POLUSI ATAU PENCEMARAN LINGKUNGAN

Download POLUSI ATAU PENCEMARAN LINGKUNGAN

Post on 04-Apr-2018

215 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<ul><li><p>7/29/2019 POLUSI ATAU PENCEMARAN LINGKUNGAN</p><p> 1/17</p><p>UNIVERSITAS NEGERI MANADO | FISIKA GEOTHERMAL</p><p>POLUSI ATAU PENCEMARAN</p><p>LINGKUNGAN</p><p>TUGAS MANDIRIPKLH</p></li><li><p>7/29/2019 POLUSI ATAU PENCEMARAN LINGKUNGAN</p><p> 2/17</p><p>A. DEFINISI POLUSI ATAU PENCEMARAN LINGKUNGAN</p><p>Menurut Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1982 tentang Pokok Pengelolaan Lingkungan</p><p>Hidup, polusi atau pencemaran lingkungan didefinisikan sebagai masuknya atau dimasukkannya</p><p>makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya</p><p>tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan</p><p>turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat</p><p>berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. Namun dalam kenyataan sehari-hari kata polusi</p><p>atau pencemaran lebih merujuk kepada polusi atau pencemaran yang terjadi di udara.</p><p>Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran disebut polutan. Syarat-syarat suatu</p><p>zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup.</p><p>Suatu zat dapat disebut polutan apabila jumlah atau kadarnya melebihi jumlah batas normal serta</p><p>berada pada waktu dan tempat yang tidak tepat. Contohnya, karbon dioksida dengan kadar</p><p>0,033% di udara berfaedah bagi tumbuhan, tetapi bila lebih tinggi dari 0,033% dapat memberikan</p><p>efek merusak.</p><p>Tingkat pencemaran didasarkan pada kadar zat pencemar dan waktu (lamanya) kontak.</p><p>Menurut WHO, tingkat pencemaran dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut :</p><p> Pencemaran yang mulai mengakibatkan iritasi (gangguan) ringan pada panca indra dan tubuhserta telah menimbulkan kerusakan pada ekosistem lain.</p><p> Pencemaran yang sudah mengakibatkan reaksi pada faal tubuh dan menyebabkan sakit yangkronis.</p><p> Pencemaran yang kadar zat-zat pencemarnya demikian besarnya sehingga menimbulkangangguan dan sakit atau kematian dalam lingkungan.</p><p>Pencemaran lingkungan berakibat terhadap kesehatan manusia, tata kehidupan,</p><p>pertumbuhan flora dan fauna yang berada dalam jangkauan pencemaran. Gejala pencemaran</p><p>dapat terlihat pada jangka waktu singkat maupun panjang, yaitu pada tingkah laku dan</p><p>pertumbuhan. Pencemaran dalam waktu relatif singkat, terjadi seminggu sampai dengan setahun</p><p>sedangkan pencemaran dalam jangka panjang terjadi setelah masa 20 tahun atau lebih.</p><p>Gejala pencemaran yang terjadi dalam waktu singkat dapat diatasi dengan melihat sumber</p><p>pencemaran lalu mengendalikannya. Tanda-tanda pencemaran ini gampang terlihat pada</p><p>komponen lingkungan yang terkena pencemaran. Berbeda halnya dengan pencemaran yang</p><p>terjadi dalam waktu yang cukup lama. Bahan pencemar sedikit demi sedikit berakumulasi.</p><p>Dampak pencemaran semula tidak begitu kelihatan. Namun setelah menjalani waktu yang</p><p>relatif panjang dampak pencemaran kelihatan nyata dengan berbagai akibat yang ditimbulkan.