proposal contoh

of 23/23
PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DALAM MENGIFISIENAN BIAYA PERSEDIAAN PADA PT. PALUNESIA COLLECTION TEAM DISUSUN OLEH MARLINAH : 209 22 034 SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI (STIE) PANCA BHAKTI PALU 15

Post on 30-Nov-2015

499 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

contoh

TRANSCRIPT

PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DALAM MENGIFISIENAN BIAYA PERSEDIAAN PADA PT. PALUNESIA COLLECTION TEAM

DISUSUN OLEH MARLINAH

:209 22 034

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI (STIE)PANCA BHAKTI PALU

2012KATA PENGANTARSegala puji hanya bagi Allah SWT Sang penguasa alam semesta atas segala nikmat yang tak henti-hentinya sehingga kami dapat menyelesaikan proposal ini. Shalawat serta salam kepada Nabi Allah Muhammad SAW, seluruh keluarga dan sahabat, serta para pengikutnya yang selalu setia mengikuti beliau hingga akhir zaman.

Sebuah proposal berjudul PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DALAM MENGEFISIENKAN BIAYA PERSEDIAAN PADA PT. PALUNESIA COLLECTION TEAM yang merupakan tugas dari mata kuliah Metodologi Penelitian yang dikerjakan secara individu. Dengan segala kerendahan hati kami menyadari bahwa dalam makalah ini, masih terdapat banyak kekurangan dan kelemahan yang disebabkan keterbatasan waktu dan pengetahuan kami. Untuk itu diharapkan adanya pengembangan dan penyempurnaan sehingga apa yang telah ada dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin khususnya bagi peningkatan pengetahuan dan wawasan semua pihak yang membacanya dan terlebih kepada penulis sendiri.

Akhirnya harapan saya semoga proposal ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin. Palu, Mei 2012MarlinahBAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar BelakangDalam perkembangan ekonomi dewasa ini dimana dunia usaha tumbuh dengan pesat di indonesia, Pengusaha dituntut untuk bekerja dengan lebih efisien dalam menghadapi persaingan yang lebih ketat demi menjaga kelangsungan operasi perusahaan.

Kelangsungan proses produksi didalam suatu perusahaan akan dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain : Modal, Tekhnologi, persediaan Bahan Baku, Persediaan Barang jadi dan tenaga kerja. Persediaan (inventory) sebagai elemen modal kerja merupakan aktiva yang selalu dalam keadaan berputar.persediaan juga merupakan elemen-elemen aktiva lancar yang yang selalu dianggap likuid dibandingkan dengan elemen-elemen aktiva yang lain misalnya, kas, piutang, danmarketable securities.Meskipun demikian masalahinventorydianggap sangat penting bagi perusahaan, khususnya dibidang industri dan perdagangan, selain bidang tersebut persediaan juga mempunyai pengaruh pada fungsi bisnis terutama fungsi operasi pemasaran dan keuangan, selain itu persediaan juga merupakan kekayaan perusahaan yang memiliki peranan penting dalam operasi bisnis dalam pabrik (manufacturing) yaitu persediaan bahan baku, bahan pembantu, barang dalam proses, barang jadi dan persediaan suku cadang.Persediaan bahan baku yang cukup dapat mempelancar proses produksi serta barang jadi yang dihasilkan harus dapat menjamin efektifitas kegiatan pemasaran, yaitu memberikan kepuasan kepada pelanggan, karena apabila barang tidak tersedia maka perusahaan kehilangan kesempatan merebut pasar dan perusahaan tidak dapat mensuplay barang pada tingkat optimal.

Dengan adanya investasi dalam persediaan mengakibatkan adanya nilai uang yang terkait dalam bentuk persediaan, sehingga bagi perusahaan adanya biaya yang harus ditanggung oleh perusahaan, misalnya sewa gudang, biaya pemesanan, biaya penyimpanan, dan biaya pengaman. Penanaman persediaan yang terlalu besar dibandingkan dengan kebutuhan akan memperbesar penyusutan, besar kemungkinan karena rusak, kualitas menurun, usang, sehingga memperkecil keuntungan yang diperoleh perusahaan. Dan penanaman persediaan yang terlalu kecil akan menekan keuntungan juga, karena perusahaan tidak dapat bekerja dengan tingkat produktifitas yang optimal, sehingga akan mempertinggi biaya pengelolaan persediaan.

