ppt skenario 2 blok neuro

of 40/40
SKENARIO 2 BLOK SARAF DAN PERILAKU KELUMPUHAN WAJAH KELOMPOK A-7

Post on 28-Jan-2016

55 views

Category:

Documents

12 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

PPT SKENARIO 2 KELUMPUHAN WAJAH BLOK SARAF DAN PERILAKU

TRANSCRIPT

SKENARIO 2 BLOK Saraf dan perilaku: KELUMPUHA

SKENARIO 2 BLOK Saraf dan perilakuKELUMPUHAN WAJAH

KELOMPOK A-7

KELOMPOK A-7Ketua: Harvien Bhayangkara(1102013124)Sekretaris: Airindya Bella K(1102013016) Ayu Nujma Paradis(1102011058) Fitria Nengsih(1102012092) Aiman Idrus Alatas(1102013015) Bayu Adhitya W(1102013053) Bayu Hernawan R M(1102013054) Dea Melinda S(1102013072) Darayani Amalia(1102013070) Betari Texania Harsa(1102013058)

Kelumpuhan wajahPerempuan berusia 50 tahun saat sedang berbelanja di pusat perbelanjaan tiba-tiba berbicara cadel dan setelah diperhatikan oleh suaminya wajah pasien terlihat tidak simetris. Pasien juga mengeluh anggota gerak sisi kiri lebih lemah disbanding kanan. Suami langsung membawa istrinya ke IGD RS terdekat. Pemeriksaan tanda vital menunjukkan hipertensi. Pada pemeriksaan fisik ditemukan wajah tidak simetris. Sulkus nasolabialis kiri tampak mendatar, namun kerutan dahi simetris. Pada saat menjulurkan lidah, mencong ke sisi kiri tanpa adanya atrofi papil dan fasikulasi. Terdapat hemiparesis sinistra. Dokter mengatakan pasien mengalami stroke. Sebagai seorang suami, ia berkewajiban untuk menyantuni dan merawat istrinya dengan baik dengan ajaran Islam.

SASARAN BELAJARMemahami dan Menjelaskan Anatomi N.cranialisMemahami dan Menjelaskan Jaras Somatosensorik dan SomatomotorikMemahami dan Menjelaskan Stroke3.1 Definisi3.2 Etiologi dan Faktor Resiko3.3 Epidemiologi3.4 Klasifikasi3.5 Patofisiologi3.6 Manifestasi Klinis3.7 Diagnosis dan Diagnosis BandinG

3.8 Tatalaksana3.9 Komplikasi3.10 Prognosis3.11 PencegahanMemahami dan Menjelaskan Kewajiban Suami Terhadap Istri dalam Ajaran Islam

Anatomi N. cranialis

Jaras Somatosensorik dan SomatomotorikJaras somatosensorik(RESEPTOR)Menurut letaknyaExteroseptor : Perasaan tubuh permukaan (kulit), seperti sensasi nyeri, suhu, dan rabaProprioseptor : Perasaan tubuh dalam, seperti pada otot, sendi, dan tendo.Interoseptor : Perasaan tubuh pada alat-alat viscera atau alat-alat dalam, seperti jantung, lambung, usus, dll.

Menurut tipe atau jenis stimulusMekanoreseptor: Mendeteksi perubahan tekananThermoreseptor: Mendeteksi perubahan suhuNociseptor: Mendeteksi rasa nyeri Chemoreseptor: Mendeteksi rangsang kimiaPhotoreseptor: Mendeteksi perbahan cahayaJaras somatosensorik(Exteroseptor)sinyal diterima reseptor dibawa ke ganglion spinale melalui radiks posterior menuju cornu posterior medulla spinalis berganti menjadi neuron sensoris ke-2 lalu menyilang ke sisi lain medulla spinalis membentuk jaras yang berjalan ke atas yaitu traktus spinotalamikus menuju thalamus di otak berganti menjadi neuron sensoris ke-3 menuju korteks somatosensorik yang berada di girus postsentralis (lobus parietalis)

Jaras somatosensorik(Proprioseptor)sinyal diterima reseptor ganglion spinale radiks posterior medulla spinalis lalu naik sebagai funiculus grasilis dan funiculus cuneatus berakhir di nucleus Goll berganti menjadi neusron sensoris ke-2 menyilang ke sisi lain medulla spinalis menuju thalamus di otak berganti menjadi neuron sensoris ke-3 menuju ke korteks somatosensorik di girus postsentralis (lobus parietalis).

