang bapak mengajak putranya datang untuk berkonsultasi.

Bapak ini adalah seorang anggota lembaga penelitian berpangkat tinggi

yang berusia sekitar 50 tahun, wajahnya tampak penuh kekhawatiran.

Putranya berusia 20 tahun lebih, baru saja lulus kuliah, ekspresi wajah-

nya tampak aneh.

Saya sulit melukiskan ekspresi wajahnya yang aneh, sepertinya

 berwatak penuh siasat, namun bersikap masa bodoh. Bapak ini

 bermaksud mena-nyakan nasib mereka berdua. Lewat cahaya suci di

kepala, saya segera mengetahui segalanya tentang mereka. Saya sempat

 berdesah, lalu menuturkan sebait gatha:

Angin menerpa daun kering Pasir menerjang bak hujan Kitab kuno

 penuh rayap Bapak ini berkata, "Tidak mengerti." Saya berkata,

"Sebaiknya tidak mengerti." "Mohon Guru Lu memberitahukan masa

depan kami berdua."

"Nanti pada tanggal 9 bulan 9 penanggalan lunar akan saya beritahu."

"M engapa demikian? Mengapa tidak dikatakan sekarang saja? Tanggal 9

 bulan 9 masih satu bulan lagi!"

Saya kembali berdesah, "Bulan depan akan tahu jawabannya."

"Masih teka-teki?" "Betul, teka-teki."

Benar saja, pada tanggal 9 bulan 9 penanggalan lunar, baik koran mau-

 pun liputan televisi pagi hari itu memberitakan sebuah Tragedi

Keluarga, sebagai berikut:

Page 11: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 11/147

Seorang pria membacok ayah sendiri sebanyak 39 kali. Bacokan yang

mematikan pada pembuluh darah di tengorokan, sungguh mengenaskan.

Berita ini mengenai kejadian yang terjadi pada bapak dan putranya ini

 pada pagi hari tepat tanggal 9 bulan 9 penanggalan lunar. Meskipun

saya sudah ketahui sebelumnya, tetapi saya masih juga merasa prihatin!

Saya memang meninggalkan sebuah teka-teki atas diri bapak dan

 putranya ini yang jawabannya baru akan terkuak pada tanggal 9 bulan 9

 penanggalan lunar.

Jalinan karma mereka sebagai berikut:

Pada kehidupan yang lampau, mereka berdua ini adalah sahabat karib

yang sama-sama bekerja di sebuah perusahaan besar. Namun karena

 persaingan demi memperebutkan posisi jabatan tinggi, mereka pun

menjadi musuh yang sering bertikai untuk saling menjatuhkan.

Hubungan dari kawan menjadi lawan ini semakin hari semakin parah.

Suatu hari, salah satu dari mereka tak kuasa menahan amarah dalam hati,

sehingga tega membakar rumah tinggal lawannya.

Amukan api yang tak mengenal ampun ini melampiaskan hati yang

murka. Si jago merah malahap habis seluruh isi rumah, termasuk 

 penghuni yang sedang tertidur lelap.

Mobil pemadam kebakaran tiba, namun, tak mampu membangunkan

lagi orang yang sudah menjadi abu dalam ketiduran.

Inilah hubungan mereka berdua kini, yang mati kebakaran terlahir 

sebagai putra dari bapak yang menyulut api di kehidupan lampau. Anak ini tanpa alasan selalu menaruh rasa dendam terhadap bapaknya.

Akhirnya, pada suatu pertengkaran, ia membacok mati bapaknya

dengan 39 kali bacokan. Sungguh sebuah dendam kesumat yang tiada

akhir.

Page 12: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 12/147

Wahai, manusia:

Hukum karma sungguh menakutkan Paling tabu terdorong rasa murka

Mematikan nyawa tidak mudah Mati karena karma tak ada yang sulit

Manusia jaman sekarang mudah terpancing emosi, lantas baku hantam

dan terjalinlah ikatan dendam. Sering terjadi tawuran antar-

kelompokyang saling membacok. Ada pula yang membunuh karena

menagih utang uang pinjaman, utang harta, utang cinta...semua ini

merupakan kondisi dari karma dan samsara. Sebagai seorang sadhaka

hendaknya mewaspadai.

Page 13: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 13/147

03. Mengatasi Setan Mimpi Buruk 

Suatu ketika, usai memenuhi undangan seorang tuan rumah untuk 

mengamati fengshui rumahnya, saya duduk santai di ruang tamu rumah

tinggalnya.

Tuan rumah itu mengeluarkan daun teh harum untuk diseduh. Lalu ia

memanggil putranya. Seorang anak lelaki keluar dari ruang tidur,

langkahnya seperti zombie, berwajah pucat, bertubuh kurus kering,

sepasang mata tampak tidak ada cahaya, seperti orang yang kehilangan

roh.

Tuan rumah itu berkata kepada anaknya, "Beri salam kepada Guru Lu!"

Anak itu berkata, "Salam sejahtera, Guru Lu." Lalu melangkah menuju

kamar tidurnya.

Tuan rumah itu berdesah, lalu berkata, "Saya tidak mengerti apa yang

telah terjadi pada diri anak saya ini, dulu dia tidak begitu. Dulu dia

selalu ranking kelas, jago olahraga, penurut. Coba lihat, sekarang dia

 berubah menjadi begini, hanya mengurung diri di kamar tidur, sama

sekali tidak ada kegiatan."

"Autis?" tanya saya.

"Mirip Autis, tetapi bukan."

"Apakah dia menggandrungi permainan komputer?" saya coba

menebak.

"Tidak juga."

"Lalu apa yang dikerjakannya di kamar?"

"Tidur."

Page 14: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 14/147

"Apa? Malam hari tidur, siang hari tidur lagi? Bukankah ini Penyakit

Tidur?"

Tuan rumah itu berkata, "Sudah diperiksakan ke dokter, namun dokter 

tidak menemukan penyebabnya. Begitu juga dengan meminta petunjuk 

Dewa, pun tidak membawa hasil. Mohon Guru Lu berkenan memeriksa

apakah ada yang tidak beres dengan rumah tinggal ini?"

Saya mengatakan bahwa fengshui rumah ini lumayan bagus.

Tuan rumah itu berkata, "Konon Guru Lu sangat lihai menangani

 berbagai penyakit aneh, sudikah Guru Lu mencari jalan keluar untuk anak saya ini?"

Saya bercanda, "Saya cuma seorang amatir."

Saya menekan cahaya suci, melalui mata batin, saya melihat seorang

gadis ayu yang berwajah putih bertubuh ramping dalam senyuman

manis menghampiri saya dengan seribu gaya mempesona.

la beranjali kepada saya dan berkata, "Guru Lu, kiranya sudi

memaklumi saya, sekali ini saja. Saya mati tenggelam, saya butuh hawa

yang dari anak muda ini untuk mempertahankan hidup."

Saya menganggukkan kepala, dan memakluminya, lalu bertanyakepadanya, "Kamu setiap malam mencuri hawa yang anak ini?"

"Benar."

"Saya tidak bermaksud mempersulit kamu. Namun, saya mesti

memenuhi permintaan tuan rumah ini. Bagaimana sebaiknya?"

la berkata, "Saya sadar bahwa Guru Lu punya tiga amanat suci. Saya

tidak mampu melawan, mohon Guru Lu membiarkan saya hidup. Saya

minta dengan tulus."

Page 15: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 15/147

Tiba-tiba saya mendapat ilham, "Di halaman belakang Vihara

Vajragarbha Seattle terdapat sebatang pohon. Kamu boleh menempel di

sana. Lepaskanlah putra tuan rumah ini."

Gadis itu tersenyum dan berkata, "Siap!" lalu melesat jauh dalam wujud

asap.

* * *

Di kemudian hari, putra tuan rumah itu sehat kembali dan suka

 bersenda gurau seperti dahulu kala.

Celakanya, pohon besar di sisi naga Vihara Vajragarbha Seattle semakin

hari semakin menguning dan layu, sungguh dahsyat.

Sebait gatha sebagai berikut: Unik sungguh unik 

Satya Buddha lahir memberi petunjuk Dharma bak kabut tak 

terbelenggu Saya si Bhiksu tua hanya tersenyum.

Page 16: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 16/147

04. Pencopet pun Minta Konsultasi

Suatu hari, seorang pencopet datang berkonsultasi. Raut wajah

 pencopet ini berbentuk segi tiga, tampak, merana, penuh keriput,

 berkuping kecil, berhidung mancung, sepasang matanya cukup

 bercahaya. Pencopet ini pasti suka bergadang, tampak kurang tidur.

Begitu melihat penampilan orang seperti ini, sepintas mengamati

melalui cahaya suci, saya segera tahu segala hal tentang dirinya.

la menyodorkan secarik kertas yang bertulisan "nasib".

Saya menjawab, "Makan tidak perlu bayar!"

la berkata, "Di dunia ini mana ada makan yang tidak perlu bayar?"

Saya jawab, "Makan di penjara."

la berkata, "Kita tidak membicarakan hal ini. Saya mohon petunjuk 

tentang nasib."

"Kamu mau dengar perkataan yang jujur?"

"Apa bedanya?"

"Secara jujur, kamu seorang terhina; secara basa-basi, kamu adalah

seorang sejati."

"Saya tidak paham maksud Anda."

"Benarkah kamu ingin saya berkata terus terang?"

"Terus terang saja, saya tidak takut."

Saya berterus terang, "Secara jujur, kamu adalah seorang pencopet;

secara basa-basi, kamu adalah seorang sejati yang lihai memanjat

Page 17: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 17/147

genteng."

Pencopet ini berdiri, dengan marah ia berkata, "Punya bukti?"

Saya berkata, "Kamu telah mencuri tiga buah arloji Rolex untuk digadai.

Di saku celana kamu ada selembar nota penggadaian."

Muka pencopet ini segera memerah, lalu bertanya, "Bagaimana Anda

 bisa tahu?"

Saya jawab, "Saya ini seorang Buddha Hidup, tahu semuanya."

"Apa lagi yang Anda ketahui?"

"Tempo hari kamu pernah datang kemari. Kamu mencuri tiga buah

gandulan emas Mahadewi Yaochi. Kamu harus mengembalikannya."

Pencopet ini berkata, "Anda sungguh akurat, saya memang salut."

Saya coba mendidik dia, "Kamu penganut agama Buddha?"

"Betul."

"Seorang penganut agama Buddha harus taat pada Pancasila Buddhis,

yaitu tidak bunuh, tidak curi, tidak cabul, tidak dusta, dan tidak mabuk-

mabukan. Kamu telah melanggar lima sila ini, apalagi mencuri, mana

 pantas disebut penganut agama Buddha?"

Mukanya tampak memerah, dengan malu-malu ia berkata, "Orangtua

saya penganut agama Buddha, tentu saya juga penganut agama Buddha.

Saya tidak tahu bahwa agama Buddha begitu banyak peraturan."

Saya berkata, "Mulai sekarang, jalanilah hidup dalam lembaran baru."

la memohon, "Saya sungguh ingin mengetahui nasibku."

Saya menjawab dengan sebait gatha: ,

Page 18: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 18/147

Page 19: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 19/147

05. Ketemu Seorang Penguji

Sekawanan orang datang ke tempatku.

Yang berdiri paling depan adalah seorang pria berperawakan tinggi besar yang mengenakan setelan jas dengan sepatu kulit mengkilap, alisnya

cukup panjang, matanya besar dan bercahaya, bermulut lebar.

Yang berdiri di belakangnya rata-rata berusia tigapuluhan, serba setelan

as, tampaknya mereka semua dari kalangan berkelas.

Bos yang berdiri paling depan mengambil tempat duduk, yang lain

 berdiri di belakangnya.

Bos ini bertanya, "Apakah Anda seorang Buddha Hidup?"

"Benar," jawabku.

"Konon hasil prediksi Anda sangat akurat, maka kami datang ke mari

hendak memohon petunjuk kepada Buddha Hidup tentang keberadaan

seseorang, apakah nyawanya masih bisa bertahan?"

Bos ini menuliskan nama seseorang lengkap dengan alamat tempat

tinggal dan tanggal lahirnya di secarik kertas, lalu menyodorkannya ke

hadapan saya.

Orang yang dimaksud bernama Zhao Wen, berusia 70 tahun.

Saya mencari tahu dengan hitungan jari. Saya sempat ragu, lalu berkata,

"Orang ini jelas sudah mati, mengapa Anda masih menanyakan apakah

ia masih bisa hidup?"

Bos ini berkata, "Akurat. Saya ingin menguji Anda, mengapa orang ini

 bisa mati?"

Page 20: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 20/147

Saya berpikir pada usianya yang tujuhpuluh, jangan-jangan ia meninggal

karena sakit. Namun, hasil prediksi saya bukan demikian, lalu saya

menjawab, "Mati bunuh diri,"

Bos ini dan teman-temannya saling memandang, lalu menganggukkan

kepala dan kembali bertanya, "Bagaimana cara ia bunuh diri?"

"Saya melihat sebuah kereta api melintas dalam kecepatan tinggi, ia

merebahkan diri di rel kereta api."

"Tepat sekali," sahut Bos ini, "saya adalah seorang dokter forensik,

mereka ini adalah jaksa dan bagian berita acara. Saya dengar Anda adalahseorang Buddha Hidup sejati, sehingga usai memeriksa jenazah langsung

menuju ke sini untuk menguji Anda. Kini kami dapat membuktikan

 prediksi Anda memang sangat akurat, kami percaya Anda memang

seorang Buddha Hidup sejati, kami salut,"

Usai berkata, mereka siap-siap meninggalkan tempat.

Saya berkata, 'Tunggu sebentar!"

"Ada perlu apa?"

"Mana amplop merahnya?"

Dokter ini tertawa, lalu meninggalkan amplop merah berisi 500 dolar.

Saya berkata kepadanya, "Berkat amplop ini, saya bersedia

memberitahu Anda satu hal, kemarilah, saya akan membisiki Anda."

Dokter ini pun mendekatkan kupingnya.

"Jadilah seorang dokter forensik yang bijak, tidak baik berselingkuh

dengan seorang dokter forensik wanita...."

Wajah dokter ini memerah, sebelum meninggalkan tempat, ia berkata,

Page 21: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 21/147

"Lain hari saya akan datang minta petunjuk."

 Namun dokter ini sama sekali tidak kembali menemui saya, padahal

saya bermaksud menolongnya.

Di kemudian hari, peristiwa perselingkuhan kedua dokter forensik ini

terkuak, cukup heboh.

Dokter pria ini kehilangan jabatannya, begitu pula dengan dokter wanita

itu, juga kehilangan jabatan.

Mereka berdua saling mendakwa.

Suatu ketika saat saya berada di Taiwan, saya melihat dokter forensik 

 pria itu sedang menikmati susu kacang kedele di sebuah kedai,

 pakaiannya kusam dan tampangnya kumuh mirip; seorang pengemis.

Saya dapat mengenalinya, tetapi ia sudah tidak dapat mengenali saya.

Sebait gatha sebagai berikut:

Waktu mempercepat usia terkuras

Janganlah berlebihan menuntut harta

Pada akhirnya juga terkubur di tanah pemakaman

Masa muda tak mungkin dibeli dengan emas

Syair ini berbicara tentang upaya pemburuan harta dan tahta yang pada

akhirnya tetap kosong belaka. Bukankah banyak orang yang tidak sadar 

 bahwa rindu dan kasih juga sebuah mimpi belaka? Begitu pula denganwanita.

Page 22: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 22/147

06. Tidak Menghadiri Upacara

Pernikahan

Seorang umat alim menyodorkan selembar Undangan Pernikahan beserta dana bhakti, dan memohon kepada saya agar memastikan diri

 berkenan menghadiri upacara pernikahannya.

Selama ini umat alim tersebut sangat menghormati saya. la menghendaki

saya menghadiri upacara pernikahannya untuk memberi pemberkatan,

rasanya saya tidak ada alasan untuk tidak hadir.

la memohon dengan sangat, "Guru mesti meluangkan waktu hadir untuk 

memberi pemberkatan."

Saya menganggukkan kepala.

Tiba-tiba sebuah pertanda muncul, saya coba meramal lewat cahayasuci. Celaka! Hatiku tersentak, bagaimana baiknya?

Saya sempat 'melihat' kehidupan lampau umat tersebut.

Pada kehidupan lampau, umat alim ini adalah istri pertama seorang

hartawan. Karena sifatnya yang pencemburu, ia pun selalu menindas si

istri kedua dengan cara yang ekstrim. Suatu ketika, ia menyuruh

seseorang mendorong si istri kedua ke dalam; sumur hingga mati

tenggelam.

Pada kehidupan sekarang, si istri pertama ini menitis menjadi seorang

 pria yakni umat alim ini. Sedangkan si istri kedu tetap dalam wujud

wanita menitis menjadi calon istri umat alim ini, datang untuk menagihutang.

Jalinan karma ini sungguh rumit dan di luar akal sehat. Kini, pembalas

dendam akan dijadikan istri, bagaimana perhitungannya kelak?

Page 23: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 23/147

Yang 'terlihat' oleh saya:

Segumpalan awan hitam terbang kemari menutupi cahaya mentari, langit

menjadi gelap dan hujan lebat pun segera tiba disertai hujatan halilintar.

Beberapa pohon tumbang, berserakan.

* * *

Saya seorang Buddha Hidup yang memahami dengan jelas jalinan

karma, namun, saya tidak boleh merusak jalinan karma.

Untuk menolong umat alim ini, saya memanggil dia untuk memberitahukan beberapa hal, yakni:

- Saya tidak dapat menghadiri upacara pernikahannya.

- Saya tidak dapat memberi pemberkatan pada pernikahannya.

- Pada sore hari pernikahannya, tebanglah sebatang pohon yang beradadi halaman belakang rumahnya.

Umat alim ini bertanya, "Mengapa?"

Saya berkata, "Kamu jangan bertanya mengapa, tetapi lakukan saja

sesuai petunjuk saya, hal ini baik untuk kamu."

la berjanji akan melakukannya. Lalu ia mencari seseorang untuk 

menebang pohon di sisi naga rumah pada hari pernikahannya. Namun,

rencana ini dihalangi oleh seorang Guru Fengshui dengan alasan sangat

tabu bila menebang pohon pads hari pernikahan.

Sanak saudara dari umat alim ini percaya pada Guru Fengshui itu,mereka semua menyarankan agar jangan melakukar penebangan.

Saya menghendaki ia tebang pohon; Guru Fengshui melarangnya.

Page 24: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 24/147

Pada hari pernikahan, atas larangan dari sanak saudara,; akhirnya umat

alim ini pun tidak dapat berbuat banyak.

Setelah menikah, mereka berdua saling mencintai. Umal alim ini pun

sudah melupakan pembicaraan saya. ]

Tujuh tahun kemudian, di antara mereka berdua mulai i terjadi

 perselesihan.

Suatu hari, si istri dengan golok membacok sang suami sebanyak 14 kali

 bacokan hingga anggota tubuh umat alim ini terpisah dari tubuh.

Si istri divonis masuk penjara.

* * *

Berita ini membuat saya prihatin. Kalau saja saya menghadiri upacara

 pernikahannya, bukankah nama baik saya akan tercoreng?

Saya sarankan melakukan penebangan pohon pada hari pernikahannya

adalah semacam 'Metode Pengalihan', yakni mengalihkan aksi mutilasi

di kemudian hari yang memisahkan anggota tubuhnya.

Sangat disesalkan, ia tidak melakukannya.

Saya bermaksud menyelamatkannya, sayang sekali, petaka sulit

terhindar, sungguh sulit mengubah sebuah jalinan karma!

Page 25: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 25/147

07. Tiga Badai Topan Menerjang Taiwan

Suatu hari, saya baru saja meninggalkan Taiwan kembali ke Seattle, saya

segera menerima fax atas nama beberapa uma memohon saya memberi

amanat pada badai topan berubah arah. Bukan satu badai topan, tetapi

tiga sekaligus.