Agar kegiatan produksi dapat memperoleh hasil yang sesuai dengan yang diinginkan dalam jumlah hal yang diproduksi oleh perusahaan dalam satu periode, maka diperlukan adanya pelaksanaan produksi yang disertai dengan pengendaliaan produksi. Pengendalian ini bertujuan agar barang jadi atau hasil proses produksi dapat sesuai dengan apa yang diinginkan oleh konsumen baik dalam kualitas maupun kuantitas waktu penyerahaan. Sedangkan dari perusahaan itu sendiri juga diperlukan penyesuaian dalam efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi yang dimiliki perusahaan untuk mencapai keseimbangan antara hasil produksi dengan faktor-faktor produksi yang tersedia. Ketidaktepatan dalam pengadaan faktor-faktor produksi yang dimiliki oleh perusahaan akan menimbulkan adanya pemborosan yang mengakibatkan kerugian finansial.

Untuk menjamin kelancaran dan kesinambungan produksi, maka baik perusahaan dagang maupun manufaktur perlu mengadakan persediaan karena persediaan merupakan unsur modal kerja yang sangat penting dan yang secara kesinambungan akan berputar dalam siklus perputaran modal kerja perusahaan.

Agar perusahaan dapat tetap menjamin kelangsungan operasi perusahaannya serta dapat mencapai tujuan untuk memaksimalisasikan nilai perusahaan, maka perlu diadakan suatu tindakan yang terarah dalam mengendalikan persediaan yang ada dalam perusahaan, dalam mencapai hasil usaha yang layak yang berkaitan dengan Harga Pokok Produksi, maka diperlukan pengendalian persediaan sehingga dapat menekan biaya produksi yang akan timbul atau terjadi.

Secara umum dapat dikatakan bahwa tujuan dari pengendalian adalah untuk menekan biaya-biaya operasional seminimal mungkin sehingga akan mengoptimalisasikan kinerja perusahaan. Untuk melaksanakan pengendalian persediaan yang dapat diandalkan dan dipercaya tersebut maka harus diperhatikan berbagai faktor yang terkait dengan persediaan. Penentuan dan pengelompokan biaya-biaya yang terkait dengan persediaan perlu mendapatkan perhatian yang khusus dari pihak manajemen dalam mengambil keputusan yang tepat.

Mengingat bahwa masalah persediaan mencakup bidang yang cukup luas dan guna membatasi masalah yang akan diuraikan, maka penulis tertarik untuk membahas tentang persediaan bahan baku. Sehubungan dengan hal ini maka penulis memilih judul skripsi sebagai berikut: PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DALAM MENGEFISIENKAN BIAYA PERSEDIAAN PADA PT. PALUNESIA COLLECTION TEAM 1.2. Perumusan MasalahPersediaan Bahan Baku memiliki kaitan yang erat dengan proses produksi baik itu dalam perusahaan jasa maupun perusahaan dagang dimana kepuasan konsumen merupakan sesuatu yang sangat penting, akan tetapi setiap perusahaan akan memiliki tingkat penjualan yang tidak merata sehingga sering timbul masalah kelebihan atau kekurangan bahan baku. Sehubungan dengan hal tersebut, maka penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut :a. Metode apa yang digunakan perusahaan agar biaya persediaan bahan baku lebih optimal dan efisien?

b.Bagaimana perusahaan mengendalikan bahan baku dengan tepat untuk menghindari kelebihan maupun kekurangan?

1.3. Pebatasan Masalah

Berdasarkan perumusan masalah diatas maka penulis hanya membatasi masalah tentang yang terjadi didalam yaitu mengenai Bagaimana Perusahaan Mengendalikan Persediaan Bahan Baku.1.4. Tujuan Penenlitian

Sesuai dengan perumusan permasalahan diatas maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk:

a. Mengetahui metode yang digunakan perusahaan agar biaya persediaan lebih optimal.

b. Mengetahui pengendalian bahan baku yang dilakukan perusahaan untuk menghindari kelebihan dan kekurangan bahan baku tersebut persediaan.1.5. Manfaat Penenlitian

Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat yaitu:

a. Bagi perusahaan

Sebagai tambahan informasi kepada pihak manajemen perusahaan dalam menentukan persediaan yang efektif dan efisien.