Jaras somatomotorikTractus pyramidalisTractus corticospinalisTractus corticobulbarisTractus ekstrapiramidalTractus reticulospinalTractus tectospinalTractus rubrospinalTractus vestibulospinalTractus olivospinal

Tractus pyramidalis

Tractus ekstrapyramidalis(Reticulospinalis)

Tractus ekstrapyramidalis(tectospinalis) & (rubrospinal)

Tractus ekstrapyramidalis(vestibulospinalis) & (olivospinal)

StrokedefinisiDefisit neurologis yang timbulnya mendadak akibat tersumbat atau pecahnya pembuluh darah otak sehingga menyebabkan sel-sel otak tertentu kekurangan darah, oksigen atau zat-zat makanan dan akhirnya dapat terjadi kematian sel-sel tersebut dalam waktu yang sangat singkat.

EtiologiStroke iskhemikEmboliAtherosklerosis pada arteri otak (pembentukan plak/deposisi lemak pada pembuluh darah)Hiperkoagulabilitas darah, peningkatan kadar platelet, thrombosis

Stroke hemoragicHipertensiAneurisma Kelainan arteriovenosa.Kanker, terutama kanker yang menyebar ke otak dari organ jauh seperti payudara, kulit, dan tiroid.Faktor risikoNon modifiable UsiaJenis kelaminBerat badan lahir rendahRas/etnisGenetik

modifiable HipertensiMerokokDiabetesDiet / nutrisiKolesterol darahKegemukandllepidemiologiStroke lebih banyak dialami laki-laki dibandingkan perempuan. Jumlah penderita stroke meningkat seiring dengan bertambahnya usia.

KlasifikasiStroke iskhemikTransient Ischemic Attack (TIA)EmbolitrombusStroke hemoragicIntraserebralSubarachnoidpatofisiologi

Manifestasi klinis(Stroke hemoragic)Perdarahan IntracerebralOnset perdarahan bersifat mendadak, terutama sewaktu melakukan aktivitas dapat didahului oleh gejala prodromal berupa peningkatan tekanan darah yaitu Nyeri kepala, mual, muntah, gangguan memori, bingung, perdarahan retina, edema papil dan epistaksisPenurunan kesadaran yang berat sampai koma disertai hemiplegia/hemiparese dan dapat disertai kejang fokal / umum.

Perdarahan subarachnoidNyeri kepala mendadak seperti meledak, dramatis, berlangsung dalam 1 2 detik sampai 1 menit.Vertigo, mual, muntah, banyak keringat, mengigil, mudah terangsang, gelisah dan kejang.Dapat ditemukan penurunan kesadaran dan kemudian sadar dalam beberapa menit sampai beberapa jam.Dijumpai gejala-gejala rangsang meningen

Manifestasi klinis(Stroke iskhemik)a. Cerebralis anteriorparalisis lengan dan tungkai kontralateral, rigiditas gangguan gait, inkontinensia urina. Cerebralis media Hemiparesis kontralateral yang mengenai wajah, tangan dan lengan Afasia

a. Cerebralis posterioranomik fasia, aleksia visual agnosiaManifestasi tergantung dengan bagian yang mengalami iskhemikdiagnosisAnamnesis (Auto/allo)Apakah kejadian terjadi secara tiba-tiba?Berapa lama antara kejadian hingga tiba di rumah sakit?Pada saat apa kejadian itu terjadi (bekerja? beristirahat?Apakah penderita sempat muntahApakah langsung disertai kelemahan sebagian tubuh, atau yang lebih ringan perasaan kesemutan pada sebagian tubuh?Apakah ini merupakan kejadian yang pertama?Adakah riwayat kesehatan seperti diabetes, hipertensi, sakit jantung, atau perawatan lainnya di rumah sakit?dll

