pt bumi teknokultura unggul, tbk. - btek.co.id 2012-2014/maret 2013.pdf · periode tiga bulan yang...

of 52 /52
PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk. LAPORAN KEUANGAN/ FINANCIAL STATEMENTS 31 Maret 2013 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2012 (Diaudit) Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2013 Dan 2012 (Tidak Diaudit)/ March 31, 2013 (Unaudited) and December 31, 2012 (Audited) And For Three Months Period Ended March 31, 2013 and 2012 (Unaudited)

Upload: lydang

Post on 10-Mar-2019

217 views

Category:

Documents


2 download

TRANSCRIPT

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

LAPORAN KEUANGAN/ FINANCIAL STATEMENTS

31 Maret 2013 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2012 (Diaudit)

Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2013 Dan 2012 (Tidak Diaudit)/

March 31, 2013 (Unaudited) and December 31, 2012 (Audited) And For Three Months Period Ended

March 31, 2013 and 2012 (Unaudited)

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN

31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN

YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (TIDAK DIAUDIT)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

FINANCIAL STATEMENTS

MARCH 31, 2013 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2012 (AUDITED) AND FOR THE THREE MONTHS

PERIOD ENDED MARCH 31, 2013 AND 2012 (UNAUDITED)

DAFTAR ISI TABLE OF CONTENTS

Halaman/ P a g e

Surat Pernyataan Direksi Statements Of Directors

Laporan Posisi Keuangan 1-2 Statements of Financial Position

Laporan Laba Rugi Komprehensif 3 Statements of Comprehensive Income

Laporan Perubahan Ekuitas 4 Statements of Changes in Equity

Laporan Arus Kas 5 Statements of Cash Flows

Catatan Atas Laporan Keuangan 6 - 49 Notes to Financial Statements

****************************

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang

tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. See accompanying Notes to Financial Statements which are an

integral part of these financial statements.

1

<

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

LAPORAN POSISI KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Tidak Diaudit)

DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION AS OF MARCH 31, 2013 (Unaudited) AND DECEMBER 31, 2012 (Audited)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

Catatan/ 31 Maret 2013/ 31 Desember 2012/ Notes March 31, 2013 December 31, 2012

A S E T A S S E T S ASET LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan bank 2b,2n,4,26 346.722.631 472.972.990 Cash on hand and in banks Piutang usaha - pihak ketiga 2n,5,26 716.350.000 1.454.350.000 Trade receivables - third parties Piutang lain-lain - pihak ketiga 2n,6,26 25.037.000 20.747.000 Other receivables - third parties

Persediaan - dikurangi penyisihan Inventories - net of allowance for

penurunan nilai sebesar Rp992.988.721 pada tahun 2013 dan Rp913.187.076 pada tahun 2012

2d,3,7 22.164.371.459 31.007.471.028

decline in value of Rp992,988,721

in 2013 and Rp913,187,076 in 2012

Uang muka dan biaya dibayar di muka 2e,8 28.935.969.396 24.313.609.911 Advances and prepaid expenses

Total aset lancar 52.188.450.486 57.269.150.929 Total current assets

ASET BUKAN LANCAR NON-CURRENT ASSETS Aset pajak tangguhan - bersih 2m,3,11c 1.345.234.974 1.313.296.072 Deferred tax assets - net Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi Fixed assets - net of accumulated

penyusutan sebesar Rp39.328.569.283 pada tahun 2013 dan Rp38.978.062.428 tahun 2012

2f,2g,2h,3,9 49.811.921.344 50.162.428.198

depreciation of Rp39.328.569.283 in 2013 and Rp38,978,062,428 in

2012

Total aset bukan lancar 51.157.156.318 51.475.724.270 Total non-current assets

TOTAL ASET 103.345.606.804 108.744.875.199 TOTAL ASSETS

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang

tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. See accompanying Notes to Financial Statements which are an

integral part of these financial statements.

2

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk. LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan)

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Tidak diaudit) DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION (continued) AS OF MARCH 31, 2013 (Unaudited) AND DECEMBER 31, 2012 (Audited)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

Catatan/ 31 Maret 2013 / 31 Desember 2012/ Notes March 31, 2013 December 31, 2012

LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY LIABILITAS JANGKA PENDEK CURRENT LIABILITIES Biaya masih harus dibayar 2n,10,25,26 137.955.890 205.249.953 Accured expenses Utang pajak 2m,3,11a 3.134.000 20.801.199 Taxes payable Utang sewa pembiayaan jatuh tempo Current maturities of obligation dalam satu tahun 2g,2n,12,25,27,26 620.976.083 622.790.533 under Finance Lease

Total liabilitas jangka pendek 762.065.973 848.841.685 Total current liabilities

LIABILITAS JANGKA PANJANG NON-CURRENT LIABILITIES Utang sewa pembiayaan - setelah dikurangi Long-term obligation under finance bagian jatuh tempo dalam satu tahun 2g,2n,12,25,26 242.985.764 412.334.865 Lease - net of current maturities Uang muka penjualan 2j,2n,13,23,25,26 28.867.195.665 34.748.263.665 Advances from customers Liabilitas imbalan kerja karyawan 2l,3,14b 581.602.925 533.648.958 Employees’ benefit liabilities

Total liabilitas jangka panjang 29.691.784.354 35.694.247.488 Total non-current liabilities

Total Liabilitas 30.453.850.327 36.543.089.173 Total liabilities

EKUITAS EQUITY Modal saham - nilai nominal Capital stock - par value Rp100 per saham Rp100 per share Authorized capital - Modal dasar - 3.200.000.000 saham 3,200,000,000 shares Modal ditempatkan dan disetor penuh - 15 Issued and fully paid capital - 1.102.977.500 saham 110.297.750.000 110.297.750.000 1,102,977,500 shares Tambahan modal disetor 2i,16 6.303.547.667 6.303.547.667 Additional paid-in capital Defisit (43.709.541.190 ) (44.399.511.641 ) Deficit

Total ekuitas 72.891.756.477 72.201.786.026 Total equity

TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 103.345.606.804 108.744.875.199 TOTAL LIABILITIES AND EQUITY

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang

tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. See accompanying Notes to Financial Statements which are an

integral part of these financial statements.

3

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF UNTUK PERIODE TIGA BULAN

YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (TIDAK DIAUDIT)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

STATEMENTS OF COMPREHENSIVE INCOME FOR THE THREE MONTHS

PERIOD ENDED AS OF MARCH 31, 2013 AND 2012 (Unaudited) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

Catatan/ 31 Maret 2013/ 31 Maret 2012/ Notes March 31, 2013 March 31, 2012

PENGHASILAN BERSIH 2j,2p,17,23,24 10.626.952.320 35.085.463.763 NET REVENUES BEBAN POKOK PENGHASILAN 2j,2p,18,24 8.976.596.340 31.619.947.930 COST OF REVENUES

LABA BRUTO 1.650.355.980 3.465.515.833 GROSS PROFIT Beban penjualan 2j,19 (21.012.500 ) (10.349.812 ) Selling expenses Beban umum dan administrasi 2j,20 (943.043.496 ) (1.363.427.547 ) General and administrative expense Pendapatan lainnya 2j,21a 128.767 97.477.993 Other income Beban lainnya 2j,21b (28.397.202 ) (44.168.536 ) Other expenses

LABA (RUGI) SEBELUM TAKSIRAN MANFAAT (BEBAN) PAJAK

658.031.549 2.145.047.931

INCOME (LOSS) BEFORE PROVISION FOR TAX BENEFIT (EXPENSE)

TAKSIRAN MANFAAT (BEBAN) PAJAK TANGGUHAN

2m,11c

31.938.902 (460.590.114 )

PROVISON FOR DEFERRED TAX BENEFIT (EXPENSE)

LABA (RUGI) PERIODE BERJALAN 689.970.451 1.684.457.817 INCOME (LOSS) FOR THE PERIOD PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAINNYA - - OTHER COMPREHENSIVE INCOME

TOTAL LABA KOMPREHENSIF PERIODE BERJALAN

689.970.451 1.684.457.817

TOTAL COMPREHENSIVE INCOME FOR THE PERIOD

LABA PER SAHAM DASAR 2o,22 0,62 1,52 BASIC EARNINGS PER SHARE

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang

tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. See accompanying Notes to Financial Statements which are an

integral part of these financial statements.

4

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY FOR THE THE THREE MONTHS PERIOD ENDED

AS OF MARCH 31, 2013 AND 2012 (Unaudited)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated

Tambahan Modal Disetor/ Modal Saham/ Additional Defisit/ Total Ekuitas/ Capital Stock paid-in capital Deficits Total Equity

Saldo, 1 Januari 2012 110.297.750.000 6.303.547.667 (45.424.503.182 ) 71.176.794.485 Balance, January 1, 2012 Total laba komprehensif Total comprehensive income

periode berjalan - - 1.684.457.817 1.684.457.817 for the period

Saldo, 31 Maret 2012 110.297.750.000 6.303.547.667 (43.740.045.365 ) 72.861.252.302 Balance, March 31, 2012

Saldo, 1 Januari 2013 110.297.750.000 6.303.547.667 (44.399.511.641 ) 72.201.786.026 Balance, January 1, 2013 Total laba komprehensif Total comprehensive income

periode berjalan - - 689.970.451 689.970.451 for the period

Saldo, 31 Maret 2013 110.297.750.000 6.303.547.667 (43.709.541.190 ) 72.891.756.477 Balance, March 31, 2013

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang

tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. See accompanying Notes to Financial Statements which are an

integral part of these financial statements.

5

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

LAPORAN ARUS KAS UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (Tidak diaudit)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

STATEMENTS OF CASH FLOWS FOR THE THREE MONTHS PERIOD ENDED

AS OF MARCH 31, 2013 and 2012 (Unaudited)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

31 Maret 2013/ 31 Maret 2012/ March 31, 2013 March 31, 2012

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI CASH FLOW FROM OPERATING ACTIVITIES Penerimaan kas dari pelanggan 5.483.884.320 50.923.375.000 Cash receipt from customer Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan (5.410.702.693 ) (36.746.621.671 ) Cash paid to suppliers and employees Penerimaan dari (pembayaran untuk) Receipt from (paid for) other operating kegiatan usaha lainnya (28.268.435 ) 53.309.457 activities

Kas bersih diperoleh dari aktivitas Net cash profided by operating operasi 44.913.191 14.230.062.786 activities

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI CASH FLOW FROM INVESTING ACTIVITIES Perolehan aset tetap - (234.200.000 ) Purchase of fixed assets

Kas bersih digunakan untuk aktivitas Net cash used in investing investasi - (234.200.000 ) activities

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN CASH FLOW FROM OPERATING ACTIVITIES Peningkatan (penurunan) sewa pembiayaan - bersih (171.163.551 ) 41.682.381 Increase (decrease) in leases payable – net Penurunan utang lain-lain jangka Decrease in long-term other payables - panjang - pihak berelasi - (8.345.000 ) related parties Penurunan utang lain-lain jangka pendek - Decrease in short-term other payables - pihak ketiga - (5.565.000.000 ) third parties

Kas bersih digunakan untuk aktivitas Net cash used in financing pendanaan (171.163.551 ) (5.531.662.619 ) activities

PENURUNAN BERSIH KAS DAN BANK

(126.250.360 ) 8.464.200.167 NET DECREASE IN

CASH ON HAND AND IN BANKS

KAS DAN BANK AWAL PERIODE

472.972.990 786.678.771 CASH ON HAND AND IN BANKS

AT BEGINNING OF PERIOD

KAS DAN BANK AKHIR PERIODE

346.722.631 9.250.878.938 CASH ON HAND AND IN BANKS

AT END OF PERIOD

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Tidak diaudit)

DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS AS OF MARCH 31, 2013 (Unaudited) AND DECEMBER 31, 2012 (Audited)

AND FOR THREE MONTH PERIOD ENDED AS OF MARCH 31, 2013 AND 2012

(Unaudited) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

6

1. UMUM 1. GENERAL

a. Pendirian Perusahaan dan Informasi Umum a. The Company’s Establishment

PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk. ("Perusahaan") didirikan di Indonesia berdasarkan Akta Notaris Rusman, S.H., Notaris pengganti Elliza Asmawel, S.H., No. 12 tanggal 6 Juni 2001 dan diubah dengan Akta Notaris Elliza Asmawel, S.H., No. 10 tanggal 5 Maret 2002. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. C-06880.HT.01.01.TH.2002 tanggal 23 April 2002 dan telah didaftarkan di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kota Madya Jakarta Selatan No.880/BH.09.03/V/2002 tanggal 7 Mei 2002, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 80 tambahan No. 9565 tanggal 7 Oktober 2003.

PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk. (“the Company”) was established in Indonesia based on Notarial Deed No. 12 dated June 6, 2011 of Rusman, S.H., the substitute notary of Elliza Asmawel, S.H., and amended with Notarial Deed No. 10 dated March 5, 2002 of Elliza Asmawel, S.H. The deed of establishment has been approved by the Ministry of Justice and Human Rights of Republic of Indonesia in its Decision Letter No. C-06880.HT.01.01.TH.2002 dated April 23, 2002 and was registered in the Companies Registration Office Municipality of South Jakarta No. 880/BH.09.03/V/2002 dated May 7, 2002, and also has been published in the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 80 dated October 7, 2003, supplement No.9565.

Anggaran dasar Perusahan telah mengalami beberapa

kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., No. 36 tanggal 8 Agustus 2008 sehubungan dengan perubahan seluruh anggaran dasar dalam rangka memenuhi ketentuan Undang-Undang Perseroan Terbatas nomor 40 tahun 2007. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-81067.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 3 November 2008.

The Company’s Articles of Association have been amended several times, most recently by Notarial Deed No. 36 dated August 8, 2008 of Adi Warsito, S.H., the substitute notary of Sutjipto, S.H., M.Kn., concerning the change in the Company’s Articles of Association in order to meet the provisions of Limited Liability Company Act No. 40 year 2007. The Deed has been approved by the Ministry of Justice and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-81067.AH.01.02.year 2008 dated November 3, 2008.

Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah bergerak dalam bidang bioteknologi pertanian. Hak Pengelolaan Hutan (HPH), Hutan Tanam Industri (HTI) dan Perdagangan, Kantor pusat Perusahaan beralamat di Rukan Komplek Permata Senayan, Blok E No. 37-38 Jl. Tentara Pelajar Jakarta Selatan 12210, sedangkan lokasi kegiatan usaha di Jl. Raya Otonom, Pasar Kemis, Cikupa, Tangerang. Perusahaan mulai melakukan kegiatan komersialnya pada bulan Juni 2001.

In accordance with Article 3 of the Company’s Articles of Association, the scope of its activity is engaged in agricultural biotechnology. Forest Concession Rights, Plantingl Forest Industry, Trading, etc. The Company's head office is located at Rukan Komplek Permata Senayan, Blok E No. 37-38 Jl. Tentara Pelajar, Jakarta Selatan 12210, while the location of its activities in Jl.Raya Otonom, Pasar Kemis, Cikupa, Tangerang. The Company started its commercial activities in June 2001.

b. Penawaran Umum dan Pencatatan Saham Perusahaan di Bursa Efek

b. The Company’s Shares Public Offering and Listing on the Stock Exchange

Pada tahun 2004, Perusahaan melakukan penawaran umum saham kepada masyarakat sebanyak 120.000.000 saham dengan nilai nominal Rp100 setiap saham dengan harga penawaran Rp125 setiap saham disertai dengan penerbitan Waran Seri I sebanyak 276.000.000 yang diberikan secara cuma-cuma dengan nilai nominal Rp100 setiap saham dengan harga pelaksanaan Rp125 setiap saham. Pembelian dapat dilakukan selama masa pelaksanaan yaitu mulai tanggal 14 Nopember 2004 sampai dengan 13 Mei 2007. Setiap pemegang satu waran berhak membeli satu saham perusahaan. Bila waran tidak dilaksanakan sampai masa berlakunya habis maka, waran tersebut menjadi kadaluarsa. Penawaran umum saham ini telah didaftarkan ke Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) pada tanggal 19 Februari 2004 dan telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 13 Mei 2004. Penawaran umum saham ini telah memperoleh izin dari Ketua BAPEPAM dengan Surat Keputusan No. S-1 102/PM/2004 tanggal 29 April 2004.

In 2004, the Company made a public offering of its shares to the public of 120.000.000 shares with a nominal value of Rp100 per share with offering price of Rp125 per share and accompanied by the issuance of Warrant Series I of 276.000.000 as an incentive with a nominal value of Rp100 per share with an exercise price of Rp125 per share. Purchases can be made during the offering period which began on November 14, 2004 until May 13, 2007. Each warrant entitled the holder to purchase one share of the Company. If the warrants are not executed until the validity period expires, then, these warrants were obsolete. The Company’s shares public offering has been registered to the Capital Market Supervisory Agency (BAPEPAM) on February 19, 2004 and has been listed on the Indonesia Stock Exchange on May 13, 2004. The Public offering of shares has obtained permission from the Chairman of BAPEPAM in its Decision Letter No. S-1 102/PM/2004 dated April 29, 2004.

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Tidak diaudit)

DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS AS OF MARCH 31, 2013 (Unaudited) AND DECEMBER 31, 2012 (Audited)

AND FOR THREE MONTHS PERIOD ENDED AS OF MARCH 31, 2013 AND 2012

(Unaudited) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

7

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

c. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan c. Board of Commissioners, Directors and Employees

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2013 dan 31 Desember 2012 masing-masing berdasarkan Akta Notaris Desman, S.H., M.Hum., MM., No. 138, tanggal 27 Juni 2012 adalah sebagai berikut:

The Boards of Commissioners and Directors of the Company as of Martch 31, 2013 and December 31, 2012, based on Notarial Deed of Desman, S.H., M.Hum., MM., No. 138, dated 27 June 2012 respectively are as follows:

31 Maret 2013/ 31 Desember 2012/ March 31, 2013 December 31, 2012

Dewan Komisaris Komisaris Utama Komisaris Komisaris (Komisaris Independen)

: : :

Ny. Anne Patricia Sutanto

Ny. Yenny Sutanto

Tn. Gunawan Angkawibawa

Ny. Anne Patricia Sutanto

Ny. Yenny Sutanto

Tn. Gunawan Angkawibawa

: : :

Board of Commissioners President commissioners

Commissioners

Commissioners (independent commissioners)

Direksi Direktur Utama Direktur Direktur Direktur

: : : :

Tn. Ari Sutanto

Tn. Kim Byeong Su Tn. Doddy Sutanto

Ny. Naning Wahyuningsih

Tn. Ari Sutanto

Tn. Kim Byeong Su Tn. Doddy Sutanto

Ny. Naning Wahyuningsih

: : : :

Board of Directors President directors

Directors Directors Directors

Remunerasi untuk Dewan Komisaris dan Direksi untuk

periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2013 dan 2012 masing-masing sebesar Rp61.877.000,00 dan Rp190.029.500,00.

Remunation for Board of Commissioners and Board of Directors for the three months period ended March 31, 2013 and 2012, amounted to Rp61,887,000.00 and Rp190,029,500.00, respectively.

Berdasarkan Surat keputusan Direksi dengan surat

No. 089/DIR-BTEK/X/2011 tangal 5 Oktober 2011 Susunan Komite Audit Perusahaan adalah sebagai berikut:

Based on Directors’ Statements Letter No. 089/DIR-BTEK/X/2011 dated October 5, 2011, the composition of the Company’s audit committee are as follows:

31 Maret 2013/ 31 Desember 2012/ March 31, 2013 December 31, 2012

Ketua : Tn. Gunawan Angkawibawa Tn. Gunawan Angkawibawa : Chairman Anggota : Tn. Benny Jayawardana Tn. Benny Jayawardana : Member Anggota : Tn. Roy Linanda Tn. Roy Linanda : Member

Pada tanggal 31 Maret 2013 dan 31 Desember 2012,

Perusahaan memiliki karyawan masing-masing sebanyak 40 orang.

