presentation1 geothermal

Download Presentation1 geothermal

Post on 22-Nov-2014

1.004 views

Category:

Documents

6 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

 

TRANSCRIPT

  • 1. Geothermal Energy OPTIMASI DAYA LISTRIK PADA PT PERTAMINA GEOTHERMAL ENERGYAREA KAMOJANG JAWA BARAT (Journal) By Eka Rachmania Dimitri Balqis,Katherin Indriawati, Bambang Lelono W. Teknik Fisika, Fakultas Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya Presented By Heri Purnomo 210030023 Geothermal for Energy Solution
  • 2. The Future of Clean Energy- Geothermal March 2013 Geothermal Energy Abstrak PT Pertamina Geothermal Energy, area Kamojang merupakan salah satu Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) terbesar yang terdapat di Indonesia. Produksi daya listrik yang dihasilkan berkisar lebih dari 60 MW dan didistribusikan di daerah Jawa-Bali jenis PLTP di PT Pertamina Geothermal Energy area Kamojang adalah jenis single-flash system.Dengan produksi daya listrik yang cukup besar dan jangkauan yang cukup luas permintaan akan kenaikan daya listrik yang dihasilkan akan meningkat kondisi sumur setiap tahun memiliki karakteristik yang berbeda sehingga hal inilah yang melatarbelakangi perlunya optimasi produksi daya listrik. Penelitian ini dimulai dengan perhitungan nilai aliran eksergi sehingga dapat memperoleh eksergi loss, efisiensi eksergi dan efisiensi eksergi overall
  • 3. The Future of Clean Energy- Geothermal March 2013 Geothermal Energy Pendahuluan Lack of Fosil Energy (Coal, Gas, Oil )
  • 4. The Future of Clean Energy- Geothermal March 2013 Geothermal Energy Pendahuluan Potential Of Geothermal Energy Indonesia secara geologis terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik utama yaitu Lempeng Eropa-Asia India-Australia dan Pasifik yang berperan dalam proses pembentukan gunung api di Indonesia. Kondisi geologi ini memberikan kontribusi nyata akan ketersediaan energi panas bumi di Indonesia (54 % Cadangan Geothermal Dunia berada Di Indonesia) wilayah Indonesia sangat cocok untuk menggunakan sumber Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).
  • 5. The Future of Clean Energy- Geothermal March 2013 Geothermal Energy Potential Of Geothermal Energy PT Pertamina Energy Kamojang Jabar (60 MW) Pendahuluan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi
  • 6. The Future of Clean Energy- Geothermal March 2013 Geothermal Energy Teori Penunjang Skema PLTP
  • 7. The Future of Clean Energy- Geothermal March 2013 Geothermal Energy
  • 8. The Future of Clean Energy- Geothermal March 2013 Geothermal Energy SISTEM FLASH
  • 9. The Future of Clean Energy- Geothermal March 2013 Geothermal Energy SISTEM FLASH SISTEM UAP BASAH (FLASH STEAM) PLTP sistem Flash Steam merupakan PLTP yang paling umum digunakan. Pembangkit jenis ini memanfaatkan reservoir panas bumi yang berisi air dengan temperatur lebih besar dari 182C. Air yang sangat panas ini dialirkan ke atas melalui pipa sumur produksi dengan tekanannya sendiri. Karena mengalir keatas, tekanannya menurun dan beberapa bagian dari air menjadi uap. Uap ini kemudian dipisahkan dari air dan dialirkan untuk memutar turbin. Sisa air dan uap yang terkondensasi kemudian disuntikkan kembali melalui sumur injeksi kedalam reservoir, yang memungkinkan sumber energi ini berkesinambungan dan terbaharui
  • 10. Proses ini digambarkan pada saat kondisi 1 dan 2 pada diagram T-S dimana pada proses ini geofluid mengalami penurunan tekanan dan suhu secara drastis. Hal ini diakibatkan geofluida dari wellhead melewati throttle valve. Selain itu proses flashing ini merupakan proses isentalpik dan adiabatik karena proses ini terjadi secara spontan dan tidak ada pengaruh kerja di dalamnya The Future of Clean Energy- Geothermal March 2013 Geothermal Energy Sehingga dapat dituliskan yaitu sebagai berikut: h1 = h2 (1) Dimana: h1 = entalpi pada wellhead (kJ/kg) h2 = entalpi setelah proses flashing (kJ/kg) Tinjauan Thermodinamika