Pemeriksaan fisikPemeriksaan N. CranialisPemeriksaan tonus ototRefleks patologis (Babinski)Vital sign (Tekanan darah)

Pada penderita stoke gangguan ketangkasan gerak akan disertai gangguan upper motoneuron yang berupa :Tonus otot pada sisi yang lumpuh meninggi.Refleks tendon meningkat pada sisi yang lumpuh.Refleks patologik positif (misal refleks Babinski, Chaddocck dan Oppenheim pada sisi yang lumpuh.

Pemeriksaan penunjang

Skor diagnosis stroke berdasarkan gajah madaSkor diagnosis stroke menurut Siriraj

Keterangan :DK = Derajat kesadaran (Sadar = 0, mengantuk/stupor = 1, semikoma/koma = 2)MT = Muntah (Tidak muntah = 0, muntah = 1)NK = Nyeri kepala (Tidak nyeri kepala = 0, nyeri kepala = 1)TD = Tekanan darah diastolicTA = Tanda ateroma (Tidak ada tanda ateroma = 0, ada tanda ateroma (seperti : diabetes angina, penyakit pembuluh darah perifer = 1Bila skor total > 1, berarti stroke perdarahanBila skor total < -1, berarti srtoke iskemik

(2,5 X DK) + (2 X MT) + (2 X NK) + (0,1 X TD) (3 X TA) 12

Diagnosis bandingBells palsyMeningitisTrauma kepalaTumor intracranialtatalaksana

komplikasiKomplikasi Dini (0-48 jam pertama)Edema serebri: defisit neurologis cenderung memberat, dapat mengakibatkanpeningkatan tekanan intrakranial, herniasi, dan akhirnya menimbulkan kematian.Infark miokard: penyebab kematian mendadak pada stroke stadium awal.Komplikasi Jangka pendek (1-14 hari pertama)Pneumonia: Akibat immobilisasi lamaInfark miokardEmboli peru: Cenderung terjadi 7 -14 hari pasta stroke, seringkali path saat penderitamulai mobilisasi.Stroke rekuren: Dapat terjadi pada setiap saat.Komplikasi Jangka panjangStroke rekuren, infark miokard, gangguan vaskular lain: penyakit vascular perifer. Komplikasi yang terjadi pada pasien stroke yaitu:Hipoksia serebral diminimsdknn dengan memberi oksigeriasiPenurunan darah serebralEmbolisme serebral.

prognosisIndikator prognosis adalah: tipe dan luasnya serangan, age of onset, dan tingkat kesadaran. Hanya 1/3 pasien bisa kembali pulih setelah serangan stroke iskemik. Umumnya, 1/3-nya lagi adalah fatal, dan 1/3- nya mengalami kecacatan jangka panjang. Jika pasien mendapat terapi dengan tepat dalam waktu 3 jam setelah serangan, 33% diantaranya mungkin akan pulih dalam waktu 3 bulan.Prognosis pasien dengan stroke hemoragik (perdarahan intrakranial) tergantung pada ukuran hematoma hematoma > 3 cm umumnya mortalitas tinggi, hematoma yang massive biasanya bersifat lethal. Jika infark terjadi pada spinal cord prognosis bervariasi tergantung keparahan gangguan neurologis jika kontrol motorik dan sensasi nyeri terganggu prognosis buruk.

pencegahan1. Hindari dan hentikan kebiasaan merokokKebiasaan ini dapat menyebabkan atherosclerosis (pengerasan dinding pembuluh darah) dan membuat darah Anda menjadi mudah menggumpal.

