presentasi kinetika kimia

of 26 /26
KINETIKA HIDROLYSIS PROTEIN PUTIH TELUR DENGAN PEPSIN (Dikutip dari jurnal utama Czech J. Food Sci. Vol 28, 2010, No 5:355-363) Kelompok 12 Feby Valentiya(NIM: G84120052) Yanti Fajarwati (NIM: G84120054) Gempur Irawan (NIM: G84120058) Presentasi Tugas Makalah Kinetika Kimia

Author: yantifajarwati

Post on 12-Nov-2015

30 views

Category:

Documents


3 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Hidrolisis protein

TRANSCRIPT

KINETIKA HIDROLYSIS PROTEIN PUTIH TELUR DENGAN PEPSIN(Dikutip dari jurnal utama Czech J. Food Sci. Vol 28, 2010, No 5:355-363)

Kelompok 12Feby Valentiya(NIM: G84120052)Yanti Fajarwati(NIM: G84120054)Gempur Irawan(NIM: G84120058)

Presentasi Tugas Makalah Kinetika Kimia

This presentation demonstrates the new capabilities of PowerPoint and it is best viewed in Slide Show. These slides are designed to give you great ideas for the presentations youll create in PowerPoint 2010!

For more sample templates, click the File tab, and then on the New tab, click Sample Templates.1

PendahuluanKINETIKA HIDROLYSIS PROTEIN PUTIH TELUR DENGAN PEPSIN1

2

Latar BelakangLatar BelakangTujuanBahan PenelitianProsedur KerjaHasil & Pembahasan

Protease dapat menghidrolisis molekul protein besar menjadi molekul yang lebih kecil, juga dapat memproduksi peptida yang memiliki bioaktivitas khususTerdapat hubungan antara derajat hidrolisis dengan sifat fungsional (Campbell et al 2003, Cigic & Zelenik-Blatnik 2004, Behnke et al 2006). Namun, hubungan antara DH dan bioaktivitas peptida dari hidrolisis putih telur masih belum jelasAnalisis DH dan bioaktivitas peptida dari hidrolisis putih telur dengan enzim pepsin

3

2Tujuan PenelitianKINETIKA HIDROLYSIS PROTEIN PUTIH TELUR DENGAN PEPSIN

4Tujuan PenelitianLatar BelakangTujuanBahan PenelitianProsedur KerjaHasil & Pembahasan

Menentukan mekanisme hidrolisis protein putih telur berdasarkan prinsip kinetika enzim.Mengevaluasi parameter kinetika serta persamaan untuk kondisi operasi yang digunakan dalam industri.

3Bahan PenelitianKINETIKA HIDROLYSIS PROTEIN PUTIH TELUR DENGAN PEPSIN

6Bahan PenelitianBahan :Pepsin (EC 3.4.23.1, 424 U / mg dari babi mukosa lambung) Putih telur mentah diperoleh dari telur ayam segar, dan dibeli dari supermarket lokalSemua bahan kimia lain yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelas analitis.

Latar BelakangTujuanBahan PenelitianProsedur KerjaHasil & Pembahasan

4 Prosedur Kerja KINETIKA HIDROLYSIS PROTEIN PUTIH TELUR DENGAN PEPSIN

8Prosedur KerjaHidrolisis enzimatik protein putih telurInkubasi pada suhu 90selama 15 menit

Putih Telur

0,1 g / l0,3 g / l0,5 g / l0,8 g / lPenambahan pepsin pada 30C, 35C, 40C, dan 45C di batch kemudian diaduk dengan reaktor tangkipH distabil dengan menambahkan 1 mol / l larutan HCl Prosedur KerjaHidrolisis enzimatik protein putih telur (lanjutan)

Sampel hidrolisat diambil pada waktu yang berbeda untuk penentuan nilai derajat hidrolisis (DH)

Inaktivasi pepsin dicapai dengan meningkatkan pH sampai 7,0 dengan penambahan 1 M NaOH.Hidrolisat kemudian disentrifugasi pada 4000 g selama 15 menit.

Prosedur KerjaDH didefinisikan sebagai rasio dari jumlah pemutusan ikatan peptida (jumlah amino bebas yang terbentuk selama proteolisis) dinyatakan setara dengan ekuivalen hidrolisis (h), berhubungan dengan jumlah total ikatan peptida sebelum hidrolisis (htot)Penentuan DH

Prosedur KerjaDH selama reaksi enzimatik putih telur dengan pepsin diukur dengan spektrofotometri dengan metode ninhidrin seperti yang dijelaskan oleh Moore & Stein (1948) dengan beberapa modifikasi oleh Schwartz & Engel (1950). Persentase DH dihitung sesuai dengan rumus:

di mana: N = Jumlah substrat yang dibebaskan oleh kelompok amino produk proteolitik (mmol / g). N0 = Jumlah kelompok amino awal dalam substrat (mmol / g) htot = dihitung dari analisis asam amino dengan menjumlahkan mmol masing-masing asam amino individu per gram protein putih telur Penentuan DH (lanjutan)

Prosedur KerjaMekanisme reaksi enzimatik hidrolisis protein untuk substrat-inhibisi dan enzim inaktivasi dapat dimodelkan sebagai:

Pemodelan enzimatik protein hidrolisis

di mana:E, S = bebas enzim dan substratES, SES = kompleks antara enzim-substratP1, P2 = produk akhir reaksi enzimatikk1, k-1, k2, k3, k-3, k4 = konstanta laju reaksi Kompleks ES kemudian mengalami 2 kemungkinan penguraian yaitu, pertama kembali terurai menjadi E dan S dengan konstanta kecepatan k2, atau melanjutkan reaksi dengan menghasilkan produk (P) dan E dengan konstanta k3, dengan asumsi tidak ada P yang dapat diubah lagi menjadi S.Dalam reaksi enzim dikenal kecepatan reaksi hidrolisis, penguraian, atau reaksi katalis yang disebut Velocity (V).Harga V dari suatu reaksi enzimatik pada umumnya sangat tergantung pada konsentrasi substrat.Semakin tinggi konsentrasi substrat reaksi enzim semakin cepat, sampai mencapai kecepatan tetap.

Dengan memasukan beberapa persamaan kineetika baik dari proses inaktivasi enzim, proses inhibisi substrat didapatkan persamaan logaritma :h = (1/b) ln (1+abt)Mengindikasikan adanya hubungan antara derajat hidrolisis dengan waktu

Prosedur KerjaSemua tes penentuan DH dilakukan dalam tiga ulangan. Analisis regresi nonlinear dilakukan dengan menggunakan perintah CF Tool di Matlab 6.5. Analisis regresi linier, koefisien determinasi (r2) serta signifikan perbedaan tes dalam 95% dan 90% confidence interval ditentukan oleh fungsi statistik SAS 6.12.Analisis statistik

Hasil dan Pembahasan KINETIKA HIDROLYSIS PROTEIN PUTIH TELUR DENGAN PEPSIN 5

17Pengaruh pH pada DH

Hidrolisis meningkat dengan nilai pH, dan nilai DH tertinggi terdapat pada pH 2.0. Laju reaksi menurun lebih cepat pada pH 3.0.

Nilai pH di atas 5.0, pepsin dapat didenaturasi yang bahkan dapat mengakibatkan inaktivasi (Kozlov et al 1979;. Pohl & Dunn 1988). Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Christensen 1955; Schlamowitz & Peterson 1959 pepsin yang memiliki aktivitas optimal pada pH sekitar 1,0, dan pada pH 1,5-3,5 dengan beberapa protein yang terdenaturasi.Pengaruh konsentrasi substrat pada DH

Kurva DH protein putih telur di berbagai awal konsentrasi substrat (105,0 g / l, 175,0 g / l, 262,5 g / l, dan 350,0 g / l) yang ditunjukkan pada Gambar 3.

DH menurun ketika konsentrasi substrat meningkat, sedangkan reaksi enzimatik di konsentrasi substrat rendah (s0 = 105,0 g / l) menunjukkan laju reaksi yang lebih tinggi dengan DH mencapai 6.93 di menit 180.

.

Pengaruh konsentrasi enzim pada DH

Nilai DH yang lebih tinggi diamati pada kenaikan konsentrasi pepsin dan pada kondisi lain yang konstan (s0 = 87,5 g / l, pH = 2,0, T =35 C). Ini berarti bahwa ketika konsentrasi substrat yang mencukupi, meningkatnya konsentrasi enzim akan meningkatkan laju reaksi enzimatik. Hasil ini menunjukkan bahwa laju reaksi bergantung pada jumlah enzim (Davies 1990); Verifikasi eksperimental dari proses reaksiPengaruh perubahan konsentrasi substrat pada DH diikuti selama proses hidrolisis (s0 = 87,5 g / l, e0 = 0,50 g / l, pH = 2.0 dan T = 35 C) seiring dengan bertambahnya waktu.Nilai DH meningkat tajam dengan penambahan konsentrasi substrat pada awal reaksi (dari menit ke-0 sampai menit ke-60); Namun, dengan dilakukan penambahan substrat (20,0 g / l) tidak ada peningkatan DH yang terjadi dari menit ke-60 hingga menit ke-180

Perhitungan reaksi konstanta kinetik.Hasil analisis SAS, koefisien determinasi r2 yang ditemukan 0,9941 dan 0,9978, masing-masinHubungan linear yang baik antara dependen dan independen variabel menunjukkan validitas yang diusulkan Model reaksi sistem EWP-pepsin.

KINETIKA HIDROLYSIS PROTEIN PUTIH TELUR DENGAN PEPSIN 6Simpulan

Simpulan

Persamaan kinetik dapat digunakan untuk mengetahui proses hidrolisis enzimatis protein putih telur menggunakan enzim pepsin. Proses hidrolisis dipengaruhi oleh perubahan suhu, pH, konsentrasi substrat, dan konsentrasi enzim. Proses enzimatis dapat dijelaskan dengan model kinetika orde pertama.wASSALAMUALAiKUM Wr. Wb.Tuhan tidak akan mengubah orang yang tidak pernah belajar dan bekerja untuk mengupayakan kebaikan bagi dirinya sendiri. Yang menghalangi sukses kita adalah diri kita sendiri.