Saya teringat saat ceramah saya pernah berkata, "Begitu saya

meninggalkan Taiwan, badai topan akan muncul. Namun, saya akan

membuat mereka berubah arah."

Kini, benar terjadi. Baru saja saya mengangkat kaki dari Taiwan, badai

topan langsung berkecamuk, alangkah tepatnya4! Malah sekaligus tiga

topan, seolah-olah sudah mengincar kepergian saya.

Saya menggeser letak arah kompas fengshui pada posisi; langit, bumi,

gemuruh, angin, rawa, air, api, gunung.

Dari posisi 'angin', saya menyusup ke dalam, bertemu dengan tiga Dewa

Angin.

Tiga Dewa Angin ini sangat gagah, tinggi badan sekitar 3,5 meter,

 berkepala besar, berwajah kepiting, rambut tak terurus, tangan

memegang 'Panji Penggerak Angin'.

Saya berkata, "Saya Guru Lu, hari ini saya kemari untuk memohon

kepada Anda bertiga kiranya sudi tidak melintasi Taiwan."

Salah satu Dewa Angin berkata, "Kami tahu Anda punya kekuatan.

Anda di Taiwan, kami mengalah; Anda tidak di Taiwan, buat apa kamimesti mengalah?"

"Saya telah berjanji kepada para murid di Taiwan agar Anda sekalian

 berubah arah."

Page 26: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 26/147

Page 27: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 27/147

Page 28: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 28/147

08. Menaklukkan Setan Tua

Suatu hari, seorang hartawan datang memberitahu saya, "Sejak rumah

saya yang bermodel vila ditambahkan sebuah loteng untuk ruang belajar 

anak bungsu, mulailah terjadi hal aneh. Buku yang tersusun rapi di rak 

 buku, berserakan di lantai. Pena yang jelas-jelas berada di tempat

tertentu, tiba-tiba menghilang, lalu muncul di tangga. Jendela yang

tertutup rapat, keesokan hari terbuka semua. Lebih aneh lagi, kursi

 bergeser sendiri, gelas satu per satu hancur. Kadang terdengar jelas suara

orang melangkah di loteng, setelah dilihat ke atas, tak terlihat seorang

 pun."

Saya berkata, "Mungkin ada yang iseng?"

Hartawan ini berkata, "Tidak, tidak, di rumah hanya ada anak bungsu

tinggal sendirian, la anak baik-baik, tidak suka berbohong. Pada awalnya

saya juga tidak percaya. Setelah sekian kali kejadian, saya jadi penasaran dan langsung memeriksa ke tempat itu, saya juga mendengar 

suara langkah manusia di loteng, tetapi setelah dilihat ke atas, sama

sekali tidak ada orang. Juga terdengar suara gaduh di lantai satu, lantas

 piring dan cangkir berserakan di lantai, padahal anak saya sedang

 bersekolah."

Saya bertanya, "Sudah pernah minta orang lain selidiki?"

Hartawan ini berkata, "Terus terang, sudah pernah mengundang

 beberapa orang Bhiksu membacakan doa, pernah mengundang Pendeta

Tao melakukan ritual dengan memasang dupa dan kertas mantra, juga

 pernah mengundang seorang medium datang melihat, tetap tak ada hasil.

Malah para Bhiksu itu diserang diare; Pendeta Tao itu diserang vertigo

hingga jatuh pingsan; medium itu begitu pulang sampai rumah,

rumahnya kemalingan, lemari dan laci berantakan, namun tidak sampai

kehilangan sesuatu. Kami semua mengatakan ada setan, tetapi tidak 

 berdaya."

Page 29: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 29/147

Saya berkata, "Kasus aneh ini pasti saya tangani. Mari kita berangkat

sekarang!"

Saya tiba di rumah hartawan tersebut.

Vila hartawan ini ada taman bunga, kazebo, batu gunung hiasan, dan

kolam air mancur. Bangunan lotengnya unik, lingkungannya asri.

Saya terlebih dahulu menutupi Tiga Cahaya Suci'.

Saya mengamati interior vila, meninjau taman bunga, lalu ; naik ke

loteng.

Saya berkata, "Bagus tuh, mana ada setan?"

"Mungkin setannya sedang istirahat," ujar hartawan ini.

Usai berkata, tiba-tiba angin meniup masuk dari jendela, kain tirai agak 

tersingkap. Lewat telinga batin, terdengar olehku suara seorang nenek tua, "Seorang awam saja berani-berani mengganggu saya istirahat, nanti

dia pulang akan saya buat diare."

 Nenek tua itu ternyata punya kemampuan. Dengan jarinya dia

menunjuk ke arah perutku, seberkas sinar hitam melesat ke; arah

 perutku.

Sebelumnya saya sudah melakukan Metode Simabhandana, sehingga

sinar hitam itu mengitari saya tiga kali;

enek tua itu penasaran, "Orang awam yang berlatih Tantra. Akan saya

tumbangkan dia."

la meniup seberkas hawa ke kepalaku.

Saat itulah Tiga Cahaya Suci' yang saya tutupi di kepalaku terbebas.

Tiga Cahaya Suci' yang dimaksud adalah Cahaya Buddha, Cahaya

Page 30: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 30/147

Batin, dan Cahaya Putih.

 Nenek tua itu sadar telah berhadapan dengan orang lihai, buru-buru

meminggir, sebab begitu terpancar 'Tiga Cahaya Suci', kemampuan yang

ia tekuni puluhan tahun akan terkuras habis.

Saya berkata, "Hai, Nenek, Anda tidak mudah bisa memperoleh energi

tanah dan sudah berlatih sekian tahun lamanya, buat apa membuat onar 

di loteng?"

"Anak itu yang duluan mencari gara-gara. la buang air kecil seenaknya di

taman, mengotori diriku," Nenek tua itu lanjut berkata, "sekarang sayasudah kenal siapa diri Anda, tolong jangan kuras kekuatan saya, saya

akan segera meninggalkan tempat ini."

"Kalau Anda tidak berbuat onar, saya tidak akan mencampuri urusan

Anda."

Seiring dengan embusan angin, nenek tua itu melayang ke arah bukit di

 belakang vila, menghilang.

Saya berkata kepada hartawan ini, "Saya sudah mengusir setan itu,

loteng ini sadah aman dari gangguan."

Hartawan ini berkata, "Saya hanya menyaksikan mulut Guru Lu komat-kamit, tidak terlihat apa-apa!"

"Syukurlah tidak melihat sesuatu, lebih tenteram," ujarku sambil

tertawa.

Sejak itu, loteng vila sama sekali normal kembali, tak ada lagi kejadian

aneh, aha!

Menaklukkan Setan Tua.

Page 31: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 31/147

09. Buddha Hidup Penyelamat Nyawa

Ada seorang siswa bermarga Shen yang berprofesi sebagai pramugari,

datang ke tempat saya untuk berkonsultasi.

Dari wajahnya, tampak segumpalan hawa gelap di bagian dahi. Saya

coba mencari tahu melalui cahaya suci, "Celaka!" Ada yang tidak beres.

Ternyata pada kehidupan lalu, siswa Shen ini berprofesi sebagai

seorang pemburu yang membunuh hewan dalam jumlah yang banyak.

Selain dimasak untuk hidangan sendiri, ia juga menjualnya ke para wargadi kota tempat ia tinggal.

Dalam pandangan Buddhis, karma buruk siswa Shen tergolong sangat

 berat.

Pernah suatu ketika pada kehidupan lalu, ia memburu seekor kambing

 betina, tampak seekor anak kambing mengembek dengan suara tangis

yang menyedihkan di sisi tubuh induknya yang sedang terluka, ketika

didekati oleh pemburu pun si anak kambing tidak lari menghindar.

Hati si pemburu pun luruh tidak tega melihat kondisi ini. Si pemburu

mengeluarkan obat mujarabnya dan membantu mengobati luka induk 

kambing. Si pemburu lalu menunggui hingga anak kambing besertainduknya kuat berjalan dan pergi meningalkan tempat.

Kejadian ini merupakan satu-satunya kebajikan yang pernah dilakukan

oleh si pemburu dalam kehidupan lampaunya.

Meskipun pada akhirnya ia bermaksud mengganti profesi, namun

karena tidak memiliki kepintaran apapun, ia terpaksa melanjutkan

 profesinya sebagai pemburu.

* * *

Page 32: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 32/147

Saya bertanya kepada siswa Shen, "Apakah Anda pernah menghadiri

Upacara Ritual Pelepasan Satwa?"

"Kadangkala."

"Bersediakah Anda sering-sering melakukan pelepasan satwa?"

"Bersedia, mulai hari ini saya akan sering melakukannya."

"Baguslah, sungguh patuh."

Saya berpesan kepadanya, "Bulan depan Anda jangan bepergian dengan

 pesawat."

la keberatan, "Tidak bisa, bulan depan saya ada jadwal penerbangan

selama satu minggu, dari Taipei ke Jepang, dan dari Jepang ke Taipei."

"Haruskah terbang?"

"Tidak mesti juga, karena saya masih bisa ambil cuti, jadi bisa saja batal

terbang."

"Baguslah, Anda tidak perlu tugas terbang."

Siswa Shen menyahut, "Kalau begitu saya tidak terbang."

* * *

Gumpalan hawa gelap di wajah siswa Shen yang terlihat oleh saya,

memberi pertanda ia bakal terkena Sambaran Tiga Petir, yakni Petir 

Logam, Petir Api, dan Petir Tanah. Biasanya yang terjadi adalah

Sambaran Lima Petir, tiga-saja sudah cukup mengerikan.

Lebih detail lagi, Sambaran Lima Petir yang dimaksud adalah:

■ Petir Logam — menghabisi nyawa dengan golok atau pedang.

Page 33: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 33/147

■ Petir Kayu — menghabisi nyawa dengan tertindih pohon besar atau

 pilar.

■ Petir Air — menghabisi nyawa dengan menghanyutkan.

■ Petir Api — menghabisi nyawa dengan membakar.

■ Petir Tanah — menghabisi nyawa dengan tertimbun tanah longsor.

Umumnya kita mengetahui bahwa orang yang 'mati tersambar petir'

adalah dikarenakan karma buruknya yang berat. Jadi, selain petir langit,

masih ada lagi yang namanya Lima Petir.

Coba diperhatikan pesawat terbang yang siap mendarat, sedikit saja

salah perhitungan, pendaratan yang terlalu horizontal akan

menyebabkan tubuh pesawat patah dua disertai dengan suara dentuman

yang memekik, inilah Sambaran Petir Logam.

Lalu pesawat akan terbakar dilahap api, inilah Sambaran Petir Api.

Suara dentuman yang timbul saat pesawat menghantam

landasan, inilah Sambaran Petir Tanah.

Bukankah ini sebuah Sambaran Tiga Petir?

Awalnya karma buruk siswa Shen memang sangat berat, namun, paling

tidak ia telah melakukan sebuah kebajikan besar, dan pada kehidupan

kali ini masih tahu mengembangkan bodhicitta dengan pelepasan satwa,

sehingga ia telah membantu dirinya sendiri terhindar dari sebuah

mahapetaka.

Ada umat yang bertanya kepada saya, "Seumur hidup melakukan

kejahatan, hanya satu kali berbuat kebajikan, bagaimanakah perhitungan

karmanya?"

Page 34: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 34/147

Saya menjawab, "Kebajikan besar."

Lalu ia bertanya, "Seumur hidup melakukan kebajikan, hanya satu kali

 berbuat kejahatan, bagaimanakah perhitungan karmanya?'

Saya menjawab, "Kejahatan besar."

la tidak terima, "Bukankah ini tidak adil?"

Saya berkata, "Bertekad memperbaiki kesalahan, bertobat secara tuntas,

ini pun sebuah kebajikan besar. Begitu pula dengan seorang wanita suci

yang tidak menjaga kesucian tidak lebih baik daripada seorang wanitatunasusila senior yang akhirnya bertobat."

Page 35: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 35/147

10. Mengobati Bayi yang Tidak Berbiji

Mata

Seorang umat menggendong bayinya yang mengidap penyakit anehdatang menemui saya. Bayi ini memang berpenyakit aneh, terlahir 

dengan tanpa sepasang biji mata (pupil), matanya tampak serba putih,

tergolong buta bawaan lahir.

Kakek-nenek serta orangtua bayi ini sangat sedih. Si ayah mendesah,

"Kami ini keluarga petani yang taat agama Buddha, mengapa sampai

 bisa melahirkan seorang anak tunanetra?"

Mereka mendekatkan bayi ini kepada saya sambil memohon petunjuk.

Melalui cahaya suci, saya telah mengetahui seluk beluknya, lalu

 berkata, "Saya tidak akan menolongnya."

Mereka bertanya, "Guru Lu yang welas kasih selalu sudi mengobati penyakit apa saja, mengapa tidak bersedia menolong?"

Saya menjawab, "Saya mau menolongnya, tetapi dia tidak mau saya

tolong!"

Keluarga ini merasa aneh, "Bayi ini baru terlahir, bagaimana ia bisa tidak 

mau menerima pertolongan Anda?"

Akhirnya saya memberitahukan kepada mereka kronologinya:

Kehidupan lalu bayi ini adalah siswa saya yang mengikuti saya

 bersadhana, setelah beberapa tahun kemudian ia masih tidak 

memperoleh keyogaan, ia pun meninggalkan Guru Lu dan mendekatiseorang rohaniawan tua untuk berlatih sadhana.

Rohaniawan tua itu membangun sebuah tempat ibadah yang besar,

namun kemampuan spiritualnya tidak seberapa, tepatnya adalah

Page 36: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 36/147

seorang rohaniawan gadungan. Hebat dalam hal bicara, padahal

 pencapaian sadhananya nihil.

Rohaniawan gadungan itu mencela Guru Lu. Demikian pula para

 pengikutnya termasuk siswa tersebut juga ikut-ikutan mencela Guru

Lu.

Terhadap orang semacam ini, saya tidak akan banyak memberi

komentar. Kini, saya hendak menolong 'siswa' ini, namun ia malah

menolak!

la bekata, "Saya memilih meninggalkan Guru Lu dan memilih berguru disekte lain, apakah tidak boleh?"

Saya berkata, "Amitabha yang terlahir kembali tidak kamu kenal, malah

mengikuti jejak orang yang ilmunya kelas kaki lima, sungguh

disayangkan!"

'Siswa' ini meninggalkan saya, bagi saya tidak masalah, tapi jangan

memfitnah, malah mengajak pergi sekawanan siswa. Yang papan atas

tidak dipandang, malah mendekati yang papan bawah, sungguh sesuai

 pepatah yang berbunyi 'punya mata tak berbiji'.

* * *

Orangtuanya buru-buru bersujud berulang kali dan memohon dengan

sangat, "Maafkan kedunguan anak ini pada kehidupan lampaunya yang

telah bersikap tidak pantas pada Anda, mohon Guru Lu sudi

mengulurkan tangan!" Saya berkata, "Bersarana ulang saja!" "Ya."

"Diberi abhiseka ulang saja!" "Ya."

Saya membacakan sebait gatha: Merebut tahta di atas cangkang siput

Hidup ini hanya dilalui sepintas Tidak mengenal Satya Buddha malah

kabur Punya mata tanpa biji sungguh dungu Lalu saya mengundang

Page 37: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 37/147

kehadiran Bodhisattva Mata Langit dan Bodhisattva Pemutar Biji

Mata.

Saya menyebutkan sebait kalimat suci: Di tengah pemandangan yang

asri Kenalan lama dibiarkan bersikap sendiri Di antara pepohonan tao

dan li Terdapat ladang padi dan sayur Demikianlah amanat ini segera

terlaksana Putarlah dengan alami, putarlah dengan alami Berbaliklah,

 berbaliklah

Sungguh ajaib, bola mata bayi yang serba putih ini, perlahan-lahan

 berputar dan berputar, ternyata di balik bola matanya terdapat biji mata

hitam. Begitu posisinya sudah tepat, bayi ini memperlihatkan sepasang

mata yang besar. Sungguh mukzijat!

Bayi yang punya mata tak berbiji ini, kini sudah dapat

melihat dengan jelas. Orang di sekeliling yang menyaksikan peristiwa ini

semua berdecak kagum. Dengarkan nasihat saya:

Jadi manusia mesti bijaksana, dan mahabijak. Milikilah pencerahan

seperti yang diajarkan dalam Sutra Agung Avalokitesvara.

Punya mata tanpa kejelian, mana bisa mengenali Satya Buddha?

Oleh karena itu, saya katakan: Siapa yang mampu siapa yang tak mampu Bagi yang mampu segalanya terlaksana Wahai para umat

hendaknya jelas Satya Buddha telah hadir.

Page 38: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 38/147

11. Saya Diberitahu Setan Judi

Suatu hari, seorang siswa datang menemui saya dengan penuh ceria

sambil menyodorkan sebuah amplop merah yang isinya sangat tebal

karena amplop tersebut tampak kekecilan.

Saya bertanya kepadanya, "Menang berjudi?"

la menjawab, "Dugaan Guru tepat. Coba Guru tebak, berapa jumlah

yang saya menang dari perjudian?"

Saya memasang kuping mendengarkan suara bisikan, lalu berkata,

"90.000."

'Tepat sekali, 90.000. Siapa yang telah memberitahu Guru?"

Saya menjawab, "Saya diberitahu setan judi."

"Benarkah ada setan judi di dunia ini?"

Saya menasihati siswa ini:

Di dunia ini, berjudi adalah salah satu kebiasaan buruk manusia, sebuah

kebiasaan yang amat sangat buruk. Sering terdengar bahwa ada orang

yang karena ketagihan berjudi sampai meludeskan semua harta

kekayaannya. Banyak orang yang siang malam tergiur dalam perjudian

hingga jiwa raga pun keletihan, apa yang diperoleh? Nihil. Judi akan

membuat kehilangan nyawa, harta benda, dan keluarga, waspadailah.

Hal yang paling parah dari semua ini tidak penting, yang terpenting

adalah sadarilah bahwa sepuluh kali judi sembilan kali kalah!

Siswa ini menyahut, "Saya sadar, saya hanya ingin tahu, benarkah ada

setan judi?"

"Tentu ada, manusia hobi judi, setan juga. Manusia dan setan sama,

Page 39: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 39/147

tentu saja ada setan judi."

"Kalau kami sedang bermain mahyong, apakah setan judi ada di sekitar 

itu?" "Benar."

Siswa ini merasa ketakutan.

* * *

Suatu hari, siswa ini mengajak saya berkunjung ke rumahnya. Di

rumahnya telah tersedia sebuah meja persegi, ia mengatakan bahwa

 permainan ini hanya sekadar hiburan. Sekali-kali keluarga berkumpul, permainan ini hanyalah sebagai pengisi waktu.

Siswa ini mengajak kedua orangtuanya beserta kakak lelakinya main

mahyong. M ereka berempat mulai duduk dengani rapi.

Saya berkata, "Kakakmu yang akan menang."

Mereka tertawa geli, "Guru Lu, kali ini Anda keliru, kakakku? paling

tidak mahir bermain mahyong, setiap kali main pasti kalah. Kami selalu

memenangkan uangnya. Dia hanya mahir berbisnis» uangnya banyak.

Bagi kami, di meja mahyong ini, dia adalah j Dewa Rejeki yang sejati." ?

Saya turut tertawa.

Lalu saya berkata, "Menurut setan judi, kakakmu akan Saya Diberitahu

Setan Judi menang."

"Berapa jumlahnya?"

"101.000."

"Pasti Guru salah lihat?"

Lalu mereka berempat mulai asyik bermain mahyong. Saya

Page 40: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 40/147

Page 41: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 41/147

Page 42: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 42/147

nanti pasti akan saya hajar dia habis-habisan, biar mati muntah

darah...."