As of March 31, 2013 and December 31, 2012, the Company have 40 employees, respectively.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

Laporan keuangan telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (“SAK”), yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (“DSAK”) dan Peraturan-peraturan serta Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK). Seperti diungkapkan dalam catatan-catatan terkait dibawah ini, beberapa standar akuntansi yang baru atau telah direvisi dan diterbitkan, diterapkan efektif tanggal 1 Januari 2013 dan 2012, baik secara prospektif maupun retrospektif.

The financial statements have been prepared in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards (“SAK”), which comprise the Statements and Interpretations issued by the Financial Accounting Standards Board of the Indonesian Institute of Accountants (“DSAK”) and the Regulations and the Guidelines on Financial Statement Presentation and Disclosures issued by the Indonesian Capital Market and Financial Institution Supervisory Agency (BAPEPAM-LK). As disclosed further in the relevant succeeding notes, several new or amended and published accounting standards were adopted effective January 1, 2013 and 2012, prospectively and retrospectively

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Tidak diaudit)

DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS AS OF MARCH 31, 2013 (Unaudited) AND DECEMBER 31, 2012 (Audited)

AND FOR THREE MONTHS PERIOD ENDED AS OF MARCH 31, 2013 AND 2012

(Unaudited) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

8

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

a. Dasar penyusunan Laporan keuangan a. Basis of preparation of the financial statements

Laporan keuangan disusun sesuai dengan.Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 1 (Revisi 2009), “Penyajian Laporan Keuangan” dan PSAK No. 3 (Revisi 2010), “Laporan Keuangan Interim”.

The financial statements are prepared in accordance with the Statements of Financial Accounting Standards (“PSAK”) No. 1 (Revised 2009), “Presentation of Financial Statements” and PSAK No. 3 (Revised 2010), “Interim Financial Statements”.

PSAK No. 1 (Revisi 2009) mengatur penyajian laporan keuangan, yaitu antara lain, tujuan pelaporan, komponen laporan keuangan, penyajian secara wajar, materialitas dan agregasi, saling hapus, perbedaan antara aset lancar dan tidak lancar dan liabilitas jangka pendek dan jangka panjang, informasi komparatif dan konsistensi penyajian dan memperkenalkan pengungkapan baru, antara lain, sumber estimasi ketidakpastian dan pertimbangan, pengelolaan permodalan, pendapatan komprehensif lainnya, penyimpangan dari standar akuntansi keuangan dan pernyataan kepatuhan. Penerapan PSAK No. 1 (Revisi 2009) tersebut memberikan pengaruh yang signifikan bagi penyajian dan pengungkapan terkait dalam laporan keuangan.

PSAK No.1 (Revised 2009) regulaties the presentation of financial statemnts as to, among others, the objective, components of financial statements, fair presentation, material and aggregation, offsetting, distinction between current and non-current assets and short term and long term liabilites new disclosures such as, among others, key estimation and judgments, capital management, other comprehensive income, departures from accounting standars and statement of compliance. The adoption of PSAK No. 1 (Revised 2009) has significant impact on the related presentation and disclosures in the financial statements.

PSAK No. 3 (Revisi 2010) mengatur penyajian minimum laporan keuangan interim, serta prinsip pengakuan dan pengukuran dalam laporan keuangan lengkap atau ringkas untuk periode interim. Penerapan PSAK No. 3 (Revisi 2010) tersebut memberikan pengaruh yang signifikan bagi penyajian dan pengungkapan terkait dalam laporan keuangan.

PSAK No. 3 (Revised 2010) regulates the minimum presentation of interim financial statements, and also the principles of recognition and measurement in the complete or condensed interim financial statements. The adoption of PSAK No. 3 (Revised 2010) has significant impact on the related presentation and disclosures in the financial statements.

Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan adalah selaras dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012, kecuali bagi penerapan beberapa SAK yang telah direvisi efektif sejak tanggal 1 Januari 2012 seperti yang telah diungkapkan pada Catatan ini.

The accounting policies adopted in the preparation of the financial statements are consistent with those made in the preparation of the Company’s financial statements for the year Ende December 31, 2012, except for the adoption of several amended SAKs effective January 1, 2012 as disclosed in this Note.

Laporan keuangan disusun berdasarkan konsep akrual dengan menggunakan konsep biaya historis, kecuali untuk beberapa akun tertentu yang diukur berdasarkan pengukuran sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.

The financial statements have been prepared on the accrual basis using the historical cost concept of accounting, except for certain accounts which are measured on the bases described in the related accounting policies of each account.

Laporan arus kas yang disusun dengan menggunakan metode langsung, menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas yang diklasifikasikan dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

The statements of cash flows, which have been prepared using the direct method, present cash receipts and payments classified into operating, investing and financing activities.

Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan adalah rupiah, yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan.

The reporting currency used in the preparation of the financial statements is the Indonesian rupiah, which is also the functional currency of the Company.

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Tidak diaudit)

DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS AS OF MARCH 31, 2013 (Unaudited) AND DECEMBER 31, 2012 (Audited)

AND FOR THREE MONTHS PERIOD ENDED AS OF MARCH 31, 2013 AND 2012

(Unaudited) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

9

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

b. Kas dan bank b. Cash on hand and in banks

Kas dan bank terdiri dari kas di tangan dan kas di bank yang penggunaannya tidak dibatasi dan tidak digunakan sebagai jaminan.

Cash on hand and in banks consists of unrestricted cash on hand and cash in banks and not pledged as collateral.

Seluruh penempatan pada bank kepada pihak ketiga. Across the board at the banks to a third party.

c. Transaksi dengan pihak berelasi c. Transaction with related parties

Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi sebagaimana didefinisikan dalam PSAK No. 7 (Revisi 2010) “Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi”. Seluruh transaksi dan saldo yang material dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.

The Company enters intu transactions with related parties as defined in PSAK No. 7 (Revised 2010) “Related Party Disclosures”. All singnnificant transactions and balances with related parties are disclosed in the notes to the financial statement.

Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, dimana persyaratan tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi

The transaction are mate based on terms agreed by the parties, such term may not be the same as those of the transaction between unrelated parties.

d. Persediaan d. Inventories

Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang.

Inventories are stated at the lower of cost or net realizable value. The cost of inventories is measured using the weighted-average method.

Penyisihan persediaan usang ditetapkan berdasarkan hasil penelaahan atas kondisi fisik persediaan pada akhir tahun.

Allowance for decline in value of inventories is provided based on a review of the physical condition of the inventories at the end of year.

e. Biaya dibayar di muka e. Prepaid expenses

Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat dengan menggunakan metode garis lurus.

Prepaid expenses are amortized over the periods benefited using the straight-line method.

f. Aset tetap f. Fixed assets

Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan menerapkan PSAK No. 16 (Revisi 2011), “Aset Tetap” dan ISAK 25, “Hak atas Tanah”. Revisi terhadap PSAK No. 16 menetapkan bahwa ruang lingkupnya meliputi juga properti yang dibangun atau dikembangkan untukdigunakan di masa depan sebagai properti investasi tetapi belum memenuhi kriteria sebagai properti investasi dalam PSAK No. 13 (revisi 2011), “Properti Investasi”. Adopsi PSAK No.16 yang direvisi tidak memberikan pengaruh yang berarti terhadap pelaporan keuangan dan pengungkapan dari Perusahaan.

Efective January 1, 2012, the Company applies PSAK No. 16 (Revised 2011), “Fixed Assets” and ISAK 25, “Land Rights”. The adoption of the said revised PSAK No. 16 prescribes that its scope includes property that is being constructed or developed for future use as investment property but not yet fulfill the criteria set forth in the PSAK no. 13 (Revised 2011), “Investment property”. The Adoption of the revised PSAK No. 16 has no significant impact on the reporting and disclosures of the Company’ financial statements.

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Tidak diaudit)

DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS AS OF MARCH 31, 2013 (Unaudited) AND DECEMBER 31, 2012 (Audited)

AND FOR THREE MONTHS PERIOD ENDED AS OF MARCH 31, 2013 AND 2012

(Unaudited) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

10

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

f. Aset tetap (lanjutan) f. Fixed assets (continued)

Aset tetap, kecuali tanah, dinyatakan sebesar harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai. Harga perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan. Selanjutnya, pada saat inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya inspeksi itu diakui ke dalam jumlah tercatat (“carrying amount”) aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laporan laba rugi komprehensif pada saat terjadinya.

Fixed assets, except land, are stated at cost less accumulated depreciation and impairment losses. Such cost includes the cost of replacing part of fixed assets when that cost is incurred, if the recognition criteria are met. Likewise, when a major inspection is performed, its cost is recognized in the carrying amount of fixed assets as a replacement if the recognition criteria are satisfied. All repairs and maintenance costs that do not meet the recognition criteria are recognized in the statements of comprehensive income as incurred.

Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis

lurus selama umur manfaat aset tetap yang diestimasi sebagai berikut:

Depreciation is computed using the straight-line method over the estimated useful lives of the assets as follows:

Tahun/Year

Bangunan dan prasarana 3 - 20 Buildings and infrastructure Kendaraan 5 Vehicles Peralatan laboratorium 4 Laboratory equipments Peralatan dan perabot kantor 4 Office furniture and equipments Peralatan aklimatisasi 3 Acclimatization equipments Peralatan pendewasaan 4 Maturation equipments

Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya

pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah bersih hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laporan laba rugi komprehensif pada periode aset tersebut dihentikan pengakuannya.

An item of fixed assets is derecognized upon disposal or when no future economic benefits are expected from its use or disposal. Any gain or loss arising on derecognition of the asset (calculated as the difference between the net disposal proceeds and the carrying amount of the asset) is included the statements of comprehensive income in the period the asset is derecognized.

Pada setiap akhir tahun buku, nilai residu, umur manfaat

dan metode penyusutan dikaji ulang, dan jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif.

The assets’ residual values, useful lives and methods of depreciation are reviewed, and adjusted prospectively if appropriate, at each financial year end.

Jumlah tercatat aset tetap dikaji ulang untuk penurunan

nilai apabila terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa jumlah tercatat kemungkinan tidak dapat dipulihkan. Penurunan nilai aset, jika ada, diakui sebagai rugi pada laporan laba rugi komprehensif.

The carrying amount of fixed assets are reviewed for impairment whenever events or changes in circumstances indicate that the carrying amount may not be recoverable. Impairment in asset value, if any, is recognized as loss in the statements of comprehensive income.

Aset dalam penyelesaian disajikan dalam “Aset Tetap”

dan dinyatakan sebesar biaya perolehan. Akumulasi biaya perolehan untuk aset dalam penyelesaian akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap yang bersangkutan pada saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan sesuai dengan tujuannya.

Asset in-progress is presented under “Fixed Assets” and stated at cost. The accumulated cost of the asset constructed is transferred to the appropriate fixed assets account when the construction is completed and the asset is ready for its intended use.

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Tidak diaudit)

DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS AS OF MARCH 31, 2013 (Unaudited) AND DECEMBER 31, 2012 (Audited)

AND FOR THREE MONTHS PERIOD ENDED AS OF MARCH 31, 2013 AND 2012

(Unaudited) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

11

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

f. Aset tetap (lanjutan) f. Fixed assets (continued)

ISAK 25 menetapkan bahwa biaya pengurusan legal hak

atas tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha (“HGU”), Hak Guna Bangunan (“HGB”) dan Hak Pakai (“HP”) ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian dari baiaya perolehan tanah pada akun “Aset Tetap” dan tidak diamortisasi. Sementara biaya pengurusan atas perpanjangan atau pembaruan legal hak atas tanah dalam bentuk HGU, HGB, dan HP diakui sebagai bagian dari akun “Beban Ditanguhkan-Neto” pada laporan posisi keuangan dan diamortisasi sepanjang mana yang lebih pendek antara umur hukum hak dan umur ekonomi tanah.

ISAK 25 prescribes that the legal cost of land rights in the form of Business Usage Rights (“Hak Guna Usaha” of “HGU”), Building Usege Right (“Hak Guna Bangunan” or “HGB”) and Usage Rights (“Hak Pakai” or “HP”) when the land was acquired initialy are recognized as part of the cost of the land under the “Fixed Assets” account and not amortized. Meanwhile the extension of the legal renewal cost of land rights in the form of HGU, HGB and HP were recognized as part of “Deferred Charges - net” account in the statements of financial position and were amortized over the shorter of the right’s ligal life and land’s economic life.

g. Akuntansi sewa g. Accounting for leases

Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan menerapkan

PSAK No. 30 (Revisi 2011), “Sewa”. Revisi terhadap PSAK No. 30 ini menetapkan bahwa klasifikasi dari setiap elemen sebagai sewa pembiayaan atau sewa operasi secara terpisah bagi suatu perjanjian sewa yang mengandung elemen tanah dan bangunan

Effectif January 1, 2012, the company applies PSAK No. 30 (Revised 2011), “Lease”. The Amendment to PSAK No. 30 prescribes that classification of each element as finance lease or operating lease separately, if leases comprises land and buildings.

Adopsi PSAK No. 30 yang direvisi tidak memberikan

pengaruh yang berarti terhadap pelaporan keuangan dan pengungkapan dari kelompok usaha.

Adoption of the revised PSAK no. 30 has no singnificant impact on the financial reporting and disclosures of the company.

Berdasarkan PSAK No. 30 (Revisi 2011), penentuan

apakah suatu perjanjian merupakan perjanjian sewa atau perjanjian yang mengandung sewa didasarkan atas subtansi perjanjian pada tanggal awal sewa dan apakah pemenuhan perjanjian tergantung pada penggunaan suatu aset dan perjanjian tersebut memberikan suatu hak untuk menggunakan aset tersebut.

Based on PSAK No. 30 (Revised 2011), the determination of whether an arrangement is, or curtains a lease is based on the substance of the arrangement at inception date and whether the fulfillment of the arrangement is dependent on the use of a specific asset and the arrangement conveys a right to use the assets.

Menurut PSAK revisi ini, sewa yang mengalihkan secara

substansial seluruh resiko dan manfaat yang terkait dnegan kepemilikan aset, dikasifikasikan sebagai sewa pembiayaan. Selanjutnya, suatu sewa dikasifikasikan sebagai sewa operasi, jika sewa tidak mengalihkan secara subtantial seluruh resiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset.

Under this Revised PSAK, leases that transfer substantially to the leasee all the risks and rewards incidental to ownership of the leased item are classified as finance leases. More over. Leases which do not transfer substantially all the risk and rewards incidental to ownership of the leased item are classified as operating leases.

Berdasarkan PSAK No. 30 (Revisi 2011), dalam sewa

pembiayaan, Perusahaan mengakui aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan pada awal masa sewa, sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Pembayaran sewa dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan liabilitas sewa.

Based on PSAK No. 30 (Rivised 2011). under a finance lease, the Company recognize assets and liabilities in their statements of financial position at amounts equal to the fair value of the leased property or, if lower, ther present value of the minimum lease payments, each determined at ther inception of the lease. Minimum lease payments are apportioned between the finance charge and the reduction of the outstanding liability.

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Tidak diaudit)

DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS AS OF MARCH 31, 2013 (Unaudited) AND DECEMBER 31, 2012 (Audited)

AND FOR THREE MONTHS PERIOD ENDED AS OF MARCH 31, 2013 AND 2012

(Unaudited) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

12

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

g. Sewa (lanjutan) g. Leases (continued)

Beban keuangan dialokasikan pada setiap periode selama masa sewa, sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas.

The finance charge is allocated to each period during the lease term so as to produce a constant periodic rate of interest on the remaining balance of the liability.

Rental kontinjen, jika ada, dibebankan pada periode terjadinya. Beban keuangan dicatat dalam laporan laba rugi komprehensif. Aset sewaan (disajikan sebagai bagian aset tetap) disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara umur manfaat aset sewaan dan periode masa sewa, jika tidak ada kepastian yang memadai bahwa Perusahaan akan mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa sewa. Dalam sewa operasi, Perusahaan mengakui pembayaran sewa sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.

Contingent rents, if any, are charged as expenses in the periods in which they are incurred. Finance charges are reflected in statments of comprehensive income. Capitalized leased assets (presented under the account of fixed assets) are depreciated over the shorter of the estimated useful life of the assets and the lease term, if there is no reasonable certainty that the Company will obtain ownership by the end of the lease term. Under an operating lease, the Company recognized lease payments as an expense on a straight-line method over the lease term.

h. Penurunan nilai aset non-keuangan h. Impairment of non-financial assets

Efektif 1 Januari 2012, Perusahaan menerapkan secara Prospektif PSAK No. 48 (Revisi 2010). “Penurunan Nilai Aset”.

Effective Januari 1, 2012 the Company prospectively adopetd PSAK No. 48 (Revised 2010). “Impairmant of assets”.

PSAK No. 48 (Revisi 2010) menetapkan prosedur yang diterapkan entitas agar aset dicatat tidak melebihi jumlah terpulihkannya. Suatu aset dicatat melebihi jumlah terpulihkannya jika jumlah tersebut melebihi jumlah yang akan dipulihkan melalui penggunaan atau penjualan aset. Pada kasus demikian, aset mengalami penurunan nilai dan pernyataan ini mensyaratkan entitas mengakui rugi penurunan nilai. PSAK yang direvisi ini juga menentukan kapan entitas membalik suatu rugi penurunan nilai dan pengungkapan yang diperlukan.

PSAK No. 48 (Revised 2010) prescribes the procedures to be employed by an entity to ensure that its assets are carried at no more then the recoverable amount. An asset is carried exceeds the amount to be recovered through use or sale of the asset. If this is the case, the asset is described as impaired and this revised PSAK requireds the entity to recognize an impairment loss. This revised PSAK also specifies when an entity should reverse an impairment loss and prescribes disclosures.

Penerapan PSAK No. 48 (Revisi 2010) tidak memberikan pengaruh yang singnifikan terhadap laporan keuangan

The adoption of PSAK No. 48(Revised 2010) has no significant impact on the financial statsments.

Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian penurunan nilai aset diperlukan, maka Perusahaan membuat estimasi formal jumlah terpulihkan aset tersebut

The company assesses at each annual reporting period whether there is an indication that an asset may be impaired. If any such indication exists, of when annual impairment testing for an asset is required, the Company makes an estimate of the asset’s recovereble amount.

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Tidak diaudit)

DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS AS OF MARCH 31, 2013 (Unaudited) AND DECEMBER 31, 2012 (Audited)

AND FOR THREE MONTHS PERIOD ENDED AS OF MARCH 31, 2013 AND 2012

(Unaudited) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

13

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

i. Biaya penerbitan emisi efek ekuitas i. Stock issuance costs

Biaya emisi efek ekuitas disajikan sebagai pengurang “Tambahan Modal Disetor” sebagai bagian dari ekuitas pada laporan posisi keuangan.

Stock issuance costs are presented as deduction from “Additional Paid-in Capital” in the equity section in the statements of financial position.

j. Pengakuan pendapatan dan beban j. Revenue and expense recognition

Efektif tanggal 1 januari 2012, Perusahaan menerapkan PSAK No. 23 (Revisi 2010), “Pendapatan”. PSAK revisi ini mengindentifikasi terpenuhinya kriteria pengakuan pendapatan, sehingga pendapatan dapat diakui, dan mengatur perlakuan akuntansi atas pendapatan yang timbul dari transaksi dan kejadian tertentu, serta memberikan panduan praktis dalam penerapan kriteria mengenai pengakuan pendapatan. Penerapan PSAK yang direvisi tersebut tidak memberikan pengaruh yang singifikan terhadap laporan keuangan.

Efective January 1, 2012, the company adopted PSAK No. 23 (Revised 2010), “Revenue”. This revised PSAK indentifies the circumstances in which the criteria on revenue recognition will be met and, therefore revenue may be recognized, and prescribes the accounting treatment of revenue arising from certain types of transactions and events, and also provides practical guidece on the application of the criteria on revenue recognition. The adoption of this revised PSAK has no singnificant impact on the financial statements..

