ramadhan, bulan jihad dan futuhat

Download Ramadhan, Bulan Jihad dan Futuhat

Post on 30-Dec-2016

222 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • EDISI

    01Judul MaximalDua Line

    Judul MaximalDua Line

    Judul MaximalDua Line

    SURAT KABAR BAGI MUHAJIRIN BERBAHASA MELAYU DI DAULAH ISLAMIYYAH

    Edisi 01 | Ramadhan 1437 H

    Ramadhan, Bulan Jihad dan FutuhatRisalah dari Syaikh Abu Hamzah al Muhajir r

    EDISI

    01

    Pasukan Iraq dan milisi Hasyad

    Syabiy meluncurkan serangan dari

    sejumlah arah di utara dan selatan

    Fallujah. Gelombang serangan

    pertama meletus di daerah Sajar,

    dekat distrik al Karmah, dimana

    mereka menjumpai perlawanan

    yang alot dari pasukan Daulah

    Islamiyyah.

    06

    14

    12

    Kisah Syuhadaa, Abu Bilal al Himshi

    Pertempuran Sengit di Fallujah

    Daurah Syariyyah Raqqah

  • 2

    Edisi 01 | Ramadhan 1437 H

    Ramadhan Bulan Kesungguhan, Ketaatan, Jihad dan Futuhat

    Ia Abu Hamzah al Muhajir rahimahul-lah berkata:Segala puji milik Al-lah taala, raja dari

    para raja. Maha Suci dari segala keburukan, Maha Agung dari kedzoliman, yang Maha Tunggal nan kekal, Maha Mendengar setiap aduan, penghilang segala musibah. Sholawat serta salam tercurahkan kepada Nabi shollalla-hu alaihi wasallam yang diutus dengan membawa pedang bebarapa saat se-belum datangnya kiamat sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi per-ingatan, sebagai penye-ru di jalan Allah taala dengan izinNya, dan se-bagai pelita yang bersinar. Amma badu.

    Segala puji bagi Al-lah, Yang Maha Mulia dan Memberi, yang tel-ah menyampaikan kita pada bulan Romadhon ini. Dan kami ucapkan selamat kepada umat Is-lam dan para mujahidin yang melakukan ribath, berjaga-jaga di tapal ba-tas kemuliaan dan tanah kebanggaan dari timur hingga barat. Merekalah orang- orang terbaik nan ikhlas, insan yang jujur lagi bersabar, para singa di medan peperangan dan kemenangan, yakni para lelaki Daulah Islamiyyah.

    Dari Abu Hurairoh radhi-yallahu anhu, Nabi shol-lallahu alaihi wasallam bersabda:

    Ketika datang (bulan) Ramadhan, pintu- pintu surga dibuka, dan pintu- pintu neraka ditutup, pun setan-setan dibelenggu [HR Muslim]

    Imam al Qurthubi rahi-mahullah berkata:Diperbolehkan membawa makna hadits ini secara dzohir, yaitu dibukanya pintu-pintu surga di bulan Ramadhan dan dihiasinya orang-orang yang wafat di bulan itu disebabkan oleh keutamaan ibadah di da-lamnya. Dan ditutupnya pintu-pintu neraka, seh-ingga tidak ada diantara mereka yang memasukin-ya. [Al Mufhim]

    Puasa Romadhon ada-lah salah satu rukun dari rukun- rukun Islam yang agung, tak ada penyang-ga Dien ini kecuali den-gan adanya rukun-rukun tersebut.

    Rosulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda : Islam dibangun atas lima rukun, bersaksi bahwa tia-da Tuhan yang berhak dis-embah kecuali Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utu-sanNya, mendirikan sho-lat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Romad-

    hon dan haji ke Baitullah.