"Saya akan menggunakan 'Metode Tujuh Panah Patok Roh' mematok 

dia supaya tujuh hari kemudian mati tanpa sebab. Kalau dia masih tidak 

sudi meminta ampun kepada saya, lihat saja, saya akan memasukkan

dia ke dalam Neraka Avici ke-18, dan selamanya tak akan bangun dari

situ."

"Siapa pun Dewa Pelindungnya, saya tidak bakal takut, dasar anak tak 

tahu diri...."

Temannya berkomentar, "Ramalannya sangat akurat!"

"Apanya yang akurat!"

"Dia seperti Dewa!"

"Dewa apaan!"

Bapak paruh baya ini kalau sudah mulai memaki, semakin naik pitam,

matanya mulai memerah, sambil mengunyah pinang dan menepuk meja.

Tiba-tiba, wajahnya tampak kejang, mulutnya menjadi erot, sekujur 

tubuh tak henti bergemetaran....

Teman-teman kaget melihatnya, buru-buru membawanya ke rumah

sakit untuk melakukan pemeriksaan. Dokter mengatakan 'kejang saraf 

wajah'....

Sejak itu, mulutnya tambah erot, berbicara tidak jelas, air liur menetes

 pun tanpa disadarinya.

Teman-teman membujuknya, "Pergilah menemui Guru Lu; untuk 

 bertobat! Guru Lu pasti sudi membantu menyembuhkanmu orangnya

sangat welas kasih."

Page 43: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 43/147

"Anak...." Dia mau marah, mulutnya tambah erot lagi.

Teman-teman kembali membujuknya. Namun ia tetap keras kepala dan

 berkata, "Biar mati pun saya tidak sudi mencari dia."

Bapak paruh baya ini meminta bantuan kepada orang pintar, mulutnya

tetap saja mengot.

Demikianlah setelah dua bulan kemudian, dengan bantuan teman-

temannya, bapak ini datang menemui saya.

la mengangguk-anggukkan kepala kepada saya, memperlihatkan rasaminta maaf.

Saya berkata, "Saya bersedia membantu menyembuhkan kamu, lain kali

angan memaki-maki saya lagi."

la menganggukkan kepala.

"Kalau ada warga yang datang untuk minta bantuan saya

menyembuhkan bayinya yang gampang kaget, mencari nama, atau

kesambet, saya akan memperkenalkan mereka kepada kamu."

la kembali menganggukkan kepala memperlihatkan rasa terima kasih. i

Melihat sikapnya sungguh mau bertobat, saya pun memperlihatkan

daya sakti kekuatan sadhana untuk menyembuhkannya dengan

menyebut kalimat suci sebagai berikut

Lepas segala kondisi membuat hati lega

Hanya sifat sunya yang mampu melapangkan dada

Mulut Salah Omong Langsung Erot

Senapati Berjubah Baja membukakan alat siksa Mengembalikan wajah

Page 44: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 44/147

Page 45: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 45/147

13. Menyelamatkan Orang yang Berniat

Bunuh Diri

Saat pelayanan konsultasi sedang berlangsung, tanpa * sengaja sayamenengadahkan kepala dan melihat sesosok 'Utusar Baka' masuk ke

dalam ruangan, la membuntuti seorang warga yang tampak lusuh.

Melihat kondisi ini, saya sadar bahwa ada sesuatu yang tidak beres,

langsung memberi isyarat kepada warga yang bari masuk ini menunggu

giliran berikutnya. Saya akan segera mengajak ia membicarakan

masalahnya.

Usai menanyakan masalahnya, saya coba mencari tahu lewat peramalan

ari.

Saya bertanya kepadanya, "Kamu bermaksud bunuh diri?!

Warga lusuh ini menjawab, "Guru Lu, Anda sungguh heba| Bagaimana

Anda bisa tahu bahwa beberapa hari ini pikiran sayi selalu punya niat

 bunuh diri dan susah tidur?"

Saya berkata, "Di balik badanmu berdiri sesosok Utusan Baka, begitu

kamu bunuh diri, ia akan menyeret kamu ke Neraka.'

Warga lusuh ini terperanjat mendengarkan perkataan saya

Berikut ini adalah masalah yang ia jelaskan kepada saya

Awalnya ia adalah seorang guru sekolah, lalu dipecat olef pihak sekolah

karena suatu masalah, sejak itu, ia pun menjadi penganggur.

Kemudian ia berkongsi dengan teman membuka usaha • kecil-kecilan,

ternyata gagal total, semua modal yang ia tarik dari hampir seluruh

tabungannya ludes.

Page 46: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 46/147

Page 47: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 47/147

ada?"

Saya mengeluarkan dana 200.000, pada masa itu jumlal segitu tidak 

sedikit. Saya serahkan kepadanya, dan berkata, "Gunakanlah uang ini

untuk membuka kios peramalan, kelak i kalau sudah balik modal baru

kembalikan ke saya."

"Uang 200.000? Rasanya saya tidak pantas menerimanya,1 "Ini hanya

sekadar materi, mana yang lebih utama? Nyawj atau uang?"

la amat terharu sampai meneteskan air mata. Saya mengamati di balik 

 badannya, Utusan Baka itu sudat lenyap.

la berkata dengan tegas, "Tidak mungkin bunuh diri lagi! Beberapa

tahun kemudian, ketika saya kembali ke Taiwar saya mendengar bahwa

ada seorang ahli Ilmu Pemberian Namj yang kesohor, banyak orang

mencari dia untuk meminta namai la pernah diwawancara di TV, orang

yang mencari dia sampai berantri panjang. ^

Mendengar berita ini, saya berucap, "Svaha! Svaha!" i

Menyelamatkan Orang yang Berniat Bunuh Diri.

Page 48: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 48/147

14. Kanker Tulang Sumsum Sirna

Omong-omong di Dallas, USA, kini telah berdiri Vihara Vajragarbha

Sanlun yang dipimpin oleh Vajra Acarya Lianzhen.

Kakak perempuan istri dari Vajra Acarya Lianzhen mengidap kanker 

tulang sumsum.

Kanker tulang sumsum sangat mengerikan, mata pasien tak mampu lagi

melihat obyek, telinga pasien juga tak mampu lagi mendengar suara.

Di stadium akhir seorang pengidap kanker tulang sumsum, yang

 bersangkutan hanya tersisa napas yang bekerja dengan tak berdaya.

Orang yang tadinya segar, akhirnya mesti berbaring di rumah sakit

menantikan saat-saat mengembuskan napas terakhir.

Dokter sudah menyatakan dengan resmi bahwa kakak iparnya sudah

kritis, nyawanya hanya sisa dua hari, sekujur tubuh telah terjalar sel

kanker.

Keluarganya sudah mempersiapkan urusan kematian, bahkan peti mati

 pun sudah siap.

Vajra Acarya Lianzhen berkata, "Jalan terakhir hanya memohon kepadaGuru Lu memberi pemberkatan dan menuntunnya terlahir di

Sukawatiloka."

Demikianlah saya pun memberi adhistana padanya.

Usai adhistana, mukjizat pun muncul!

Matanya mampu terbuka melihat obyek, telinganya pun mampu

menang-kap suara.

Yang paling aneh adalah saat dokter memeriksa kembali sel kanker 

Page 49: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 49/147

 pasien sudah lenyap semua, tak bersisa. Tadinya '.! sekujur tubuh

 penuh dengan sel kanker, sekali adhistana saja 1 menghilang semua.

Dokter menganggap semua ini "Mukjizat", "Di luar akal , sehat', dan

"Tak mungkin".

Pengusaha peti mati pun berkomentar, "Tak pernah terjal hal seperti

ini."

(Berita ini diumumkan oleh Vajra Acarya Lianzhen sendii pada tanggal

8 September 2010 pukul 18.00 bertempat di kantir Vihara Vajragarbha

Seattle)

Umat yang turut mendengar berita ini, berkata, "Kekuatar 

Dharma memang tiada tara!"

* * *

Saya sering mengutip sebuah lirik lagu yang bermuatan j kalimat

 bijaksana, sebagai berikut:

Manusia yang berusia seabad sungguh langka Dari usia belia hingga usia

tua j

Masa-masa yang dilalui tidak seberapa Belum lagi diganggu rasa galau

dan gundah Harta duniawi tak habis digunakan i Jabatan di pemerintah

 banyak penawaran

Pejabat tinggi kaya raya tak memiliki banyak waktu Justru membuat

cepat ubanan Bulan setelah purnama tak lagi bersinar Bunga di saat

musim gugur hampir tak bersisa Tak banyak masa indah yang dapat

dinikmati Lebih baik segera menikmati arak di cangkir emas Berapa

 banyak kuburan tak terurus di taman makam Setiap tahun terkubur oleh

rumput liar 

Page 50: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 50/147

Demikian pula sebait kalimat bijaksana akan saya bagikan sebagai

 berikut:

Terlelap dalam ketiduran yang pulas Bermimpi lulus ujian negeri yang

amat dihargai kaisar Menjabat dudukan tinggi mengangkat status

orangtua Pulang kampung dengan bangga bersua teman dan berziarah ke

kuburan

Ternyata semua ini hanya sebuah mimipi belaka Tetap mendekap di

 bawah kelambu mendengarkan suara serangga

Uir-uir sibuk menyanyikan keindahan cemara

Manusia senantiasa sibuk 

Semua ini bagaikan mimpi

Kadang bermimpi hidup melarat

Kadang bermimpi jadi juragan

Pernah bermimpi jadi konglomerat Tao Zhu

Pernah pula bermimpi jadi orang melarat Fan Dan

Pernah bermimpi jadi seorang pujangga ternama

Pernah pula bermimpi jadi pedagang ulet \

Pernah bermimpi jadi orang berkuasa

Pernah pula bermimpi jadi panglima perang

Baik rasa suka bersua maupun rasa duka berpisah

Baik usia panjang maupun usia pendek 

Page 51: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 51/147

Sama saja tiada perbedaan

Dicermati dari semula

Semua ini hanya mimpi belaka

Pada akhirnya akan berkumpul dengan keluarga

Sama-sama dalam sebuah mimpi

Sekalipun berpenampilan serba mewah

Semua ini tetap sebuah mimpi belaka

(Syair ini mengajak manusia berpandangan lebih luas, hidup bersahaja,

dan jangan banyak perhitungan)

Mengenai adhistana dan jamah kepala, saya perlu jelaskarij Saya selalu

memohon Adinata berubah menjadi amrta bercahaya mengabhiseka kedalam tubuh siswa, agar sekujur tubuh siswa dari ujung rambut hingga

ujung kaki penuh dengari amrta tirta. Lalu segala karmawarana, karma

 penyakit, bencana beban batin, duka...berubah menjadi hawa gelap

keluar dari jari kaki.

Bagi yang berjodoh akan sembuh total.

Bagi yang jodohnya tanggung akan sembuh sebagian. Bagi yang tak 

 berjodoh sulit diselamatkan.

Sudah tak terhitung jumlah umat yang terselamatkan dari upaya

 pemberkatan jamah kepala yang saya upayakan.

Setiap kali pemberkatan jamah kepala, selalu akan muncul banyak 

mukjizat yang sangat ajaib.

Page 52: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 52/147

15. Mencari Ibunda

Ketika berada di USA, sepasang suami istri keturunan bangsa Vietnam

yang berusia sekitar 60-an datang ke tempat \ saya untuk berkonsultasi.

Mereka memberitahu saya bahwa ketika melarikan diri ; saat perang

Vietnam berkecamuk, mereka berpisah dengan ibunda. Kini ibu masih di

Vietnam. Waktu itu mereka dengan susah payah melalui Hong Kong

tiba di USA.

Di USA, mereka mulai dari berdagang asongan, setelah! berjuang sekiantahun, akhirnya mereka berhasil membuka sebuaf toko kelontong, juga

memiliki sebuah kedai laundry. Kini kehidupal mereka mulai mapan.

Pada saat itu, mereka mengetahui bahwa negeri Vietnari sudah luluh

lantah, jejak ibu tak diketahui. Kadang menitip saudari yang pulang ke

Vietnam mencari info keberadaan ibu, juga tida ada hasil.

Ayah sudah lama meninggal.

Mereka tidak mengetahui keberadaan ibu.

Belakangan ini mereka bermaksud berkunjung ke Vietnarr Sebelum

 berangkat, mereka datang memohon petunjuk tentani keberadaanibunda.

Saya coba mencari tahu dengan cahaya suci dan peramalan jari.

Saya berkata, "Selamat!" :

"Berita bagus?"

"Masih hidup."

"Kalau masih hidup tentu pantas gembira, namun sepertinya masih ada

Page 53: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 53/147

yang lebih menggembirakan?"

"Benar, ibumu menikah lagi!"

"Mana mungkin, dia sekarang sudah berusia 90-an."

Si istri berkata, "Ketika berpisah, penampilan ibu sudah tua renta, mana

mungkin menikah lagi, sekarang berada di mana?"

Saya minta mereka gelar peta dunia di meja, jariku bagaikan jarum

 penunjuk detik berdenyutan bergeser dari Vietnam menuju Muangthai,

lalu berhenti di Yun-nan, Tiongkok.

Jari saya menunjuk di sebuah tempat kecil di Yun-nan, berhenti di situ.

Saya berkata, dia di sini.

"Tidak mungkin, mana mungkin? Dari Vietnam lewat Muangthai ke

Yun-nan, menikah lagi, Guru Lu tidak keliru? Kami tidak berani

 percaya."

Saya berkata, "Percaya atau tidak terserah, yang jelas, perjalanan ibu

kalian ke Yun-nan cukup berliku."

Mereka bertanya lagi, Tempat kecil yang dimaksud di Yun-nan berada

di sebelah mana?"

"Di sebuah tempat komunitas manula."

Mereka tambah bingung.

Akhirnya tibalah mereka ke kampung halaman di Vietnam. Tentu tak 

menemukan ibunda, setelah bertanya kepada sanak saudara, tidak  berhasil juga. Awalnya memang sudah lama tak ada berita, sehingga

mereka sudah tidak menaruh harapan sedikit pun juga.

Mereka bertamasya ke Muangthai, mampir makan di sebual rumah

Page 54: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 54/147

makan mie yang dibuka oleh seorang Chinese, sambil > mengobrol

dengan yang punya rumah makan.

Pemilik rumah makan itu berasal dari Yun-nan. Mereka bertanya

kepada pemilik rumah makan, apakah ada tempat kecil demikian?

Pemilik rumah makan itu menjawab, "Saya justru berasa dari sana."

"Apakah benar ada tempat komunitas manula?" "Itu sebuah panti

ompo, dulu saya membuka rumah makaf di sebelah panti jompo

tersebut, saya banyak kenal penghuni cl sana." 1

Mereka memperlihatkan foto ibunda kepada pemilik rumal makan.

Pemilik rumah makan berkata, "Di panti jompo ada seoran nenek tua

 berkebangsaan Vietnam, ia menikah dengan salah seorang kakek tua di

 panti jompo tersebut, berita ini sempat j menghebohkan. Gambar dalam

foto ini kira-kira mirip, namun s saya tidak berani memastikannya."

Pada akhirnya, mereka benar menemukan ibunda tua, < berita ini seolah

sebuah legenda.

Sebait gatha berbunyi demikian: Di manakah kampung halaman

Kampung halaman berada di telapak tangan Mencari orang dalam

sejengkal batin Dalam batin ditemukan keteduhan.

Page 55: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 55/147

16. Sepuluh Tahun Menderita Imsonmia

Seorang ibu paruh baya datang menemui saya, wajahnya kurus, kulit

 berkeriput, rambut agak acak-acakan, merana seperti kembang layu,

 beralis pendek dan bermata sipit.

la bercerita kepada saya, "Sudah sepuluh tahun saya tidak bisa tidur,

setiap hari jelang gelap saya sangat ketakutan, melihat tempat tidur pun

ketakutan."

Saya tentu tahu penderitaan seorang imsonmia, banyak orang di jamansekarang mengalami susah tidur dikarenakan stres, banyak beban

 pikiran, depresi, dan lain sebagainya.

Penderitaan yang dialami seorang imsonmia sangat mengerikan, bahkan

sebagian orang yang karena menderita imsonmia lantas kehilangan

makna hidup dan mengakhiri hidupnya sendiri, sungguh naas.

Ibu yang menderita imsonmia ini sudah mencoba berbagai cara untuk 

mengatasi susah tidurnya, antara lain:

- minum susu sebelum tidur.

- mandi air hangat sebelum istirahat.

- melakukan refleksi telapak kaki.

- mematikan cahaya lampu di sekeliling ruang tidur.

- ruang tidur dilengkapi kedap suara.

- mengkonsumsi obat tidur, obat penenang.

- dan lain sebagainya.

Setelah 10 tahun, sama sekali tidak berkhasiat.

Page 56: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 56/147

Saya bertanya kepadanya, "Kamu ingin tidur nyenyak?";

"Sudah pasti, kalau tidak, buat apa saya kemari?"

Melalui cahaya suci, saya telah mengetahui masalahnya saya melihat

seekor ular kembang berwarna putih melilit di kepalanya.

Saya berkata kepadanya, "Badan kamu ada sesuatu."

"Benar, kalau ia di kepala, saya sakit kepala; kalau ia di leher, saya

susah napas; kalau ia di ulu hati, saya ketakutan; kalau ia di perut, saya

sakit perut; kalau ia di pinggang, saya sa' pinggang; kalau ia di kaki, sayatidak mampu melangkah."

"Saya akan membujuk dia pergi."

"Dia tidak mau."

"Bagaimana kamu tahu?"

"Benda ini bisa bergerak, saya merasakannya, malam i berada di

kepalaku, saya sakit kepala tidak bisa tidur, kepalak dijadikannya

sebagai sarang."

"Saya punya satu cara akan mengatasi hal ini, ia pasti pergi, kamu

 percayakah?"

"Saya tentu percaya, itulah sebabnya saya kemari."

Saya mengusirnya dengan Mantra 9 Aksara yang berbun: "LIN BIN

DOU ZHE JIE ZHEN LIE ZAI QIAN", tak disangka, ia mengecil jadi

sebutir cahaya putih menyembunyikan diri di dala tulang, tetap tidak mau pergi.

Saya memberkati ibu itu dengan jamah kepala, ular itu malah menyem-

 bunyikan diri di sela kuku kakinya. Dengan Metoda Simabhandana juga

Page 57: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 57/147

tidak mungkin, karena cara ini malah membuat ular Itu terkurung di

 badan-nya tak mau keluar dan tambah parah.

Akhirnya saya menggunakan jurus pamungkas yang ampuh: Saya minta

ibu itu mengenakan barang milik saya seperti topi untuk kepala, scarf 

untuk di leher, pakaian dalam atas untuk tubuh bagian atas, pakaian

dalam bawah untuk tubuh bagian bawah, sepatu dan kaus kaki untuk 

kaki.

Begitu dipakai, ibu itu langsung bersin sambil menyemburkan ular putih

dari mulutnya, dan ular itu seketika mati terkena cahaya matahari.

Demikianlah penyakit imsonmia yang sudah 10 tahun diderita oleh ibu

itu sembuh total, sejak hari itu ia dapat tidur nyenyak.

Sebait gatha berbunyi sebagai berikut: Tidak mempan dengan simabhan-

dana Sulit sembuh dari kerasukan siluman ular Akhirnya teratasi lewat

cara unik Buddha Hidup Keunikan yang hingga kini pun tergolongantik.

Page 58: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 58/147

17. Sandal Menghilang

Suatu ketika, usai pelayanan konsultasi, saya membenah alat-alat tulis,

lalu melihat ke belakang...HA! Sandal saya hilang Saya bolak-baik 

mencari sandalku di tempat saya selalu menaruhnya, aneh, sungguh

raib.

Saya mengira mungkin orang yang usai konsultasi kuran hati-hati salah

memasukkan kakinya ke sandal langsung jalan. Tetapi, keliru juga, kalau

salah sandal, mestinya masih ada sepasang yang tertinggal!

Mengapa di depan pintu satu sandal pun tidak ada? Pencuri? Tidak 

mungkin sandal pun diincar pencuri. Meskipun saya merasa aneh,

namun saya tidak mempedulikannya, hanya sepasang sandal, beli lagi

saja.