Sebagai bahan pertimbangan bagi manajemen perusahaan maupun pihak lain yang berkepentingan dalam menjalankan pengendalian persediaan bahan baku secara efektif dan efisien.b. Bagi STIE Panca Bhakti Sebagai bahan masukan bagi lembaga peneliti, Perguruan Tinggi maupun peneliti lain .

c. Bagi penulis

Di harapkan penelitian ini dapat memberikan manfaat dan menambah pengetahuan dengan membandingkan antara yang diperoleh di bangku kuliah dengan kenyataan yang ada di perusahaan.

1.6. Kerangka Pemikiran

Pengendalian persediaan merupakan fungsi manajerial yang sangat penting karena persediaan phisik banyak perusahaan melibatkan investasi rupiah terbesar dalam aktiva.

Persediaan (Inventory) adalah suatu istilah umum yang menunjukan segala sesuatu atau sumber sumber daya, organisasi yang disimpan antisipasinya terhadap pemenuhan permintaan, sedangkan Pengendalian adalah serangkaian kebijaksanaan dan pengendalian yang memonitor tingkat persediaan yang harus dijaga, kapan perusahaan harus di isi dan berapa besar pesanan harus dilakukan.

Adapun metode yang digunakan adalah sebagai berikut:

a. EOQ (Eqonomic Order Quantity)b. Safey Stock (Persediaan pengaman)c. ROP (ReOrder Point)

Metode-metode tersebut dapat digunakan dalam suatu perusahaan apabila perusahaan tersebut memenuhi asumsi-asumsi yang terdapat dalam masing masing metode. Metode yersebut mempunyai tujuan yang sama yaitu menciptakan suatu Pengendalian Persediaan yang efisien dalam arti bahwa perusahaan mempunyai tingkat persediaan yang optimal.

BAB II

LANDASAN TEORI2.1. Pengertian Manajemen ProduksiProduksi dalam suatu perusahaan merupakan suatu kegiatan yang cukup penting bahkan didalam berbagai pembicaraan. Dikatakan bahwa produksi adalah dapurnya perusahaan tersebut. Apabila kegiatan produksi dalam suatu perusahaan tersebut akan ikut terhenti maka kegiatan dalam perusahaan tersebut akan ikut terhenti pula. Karena demikian pula seandainya terdapat berbagai macam hambatan yang mengakibatkan tersendatnya kegiatan produksi dalam suatu perusahaan tersebut. Maka kegiatan didalam perusahaan tersebut akan terganggu pula.Adapun pengertian manajemen itu sendiri menurut Sofjan Assauri (2004: 12) kegiatan atau usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan dengan menggunakan atau mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan orang lain.

Sedangkan produksi menurut Sofjan Assauri (2004:11) adalah kegiatan yang mentransformasikan masukan (input)menjadi hasil dari keluaran (output).

Jadi Manajemen Produksi Menurut Sofjan Assauri (2004:12) adalah kegiatan untuk mengatur dan mengkoordinasikan penggunaan sumber-sumber daya yang berupa Sumber Daya Manusia, Sumber Daya Alat dan Sumber Daya Dana serta bahan, secara efektif dan efisien untuk menciptakan dan menambah kegunaan (Utility)sesuatu barang atau jasa.Sedangkan Manajemen produksi menurut Suryadi Prawirosentono (2001:1) adalah perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan dari urutan berbagai kegiatan (Set Of Activities) untuk membuat barang (produk) yang berasal dari bahan baku dan bahan penolong lain.

Kata produksi berasal dari kataproduction, yang secara umum dapat diartikan membuat atau menghasilkan suatu barang dari berbagai bahan lain.

Sedangkan arti manajemen adalah mengelola yang mempunyai fungsi-fungsi antara lain: merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengangkat pegawai, dan mengawasi.

Jadi manajemen produksi mempunyai ruang lingkup merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengangkat petugas dan mengawasi kegiatan produksi agar diperoleh produk yang direncanakan.