</p><p>Unsur-unsur lingkungan, mengalami perubahan kehidupan habitat. Tanaman yang semula hidup</p><p>cukup subur menjadi gersang dan digantikan dengan tanaman lain. Jenis binatang tertentu yang</p></li><li><p>7/29/2019 POLUSI ATAU PENCEMARAN LINGKUNGAN</p><p> 3/17</p><p>semula berkembang secara wajar beberapa tahun kemudian menjadi langka, karena mati atau</p><p>mencari tempat lain.</p><p>Pencemaran dapat timbul sebagai akibat kegiatan manusia ataupun disebabkan oleh alam</p><p>(misalnya gunung meletus, gas beracun). Ilmu lingkungan biasanya membahas pencemaran yang</p><p>disebabkan oleh aktivitas manusia, yang dapat dicegah dan dikendalikan. Karena kegiatanmanusia, pencemmaran lingkungan pasti terjadi dan tidak dapat dihindari. Yang dapat dilakukan</p><p>adalah mengurangi pencemaran, mengendalikan pencemaran, dan meningkatkan kesadaran dan</p><p>kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya agar tidak mencemari lingkungan.</p><p>B. KLASIFIKASI PENCEMARAN LINGKUNGAN</p><p>a. Pencemaran Berdasarkan Tempat Terjadinyao Pencemaran Udara</p><p>Pencemaran udara adalah pencemaran yang paling sering terjadi dalam kehidupanmanusia. Udara dikatakan tercemar atau teracuni jika ada bermacam-macam partikel</p><p>yang mengambang di dalamnya, baik berupa partikel padat, cair, dan gas. Pencemaran</p><p>dapat terjadi dimana-mana. Bila pencemaran tersebut terjadi di dalam rumah, di ruang-</p><p>ruang sekolah ataupun di ruang-ruang perkantoran maka disebut sebagai pencemaran</p><p>dalam ruang (indoor pollution). Sedangkan bila pencemarannya terjadi di lingkungan</p><p>rumah, perkotaan, bahkan regional maka disebut sebagai pencemaran di luar ruang</p><p>(outdoor pollution).</p><p>Pencemaran udara dapat terjadi akibat aktivitas dari alam, seperti abu letusan gunung</p><p>berapi, gas-gas vulkanik, serta debu yang berterbangan di udara. Pencemaran udara</p><p>akibat aktivitas manusia kebanyakan terjadi dari penggunaan kendaraan bermotor dan</p><p>limbah pabrik industri. Limbah yang meracuni udara berupa karbon monoksida, senyawa</p><p>belerang (SO2 dan H2S), senyawa nitrogen (NO2), dan chlorofluorocarbon (CFC).</p>http://www.anneahira.com/amdal-pabrik.htmhttp://www.anneahira.com/amdal-pabrik.htm</li><li><p>7/29/2019 POLUSI ATAU PENCEMARAN LINGKUNGAN</p><p> 4/17</p><p> Karbon Dioksida (CO2) dan Karbon Monoksida (CO)Pencemaran udara yang paling menonjol adalah semakin meningkatnya kadar CO2 di</p><p>udara. Karbon dioksida itu berasal dari pabrik, mesin-mesin yang menggunakan</p><p>bahan bakar fosil (batubara, minyak bumi), juga dari mobil, kapal, pesawat terbang,</p><p>dan pembakaran kayu. Meningkatnya kadar CO2 di udara tidak segera diubah</p><p>menjadi oksigen oleh tumbuhan karena banyak hutan di seluruh dunia yang ditebang.Di lingkungan rumah dapat pula terjadi pencemaran. Misalnya, menghidupkan mesin</p><p>mobil di dalam garasi tertutup. Jika proses pembakaran di mesin tidak sempurna,</p><p>maka proses pembakaran itu menghasilkan gas CO (karbon monoksida) yang keluar</p><p>memenuhi ruangan. Hal ini dapat membahayakan orang yang ada di garasi tersebut.</p><p>Selain itu, menghidupkan AC ketika tidur di dalam mobil dalam keadaan tertutup juga</p><p>berbahaya. Bocoran gas CO dari knalpot akan masuk ke dalam mobil, sehingga dapat</p><p>menyebabkan kematian. Lebih lanjut, CO2 dan CO memberikan andil besar bagi</p><p>pemanasan global dengan menimbulkan efek rumah kaca.