* * *

Malam itu.

Roh saya meninggalkan jasmaniku, terbang melayang...tib di sebuah kuil

Taois dekat Kuil Dewa Kota.

Kuil yang tua ini dipimpin oleh seorang pendeta tua yan lumayan sakti.Saya menyaksikan pendeta Tao ini sedang melakukan sebuah ritual.

Di posisi tengah kuil tampak sebuah Meja Delapan Dewa yang di

atasnya sudah disiapkan benda-benda antara lain kertas mantra

 berwarna kuning, sarana pena kuas, ramuan obat baiji, pewarna merah,

 bahan persembahan, dan air tanpa akar.

Di depan altar terdapat kain sutra lima warna dan rupang Lima

Senapati.

Di depan Lima Senapati itulah, sandalku yang sudah hilang terletak 

Page 59: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 59/147

dengan rapi.

Saya merasa aneh, mengapa sandalku berada di situ?

Bagaimana mungkin pendeta tua itu bisa memperoleh sandalku?

Rambut pendeta tua itu terurai acak, dengan sebilah Pedang Bintang

Biduk di tangannya, ia menulis sesuatu di atas kertas mantra.

Dari mulutnya terdengar ucapan sebagai berikut:

- Pendiri Sanqing, Para Dewa yang berlalu-lalang, berilah saya kekuatan,

saya akan menyeret dan mengikat roh Sheng-yen Lu di sandalnya, biar 

dia tidak dikasih kesempatan hidup, mati sajalah.

- Pendiri Sanqing, Sheng-yen Lu pernah menggagalkan rencana saya,

hari ini saya tak akan memaafkannya, seberani-beraninya dia, saya

tetap akan menyeret rohnya ke depan altar ini dan akan menghabisi

nyawanya dengan Pedang Bintang Biduk ini.

- Pendiri Sanqing, Sheng-yen Lu sudah lama beraksi di sini! Dosanya

segudang, tak ada kejahatan yang tak ia lakukan, kini ada seorang saleh

datang memberi saya uang 500.000 untuk menghentikan kejahatannya

lewat upaya ritual, mohon seret roh Sheng-yen Lu kemari agar saya

menghukumnya. Kelak saya | akan memberi persembahan setiap hari,membuat rupang Anda mohon memberi amanat.

Pendeta tua itu menggambar tiga lembar kertas mantra. Tampak 

seberkas angin mengembus ke arah altar, tiba-tiba rohku tak kuat

 berpijak dan terserap ke dalam embusan hawa gelap tersebut....

Pendeta tua itu senang melihat kejadian ini, langsung menyerang rohku

dengan Pedang Bintang Biduk.

Untung saya sudah melakukan simabhandana, Pedang s Bintang Biduk 

terhalang oleh Vajraprakara....

Page 60: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 60/147

Pendeta tua itu mengakali lagi dengan satu jurus, yang | muncul rupanya

Mbah Macan. Mbah Macan ini berubah menjac seekor macan tutul

raksasa yang mampu menelan sebuah rumaf besar dalam sekali lahap.

Mulut macan ini mengincar rohku, lalu menelan saya beserta simabhan-

dana yang saya bentangkan.

Saya sempat berteriak, "Celaka! M ati aku!"

Pada saat yang kritis inilah, di balik tubuhku muncul 'Raji Setan

Berwajah Senyum'. Raja Setan Berwajah Senyum ini adalal dayaka yang

diberi amanat oleh Bodhisattva Ksitigarbha untuk saya, mulutnyamampu menelan air tiga sungai dan lima pegunungan. Begitu ia

membuka mulut, Mbah Macan langsung ditelannya.

Menyaksikan Mbah Macan ditelan oleh Raja Setan Berwaja Senyum,

 pendeta tua itu langsung ketakutan sampai berkeringat dingin.

la bertanya, "Sheng-yen Lu, kamu sebenarnya siapa? Mengapa Raja

Setan bisa menyertai kamu?"

Saya menjawab, "Saya bukan siapa-siapa, saya adalah...." Rohku

memperlihatkan cahaya ratusan ratna, di tengahnya muncul sesosok....

Pendeta itu termangu, dan bersujud di tempat. Sebait gatha berbunyisebagai berikut: Berkepala besar bertelinga panjang bertubuh cahaya

Sekujur tubuh tampak agung sulit diungkap Semua orang menyebut

nama agung-Nya Mampu mengikis segala karmawarana.

Page 61: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 61/147

18. Kertas Mantra Penaat Sila Tidak 

Berzina

Tempat kediaman saya kedatangan seorang tamu yang tampan, kulitwajahnya putih bersih, matanya bercahaya seperi bintang, beralis tebal,

 berhidung mancung, bibir berwarna merah mengenakan stelan jas yang

dipadu dengan dasi berwarna biru pergelangan tangannya mengenakan

arloji Rolex, di sisi rambutnya yang hitam terdapat sedikit cambang,

tubuhnya tinggi semampai Begitu diperhatikan, sungguh sempurna, la

 berkata kepada saya, "Setelah menyimak buku karya Guru Lu, sayatelah memahami bahwa nilai kehidupan yang paliir utama adalah

 bersadhana. Kondisi lahir dan mati, kumpul dan ' pisah, makmur dan

rapuh, sehat dan lesu, selalu silih berganti. Yang hakiki adalah, tidak 

melekat pada harta dan tahta, membenal diri, mendalami Dharma,

mencapai pencerahan."

Saya berkata bahwa apa yang ia katakan memang bena Orang bijak dulu

meninggalkan sebuah lagu bermuatan makna hidup yang liriknya saya

sukai, lalu saya bacakan isi lagu tersebi kepadanya:

Tidak melekat pada kondisi duniawi Leluasa tak terbelenggu

Keteduhan batin mampu mengembangkan bakat Saatnya berpulanglangsung menapaki padma Meninggalkan jalan hidup dan mati

Melangkah di dunia hiruk p ikuk 

Tidak bakar dupa dan namaskara secara rutin

Tidak membenahi tempat ibadah

Tidak melayani jemaat yang hadir 

Tidak peduli pada segala pencelaan

Page 62: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 62/147

Masalah yang mengiang di telinga

Dibiarkan tertinggal di balik gunung

Tidak perlu menjadi pahlawan

Belajarlah jadi orang biasa

Tak ada salahnya demikian

la berkata, "Saya sangat suka dengan perkataan orang biasa itu!"

Saya menyalin lirik lagu ini dan memberikan kepadanya, la berkata,

"Orangtua saya adalah pengusaha besar, saya sebagai generasi ke-2

mesti meneruskan usaha mereka, tetapi saya tidak tertarik. Berkat

membaca buku karya Guru Lu, saya menyadari bahwa harta yang

 berlimpah bersifat sementara saja, begitu pula dengan kedudukan. Yang

saya inginkan adalah mencari Jalan Kebenaran, inilah sesuatu yang

sungguh." Saya berkata, "Sungguh terpuji." la berkata, "Saya ingin

menjadi Bhiksu." Saya langsung memperlihatkan keraguan saya dengan

mempertanyakan gaya hidupnya yang serba gelamur.

Mukanya memerah, lalu ia berkata kepada saya, "Guru j Lu, terus

terang, saya punya satu kebiasaan buruk, sekarang i* saya memiliki

 banyak teman wanita, saya tidak mengejar mereka tetapi merekalahyang mengejar saya. Saya tidak kuat menahaf godaan, sehingga...apakah

ada cara yang mujarab?" ;

Saya menjawab, "Tidak ada cara!"

"Mengapa Buddhadharma tiada tara malah tak mampu ; mengatasi hal

yang satu ini?"

Saya menjawab, "Penyakit sendiri hanya diri sendiri yanj

mengetahuinya, penyakit batin mesti disembuhi obat batin, kalai batin

lurus jasmani juga akan suci, batin yang gejolak akan menimbulkan

Page 63: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 63/147

Page 64: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 64/147

19. Sampai Jumpa di Toilet

Ada seorang siswa saya yang sebelumnya telah bergu pada Bhiksu

Xiandun, di punggungnya tumbuh tumor kulit, ia memohon kepada

saya untuk menyembuhkannya. Saya menggunakan Metode Sumur 

Emas, caranya seperti berikut.

Dengan sebuah pena, saya menggambar di punggung tempat tumor kulit

tumbuh, sambil berucap:

Garis pertama menjadi sungai.

Garis kedua menjadi kali.

Garis ketiga dan keempat menjadi sumur emas.

Pena saya bukan sembarang pena, adalah pena Empu Pujangga Lushan.

Menunjuk langit menjadi bersih.

Menunjuk bumi menjadi suci.

Menunjuk manusia menjadi panjang usia.

Menunjuk tumor menjadi binasa.

Lalu saya mencelupkan pena ini pada pewarna merah da menotali

tumor kulitnya.

Anehnya, sejak hari itu, tumor kulitnya semakin hari semaki berkurang.

Tiga minggu kemudian, tumor kulit yang tadinya mes dibedah, kini

sama sekali lenyap, kulitnya bersih kembali sepe kondisi semula.

Pena yang saya gunakan untuk Metode Sumur Emas ini sangat unik,

dan saya sudah 49 tahun lamanya mendalami metod yang rahasia ini.

Page 65: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 65/147

Pewarna merah pernah diberkati oleh 'Tianyi Shangren'! Metode ini

tidak bisa sembarangan digunakan, hanya dapat digunakan untuk orang

yang berhati lurus, tidak akan mempan kalau digunakan pada orang

yang berhati jahat.

Hal ini tercatat dalam sebait gatha, berbunyi sebagai berikut:

Yang unik dan yang antik 

Metode Sumur Emas memang antik 

Bukan Buddha bukan Dewa

Hanya melalui kekuatan sebuah pena

Mulut menjapa mantra muncullah cahaya

Menyaksikan kesembuhan segala penyakit

* * *

Siswa yang sembuh dari tumor kulit ini banyak memperkenalkan saya,

teman-temannya pun berdatangan memohon pengobatan pada saya, dan

semuanya sembuh total.

Penampilan siswa ini tidak biasa, ia adalah seorang pengusaha besar,

sejak itu malah selalu menyertai saya bepergian ke mana-mana sambil

membantu membawa kopor saya.

Suatu hari ia berkata kepada saya, "Guru Lu, sudah saatnya saya

meninggalkan Anda."

"Mengapa?"

"Saya bersama beberapa kolega saya akan hijrah ke New

York, saya tidak bisa lagi melayani Anda." "Begitukah? Baik, pergilah!"

Page 66: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 66/147

"Padahal saya enggan meninggalkan Guru Lu, saya bermaksud belajar 

lebih banyak Sadhana Tantra lagi dari Guru Lu."

Saya berkata, "Jalinan manusia sudah ditakdirkan, pergilah la berkata,

"Saya pernah berikrar hendak melayani Guru Lu!"

"Saya orang yang sehat walafiat, juga orang yang sang santai, kamu

masih muda, masa depan masih cemerlang, say tidak mungkin

membiarkan kamu melayani saya yang seorang Bhiksu ini, ikrar kamu

sudah cukup ditebus dua tahun."

la bertanya, "Guru, di manakah kita akan berjumpa lagi? Sayamenjawab, "Sampai jumpa di toilet!" la tertawa, "Guru paling suka

 bercanda." Saya berkata, "Saya bisa meramal lewat jari, kita akan

 berjumpa lagi di toilet, sungguh!" "Hahaha!"

* * *

Beberapa tahun kemudian, saya berkunjung ke Viena. Saya sedang

menikmati konser di sebuah gedung musik milik kerajaan. Di tengah-

tengah acara diberi waktu jeda 10 menit unt hadirin yang butuh ke

toilet.

Saya pun berjalan ke sana kemari menelusuri ruangan, lalu tiba di ruang

toilet yang berada di lantai bawah. Saya merasakan perlu buang air kecil.

Saya masuk ke dalam ruang toilet, berdiri di depan sebuah urinal, tiba-

tiba di sebelah kiri saya terdengar suara menyapa, "Guru Lu, tak 

disangka, senang sekali berjumpa dengan Anda." Ternyata siswa yang

dulu itu, ia sedang berdiri di depan urinal sebelah kiri saya.

Sampai jumpa di toilet! Hahaha! Sebait gatha berbunyi sebagai berikut:Asap dan hujan mengelabui pandangan Berapa kalikah mampu meramal

hal yang terkecil Sungai dan gunung membentang ribuan mil Tak 

disangka mondar-mandir di kamar kecil.

Page 67: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 67/147

20. Membasmi Kejahatan

Suatu hari, saya meninjau sebuah kuil yang indah dan agung. Kuil ini

memuja Buddha, Bodhisattva, dan Dewa, merupakan gabungan dari

agama Buddha dan Tao.

Di tingkat paling atas kuil ini dibangun sebuah loteng yan sangat antik,

terukir hewan suci kirin yang di atasnya duduk sesosok Dewata yang

memegang hiasan giok, di depan loteng dilengkapi juntaian giok, di atap

loteng terlukis 28 Dewa Bintan lengkap dengan kereta mustika

 berpayung mahkota.

Saya mengamati Dewata itu, kepalanya terikat kain, bada mengenakan

ubah berwarna biru, wajahnya bagaikan bulan di musim gugur,

memelihara jenggot yang panjang, matanya taja bagaikan bintang.

Ukiran ini terbuat dari bahan kayu bermutu yang harum.

Saat saya sedang mengamati, tiba-tiba ia bersuara, dan berkata kepada

saya, "Guru Lu, Anda telah datang."

Saya bertanya, "Anda Dewa yang mana?"

"Guangfa Tianzun."

"Ada apa sampai membuka suara?"

"Ketua kuil ini mendalami Ilmu Sesat, berniat jahat, suda banyak 

melakukan penipuan, dosanya banyak. Kini tiba saatny Anda

menghabisi penjahat ini."

Saya berkata, 'Saya tidak bisa."

"Anda bisa."

"Saya hanya orang biasa yang tak ada artinya." "Orang lain tidak tahu,

Page 68: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 68/147

tetapi saya tahu, saya melihat di kepala Anda memantulkan tiga cahaya

suci. Manusia di jaman sekarang sudah tak ada yang seperti ini."

Saya sadar tak mungkin mengelabuinya, lalu bertanya, "Bagaimana cara

menghabisinya?" "Begini...."

* * *

Pada malam hari itu, roh saya tiba di sebuah ruang tidur bawah tanah

kuil tersebut, tampak seorang pria dengan seorang wanita sedang

 bercumbu.

Pria ini ternyata ketua kuil. la punya kemampuan pula, kedatanganku

langsung diketahuinya.

la berkata, "Kamu, Sheng-yen Lu, berani-beraninya merusak urusanku."

Saya menepuk pinggulnya, la menoleh sambil marah-marah, "Sheng-yen

Lu, kamu membuat saya marah, hari ini saya akan membakar kamu

dengan api."

Ketua kuil ini menjapa Mantra Api. Segumpal api menerjang ke arahku.

Saya duduk di tengah Cahaya Prajna.

Cahaya Prajna membubung ke atas, gumpalan api itu memutar balik dan

menyerang ke arah Cahaya Prajna.

Melihat kondisi ini, saya segera berucap sebuah kalimat suci.

Api tersebut membalik arah menyerbu ketua kuil. Seketik itu, tempat

tidurnya, rambutnya, almarinya, turut terbakar, la lari tunggang langgangke arah bhaktisala.

Memang sudah waktunyalah karma mematang, api tersebut segera

melahap bhaktisala. Api biasa menarik api langit, api murni menarik api

Page 69: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 69/147

suci, langit tampak memerah, seluruh isi kuil terlahap, oleh si jago

merah, memang sudah karmanya. Angin membantu mengganaskan api

Kuil rubuh beserta pilar-pilarnya Tumpukan puing berserakan Luluh

lantah bagai diterjang ombak Tangisan setan merebak bak lidah api

Bubungan asap menerjang tingginya langit

Kebakaran ini sekaligus menghabisi nyawa ketua kuil da wanita

tersebut, menjadi arang hitam di bawah tumpukan puing puing kuil.

Kejadian ini sempat diliput oleh media massa. Konon ap !i  berasal dari

kelalaian nyala lilin. Rupang Avalokitesvara Seribut? Tangan dan ukiran

Dewata Guanfa Tianzun turut musnah, begi pula arca-arca yang lain,

semuanya terbakar habis.

Malam hari itu, saya tidur dengan pulas.

Sebait gatha berbunyi sebagai berikut:

Kebakaran kuil agung cukup mengkhawatirkan

Arca Dewata memantulkan cahaya merah Membasmi Kejahatan

Orang sesat mengundang petaka

Bencana akan tiba tepat saatnya.

Page 70: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 70/147

21. Sheng-yen Lu Hampir Meninggal

Di suatu hari, saya bangun pagi dan menggigil tanpa seba ini pertanda

tidak mujur.

Saya coba mencari tahu lewat cahaya suci.

Celaka! Nyawaku bakal tamat.

Badan saya sehat, tidak ada penyakit, juga tidak ada penyakit yang

mematikan, mestinya tidak ada masalah dalam h kesehatan.

Tahun ini, Bintang Rahula saya belum muncul, dan tida ada gejala

kecelakaan yang menyebabkan kematian.

Ini dia, pasti sebuah aksi pembunuhan, seseorang ingin menghabisi

nyawa Guru Lu, ia menyewa seorang pembunuh bayaran yang akan

mencegat saya di tengah jalan untuk melenyapkan saya.

Saya terperanjat, sempat sedih!

Ada yang bertanya kepada saya, "Guru Lu, mengapa tampak sedih?"

Saya menjawab, "Saya hampir meninggal."

"Anda baik-baik saja, orang yang saleh mana mungkin cepat

meninggal?"

"Sungguh, hari wafatku segera tiba."

"Tidak benar!"

"Tanggal 26 nanti adalah hari wafatku."

"Guru Lu suka bercanda, kami tidak percaya."

Page 71: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 71/147

Page 72: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 72/147

Dewa Huanjin Lishi turun dari langit, mendadak membelokkan roda

depan motor tersebut. Tampak motor itu ; terpelanting, salah satu kaki

 pembunuh itu patah tertimpa mot ia menjerit kesakitan dan tak mampu

 berdiri di tempat. Seseora yang lewat di sana memanggil ambulans

untuk mengangkutny ke rumah sakit.

Akhirnya saya tidak jadi meninggal pada tanggal 26. Para umat berkata,

"Lihat, Guru Lu berkata tidak jujur, beliau tidak terjadi apa-apa, tidak 

wafat." Saya tertawa terbahak-bahak. "Kalian mana tahu bahwa saya

 baru saja luput dari sebu bencana."

Belakangan memang terbukti kebenaran kejadian ini. Seseorang yang

 berhati iri telah menyewa seorang pembunuh bayaran untuk membunuh

saya, namun motor yang dikendar pembunuh itu terpelanting, sehingga

ia jatuh, dan dimasukkan 1  rumah sakit. Saya telah luput dari petaka

tanggal 26, dan beri ini cukup banyak orang yang mengetahuinya. Saya

tetap bertah hidup hingga saat ini dikarenakan pembunuh bayaran itu

mengalami kecelakaan dan menciderai kakinya. Sebait gatha berbunyi

sebagai berikut: Saya sempat menghadapi kematian Dewa Langit turun

untuk penyelamatan Orang saleh ternyata berwujud manggala Diam-

diam usia hidupku ditambah.

Page 73: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 73/147

22. Kartu Undangan Merah

Suatu hari dulu, seorang umat yang sering datang berkonsultasi,

menyodorkan selembar kartu undangan kepada saya, dan berkata,

"Guru Lu, saya akan menikah, mohon Anda berkenan menghadiri pesta

 pernikahan saya."

Saya berkata, "Selamat! Selamat! Kamu ada kemajuan."

la berkata, "Saya mesti berterima kasih kepada Guru Lu."