2. Periksakan tensi darah secara rutinTekanan darah yang tinggi bisa membuat pembuluh darah Anda mengalami tekanan ekstra. Walaupun tidak menunjukkan gejala, ceklah tensi darah secara teratur.

3. Kendalikan penyakit jantungKalau Anda memiliki gejala atau gangguan jantung seperti detak yang tidak teratur atau kadar kolesterol tinggi, berhati-hatilah karena hal itu akan meningkatkan risiko terjadinya stroke. Mintalah saran dokter untuk langkah terbaik.

4. Atasi dan kendalikan stres dan depresiStres dan depresi dapat menggangu bahkan menimbulkan korban fisik. Jika tidak teratasi, dua hal ini pun dapat menimbulkan problem jangka panjang5. Makanlah dengan sehatHindari makan daging merah terlalu banyak karena lemak jenuhnya bisa membuat pembuluh darah mengeras. Konsumsi makanan berserat dapat mengendalikan lemak dalam darah.

6. Kurangi garamKarena garam akan mengikatkan tekanan darah.

7. Pantau berat badan AndaMemiliki badan gemuk atau obes akan meningkatkan risiko Anda mengalami tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan diabetes, dan semuanya dapat memicu terjadinya stroke.

8. Berolahraga dan aktifMelakukan aktivitas fisik secara teratur membantu Anda menurunkan tensi darah dan menciptakan keseimbangan lemak yang sehat dalam darah.

9. Kurangi alkoholMeminum alkohol dapat menaikkan tensi darah, oleh karena itu menguranginya berarti menghindarkan Anda dari tekanan darah tinggi.Kewajiban Suami Terhadap Istri dalam Ajaran IslamKewajiban Suami Terhadap Istri dalam Ajaran IslamBergaul dengan istri dengan cara yang marufMemberi nafkah, pakaian dan tempat tinggal dengan baikMeluangkan waktu untuk bercanda dengan istri tercintaMenyempatkan waktu untuk mendengar curhatan istriMengajarkan istri masalah agamaTidak mempersoalkan kesalahan kecil istriTidak memukul istri di wajah dan tidak menjelek-jelekan istriTidak meng-hajr (pisah ranjang) dalam rangka mendidik selain di dalam rumahMemberikan hak istri dalam hubungan intimMemberikan istri kesempatan untuk menghadiri shalat jamaahTidak menyebar rahasia dan aib istri, sebagaimana pernah diterangkan dalam kewajiban istriBerhias diri di hadapan istri sebagaimana suami mengingikan demikian pada istriSelalu berprasangka baik dengan istri

Daftar pustakaBannister R. Consciousness and Unconciousness. Brain's clinical Neurology 5th ed. Oxford : The English Book Society Oxford University Press, 2000; pp 150 - 160.Chandra B. Diagnostik dan penanggulangan penderita dalam koma Cermin Dunia Kedokteran, nomor khusus, 2002; 95 - 100.Gunawan , Sulistis Gan et all. (2007). Farmakologi dan Terapi Edisi 5. Jakarta. FKUIKowalak, Jennifer P., William Welsh, (2011). Buku Ajar Patofisiologi. Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran EGC.Martono, Hadi. Strok Dan Penatalaksanaannya Oleh Internis. Dalam: Sudoyo A, setyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam jilid 1 edisi 5. Jakarta: InternaPublishing 2009: 892-897.Price.Sylvia A.,Wilson.Lorraine M, (2006). Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit., Edisi 6. Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran EGC.Pedoman Praktis Pemeriksaan Neurologi FK UI. Kesadaran. Jakarta 2006; hal. 39-50.Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia, (2011), Guideline Stroke Tahun 2011, Jakarta.Rizal T. Rumawas. Patologi dan patofisiologi gangguan kesadaran. Simposium Koma, Jakarta 3 September 2001; hal 1 - 13.Uddin, Jurnalis. 2009. Anatomi Susunan Saraf Manusia. FKUY : Jakarta

terima kasihWassalamualaikum wr. Wb.