Pendapatan diakui pada saat semua risiko signifikan dan

kepemilikan atas barang telah beralih kepada pelanggan, umumnya pada saat pengiriman barang sesuai dengan persyaratan penjualan. Jika persyaratan penjualan tidak terpenuhi, penerimaan pembayaran dari pelanggan dicatat sebagai uang muka pelanggan sampai seluruh syarat untuk pengakuan pendapatan terpenuhi.

Revenues are recognized when all significant risks and ownership of the goods have been transferred to the customer, generally upon shipment of goods in accordance with the requirements of the sale. If requirements are not met, payments received from customers are recorded as advances from customer until all conditions for revenue recognition are met.

Beban diakui pada saat terjadinya Expenses are recognized when incurred.

k. Provisi k. Provisions

Efektif 1 januari 2012, Perusahaan menerapkan PSAK

No. 57 (revisi 2011), “Provisi, Liabilitas Kontijensi, dan Aset Kontinjensi”. PSAK revisi ini diterapkan secara prospektif dan menetapkan pengakuan dan pengukuran liabilitas diestimasi, liabilitas kontinjensi dan aset kontinjensi serta untuk memastikan informasi memadai telah diungkapkan dalam catatan atas Laporan Keuangan untuk memungkinkan para pengguna memahami sifat, waktu, dan jumlah yang terkait dengan informasi tersebut. Penerapan PSAK yang direvisi tersebut tidak memberikan pengaruh yang singnifikan terhadap Laporan Keuangan.

Efective January 1, 2012, the company adopted PSAK No. 57 (Revised 2011). “Provisions, contingent liabilities, and contingent assets”. The revised PSAK is to be applied propectively and provides theat appropriate recognition criteria and measurement bases are applied to provisions, contingent liabilities and contingent assets, and to ensure that sufficient information is disclosed in the notes of the financial statements to enable user to understand the nature, timing and amount related to the information. The adoption of this rivised PSAK has no singnificant impact on the financial statements.

Provisi diakui jika Perusahaan memiliki kewajiban kini

(baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinannya penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.

Provisions are recognized when the Company has a present obligation (legal and constructive) where, as a result of a past event, it is probable that an outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligation and a reliable estimate can be made of the amount of the obligation.

Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik yang paling kini. Jika arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan kewajiban kemungkinan besar tidak terjadi, maka provisi dibatalkan.

Provisions are reviewed at each reporting date and adjusted to reflect the current best estimate. If it is no longer probable that an outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligation, the provision is reversed.

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Tidak diaudit)

DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS AS OF MARCH 31, 2013 (Unaudited) AND DECEMBER 31, 2012 (Audited)

AND FOR THREE MONTHS PERIOD ENDED AS OF MARCH 31, 2013 AND 2012

(Unaudited) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

14

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

l. Imbalan kerja l. Employees’ benefits

Efektif tanggal 1 januari 2012, Perusahaan menerapkan

PSAK No. 24 (revisi 2010), “Imbalan kerja”.

Efective January 1, 2012, the company applies PSAK No. 24 (Revised 2010), “Employee Benefit”.

PSAK No. 24 (revisi 2010) membolehkan entitas untuk

menerapkan metode yang sistematis atas pengakuan yang lebih cepat dari kerugian/keuntungan akruarial, yang antara lain adalah pengakuan langsung dari seluruh keuntungan/kerugian akruarial. Karena Perusahaan tidak memilih metode ini namun tetap mengunakan pengakuan keuntungan/kerugian sebelumnya seperti diuraikan lebih lanjut berikut ini, maka penerapan awal PSAK No. 24 (revisi 2010) tersebut tidak memberikan pengaruh yang signifikan atas laporan keuangan kecuali pengungkapan terkait.

PSAK No. 24 (Revised 2010) permits entities to adopt certain systematic methods of faster recognition, which include, among others, immediate recognition, which include, among others, immediate recognition of all actuarial gains and loses. Since the company opted not to apply this method but to continuously use the previous actuarial gain/loss recognition method as further disclosed below, the initial adoption of PSAK No. 24 (revised 2010) did not have significant impact on the company’s financial statements except for the related disclosures.

Beban imbalan kerja karyawan ditentukan dengan

metode Projected Unit Credit. Keuntungan atau kerugian aktuarial diakui sebagai penghasilan atau beban apabila akumulasi keuntungan atau kerugian aktuarial bersih yang belum diakui pada akhir periode pelaporan sebelumnya melebihi jumlah yang lebih besar antara 10% dari nilai kini kewajiban imbalan pasti dan 10% dari nilai wajar aset program pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian ini diakui dengan metode garis lurus sepanjang rata-rata sisa masa kerja karyawan.

The cost of providing employee benefits is determined using the Projected Unit Credit method. Actuarial gains or losses are recognized as income or expenses when the net cumulative unrecognized actuarial gains or losses for each individual plan at the end of the previous reporting year exceed the greater of 10% of the present value of the defined benefit obligation and 10% of the fair value of any plan assets at that date. These gains or losses are recognized on a straight-line method over the expected average remaining working lives of the employees.

m. Pajak penghasilan m. Income tax

Beban pajak tahun berjalan ditentukan berdasarkan laba

kena pajak periode berjalan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.

Current tax expense is determined based on the taxable income for the period computed using the prevailing tax rates.

Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak pada masa mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas pada setiap tanggal pelaporan. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal, sepanjang besar kemungkinan perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa mendatang.

Deferred tax assets and liabilities are recognized for the future tax consequences attributable to differences between the carrying amounts of existing assets and liabilities in the financial statements and their respective tax bases at each reporting date. Deferred tax liabilities are recognized for all taxable temporary differences and deferred tax assets are recognized for deductible temporary differences and accumulated fiscal losses to the extent that it is probable that taxable income will be available in future years against which the deductible temporary differences and accumulated fiscal losses can be utilized.

Pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif

pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan. Perubahan nilai tercatat aset dan liabilitas pajak tangguhan yang disebabkan oleh perubahan tarif pajak dibebankan pada usaha periode berjalan, kecuali untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.

Deferred tax is calculated at the tax rates that have been enacted or substantively enacted at the statement of financial position date. Changes in the carrying amount of deferred tax assets and liabilities due to a change in tax rates are charged to current period operations, except to the extent that they relate to items previously charged or credited to equity.

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Tidak diaudit)

DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS AS OF MARCH 31, 2013 (Unaudited) AND DECEMBER 31, 2012 (Audited)

AND FOR THREE MONTHS PERIOD ENDED AS OF MARCH 31, 2013 AND 2012

(Unaudited) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

15

<

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

m. Pajak penghasilan (lanjutan) m. Income tax (Continued)

Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan secara saling

hapus dalam laporan posisi keuangan.

Deferred tax assets and liabilities are offset in the statements of financial position.

Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat

surat ketetapan pajak diterima atau, jika diajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan ditetapkan.

Amendments to tax obligations are recorded when a tax assessment letter is received or, if appealed against, when the result of the appeal is determined.

n. Aset dan liabilitas keuangan n. Financial assets and liabilities

Efektif tanggal 1 Januari 2012, menerapkan PSAK 50

(Revisi 2010), “Instrumen Keuangan: Penyajian”, PSAK 55 (Revisi 2011), “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” dan PSAK 60, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”.

Effective January 1, 2012, the applied PSAK 50 (Revised 2010), “Financial Instruments: Presentation”, PSAK 55 (Revised 2011), “Financial Instruments: Recognition and Measurement”, and PSAK 60, “Financial Instruments: Disclosures”.

PSAK 50 direvisi sehingga hanya mengatur penyajian

instrumen keuangan, sedangkan perinsip pengaruran instrumen keuangan dipindahkan ke PSAK No. 60.

PSAK No. 50 was revised to only cover the principles for presentation of financial instruments, while the principless for disclosures of finacial instruments are transferred to PSAK No. 60.

Revisi PSAK No. 55 tersebut tidak memberikan pengaruh

bagi laporan keuangan pada saat peerapan awal, sedangkan peerapan PSAK No. 50 dan PSAK No. 60 yang direvisi tersebut memberikan pengaruh bagi pengungkapan dalam laporan keuangan.

The revised PSAK 55 has no impact on the financial statements upon initial adoption, while the adoption of the revised PSAK No. 50 and PSAK No. 60 have impact on the disclosures made in the financial statements.

Aset keuangan Financial assets

Pengakuan awal Initial recognition

Aset keuangan dalam lingkup PSAK No. 55 (Revisi 2011)

diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi dimiliki hingga jatuh tempo, aset keuangan tersedia untuk dijual, atau sebagai derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai dalam lindung nilai yang efektif.

Financial assets within the scope of PSAK No. 55 (Revised 2011) are classified as financial assets at fair value through profit or loss, loans and receivables, held-to-maturity investments, available-for-sale financial assets, or as derivatives designated as hedging instruments in an effective hedge.

Aset keuangan pada awalnya diukur pada nilai wajar, dan

dalam hal aset keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, ditambah dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.

Financial assets are recognized initially at fair value plus, in the case of financial assets not at fair value through profit or loss, directly attributable transaction costs.

Pembelian atau penjualan aset keuangan yang

mensyaratkan penyerahan aset dalam kurun waktu yang ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar (pembelian yang lazim/regular) diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal Perusahaan berkomitmen untuk membeli atau menjual aset tersebut.

Purchases or sales of financial assets that require delivery of assets within a time frame established by regulation or convention in the market place (regular way trades) are recognized on the trade date, i.e., the date that the Company commit to purchase or sell the assets.

Aset keuangan Perusahaan adalah kas dan bank, piutang

usaha dan piutang lain-lain.

The company’s financial assets are cash on hand and in banks, trade receivables and other receivables.

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Tidak diaudit)

DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS AS OF MARCH 31, 2013 (Unaudited) AND DECEMBER 31, 2012 (Audited)

AND FOR THREE MONTHS PERIOD ENDED AS OF MARCH 31, 2013 AND 2012

(Unaudited) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

16

<,

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

n. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) n. Financial assets and liabilities (continued)

Pengukuran setelah pengakuan awal Subsequent measurement

Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal

tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:

The subsequent measurement of financial assets depends on their classification as follows:

Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui

laporan laba rugi

Financial assets at fair value through profit or loss

Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi termasuk aset keuangan untuk diperdagangkan dan aset keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan awal untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.

Financial assets at fair value through profit or loss include financial assets held for trading and financial assets designated upon initial recognition at fair value through profit or loss.

Aset derivatif diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan kecuali mereka ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai efektif. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi disajikan dalam laporan posisi keuangan pada nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian dari perubahan nilai wajar diakui dalam laporan laba rugi komprehensif.

Derivative assets are classified as held for trading unless they are designated as effective hedging instruments. Financial assets at fair value through profit or loss are carried in the statements of financial position at fair value with gains or losses recognized in the statements of comprehensive income.

Perusahaan tidak memiliki aset keuangan dalam kategori ini.

The Company did not have financial assets in this category.

Pinjaman yang diberikan dan piutang Loans and receivables

Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan, yang tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif.

Loans and receivables are non-derivative financial assets with fixed or determinable payments that are not quoted in an active market.

Setelah pengakuan awal, aset keuangan tersebut dicatat pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dan keuntungan dan kerugian terkait diakui dalam laporan laba rugi komprehensif pada saat pinjaman yang diberikan dan piutang dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, demikian juga melalui proses amortisasi.

After initial measurement, such financial assets are carried at amortized cost using the effective interest rate method, and gains and losses are recognized in the statements of comprehensive income when the loans and receivables are derecognized or impaired, as well as through the amortization process.

Perusahaan memiliki kas dan bank, piutang usaha dan piutang lain-lain dalam kategori ini.

The Company has cash on hand and in banks, trade receivables and other receivables in this category.

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Tidak diaudit)

DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS AS OF MARCH 31, 2013 (Unaudited) AND DECEMBER 31, 2012 (Audited)

AND FOR THREE MONTHS PERIOD ENDED AS OF MARCH 31, 2013 AND 2012

(Unaudited) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

17

,,

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

n. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) n. Financial assets and liabilities (continued)

Aset keuangan (lanjutan) Financial assets (continued)

Investasi Dimiliki Hingga Jatuh Tempo held-to-maturity (“HTM”) Investments

Investasi dimiliki hingga jatuh tempo adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan, dan manajemen Perusahaan memiliki intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo. Apabila Perusahaan menjual atau mereklasifikasi investasi dimiliki hingga jatuh tempo dalam jumlah yang lebih dari jumlah yang tidak signifikan sebelum jatuh tempo, maka seluruh aset keuangan dalam kategori tersebut terkena aturan pembatasan (tainting rule) dan investasi direklasifikasi ke kelompok tersedia untuk dijual.

HTM investments are non-derivative financial assets with fixed or determinable payments and fixed maturities for which the Company’s management has the positive intention and ability to hold to maturity. When the Company sells or reclassifies other than an insignificant amount of HTM investments before maturity, the entire category would be tainted and the investments are reclassified as AFS financial assets.

Setelah pengukuran awal, investasi ini diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif, setelah dikurangi penurunan nilai. Biaya perolehan diamortisasi tersebut memperhitungkan premi atau diskonto yang timbul pada saat perolehan serta imbalan dan biaya yang merupakan bagian integral dari suku bunga efektif. Amortisasi dicatat sebagai bagian dari pendapatan bunga dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Keuntungan dan kerugian yang timbul diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian pada saat penghentian pengakuan dan penurunan nilai dan melalui proses amortisasi menggunakan metode suku bunga efektif.

After initial measurement, these investments are subsequently measured at amortized cost using the effective interest method, less impairment in value. Amortized cost is calculated by taking into account any discount or premium on acquisition and fees that are an integral part of the effective interest rate. The amortization is included as part of interest income in the consolidated statements of comprehensive income. Gains and losses are recognized in the consolidated statements of comprehensive income when the HTM investments are derecognized and impaired, as well as through the amortization process using effective interest method.

Perusahaan tidak memiliki aset keuangan dalam kategori ini.

The Company did not have financial assets in this category.

Aset keuangan tersedia untuk dijual [Available-For-Sale (“AFS”)]

Available-For-Sale (“AFS”) financial assets

Aset keuangan AFS adalah aset keuangan non derivatif yang ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual atau yang tidak diklasifikasikan dalam dua kategori sebelumnya. Setelah pengukuran awal, aset keuangan AFS diukur dengan nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian yang belum terealisasi diakui dalam ekuitas sampai investasi tersebut dihentikan pengakuannya. Pada saat itu, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam ekuitas akan direklasifikasi ke laporan laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi.

AFS financial assets are non-derivative financial assets that are designated as available-for-sale or are not classified in any of the two preceding categories. After initial measurement, AFS financial assets are measured at fair value with unrealized gains or losses recognized in the equity until the investment is derecognized. At that time, the cumulative gain or loss previously recognized in the equity shall be reclassified to profit or loss as a reclassification adjustment.

Perusahaan tidak memiliki aset keuangan dalam kategori ini.

The Company did not have financial assets in this category.

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Tidak diaudit)

DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS AS OF MARCH 31, 2013 (Unaudited) AND DECEMBER 31, 2012 (Audited)

AND FOR THREE MONTHS PERIOD ENDED AS OF MARCH 31, 2013 AND 2012

(Unaudited) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

18

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

n. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) n. Financial assets and liabilities (continued)

Aset keuangan (lanjutan) Financial assets (continued)

Penghentian pengakuan aset keuangan Derecognition of financial assets

Aset keuangan, atau, bila dapat diterapkan untuk bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan serupa, dihentikan pengakuan pada saat:

A financial asset, or where applicable, a part of a financial asset or part of a group of similar financial assets, is derecognized when:

i. hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau

i. the contractual rights to receive cash flows from the asset have expired; or

ii. Perusahaan mentransfer hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut atau menanggung liabilitas untuk membayar arus kas yang diterima tersebut tanpa penundaan yang signifikan kepada pihak ketiga melalui suatu kesepakatan penyerahan dan (a) secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (b) secara substansial tidak mentransfer dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, namun telah mentransfer pengendalian atas aset keuangan tersebut.

ii. the Company has transferred its rights to receive cash flows from the asset or has assumed an obligation to pay the received cash flows in full without material delay to a third party under a “pass-through” arrangement; and either (a) substantially transferred all the risks and rewards of the asset, or (b) neither transferred nor retained substantially all the risks and rewards of the asset, but has transferred control of the asset.

Apabila Perusahaan mentransfer hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan atau mengadakan kesepakatan penyerahan dan tidak mentransfer maupun tidak memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan tersebut dan juga tidak mentransfer pengendalian atas aset keuangan tersebut, maka suatu aset keuangan baru diakui oleh Perusahaan sebesar keterlibatannya yang berkelanjutan dengan aset keuangan tersebut.

When the Company has transferred its rights to receive cash flows from an asset or has entered into a pass-through arrangement, and has neither transferred nor retained substantially all the risks and rewards of the asset nor transferred control of the asset, the asset is recognized to the extent of the Company continuing involvement in the asset.

Keterlibatan berkelanjutan yang berbentuk pemberian

jaminan atas aset yang ditransfer diukur sebesar jumlah terendah antara nilai aset yang ditransfer dan nilai maksimal pembayaran yang mungkin harus dibayar kembali oleh Perusahaan.

Continuing involvement that takes the form of a guarantee over the transferred asset, is measured at the lower of the original carrying amount of the asset and the maximum amount of consideration that the Company could be required to repay.

Pada saat penghentian pengakuan atas aset keuangan

secara keseluruhan, maka selisih antara nilai tercatat dan jumlah dari (i) pembayaran yang diterima, termasuk aset baru yang diperoleh dikurangi dengan liabilitas baru yang ditanggung; dan (ii) keuntungan atau kerugian kumulatif yang telah diakui secara langsung dalam ekuitas, harus diakui pada laporan laba rugi komprehensif.

On derecognition of a financial asset in its entirety, the difference between the carrying amount and the sum of (i) the consideration received, including any new assets obtained less any new liabilities assumed, and (ii) any cumulative gain or loss which had been recognized in the equity, should be recognized in the statements of comprehensive income.

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Tidak diaudit)

DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS AS OF MARCH 31, 2013 (Unaudited) AND DECEMBER 31, 2012 (Audited)

AND FOR THREE MONTHS PERIOD ENDED AS OF MARCH 31, 2013 AND 2012

(Unaudited) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

19

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

n. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) n. Financial assets and liabilities (continued)

Aset keuangan (lanjutan) Financial assets (continued)

Penurunan nilai aset keuangan Impairment of financial assets

Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan, Perusahaan

mengevaluasi apakah terdapat bukti yang obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. Penurunan nilai atas aset keuangan atau kelompok aset keuangan dianggap telah terjadi, jika dan hanya jika, terdapat bukti yang obyektif mengenai penurunan nilai tersebut sebagai akibat dari salah satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset tersebut (peristiwa yang merugikan), dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang dapat diestimasi secara handal.

At each statement of financial position date, the Company assesses whether there is any objective evidence that a financial asset or a group of financial assets is impaired. A financial asset or a group of financial assets is deemed to be impaired if, and only if, there is objective evidence of impairment as a result of one or more events that has occurred after the initial recognition of the asset (an incurred ‘loss event’) and that loss event has an impact on the estimated future cash flows of the financial asset or the group of financial assets that can be reliably estimated.

Bukti penurunan nilai dapat meliputi indikasi pihak

peminjam atau kelompok pihak peminjam mengalami kesulitan keuangan signifikan, wanprestasi atau tunggakan pembayaran bunga atau pokok, terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan lainnya dan pada saat data yang dapat diobservasi mengindikasikan adanya penurunan yang dapat diukur atas estimasi arus kas masa datang, seperti meningkatnya tunggakan atau kondisi ekonomi yang berkorelasi dengan wanprestasi.

Evidence of impairment may include indications that the debtors or a group of debtors is experiencing significant financial difficulty, default or delinquency in interest or principal payments, the probability that they will enter bankruptcy or other financial reorganization and where observable data indicate that there is a measurable decrease in the estimated future cash flows, such as changes in arrears or economic conditions that correlate with defaults.