"Untuk apa berterima kasih?"

Guru Lu memberitahu saya bahwa jodoh saya berada di Selatan, ia

adalah seorang karyawati di kawasan modifikasi, pada bulan Agustus

mendatang kami akan menikah. Ternyata ramalan ini tepat sekali, hanya

satu hal yang tidak akurat."

"Yang mana?"

"la memang sedang bekerja di kawasan modifikasi, namun sebenarnya ia

adalah staf keuangan di sebuah perusahaan besar di Tainan yang

kebetulan sedang mewakili rekannya bertugas di kawasan modifikasi."

Saya tersenyum, dan berkata, "Pokoknya saat saya meramal, ia memang

sedang bekerja di kawasan modifikasi."

"Benar."

"Berarti akurat!"

"Benar juga," ia bertanya, "Guru Lu, apakah Anda tahu bagaimana kami

 bisa berkenalan?"

"Kamu menguji saya?"

Page 74: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 74/147

"Tidak berani, hanya ingin Anda memberitahu saja." Saya coba mencari

tahu lewat ramalan jari. Pinjam buku juga sebuah jodoh Berdialog

dengan ceria Memahami isi buku M enambah data asal usul

Rupanya pengenalannya melalui peminjaman buku di sebuah pustaka,

sama-sama meminjam buku yang sama, lalu i mengalah, dan berkenalan.

Selanjutnya mereka berbicara banyak di sebuah cafe, saling mengagumi.

Setelah beberapa kali membuat janji dan bertemu, setengah tahun

kemudian langsung merencanakan pernikahan.

* * *

Di hari pernikahan, mereka terlebih dahulu mengadaka pesta di tempat

tinggal pihak pria. Tradisi desa cenderung menggelar 'hidangan meja',

mereka memasang tenda di lapang terdekat, dan menyiapkan beberapa

set meja, bangku, dan menyuguhkan makanan yang langsung dimasak di

tempat ole seorang koki, makanannya cukup bercita rasa.

Begitu tiba di tempat, saya langsung diantar ke meja utai Saya senang

sekali bisa duduk semeja dengan tamu-yang kebanyakan sudah

mengenal saya.

Pada masa itu nama saya sudah banyak dikenal di Taiwan, banyak tamu

dari mancanegara yang datang berkonsultasi.

Hidangan siap dihidangkan, semua tamu pun mulai menikmati.

Saya tidak menyentuh sumpit, apalagi makan, saya hanya meneguk 

minuman dingin.

Mereka asyik bersulang arak, saya hanya membalas dengan minum air 

 putih.

Tuan rumah dengan ramah meletakkan beberapa jenis lauk yang lezat di

 piring saya.

Page 75: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 75/147

Saya tetap tidak menggerakkan sumpit.

Tuan rumah bertanya, "Mengapa tidak makan?"

Saya menjawab, "Dharmapala tidak mengizinkan saya makan, maka

malam ini saya puasa makan."

"Apa sebabnya?"

"Saat saya mempersembahkan makanan ini kepada Dharmapala, mereka

tidak makan, maka saya pun tidak boleh makan."

"Dharmapala dari Guru Lu terlalu memilih makanan!" mereka

menimpali sambil tertawa.

Usai pesta, semua tamu keracunan makanan dan segera dibawa ke

rumah sakit, bersyukurlah tidak sampai membahayakan nyawa.

Tamu yang semeja dengan saya teringat bahwa saya sama sekali tidak makan, lalu berkata, "Ternyata kejadian ini sudah dalam ramalannya."

Sebait gatha berbunyi sebagai berikut:

Pesta nikah sebuah budaya Sanak saudara saling bersua Hidangan yang

disaji hendaknya bersih Biar petaka tidak merusak suasana ceria.

Page 76: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 76/147

23. Sembarang Memberi Nama

Umat yang datang berkonsultasi kadang suka memohon dicarikan nama.

Ini sudah menyangkut Ilmu Pemberian Nama.

Ilmu Pemberian Nama terdapat tiga faktor utama, sebagai berikut:

- jumlah garis aksara

- bunyi aksara

- makna aksara

Dari aspek 'makna aksara', umumnya tidak menggunakan aksara yang

 bermakna tidak layak, tidak elegan, dan berbenturan.

Menurut saya, orang yang bermarga 'Wu' (tiada) paling sulit diberi

nama, misalnya:

- Wu Zhong (setia)

- Wu Xiao (bakti)

- Wu Qian (uang)

- Wu Fu (berkah)

- Wu Ren (murah hati)

- Wu Yi (keadilan)

Yang bermarga Wu tidak bisa diberi nama 'Jia' (indah), artinya jadinegatif, menyesalkan.

Tetapi kalau diberi nama 'Huai' Gahat), tetap tidak layak, memang serba

salah.

Page 77: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 77/147

Misalnya lagi:

- Wu Tou (curi)

- Wu Sha (benturan bahaya)

- Wu Ying (menang)

- Wu Wang (semberono)

- Wu Jiu (arak) Tetap saja tidak bagus. Untuk itu, kalau umat yang

 bermarga Wu minta dicarika:

nama, saya cenderung menambahkan aksara 'You' (namun), misalnya

Wu Youzhong, Wu Youxiao, Wu Youqian, Wu Youfu, Wu Youren, Wu

Youyi....

Ilmu Pemberian Nama termasuk sebuah pengetahuan besar, cukup

 banyak memberi dampak kepada pemilik nama.

 Nama yang paling bagus pun mesti tergantung arah tak yang

 bersangkutan, misalnya bidang yang ia geluti kelak, apak di

 pemerintahan, pertanian, perindustrian, perdagangan, dan 1=

sebagainya.

ama dan fakta mesti saling berpadu.

* * *

Ada seorang umat bermarga Wu datang meminta dicarik; nama untuk 

 bayinya. Saya memberi nama Wu Youyou (namu ada) pada bayinya.

Umat tersebut merasa senang. Sejak nama itu diberikan:

- keluarga ini yang tadinya tidak ada rumah milik, sege dapat membeli

rumah.

Page 78: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 78/147

■ keluarga ini yang tadinya tidak punya modal, tak lama kemudian

menjadi sangat kaya setelah menanam modal kecil pada suatu bisnis.

■ keluarga ini yang sejak lama ingin mempunyai seorang putri, ternyata

terkabul mendapat momongan seorang bayi perempuan yang saya beri

nama Wu Youzhen (namun sejati).

■ kehidupan keluarga ini menjadi membaik.

• ibunda umat ini yang tadinya sakit parah, ternyata sembuh pula.

keluarga ini tak terduga memenangkan lotre, belakangan ini putra-putrimereka mendapat prestasi yang sangat baik di sekolah.

tadinya mereka memiliki sebidang tanah ganjil yang tidak bernilai jual,

malah mendapat penawaran dari pengusaha properti dengan harga yang

tinggi.

Ada yang berkata kepada saya, "Guru Lu, cara pemberian nama Anda

kadangkala tidak sesuai dengan tiga faktor tersebut."

Saya berkata, "Saya ini asal-asalan memberi nama, dan mereka juga

terima apa adanya." "M ana boleh begini?"

Saya menjawab, "Nama yang diberi sesuai Ilmu Pemberian

ama, tentu bagus. Saya asal-asalan memberi nama, juga ad bagusnya."

"Maksudnya?'

"Terdapat keserasian di dalam kesembarangan." "Tidak paham."

"Sebaiknya tidak usah dipahami. Cara saya ini adalah II Pemberian

 Nama Sunya, bagi yang percaya, silakan saja." Sebait gatha berbunyi

sebagai berikut: Sengaja menuntut sempurna malah gagal Mencoba

menebak malah sia-sia Kebolehan yang dimiliki seorang Dewata

Page 79: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 79/147

Tersirat dalam kejernihan alam.

Page 80: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 80/147

24. Berlian yang Berkilauan

Suatu hari dulu, sekawanan orang masuk ke tempat tinggal saya, salah

seorang di antara mereka yang berstelan jas berkata kepada saya, "Guru

Lu, tahukah Anda isi saku saya?"

Saya mencari tahu melalui cahaya suci dan jari.

Saya tidak menjawab.

Mereka mengamati saya yang menjadi pusat perhatian.

Saya mengeluarkan secarik kertas, lalu dengan perlahan-lahan

menggambar sebuah segitiga sama sisi dengan garis yang halus. Gambar 

segitiga ini berbentuk tiga dimensi, bagian bawah lancip, bagian atas

lebar, di bagian atas tergambar sebuah lingkaran kecil yang sekelilingnya

dibelah menjadi segitiga sama sisi pula, kemudian ditambah lagi garis-

garis berupa pancaran Binar.

Saya menulis lagi sebuah kata '10 karat'.

Orang yang berkerumun di situ berseru:

"Luar biasa!"

"Berlian yang berkilauan!"

"Besarnya 10 karat!"

Pria yang mengenakan stelan jas ini mengeluarkan sebuah kantong hitam

dari sakunya, setelah dibuka, ternyata sebutir berlian 10 karat yang berkilauan.

Semua orang bersorak-sorai dengan sorotan mata melotot. Pria ini

 berkata, "Ramalan Guru Lu memang sangat akurat.

Page 81: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 81/147

Kami bermaksud meminjam kekuatan sakti Anda untuk memba kami."

Saya bertanya, "Apa masalahnya?"

"Kami beri kesempatan kepada Anda untuk ikut andil, An tidak perlu

tanam modal, begitu harta karunnya berhasil diperol Anda pasti

mendapat bagian."

"Apa katamu?" saya tidak paham apa yang akan mere lakukan.

Kemudian saya baru paham rencana mereka, ternyata mereka adalah

kelompok pemburu harta karun.

Ketika tentara Jepang dievakuasi dari Pulau Luzon, Philipi mereka

mengubur banyak batangan emas yang mereka perol saat Perang Dunia

II berkecamuk. Mereka terpaksa mengubu karena tidak keburu dibawa

kabur. Komandan militer Jepang y turut mengubur batangan emas itu

sempat membuat selemb peta harta karun.

Kelompok pemburu harta karun ini telah mengajukan permohonan

untuk penggalian, setelah sekian kali berusaha, ternyata membawa

harapan kecil, mereka hanya berhasil memperoleh sedikit batangan

emas, tetapi batangan emas dai jumlah yang besar masih belum

diketemukan. Tujuan mereka menemui saya adalah agar saya membantu

menemukan ha karun tersebut melalui kekuatan sakti saya.

Setelah memahami maksud kedatangan mereka, saya j tertawa geli.

Pria ini bertanya, "Bolehkah minta bantuan Guru Lu me harta karun?

Kami berikan 10%...atau 30% juga boleh, mohon beri petunjuk ke arah

mana mesti digali? Sedalam berapa meter? Kami maunya sekali menggalilangsung ketemu sasaran."

Mereka mengeluarkan peta harta karun tersebut dan mohon kepada

saya sudi memberi petunjuk yang konkrit.

Page 82: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 82/147

Saya coba mencari tahu dengan cahaya suci, namun cahaya suci tidak 

memberi reaksi.

Saya berkata, "Tidak dapat diprediksi."

"Mana mungkin? Barusan Anda mampu mengetahui 10 karat berlian di

saku saya, sekarang mengapa tidak mampu?"

"Saya tidak tahu."

"Begini saja, saya akan carikan pesawat khusus untuk membawa Anda

ke lokasi langsung beri petunjuk, bagaimana?"

"Saya tidak mungkin meninggalkan tempat ini. Kalau memang benar 

 batangan emasnya ada, cari tahu di sini atau di lokasi, sama saja."

Pria dan kawan-kawannya tampak kecewa, lalu meninggalkan tempat

dengan rasa tidak senang.

Setelah mereka pergi, saya bertanya kepada Dharmapala Baya mengenai

kegagalan ini.

Dharmapala saya menjawab, "Sekelompok orang ini lungguh tidak ada

 berkah untuk memperoleh batangan emas tersebut, itulah sebabnya tak 

dapat diprediksi."

Sebait gatha berbunyi sebagai berikut:

Musim berganti mempercepat waktu berlalu i Janganlah memaksakan

kehendak dalam urusan berkah

Akhirnya tulang belulang terkubur di pemakaman

Batangan emas pun tak mampu menebus rambut hitam.

Page 83: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 83/147

Page 84: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 84/147

hanya sebuah,ulah penipuan."

"M engapa bisa begini?"

"Orangtua saya menganggap gagasan mencetak kitab suci agar manusia

hidup lebih berakhlak, masih bisa diterima. Sedangkan urusan

 penyeberangan arwah, mereka tidak percaya, tepatnya tidak percaya

adanya Alam Dewa dan Alam Neraka."

Saya coba meramal dengan cahaya suci, lalu berkata, "Begini, kamu

 pulang saja ke rumah, seminggu kemudian, mungkin saja orangtuamu

akan setuju mengenai masalah penyeberangan ini, saya tidak menipu,umlah biaya penyeberangan tidak ditentukan, tetapi berupa pemberian

secara sukarela."

* * *

Suatu malam.

Ayahnya hendak tidur, tiba-tiba merasa seperti dalam mimpi, angin

sejuk berembus, dalam suasana berkabut yang disertai suara rantai besi

menggesek di lantai, tampak sesosok arwah berdiri di depan tempat

tidurnya.

Arwah yang berambut terurai itu berwajah pucat pasi, di lehernyaterdapat sebuah gembok besar, di belakangnya berd dua sosok utusan

 baka setinggi delapan kaki, berwajah kelab

Si ayah bermaksud menyembunyikan diri, namun tubuhn tak mampu

 bergerak.

Arwah yang lehernya digembok itu berteriak, "Anakku! Anakku!"

Si ayah mengamati arwah itu, ternyata adalah ayahnya sendiri.

Si ayah bertanya, "Benarkah Ayah di Neraka?"

Page 85: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 85/147

Page 86: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 86/147

Page 87: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 87/147

Saya sulit memberi tanggapan.

Pada tanggal 18 September 2010, bertempat di Vihara Vajragarbha

Taiwan, saya menggelar Upacara Ritual Apihoma Buddha Amitabha.

Buddha Amitabha naik ke angkasa, bersama Para Dewa Pegunungan

Taiwan Tengah membentuk sebidang 'Vajraprakara' di atas pegunungan

Taiwan Tengah untuk menghalangi badai topan.

Kejadian ini sempat diliput oleh media massa bahwa di atas pegunungan

Taiwan Tengah terdapat bentangan cahaya dinding yang amat indah.

* * *

Badai Topan Fanapi akhirnya mendarat di Hualian, Taiwan. Awalnya

 badai topan ini akan menelusuri Zhuoshuixi yang di daerah Zhanghua

menuju ke laut, tetapi, tidak terjadi seperti yang diramalkan, karena

 badai topan tersebut bertemu Vajraprakara dan terhalangi, tak dapat

melampauinya, sehingga badai topan langsung menuju ke bawah, setelah

 berkelok-kelok, lewat Tainan menuju ke laut.

Upaya Vajraprakara ini berhasil melindungi bagian Utara dan bagian

Tengah Taiwan, namun tidak mampu melindungi bagian Selatan

Taiwan.

Yang terhibur adalah bagian Utara dan bagian Tengah Taiwan

terselamatkan.

Yang mengkhawatirkan adalah bagian Selatan Taiwan akan terjadi

 bandang air.

Bencana bandang air yang melanda Taiwan Selatan ini, belakangan

disebut sebagai Bencana 919, menyebabkan Kota Kaohsiung dan Kota

Pingdong terlanda musibah.

Ada yang bertanya kepada saya, "Mengapa bisa begini?

Page 88: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 88/147

Saya menjawab, "Ini nasib negara, sama seperti keluarg-juga memiliki

nasib sendiri. Yang tadinya jelas ke Utara, malah ke Selatan, memang

sudah takdir."

Ada yang bertanya kepada saya, "Bukankah Guru Lu puny Rahasia

Zen?"

Saya menjawab, "Yang coba mendalami Zen bukan Zen Rahasia langit

mana ada rahasia? Zen memberi arti statis, Rahasi memberi arti ilusi,

dari situlah muncul Rahasia Zen yang besar.

Ada lagi yang bertanya, "Cahaya suci Guru Lu sangat akurat, mengapatidak menyelamatkan Taiwan Selatan?"

Saya menjawab, 'Tidak menyelamatkan Taiwan Selata itulah yang

akurat!"

"Maksudnya?"

"Tidak berani mengungkap."

Saya kira memang masuk akal kalau Buddha juga memili Tiga Tidak 

Berdaya, dan saya juga menemukan satu fakta bah "yang bisa

diselamatkan akan terselamatkan, yang tidak bisa diselamatkan akan

tidak terselamatkan, segalanya sudah terkondisi."

Sebait gatha berbunyi sebagai berikut: Yang mau mencela biarlah dicela

Yang mau menyalahkan biarlah disalahkan Salah dan benar tidak masuk 

di telinga, Biarlah tertinggal di balik bukit hijau.

Page 89: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 89/147

Page 90: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 90/147

Pejabat Sipil ini berkata, "Kalau saya yang menang, lain kali Anda

angan lagi disebut Buddha Hidup!"

"Kalau Anda yang kalah?"

"Saya akan bersarana dan berguru kepada Anda."

Siswa dan keluarganya sangat khawatirkan diri saya sebab mereka tahu

 bahwa saya kurang bisa minum arak, sedangkan Pejabat Sipil ini punya

ulukan "Raja Arak" yang tak tertandingi. Mereka sungguh

mengkhawatirkan saya.

Kami meminum arak yang kadar alkoholnya paling keras, yakni arak 

gandum.

Saya tidak tahu main suten ala arak, saya gunakan suten adu jari biasa,

siapa yang kalah wajib minum satu gelas arak.

Saya coba mencari tahu hasil pertarungan minum ini lewat cahaya suci,

ternyata Pejabat Sipil ini yang bakal menang, dan saya yang Buddha

Hidup ini pasti kalah total.

Saya pun membaca dalam hati, "Langit punya Dewa Arak, bumi punya

Dewa Arak, mohon Dewa Arak berkenan hadir, demikian amanat ini

sudi diindahkan."

Lalu Dewa Arak muncul membantu saya meminum arak. Giliran saya

minum arak gandum, meskipun saya yang buka mulut, sebenarnya

Dewa Araklah yang meneguknya, dan yang saya minum hanyalah air 

 putih.

Dewa arak ini tak berwujud, tak dapat dilihat oleh mata jasmani

manusia.

Demikianlah, Pejabat Sipil satu gelas, saya satu gelas, suten kami

hampir seimbang. Arak gandum yang berjumlah 24 botol, sudah habis

Page 91: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 91/147

separuh.

Pejabat Sipil ini mulai tidak stabil. Sedangkan saya, tetap segar bugar 

karena alkoholnya I sudah teruap semua. ,

Pejabat Sipil ini berkata, "Ada yang tidak beres dengan j arak di gelas

Buddha Hidup!"

Saya berkata, "Kalau begitu Anda minum punya saya." ; Begitu ia

meneguk arak di gelas saya, langsung "Buk!" terkulai di lantai, lalu

 berteriak, "Anda sungguh seorang Buddhai Hidup, ternyata memang

serba bisa. Saya tidak berani lagi bertarung dengan Buddha Hidup, saya bersedia bersarana kepad Anda, saya mengaku kalah!"

Saya tertawa terbahak-bahak. Sebait gatha berbunyi sebagai berikut:

Bersantai-santai sajalah Orang yang santai berbahagialah Arak dalam

gelas masih tersisa Jangan menyisakan galau di sukma Bernyanyi ria di

 bawah sinar rembulan Bercengkerama dengan penuh ceria.

Page 92: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 92/147

Page 93: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 93/147

Tiba-tiba petugas bea cukai ini memeluk perutnya samb menjerit-jerit

kesakitan, mukanya pucat, berguling-guling di lantai sepertinya hampir 

mau mati.

la menjerit, "Oh, Tuhan! Tolonglah saya, minta ampun!"