Secara singkat ruang lingkup manajemen produksi adalah sebagai berikut:

1.Perencanaan Produksi (PP)Production planning2.Pelaksanaan Produksi

3.Pengendalian Produksi (Production Control)

2.2. Pengertian PersediaanSetiap perusahaan apakah itu perusahaan perdagangan atau pabrik serta perusahaan jasa selalu mengadakan persediaan, karena itu persediaan sangat penting, tanpa adanya persediaan para pengusaha yang mempunyai perusahaan perusahaan tersebut akan dihadapkan pada resiko resiko yang dihadapi, misalnya; pada sewaktu-waktu perusahaan tidak dapat memenuhi keinginan pelanggan yang memerlukan atau meminta barang atau jasa yang dihasilkan. Hal tersebut dapat terjadi karena disetiap perusahaan tidak selamanya barang-barang atau jasa-jasa tersedia setiap saat, yang berarti pengusaha akan kehilangan kesempatan memperoleh keuntungan yang seharusnya di dapatkan.Begitu pentingnya persediaan sehingga merupakan elemen utama terbesar dari modal kerja yang merupakan aktiva yang selalu dalam keadaan berputar dimana secara terus-menerus mengalami perubahan.

Persediaan menurut Sofjan Assauri (2004: 169) adalah suatu aktiva yang meliputi barang-barang milik perusahaan yang dimaksud untuk dijual dalam satu periode usaha yang normal atau persediaan barang baku yang menunggu penggunaannya dalam suatu proses produksi.Sedangkan menurut Freddy Rangkuty (2004:1) persediaan merupakan suatu aktiva yang meliputi barang-barang milik perusahaan dengan maksud untuk dijual dalam suatu periode usaha tertentu , atau persediaan barang-barang yang masih dalam pengerjaan atau proses produksi, ataupun persediaan bahan baku yang menunggu penggunaannya dalam suatu proses produksi.Pada dasarnya persediaan mempermudah atau memperlancar jalannya operasi perusahaan pabrik yang harus dilakukan secara berturut-turut untuk memproduksi barang-barang, serta selanjutnya menyampaikan pada pelanggan atau konsumen. Persediaan memungkinkan produk-produk yang dihasilkan pada tempat yang jauh dari pelanggan atau sumber bahan mentah. Dengan adanya persediaan produksi tidak perlu dilakukan khusus buat konsumsi atau sebaliknya tidak perlu dikonsumsi didesak supaya sesuai dengan kepentingan produksi. Adapun alasan diperlukannya persediaan oleh suatu perusahaan menurut Sofjan Assauri (2004: 169) adalah sebagai berikut:1. Dibutuhkannya waktu untuk menyelesaikan operasi produksi untuk memindahkan produk dari satu tingkat proses yang lain yang disebut persediaan dalam proses dan pemindahan.

2.Alasan organisasi untuk memungkinkan suatu unit atau bagian membuat skedul operasinya secara bebas tidak tergantung dari yang lainnya.

Sedangkan persediaan yang diadakan mulai dari yang bentuk bahan mentah sampai dengan barang jadi antara lain berguna untuk dapat: Menurut Sofjan Assauri (2004:170):

1.Menghilangkan resiko keterlambatan datangnya barang atau bahan-bahan yang dibutuhkan perusahaan.

2.Menghilangkan resiko dari material yang dipesan tidak baik sehingga harus dikembaliakan.

3.Untuk menumpuk bahan-bahan yang dihasilkan secara musiman sehingga dapat digunakan bila bahan itu tidak ada dalam pasaran.

4.Mempertahankan stabilitas operasi perusahaan atau menjamin kelancaran arus produksi .

5.Mencapai penggunaan mesin yang optimal.

6.Memberikan pelayanan (service)kepada pelanggan dengan sebaik-baiknya dimana keinginan pelanggan pada suatu waktu dapat dipenuhi adalah memberikan jaminan tetap tersedianya barang jadi tersebut

7.Membuat pengadaan atau produksi tidak perlu sesuai dengan penggunaan atau penjualannya.Karena sangat luasnya pengertian dan jenis persediaan maka dalam pembahasan selanjutnya hanya akan menekankan pada masalah persediaan bahan baku.