  • 11. The Future of Clean Energy- Geothermal March 2013 Geothermal Energy
  • 12. The Future of Clean Energy- Geothermal March 2013 Geothermal Energy
  • 13. The Future of Clean Energy- Geothermal March 2013 Geothermal Energy Perhitungan Nilai Energi dan Eksergi pada Plant
  • 14. The Future of Clean Energy- Geothermal March 2013 Geothermal Energy Perhitungan Nilai Energi dan Eksergi pada Plant
  • 15. The Future of Clean Energy- Geothermal Pemodelan sistem plant dan Validasi Pemodelan sistem plant pada penelitian ini dilakukan sesuai dengan persamaan berdasarkan hukum temodinamika. Pemodelan plant dilakukan secara statis ( steady state) yaitu untuk menentukan nilai daya listrik sesuai dengan persamaan (7). Pemodelan secara statik ini dilakukan menggunakan simulasi komputasi dengan pemberian input bernilai konstan yaitu laju aliran maksimum ( ), tekanan wellhead (P), tekanan kondenser (Pc), dan tekanan pada saat tidak ada laju aliran yang mengalir (Pci). Tekanan wellhead dan kondenser mempengaruhi nilai h yaitu h1-h2 serta mempengaruhi nilai massa laju aliran steam. Validasi model dilakukan untuk data yang diperoleh pada PT Pertamina Geothermal Energy (Daya listrik) pada bulan Januari dan Februari 2012. Daya listrik pada bulan Januari dan Februari 2012 berkisar antara 63 MW Penentuan Temperatur Optimum pada Separator (Sesuai dengan fungsi objektif pada persamaan (7), temperatur pada separator berpengaruh terhadap X2 (kualitas steam). Optimasi dilakukan dengan memberikan nilai konstan dari massa laju aliran ( ) yaitu sebesar 119,5 kg/s , nilai dari T1 (Twellhead) sebesar 193C dan nilai dari temperatur kondenser yaitu sebesar 50C. ) Penentuan Temperatur Optimum pada Kondenser (temperatur pada kondenser berpengaruh pada h pada turbin (selisih antara entalpi masukan turbin dan keluaran turbin). Kemudian nilai yang dibuat konstan yaitu massa laju aliran 119,5 kg/s, nilai dari T1 (Twellhead) sebesar 193C dan nilai dari temperatur separator yaitu sebesar 183C. ) Tekanan wellhead merupakan tekanan saat sebelum uap masuk ke dalam separator. Tekanan optimum pada wellhead dapat diperoleh dengan menggunakan simulasi komputasi. Setelah dilakukan optimasi, tekanan wellhead optimum yang diperoleh dapat digunakan yaitu dengan mengatur bukaan throttle valve.
  • 16. The Future of Clean Energy- Geothermal March 2013 Geothermal Energy
  • 17. The Future of Clean Energy- Geothermal March 2013 Geothermal Energy dapat dilihat eksergi loss pada separator dan demister yaitu sebesar 50,792 kW dan 956,42392 kW s edangkan untuk efisiensi eksergi dari separator dan demister cukup tinggi hampir mendekati 100 %. Eksergi loss pada separator dan demister dapat terjadi akibat dari berbagai hal yaitu seperti terjadinya kerusakan pada sambungan di dalam separator yang menyebabkan heat loss dan kondensasi uap. Pipa yang mengalami korosi juga dapat menjadi penyebab terjadinya eksergi loss Selain itu pada komponen drain yang tidak berfungsi semestinya juga dapat menyebabkan eksergi loss
  • 18. Selain itu, dapat dilihat pada tabel nilai eksergi loss paling besar yaitu terdapat pada turbin dan kondenser. Selain itu pada turbin dan kondenser memiliki efisiensi eksergi yang lebih kecil yaitu sebesar 20,5% untuk turbin dan kondenser 0,76 %. Pada turbin, eksergi loss ini dapat terjadi dikarenakan adanya kerugian gesekan terhadap uap yang masuk ke turbin dan kebocoran pada bagian dalam turbin. Selain itu, dapat juga dipengaruhi akibat dari bukaan valve yang tidak sesuai. Untuk kondenser efisiensi yang rendah dapat dipengaruhi panas yang hilang ke lingkungan melalui proses konduksi dan turbulensi serta penyumbatan yang mungkin terjadi pada nozzle sebagai efek dari penyemprotan. The Future of Clean Energy- Geothermal March 2