Petugas bea cukai yang lain mendengar jeritannya seger berhamburan

kemari, salah satu dari mereka mengenal saya, lal'; berkata, "Master Lu,

Anda lekas memakai kembali bajunya, moho Anda memberkati rekan

saya ini dengan jamah kepala!"

Saya mengenakan kembali baju, kemudian menjamah kepala petugas bea

cukai yang sedang kesakitan setengah ma' ini.

Memang ajaib, rasa sakitnya langsung lenyap, warna mukanya kembali

membaik, ia pun berdiri di tempatnya.

Semua petugas bea cukai di sana berdecak kagum, merel ramai-ramaimemohon Master Lu jamah kepala.

Belakangan seseorang memberitahu saya:

Petugas bea cukai yang satu ini seorang Kristiani yang fanatik, selalu

 beranggapan Bhiksu adalah setan, setiap kali ketemu Bhiksu, langsung

disuruh masuk ke kamar pemeriksaa khusus dan dipermainkan semena-

mena. !

Para Bhiksu hanya merasa jengkel namun tidak berani f berkomentar.

Kali ini ketemu seorang Guru Lu. Di sisi Guru Lu selalu ada

Dharmapala, dan Dharmapala segera memberi pelajaran denganmembuatnya sakit perut setengah mati.

Suatu ketika, saya bertemu lagi dengan petugas bea cukai ini.

Saya bertanya, "Perlu masuk ke kamar pemeriksaan khusus?"

Page 94: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 94/147

la menjawab, "Tidak usah!" Saya bertanya lagi, "Perlu periksa seluruh

 badan?" la menjawab, "Tidak usah! Mohon Master Lu memberkati

saya dengan jamah kepala!"

Sebait gatha berbunyi sebagai berikut: Bhiksu meninggalkan rumah

 belum kembali ke rumah Petugas bea cukai sibuk memeriksa Batin yang

terdalam tak terlihat dari luar Pengalaman pahit mengubah jadi sikap

santun.

Page 95: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 95/147

29. Rumah Hantu Dijual

Seorang siswa menaksir sebuah rumah tinggal, ia bermaksud

membelinya, sehingga khusus mengundang saya untuk membantu

mengamati fengshui rumah tersebut.

Di atas rumah ini terpampang tulisan "Rumah dijual".

Rumah ini sangat nyaman, berbentuk segi empat, tamp luarnya indah,

 berbentuk huruf 'U', interiornya tertata dengan selera tinggi, membuat

orang tertarik tinggal di rumah ini.

Dari aspek "Naga, Liang, Pasir, Air, Arah", semuanya memenuhi syarat

fengshui, hampir tidak ada cacat.

Lingkungan di sekitarnya juga sangat bagus.

Pemilik rumah ini seorang Profesor Perguruan Tinggi, istrinyamengajarkan piano, dua-duanya berpendidikan tinggi.

Mereka menemani saya meninjau ke sekeliling rumah.

Ketika saya melangkah sampai di ruang tidur putrinya, sekonyong-

konyong melihat seorang gadis kecil yang bertampa sedih berjalan ke

arah almari pakaian, lalu menghilang.

Saya segera sadar bahwa ini adalah arwah, lalu menca tahu lewat cahaya

suci, segalanya jelas sudah.

Saya bertanya kepada pemilik rumah, "Mengapa rumah ini mau dijual?"

Pemilik rumah menjawab, "Saya akan pindah mengajar perguruan tinggi

yang lain, oleh sebab itu rumah ini saya jual."

Saya tahu bahwa ia tidak berkata jujur.

Page 96: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 96/147

Saya bertanya, "Ini kamar putri Anda, putri Anda di mana?"

ia tidak bisa menjawab.

Wajah istrinya tampak memerah.

Saya berkata, "Putri Anda telah bunuh diri, tepat di kamar ini, hawa

kemarahannya masih ada."

Pemilik rumah beserta istrinya membelalakkan mata.

"Guru Lu, kami salut kepada Anda, sulit menutupi fakta dari Mata

Dharma Anda. Putri saya memang mengakhiri hidupnya di kamar ini,

lewat mimpi, ia sering berpesan kepada kami agar mencari Guru Lu

untuk melakukan penyeberangan."

Saya berkata kepada siswa saya, "Kamu beli saja rumah ini."

Siswa ini ketakutan, "Saya mana mungkin berani?"

Saya berkata, "Jangan takut, saya akan membawa pergi gadis kecil ini

untuk diseberangkan, kelak rumah ini sudah tidak ada hantu lagi, kamu

masih takut?"

Siswa ini tetap berkata, "Takut!"

Saya berkata, "Sudahlah, kamu beli dulu rumah ini, saya akan menginap

di sini tiga hari, segalanya akan aman, rumah ini akan bersih, apa yang

kamu takuti?"

Siswa ini berkata, "Bayangannya susah dihapus, saya tidak jadi

 belilah!"

Akhirnya saya berkata, "Saya Guru Lu menjamin, setelah kamu beli

rumah ini, segalanya akan baik-baik saja, dan rejeki akan datang

 berlimpahan selamanya. Percayalah omonganku, kalau ternyata tidak 

Page 97: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 97/147

seperti yang saya katakan, juallah rumah ini kepada saya."

Siswa ini berkata, "Guru Lu sudah berkata demikian, ka tentu percaya,

sebenarnya kami juga suka rumah ini."

Saya benar-benar menetap tiga hari tiga malam di ruma tersebut, lalu

saya bacakan kalimat suci sebagai berikut: Dunia ini mana mungkin tak 

ada dendam Tempat suci berada di langit di atas langit Lekaslah pergi

 bersujud kepada Buddha Jangan lagi pusing dengan alam manusia

Indahkanlah amanat ini

Arwah gadis kecil ini membubung ke atas, menganggukk kepala tiga kalikepadaku, lalu dituntun pergi oleh seberkas cahay murni.

Siswa ini setelah pindah di rumah ini, ternyata aman sejahtera dan

lancar-lancar saja.

Sebait gatha berbunyi sebagai berikut: Terdapat arwah di rumah yang

dijual Merisaukan hati penghuni rumah Begitu diseberangkan oleh

kekuatan Buddha Segalanya menjadi aman sejahtera.

Page 98: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 98/147

30. Balasan Surat Guru Lu Tiba

Banyak siswa mempunyai pengalaman yang sama seperti berikut ini.

Oleh karena saya sudah hijrah ke Seattle, USA, hampir 30 tahun, banyak umat di mancanegara menjadi sulit untuk menemui saya.

Seringkali ada umat yang mengidap penyakit aneh, mereka akan

 berkonsultasi lewat surat menyurat. Bagi mereka yang cukup mampu,

 bisa saja langsung terbang ke Seattle menemui saya, namun bagi mereka

yang berekonomi lemah atau sibuk, sungguh tidak mudah. Apalagi saat

ini aplikasi untuk memperoleh visa USA semakin sulit, sehinggasemakin menyulitkan mereka untuk menemui saya.

Itulah sebabnya dalam sebuah kurun waktu yang cukup lama, saya

lebih sering melayani konsultasi lewat surat. Meskipun berjarak ribuan

mil, hasilnya tetap akurat.

Pernah seorang umat bermarga Fan menanyakan masalahnya lewat

surat, sebagai berikut:

1. Bagaimana urusan pernikahan putrinya?

2. Bakal lancarkah investasi sahamnya?

3. Istrinya sedang menunggu donasi ginjal, kapan ada hasil?

Setelah menerima surat, saya coba mencari tahu lewat cahaya suci, lalu

mengetahui jawabannya, dan memberi tanggapan sebagai berikut:

1. Pernikahan putrinya akan gagal.

2. Investasi saham sebaiknya dilakukan pada bulan Pebruari, dan

sebelum bulan April segera dilepas.

3. Donasi ginjal istrinya pada bulan depan akan menda kabar baik.

Page 99: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 99/147

Surat balasan ini saya berkati dan kemudian kirim. Ternya sehari

sebelum menerima surat saya, umat bermarga Fan ini bermimpi sesosok 

Dewa memberitahu dia bahwa surat balas Guru Lu sudah tiba, dan

memperlihatkan isi surat padanya.

la memberitahu hal ini kepada keluarga, namun seisi keluarga tidak 

 percaya.

Keesokan hari, surat balasan benar-benar tiba, isinya sama. Keluarganya

merasa takjub.

Hanya saja, jawaban pertama di surat tersebut membu mereka sulit percaya. Putri mereka pada bulan berikutnya ak menikah, mengapa isi

surat mengatakan 'gagal', mereka angg ini tidak akurat.

Akhirnya tibalah hari menjelang pernikahan putrinya. Seh sebelum hari

 pernikahan, calon mempelai pria pergi berenang pantai bersama teman-

temannya, sungguh naas, ia mati terhany

Ternyata pernikahnya ini sungguh 'gagal'!

Istrinya yang mesti melakukan pencangkokan ginjal tel menunggu satu

tahun lamanya, namun belum menemukan don ginjal yang cocok untuk 

istrinya, ternyata pada bulan berikutn mendapat kabar baik!

Pada bulan Maret, tiba-tiba nilai saham melonjak, bui April nilai saham

anjlok.

Semuanya akurat sekali!

Satu-satunya yang disesalkan adalah pernikahan putrinya, kecelakaan

yang merenggut nyawa calon suami putrinya itu membuat si putri

sangat sedih lalu berniat menjadi Bhiksuni.

Saya memberitahu kepada putrinya, "Satu setengah tahun kemudian

akan muncul seorang calon suami yang ideal, kamu belum bisa lepas dari

Page 100: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 100/147

Page 101: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 101/147

31. Bunda Maria dan Bunda Mazu

Seorang siswa memohon saya menyeberangkan adik iparnya yang

 berada di tempat nan jauh.

Dalam proses penyeberangan, .lewat Mata Dharma saya melihat

fenomena sebagai berikut:

Di tengah gumpalan cahaya merah terdapat cahaya putih, dan di dalam

cahaya putih berdiri sesosok Dewi, tercium harum semerbak. Gerak-

gerik Dewi ini amat lembut, garis mata dan hidungnya agak tajam,menampakkan senyum, mengenakan jubah serba putih, sekujur tubuh

memancarkan cahaya suci. Setelah saya amati dengan saksama, ternyata

 bukan Bodhisattva yang biasa kita kenal, tetapi adalah Bunda Maria,

Ibunda dari Yesus, yang dipuja dengan tulus oleh umat Katolik.

Saya bertanya kepada siswa tadi, "Apakah adik iparmu penganut

Katolik?"

Siswa ini menjawab, "Tidak jelas."

Saya berpesan kepadanya, "Coba segera tanyakan kepada orangtuanya

apakah dia penganut Katolik?"

Siswa ini segera menghubungi lewat telepon. Ternyata memang benar,

adik iparnya sejak sepuluh tahun yang lalu sudah menganut agama

Katolik, dan sering berdoa dengan Kitab Rosario di hadapan rupang

Bunda Maria.

Saya berkata kepada siswa ini, "Adik iparmu telah dituntun leh Bunda

Maria masuk ke Surga."

Peristiwa mukjizat semacam ini banyak terjadi, kepergii seseorang

selalu dituntun sesuai kepercayaan masing-masing terbukti memang

demikian.

Page 102: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 102/147

Ada lagi seorang siswa yang ayahnya baru meninggal. Siswa ini

memohon saya melakukan penyeberangan.

Dalam proses penyeberangan, saya melihat sebuah fenomena sebagai

 berikut:

Dewa Mata Jauh dan Dewa Kuping Jauh muncul, lalu langit turun

sebuah tandu suci yang di dalamnya duduk seso Dewi, yakni Dewi

Bahari. Dewi Bahari (Mazu) ini memancark seberkas cahaya emas dan

mengangkat ayah dari siswa terse1  Saya bertanya kepada siswa ini,

"Ayahanda pemuja D Bahari?"

Siswa ini menjawab, "Benar." Setelah ditanyakan lebih lanjut, ternyata

si ayah perna' menjadi ketua komisaris di sebuah Kuil Mazu, pernah

 pula mengundang tandu suci Mazu pulang ke rumahnya, bahkan '

 pernah menjadi ketua penjaga dupa pada sebuah tempat iba'* yang

 bernama Vila 13, sering pula si ayah berdana dan menj tenaga relawan

dalam upacara kirab tandu suci Mazu.

Para siswa yang mendengarkan peristiwa ini semua berdecak kagum.

Pernah suatu kali pada ritual penyeberangan untuk seorang Bhiksu,

yang saya lihat lewat Mata Dharma adalah:

Sesosok Dewa yang gagah berwibawa turun dari langit, mengenakan

ketopong emas berkilauan yang dihiasi bulu feniks, mengenakan baju

 baja yang memancarkan cahaya emas, kedua tangan menggenggam

sebatang Pentung Penakluk Mara, berwajah putih dan agung, kaki

mengenakan sepatu boot perang berwarna hijau tua, sekujur tubuh

dihiasi untaian pita sutra.... i la adalah Dharmapala Skanda. i Mahadewa

Pelindung Dharma di sisi Buddha I Selalu membuat takut para Mara !

Saya bertanya kepada para Bhiksu yang berada di sekeliling, "Mengapa

Bhiksu ini dituntun oleh Dharmapala Skanda? Ada yang tahu?"

Para Bhiksu merasa takjub, lalu seseorang di antara mereka menjawab,

Page 103: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 103/147

"Guru Lu sungguh luar biasa, Bhiksu ini berperilaku agak aneh, ia tidak 

memuja Buddha atau Bodhisattva, hanya memuja Skanda, membaca

sutra dan mantra dari Skanda, kini [Skanda muncul menuntunnya pergi,

 bukankah terbukti jodohnya kuat?"

Saya beranjali, "Svaha! Svaha!" I Para Bhiksu turut mengagumi.

Sebait gatha berbunyi sebagai berikut: Wahai umatku bersadhanaiah

Kondisi duniawi tak pernah usai Dari jalan sesat menuju jalan awal

Menyudahi kebingungan segalanya jernih.

Page 104: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 104/147

32 Nayoro di Hokkaido

Pada bulan Oktober 2010, saya bersama Acarya Lianshi, Acarya

Liandian, dan rombongan sekitar duapuluh orang bertamasya ke

Hokkaido, Jepang. Kami mengahnbil kesempatan kali ini berkunjung ke

Vihara Vajragarbha Amiyoshi yang berada di Osaka. Ketua Viharanya,

Acarya Jingxiang, menggelar sebuah Upacara Abhiseka Vihara.

Segalanya berjalan dengan sangat lancar.

Kami berkunjung pula ke Cetya Dajian yang berada di Nagato. Acarya

Lianchang juga menggelar ceramah Dharma yang diakhiri denganAbhiseka Adhistana. Segalanya juga berjalan dengan sangat lancar.

Lalu kami naik pesawat dari Hiroshima transit di Tokyo, menuju ke

Sapporo, Hokkaido.

Pemandu Jepang kami bermarga Wang.

Saya berkata, "Saya pernah pergi ke sebuah kota paling Utara di

Hokkaido, yaitu Nayoro."

"Nayoro?" Pemandu Wang mengusap kepalanya sambil ergumam,

"Noyoro? Tak ada tempat yang bernama Nayoro."

"Ada."

la berkata, "Tidak ada, jangan-jangan Anda keliru, yang nda maksud

adalah Wakkanai."

Saya berkata, "Tidak salah, saya pernah ke Nayoro."

Pemandu Wang berkata, "Saya sekolah dan menetap di Jepang sudah

 puluhan tahun, tidak pernah tahu ada tempat ya bernama Nayoro."

Pemandu menyangkal dengan tegas.

Page 105: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 105/147

Rekan-rekan serombongan saling memandang, mere" tidak tahu mesti

 percaya pada Guru Lu atau Pemandu Wang*

Ketika bus kami berhenti di sebuah area istirahat, say punya firasat,

lalu saya coba cari tahu lewat cahaya suci, dari segalanya pun terjawab.

Tiba-tiba sebuah bus besar melesat ke arah kami, lalu; berhenti tepat di

hadapan saya dan Pemandu Wang.

Rekan-rekan yang menyaksikan ini, berseru, "Hah?"

Ternyata mobil bus ini berasal dari kota Nayoro, plat m; bus tertulisdengan jelas: "NAYORO".

Pemandu Wang membelalakkan mata.

Yang lebih aneh lagi, nomor plat mobil ini adalah "627 bulan Juni

tanggal 27 tepat hari ulang tahun Guru Lu dalam hitungan kalender 

internasional.

Selain itu, umat yang bernama Lei Fengyu pun berseru' melihat nama

supir yang mengendarai bus ini tertulis 'Tuan She yen".

Oh Tuhan! Tiga hal kebetulan ini membuat rekan-reka serombongan

merasa takjub.

"Nayoro", "627", dan "Tuan Sheng-yen".

Mengapa bisa begini? Kalau saja kami tiba di sini sem lebih awal, atau

semenit lebih telat, kami tidak akan bertemu dengan bus ini. Bus besar 

ini mendatangkan tiga hal kebetu untuk kami.

"Ada setan!" ujar Pemandu Wang.

"Sungguh kebetulan sekali, ada setan kali!" rekan-rekan menimpali.

Page 106: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 106/147

Sepanjang hidup saya ini, terjadi banyak hal kebetulan, sangat banyak.

Begitu saya memikirkan seseorang, orang tersebut langsung muncul;

 begitu saya memikirkan satu hal, hal tersebut langsung terjadi. Kekuatan

ini sangat luar biasa, meskipun dalam kehidupan saya banyak 

menghadapi hal-hal yang tidak menyenangkan, tetapi begitu sayamenyalurkan pemikiran saya, hal tersebut langsung dapat teratasi.

Sebait gatha berbunyi sebagai berikut: Dari kecil bersifat tulus Suka

 bersadhana malas belajar Melanglang buana mengatasi masalah

Berkelana dan memondok di pelosok dunia.

Page 107: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 107/147

33. Permohonan Dewa Pohon

Suatu malam, sesosok Dewa Pohon datang menemui saya.

Saya tidak merasa heran kalau pepohonan juga memi Dewa Pohon.Dalam kitab Sutra menyebutkan adanya Dewa dewa lain seperti Dewa

Udara, Dewa Tanah, Dewa Surya, De Candra, Dewa Bintang, Dewa

Air, Dewa Api, Dewa Angin, De Sungai, Dewa Laut, Dewa Gunung,

Dewa Tanaman....

Dewa Pohon yang satu ini sudah ratusan tahun melati diri, iamenampakkan diri dalam wujud manusia: kepala mengenakan kain

 berwarna hijau, wajah berwarna emas, ba ' memakai jubah bergambar 

sepasang naga, tangannya bany dan tak bisa diam, memakai ikat

 pinggang kain sutra, kakiny terpaku pada sepatu boot tinggi, beralis

 panjang dan bermat lebar yang penuh cahaya, jenggotnya panjang amat

 bergaya'

Dewa Pohon berkata, "Saya sengaja kemari untuk mene Guru Lu."

"Ada masalah apa?"

"Ada satu masalah mohon bantuan."

"Coba katakan."

"Terus terang, saya sudah melatih diri di lereng bukit sel ratusan tahun,

lalu seseorang membangun vila di depan say aman-aman saja, namun,

 belakangan ini ada seorang guru i fengshui beranggapan bahwa pohon

 besar di depan vila mem' dampak yang tidak baik terhadap fengshui

vila, ia menganjurkan agar pohon ini mesti ditebang. Tuan rumah vila

menjadi takut mendengarkan hal ini, tetapi agak ragu juga, sehingga

 besok tuan rumah vila ini akan meminta petunjuk pada Guru Lu, mohon

Guru Lu berkenan mengamankan nyawa pohon saya ini."

Page 108: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 108/147

Page 109: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 109/147

saja, buat apa tebang pohon?"

la berkeringat dingin, tak mampu beragumentasi bany lalu bertanya,

"Guru Lu, saya belum buka mulut, bagaimana An bisa tahu semuanya,

Apakah Anda seorang Dewa?"

