prinsip manajemen penyakit ginjal kronik - cheps.or.id prinsip manajemen penyakit ginjal kronik...

Download PRINSIP MANAJEMEN PENYAKIT GINJAL KRONIK - cheps.or.id PRINSIP MANAJEMEN PENYAKIT GINJAL KRONIK Afiatin

Post on 07-Sep-2019

5 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • PRINSIP MANAJEMEN PENYAKIT GINJAL KRONIK

    Afiatin Divisi Ginjal Hipertensi Dept IP Dalam FK

    Unpad-RS. Hasan Sadikin Bandung Pernefri Korwil Jawa Barat

  • CURICULUM VITAE

    • Afiatin

    • dr. SpPD KGH

    • Anggota PAPDI, PERNEFRI, INASH, ISN, ISPD and ISHD

    • Staf Divisi Ginjal Hipertensi Dept IP Dalam FK Unpad-RSHS, Ka

    Instalasi Hemodialisis RSHS

    • Penanggung Jawab Unit HD : Klinik Perisai Husada dan RS.

    Santosa Bandung

    • Supervisor Penjamin Mutu Unit HD : beberapa RS di Jawa Barat

  • PANDUAN

  • DEFINISI PGK

  • Definisi PGK • Adanya bukti kerusakan ginjal atau

    • LFG

  • KLASIFIKASI PGK

  • Pasien dengan risiko Penyakit Ginjal

    Kronik (PGK) • Faktor Risiko

    – Diabetes Mellitus

    – Hipertensi

    – Penyakit Autoimmune

    – Systemic infections

    – ISK berulang, nefrolitiasis, obstruksi saluran

    kencing

    – Hiperuricemia

    – Acute kidney injury: Gangguan Ginjal Akut

    – Riwayat Keluarga dengan riwayat PGK

  • • Faktor risiko sosioekonomi – Usia tua

    – Merokok

    – Konsumsi alkohol tinggi

    – Obesitas

    – Riwayat penggunaan NSAIDs

  • Bagaimana caranya

     Skrining: menghitung estimasi Glmerular

    Filtration Rate / Laju Filtrasi Glomerulus (LFG)

    dan tes untuk penanda gangguan fungsi ginjal

    Serum creatinine untuk mengestimasi LFG

    Urinalisis : mencari lekosit dan sel darah

    merah

    Test kualitatif untuk albumin dalam urin

    dengan dipstick (atau protein); Bila positif

    diperlukan pengukuran albumin to creatinin

    ratio

  • KLASIFIKASI ALBUMINURIA

  • PENENTUAN LAJU FILTRASI GLOMERULUS

    Pengukuran dengan modalitas :

    Kedokteran Nuklir

    Jenis Pemeriksaan

    • Pengukuran GFR, Renogram GFR

     Penghitungan dengan metoda

    Estimated GFR

     Dihitung dengan formula yang

    sudah divalidasi dengan dasar

    kreatinin ataupun cystatin C

     Formula

     CKD-EPI creatinin 2009

     CKD-EPI Cystatin 2012

     CKD-EPI Creatinine –Cystatin 2012

     GFR = 141 × minimum(Scr/κ, 1)α× maximum(Scr/κ, 1)-1.209× 0.993Age× (1.018 if female) × (1.159 if black)

  • KLASIFIKASI RISIKO PADA PGK

  • EVALUASI PGK

    • Evaluasi Kronisitas • Evaluasi Etiologi • Evaluasi LFG : • Dokter selalu menghitung LFG dengan menggunakan formula

    estimated GFR • Lab Klinis :

    – mengukur kreatinin dengan metoda yang terstandarisasi – Melaporkan eGFR dan melabel LFG < 60 ml sebagai fungsi ginjal turun

    • Evaluasi Albuminuria : • Untuk pemeriksaan awal dengan sampel urine pagi

    – Urine albumin to creatinine ratio (ACR) – Urine protein to creatinine ratio (AER) – Urinalisis dengan reagent strip dengan pembacaaan otomatis atau

    manual

  • JADWAL PEMANTAUAN STATUS PGK

    BERDASARKAN KLASIFIKASI RISIKO

  • Progresivitas cepat PGK

    • Penurunan kategori LFG dengan penurunan LFG lebih dari 25 % dari baseline

    • Progresivitas cepat : penurunan eGFR lebih dari 5 ml/menit/tahun

    • Prediktor progresivitas PGK :level PGK, Level albuminuria, usia, jenis kelamin, ras,peningkatan tekanan darah, hiperglikemia, dislipidemia, merokok,,obesitas , riwayat penyakit kardiovaskluar,paparan zat nefrotoksik yang lama

  • MANAJEMEN PROGRESIVITAS DAN KOMPLIKASI PGK

  • PRINSIP MANAJEMEN

    • Manajemen progresivitas PGK

    • Manajemen komplikasi yang berkaitan dengan hilangnya fungsi ginjal : anemia

    • CKD Metabolic Bone Disease termasuk abnormalitas laboratorium

    • Asidosis

  • PRINSIP MANAJEMEN PROGRESIVITAS

    Kontrol tekanan darah dan penghambatan Sistem Renin Angiotensin Aldosteron (RAA)