    Imam al Qurthubi rahi-mahullah berkata:Dalam hal ini, tidak dise-butkan jihad dalam rukun-rukun Islam meskipun dengannya Islam menang dan tumpas musnahlah kesombongan orang-orang kafir. Karena lima rukun ini selamanya Fardhu Ain dan tidaklah gugur kewa-jiban orang-orang yang memenuhi syarat-syarat untuk mengamalkannya. Sedangkan berjihad ter-masuk ibadah yang Fardhu Kifayah yang bisa gugur di waktu tertentu. [Al Muf-him]

    Beliau menjelaskan bah-wasanya apabila jihad menjadi fardhu ain maka jihad tersebut termasuk dari bangunan Islam yang mana tiada penopang dan kemuliaan bagi Is-lam kecuali dengannya. Kenapa? Karena manfaat umum dari jihad, yang mana meninggalkannya adalah bahaya besar bagi Dien, kehormatan, jiwa, dan harta. Mereka para mujahidin adalah orang- orang yang merealisasikan makna iman dengan ju-jur, sesuai dengan nash al Quran.

    Allah taala berfirman: Sesungguhnya orang-

    ,

    Wahai saudaraku para mujahid, telah kami pilihkan untuk kalian sebuah nase-hat yang berharga dari Syaikhul Mujahid Abu Hamzah al Muhajir, Abdul Munim al Badawi al Mishriy rahimahullah yang mana nasehat ini pernah ditujukan ke-pada ikhwan-ikhwan mujahidin enam tahun silam. Yakni sebuah nasehat yang berjudul Romadhon, Bulan Jihad dan Pengampunan, yang akan kami persem-bahkan secara ringkas dengan sedikit pe-rubahan.

  • 3

    Edisi 01 | Ramadhan 1437 H

    orang yang beriman ha-nyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mer-eka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar. [Al Hujurat 15]

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: Allah menjelaskan bahwa jihad dan meninggalkan keraguan hukumnya wajib dan jikalau jihad itu Fard-hu Kifayah maka seluruh kaum muslimin masuk da-lam perintah ini, sehingga wajib bagi semuanya untuk berkeyakinan atas kewa-jiban tersebut dan bertekad kuat untuk melaksanakan-nya ketika hukum Jihad menjadi Fardhu Ain. [Majmu Fatawaa]

    Jihad termasuk bagian dari iman bahkan puncaknya yang tertinggi, maka tak layak kalian kehilangan kesempatan untuk ikut dalam bagian yang agung tersebut di bulan ini.

    Dari Abu Hurairoh radhi-yallahu anhu bahwa Ro-sulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda:

    Allah menggembirakan hati orang-orang yang pergi berjihad di jalanNya, yang keluar lantaran iman ke-padaKu dan membenarkan para utusanKu. Aku akan membalasnya dengan pem-berian pahala dan atau ghonimah yang diperolehn-ya, atau Aku akan mema-sukannya ke dalam surga. Dan sekiranya aku (Mu-hammad) tidak memberat-kan umatku, tentulah aku tidak duduk di belakang pasukanku, dan tentu-lah aku ingin terbunuh di jalan Allah, kemudian aku dihidupkan lagi dan aku terbunuh lagi, kemudian aku dihidupkan lagi dan aku terbunuh lagi.

    Ibnu Bathol berkata:Allah menggembirakan hati, yakni Allah mewa-jibkan untuk memenuhi janji-janjiNYa dan mem-berikan keutamaan kepada seseorang yang ikhlas di da-lam berjihad.

    Nikmatilah hidup berji-had dalam petunjuk... Se-sungguhnya jihad adalah berkumpulnya keimananBawalah senjatamu, sung-guh kilatannya tak bisa bersembunyi.. Karena senjata ialah hi-asan para prajurit berkudaLemparkanlah dirimu ke tengah medan pertempu-ran.. Karena umur tak kan berkurang dengan adanya keberanian

    Bulan mulia telah datang... Akan tetapi para pengecut membuang kebaikannya yang agung

    Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: ..Sebaik-baik jalan kehidupan manusia adalah seorang laki-laki yang memegang kendali kudanya dan bergegas maju berjuang di jalan Allah setiap kali mendengar su-ara musuh yang menakutkan atau sangat mengerikan ia melompat ke atas punggung kudanya untuk mengharap-kan kematian.