</p><p> Chlorofluorocarbon (CFC)Pencemaran udara yang berbahaya lainnya adalah gas kloro-fluoro-karbon (disingkat</p><p>CFC). Gas CFC digunakan sebagai gas pengembang, karena tidak beraksi, tidak</p><p>berbau, tidak berasa, dan tidak berbahaya. Gas ini dapat digunakan misalnya untuk</p><p>mengembangkan busa (busa kursi), untuk AC (freon), pendingin pada almari es, dan</p><p>penyemprot rambut (hair spray). Gas CFC yang membumbung tinggi dapat mencapai</p><p>stratosfer terdapat lapisan gas ozon (O3). Lapisan ozon ini merupakan pelindung bumi</p><p>dari pengaruh cahaya ultraviolet. Kalau tidakl ada lapisan ozon, radiasi cahaya</p><p>ultraviolet mencapai permukaan bumi, menyebabkan kematian organisme,</p><p>tumbuhan menjadi kerdil, menimbulkan mutasi genetik, menyebebkan kanker kulit</p><p>atau kanker retina mata. Jika gas CFC mencapai ozon, akan terjadi reaksi antara CFC</p><p>dan ozon, sehingga lapisan ozon tersebut menipis yang kemudian disebut sebagai</p><p>lubang ozon.</p><p> Belerang Oksida (SO, SO2)Gas belerang oksida (SO, SO2) di udara juga dihasilkan oleh pembakaran fosil (minyak,</p><p>batubara). Gas tersebut dapat beraksi dengan gas nitrogen oksida dan air hujan, yang</p><p>menyebabkan air hujan menjadi asam, sehingga terjadilah hujan asam. Hujan asam</p><p>mengakibatkan tumbuhan dan hewan-hewan tanah mati, produksi pertanian</p><p>merosot, semua bahan yang terbuat dari besi dan logam menjadi mudah berkarat.</p><p>Bangunan bangunan kuno, seperti candi, ataupun gedung-gedung modern dan</p><p>infrastruktur perhubungan menjadi cepat aus dan rusak. Hujan asam dapat</p><p>menyebabkan gangguan pernapasan, perubahan morfologi pada daun, batang, dan benih.</p><p> Asap RokokPolutan udara yang lain yang berbahaya bagi kesehatan adalah asap rokok. Asap</p><p>rokok mengandung berbagai bahan pencemar yang dapat menyababkan batuk</p><p>kronis, kanker paru-paru, mempengaruhi janin dalam kandungan dan berbagai</p><p>gangguan kesehatan lainnya. Perokok dapat di bedakan menjadi dua yaitu perokok</p><p>aktif dan perokok pasif. Perokok aktif adalah mereka yang merokok. Perokok pasif</p></li><li><p>7/29/2019 POLUSI ATAU PENCEMARAN LINGKUNGAN</p><p> 5/17</p><p>adalah orang yang tidak merokok tetapi menghirup asap rokok di suatu ruangan.</p><p>Menurut penelitian, perokok pasif memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan</p><p>perokok aktif. Jadi, merokok di dalam ruangan bersama orang lain yang tidak</p><p>merokok dapat mengganggu kesehatan orang lain.</p><p> Radiasi Bahan RadioaktifSumber polusi udara lain dapat berasal dari radiasi bahan radioaktif, misalnya, nuklir.</p><p>Setelah peledakan nuklir, materi radioaktif masuk ke dalam atmosfer dan jatuh di</p><p>bumi. materi radioaktif ini akan terakumulusi di tanah, air, hewan, tumbuhan, dan</p><p>juga pada manusia. Efek pencemaran nuklir terhadap makhluk hidup, dalam taraf</p><p>tertentu, dapat menyebabkan mutasi, berbagai penyakit akibat kelainan gen, dan</p><p>bahkan kematian.</p><p>o Pencemaran AirPencemaran air adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsur, atau komponen lainnya ke</p><p>dalam air sehingga menyebabkan kualitas air terganggu. Kualitas air yang terganggu</p><p>ditandai dengan perubahan bau, rasa, dan warna.