Bahan baku (bahan mentah) menurut Suyadi Prawirosentono(2001:61) merupakan bahan baku utama dari suatau produk atau barang, hal ini dapat secara visual bahwa bahan tersebut merupakan bahan utama untuk membuat produk.

Persediaan dapat juga dikatakan sebagai sekumpulan produk fisik pada berbagai proses produksi atau transformasi dari bahan mentah menjadi barang jadi. Persediaan ini mungkin tetap berada dalam gudang pabrik, toko pengecer.

Adapun fungsi persediaan menurut Freddy Rangkuty (2004:15) adalah sebagi berikut:

1. FungsiDecouplingadalah persediaan yang memungkinkan perusahaan dapat memenuhi permintaan pelanggan tanpa tergantung pada supplier.

2. FungsiEconomic Lot Sizing, persediaan ini perlu mempertimbangkan penghematan atau potongan pembelian, biaya pengangkutan per unit menjadi lebih murah dan sebagainya.

3. Fungsi Antisipasi, apabila perusahaan menghadapi fluktuasi permintaan yang dapat diperkirakan dan diramalkan berdasarkan pengalaman atau data data masa lalu yaitu permintaaan musiman.

2.3. Pengertian Manajemen Persediaan

Manajemen persediaan merupakan bagian dari Manajemen Keuangan yang dalam kegiatannya bertugas untuk mengawasi aktiva perusahaan.

Sebelum membuat keputusan tentang persediaan tentu bagian ini harus memahami konsep persediaan. Dalam Manajemen Persediaan terdapat 2 (dua) hal yang perlu diperhatikan yaitu menurut Fien Zulfikarijah (2005:9) yaitu:

1. Keputusan persediaan yang bersifat umum merupakan keputusan yang menjadi tugas utama dalam penentuan persediaan baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Keputusan kuantitatif bertujuan untuk mengetahui:a. Barang apa yang akan di stock?

b. Berapa banyak jumlah barang yang akan dip roses dan berapa banyak barang yang akan dipesan?

c. Kapan pembuatan barang akan dilakukan dan kapan melakukan pemesanan?

d. Kapan melakukan pemesanan ulang (Re Order Point)?

e. Metode apakah yang digunakan untuk menentukan jumlah persediaan?

2. Keputusan kualitatif adalah keputusan yang berkaitan dngan tekhnis pemesanan yang mengarah pada analisis data secara deskriptif.a. Jenis barang yang masih tersedia di perusahaan?b.Perusahaan atau individu yang menjadi pemasok barang yang dipesan perusahaan?c.

Sistem pengendalian kualitas persediaan yang digunakian perusahaan?Adapun pengertian Manajemen Persediaan itu sendiri menurut Martin dan Pretty (1996:719) adalahinventory management involves the control of assets are used in the production procces or produced to be sold in the normal course of the firms operations. Yang dapat diartikan bahwa manajemen persediaan mencakup pengendalian dari aktiva dengan diproduksi untuk dijual dalam skala normal dari operasi perusahaan.Adapun tujuan Manajemen Persediaan menurut D.T. Johns dan H.A. Harding (2001:77) adalah meminimalkan investasi dalam persediaan namun tetap konsisten dengan penyediaan tingkat pelayanan yang diminta.

Sedangkan menurut Lukas Setia Atmaja(2003:405) tujuan Manajemen Persediaan adalah mengadakan persediaan yang dibutuhkan untuk operasi yang berkelanjutan pada biaya yang minimum.

2.4. Jenis-Jenis Persediaan

Dilihat dari dari fungsinya persediaan menurut Sofjan Assauri (2004:170) adalah sebagai berikut:

1. Batch StockatauLot size Inventoryyaitu persediaan yang diadakan karena kita membeli atau membuat bahan-bahan atau barang-barang dalam jumlah yang lebih besar daripada jumlah yang dibutuhkan pada saat itu.

Adapun keuntungan yang diperoleh dari adanyaLot Size Inventoryadalah sebagai berikut:

a. Memperoleh potongan harga pada harga pembelian

b. Memperoleh efisiensi produksi (manufacturing economis) karena adanya operasi atau production run yang lebih lama.

c. Adanya pengematan didalam biaya angkutan.