Orang-orang di sekitar situ pun ikut merasa kagum. Saya tertawa, "Saya

 bukan Dewa, tetapi paling tidak ju setengah Dewalah."

Tuan rumah vila ini beranjali, belakangan ia sekeluarg minta bersarana.

Sebait gatha berbunyi sebagai berikut: Pagi dingin di vila lereng bukitPohon besar laksana payung memandang jauh Masalah tidak 

menyentuh tempat ini Tidak turuti omong kosong malah aman.

Page 110: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 110/147

34. Uji Coba

Seorang tamu yang tidak kenal datang ke tempatku, ia mengeluarkan

sebuah kotak besar persegi dan meletakkannya di depan saya. Kotak ini

terbungkus dengan sangat rapi.

Tamu ini berkata, "Guru Lu, bingkisan ini untuk Anda."

Saya berkata, "Terima kasih."

"Guru Lu, tahukah Anda apa isi bingkisan ini?"

"Bila ingin memberi saya bingkisan ya berikan saja, mengapa mesti

minta saya menebak isinya?"

Tamu ini berkata, "Saya sudah lama mendengar bahwa Guru Lu

memiliki Mata Dewa, mampu mengetahui hal yang sudah terjadi

maupun yang akan datang, dapat memahami isi hati orang, tak ada halyang tidak diketahui. Hari ini, beberapa teman datang bersama saya,

mereka orang yang keras kepala, mengapa Guru Lu tidak mengambil

kesempatan ini menginsafkan orang-orang yang keras kepala ini?"

Saya berkata, "Lain kali jangan terulang lagi ya!" la berjanji, "Ya, hanya

sekali ini saja." Saya menulis sebait gatha di selembar kertas.Mendatangkan berkah belum tentu berhasil Sifat serakah itu kebiasaan

manusia Adalah kucing yang datang mencari makan Demikianlah jelas

adanya

Kertas tadi dibaca bergantian oleh teman-teman tamu tadi,

semuanya tercengang.

Akurat!

Mereka mengacungkan jempol.

Page 111: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 111/147

Bingkisan ini dibuka, ternyata sebuah 'Kucing Pendata Hoki' yang

terbuat dari bahan keramik.

Salah seorang teman dari tamu tadi masih kurang salu ia berkata, "Guru

Lu, Anda bisa meramal, apakah Anda tahu jumlah uang di dompetku?"

"M enebak jumlah uang di sakumu?"

"Benar, kalau jawabannya tepat, saya baru salut."

"Kalau tidak tepat?"

"Berarti Anda membual."

Kali ini sungguh sebuah ujian berat yang tidak mudah. Setelah saya cari

tahu lewat cahaya suci, jawabannya sudah a namun saya berkata, "Saya

tidak ingin memberi jawaban."

la berkata, "Anda kalah!"

Saya berkata, "Saya tidak kalah, saya hanya tidak ingi menerima uji

coba seperti ini, namun saya hendak memberit Anda, sekarang Anda

 pulang, Anda bisa menyelamatkan ratu"1 nyawa, cepat pulanglah!"

la berkata, "Ratusan nyawa, mana mungkin?"

Sekawanan tamu yang tidak dikenal ini buru-buru meninggalkan tempat

menuju rumah orang yang bermaksud menguji tadi.

Istrinya sedang memasak air di sebuah kuali besar, hendak 

memasukkan sekeranjang remis ke dalam kuali unt memasak kuah remis

yang katanya bermanfaat untuk organ hati.

Tamu tadi berteriak, "Stop! Stop! Hari ini tidak menikmati kuah remis,

lepaskan saja ratusan remis ini ke habitatnya!"

Page 112: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 112/147

Teman-teman yang lain berseru, "Apa yang dikatakan Guru Lu sungguh

akurat!"

Sebait gatha berbunyi sebagai berikut: Menjelma orang awam di tengah

cahaya Menyelamatkan umat memperlihatkan kemampuan Dilindungi

 para Dewa dan Naga Berhasil menyelamatkan insan dunia.

Page 113: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 113/147

35. Gurumu Sudah Gila

Seorang siswa datang berkonsultasi, "Guru Lu, tahun in sudah berlalu

setengah tahun, kira-kira setengah tahun selanjutny apa yang mesti saya

 perhatikan?"

Saya bertanya, "Kamu tinggal di mana?"

Siswa ini menjawab, "Kaohsiung."

Saya coba cari tahu melalui cahaya suci, segalanya menjadi jelas.

Saya berkata, "Jika saya ingin kamu mematuhi perkata saya, apakah

kamu mau lakukan sesuai perkataan saya?"

Siswa ini menjawab, "Perkataan Guru bagaikan amanat suci, saya pasti

turuti perkataan Guru, kalau tidak, tidak mungki saya datang

konsultasi."

"Sungguh?"

"Sungguh, saya pasti patuh."

"Baik, pada awal bulan September tahun ini, semua bara di lantai satu

dipindahkan ke lantai dua, mobil dibawa ke gunun.

Siswa ini menunjukkan ekspresi wajah keberatan atas ; perkataan saya,

lalu berkata, "Guru Lu, ini tidak mudah, lantai satu rumah saya

merupakan sebuah ruang tamu besar. Perab dan sound system yang

mewah ada di lantai satu, Anda ingin saya memindahkannya ke lantai

dua, apa alasannya?"

Saya menjawab, Tak boleh diungkapkan, apakah kai bersedia?"

"Bersedia!" jawab siswa ini dengan terpaksa.

Page 114: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 114/147

* * *

Sesampai di rumah, istrinya tidak setuju.

'Tanpa alasan memindahkan semua barang lantai satu ke lantai dua,

mobil dibawa ke gunung, buat apa?"

"Pesan dari Guru."

"Gurumu sudah gila!" kata istrinya, 'Tidak mau pindah!"

Tetangga yang mendengarkan hal ini, turut berkomentar, "Gurumu

sudah gila! Kalau dikatakan gempa, apa gunanya pindah ke lantai dua?

Kalau dikatakan kebakaran, apa gunanya pindah ke lantai dua? Kalau

dikatakan kebanjiran, kita sudah limapuluh tahun tinggal di sini, sama

sekali aman."

"Gurumu sudah gila!"

Para tetangga tidak mendukung.

Siswa ini menjadi serba salah, kalau tidak turuti, berarti menyimpang

dari amanat Guru Lu; jika dituruti, istri dan tetangga semua memakinya

gila, hari cerah begini, bagaimana bisa terjadi bencana?

Apalagi mobil dibawa ke rumah teman yang berada di gunung, sebulan

tidak diambil-ambil, teman pun bisa memakinya gila.

Badai Topan Fanapi datang menerjang!

Badan Meteorologi menyebutkan, "Hualian, Yilan, Taipei mesti hati-

hati!"

Tak disangka badai topan terhalang oleh pegunungan tengah, akhirnya

membelok ke Tainan menuju laut, sehingga bagian Selatan penuh dengan

gumpalan awan yang tebal. Air hujan datang mengguyur, bagaikan

Page 115: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 115/147

tumpahan air. Badan Meteorologi berulang-ulang memperbarui angka

intensitas curah hujan.

Bagian Selatan Taiwan terjadi banjir besar yang terpar dalam kurun

waktu 50 tahun terakhir ini, terutama di Kota Kaohsiung, Kabupaten

Kaohsiung, dan Kabupaten Pingdong. Bencana banjir 919 pun terjadi.

Siswa ini tidak mematuhi perkataan Guru Lu, lantai satu tergenang air,

mobil mewah habis terendam air, ia sangat menye: Sebait gatha

 berbunyi sebagai berikut: Dikatakan gila belum tentu gila Perkataan

sejati ada di sana Memahami kejadian di alam semua ini berlalu begitu

saja.

Page 116: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 116/147

36. Celaka! Hujan Melulu

Saya akan berkunjung ke Osaka, Hiroshima, Nagato, dan Hokkaido,

rencana hanya delapan hari.

Pemandu Wang di Jepang sempat mengamati laporan dari Badan

Meteorologi, lalu berkata, "Celaka! Dalam delapan hari, ada tujuh hari

akan turun hujan."

Saya terdiam.

Rekan-rekan berkomentar, "Kita tidak usah khawatir, kita ada Guru Lu,

hari hujan juga akan berubah menjadi hari cerah."

Pemandu Wang berkata, "Laporan Badan Meteorologi Jepang selalu

akurat, tujuh hari turun hujan, hanya satu hari cerah, tak ada orang yang

 bisa mengubah kenyataan ini."

Rekan-rekan berkata, "Guru Lu kami mampu mengubahnya."

Pemandu Wang berkata, 'Kalian mau percaya pada saya atau percaya

 pada Guru Lu?"

Rekan-rekan berseru, "Percaya pada Guru!"

Pemandu Wang agak geram.

* * *

Saya sadar, jika setiap hari hujan menemani kita menikmati

 pemandangan indah saat bepergian ke luar negeri, akan mengurangi

nikmatnya bertamasya, apalagi mesti memegan payung, sungguh tidak 

leluasa.

Berjalan-jalan di bawah cuaca hujan menikmati Danau Toya, Danau

Page 117: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 117/147

Shikotsu, dan Kota Otaru, malah tak dapat memandang jauh pula,

sungguh merusak suasana, alangkah baiknya kalau cuacanya cerah dan

ditemani angin sejuk sep sepoi.

Saya memasuki jhana, tiba di angkasa, menemui Dewa Air.

Dewa Air berkata kepada saya, "Dewa Air mengatur Ca Air,

merupakan salah satu cakra di alam ini, di atas Cakra Ud terdapat Cakra

Angin, di atas Cakra Angin terdapat air hujan Alam Cahaya, yang

membuat kedalaman Cakra Air berkapasi 100.020.000, sayalah Dewa

yang mengatur Cakra Air."

Saya bertanya, "Apakah Dewa Air yang mengatur huj di alam ini?"

Dewa Air menjawab, 'Tidak, Dewa Air mengatur Cakra tidak mengatur 

hujan, Anda hendaknya mencari Dewa Hujan, Dialah yang mengatur 

hujan."

Saya menemui Dewa Hujan.

Dewa Hujan berkata, "Memang saya yang mengatur huj tetapi,

intensitas curah hujan diatur oleh Dewa Indra, Anda hendaknya mencari

Dewa Indra."

Lalu, saya menemui Dewa Indra.

Dewa Indra berkata, Tujuh hari hujan, satu hari cer 'isudah dijadwalkan

sebelumnya, tidak bisa diubah."

Saya berkata, "Kalau begitu jadwal saya kali ini akan sia-sia!"

Dewa Indra berkata, "Mohon maaf!'

Saya berkata, saya ada sebait syair hendak dibacakan untuk Dewa

Indra, sebagai berikut:

Page 118: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 118/147

Berbuat kebajikan mampu meredam petaka

Ada berkah tentu mampu mengubah

Segalanya biarlah saya yang menanggung

Tanah garapan berubah menjadi laut biru

Dewa Indra bertanya, "Bagaimana bisa ubah?"

Saya menjawab, "Saya baca Sutra Agung Avalokitesvara 1.000 kali."

Dewa Indra berkata, "Bisa diubah, bisa diubah."

Saya menekan cahaya suci, seketika itu tiga cahaya (Cahaya Putih,

Cahaya Buddha, Cahaya Suci) memancarkan seribu Padmakumara yang

membaca Sutra Agung Avalokitesvara dalam cahaya, sebentar saja

selesai membaca dalam jumlah seribu kali.

Saya dengan Mudra Penunjuk menunjuk 'langit tiujan'.

Demikianlah selama delapan hari kami bertamasya di Jepang, cuaca

 berubah menjadi tujuh hari cerah, hanya satu hari hujan, dan hujannya

 pun turun di tempat lain, bukan di tempat saya berada.

Keunikan Sadhana memang tiada tara. Sebait gatha berbunyi sebagai

 berikut: Takdir saya tidak diatur langit

Semuanya diatur sendiri Berkah dan pahala dapat diubah Nasib pun

datang tepat pada waktunya.

Page 119: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 119/147

37. Mohon Jangan Memancing Lagi

Ada seorang siswa mengajak putra-putrinya datang menemui saya.

Anaknya berjumlah enam orang, begitu berbaris, kelihatannya cukup

 banyak, yang aneh adalah; anak-anak ini semuanya berbibir sumbing.

Siswa ini bertanya kepada saya, "Mengapa mereka semuanya berbibir 

sumbing?"

Saya coba cari tahu lewat cahaya suci, semuanya terjawab jelas, lalu

saya berkata, "Karma membunuh."

Siswa ini bertanya, "Sejak saya bercatur sarana kepada Guru Lu, saya

tidak pernah lagi membunuh hewan, mengapa dikatakan karma

membunuh?"

Saya bertanya, "Kamu suka memancing ikan?"

Siswa ini menjawab, "Saya tidak pernah memancing ikan."

Saya bertanya, "Apakah orangtua kamu memancing ikan?"

Siswa ini menjawab, "Kakek dari anak-anak ini sepanjang hidup tidak 

ada hobi lain kecuali memancing ikan, sampai sekarang masih

memancing. Namun saya tidak membunuh hewan, mengapa karma ini

 berdampak pada anak-anakku?"

Semua orang memperhatikan mulut anak-anak ini, bibir atas tebal,

sumbing, persis seperti mulut ikan terkena kail.

Saya berkata kepada siswa ini, "Urusan karma memang di luar akalsehat, sama halnya seperti genetika, juga bisa melangkahi satu generasi.

Sebenarnya, ada buah karma yang cepat, ada buah karma yang lambat,

ada karma yang berbuah dalam satu masa kehidupan, ada pula karma

yang berbuah pa masa kehidupan berikut, jadi bukan tidak berbuah,

Page 120: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 120/147

hanya masai waktu saja!"

Siswa ini memohon, "Guru Lu tolong membantu."

"Anak-anak boleh jalani bedah plastik, soal memancing ikan, sebaiknya

kakek dari anak-anak ini jangan memancing lagi

Siswa ini bertanya, "Guru Lu pernah bercerita bahwa a seorang Guru

Leluhur Tantra memancing ikan. M engapa ia bola memancing?"

Saya berkata:

Ada seorang Guru Leluhur Tantra sedang duduk di ping danau

memancing. Seorang anak kecil tiba di situ dan melihat; Guru Leluhur 

memancing ikan, lalu berkata kepada Guru Leluh "Buddhisme

mengajarkan tidak membunuh, mengapa Guru Leluh memancing ikan?"

Guru Leluhur menjawab, "Kamu adalah hasil pancingan saya!"

Anak kecil ini belum tentu mengerti, namun artinya sudah jelas.

Guru Leluhur memancing ikan sama dengan menyelamatkan makhluk,

 begitu ikan berhasil dikail, Guru Lelu1  akan mengantarnya ke tempat

Cakravartiraja agar ikan tersel terlahir di alam yang lebih layak.

Ini bukan pembunuhan, melainkan sebuah upaya berp; karena ikan

terseberangkan.

Ini merupakan contoh kasus yang memperbolehkan memancing ikan.

Saya, Guru Lu, tentu boleh memancing ikan karena saya juga mampu

mengantar ikan ke alam yang lebih baik.

Saya ingin menasihati para siswa yang suka membunuh hewan agar 

sering-sering:

- membaca Sutra Agung Avalokitesvara.

Page 121: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 121/147

- menjapa Mantra Penyeberangan Manjusri.

- mencetak Kitab Yuli Baochao.

- mencetak Sutra Ksitigarbha.

Ketahuilah, karma membunuh adalah karma paling berat, tak ada karma

yang lebih berat dari karma membunuh. Seorang umat Buddha, siapa

 pun orangnya, apapun alasannya, mesti menaati sila nomor satu ini.

Sebait gatha berbunyi sebagai berikut:

Karma membunuh paling berat

Saya akan menyelamatkan begitu ada aksi pembunuhan

Orang yang merawat rasa maitri karuna di hati

Dewa senantiasa melindungi keturunannya.

Page 122: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 122/147

38. DENDAM!

Suatu kali, saya melewati sebatang pohon beringin besar saya melihat

seorang wanita berdiri di bawah pohon tersebut, wajahnya tak ada

ekspresi, badannya sama sekali tidak bergerak Seberkas hawa yin

 berembus kemari, membuat bulu kudukku berdiri.

Ya ampun, ternyata ia adalah sesosok hantu.

Hantu wanita ini berkata, "Guru Lu, saya sudah lama menunggu Anda!"

Saya bertanya, "Ada perlu dengan saya?"

la menjawab, "Saya ada sebuah masalah, selain Anda ta' ada lagi yang

mampu menyelesaikan, mohon Anda sudi membant saya."

Saya mencari tahu lewat cahaya suci, segalanya jelas sudah. Saya

menaruh rasa iba padanya, dan saya juga sadar bahwa masalah inimemang hanya saya saja yang bisa membantunya.

Saya menasihati dia, "Janganlah membalas dendam denga kebencian,

mengapa tidak melepaskan dia?"

la berkata, "Keadilan mesti ditegakkan, dendam ini mest dibalas. Kami

awalnya adalah sepasang suami istri, sangat disayangkan, setelah

muncul orang ketiga, kami mulai berselisih akhirnya dia mencekik saya

hingga mati, lalu diriku digantung : pohon beringin ini seolah-olah saya

 bunuh diri. Hakim tidak jeli,

menetapkan dia tidak berdosa, kini dia sudah kabur ke USA."

"Kamu tidak mampu ke USA?"

"Betul, siang hari ada Dewa Piket Siang, malam hari ada Dewa Piket

Malam, saya sama sekali tidak berdaya, apalagi samudra begitu luas,

Page 123: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 123/147

saya tidak sanggup melewatinya."

"Saya dapat membantu kamu?"

"Betul, kepala Anda terdapat tiga cahaya suci, Dewa Piket Siang tidak 

akan melukai saya, Dewa Piket Malam juga tidak akan melukai saya.

Saat Anda pulang ke USA, Anda boleh bawa saya."

"USA begitu luas, suami kamu di mana?"

la menjelaskan, "USA memang luas, namun nama besar Guru Lu sangat

terkenal, pada tanggal tertentu dia akan datang berkonsultasi di tempatAnda, saat itu Anda lepaskan saya, tentu saya bisa urus sendiri."

Saya berkata, "Kiranya ini bukan cara yang terbaik, bukankah saya

menjadi turut mendukung kamu berbuat kejahatan?"

"Ini sebuah karmavipaka, bukan kejahatan."

Hantu wanita ini langsung melompat masuk ke dalam saku saya.

* * *

Memang aneh, saya hari Jumat tiba di USA, suaminya hari

Sabtu datang berkonsultasi.

Hantu wanita ini dari saku saya melompat masuk ke tubu orang

tersebut.

Orang ini bertanya kepada saya, "Apakah saya memiliki rejeki

sampingan?"

"Tidak," sahutku.

Orang ini tersenyum, "Guru Lu kehilangan daya akurat, saya ini seorang

 bos bandar judi, saya meraup uang dari pecand judi, bagaimana mungkin

Page 124: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 124/147

Page 125: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 125/147

39. Guru Lu Sungguh Datang

Menjemput

Seorang siswa yang sakit parah berkata kepada saya, "Guru Lu, sayasudah selesai menjapa Mantra Guru sebanyak delapan juta kali, namun

masih saja belum mendapat yukta. Hari ini, dokter memberitahu bahwa

hidup saya tinggal setengah tahun, hatiku menjadi tidak tenang, karena

selain belum memperoleh yukta, juga karena kehidupan saya segera

 berakhir, mohon Guru Lu sudi memberi petunjuk."

Saya berkata, "Begini saja, kamu sudah selesai menjapa Mantra Guru

sebanyak delapan juta kali, saat jelang wafat nanti,», saya,

Padmakumara, pasti datang menjemput kamu terlahir di alam suci,

 bukankah bagus begini?"