Aset keuangan dicatat pada biaya perolehan

Diamortisasi

Financial assets carried at amortized cost

Untuk pinjaman yang diberikan dan piutang yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi, Perusahaan pertama kali menentukan apakah terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, atau secara kolektif untuk aset keuangan yang jumlahnya tidak signifikan secara individual.

For loans and receivables carried at amortized cost, the Company first assesses whether objective evidence of impairment exists individually for financial assets that are individually significant, or collectively for financial assets that are not individually significant.

Jika Perusahaan menentukan tidak terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, terlepas aset keuangan tersebut signifikan atau tidak, maka aset tersebut dimasukkan ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual, dan untuk itu kerugian penurunan nilai diakui atau tetap diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif.

If the Company determines that no objective evidence of impairment exists for an individually assessed financial asset, whether significant or not, the asset is included in a group of financial assets with similar credit risk characteristics and collectively assessed them for impairment. Assets that are individually assessed for impairment and for which an impairment loss is, or continues to be recognized, are not included in a collective assessment of impairment.

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Tidak diaudit)

DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS AS OF MARCH 31, 2013 (Unaudited) AND DECEMBER 31, 2012 (Audited)

AND FOR THREE MONTHS PERIOD ENDED AS OF MARCH 31, 2013 AND 2012

(Unaudited) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

20

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

n. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) n. Financial assets and liabilities (continued)

Aset keuangan (lanjutan) Financial assets (continued)

Jika terdapat bukti obyektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi, jumlah kerugian tersebut diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa datang (tidak termasuk ekspektasi kerugian kredit masa datang yang belum terjadi).

If there is objective evidence that an impairment loss has occurred, the amount of the loss is measured as the difference between the asset’s carrying amount and the present value of estimated future cash flows (excluding future expected credit losses that have not yet been incurred).

Nilai kini estimasi arus kas masa datang didiskonto menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan tersebut. Jika pinjaman yang diberikan dan piutang memiliki suku bunga variabel, tingkat diskonto yang dipakai untuk mengukur kerugian penurunan nilai adalah suku bunga efektif yang berlaku.

The present value of the estimated future cash flows is discounted at the financial asset’s original effective interest rate. If a loan and receivable has a variable interest rate, the discount rate for measuring impairment loss is the current effective interest rate.

Nilai tercatat aset tersebut dikurangi melalui penggunaan akun cadangan dan jumlah kerugian tersebut diakui secara langsung dalam laporan laba rugi komprehensif. Pendapatan bunga tetap diakui berdasarkan nilai tercatat yang telah dikurangi, berdasarkan suku bunga efektif atas aset keuangan tersebut. Pinjaman yang diberikan dan piutang, bersama-sama dengan cadangan terkait, akan dihapuskan pada saat tidak terdapat kemungkinan yang realistis atas pemulihan di masa mendatang dan seluruh agunan, jika ada, telah direalisasi atau telah dialihkan kepada Perusahaan.

The carrying amount of the asset is reduced through the use of an allowance account and the amount of the loss is recognized in the statements of comprehensive income. Interest income continues to be accrued on the reduced carrying amount based on the original effective interest rate of the asset. Loans and receivable, together with the associated allowance, are written off when there is no realistic prospect of future recovery and all collateral, if any, has been realized or has been transferred to the Company.

Jika, pada periode berikutnya, nilai estimasi kerugian penurunan nilai aset keuangan bertambah atau berkurang karena suatu peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui, maka kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui ditambah atau dikurangi (dipulihkan) dengan menyesuaikan akun cadangan. Pemulihan tersebut tidak boleh mengakibatkan nilai tercatat aset keuangan melebihi biaya perolehan diamortisasi yang seharusnya jika penurunan nilai tidak diakui pada tanggal pemulihan dilakukan. Jumlah pemulihan aset keuangan diakui pada laporan laba rugi komprehensif. Jika penghapusan kemudian dipulihkan, maka pemulihan tersebut diakui dalam laporan laba rugi komprehensif.

If in a subsequent period, the amount of the estimated impairment loss increases or decreases because of an event occurring after the impairment was recognized, the previously recognized impairment loss is increased or reduced (reversed) by adjusting the allowance account. The recovery should not lead to the carrying amount of the asset exceeds its amortized cost that would have been determined had no impairment loss been recognized for the asset at the reversal date. The amount of reversal is recognized in the statements of comprehensive income. If a future write-off is later recovered, the recovery is recognized in the statements of comprehensive income.

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Tidak diaudit)

DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS AS OF MARCH 31, 2013 (Unaudited) AND DECEMBER 31, 2012 (Audited)

AND FOR THREE MONTHS PERIOD ENDED AS OF MARCH 31, 2013 AND 2012

(Unaudited) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

21

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

n. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) n. Financial assets and liabilities (continued)

Aset keuangan (lanjutan) Financial assets (continued)

Aset keuangan yang dicatat pada biaya Perolehan Financial assets carried at cost

Jika terdapat bukti obyektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi atas instrumen ekuitas yang tidak memiliki kuotasi dan tidak dicatat pada nilai wajar karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal, maka jumlah kerugian penurunan nilai diukur berdasarkan selisih antara nilai tercatat aset keuangan dan nilai kini estimasi arus kas masa mendatang yang didiskontokan pada tingkat pengembalian yang berlaku di pasar untuk aset keuangan serupa. Kerugian penurunan nilai tersebut tidak dapat dipulihkan pada periode berikutnya.

If there is objective evidence that an impairment has occurred over equity instruments that do not have the quotation and is not carried at fair value because fair value can not be measured reliably, then the amount of any impairment loss is measured as the difference between the carrying value of financial assets and the present value of estimated future cash flows discounted at the prevailing rate of return on the market for a similar financial asset. Impairment losses were not recoverable in the next period.

Liabilitas keuangan Financial liabilities

Pengakuan awal Initial recognition

Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK No. 55 (Revisi

2011) diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, pinjaman dan utang, atau derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai dalam lindung nilai yang efektif. Perusahaan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal.

Financial liabilities within the scope of PSAK No. 55 (Revised 2011) are classified as financial liabilities at fair value through profit or loss, loans and borrowings, or as derivatives designated as hedging instruments in an effective hedge, as appropriate. The Company determines the classification of its financial liabilities at initial recognition.

Liabilitas keuangan pada awalnya diukur pada nilai wajar

dan, dalam hal pinjaman dan utang, ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.

Financial liabilities are recognized initially at fair value and, in the case of loans and borrowings, inclusive of directly attributable transaction costs.

Liabilitas keuangan Perusahaan meliputi biaya masih

harus dibayar, utang sewa pembiayaan dan uang muka penjualan.

The company’s financial liabilities include accrued expenses, obligation under finance leases and advances from customers.

Pengukuran setelah pengakuan awal Subsequent measurement

Pengukuran liabilitas keuangan tergantung pada

klasifikasinya sebagai berikut:

The measurement of financial liabilities depends on their classification as follows:

Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar

melalui laporan laba rugi

Financial liabilities at fair value through profit or loss

Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi termasuk liabilitas keuangan untuk diperdagangkan dan liabilitas keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan awal untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.

Financial liabilities at fair value through profit or loss include financial liabilities held for trading and financial liabilities designated upon initial recognition at fair value through profit or loss.

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Tidak diaudit)

DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS AS OF MARCH 31, 2013 (Unaudited) AND DECEMBER 31, 2012 (Audited)

AND FOR THREE MONTHS PERIOD ENDED AS OF MARCH 31, 2013 AND 2012

(Unaudited) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

22

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

n. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) n. Financial assets and liabilities (continued)

Liabilitas keuangan (lanjutan) Financial liabilities (continued)

Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan jika mereka diperoleh untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Liabilitas derivatif juga diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan kecuali mereka ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai efektif.

Financial liabilities are classified as held for trading if they are acquired for the purpose of selling or repurchasing in the near term. Derivative liabilities are also classified as held for trading unless they are designated as effective hedging instruments.

Keuntungan atau kerugian atas liabilitas yang dimiliki untuk diperdagangkan diakui dalam laporan laba rugi komprehensif.

Gains or losses on liabilities held for trading are recognized in the statements of comprehensive income.

Perusahaan tidak memiliki liabilitas keuangan dalam kategori ini.

The Company did not have financial liabilities in this category.

Pinjaman dan utang Loans and borrowings

Setelah pengakuan awal, pinjaman dan utang yang dikenakan bunga selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Pada tanggal laporan posisi keuangan, biaya bunga yang masih harus dibayar dicatat secara terpisah dari pokok pinjaman terkait dalam bagian liabilitas jangka pendek. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan laba rugi komprehensif ketika liabilitas dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasi menggunakan metode suku bunga efektif.

After initial recognition, interest-bearing loans and borrowings are subsequently measured at amortized cost using the effective interest rate method. At statement of financial position date, the accrued interest is recorded separately from the respective principal loans as part of current liabilities. Gains and losses are recognized in the statements of comprehensive income when the liabilities are derecognized as well as through the amortization process using the effective interest rate method.

Perusahaan memiliki biaya yang masih harus dibayar, utang sewa pembiayaan dan uang muka penjualan dalam kategori ini.

The Company has accrued expenses, obligation under finance leases and advances from customers in this category.

Penghentian pengakuan Derecognition of financial liabilities

Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat

liabilitas tersebut dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.

A financial liability is derecognized when the obligation under the liability is discharged or cancelled or has expired.

Ketika sebuah liabilitas keuangan yang ada ditukar

dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama atas persyaratan yang secara substansial berbeda, atau bila persyaratan dari liabilitas keuangan tersebut secara substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi persyaratan tersebut dicatat sebagai penghentian pengakuan liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas keuangan tersebut diakui dalam laporan laba rugi komprehensif.

When an existing financial liability is replaced by another from the same lender on substantially different terms, or the terms of an existing liability are substantially modified, such an exchange or modification is treated as a derecognition of the original liability and the recognition of a new liability, and the difference in the respective carrying amounts is recognized in the statements of comprehensive income.

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Tidak diaudit)

DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS AS OF MARCH 31, 2013 (Unaudited) AND DECEMBER 31, 2012 (Audited)

AND FOR THREE MONTHS PERIOD ENDED AS OF MARCH 31, 2013 AND 2012

(Unaudited) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

23

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

n. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) n. Financial assets and liabilities (continued)

Biaya perolehan diamortisasi dari instrumen Keuangan Amortized cost of financial instruments

Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan

menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi dengan cadangan atas penurunan nilai dan pembayaran pokok atau nilai yang tidak dapat ditagih. Perhitungan tersebut mempertimbangkan premium atau diskonto pada saat perolehan dan termasuk biaya transaksi dan fee yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif.

Amortized cost is computed using the effective interest rate method less any allowance for impairment and principal repayment or reduction. The calculation takes into account any premium or discount on acquisition and includes transaction costs and fees that are an integral part of the effective interest rate.

Saling hapus dari instrumen keuangan Offsetting of financial instruments

Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan

nilai netonya dilaporkan dalam laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah tercatat dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan secara bersih, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara bersamaan.

Financial assets and financial liabilities are offset and the net amount reported in the statements of financial position if, and only if, there is a currently enforceable legal right to offset the recognized amounts and there is an intention to settle on a net basis, or to realize the assets and settle the liabilities simultaneously.

Nilai wajar instrumen keuangan Fair value of financial instruments

Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan di

pasar aktif ditentukan berdasarkan nilai pasar yang berlaku pada akhir tanggal pelaporan keuangan. Untuk instrumen keuangan yang tidak memiliki pasar aktif, nilai wajar ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian yang diijinkan oleh PSAK No. 55 (Revisi 2011) seperti dengan mengacu pada transaksi wajar (arm’s length market transactions); mengacu pada nilai wajar instrumen lain yang serupa; analisa arus kas yang didiskontokan; atau model penilaian lain.

The fair value of financial instruments traded in active markets is determined based on quoted market prices at the end of the reporting period. For financial instruments where there is no active market, fair value is determined using valuation techniques permitted by PSAK No. 55 (Revised 2011), such techniques may include using recent arm’s length market transactions; reference to the current fair value of another instrument that is substantially the same; discounted cash flow analysis; or other valuation models.

o. Laba per saham dasar o. Basic earnings per share

Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan menetapkan

PSAK No. 56 (revisi 2011) “Laba per Saham”. Penerapan PSAK No. 56 (Revisi 2011) tidak memberikan pengaruh yang singnifikan terhadap laporan keuangan perusahan

Efective January 1, 2012, the company adopted PSAK No. 56 (revisi2011), “Earnings per Share”. The adoption of PSAK No. 56 (Revised 2011) did not have significant impact on the company’s financial statements.

p. Informasi segmen p. Segment information

Efektif 1 Januari 2011, Perusahaan menerapkan PSAK

No. 5 (Revisi 2009), “Segmen Operasi”. PSAK revisi ini memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari aktivitas bisnis yang mana entitas terlibat dan lingkungan ekonomi dimana entitas beroperasi. Penerapan PSAK yang direvisi tersebut tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap laporan keuangan.

Effective January 1, 2011, the Company applied PSAK No. 5 (Revised 2009), “Operating Segments”. The revised PSAK requires disclosures that will enable users of financial statements to evaluate the nature and financial effects of the business activities in which the entity engages and economic environments in which it operates. The adoption of the said revised PSAK has no significant impact on the financial statements.

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Tidak diaudit)

DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS AS OF MARCH 31, 2013 (Unaudited) AND DECEMBER 31, 2012 (Audited)

AND FOR THREE MONTHS PERIOD ENDED AS OF MARCH 31, 2013 AND 2012

(Unaudited) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

24

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

p. Informasi segmen (lanjutan) p. Segment information (continued)

Segmen adalah bagian khusus dari Perusahaan yang

terlibat baik dalam menyediakan produk dan jasa (segmen usaha), maupun dalam menyediakan produk dan jasa dalam lingkungan ekonomi tertentu (segmen geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya.

A segment is a distinguishable component of the Company that is engaged either in providing certain products (business segment), or in providing certain products within a particular economic environment (geographical segment), which is subject to risk and rewards that are different from those of other segments.

Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen

termasuk item-item yang dapat diatribusikan langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai terhadap segmen tersebut.

Segment revenue, expenses, result, assets and liabilities include items directly attributable to a segment as well as those that can be allocated on a reasonable basis to that segmen.

q. Penerapan standar akuntansi revisi lain dan interpretasi q. Adoption of other revised accounting standards and interpretations

Penerapan dari standar dan interpretasi baru/revisi berikut, namun tidak menimbulkan efek singnifikan terhadap laporan keuangan adalah

The adoption of the following new/revised standarts and interpretations, which are relevent to the company operations, but did not result in a singnificants, are as follows :

1) PSAK No. 10 (Revisi 2009), “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing”

1) PSAK No. 10 (Revised 2009), “The Effects of Changes in Foreign Exchange Rates”

2) PSAK No. 13 (Revisi 2011), “Property investasi” 2) PSAK No. 13 (Revised 2011), “Investment Property” 3) PSAK No. 16 (Revisi 2011), “Aset Tetap” 3) PSAK No. 16 (Revised 2011), “Property, Plant, and

Equipment” 3) PSAK No. 24 (Revisi 2010), “Imbalan Kerja” 4) PSAK No. 24 (Revised 2010), “Employee Benefits” 4) PSAK No. 26 (Revisi 2011), “Biaya Pinjaman” 5) PSAK No. 26 (Revised 2011), “Borrowing Costs” 5) PSAK No. 30 (Revisi 2011), “Sewa” 6) PSAK No. 30 (Revised 2011), “Leases” 6) PSAK No. 34 “Perjanjian Konstruksi” 7) PSAK No. 34 “Borrowing Costs” 7) PSAK No. 46 (Revisi 2010), “Pajak Penghasilan” 8) PSAK No. 46 (Revised 2010), “Income Taxes” 9) PSAK No. 50 (Revisi 2010), “Instrumen Keuangan:

Penyajian”

9) PSAK No. 50 (Revised 2010), “Financial Instruments: Presentation”

10) PSAK No. 55 (Revisi 2011), “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran”

10) PSAK No. 55 (Revised 2011), “Financial Instruments: Recognition and Measurement”

11) PSAK No. 56 (Revisi 2011), “Laba Per Saham” 11) PSAK No. 56 (Revised 2011), “Earnings per Share” 12) ISAK No. 15, “PSAK 24 - Batas Aset Imbalan Pasti,

Persyaratan Pendanaan Minimum dan Interaksinya”

12) ISAK No. 15, “PSAK 24 - The Limit on a Defined Benefit Asset, Minimum Funding Requirements and Their Interaction”

13) PSAK No. 33, Aktivitas Pengelupasan Lapisan Tanah dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pada Pertambangan Umum

13) PSAK No. 33, Stripping Activities and Environmental Management on General mining.

14) PSAK No. 28, “Akuntansi Asuransi Kerugian” 14) PSAK No. 28, “Accounting for Loss Insurance” 15) PSAK No. 60, “Instrumen Keuangan : Pengungkapan” 15) PSAK No. 60, “Earnings Per Share” 16) PSAK No. 25, “Hak atas Tanah” 16) PSAK No. 25, “Landrights”

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Tidak diaudit)

DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS AS OF MARCH 31, 2013 (Unaudited) AND DECEMBER 31, 2012 (Audited)

AND FOR THREE MONTHS PERIOD ENDED AS OF MARCH 31, 2013 AND 2012

(Unaudited) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

25

3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN 3. SOURCE OF ESTIMATION UNCERTAINTY Pertimbangan Judgments

Penyusunan laporan keuangan Perusahaan mengharuskan

manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas kontinjensi, pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya.

The preparation of the Company’s financial statements requires management to make judgments, estimates and assumptions that affect the reported amounts of revenues, expenses, assets and liabilities, and the disclosure of contingent liabilities, at the end of the reporting period. Uncertainty about these assumptions and estimates could result in outcomes that require a material adjustment to the carrying amount of the asset and liability affected in future periods.

Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam

rangka penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan:

The following judgments are made by management in the process of applying the Company’s accounting policies that have the most significant effects on the amounts recognized in the financial statements:

Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan Classification of Financial Assets and Liabilities

Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK No. 55 (Revisi 2006) dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan seperti diungkapkan pada Catatan 2n.

The Company determines the classifications of certain assets and liabilities as financial assets and financial liabilities by judging if they meet the definition set forth in PSAK No. 55 (Revised 2006). Accordingly, the financial assets and financial liabilities are accounted for in accordance with the Company’s accounting policies disclosed in Note 2n.

Penentuan mata uang fungsional Determination of functional currency

Mata uang fungsional Perusahaan adalah mata uang dalam lingkungan ekonomi dimana entitas beroperasi. Mata uang tersebut adalah mata uang yang paling mempengaruhi harga jual barang dan jasa, dan mata uangdari negara yang kekuatan persaingan dan peraturannya sebagian besar menentukan harga jual barang dan jasa entitas, dan merupakan mata uang yang mana dana dari aktivitas pendanaan dihasilkan.

The functional currencies of the Company is the currency of the primary economic environment in which each of them operates. It is the currency, among others, that mainly influences sales prices for goods and services, and of the country whose competitive forces and regulations mainly determine the sales prices of its foods and services, and the currncy in which funds from financing activities are generated.

Estimasi dan Asumsi Estimates and Assumptions

Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun berikutnya diungkapkan di bawah ini. Perusahaan mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.

The key assumptions concerning the future and other key sources of estimation uncertainty at the reporting date that have a significant risk of causing a material adjustment to the carrying amounts of assets and liabilities within the next financial year are disclosed below. The Company based its assumptions and estimates on parameters available when the financial statements were prepared. Existing circumstances and assumptions about future developments may change due to market changes or circumstances arising beyond the control of the Company. Such changes are reflected in the assumptions when they occur.