2. Fluctuation Stock adalah persediaan yang diadakan untuk menghadapi fluktuasi permintaan konsumen yang tidak dapat diramalkan.

3. Anticipation stock adalah persediaan yang diadakan untuk menghadapi fluktuasi permintaan yang dapat diramalkan, berdasarkan pola musiman yang terdapat dalam satu tahun dan untuk menghadapi penggunaan atau penjualan permintaan yang meningkat.Sedangkan persediaan dilihat dari jenis atau posisi menurut Sofjan Assauri (2004:171) dapat dibedakan sebagai berikut:

1. Persediaan bahan baku (Raw Material stock) yaitu persediaan dari barang-barang berwujud yang digunakan dalam proses produksi, barang mana dapat diperoleh dari sumber-sumber alam ataupun dibeli dari suplier atau perusahaan yang menghasilkan bahan baku bagi perusahaan pabrik yang menggunakannya.

2. Persediaan bagian produk (Purchased part) yaitu persediaan barang-barang yang terdiri dari part atau bagian yang diterima dari perusahaan lain, yang dapat secara langsung diassembling dengan part lain, tanpa melalui proses produksi sebelumnya.

3. Persediaan bahan-bahan pembantu atau barang-barang perlengkapan (Supplies stock) yaitu persediaan barang-barang atau bahan-bahan yang diperlikan dalam proses produksi untuk membantu berhasilnya produksi atau yang dipergunakan dalam bekerjanya suatu perusaahan, tetapi tidak merupakan bagian atau komponen dari barang jadi.

4. Persediaan barang setengah jadi atau barang dalam proses(work in process/progress stock) yaitu persediaan barang-barang yang keluar dari tiap-tiap bagian dalam satu pabrik atau bahan-bahan yang telah diolah menjadi suatu bentuk, tetapi lebih perlu diproses kembali untuk kemudian menjadi barang jadi

5. Persediaan barang jadi (Finished goods stock) yaitu barang-barang yang telah selesai diproses atau diolah dalam pabrik dan siap untuk dijual kepada pelanggan atau perusahaan lain.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN3.1. Objek Penelitian

Dalam hal ini penulis menganalisis beberapa besar pengaruh sistem informasi logistik terhadap pengendalian persediaan bahan baku di PT. Palunesia Collection TeamPenelitian ini dilakukan di PT. Palunesia Collection Team yang berlokasi di Jalan RE. Martadinata Tondo Palu3.2. Metode PenelitianMetode penelitian memberikan gambaran kepada peneliti tentang langkah-langkah bagaimana penelitian dilakukan sehingga masalah tersebut dapat dipecahkan, sebagaimana yang diungkapkan oleh Moh. Nazir (2003:44) yaitu bahwa metode penelitian merupakan suatu cara, alat serta prosedur yang dilakukan oleh seorang peneliti dalam melakukan penelitiannya. Karenanya, dalam melaksanakan penelitian ini penulis tentunya menentukan serta menggunakan metode penelitian sebagai pedoman dalam kegiatan penelitian.

Dari sekian banyak metedo penelitian yang biasa digunakan hubungannya dengan masalah penelitian yang dipilih, maka penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian eksplanasi ( eksplanatory research ), dimana pada jenis metode penelitian ini lebih menekankan pada pengujian hubungan antar variable yang dihipotesiskan. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Faisal (2007:21) bahwa Hipotesis yang terdapat pada jenis penelitian eksplanasi menggambarkan antar dua atau lebih variable : untuk mengetahui apakah sesuatu variabel berasosiasi ataukah tidak dengan variabel lainnya ; atau apakah sesuatu variabel disebabkan / dipengaruhi ataukah tidak oleh variabel lainnya .Berdasarkan pedoman tersebut, penulis melakukan pengamatan untuk memperoleh data penelitian sesuai dengan tujuan penelitian yaitu untuk mengatahui pengaruh antara system informasi logistic dengan pengendalian persediaan bahan baku yang diberikan oleh PT. Palunesia Collection Team.

3.3. Desain Penelitian

1. Operasionalisasi Variabel

Pada penelitian ini variabel yang digunakan terdiri dari variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y).