    • penggunaan obat penghambat RAA seperti Angiotensin Converting Enzym atau Angiotensin Receptor Blocker

    • Target tekanan darah : < 140/90 mm Hg

  • Prinsip penggunaan ACE-Inh atau ARB

    Ukur tekanan darah awal, Laju Filtrasi Glomerulus dan kadar kalium serum

    Tentukan waktu kontrol

    Edukasi untuk menurunkan

     Risiko hipotensi

     Risiko penurunan LFG

     Risiko hiperkalemia

     Risiko alergi

     Risiko gangguan janin , penggunaan pada wanita

  • Interval waktu kontrol pasien dengan ACE Inh atau ARB pada tahap inisiasi

    http://www.kidney.org/Professionals/kdoqi/guidelines_bp/images/table123l.jpg http://www.kidney.org/Professionals/kdoqi/guidelines_bp/images/table123l.jpg

  • Interval waktu kontrol pada terapi awal dan perubahan dosis

    http://www.kidney.org/Professionals/kdoqi/guidelines_bp/images/table129l.jpg http://www.kidney.org/Professionals/kdoqi/guidelines_bp/images/table129l.jpg

  • Perubahan dosis berdasarkan perubahan LFG

    http://www.kidney.org/Professionals/kdoqi/guidelines_bp/images/table137l.jpg http://www.kidney.org/Professionals/kdoqi/guidelines_bp/images/table137l.jpg

  • Mengurangi risiko Acute Kidney Injury • Obat nefrotoksik : Aminoglycoside ,

    amphotericin B, NSAIDS – Sesuaikan dosis

    • Bahan radiokontras – Bila diperlukan radiokontras : lakukan

    preservasi ginjal dengan infus natrium bikarbonat dan pertimbangkan N- acetylcysteine pada pasien risiko tinggi sebelum dan sesudah pemberian radiokontrast

    PRINSIP MANAJEMEN PROGRESIVITAS

  • PRINSIP MANAJEMEN PROGRESIVITAS

    Asupan Protein

    • Pada LFG < 30 ml/menit : intake protein < 0,8 gr/kg BB/hari

    • Menghindari asupan protein tinggi > 1,3 gr/kg BB/hari pada pasien dengan risiko tinggi

  • PRINSIP MANAJEMEN PROGRESIVITAS

    Kontrol Gula Darah • Usahakan HbA1 C 7 A% • Hindari penggunaan metformin pada LFG < 30

    ml/menit

    Kurangi asupan garam • Asupan garam < 2 gr per hari setara dengan 5

    gram NaCl (garam dapur)

    • Hiperuricaemia

  • PRINSIP MANAJEMEN PROGRESIVITAS

    Gaya Hidup Sehat

    • Aktivitas fisik 30 menit 5 kali seminggu

    • Kurangi Berat Badan , target BMI : 20 – 25

    • Stop Merokok

    Konsultasi Gizi

    • Pada pasien dengan stadium lebih berat yang memerlukan diet khusus

  • KAPAN SEORANG DOKTER SEBAIKNYA

    MERUJUK PASIEN PGK KE NEFROLOGIST

    • Acute Kidney Injury atau penurunan LFG yang mendadak dan menetap

    • LFG < 30 ml/menit/1,73 m2 ( kategori G4-G5)

    • Albuminuria signifikan : ACR ≥300mg/g persisten atau AER > 300 mg/24 jam

    • Progresivitas dari PGK

    • PGK dengan hipertensi resisten

    • Sindroma Nefritik /Nephritic syndrome (hematuria, proteinuria, dan hipertensi)

    • Hematuria menetap (adanya cast eritrosit atau eritrosit > 20/lapang pandang besar

    • Kelainan kadar kalium yang menetap

    • Nefrolitiasis yang berulang atau berat

    • Penyakit ginjal herediter

  • RUJUKAN

  • Kenapa harus konsultasi dengan nefrologist?

    • Untuk manajemen komplikasi pada PGK berat

    • Untuk membantu membuat rencana perawatan pada PGK

    yang berat dan kompleks

    • Untuk pembuatan keputusan terapi tentang Penyakit

    glomerular dan tubulointerstial yang akut maupun kronik

    dan kompleks

    • Ketika PGK dengan kemungkinan dialisis

    • Ketika LFG turun di bawah 30 mL/min per 1.73 m2

    • Untuk mediskusikan terapi pada pasien Gagal Gnjal

    Terminal atau ESRD

    • Untuk counseling, psychoeducational interventions, dan

    rujukan pembuatan fistula

  • KESIMPULAN

    • Deteksi PGK pada populasi dengan risiko tinggi

    • Tegakkan Diagnosa PGK sampai stadiumnya

    • Tentukan jadwal follow up berdasarkan klasifikasi risiko

    • Manajemen PGK : penghambatan progresivitas dan komplikasi

    • Pahami kapan harus dirujuk kepada nefrologist