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Tidak diaudit)

DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS AS OF MARCH 31, 2013 (Unaudited) AND DECEMBER 31, 2012 (Audited)

AND FOR THREE MONTHS PERIOD ENDED AS OF MARCH 31, 2013 AND 2012

(Unaudited) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

26

3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN (lanjutan) 3. SOURCE OF ESTIMATION UNCERTAINTY (continued)

Estimasi dan Asumsi (lanjutan) Estimates and Assumptions (continued)

Imbalan Kerja Karyawan Employees’ Benefits

Penentuan liabilitas imbalan kerja Perusahaan bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian.

The determination of the Company’s employees’ benefits liabilities is dependent on its selection of certain assumptions used by the independent actuaries in calculating such amounts. Those assumptions include among others, discount rates, future annual salary increase, annual employee turn-over rate, disability rate, retirement age and mortality rate.

Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan Perusahaan langsung diakui dalam laba atau rugi pada saat terjadinya. Sementara Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Perusahaan dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan dan beban imbalan kerja karyawan. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 14.

Actual results that differ from the Company’s assumptions are recognized immediately as income or loss when they occurred. While the Company believes that its assumptions are reasonable and appropriate, significant differences in the Company’s actual experiences or significant changes in the Company’s assumptions may materially affect its estimated liabilities for employees’ benefits and employees’ benefits expense. Further details are disclosed in Note 14.

Penyusutan Aset Tetap Depreciation of Fixed Assets

Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 3 sampai dengan 20 tahun. Ini adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri dimana Perusahaan menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi.

The costs of fixed assets are depreciated on a straight-line method over their estimated useful lives. Management estimates the useful lives of these fixed assets to be within 3 to 20 years. These are common life expectancies applied in the industries where the Company conducts its businesses. Changes in the expected level of usage and technological development could impact the economic useful lives and the residual values of these assets, and therefore future depreciation charges could be revised.

Instrumen Keuangan Financial Instruments

Perusahaan mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar, yang mengharuskan penggunaan estimasi akuntansi. Sementara komponen signifikan atas pengukuran nilai wajar ditentukan menggunakan bukti obyektif yang dapat diverifikasi, jumlah perubahan nilai wajar dapat berbeda bila Perusahaan menggunakan metodologi penilaian yang berbeda. Perubahan nilai wajar aset dan liabilitas keuangan tersebut dapat mempengaruhi secara langsung laba atau rugi Perusahaan. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 26.

The Company carries certain financial assets and liabilities at fair values, which requires the use of accounting estimates. While significant components of fair value measurement were determined using verifiable objective evidences, the amount of changes in fair values would differ if the Company utilized different valuation methodology. Any changes in fair values of these financial assets and liabilities would affect directly the Company’s income or loss. Further details are disclosed in Note 26.

Pajak penghasilan Income Tax

Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan.

Significant judgment is involved in determining the provision for corporate income tax. There are certain transactions and computation for which the ultimate tax determination is uncertain during the ordinary course of business. The Company recognizes liabilities for expected corporate income tax issues based on estimates of whether additional corporate income tax will be due.

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Tidak diaudit)

DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS AS OF MARCH 31, 2013 (Unaudited) AND DECEMBER 31, 2012 (Audited)

AND FOR THREE MONTHS PERIOD ENDED AS OF MARCH 31, 2013 AND 2012

(Unaudited) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

27

3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN (lanjutan) 3. SOURCE OF ESTIMATION UNCERTAINTY (continued)

Estimasi dan Asumsi (lanjutan) Estimates and Assumptions (continued)

Aset Pajak Tangguhan Deferred Tax Assets

Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh rugi fiskal yang belum digunakan sepanjang besar kemungkinannya bahwa penghasilan kena pajak akan tersedia sehingga rugi fiskal tersebut dapat digunakan. Estimasi signifikan oleh manajemen disyaratkan dalam menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang dapat diakui, berdasarkan saat penggunaan dan tingkat penghasilan kena pajak dan strategi perencanaan pajak masa depan. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 11c.

Deferred tax assets are recognized for all unused tax losses to the extent that it is probable that taxable income will be available against which the losses can be utilized. Significant management estimates are required to determine the amount of deferred tax assets that can be recognized, based upon the likely timing and the level of future taxable income together with future tax planning strategies. Further details are disclosed in Note 11c.

Penyisihan Penurunan Nilai Pasar dan Keuangan Persediaan Allowance for Decline in Market Values and Obsolescence of

Inventories

Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, kondisi fisik persediaan yang dimiliki, harga jual pasar, estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk penjualan. Provisi dievaluasi kembali dan disesuaikan jika terdapat tambahan informasi yang yang mempengaruhi jumlah yang diestimasi. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 7.

Allowance for decline in market values and obsolescence of inventories is estimated based on the best available facts and circumstances, including but not limited to, the inventories’ own physical conditions, their market selling prices, estimated costs of completion and estimated costs to be incurred for their sales. The provisions are re-evaluated and adjusted as additional information received affects the amount estimated. Further details are shown in Note 7.

4. KAS DAN BANK 4. CASH ON HAND AND IN BANKS

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

31 Maret 2013/ 31 Desember 2012/ March 31, 2013 December 31, 2012

Kas 192.404.434 234.801.807 Cash on hand

Bank Cash in banks PT Bank Central Asia, Tbk. 150.101.876 233.954.862 PT Bank Central Asia, Tbk. PT Bank Mandiri (Persero), Tbk. 4.216.321 4.216.321 PT Bank Mandiri (Persero), Tbk.

Total 346.722.631 472.972.990 Total

Pada tanggal 31 Maret 2013 dan 31 Desember 2012, semua

kas dan bank Perusahaan dalam mata uang rupiah. As of March 31, 2013 and December 31, 2012, all of the

Company’s cash on hand and in banks are denominated in Rupiah.

Pada tanggal 31 Maret 2013 dan 31 Desember 2012, tidak

ada kas dan bank Perusahaan yang dibatasi penggunaannya atau ditempatkan pada pihak berelasi.

As of March 31, 2013 and December 31, 2012, none of the Company’s cash on hand and in banks are restricted in use or held by a related party.

Rekening di bank memiliki tingkat bunga mengambang sesuai dengan tingkat penawaran pada masing-masing bank.

Accounts in banks eam interest at floating rates based on the offered from each bank.

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Tidak diaudit)

DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS AS OF MARCH 31, 2013 (Unaudited) AND DECEMBER 31, 2012 (Audited)

AND FOR THREE MONTHS PERIOD ENDED AS OF MARCH 31, 2013 AND 2012

(Unaudited) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

28

5. PIUTANG USAHA - PIHAK KETIGA 5. TRADE RECEIVABLES - THIRD PARTIES

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

31 Maret 2013/ 31 Desember 2012/ March 31, 2013 December 31, 2012

Lain-Lain (dibawah 150 juta) 716.350.000 1.454.350.000 Others (Under 150 juta)

Pada tanggal 31 Maret 2013 dan 31 Desember 2012, semua piutang usaha Perusahaan dalam mata uang rupiah dan dilakukan dengan pihak ketiga.

As of march 31, 2013 and December 31, 2012, all the company’s trade receivable are denominated in rupiah and were made with third parties

Rincian umur piutang usaha adalah sebagai berikut: The aging analysis of trade receivables is presented below:

31 Maret 2013/ 31 Desember 2012/ March 31, 2013 December 31, 2012

Belum jatuh tempo 109.700.000 684.100.000 Current Telah jatuh tempo: Overdue:

1 sampai 30 hari 466.650.000 561.750.000 1 to 30 days 31 sampai 60 hari 140.000.000 208.500.000 31 to 60 days

Total 716.350.000 1.454.350.000 Total

Pada tanggal 31 Maret 2013 dan 31 Desember 2012, manajemen berkeyakinan bahwa seluruh piutang dapat tertagih sehingga tidak perlu dibentuk penyisihan penurunan nilai.

As of March 31, 2013 and December 31, 2012, management believes that all receivables are collectible therefore no allowance for decline in value of receivables has been provided.

6. PIUTANG LAIN-LAIN - PIHAK KETIGA 6. OTHER RECEIVABLES - THIRD PARTIES

31 Maret 2013/ 31 Desember 2012/ March 31, 2013 December 31, 2012

Karyawan 25.037.000 20.747.000 Employees

Seluruh piutang lain-lain dari pihak ketiga dalam mata uang Rupiah.

All other receivables from third parties are in Rupiah currency.

Piutang pada karyawan merupakan pinjaman dana yang pembayarannya melalui pemotongan gaji bulanan karyawan bersangkutan.

Receivables from employees represents loans which the repayments is through monthly salaries deductions of the related employees.

Pada tanggal 31 Maret 2013 dan 31 Desember 2012, manajemen berkeyakinan bahwa seluruh piutang dapat tertagih sehingga tidak perlu dibentuk penyisihan penurunan nilai.

As of March 31, 2013 and December 31, 2012, management believes that all receivables are collectible therefore no allowance for decline in value of receivables has been provided.

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Tidak diaudit)

DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS AS OF MARCH 31, 2013 (Unaudited) AND DECEMBER 31, 2012 (Audited)

AND FOR THREE MONTHS PERIOD ENDED AS OF MARCH 31, 2013 AND 2012

(Unaudited) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

29

7. PERSEDIAAN 7. INVENTORIES

Akun ini merupakan persediaan tanaman yang berlokasi di divisi Bioplant dan Bioflora, baik yang berada di area tertutup maupun area terbuka di lokasi Cikupa, Tangerang dan kayu bulat yang berlokasi di Papua

This account represents inventory of plants which located in Bioplant and Bioflora divisions, both are in enclosed or open areas at Cikupa, Tangerang and log at Papua.

31 Maret 2013/ 31 Desember 2012/ March 31, 2013 December 31, 2012

Jati 211.430.000 449.930.000 Teak Sansivera 169.235.000 383.501.595 Sansivera Tanaman kehutanan 85.390.000 339.890.000 Forestry crops Aglaonema 19.525.000 223.570.000 Aglaonema Bahan pendukung tanaman 27.438.328 46.876.657 Plants supporting material Tanaman lainnya 8.038.000 223.448.000 Other crops Kayu bulat 22.636.303.852 30.253.441.852 Logs

Total 23.157.360.180 31.920.658.104 Total Dikurangi penyisihan penurunan nilai Less allowance for decline in value of

persediaan dan persediaan usang (992.988.721 ) (913.187.076 ) inventory and inventory obsolescence

Bersih 22.164.371.459 31.007.471.028 Net

Perubahan penyisihan penurunan nilai persediaan dan

persediaan usang adalah sebagai berikut:

The changes in the allowance for decline in value of inventory and inventory obsolescence are as follows:

31 Maret 2013/ 31 Desember 2012/ March 31, 2013 December 31, 2012

Saldo awal 913.187.076 593.980.495 Beginning balance Penyisihan 79.801.645 319.206.581 Provision

Saldo akhir 992.988.721 913.187.076 Ending balance

Pada tanggal 31 Maret 2013 dan 31 Desember 2012,

Perusahaan melakukan penyisihan penurunan nilai persediaan atas persediaan masing-masing sebesar Rp992.988.721 dan Rp913.187.076 yang disebabkan karena nilai tercatat persediaan tersebut lebih tinggi dibandingkan nilai realisasi bersih.

As of March 31, 2013 and December 31, 2012, the Company provided allowance for decline in value of inventory amounted to Rp992,988,721 and Rp913,187,076, respectively, since the carrying value of such inventories were higher than the net realizable value.

Berdasarkan hasil penelaahan atas nilai realisasi bersih

persediaan dan keadaan fisik persediaan pada tanggal 31 Maret 2013 dan 31 Desember 2012, manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa penyisihan atas penurunan nilai persediaan dan persediaan usang adalah cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang timbul.

Based on the review of the net realizable value of inventories and physical condition of inventories as of March 31, 2013 and December 31, 2012, the management of the Company believes that the allowances for decline in value of inventory and inventory obsolescence are adequate to cover possible losses arising.

Persediaan tanaman dan kayu bulat Perusahaan tidak

diasuransikan terhadap risiko kerugian akibat kebakaran dan resiko lainnya karena belum ada Perusahaan asuransi yang dapat memberikan nilai pertanggungan yang wajar.

The Company’s inventory of plants and log are not covered by insurance against losses from fire and other risks, as there is no insurance company that is able to provide sufficient coverage.

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Tidak diaudit)

DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS AS OF MARCH 31, 2013 (Unaudited) AND DECEMBER 31, 2012 (Audited)

AND FOR THREE MONTHS PERIOD ENDED AS OF MARCH 31, 2013 AND 2012

(Unaudited) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

30

8. UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DI MUKA 8. ADVANCES AND PREPAID EXPENSES

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

31 Maret 2013/ 31 Desember 2012/ March 31, 2013 December 31, 2012

Uang muka pembelian 28.742.779.396 24.223.879.832 Advances for purchase Asuransi dibayar di muka 80.136.066 76.596.746 Prepaid insurance Keanggotaan dibayar di muka 66.420.833 Prepaid membership Lain-lain 46.633.100 13.133.333 Others

Total 28.935.969.395 24.313.609.911 Total

Pada tanggal 31 Maret 2013 dan 31 Desember 2012, uang

muka pembelian merupakan uang muka pembelian kayu bulat.

As of March 31, 2013 and December 31, 2012, advance for purchase represents advances for purchase of logs.

9. ASET TETAP 9. FIXED ASSETS

Rincian dan mutasi aset tetap pada tanggal 31 Maret 2013 dan 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut:

Details and changes of fixed assets as of Marchs 31, 2013 and December 31, 2012 are as follows:

31 Maret 2013/March 31, 2013

Saldo Awal/ Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ Saldo Akhir/ Beginning Balance Additions Deductions Reclassifications Ending Balance

Harga perolehan Cost Pemilikan langsung Direct ownership Tanah 44.500.856.234 - - - 44.500.856.234 Land Bangunan dan prasarana 10.612.906.284 - - - 10.612.906.284 Buildings and infrastructure Kendaraan 21.600.000 - - - 21.600.000 Vehicles Peralatan dan perabot Office furniture and

kantor 850.428.022 - - - 850.428.022 Equipments Peralatan laboratorium 30.532.836.193 - - - 30.532.836.193 Laboratory equipments Peralatan aklimatisasi 60.627.800 - - - 60.627.800 Acclimatization equipments Peralatan pendewasaan 40.196.630 - - - 40.196.630 Maturation equipments

Total pemilikan langsung 86.619.451.163 - - - 86.619.451.163 Total direct ownership

Sewa pembiayaan Assets under capital leases Kendaraan 2.521.039.464 - - - 2.521.039.464 Vehicles

Total harga perolehan 89.140.490.627 - - - 89.140.490.627 Total cost

Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation Pemilikan langsung Direct ownership Bangunan dan prasarana 6.470.687.797 171.525.892 - - 6.642.213.689 Buildings and infrastructure Kendaraan 21.600.000 - - - 21.600.000 Vehicles Peralatan dan perabot Office furniture and

kantor 652.791.238 21.415.992 - - 674.207.230 equipments Peralatan laboratorium 30.532.836.071 - - - 30.532.836.071 Laboratory equipments Peralatan aklimatisasi 60.627.761 - - - 60.627.761 Acclimatization equipments Peralatan pendewasaan 40.196.620 - - - 40.196.620 Maturation equipments

Total pemilikan langsung 37.778.739.484 192.941.884 - - 37.971.681.371 Total direct ownership

Aset sewa pembiayaan Assets under capital leases Kendaraan 1.199.322.944 157.564.968 - - 1.356.887.912 Vehicles Leases

Total akumulasi Total accumulated penyusutan 38.978.062.428 350.506.852 - - 39.328.569.283 depreciation

Nilai buku bersih 50.162.428.198 49.811.921.344 Net book value

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Tidak diaudit)

DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS AS OF MARCH 31, 2013 (Unaudited) AND DECEMBER 31, 2012 (Audited)

AND FOR THREE MONTHS PERIOD ENDED AS OF MARCH 31, 2013 AND 2012

(Unaudited) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

31

9. ASET TETAP (lanjutan) 9. FIXED ASSETS (continued) 31 Desember 2012/December 31, 2012

Saldo Awal/ Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ Saldo Akhir/ Beginning Balance Additions Deductions Reclassifications Ending Balance

Harga perolehan Cost Pemilikan langsung Direct ownership Tanah 49.309.820.000 - 4.808.963.766 - 44.500.856.234 Land Bangunan dan prasarana 10.612.906.284 - - - 10.612.906.284 Buildings and infrastructure Kendaraan 21.600.000 - - - 21.600.000 Vehicles Peralatan dan perabot Office furniture and

kantor 821.329.022 29.099.000 - - 850.428.022 Equipments Peralatan laboratorium 30.532.836.193 - - - 30.532.836.193 Laboratory equipments Peralatan aklimatisasi 60.627.800 - - - 60.627.800 Acclimatization equipments Peralatan pendewasaan 40.196.630 - - - 40.196.630 Maturation equipments

Total pemilikan langsung 91.399.315.929 29.099.000 4.808.963.766 - 86.619.451.163 Total direct ownership

Sewa pembiayaan Assets under capital leases Kendaraan 2.286.839.464 234.200.000 - - 2.521.039.464 Vehicles

Total harga perolehan 93.686.155.393 263.299.000 4.808.963.766 - 89.140.490.627 Total cost

Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation Pemilikan langsung Direct ownership Bangunan dan prasarana 6.036.468.457 434.219.340 - - 6.470.687.797 Buildings and infrastructure Kendaraan 21.599.997 - - - 21.599.997 Vehicles Peralatan dan perabot Office furniture and

kantor 599.661.101 53.130.137 - - 652.791.238 equipments Peralatan laboratorium 30.336.973.405 195.862.666 - - 30.532.836.071 Laboratory equipments Peralatan aklimatisasi 60.627.761 - - - 60.627.761 Acclimatization equipments Peralatan pendewasaan 40.196.620 - - - 40.196.620 Maturation equipments

Total pemilikan langsung 37.095.527.341 683.212.143 - - 37.778.739.484 Total direct ownership

Aset sewa pembiayaan Assets under capital leases Kendaraan 371.781.801 827.541.143 - - 1.199.322.944 Vehicles Leases

Total akumulasi Total accumulated penyusutan 37.467.309.142 1.510.753.286 - - 38.978.062.428 depreciation

Nilai buku bersih 56.218.846.251 50.162.428.198 Net book value

Beban penyusutan pada tanggal 31 Maret 2013 dan 2012

masing-masing sebesar Rp350.506.852 dan Rp969.619.212 dan disajikan sebagai bagian dari “Beban Umum Dan Administrasi” pada laporan laba rugi komprehensif (lihat Catatan 20).

Depreciation expenses for the three months period ended March 31, 2013 and 2012 amounted to Rp350,506,852 and Rp969,619,212, respectively and was presenter as part of “General And Administrative Expenses” accounts in the statements of Comprehensive income (see Note 20).

Tanah dengan luas 107.898,5 m2 senilai Rp44.500.856.234,

berlokasi di Jl. Raya Pasar Kemis, Desa Pasir Gadung, Tangerang. Status kepemilikan tanah berupa Surat Pernyataan Pelepasan Hak atas Tanah/Girik dan masih dalam proses pengurusan menjadi Hak Guna Bangunan (sesuai dengan tanda terima berkas permohonan Hak atas Tanah yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Tangerang tanggal 23 April 2004).

Land with an area of 107,898.50 m2 amounted to Rp44,500,856,234 are located on Jl. Raya Pasar Kemis, Pasir Gadung Village, Tangerang. The status of land ownership in form of Statement of Waiver of Land/Girik and still in the process to obtain a Building Use Rights (in accordance with the application file receipt of Landrights issued by the National Land Agency Tangerang Regency dated April 23, 2004)..

Aset tetap, Tidak diasuransikan terhadap risiko bencana alam, baik resiko kebakaran maupun risiko lainnya.

Fixed assets, except for land, are not insured against the risks of natural disaster, fire and others.

Berdasarkan hasil penelaahan terhadap nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset tetap, manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa tidak terdapat kejadian-kejadian atau perubahan-perubahan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai aset pada tanggal 31 Maret 2013 dan 31 Desember 2012.