Adapun variabel-variabel yang ada sebagai berikut :

a. Variabel bebas (X) : Merupakan variabel penyebab atau yang diduga memberikan suatu pengaruh atau efek terhadap peristiwa lain. Berdasarkan pengertian di atas maka yang menjadi variabel bebas (X) Pengendalian Pesediaan Bahan Bakub. Variabel terikat (Y) : Merupakan variabel yang diturunkan atau efek dari variabel bebas.

Berdasarkan pengertian tersebut maka yang menjadi variabel terikat (Y) pada penelitian ini yaitu Mengifisienkan Biaya Persediaan. Menurut Donald J. Bowershox (2002:220), Pengendalian Persediaan adalah suatu prosedur mekanis untuk melaksanakan suatu kebijaksanaan persdiaan. 2. Sumber Data PenelitianData yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data yang berkaitan dengan variabel X yaitu Pengendalian Persediaan Bahan Baku dan variabel Y yaitu Mengifisienkan Biaya Persediaan. Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :a. Sumber Data Primer

Data Primer yaitu sumber data yang diperoleh secara langsung dari objek penelitian. Dalam penelitian ini sumber data primer diperoleh dari bagian analisa bahan baku yaitu Prayitno.b. Sumber Data Sekunder

Data Sekunder yaitu data-data yang tidak langsung diperoleh dari objek penelitian, akan tetapi melalui bahan-bahan kepustakaan sebagai data referensi atau dari dokumen-dokumen yang berhubungan dengan objek penelitian.

3. Populasi

Untuk mengetahui apakah ada hubungan Pengendalian Persediaan dengan Bahan Baku dan berapa besar pengaruh Pengendalian Persediaan dalam Mengifisienkan Biaya Persediaan, maka harus dilakukan penelitian yang diambil dari wilayah objek penelitian. Wilayah keseluruhan objek atau subjek penelitian yang diambil untuk diteliti dan kemudian menghasilkan suatu kesimpulan disebut populasi. Populasi memiliki karakteristik-karakteristik tertentu yang menghasilkan nilai kualitas atau kuantitas dari objek atau subjek penelitian. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Sugiyono (2002:72) bahwa Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas : objek / subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemuadian ditarik kesimpulannya.Dalam penelitian ini, peneliti mengambil populasi dari seluruh pegawai Perusahaan yang terdiri dari Karyawan Bagian Gudang dan Analisa Bahan Baku4. Teknik dan Alat Pengumpulan Data

Pengumpulan data penelitian dapat dilakukan dengan menggunakan sumber primer atau sumber sekunder. Dalam pelaksanaan pengumpulan data tersebut dapat dilakukan dengan beberapa cara atau alat yang digunakan untuk memperoleh data penelitian yang disebut dengan istilah teknik pengumpulan data. Adapun tujuan dari teknik pengumpulan data adalah untuk memperoleh ukuran tentang Pengendalian Persediaan dalam Mengifisienkan Biaya Persediaan.

Teknik Pengumpulan data yang dilakukan oleh penyusun dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :1. Observasi

Dilakukan dengan pengamatan langsung terhadap objek penelitian serta mencatat segala yang dilihat dan didengar pada saat melakukan kegiatan observasi.

2. Wawancara

Mengajukan beberapa daftar pertanyaan kepada sumber yang ada dilokasi penelitian untuk menemukan permasalahan mengenai Pengaruh Pengendalian Persediaan Bahan Baku terhadap Efisiensi Biaya Persediaan dan untuk mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam. Wawancara ini dilakukan terhadap Pimpinan Bagian Gudang dan Produksi dan Bagian yang terkait dengan Efisiensi Biaya Persediaan Bahan Baku.3. Studi Dokumentasi

Untuk teknik pengumpulan data penunjang digunakan studi dokumentasi. Studi dokumentasi ini bersumber dari dokumen yang dimiliki perusahaan yang berkaitan dengan permasalahan Pengendalian Persediaan Bahan Baku dalam Mengifisienkan Biaya Persediaan.5. Teknik Analisis Data

Analisi data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden terkumpul. Teknis anaisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data regresi. Analisis regresi yaitu menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data-data dari variabel yang diteliti, apakah sesuatu variabel disebabkan/dipengaruhi ataukah tidak oleh variabel lainnya.

15