</p><p>Ditinjau dari asal polutan dan sumber pencemarannya, pencemaran air dapat dibedakan</p><p>antara lain:</p>http://1.bp.blogspot.com/_0OjbH7T_C1g/SfoGUvzSyhI/AAAAAAAAARQ/G5rIWUxi2XM/s1600-h/uH7lPb72ri.gifhttp://1.bp.blogspot.com/_0OjbH7T_C1g/SfoGUvzSyhI/AAAAAAAAARQ/G5rIWUxi2XM/s1600-h/uH7lPb72ri.gif</li><li><p>7/29/2019 POLUSI ATAU PENCEMARAN LINGKUNGAN</p><p> 6/17</p><p> Limbah PertanianLimbah pertanian dapat mengandung polutan pestisida atau pupuk organik. Pestisida</p><p>mempunyai sifat relatif tidak larut dalam air, tetapi mudah larut dan cenderung</p><p>konsentrasinya meningkat dalam lemak dan sel-sel tubuh mahluk hidup disebut</p><p>Biological Amplification, sehingga apabila masuk dalam rantai makanan</p><p>konsentrasinya makin tinggi dan yang tertinggi adalah pada konsumen puncak.Contohnya ketika di dalam tubuh ikan kadarnya 6 ppm, di dalam tubuh burung</p><p>pemakan ikan kadarnya naik menjadi 100 ppm dan akan meningkat terus sampai</p><p>konsumen puncak. Pestisida dapat mematikan biota sungai. Jika biota sungai tidak</p><p>mati kemudian dimakan oleh hewan atau manusia orang yang memakannya akan</p><p>mengalami keracunan. Limbah pestisida mempunyai aktifitas dalam jangka waktu</p><p>yang lama dan ketika terbawa aliran air keluar dari daerah pertanian, dapat</p><p>mematikan hewan yang bukan sasaran seperti ikan, udang dan hewan air lainnya</p><p>Pupuk organik atau anorganik yang larut dalam air dapat menyuburkan lingkungan air</p><p>(eutrofikasi). Limbah pupuk mengandung fosfat yang dapat merangsang</p><p>pertumbuhan gulma air seperti ganggang dan eceng gondok (blooming). Hal yang</p><p>demikian akan mengancam kelestarian bendungan.</p><p> Limbah Rumah TanggaLimbah rumah tangga yang cair merupakan sumber pencemaran air. Dari limbah</p><p>rumah tangga cair dapat dijumpai berbagai bahan organik (misalnya sisa sayur, ikan,</p><p>nasi, minyak, lemak, air buangan manusia) dan bahan-bahan anorganik (misalnya</p><p>plastik, alumunium, dan botol) yang terbawa air got/parit, kemudian hanyut terbawa</p><p>arus air. Bahan organik yang dibuang ke sungai menyebabkan berkurangnya jumlah</p><p>oksigen terlarut, karena sebagian besar digunakan bakteri untuk proses</p><p>pembusukannya. Akibatnya kadar oksigen dalam air turun dratis sehingga biota air</p><p>akan mati. Bahan anorganik yang tidak dapat diuraikan (non-biodegradable) akan</p><p>mengalami penumpukan pada tempat tertentu, seperti Daerah Aliran Sungai (DAS)</p><p>ataupun selokan, dan akan menyumbat aliran air yang pada akhirnya akan</p><p>menyebabkan banjir. Selain itu, apabila sampah anorganik yang dibuang ke sungai,</p><p>cahaya matahari dapat terhalang dan menghambat proses fotosintesis dari</p><p>tumbuhan air dan alga, yang menghasilkan oksigen.</p><p>Limbah pemukiman lainnya yang paling potensial mencemari air adalah deterjen.</p><p>Pada saat ini hampir setiap rumah tangga menggunakan deterjen, padahal limbah</p><p>deterjen sangat sukar diuraikan oleh bakteri sehingga tetap aktif untuk jangka waktu</p><p>yang lama. Penggunaan deterjen secara besar-besaran juga meningkatkan senyawa</p><p>fosfat pada air sungai atau danau. Fosfat ini merangsang pertumbuhan ganggang dan</p><p>eceng gondok. Pertumbuhan ganggang dan eceng gondok yang tidak terkendali</p><p>menyebabkan permukaan air danau atau sungai tertutup sehingga menghalangi</p><p>masuknya cahaya matahari dan mengakibatkan terhambatnya proses fotosintesis.