Based on the review on the recoverable value of the fixed assets, the Company’s management believe that there is no event or change indicating assets impairment as of March 31, 2013 and December 31, 2012.

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Tidak diaudit)

DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS AS OF MARCH 31, 2013 (Unaudited) AND DECEMBER 31, 2012 (Audited)

AND FOR THREE MONTHS PERIOD ENDED AS OF MARCH 31, 2013 AND 2012

(Unaudited) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

32

10. BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR 10. ACCRUED EXPENSES

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

31 Maret 2013/ 31 Desember 2012/ March 31, 2013 December 31, 2012

Gaji, upah dan tunjangan 113.045.600 111.542.000 Salaries, wages and benefit in kinds Jasa profesional 20.700.000 75.811.225 Professional fees Lain-lain 4.210.290 17.896.728 Others

Total 137.955.890 205.249.953 Total

11. PERPAJAKAN 11. TAXATION

a. Utang pajak a. Taxes payables

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

31 Maret 2013/ 31 Desember 2012/ March 31, 2013 December 31, 2012

Pajak penghasilan Income taxes Pasal 21 3.134.000 20.801.199 Article 21

b. Taksiran manfaat (beban) pajak b. Provision for tax benefits (expenses)

Rekonsiliasi antara laba sebelum taksiran manfaat (beban) pajak seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif dengan taksiran rugi fiskal Perusahaan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2013 dan 2012 adalah sebagai berikut:

A reconciliation between income before provision for income tax benefits (expenses) as shown in the statements of comprehensive income and the estimated fiscal losses for the three months period ended March 31, 2013 and 2012 is as follows:

2013 2012

Laba sebelum taksiran manfaat (beban) pajak Income before provision for tax menurut laporan laba rugi benefits (expenses) per statements of komprehensif 658.031.549 1.833.058.143 comprehensive income

Koreksi fiskal: Fiscal corrections: Imbalan kerja karyawan 47.953.966 22.872.840 Employees’ benefits Pajak 31.690.199 9.580.304 Taxes Penghasilan bunga yang telah Interest income already subject

dikenakan pajak final (128.767 ) (277.993 ) to final income tax Penyisihan penurunan nilai Provision for decline in value of

persediaan dan persediaan inventory and inventory usang 79.801.645 145.495.125 obsolescence

Penyusutan dan laba Depreciation and gain from sale of penjualan aset tetap - (26.792.188 ) fixed assets

Taksiran rugi fiskal sebelum Estimated fiscal loss before kompensasi rugi fiskal fiscal loss compensation of tahun sebelumnya 817.348.592 1.983.936.231 the previous years

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Tidak diaudit)

DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS AS OF MARCH 31, 2013 (Unaudited) AND DECEMBER 31, 2012 (Audited)

AND FOR THREE MONTHS PERIOD ENDED AS OF MARCH 31, 2013 AND 2012

(Unaudited) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

33

11. PERPAJAKAN (lanjutan) 11. TAXATION (continued)

b. Taksiran manfaat (beban) pajak b. Provision for tax benefits (expenses)

31 Maret 2013/ 31 Maret 2012/ March 31, 2013 March 31, 2012

Kompensasi rugi fiskal Tax loss carry forward tahun-tahun sebelumnya (27.057.102.749 ) (3.886.808.372 ) of the previous years

Akumulasi rugi fiskal akhir periode

(26.239.754.157 )

(1.902.872.141 )

Accumulated fiscal loss at the end of the period

Dalam laporan keuangan ini, jumlah taksiran rugi fiskal berdasarkan perhitungan sementara. Oleh karena itu, jumlah tersebut mungkin berbeda dari jumlah rugi fiskal yang dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan (SPT).

In these financial statements, the amount of estimated fiscal loss is based on a preliminary calculation. Therefore, this amount may differ from the estimated fiscal loss to be reported in the tax return (SPT).

c. Pajak tangguhan c. Deferred tax

Mutasi aset pajak tangguhan adalah sebagai berikut: Changes of deferred assets are as follows:

31 Maret 2013/ 31 Desember 2012/ March 31, 2013 December 31, 2012

Saldo awal aset pajak Deferred tax asset - net tangguhan - bersih 1.313.296.072 1.185.540.460 at beginning of period

Manfaat (beban) pajak Deferred tax benefit tangguhan - bersih 31.938.902 127.755.612 (expenses) - net

Saldo akhir aset pajak Ending balance of deferred tangguhan - bersih 1.345.234.974 1.313.296.072 tax assets - net

d. Administrasi dan perubahan peraturan perpajakan d. Administration and changes in tax regulation

Berdasarkan Undang-Undang Perpajakan yang berlaku di Indonesia, Perusahaan menghitung, menetapkan dan membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terhutang. Direktur Jenderal Pajak ("DJP") dapat menetapkan atau mengubah liabilitas pajak dalam batas waktu sepuluh tahun sejak saat terhutangnya pajak, atau akhir tahun 2013, mana yang lebih awal. Ketentuan baru yang diberlakukan terhadap tahun pajak 2008 dan tahun-tahun selanjutnya menentukan bahwa DJP dapat menetapkan atau mengubah liabilitas pajak tersebut dalam batas waktu lima tahun sejak saat terhutangnya pajak.

Under the taxation laws of Indonesia, the Company and Subsidiary submits tax returns on the basis of self assessment. The Director General of Tax (“DGT”) may assess or amend taxes within ten years of the time the tax becomes due, or until the end of 2013, whichever is earlier. There are new rules applicable to fiscal year 2008 and subsequent years stipulating that the DGT may assess or amend taxes within five years of the time the tax becomes due.

Pada bulan September 2008, Undang-undang No. 7 Tahun 1983 mengenai “Pajak Penghasilan” diubah untuk keempat kalinya dengan Undang-undang No. 36 Tahun 2008. Perubahan tersebut mencakup perubahan tarif pajak penghasilan badan dari sebelumnya menggunakan tarif pajak bertingkat menjadi tarif tunggal yaitu 28% untuk tahun fiskal 2009 dan 25% untuk tahun fiskal 2011 dan seterusnya.

In September 2008, Law No. 7 Year 1983 regarding “Income Tax” has been revised for the fourth time with Law No. 36 Year 2008. The revised Law stipulates changes in corporate tax rate from progressive tax rates to a single rate of 28% for fiscal year 2009 and 25% for fiscal year 2011 onwards.

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Tidak diaudit)

DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS AS OF MARCH 31, 2013 (Unaudited) AND DECEMBER 31, 2012 (Audited)

AND FOR THREE MONTHS PERIOD ENDED AS OF MARCH 31, 2013 AND 2012

(Unaudited) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

34

12. UTANG SEWA PEMBIAYAAN 12. OBLIGATION UNDER FINANCE LEASE

Perusahaan menandatangani perjanjian sewa pembiayaan untuk pembelian kendaraan bermotor dengan rincian sebagai berikut:

The Company entered into financial leases agreement to purchase vehicles with detail as follows:

31 Maret 2013/ 31 Desember 2012/ March 31, 2013 December 31, 2012

PT Mitsui Leasing Capital Indonesia 862.690.849 1.032.039.950 PT Mitsui Leasing Capital Indonesia PT Federal International Finance 1.270.998 3.085.448 PT Federal International Finance

Total 863.961.847 1.035.125.398 Total Dikurangi bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun (620.976.083 ) (622.790.533 ) Less current maturities

Bagian jangka panjang 242.985.764 412.334.865 Long-term portion

Pembayaran sewa minimum masa adalah sebagai berikut: Future minimum lease payments are as follows:

31 Maret 2013/ 31 Desember 2012/ March 31, 2013 December 31, 2012

Kurang dari satu tahun 674.518.816 796.435.281 Less than 1 year Satu tahun sampai dengan dua tahun 254.598.342 332.533.994 One to two years

Total pembayaran sewa pembiayaan di masa mendatang 929.117.158 1.128.969.275 Total future lease payment Dikurangi beban bunga di masa mendatang (65.155.311 ) (93.843.877 ) Less future interest payment

Nilai sekarang kewajiban sewa Present value of obligation under pembiayaan 863.961.847 1.035.125.398 finance lease

Dikurangi utang sewa pembiayaan Jatuh tempo dalam satu tahun (620.976.083 ) (622.790.533 ) Less current portion

Bagian jangka panjang 242.985.764 412.334.865 Long-term portion

13. UANG MUKA PENJUALAN 13. ADVANCES FROM CUSTOMERS 31 Maret 2013/ 31 Desember 2012/ March 31, 2013 December 31, 2012

Pihak ketiga Third parties PT Kayan Jaya Tanjung 19.540.693.000 22.500.000.000 PT Kayan Jaya Tanjung PT Kastrako 6.038.263.665 6.038.263.665 PT Kastrako

Total pihak ketiga 25.578.956.665 28.538.263.665 Total third parties

Pihak berelasi A related party PT Indo Venner Utama 3.288.239.000 6.210.000.000 PT Indo Venner Utama

Total 28.867.195.665 34.748.263.665 Total

Akun ini merupakan uang muka yang diterima dari pelanggan atas penjualan kayu bulat yang belum dilakukan penyerahan kepada pelanggan tersebut.

This account represents advances received from customers for the sale of logs that have not been submitted to the customer.

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Tidak diaudit)

DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS AS OF MARCH 31, 2013 (Unaudited) AND DECEMBER 31, 2012 (Audited)

AND FOR THREE MONTHS PERIOD ENDED AS OF MARCH 31, 2013 AND 2012

(Unaudited) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

35

14. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN 14. EMPLOYEES’ BENEFITS LIABILITIES

Pada tanggal 31 Maret 2013 dan 31 Desember 2012, Perusahaan mencatat penyisihan imbalan pasca-kerja berdasarkan perhitungan aktuaris independen yang dilakukan oleh PT Konsul Penata Manfaat Sejahtera, aktuaris independen, yang dalam laporannya masing-masing tertanggal 1 Maret 2013, menggunakan metode “Projected Unit Credit” dengan asumsi-asumsi sebagai berikut:

As of March 31, 2013 and December 31, 2012, the Company recognize retirement benefit cost based on the actuary’s calculation of PT Konsul Penata Manfaat Sejahtera, an independent actuary, whose report dated March 1, 2013, respectively, using “Projected Unit Credit” method with assumption as follows:

31 Maret 2013/ 31 Desember 2012/ March 31, 2013 December 31, 2012

Tingkat bunga aktuaria per tahun : 10% 10% : Actuarial discount rate per annum Tingkat kenaikan gaji per tahun : 6% 6% : Salary increased rate per annum Tingkat kematian : TMI II - 1999 *) TMI II - 1999 *) : Mortality rate Umur pensiun normal : 55 tahun 55 tahun : Normal retirement age Tingkat cacat : 5% dari tingkat

mortalitas 5% dari tingkat

mortalitas : Disability rate

Tingkat pengunduran diri : 3% sampai dengan usia 40 tahun,

kemudian menurun secara linear sampai dengan 0% sampai

dengan usia 55 tahun

3% sampai dengan usia 40 tahun,

kemudian menurun secara linear sampai dengan 0% sampai

dengan usia 55 tahun

: Participants’ resignation rate

*) Tabel Mortalitas Indonesia/Indonesia Mortality Table

a. Beban imbalan kerja karyawan a. Employees’ benefits expenses

2013 2012

Biaya jasa kini 39.864.137 159.456.547 Current service cost Biaya bunga 5.618.200 22.472.789 Interest cost Amortisasi biaya jasa lalu yang Amortization of unrecognized past

belum diakui - unvested 2.471.632 9.886.532 service cost - unvested Amortisasi keuntungan (kerugian)

aktuarial - Amortization of actuarial gail (loss)

Total 47.953.969 191.815.868 Total

b. Mutasi liabilitas imbalan kerja karyawan b. Changes in Employees’ benefits liabilities

31 Maret 2013/ 31 Desember 2012/ March 31, 2013 December 31, 2012

Saldo awal 533.648.958 341.833.090 Beginning balance Beban imbalan kerja karyawan 47.953.969 191.815.868 Employees’ benefits expenses

Saldo akhir 581.602.927 533.648.958 Ending balance

Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa jumlah tersebut cukup untuk memenuhi persyaratan Undang-Undang Ketenagakerjaan pada tanggal 31 Maret 2013 dan 31 Desember 2012.

The Company’s management believe that employee’s benefits liabilities as of March 31, 2013 and December 31, 2012 are adequate to cover the requirements of Labor Law.

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Tidak diaudit)

DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS AS OF MARCH 31, 2013 (Unaudited) AND DECEMBER 31, 2012 (Audited)

AND FOR THREE MONTHS PERIOD ENDED AS OF MARCH 31, 2013 AND 2012

(Unaudited) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

36

15. MODAL SAHAM 15. CAPITAL STOCK Komposisi pemegang saham Perusahaan, jumlah dan nilai

saham yang ditempatkan dan disetor penuh adalah sebagai berikut:

The composition of the Company’s shareholders, the number of issued and paid-up shares and the related value were as follows:

31 Maret 2013/March 31, 2013

Total Saham

Ditempatkan dan Persentase

Disetor Penuh/ Pemilikan/ Number of Percentage Total/ Shares Issued of Ownership Amounts Pemegang Saham and Fully Paid (%) (Rp) Shareholders

Anjas Ilyas 239.246.500 21,69 23.924.650.000 Anjas Ilyas Edy Suwarno Al Jab L Sing 221.024.500 20,04 22.102.450.000 Edy Suwarno Al Jab L Sing Benny Wirawansa 220.208.000 19,96 22.020.800.000 Benny Wirawansa PT A.J. Adisarana Wanaartha 56.226.500 5,10 5.622.650.000 PT A.J. Adisarana Wanaartha Masyarakat (masing-masing Public (eachs below

kurang dari 5%) 366.272.000 33,21 36.627.200.000 Less than 5%)

Total 1.102.977.500 100,00 110.297.750.000 Total

31 Desember 2012/December 31, 2012

Total Saham

Ditempatkan dan Persentase

Disetor Penuh/ Pemilikan/ Number of Percentage Total/ Shares Issued of Ownership Amounts Pemegang Saham and Fully Paid (%) (Rp) Shareholders

Anjas Ilyas 239.246.500 21,69 23.924.650.000 Anjas Ilyas Benny Wirawansa 220.208.000 19,96 22.020.800.000 Benny Wirawansa Edy Suwarno Al Jab L Sing 221.024.500 20,04 22.102.450.000 Edy Suwarno Al Jab L Sing Masyarakat (masing-masing Public (eachs below

kurang dari 5%) 422.498.500 38,31 42.249.850.000 Less than 5%)

Total 1.102.977.500 100,00 110.297.750.000 Total

Pada tanggal 28 Maret 2013, susunan pemilikan saham Perusahaan berdasarkan catatan yang dibuat oleh PT.Ficomindo Buana Registar, Biro Administrasi Efek, No. 010/BTEK-FBR/IV/2013 tanggal 8 April 2013.

As of March 28, 2013, The details of the Company’s shareholders is based on the report of PT Ficomindo Buana Registar, the Securities Administration Agency, No. 010/BTEK-FBR/IV/2013 dated April 8, 2013.

Pada tanggal 31 Desember 2012, susunan pemilikan saham Perusahaan berdasarkan catatan yang dibuat oleh PT Ficomindo Buana Registar, Biro Administrasi Efek No. 007/BTEK-FBR/1/2013 tanggal 4 Januari 2013.

As of December 31, 2012, the details of the Company’s shareholders is based on the report of PT Ficomindo Buana Registar, the Securities Administration Agency No. 007/BTEK-FBR/1/2013 dated January 4, 2013.

16. AGIO SAHAM - BERSIH 16. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL – NET

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

31 Maret 2013/ 31 Desember 2012/ March 31, 2013 December 31, 2012

Agio saham 7.574.437.500 7.574.437.500 Additional paid-in capital Biaya emisi saham (1.270.889.833 ) (1.270.889.833 ) Stock issuance costs

Total 6.303.547.667 6.303.547.667 Total

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Tidak diaudit)

DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS AS OF MARCH 31, 2013 (Unaudited) AND DECEMBER 31, 2012 (Audited)

AND FOR THREE MONTHS PERIOD ENDED AS OF MARCH 31, 2013 AND 2012

(Unaudited) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

37

16. AGIO SAHAM - BERSIH (lanjutan) 16. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL - NET (continued)

Rincian biaya emisi saham adalah sebagai berikut: Details of stock issuance costs are as follows:

31 Maret 2013/ 31 Desember 2012/ March 31, 2013 December 31, 2012

Biaya komisi penjamin emisi 161.250.000 161.250.000 Cost of underwriting commissions Biaya lembaga dan profesi penunjang Cost of supporting capital markets

pasar modal 480.052.750 480.052.750 institutions and professionals Biaya pencetakan dokumen Cost of printing of registration

pernyataan pendaftaran 165.000.000 165.000.000 Statement Biaya pencatatan efek 310.887.083 310.887.083 Cost of shares registration Lain-lain 153.700.000 153.700.000 Others

Total 1.270.889.833 1.270.889.833 Total

17. PENGHASILAN BERSIH 17. NET REVENUES

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2013 2012

Kayu bulat 9.040.697.320 24.957.088.763 Logs Jati 312.000.000 5.690.000.000 Teak Sansivera 234.590.000 2.416.125.000 Sansivera Tanaman kehutanan 357.550.000 1.940.000.000 Forestry crops Aglaonema 287.495.000 82.250.000 Aglaonema Tanaman lainnya 394.620.000 - Others crops

Total 10.626.952.320 35.085.463.763 Total

Rincian penjualan kepada pihak yang lebih besar dari 10% Total penjualan adalah sebagai berikut:

Details of sales to parties over 10% of total sales are as follows:

2013 2012

PT Kayan Jaya Tanjung 6.118.936.320 5.876.989.788 PT Kayan Jaya Tanjung PT Indo Venner Utama 2.921.761.000 - PT Indo Venner Utama UD Wijaya Loka - 19.080.098.975 UD Wijaya Loka PT Mitra Pembangunan Global - 2.400.000.000 PT Mitra Pembangunan Global PT Bangun Kayu Irian - 2.000.000.000 PT Bangun Kayu Irian

Total 9.040.697.320 29.357.088.763 Total

18. BEBAN POKOK PENGHASILAN 18. COST OF REVENUES

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2013 2012

Bahan baku yang digunakan - 20.721.613.843 Raw material used Upah buruh langsung 53.316.300 99.677.000 Direct labour Beban perbaikan dan pemeliharaan 378.826 1.573.000 Indirect expenses Beban penyisihan penurunan nilai Provision for decline in value of inventory

persediaan dan persediaan usang 79.801.645 145.495.125 and inventory obsolescence

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Tidak diaudit)

DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS AS OF MARCH 31, 2013 (Unaudited) AND DECEMBER 31, 2012 (Audited)

AND FOR THREE MONTHS PERIOD ENDED AS OF MARCH 31, 2013 AND 2012

(Unaudited) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

38

18. BEBAN POKOK PENGHASILAN (lanjutan) 18. COST OF REVENUES (continued) 2013 2012

Total biaya produksi 133.496.771 20.968.358.968 Total production costs Persediaan awal tahun 31.007.471.028 17.664.236.653 Inventories at beginning of year Persediaan akhir tiga bulan (22.164.371.459 ) (7.012.647.691 ) Inventories at end of quarter

Beban pokok penghasilan 8.976.596.340 31.619.947.930 Cost of revenues

Rincian pembelian kepada pihak yang lebih besar dari 10% Total beban pokok penghasilan adalah sebagai berikut:

Details of purchases to parties over 10% of total cost of revenues are as follows:

2013 2012

PT Bangun Kayu Irian - 15.814.615.768 PT Bangun Kayu Irian PT Mitra Pembangunan Global - 5.040.000.000 PT Mitra Pembangunan Global

Total - 20.854.615.768 Total

19. BEBAN PENJUALAN 19. SELLING EXPENSES

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2013 2012

Perjalanan dinas 21.012.500 9.936.800 Traveling Bahan bakar, tol dan parkir - 413.012 Fuel, tol and parking