    Imam an Nawawi rahimahullah berkata, Sebaik-baik kehidupan manusia adalah seseorang yang memegang tali kudanya.Imam al Qurthubi rahimahullah berkata, Jalan ke-hidupan yang paling mulia adalah jihad.

    Maka renungkanlah -semoga Allah merahmati ka-lian-, sabda Nabi shollallahu alaihi wasallam, dalam kata-katanya mengharap kematian setelah kalimat sebaik-baik jalan kehidupan manusia, menunjuk-kan bahwa kematian di jalan Allah adalah kehidupan meskipun nafsu yang selalu mengajak kalian pada ke-burukan mendustakannya, dan syahwat serta syubhat memberatkan kalian.

    Allah taala berfirman: Janganlah kalian mengira bahwa orang yang gugur di jalan Allah itu mati, namun sesungguhnya mereka itu hidup disisi Rabb-nya dengan mendapat rizki. [QS Ali Imron 169]

    Maka bersungguh- sungguhlah untuk mendapatkan syahadah (mati syahid) di bulan mulia ini. Dan jan-gan kamu mengira bahwa mati syahid adalah barang temuan yang tak berharga, akan tetapi ia sesuatu yang amat berharga yang tidak diperoleh kecuali oleh para pemilik keberuntungan yang besar dan suatu kehor-matan yang diperoleh oleh orang-orang yang tinggi derajatnya.

    Kemudian, ketahuilah bahwa sesungguhnya tiada jalan bagi para pengecut dan orang-orang yang lemah nyalin-

    Sesungguhnya pada bulan mulia ini, Allah memberikan pertolongan kepada kalian untuk memerangi kaum kuffar. Dan Allah telah memuliakan kalian dengan memerangi kaum murtaddin dan tentara Salibis. Kalian telah bersabar dalam menegakan Dien ini dan

    menolong para Dhuafa, maka kuatkanlah diri kalian -semoga Allah merahmati kalian-.

  • 4

    Edisi 01 | Ramadhan 1437 H

    ya untuk menuju surga, karena jalan itu hanyalah milik para pemberani nan mulia. Mereka adalah orang-orang yang memiliki jiwa dan Dien yang mulia, menjual ji-wa-jiwa mereka kepada Allah dan menapaki jalanNya yang penuh dengan kesungguhan, kekerasan, kelelah-an, kematian jiwa dan musnahnya harta sebagaimana jihad adalah jalan kemuliaan dan keagungan.

    Dan simaklah kisah-kisah kepahlawanan para penda-hulu kita.

    Tatkala Kaisar Romawi Armanius ingin mengalahkan kaum Muslimin karena melihat sedikitnya jumlah pa-sukan dan persiapan umat Muslimin. Mereka mem-bawa bala tentara berjumlah besar sebanyak 200.000 pasukan untuk memerangi Sultan Alib Arsalan. Ketika mereka sampai di Malazgirt, sang Sultan pun mengeta-hui jumlah besar pasukan Romawi, sedangkan pasukan kaum Muslimin pada saat itu hanya terkumpul sekitar 15.000 pasukan berkuda saja. Tibalah waktu pagi, dan bertemulah kedua pasukan tersebut. Sultan Alib me-minta kepada mereka untuk melakukan gencatan sen-jata, namun dijawab oleh sang Kaisar Romawi dengan kata-kata penolakan penuh kesombongan, Tidak ada gencatan senjata kecuali dengan menyerahkan negara kalian. Mendengarnya, sang Sultan marah, sampai terjadilah pertempuran antara kedua pasukan pada hari Jumat, hari dimana para khotib berada di atas mimbar- mim-bar. Maka turunlah sang Sultan dari mimbarnya dan melumuri wajahnya dengan tanah, lalu menangis penuh ketundukan kepada Allah, yang mana kemenangan ada d