ppt rhinitis fix

Click here to load reader

Post on 03-Mar-2016

24 views

Category:

Documents

8 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

RHINITIS

TRANSCRIPT

  • RHINITIS

    HILYATUS SHALIHAT,S.Ked

  • PENDAHULUANRinitis Proses inflamasi yang terjadi pada membran mukosa hidung, yang ditandai dengan gejala-gejala hidung seperti rasa panas di rongga hidung, rinore, dan hidung tersumbat.Secara garis besar, rinitis dibagi 2 bagian yaitu rinitis nonalergik dan rinitis alergiRinitis nonalergi yang disebabkan oleh infeksi dibagi atas dua bagian besar, yaitu rinitis akut dan rinitis kronisRinitis akut : rinitis virus, rinitis bakteri, dan rinitis iritanRinitis kronis dibagi berdasarkan ada tidaknya peradanganRinitis kronis akibat peradangan : rhinitis hipertrofi, rhinitis sika (sicca), dan rhinitis spesifik (difteri, atrofi, sifilis, tuberkulosa, dan jamur). Rinitis kronis yang bukan akibat peradangan : rhinitis alergi, rhinitis vasomotor, dan rhinitis medikamentosa

  • ANATOMI

  • Perdarahan hidung, pada bagian atas rongga hidung mendapat perdarahan A.Etmoid anterior dan posterior. Bagian bawah rongga hidung mendapat perdarahan dari cabang A.maksilaris interna. Bagian depan hidung mendapat perdarahan dari cabang-cabang A.fasialis.

  • Persarafan hidung bagian depan dan atas rongga hdung mendapat persarafan sensoris dari n.Etmoidalis anterior. Rongga hidung lainnya , sebagian besar mendapat persarafan sensoris dari n.Maksilaris melaui ganglion sfenopalatina. Fungsi penghidu berasal dari n.Olfaktorius.

  • Persarafan hidung

  • FISIOLOGI HIDUNG

  • RINITIS AKUT

    RINITIS AKUTRinitis akut adalah radang akut mukosa kavum nasi yang ditandai dengan gejala rinore, obstruksi nasi, bersin, dan disertai gejala umum malaise dan febris.

  • ETIOLOGI RINITIS AKUT

    Ada 2 jenis mikroorganisme yang menimbulkan rinitis akut yaitu

    VIRUS : Rinitis simplek (pilek, Selesema, Comman Cold, Coryza), rinitis influenza, rinitis eksantematous (Morbili, varisela, variola, dan pertusis)BAKTERI : Infeksi non spesifik & rinitis difteriIRITAN : Paparan debu, asap atau gas yang bersifat iritatif

  • FAKTOR PREDISPOSISI1. FAKTOR LUAR : faktor cuaca, antara lain angin, suhu udara, kelembapan dan hujan.

    2. FAKTOR DALAM : daya tahan tubuh yang menurun akibat kelelahan, kurang makanan bergizi, atau defisiensi vitamin A, C, D.

  • GAMBARAN KLINIKPerjalanan klinik rinitis akut terbagi dalam 3 stadium, yaitu :

    Stadium Prodromal (hari pertama)Stadium Akut (hari kedua sampai keempat)Stadium Resolusi/penyembuhan (hari kelima sampai ketujuh)

  • DIAGNOSIS & DIAGNOSIS BANDINGDIAGNOSIS Diagnosis ditegakkan berdasarkan gambaran klinisnyaDIAGNOSIS BANDING

    RINITIS AKUTRINITIS ALERGIWaktu gejala1-2 hariLama, berminggu-minggu, berulang-ulang, pagi sakit, siang sembuhSifat sekretMengental sesudah 3-4 hariEncer terusGejala umumAda : panas, malaiseTidak adaAlergen Tidak adaAda (anamnesis & tes kulit

  • TERAPISelf limiting disease, dapat sembuh sendiri secara spontan setelah kurang lebih 12 mingguSimptomatik : seperti analgetik, antipiretik, nasal dekongestan dan antihistamin disertai dengan istirahat yang cukupTerapi khusus tidak diperlukan kecuali bila terdapat komplikasi seperti infeksi sekunder bakteri, maka antibiotik perlu diberikan