Total 21.012.500 10.349.812 Total

20. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI 20. GENERAL AND ADMINISTRATIVE EXPENSES

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2013 2012

Penyusutan (lihat Catatan 9) 350.506.851 969.619.212 Depreciations (see Note 9) Gaji dan tunjangan 314.370.190 190.029.500 Salaries and benefit in kinds Imbalan kerja karyawan

(lihat Catatan 14) 47.953.969 22.872.840 Employees’ benefits (see Note 14) Telepon, listrik dan air 43.559.612 57.052.299 Telephone, electricity and water Pajak dan administrasi 31.690.199 9.580.304 Taxes and administration Keanggotaan 17.762.500 18.012.501 Membership Jamsostek 16.504.051 5.300.440 Jamsostek Asuransi 16.426.960 24.615.829 Insurance Rumah tangga kantor 12.610.257 8.846.740 Office households Perijinan 10.712.000 19.413.500 Licenses Pendidikan dan pelatihan - 11.040.000 Education and training Lain-lain 80.946.907 27.044.382 Others

Total 943.043.496 1.363.427.547 Total

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Tidak diaudit)

DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS AS OF MARCH 31, 2013 (Unaudited) AND DECEMBER 31, 2012 (Audited)

AND FOR THREE MONTHS PERIOD ENDED AS OF MARCH 31, 2013 AND 2012

(Unaudited) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

39

21. PENDAPATAN (BEBAN) LAINNYA 21. OTHER INCOME (EXPENSES)

a. Pendapatan lainnya a. Other income

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2013 2012

Jasa giro 128.767 277.993 Interest income Lain-lain - 97.200.000 Others

Total 128.767 97.477.993 Total

b. Beban lainnya b. Other expenses

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2013 2012

Bunga sewa pembiayaan (28.246.449 ) (41.510.381 ) Finance Leases interest Administrasi bank (125.000 ) (605.000 ) Bank administrative Lain-lain (25.753 ) (2.053.154 ) Others

Total (28.397.202 ) (44.168.535 ) Total

22. LABA PER SAHAM DASAR 22. BASIC EARNINGS PER SHARE

Berikut ini adalah rekonsiliasi faktor-faktor pembilang dan pembagi yang digunakan dalam perhitungan laba per saham dasar:

The following presents the reconciliation of the numerators and denominators used in the computation of basic earnings per share:

2013 2012

Total Laba komprehensif Total comprehensive income periode berjalan 689.970.450 1.684.457.817 for the period

Total rata-rata tertimbang saham Weighted average number of ordinary biasa yang beredar 1.102.977.500 1.102.977.500 shares outstanding

Laba per saham dasar 0.62 1,52 Basic earnings per share

23. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI 23. RELATED PARTIES TRANSACTIONS AND BALANCES

Dalam kegiatan usahanya, Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi. Rincian akun dan transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:

In the normal course of business the company entered into certain transaction with related parties. Teh detail of the accounts and the singnificant transaction entered into with related parties are as follows :

31 Maret 2013/ March 31, 2013

Persentase Terhadap Total Aset/Liabilitas/ Percentage To

Total Assets/Liabilities

31 Desember 2013/ December 31, 2013

Persentase Terhadap Total Aset/Liabilitas/ Percentage To

Total Assets/Liabilities

Uang muka penjualan Advances from customers PT Indo Venner Utama 3.288.239.000 10,79 % 6.210.000.000 16,99 % PT Indo Venner Utama

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Tidak diaudit)

DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS AS OF MARCH 31, 2013 (Unaudited) AND DECEMBER 31, 2012 (Audited)

AND FOR THREE MONTHS PERIOD ENDED AS OF MARCH 31, 2013 AND 2012

(Unaudited) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

40

23. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI 23. RELATED PARTIES TRANSACTIONS AND BALANCES

31 Maret 2013/ March 31, 2013

Persentase Terhadap Total

Penghasilan Bersih/

Percentage To Total

Net Revenue

31 Desember 2013/ December 31, 2013

Persentase Terhadap Total

Penghasilan Bersih/

Percentage To Total

Net Revenue

Penghasilan bersih Net revenues PT Indo Venner Utama 2.921.761.000 27,49 % - - PT Indo Venner Utama

Transaksi dengan pihak berelasi dilakukan sesuai dengan syarat dan ketentuan yang disepakati kedua belah pihak yang mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak tidak berelasi.

Transactions with related parties were conducted under terms and conditions agreed between the parties, whitch may not be same as those of the transactions with unrelated parties.

Hubungan dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:

Ther nature of the related party relationships and transactions is are follows :

Pihak-Pihak Berelasi/Related Parties Hubungan/Relationship Sifat Saldo Akun/Transaksi/

Nature Of Accounts/Transactions

PT Indo Venner Utama Kesamaan Manajemen/ Management in Common

Jual Beli kayu bulat/ Trading of logs

Sehubungan dengan rapat umum pemegang saham tahunan dibuat dengan akta notaris desman, S.H., M.Hum., M.M., No. 138 tanggal 27 Juni 2012, mulai bulan Juni 2012 PT Indo Venner Utama menjadi pihak yang berelasi dengan Perusahaan (lihat Catatan 29)

In connection with Annual General Shareholders Meeting which notarized by notarial Deed of Desman, S.H., M.Hum., M.M., No. 138, dated June 27, 2012, since June 2012 PT Indo Venner Utama become a related party to the Company (see Note 29).

24. INFORMASI SEGMEN 24. SEGMENT INFORMATION

Jenis Produk Product type

Perusahaan mengklasifikasikan usahanya menjadi dua segmen produk yaitu tanaman (kehutanan, hias dan lain-lain) dan kayu log. Informasi mengenai segmen usaha Perusahaan berdasarkan jenis produk adalah sebagai berikut:

The company classifies its business intu two segments of products which is crops (foresty, ornamental and other) and logs, information regarding the company’s business segments by product type are as follows:

2013 2012

Penghasilan bersih Net revenues Kayu bulat 9.040.697.320 24.957.088.763 Logs Tanaman 1.586.255.000 10.128.375.000 crops

Total 10.626.952.320 35.085.463.763 Total

Beban pokok penghasilan Costs of revenues Kayu bulat 7.773.120.117 21.659.238.675 Logs Tanaman 1.203.476.223 9.960.709.255 crops

Total 8.976.596.340 31.619.947.930 Total

Laba kotor Gross profits Kayu bulat 1.267.577.203 3.297.850.088 Logs Tanaman 382.778.777 167.665.745 crops

Total 1.650.355.980 3.465.515.833 Total

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Tidak diaudit)

DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS AS OF MARCH 31, 2013 (Unaudited) AND DECEMBER 31, 2012 (Audited)

AND FOR THREE MONTHS PERIOD ENDED AS OF MARCH 31, 2013 AND 2012

(Unaudited) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

41

24. INFORMASI SEGMEN (lanjutan) 24. SEGMENT INFORMATION (continued)

Daerah Geografis Geographic Areas

Informasi segmen Perusahaan berdasarkan daerah geografis disajikan berdasarkan satu lokasi utama, yaitu di domestik.

Segment information of the Company based on geographic areas served by one main location, which is domestic.

Seluruh kegiatan operasional segmen usaha Perusahaan dijalankan di dalam negeri (domestik).

The entire operations of the Company's business segments conducted in domestic.

25. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN 25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVE AND POLICIES

Risiko utama yang timbul dari instrumen keuangan Perusahaan adalah risiko likuiditas dan risiko harga. Kepentingan untuk mengelola risiko ini telah meningkat secara signifikan dengan mempertimbangkan perubahan dan volatilitas pasar keuangan baik di Indonesia maupun internasional. Direksi Perusahaan menelaah dan menyetujui kebijakan untuk mengelola risiko-risiko yang dirangkum di bawah ini.

The main risks arising from the Company’s financial instruments are liquidity risk and price risk. The importance of managing these risks has significantly increased in light of the considerable change and volatility in both Indonesian and international financial markets. The Company’s Directors review and approve the policies for managing these risks which are summarized below.

Risiko likuiditas Liquidity risk

Risiko likuiditas adalah risiko dimana Perusahaan tidak bisa memenuhi liabilitas pada saat jatuh tempo. Manajemen melakukan evaluasi dan pengawasan yang ketat atas arus kas masuk (cash-in) dan kas keluar (cash-out) untuk memastikan tersedianya dana untuk memenuhi kebutuhan pembayaran liabilitas yang jatuh tempo. Secara umum, kebutuhan dana untuk pelunasan liabilitas jangka pendek maupun jangka panjang yang jatuh tempo diperoleh dari penjualan kepada pelanggan.

Liquidity risk is the risk that the Company is unable to meet its obligations when they fall due. The management evaluates and monitors cash-in flows and cash-out flows to ensure the availability of fund to settle the due obligation. In general, fund needed to settle the current and long-term liabilities is obtained from sales activities to customers.

Manajemen risiko yang diterapkan oleh Perusahaan adalah sebagai berikut:

The risks management applied by the Company are as follows:

a. Menjaga agar posisi kas dan setara kas Perusahaan

selalu dalam posisi likuid.

a. Keeping position of the Company’s cash on hand and in banks in liquid position.

b. Memonitor posisi kas dan setara kas Perusahaan secara periodik, baik tahunan, bulanan, mingguan maupun harian, guna memastikan agar selalu terdapat surplus kas yang memadai.

b. Monitoring position of the Company’s cash on hand and in banks balance periodically, either yearly, monthly, weekly and daily to certain that there will always be adequate cash surplus.

Tabel dibawah merupakan profil liabilitas keuangan Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2013:

The table below summarizes the maturity profile of the Comapny’s financial liabilities at March 31, 2013:

Dibawah 1 tahun/ Lebih dari 1 tahun/ Below 1 year Over 1 year

Biaya masih harus dibayar 137.955.890 - Accrued expenses Utang sewa pembiayaan 620.976.083 242.985.764 Obligation under finance lease Utang uang muka penjualan - 28.867.195.665 Advance received

Total 758.931.973 29.110.181.429 Total

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Tidak diaudit)

DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS AS OF MARCH 31, 2013 (Unaudited) AND DECEMBER 31, 2012 (Audited)

AND FOR THREE MONTHS PERIOD ENDED AS OF MARCH 31, 2013 AND 2012

(Unaudited) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

42

25. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)

25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVE AND POLICIES (continued)

Risiko harga komoditas Commodity price risks

Perusahaan dipengaruhi oleh labilnya harga komoditas dari waktu ke waktu. Manajemen memonitor pergerakan (tren) dan analisa pasar atas harga komoditas secara ketat dan terus menerus untuk meminimalisasi efek signifikan dan negatif terhadap kinerja keuangannya. Manajemen juga mengurangi risiko ini dengan memelihara tingkat persediaan secara tepat untuk mengambil efek terbaik dari lindung nilai alami.

The Company is affected by the volatility of commodity prices from time to time. The management monitors the market trend and analysis of commodity price strictly and continuosly to minimize significant and negative impact to its financial performance. It also reduces the risk by maintaining a proper inventory level to get the optimum effect from natural hedging.

Pengelolaan Modal Capital Management

Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan adalah untuk memastikan terpeliharanya rasio modal yang sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.

The primary objective of the Company’s capital management is to ensure that the healthy capital ratios are maintained in order to support its business and maximize shareholders value.

Perusahaan mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, berdasarkan perubahan kondisi ekonomi. Untuk memelihara atau menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dapat menyesuaikan pembayaran dividen kepada pemegang saham, menerbitkan saham baru atau mengusahakan pendanaan melalui pinjaman. Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan maupun proses selama periode penyajian.

The Company manages its capital structure and makes adjustments to it, in light of changes in economic conditions. To maintain or adjust the capital structure, the Company may adjust the dividend payment to shareholders, issue new shares or raise debt financing. No changes were made in the objectives, policies or processes during the periods presented.

Kebijakan Perusahaan adalah mempertahankan struktur permodalan yang sehat untuk mengamankan akses terhadap pendanaan pada biaya yang wajar.

The Company’s policy is to maintain a healthy capitals’ structure in order to secure access to finance at a reasonable cost.

26. INSTRUMEN KEUANGAN 26. FINANCIAL INSTRUMENTS

Instrumen keuangan yang disajikan dalam laporan posisi keuangan dicatat sebesar nilai wajar, atau disajikan dalam jumlah tercatat baik karena jumlah tersebut adalah kurang lebih sebesar nilai wajarnya atau karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal.

Financial instruments presented in the statements of financial position are carried at fair value, otherwise, they are presented at carrying amounts as either these are reasonable approximation of fair values or their fair values cannot be reliably measured.

Metode dan asumsi berikut ini digunakan untuk mengestimasi nilai wajar untuk setiap kelompok instrumen keuangan yang praktis untuk memperkirakan nilai tersebut:

The following methods and assumptions were used to estimate the fair value of each class of financial instrument for which it is practicable to estimate such value:

a. Kas dan bank, piutang usaha dan piutang lain-lain. a. Cash on hand and in banks, trade receivables and other

receivables.

Seluruh aset keuangan di atas merupakan aset keuangan jangka pendek yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, sehingga nilai tercatat aset keuangan tersebut kurang lebih telah mencerminkan nilai wajarnya.

All of the above financial assets are due within 12 months, thus the carrying values of the financial assets approximate their fair values.

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Tidak diaudit)

DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS AS OF MARCH 31, 2013 (Unaudited) AND DECEMBER 31, 2012 (Audited)

AND FOR THREE MONTHS PERIOD ENDED AS OF MARCH 31, 2013 AND 2012

(Unaudited) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

43

26. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan) 26. FINANCIAL INSTRUMENTS (continued)

b. Utang usaha, biaya yang masih harus dibayar dan uang

muka penjualan. b. Trade payables, accrued expenses and advances from

customers.

Seluruh liabilitas keuangan di atas merupakan liabilitas jangka pendek yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan sehingga nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut kurang lebih telah mencerminkan nilai wajarnya.

All of the above financial liabilities are due within 12 months, thus the carrying values of the financial liabilities approximate their fair values.

c. Liabilitas sewa pembiayaan jangka panjang, termasuk

bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun. c. Long-term obligation under finance lease, including their

current maturities.

Nilai wajar liabilitas sewa pembiayaan diestimasi dengan mendiskontokan arus kas masa depan menggunakan tingkat bunga yang tepat.

The fair value obligation under finance lease is estimated by discounting future cash flows using appropriate interest rate.

Tabel berikut menyajikan nilai tercatat dan taksiran nilai wajar dari instrumen keuangan Perusahaan yang dicatat di laporan posisi keuangan pada tanggal 31 Maret 2013 dan 31 Desember 2012:

The following table sets forth the carrying amounts and estimated fair values of the financial instruments of the Company that are carried in the statements of financial position as of March 31, 2013 and Desember 31, 2012:

31 Maret 2013/March 31, 2013

Nilai tercatat/ Nilai wajar/ Carrying value Fair value

Aset keuangan Financial assets Pinjaman yang diberikan dan piutang Loan and receivables

Kas dan bank 346.722.631 346.722.631 Cash on hand and in banks Piutang usaha 716.350.000 716.350.000 Trade receivables Piutang lain-lain 25.037.000 25.037.000 Other receivables

Total 1.088.109.631 1.088.109.631 Total

Liabilitas keuangan Financial liabilities Liabilitas keuangan yang diukur denganbiaya perolehan diamortisasi

Financial liabilities measured at amortized cost

Biaya masih harus dibayar 137.955.890 137.955.890 Accrued expenses Uang muka penjualan 28.867.195.665 28.867.195.665 Customers deposit Utang sewa pembiayaan 863.961.847 863.961.847 Obligation under finance lease

Total 29.869.113.402 29.869.113.402 Total

31 Desember 2012/December 31, 2012

Nilai tercatat/ Nilai wajar/ Carrying value Fair value

Aset keuangan Financial assets Pinjaman yang diberikan dan piutang Loan and receivables

Kas dan bank 472.972.990 472.972.990 Cash on hand and in banks Piutang usaha 1.454.350.000 1.454.350.000 Trade receivables Piutang lain-lain 20.747.000 20.747.000 Other receivables

Total 1.948.069.990 1.948.069.990 Total

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Tidak diaudit)

DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS AS OF MARCH 31, 2013 (Unaudited) AND DECEMBER 31, 2012 (Audited)

AND FOR THREE MONTHS PERIOD ENDED AS OF MARCH 31, 2013 AND 2012

(Unaudited) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

44

26. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan) 26. FINANCIAL INSTRUMENTS (continued)

31 Desember 2012/December 31, 2012

Nilai tercatat/ Nilai wajar/ Carrying value Fair value

Liabilitas keuangan Financial liabilities Liabilitas keuangan yang diukur denganbiaya perolehan diamortisasi

Financial liabilities measured at amortized cost

Biaya masih harus dibayar 205.249.953 205.249.953 Accrued expenses Uang muka penjualan 34.748.263.665 34.748.263.665 Customers deposit Utang sewa pembiayaan 1.035.125.398 1.035.125.398 Obligation under finance lease

Total 35.988.639.016 35.988.639.016 Total

27. KOMITMEN DAN PERJANJIAN PENTING 27. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS

a. Berdasarkan Surat Pengikatan Jual Beli tanggal 15 Januari 2010, Perusahaan melakukan penjualan sebidang tanah dengan luas 11.660 m2 yang berlokasi di Desa Pasir Gadung, Cikupa, Tangerang kepada Dadi Hardadi dengan harga sebesar Rp340.000 per m2 atau seluruhnya sebesar Rp3.964.400.000, dengan syarat area tanah tersebut merupakan area industri. Apabila pemerintah setempat menyatakan bahwa area tersebut bukan merupakan area industri maka, kedua belah pihak sepakat untuk membatalkan jual beli tanah tersebut. Sampai dengan tanggal laporan ini, keputusan dari Pemerintah setempat tentang area tanah masih dalam proses.

a. Based on Sale and Purchase Agreement dated January 15, 2010, the Company sold an area of land of 11,660 m2 located in Sand Gadung Village, Cikupa, Tangerang to Dadi Hardadi amounted to Rp340,000 per m2 or a total of Rp3,964,400,000, with condition that the are is an industrial area. If the local Government declare that the area is not an industrial area then, both parties agreed to cancel the sale and purchase of those land. As of the date of this report, the decision from the local Government regarding the status of the land area is still in process.

Dari jumlah keseluruhan jumlah penjualan tanah di atas, Perusahaan telah menerima uang muka penjualan tanah dari Dadi Hardadi sebesar Rp3.964.400.000 pada tanggal 31 Desember 2011.

From the total sales of land above, the Company has received advances for sell of land to Dadi Hardadi amounted to Rp3,964,400,000 as of December 31, 2011.

Pada tahun 2012, Perusahaan telah mendapat surat pernyataan dari Dadi Hardadi bahwa dia telah melihat surat dari Pemerintah setempat tentang area tanah yang telah di jual tersebut adalah area industri sehingga jual beli tanah dapat di realisasikan.

In 2012, the Company has received a letter from Dadi Hardadi statement that he had seen a letter from the local government area of land that has been selling industrial area that is buying and selling land can be realized.

b. Pada tanggal 30 September 2010, Perusahaan menandatangani Perjanjian Bersyarat Jual Beli Saham dengan pemegang saham PT Bentara Agra Timber (BAT), dimana Perusahaan akan membeli 990 saham atau 90% kepemilikan pada BAT. Harga kesepakatan pembelian saham tersebut sebesar Rp35.000.000.000.

b. On September 30, 2010, the Company entered into a Conditional Shares Sale and Purchase Agreement with shareholders of PT Bentara Agra Timber (BAT), whereby the Company will purchase 990 shares or 90% ownership in BAT. The agreed price of the share purchase amounted to Rp35,000,000,000.