"M emang bagus, jika tidak datang?"

"Pasti datang."

la berkata, "Kalau Guru Lu tidak datang saat saya menjelan wafat, saya

akan diam saja; jika Guru Lu datang, saya pasti aka berteriak bahwa

Guru Lu datang, untuk sebuah pembuktian, bolehkah?"

Sanak saudara di sampingnya turut mendukung, meman ini cara yang

tepat untuk membuktikan bahwa Guru Lu mampu menjemput makhluk 

hidup terlahir di alam suci.

Dulu, banyak siswa yang memperoleh pertanda mujur selama dalam

upaya menjapa delapan juta kali Mantra Guru, antara lain:

- melihat alam suci Padmakumara.

- melihat diri sendiri berubah menjadi Padmakumara.

Page 126: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 126/147

- melihat sendiri wujud Adinata.

- menjelajahi sepuluh penjuru Dharmadatu.

- tiba di Buddhaloka mendengarkan ceramah Dharma Para Buddha.

- memahami karma tiga masa kehidupan.

- memperoleh cahaya adhistana dari Guru Lu.

- menunggangi pegasus menjelajahi berbagai Buddhaloka.

- meraih hadiah utama lotre.

- dan lain sebagainya.

Sudah banyak kemujuran yang dialami oleh siswa yang usai menjapa

delapan juta kali Mantra Guru, tetapi tidak demikian halnya dengan

siswa yang satu ini, ia sama sekali tidak memperoleh gejala, itulahsebabnya ia merasa bimbang.

* * *

Tibalah saat siswa ini menjelang wafat. Rekan-rekan sedharma

 berkumpul membantu menjapa mantra untuk dirinya. Saat ini Guru Lu

 berada di seberang Samudra Pasifik.

Rekan-rekan bertanya, "Sudahkah melihat Guru Lu?"

"Belum."

Berselang tidak lama kemudian, rekan-rekan bertanya lagi "Sudahkah

melihat Guru Lu?"

"Saya melihat para leluhur menampakkan diri, saya tidak' mau ikut

mereka."

Page 127: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 127/147

Kemudian, rekan-rekan bertanya lagi, "Sudahkah meliha Guru Lu?"

"Saya melihat sebuah tandu datang menjemput saya, sayafc tidak mau

ikut mereka."

Tak lama kemudian, rekan-rekan bertanya lagi, "Sudahkah melihat Guru

Lu?"

"Tidak melihat!"

Rekan-rekan tidak bertanya lagi, mereka mulai ragu, apaka. semua

 perkataan Guru Lu tidak benar? RAGU! Ketika siswa ini hampir mengembuskan napas, tiba-tiba dengan napas terakhir, ia berseru,

"Guru Lu sungguh datang, Guru Lu sungguh datang beliau membawa

teratai datang menjemput saya, wah! banyak t sekali cahaya!"

Usai berseru, napasnya terhenti. Banyak rekan sedharma datang

mengabarkan kejadian in kepada saya.

Sebait gatha berbunyi sebagai berikut: Anda berkata bakal ada yukta

Orang lain tidak bodoh pula Hidup Anda bukanlah saya yang atur Saya

akan datang untuk yang japa mantra.

Page 128: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 128/147

40. Siapa yang Bayar?

Suatu ketika pada sebuah pesta makan keluarga, tiba-tiba seseorang

memberi saran, "Mari kita suten, yang kalah yang traktir makan."

Yang hadir pada pesta makan' kali itu cukup banyak, memenuhi empat

meja, biaya makannya bakal berjumlah besar.

Biasanya, sayalah yang membiayai pesta makan keluarga, dan saya

selalu siap untuk itu.

"Tidak baik selalu Guru Lu yang traktir!"

"Sesekali kitalah yang traktir!"

"Selalu Guru Lu yang traktir, kita malu!"

Demikianlah suara suten pun ramai terdengar.

Ada yang berkata, "Guru Lu tentu tahu siapa yang bakal traktir pesta

makan kali ini, mengapa kita tidak tanyakan saja kepadanya?"

"Jangan, jangan tanya saya, yang saya sebut tidak masuk hitungan,

karena siapa pun yang saya sebut, dikira ada unsur sengaja."

"Coba diramal saja, bagaimana?"

Akhirnya saya coba cari tahu lewat cahaya suci, jawabannya langsung

elas.

Saya menjawab, "Hari ini siapa pun tidak perlu bayar!" Semua orang

termangu.

"Siapa pun tidak perlu bayar, kita tidak mungkin makan

cuma-cuma, mana mungkin kita bisa meninggalkan restoran ini?" "Pasti

Page 129: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 129/147

Page 130: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 130/147

Page 131: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 131/147

41. Tribune Rubuh

Suatu hari, seorang pria berpenampilan perlente datang menyaksikan

saya melayani konsultasi, ia mengamati tingkat akurasi ramalan saya.

la merasa takjub setelah mengamati beberapa kasus, misalnya:

(1) Seorang wanita menyodorkan secarik kertas berisi alamat rumah

kepada saya.

Saya berkata, "Ini sebuah rumah kosong, tidak ada penghuninya."

Wanita ini cukup kaget, lalu berkata, "Dua hari yang lalu kami baru saja

 pindah rumah, rumah baru belum dibenahi, karri,;  sementara tinggal di

rumah saudara, maka saya masih menulis?; alamat yang lama, dan Guru

Lu ternyata tahu bahwa rumah tersebut sudah kosong, sungguh akurat!"

(2) Sepasang suami istri datang meminta petunjuk masalah kesehatan putra mereka.

Saya menjawab, "Anak ini tidak memiliki zakar."

Anak ini dan orangtuanya termangu.

Ternyata benar, anak yang berusia tujuh tahun ini hanya memiliki buah

zakar, zakarnya hanya sebesar sebutir kacang hijau, dan di sampingnya

terdapat sebuah lubang kecil sebagal saluran pembuangan air.

Saya berkata, "Anak ini seorang waria."

(3) Seorang pria datang memohon petunjuk masalah jodoh.

Saya berkata, "Kamu sudah dua kali menikah, sekarang datang lagi mau

menanyakan soal pernikahan?"

Pria ini terperanjat, "Guru Lu, saya memang sudah dua kali menikah,

Page 132: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 132/147

istri pertama kabur, istri kedua meninggal, oleh sebab itu sekarang

 bermaksud menikah lagi yang ketiga kali."

Saya berkata, "Sekarang ini ada seorang janda, ia memiliki seorang putra

dan seorang putri, kalian berjodoh, kelak akan hidup bahagia."

"Sungguh akurat! Terima kasih, Guru Lu."

* * *

Akhirnya pria perlente ini tidak tahan lagi, ia pun bertanya, "Bagaimana

nasib saya tahun ini?"

Saya menjawab, "Tahun ini pada tanggal sekian jangan bepergian, bakal

 bahaya."

"Ada lagi?"

"Ingatlah tanggal tersebut! Kalau tidak bepergian, selama satu tahun iniaman-aman saja. Mujur atau malang memang sudah ditakdirkan."

Pria ini berkata, "Saya akan ingat," lalu bertanya, "Apakah

sebuah kecelakaan lalu lintas?"

"Bukan."

"Sesungguhnya apa yang akan terjadi?"

"Rahasia langit."

Pria ini meninggalkan tempat saya. la memberitahukan hal ini kepadatemannya. Temannya menertawakan dia, dan berkata bahwa dirinya

sudah banyak menyaksikan permainan ini jangan takhayul. Lalu pria ini

 pun melupakan pesan saya.

Tibalah hari yang saya sebutkan, sesuai jadwal, ia pergi menyaksikan

Page 133: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 133/147

sebuah pertandingan sepak bola, awalnya ia aga ragu-ragu, namun ia

tetap pergi juga.

Penonton yang menyaksikan pertandingan sepak bola amat berjubel.

Akhirnya, di paruh pertandingan, tribune stadiun' pun rubuh.

Seketika itu, langit seakan runtuh, suara tangis meraun raung, banyak 

orang saling bertumpuk, suara sirine ambulans : memekik dari kejauhan.

Pria ini terluka parah, sebagian tulang rusuk dan tulang lengannya patah,

tulang kakinya pun remuk, f mata tertancap serpihan kaca....

Sebait gatha berbunyi sebagai berikut:

Ramalan sepanjang masa membentangi dua alam

Demi penyelamatan makhluk terlepas dari belenggu

Waspadalah pada setiap kondisi yang tidak kekal

Dengarkanlah pesan saya tentang mujur dan malang.

Page 134: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 134/147

Page 135: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 135/147

Page 136: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 136/147

Begitu saya mencari tahu lewat cahaya suci, jawabannya segera saya

ketahui, tetapi, panjang usia seseorang tak baik bila diberitahu langsung,

hal ini akan membuat dirinya ketakutan.

Saya berkata, "Saya akan memberitahu lewat mimpi."

Malam hari itu, ia melihat sesosok Dewa Langit memegang selembar 

kain yang tertulis "Akan wafat pada tanggal....".

Umat lansia ini dapat mengingatnya dengan jelas, ia memberitahukan hal

ini kepada sanak saudara. Mereka merasa sangat ragu, namun tetap

mempersiapkan keperluan kematiannya.

Tibalah pada hari yang dimaksud. Pagi hari itu, umat lansia ini tampak 

lumayan segar. Pada tengah hari, ia pergi tidur siang, lalu tidak pernah

 bangun lagi.

Keluarga dari umat lansia ini sengaja jauh-jauh datang untuk 

memberitahu saya kejadian ini.

Apa yang saya katakan tentang "pemberitahuan lewat mimpi" ternyata

sungguh terjadi, aha!.

Page 137: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 137/147

Page 138: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 138/147

turun ke lantai bawah, lalu duduk di bhaktisala.

Guru Lu menatapi pembantu rumah tangga ini, sempat tersenyum,

kemudian lenyap bagaikan uapan asap.

Pembantu rumah tangga ini ketakutan setengah mati, dan memberitahu-

kan kejadian ini kepada ketua cetya beserta istrinya.

la baru tahu belakangan bahwa orang yang ia lihat di cetya itu ternyata

Guru Sheng-yen Lu.

Ini merupakan penampakan jasmani yang sulit diterima akal sehat!

Sebenarnya kejadian semacam ini bukanlah yang pertama kali, sudah

 banyak umat yang pernah melihat penampakan jasmani Guru Lu di

 berbagai negara.

Pernah suatu kali badai topan kembali melanda sebuah; kawasan.

Semua orang tahu kedahsyatan badai topan, amukan anginnya mampu

merubuhkan pepohonan, ombak setinggi lan menerjang di sepanjang

 pantai, deruan anginnya bagaikan raung setan, perumahan yang dilalui

topan pun menjadi porak polan

Ketika itu sebuah pesawat terbang melintas di atas pusar' badai,seseorang mengambil kesempatan ini untuk menyelidi angin topan dari

 pesawat menggunakan alat teropong khusus* tiba-tiba ia melihat ada

sesosok bayangan manusia sedang terticN di tengah pusaran badai, lalu

arah badai membelok ke tempat, lain....

Orang tersebut memperbesar hasil foto bayangan manu yang tertidur ditengah pusaran badai, ternyata manusia yang dimaksud adalah Guru

Sheng-yen Lu, sungguh takjub. |-

Berita ini akhirnya sampai di telinga saya. Saya tidak mengatakan 'ya',

uga tidak menyangkal.

Page 139: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 139/147

Page 140: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 140/147

44. Batangan Emas yang Berkilauan

Ada satu keluarga datang berkonsultasi.

 Nenek mereka semasa hidupnya suka menabung dalam bentuk batanganemas dan menyembunyikannya di tempat yang amat rahasia. Si Nenek 

 pernah berkata bahwa emas lebih aman, tidak rusak, bahkan lebih

 berharga daripada uang karena nilainya terjamin. Setelah si Nenek 

meninggal, mereka membongkar seisi rumah dengan saksama, sampai

kewalahan pun tidak menemukan jejak emas sama sekali. Mereka

mendengar bahwa Guru Lu memiliki daya sakti, sehingga mereka datanguntuk meminta bantuan Guru Lu sudi membantu menemukan tempat

 penyembunyian emas milik si Nenek.

Saya bertanya kepada mereka, "Apakah sudah mencari di langit-langit

rumah?"

"Sudah."

"Apakah sudah mencari di ruang bawah tanah?"

"Sudah."

"Apakah sudah mencari di bawah tempat tidur?"

"Sudah."

"Apakah sudah mencari di sofa dan bantal?"

"Sudah."

"Apakah sudah mencari di lemari pakaian?"

"Sudah."

"Apakah sudah mencari di tembok?"

Page 141: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 141/147

"Sudah. Nenek paling bisa menyembunyikan sesuatu,

semua laci, sela-sela tembok, closet, kulkas, sound system, da tempat-

tempat yang lain sudah kami cari, tetap tidak menemuk emas yang

disembunyikan oleh Nenek."

"Apakah sudah mencari di kaki meja makan?"

"Sudah."

"Apakah sudah mencari di tanah pekarangan rumah?"

"Sudah."

"Apakah sudah mencari dengan bantuan alat deteksi logam?"

"Sudah."

"Kolam ikan? Di rumah ada kolam ikan?"

"Sudah cari, bahkan batu-batu di dasar kolam pun suda dibongkar."

"Apakah Nenek seorang penganut agama Buddha?"

"Ya."

"Apakah rupang Buddha di rumah ada isinya?"

"Ada, kami juga sudah mencari di situ, tidak ada."

"Apakah sudah mencari di akar pohon?"

"Sudah."

Saya sempat menanyakan lagi beberapa tempat yang memungkinkan

untuk disembunyi, tetap nihil.

Page 142: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 142/147

Saya bertanya, "Apakah di rumah ada papan nama?"

"Keluarga ada yang pernah menjabat sebagai kepala des di ruang tamu

terpampang sebuah papan nama, itupun sudah kami cari, tetap tidak 

ada. Bukankah Guru Lu bisa meramal? Mengapa tidak membantu kami

cari tempat penyembunyian lew ramalan?"

Akhirnya saya coba mencari tahu lewat cahaya suci, jawabannya segera

diketahui.

Saya berkata, "Air minum di rumah kalian diambil dari air bawah tanah

dan dipompa ke tangki air untuk disalurkan ke beberapa keran air,tangki air ini terbuat dari bahan logam, jumlahnya ada tiga, betulkah?"

"Betul, itupun sudah kami periksa!" Saya berkata, "Tangki air itu, dua

 berukuran besar dan satu berukuran kecil, kalian hanya memeriksa dua

tangki yang berukuran besar saja, tetapi yang berukuran kecil tidak 

diperiksa."

Keluarga ini segera pulang ke rumah. Seiring dengan pekikan suara sorak 

sorai, muncullah batangan emas yang berkilauan.

Sebait gatha berbunyi sebagai berikut: Kian sembunyi kian menambah

Begitu lepas tangan tiada terkait Semuanya nihil seiring tamatnya usia

Yang tadinya bernilai hanya sekadar pajangan;

Page 143: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 143/147

45. Apapun Tak Perlu Dilakukan

Seorang pria datang menanyakan tentang kemujuran rumah yang akan ia

 beli.

Saya memberi petunjuk agar ia tidak usah mempedulika mujur tidaknya

rumah tersebut, dan apapun tak perlu ia lakuka

Pria ini tampak gelisah, "Saya bermaksud membeli rum ini lalu

direnovasi untuk keperluan nikah."

Saya balik bertanya, "Kapan rencana pernikahan kamu

"Musim semi mendatang."

Saya berkata, "Apapun tak perlu kamu lakukan lagi!"

"Sebenarnya apa sih yang Guru Lu maksudkan dengan5  apapun tak  perlu dilakukan lagi?"

"Saya juga tidak paham maksudnya, pokoknya, jawabann adalah

apapun tak perlu dilakukan lagi!"

Pria ini menjadi marah, "Konsultasi macam apa ini? So beli rumah tak 

dijawab, soal nikah tak dijawab, apa-apaan ini, Guru Lu meremehkan

saya. Di sini tak bisa memberi jawaban, saya bisa ke tempat lain!"

Pria ini meninggalkan tempat sambil marah-marah!

Pria ini mendapat jawaban yang sangat bagus di tempat ramalan lain,

yakni rumah tersebut sangat mujur.

Peramal itu bahkan mencocokkan tanggal lahir pria ini dengan tanggal

lahir calon istrinya, hari pernikahan pun sudah dipilih.

Page 144: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 144/147

Page 145: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 145/147

Rapat kerja selesai.

Pria ini masih menunduk.

Rekan-rekan memanggilnya, ia tidak bangun juga. Seseorang mendekat-

kan jari di hidungnya, ternyata ia sudah tidak bernapas, sudah

meninggal.

Semua orang panik dan segera mendatangkan ambulans. Ketika tenaga

medis tiba untuk memeriksa, ia memang sudah meninggal sejak tadi!

Padahal rumah baru sudah selesai direnovasi!

Seminggu lagi akan menikah!

Foto pasangan mempelai pun sudah terpajang di kamar pengantin!

Saya pernah memberitahu kepada pria ini bahwa apapur tak perlu

dilakukan!

amun, saya juga menyesal karena tak dapat berbuat banyak!

Sebait gatha berbunyi sebagai berikut:

Tak perlu beli rumah dan dekorasi

Tak perlu sibuk mempersiapkan pernikahan

Saat anitya tiba pada waktunya

Di akhir hayat semuanya tampak kelabu.

Page 146: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 146/147

46. Kisah Penyeberangan yang Unik 

Seorang pria paruh baya menuliskan tanggal kelahiran dan alamat rumah

abu keponakannya agar saya dapat menyeberangkan arwah

keponakannya.

Sebelum penyeberangan, saya coba mendatangkan arwah

keponakannya, namun gagal.

Pria ini berkata, "Keponakan saya baru meninggal, tiga hari yang lalu

abunya baru dikremasi dan ditempatkan di rumah abu, mengapaarwahnya belum tiba?"

Saya coba mendatangkan lagi arwah keponakannya, tetap gagal juga.

Pria ini menjadi gelisah, "Apakah ia sudah masuk Surga?"

Saya menjawab, "Di Surga belum terdaftar namanya."

"Apakah ia masuk Neraka?"

"Di Neraka belum terdaftar namanya."

"Apakah ia sedang menunggu giliran terlahir di Enam Alam Gati?"

"la belum mendaftarkan diri di tempat Cakravartiraja?"

Pria ini tambah gelisah, "Guru Lu, saya kemari karena Sadhana Tantra

Anda terkenal ampuh. Apa yang telah terjadi dengan keponakan saya?

Mohon jelaskan."

Saya menjawab, "Datanya tidak benar."

Pria ini berkata, "Nama keponakan saya seratus persen benar, begitu

 pula dengan tanggal kelahirannya, saya

Page 147: Ramalan Nasib

8/12/2019 Ramalan Nasib

http://slidepdf.com/reader/full/ramalan-nasib 147/147

mengingatnya dengan jelas karena saya sangat menyayanginya Abunya

tiga hari yang lalu sudah dimasukkan ke rumah abu, say ada di sana saat

itu, bagaimana mungkin keliru? Jangan-janga kekuatan sadhana Guru Lu

sudah menurun?"

Saya berkata, "Kekuatan sadhana saya tidak menurun, justru yang aneh

adalah keponakan kamu tidak ada di rumah abu."

"M ana mungkin?"

Pria ini tak berdaya, langsung telepon kepada orangtua keponakannya.

Orangtua keponakannya berkata, 'Tadinya memang dimasukkan ke

rumah abu, kemudian menurut seorang guru fengshui bahwa ini sangat

tidak mujur karena rumah abu ini tida" cocok untuk tanggal kelahiran

anakku. Sehingga buru-buru abuny dikeluarkan, kini disemayamkan di

stupa sebuah vihara, karen waktunya sangat mendesak, tidak sempat

memberitahu kepad kamu."

Usai memperoleh jawaban yang benar pria ini dan para umat yang