</p><p>Jika tumbuhan air ini mati, akan terjadi proses pembusukan yang menghabiskan</p><p>persediaan oksigen dan pengendapan bahan-bahan yang menyebabkanpendangkalan.</p></li><li><p>7/29/2019 POLUSI ATAU PENCEMARAN LINGKUNGAN</p><p> 7/17</p><p> Limbah IndustriLimbah industri sangat potensial sebagai penyebab terjadinya pencemaran air. Pada</p><p>umumnya limbah industri mengandung limbah B3, yaitu bahan berbahaya dan</p><p>beracun. Karakteristik limbah B3 adalah korosif/menyebabkan karat, mudah terbakar</p><p>dan meledak, bersifat toksik/beracun dan menyebabkan infeksi/penyakit. Limbah</p><p>industri yang berbahaya antara lain yang mengandung logam dan cairan asam.Misalnya limbah yang dihasilkan industri pelapisan logam, yang mengandung</p><p>tembaga dan nikel serta cairan asam sianida, asam borat, asam kromat, asam nitrat</p><p>dan asam fosfat. Limbah ini bersifat korosif, dapat mematikan tumbuhan dan hewan</p><p>air. Pada manusia menyebabkan iritasi pada kulit dan mata, mengganggu pernafasan</p><p>dan menyebabkan kanker.</p><p>Logam yang paling berbahaya dari limbah industri adalah merkuri atau yang dikenal</p><p>juga sebagai air raksa (Hg) atau air perak. Limbah yang mengandung merkuri selain</p><p>berasal dari industri logam juga berasal dari industri kosmetik, batu baterai, plastik</p><p>dan sebagainya. Di Jepang antara tahun 1953- 1960, lebih dari 100 orang meninggal</p><p>atau cacat karena mengkonsumsi ikan yang berasal dari Teluk Minamata. Teluk ini</p><p>tercemar merkuri yang bearasal dari sebuah pabrik plastik. Senyawa merkuri yang</p><p>terlarut dalam air masuk melalui rantai makanan, yaitu mula-mula masuk ke dalam</p><p>tubuh mikroorganisme yang kemudian dimakan yang dikonsumsi manusia. Bila</p><p>merkuri masuk ke dalam tubuh manusia melalui saluran pencernaan, dapat</p><p>menyebabkan kerusakan akut pada ginjal sedangkan pada anak-anak dapat</p><p>menyebabkan penyakit kuning (acrodynia), alergi kulit, dan sindrom Kawasaki</p><p>(mucocutaneous lymph node syndrome).</p><p>o Pencemaran TanahPencemaran tanah adalah keadaan dimana bahan kimia buatan manusia masuk dan</p><p>merubah lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena kebocoran</p><p>limbah cair atau bahan kimia industri, penggunaan pestisida, masuknya air permukaan</p><p>tanah tercemar ke dalam lapisan sub-permukaan, air limbah dari tempat penimbunan</p><p>sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi</p><p>syarat.</p><p>Jika suatu zat berbahaya telah mencemari permukaan tanah, maka zat itu dapat</p><p>menguap, tersapu air hujan dan atau masuk ke dalam tanah. Pencemaran yang masuk kedalam tanah kemudian terendap sebagai zat kimia beracun di tanah. Zat beracun di tanah</p>http://4.bp.blogspot.com/-BxMjJCATPao/T-xGLH9379I/AAAAAAAAAog/X-KBgPCOUEM/s1600/pt.jpeg</li><li><p>7/29/2019 POLUSI ATAU PENCEMARAN LINGKUNGAN</p><p> 8/17</p><p>tersebut dapat berdampak langsung kepada manusia ketika bersentuhan atau dapat</p><p>mencemari air tanah dan udara di atasnya. Apabila diklasifikasikan maka pencemaran</p><p>tanah dapat terjadi karena hal-hal di bawah ini, yaitu:</p><p>Pencemaran langsung :...</p></li></ul>