Berdasarkan perjanjian tersebut, pembelian saham BAT akan dilakukan dengan transfer atau cara lain yang disepakati bersama dengan ketentuan sebagai berikut:

Under the agreement, the purchase of BAT shares will be made by transfer or other methods which agreed by both parties with the following conditions:

- Pembayaran pertama sebesar Rp11.000.000.000 dilakukan setelah Perusahaan menyetujui hasil Due Diligence yang telah dilaksanakan;

- The first payment amounted Rp11,000,000,000 will be paid after the Company agreed with the Due Diligence results which have been implemented;

- Sisanya sebesar Rp24.000.000.000 akan dilakukan pada tanggal diperolehnya persetujuan dari Menteri Kehutanan atas transaksi BAT.

- The remaining outstanding amounted to Rp24,000,000,000 will be paid on the date of obtaining approval from the Minister of Forestry on BAT transactions.

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Tidak diaudit)

DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS AS OF MARCH 31, 2013 (Unaudited) AND DECEMBER 31, 2012 (Audited)

AND FOR THREE MONTHS PERIOD ENDED AS OF MARCH 31, 2013 AND 2012

(Unaudited) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

45

27. KOMITMEN DAN PERJANJIAN PENTING (lanjutan) 27. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS (continued)

Tanggal penutupan dari perjanjian ini adalah tanggal 20 Mei 2011 atau tanggal lain yang disepakati oleh kedua belah pihak.

The closing date of this agreement is dated May 20, 2011 or such other date agreed by both parties.

BAT didirikan pada tanggal 3 September 2001 dengan bidang usaha meliputi bidang pertanian, perdagangan, perindustrian, jasa dan pengangkutan darat.

BAT was established on September 3, 2001 with the scope of its activities mainly comprises of agriculture, commerce, industry, services and ground transportation.

Pada tanggal 11 Oktober 2010, Perusahaan dan pemegang saham BAT menandatangani addendum Perjanjian Bersyarat Jual Beli Saham, dimana kedua belah pihak setuju bahwa pembayaran harga pembelian dilakukan dengan menerbitkan Surat Sanggup oleh Perusahaan sebagai pembeli dengan nilai sebesar harga pembelian dan berdasarkan ketentuan dan persyaratan dari Surat Sanggup. Dengan tunduk kepada pemenuhan syarat-syarat penutupan, Perusahaan dan pemegang saham BAT selanjutnya menyetujui bahwa setelah diterimanya Surat Sanggup yang telah ditandatangani pada tanggal penutupan, pemegang saham BAT akan menyatakan bahwa harga pembayaran telah dibayar secara penuh oleh pembeli.

On October 11, 2010, the Company and the shareholders of BAT signed an amendment Conditional Share Sale and Purchase Agreement, in which both parties agree that payment of the purchase price is made by issuing promissory notes by the Company as purchaser in the amount of the purchase price and based on terms and conditions of the promissory notes. Subject to compliance with the terms of closing, the Company and the shareholders of BAT further agreed that upon receipt of a signed promissory notes on the closing date, the shareholders of BAT will made a statements that the payments have been paid in full by the purchaser.

Sampai saat ini proses Pengesahan inventarisasi Hutan Menyeluruh Berkala (IHMB) telah di setujui dan yang tersisa Rencana Kerja Umum (RKU) di Departemen Kehutanan, dan diperkirakan pada Semester kedua 2012 akan diperoleh seluruh pengesahan dimaksud, setelah itu Perseroan akan mempertegas pola pembayaran atas hasil akuisisi atau investasi pada BAT.

Until now the process of Forest Certification Comprehensive Periodic inventory (IHMB) has been approved and the remaining General Plan (RKU) in the Department of Forestry, and the second half of 2012 is expected to be obtained throughout endorsement intended, after which the Company will reinforce the pattern of payments for acquisitions or investment in BAT.

Sampai dengan tanggal laporan ini, syarat dan ketentuan mengenai Surat Sanggup belum ditentukan oleh Perusahaan dan pemegang saham BAT.

As of the date of this report, the terms and conditions of the promissory note has not been determined by the Company and the shareholders of BAT.

Berdasarkan RUPSLB Perusahaan telah membatalkan pola transaksi akuisisi PT Bentara Arga Timber (BAT) (Lihat catatan 29b)

Based on the RUPSLB of the Company has canceled the transaction patterns of acquisition of PT Bentara Arga Timber (BAT) (See note 29b)

28. KELANGSUNGAN HIDUP PERUSAHAAN DAN RENCANA

MANAJEMEN

28. THE COMPANY’S GOING CONCERN AND MANAGEMENT PLANS

Selama tahun 2013 dan 2012, Perusahaan terus terfokus

pada upaya melakukan diversifikasi strategi dalam mencari peluang bisnis potensial, meningkatkan pendapatan dan efisiensi operasi untuk mengurangi defisit. Pada tanggal 31 Maret 2013 dan 31 Desember 2012, saldo defisit Perusahaan masing-masing sebesar Rp43.709.541.190 dan Rp44.399.511.641

During 2013 and 2012, the Company continues to focus on efforts to diversify its strategy searching for potential business opportunities, increasing its revenue and operating efficiencies to reduce its deficit. As of March 31, 2013 and December 31, 2012, the Company's deficit amounted to Rp43,709.541.190 and Rp44,399,511,641 respectively.

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Tidak diaudit)

DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS AS OF MARCH 31, 2013 (Unaudited) AND DECEMBER 31, 2012 (Audited)

AND FOR THREE MONTHS PERIOD ENDED AS OF MARCH 31, 2013 AND 2012

(Unaudited) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

46

28. KELANGSUNGAN HIDUP PERUSAHAAN DAN RENCANA MANAJEMEN

28. THE COMPANY’S GOING CONCERN AND MANAGEMENT PLANS

Selanjutnya, Perusahaan telah melakukan dan merencanakan untuk meneruskan tindakan-tindakan berikut: • melakukan akusisi dan/atau investasi Perusahaan yang

memiliki bidang usaha yang sama dengan Perusahaaan, khususnya Hak Pengusahaan Hutan HPH), Hutan Tanam Industri (HTI), Perusahaan Plywood, dan lain-lain;

• mendapatkan investor strategis; • melakukan right issue untuk penambahan permodalan • melakukan program efisiensi biaya melalui program

pengembangan karyawan untuk meningkatkan kemampuan staf dan karyawan dalam mengendalikan operasi Perusahaan; dan

• Strategi diversifikasi dalam mencari peluang bisnis potensial (seperti: pembuatan dan/atau perdagangan plywood, hutan tanam industri, pelayaran, pengangkutan dan lain-lain).

Furthermore, the Company have implemented and will continue to implement the following:

• undertake acquisitions and/or investment in companies

which have similar business with the Company, Forest Conncession Rights, Planting Forest Industry, Plywood Industry, etc.;

• obtain strategic investor; • rights issue for additional capital;

• undertake cost efficiency program through employee development program to enhance staff’s or eployees capability in controlling the operations of the Company; and

• diversification strategy in the search for potential business opportunities (such as: producing and/or trading of plywood, planting forest industry, shipping,transportation, etc ).

Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa rencana yang disebutkan diatas akan dapat secara efektif mengatasi dan memperbaiki kondisi Perusahaan. Kemampuan Perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya masih bergantung pada dukungan yang terus menerus dari pemegang saham dan kreditur.

Management of the Company believes that the above mentioned plan will effectively manage and improve the condition of the Company. The Company's ability to continue it going concern is dependent on the continuation support from the shareholders and creditors.

Tidak ada kejadian setelah tanggal neraca sampai dengan tanggal laporan ini yang mengindikasikan timbulnya ketidakpastian terhadap kemampuan kelangsungan usaha Perusahaan.

There is no events subsequent to statements of financial position date until the date of this report occur that give rise to the uncertainties of the Company going concern.

29. PERISTIWA PENTING 29. IMPORTANT EVENTS

Menunjuk hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan sebagaimana dinyatakan dalam surat Notaris Desman, S.H., M.Hum., MM., No. 88 tanggal 25 Juli 2012 perihal penyampaian hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa PT.Bumi Teknokultura Unggul, Tbk. (‘Perseroan”). Akta tersebut telah diterima dan dicatat di dalam database oleh Sistem Administrasi Badan Hukum Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan surat keputusan No. AHU-0083978.AH.01.09. tahun 2012 tanggal 21 September 2012 dan telah di selengarakan RUPST & LB Hari Rabu, 27 Juni 2011 Pukul 14.32 Wib adalah sebagai berikut.

Pointed to the Shareholders Annual General and Extraordinary Meeting of the Company as stated in the letter from Notary Desman, SH, M. Hum., MM., No.88 dated July 25, 2012 decision regarding the submission of the Shareholders Annual General and Extraordinary Meeting of PT Bumi Teknokultura Unggul, Tbk. ("Company"). This deed Notarial have been received and recorded in database Administration System Legal Entity Ministry Justice and Human Right Republic of Indonesia No. AHU-0083978.AH.01.09. Year 2012 dated Semtember 21, 2012. And has been conducted Wednesday, June 27, 2011 At 14:32 WIB, is as follows.

A. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan A. Annual Shareholders General Meeting

1. Menyetujui menerima baik Laporan

Pertanggungjawaban Dewan Komisaris

1. Agree to accept either an Accountability form Board of Commissioners

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Tidak diaudit)

DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS AS OF MARCH 31, 2013 (Unaudited) AND DECEMBER 31, 2012 (Audited)

AND FOR THREE MONTHS PERIOD ENDED AS OF MARCH 31, 2013 AND 2012

(Unaudited) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

47

29. PERISTIWA PENTING (lanjutan) 29. IMPORTANT EVENTS (continued)

A. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (lanjutan) A. Annual Shareholders General Meeting (continued)

2. Menyetujui menerima baik Laporan Tahunan Direksi

Perseroan untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2011 serta menyetujui dan mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2011 sekaligus memberikan pembebasan dan pelunasan tanggungjawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang dilakukan selama tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2011, sejauh tindakan-tindakan mereka tercermin dalam Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Perseroan.

2. Agree to accept the Board of Directors of the Company's Annual Report for the year ended December 31, 2011, and has been approved and authorized the Financial Statements for the year ended December 31, 2011 as well as providing fully release and discharge responsibilities (acquit et de charge) to all members of the Board of Directors and Board of Commissioners for theirs management and supervision carried out during the year ended on December 31, 2011, as far as their actions are reflected in the Annual Report and Financial Statements of the Company.

3. Menyetujui pemberian kuasa dan wewenang kepada Direksi Perseroan untuk menetapkan Akuntan Publik untuk tahun buku 2012 dan menetapkan honorarium Akuntan Publik tersebut serta persyaratan lainnya.

3. Approved the provision of power and authority to the Board of Directors to establish a Public Accountant for the fiscal year 2012 and set a Public Accountant honorarium and other requirements..

4. Menyetujui perubahan susunan Anggota Dewan Komisaris dan Anggota Direksi Perseroan, menjadi sebagai berikut:

4. Members agreed to change the composition of the Board of Commissioners and Members of Board of Directors, as follows:

2012 2012

Dewan Komisaris Komisaris Utama Komisaris Komisaris (Komisaris Independen)

: : :

Ny Anne Patricia Sutanto

Ny Yenny Sutanto Tn Gunawan Angkawibawa

: : :

Board of Commissioners President commissioners

Commissioners Commissioners (independent commissioners)

Direksi Direktur Utama Direktur Direktur

Direktur

: : : :

Tn Ari Sutanto

Tn Kim Byeong Su Tn Doddy Sutanto

Ny Naning Wahyuningsih

: : : :

Board of Directors President directors

Directors Directors Directors

2011 2011

Dewan Komisaris Komisaris Utama Komisaris Komisaris (Komisaris Independen)

: : :

Ny Agustin Budiningsih, S.H.

Tn Wiyana,SE Tn Gunawan Angkawibawa

: : :

Board of Commissioners President commissioners

Commissioners Commissioners (independent commissioners)

Direksi Direktur Utama Direktur

: :

Tn Kim Byeong Su

Ny Naning Wahyuningsih

: :

Board of Directors President directors

Directors

5. Menyetujui penetapan besarnya remunerasi dan tunjangan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun 2012 dan 2013

5. Approved the amount of remuneration and allowances for the Board of Directors and Board of Commissioners for the years 2012 and 2013

B. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa: B. Shareholders of Extraordinary General Meeting:

1. Menyetujui pembatalan pola transaksi akuisisi PT. Bentara Arga Timber (BAT) dan menyetujui memberikan wewenang dan/atau kuasa kepada Direksi Perseroan untuk melakukan segala tindakan yang diperlukan dan/atau disyaratkan sehubungan dengan pembatalan pola transaksi akuisisi tersebut, tanpa ada pengecualian.

1. Approved the cancellation of the acquisition transaction pattern PT Bentara Arga Timber (BAT) and approved to authorize and / or authorize the Board of Directors to perform all actions necessary and / or required in connection with the cancellation of the acquisition transaction pattern, without no exceptions

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Tidak diaudit)

DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS AS OF MARCH 31, 2013 (Unaudited) AND DECEMBER 31, 2012 (Audited)

AND FOR THREE MONTHS PERIOD ENDED AS OF MARCH 31, 2013 AND 2012

(Unaudited) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

48

29. PERISTIWA PENTING (lanjutan) 29. IMPORTANT EVENTS (continued)

B. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (lanjutan) B. Shareholders of Extraordinary General Meeting (continued)

2. Menyetujui akuisisi 90% kepemilikan pada PT. Mitra Pembangunan Global (“MPG”) dengan nilai sebesar Rp. 59.040.000.000,00 (limapuluh sembilan miliar empat puluh juta Rupiah), peningkatan penyertaan saham pada MPG sebesar Rp. 10.980.000.000,00 (sepuluh miliar sembilan ratus delapan puluh juta Rupiah), sehingga total investasi menjadi sebesar Rp.70.020.000.000,00 (tujuh puluh miliar dua puluh juta Rupiah) atau sebesar 90% kepemilikan saham dan merupakan pihak yang tidak terafiliasi, baik dengan Pemegang Saham Pengendali maupun Direksi dan/atau Dewan Komisaris Perseroan yang bernilai material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Bapepam & LK Nomor IX.E.2.

2. Approved the acquisition of 90% stake in PT. Mitra Pembangunan Global ("MPG") with a value of Rp.59,040,000,000.00 (fifty nine billion and forty million Rupiah), increased investment as of Rp. 10,980,000,000.00 (ten billion nine hundred and eighty million Rupiah), so the total of investment as amounted to Rp.70,020,000,000.00 (seventy billion and twenty million Rupiah) or by 90% of shares holding and unaffiliated party, both to the Controlling Shareholders and Board of Directors and / or Board of Commissioners who valued material referred to the Bapepam & LK regulation Number of IX.E.2.

3. Menyetujui penyertaan 80% kepemilikan saham pada PT. Bangun Kayu Irian (“BKI”) sebesar Rp.45.000.000.000,00 (empat puluh lima miliar Rupiah) dan merupakan pihak yang tidak terafiliasi, baik dengan Pemegang Saham Pengendali maupun Direksi dan/atau Dewan Komisaris Perseroan yang bernilai material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Bapepam & LK Nomor IX.E.2.

3. Approved the investment of 80% sharesholding in PT Bangun Kayu Irian ("BKI") amount of of Rp.45,000,000,000.00 (forty-five billion Rupiah) and as an unaffiliated party, both to the Controlling Shareholders and Board of Directors and / or Board of Commissioners who valued material referred to the Bapepam & LK Rule No. IX.E.2..

4. Menyetujui dan memberikan kuasa kepada Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan untuk pembelian alat-alat berat (capital expenditure) kurang lebih sebesar Rp.100.000.000.000,00 (seratus miliar Rupiah) dan merupakan pihak yang tidak terafiliasi, baik dengan Pemegang Saham Pengendali maupun Direksi dan/atau Dewan Komisaris Perseroan yang bernilai material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Bapepam & LK Nomor IX.E.1 atau IX.E.2 dan rencana akuisisi dan penyertaan Perusahaan pada BAT di masa depan sebesar Rp.35.100.000.000,00 (tiga puluh lima miliar seratus juta Rupiah) akan mendasarkan Peraturan Bapepam & LK Nomor IX.E.1 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu atau Nomor IX.E.2 tentang Transaksi Material dan perubahan Kegiatan Usaha Utama.

4. Approved and authorized the Board of Commissioners and Board of Directors of the Company for the purchase of heavy equipments (capital expenditure) of a postage Rp.100,000,000,000.00 (one hundred billion Rupiah) and as an unaffiliated party, both to the Controlling Shareholders and Directors and / or the Board of Commissioners who valued material referred to Rule of Bapepam & LK No. IX.E.1 or IX.E.2 and the proposed acquisition and the Company's investment in BAT in the future for Rp.35,100,000,000.00 (thirty-five billion one hundred million Rupiah) will based to the Bapepam & LK No. IX.E.1 on Affiliate Transactions and Conflicts of Interest in Certain Transactions or Transaction Number IX.E.2 of Material and changes in the Main Business Activities..

5. Menyetujui dan memberikan kuasa kepada Direksi dan Dewan Komisaris untuk mendapatkan dana pinjaman sebanyak-banyaknya sebesar Rp.400.000.000.000,00 (empat ratus miliar Rupiah) baik yang berasal dari Perbankan Lokal/Luar Negeri/Kreditur Lokal/Kreditur Luar Negeri guna menunjang kegiatan operasional Perseroan dengan menjaminkan aset Perseroan, penerbitan Surat Utang (Promissory Notes), Jaminan Perusahaan (Corporate Guarantee) dan lain-lain dan rencana transaksi ini merupakan pihak yang tidak terafiliasi, baik dengan Pemegang Saham Pengendali maupun Direksi dan/atau Dewan Komisaris Perseroan yang bernilai material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Bapepam & LK Nomor IX.E.1 atau IX.E.2.

5. Approved and authorized the Board of Directors and the Board of Commissioners to obtain a loan for as much as Rp.400,000,000,000.00 (four hundred billion Rupiah,) both derived from the Banking Local / State / Local Lenders / Creditors of Foreign Affairs to support the operational activities Company to pledge the assets of the Company, issuance of bonds (Promissory Notes), Corporate Guarantee and others and plan a party to this transaction that is not affiliated with the Controlling Shareholders and Board of Directors and / or Board of Commissioners who valued material referred to Bapepam & LK rule No. IX.E.1 or IX.E.2

The original financial statements included herein are in the Indonesian language.

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2013 (Tidak diaudit)

DAN 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 (Tidak Diaudit)

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BUMI TEKNOKULTURA UNGGUL, Tbk.

NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS AS OF MARCH 31, 2013 (Unaudited) AND DECEMBER 31, 2012 (Audited)

AND FOR THREE MONTHS PERIOD ENDED AS OF MARCH 31, 2013 AND 2012

(Unaudited) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

49

29. PERISTIWA PENTING (lanjutan) 29. IMPORTANT EVENTS (continued) B. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (lanjutan) B. Shareholders of Extraordinary General Meeting

(continued)

6. Menyetujui dan memberikan kuasa kepada Direksi Perseroan untuk menyatakan kembali keputusan RUPSLB sekaligus memberikan wewenang dan kuasa dengan hak subsitusi kepada Direksi Perseroan, untuk menuangkan keputusan-keputusan yang telah diambil secara sah dan mengikat dalam Rapat dalam suatu akta yang dibuat di hadapan Notaris, dan melakukan segala tindakan yang diperlukan sehubungan dengan pelaksanaan keputusan Rapat tersebut sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

6. Approved and authorized the Board of Directors of the Company to restate the RUPSLB decisions as well as providing the authority and power to the right of substitution to the Directors of the Company, to pour the decisions have been taken legally and binding in the Meeting in a deed made before the Notary, and do all necessary action in connection with the implementation of the Meeting in accordance with applicable laws and regulations..

30. PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN 30. COMPLETION OF THE FINANCIAL STATEMENTS

Manajemen Perusahaan bertanggungjawab terhadap penyusunan laporan keuangan ini yang diselesaikan dan disetujui pada tanggal 30 April 2013.

The management of the Company is responsible for the preparation of the accompanying financial statements that were completed and approved on April 30, 2013.