  • PENCEGAHANMenghindari kontak dengan penderitaMeningkatkan daya tahan tubuh Menghindari dinginImunisasi lengkap KOMPLIKASIOtitis media akutSinusitis maksilaInfeksi traktus respiratoris bagian bawah :laringo-trakeo-bronkitis

  • RINITIS KRONIK

    RINITIS KRONIKRinitis disebut kronik bila radang berlangsung lebih dari 1 bulanRinitis kronis dibagi berdasarkan ada tidaknya peradanganRinitis kronis akibat peradangan : rhinitis hipertrofi, rhinitis sika (sicca), dan rhinitis spesifik (difteri, atrofi, sifilis, tuberkulosa, dan jamur). Rinitis kronis yang bukan akibat peradangan : rhinitis alergi, rhinitis vasomotor, dan rhinitis medikamentosa

  • RINITIS KRONIK AKIBAT PERADANGAN

    EtiologiGejala klinisTerapiRinitis HipertrofiInfeksi berulang, sinus, lanjutan rinitis alergi & vasomotorHidung tersumbat, sekret banyak, mukopurulen, sering nyeri kepala, konka inferior hipertrofiKauterisasi konka dengan zat kimia, kauter listrik atau konkotomiRinitis Sika (biasa pada orang tua)lingkungan yang berdebu, panas, dan kering. Anemia, peminum alkohol, dan gizi burukrasa kering di hidung dan kadang-kadang disertai epitaksisObat cuci hidungRinitis DifteriCorynebacterium diphteriaedemam, toksemia, limfadenitis, paralisis, sekret hidung bercampur darahADS (anti difteri serum), penisilin lokal, dan intramuskular

  • RINITIS KRONIK AKIBAT PERADANGAN

    EtiologiGejala klinisTerapiRinitis AtrofiKlebsiela, defisiensi Fe, defisiensi vitamin A, sinusitis kronis, kelainan hormonal, dan penyakit kolagennafas berbau, ingus kental berwarna hijau, ada krusta hijau, gangguan penghidu, sakit kepala, dan hidung tersumbatantibiotika berspektrum luas, obat cuci hidung, vitamin A, dan preparat FeRinitis SifilisTreponema pallidumbercak pada mukosa, ulkus yang dapat mengakibatkan perforasi septum, sekret mukopurulen berbaupenisilin dan obat cuci hidungRinitis TuberkulosaMycobacterium tuberculosishidung tersumbat karena dihasilkannya sekret yang mukopurulen dan krustaantituberkulosis dan obat cuci hidung

  • RINITIS KRONIK AKIBAT PERADANGAN

    EtiologiGejala klinisTerapiRinitis LepraMycobacterium lepraehidung tersumbat, gangguan bau, dan produksi sekret yang sangat infeksiuspemberian dapson, rifampisin, dan clofazimin selama beberapa tahun atau dapat pula seumur hidupRinitis JamurAspergillus (aspergilosis), Rhizopus oryzae (mukormikosis), dan Candida (kandidiasis)nyeri kepala, demam, oftalmoplegia interna dan eksterna, sinusitis paranasalis, sekret hidung yang pekat, gelap, dan berdarahobat anti jamur, yaitu amfoterisin B dan obat cuci hidung

  • RINITIS KRONIK AKIBAT BUKAN PERADANGAN

    EtiologiGejala klinisTerapiRinitis AlergiRiwayat atopi dan bahan alergen (debu rumah, tungau, kotoran serangga, kutu binatang, jamur, serbuk sari, dsb)bersin-bersin, rinore, rasa gatal dan tersumbat setelah mukosa hidung terpapar alergen yang diperantarai oleh IgEMenghindari kontak alergen, antihistamin, dekongestan, antikolinergik, kortikosteroid, anti leukotrien, anti IgE, imunoterapi, operatifRinitis Vasomotoremosi, posisi tubuh, kelembaban udara, perubahan suhu luar, latihan jasmani dan sebagainyagejala hidung tersumbat, ingus yang banyak dan encer serta bersin-bersin walaupun jarangMenghindari pencetus, konservatif, operatifRinitis Medikamentosa pemakaian obat sistemis yang bersifat sebagai antagonis adreno-reseptor alfa seperti anti hipertensi dan psikosedatif hidung tersumbat secara terus menerus tanpa mengeluarkan sekretStop obat pencetus, kombinasi antihistamin oral dengan dekongestan, deksametason intranasal