politik domestik rusia sebagai pendorong kebijakan pivot

Click here to load reader

Post on 18-Oct-2021

0 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Jurnal Analisis Hubungan Internasional, Vol. 7 No. 3, desember 2018 186
Politik Domestik Rusia Sebagai Pendorong
Kebijakan Pivot ke Asia (2012-2016)
Hutamy Triesthi
Email: [email protected]
Abstract
Russia is a country located between the continent of Europe and Asia, where it has closeness relation to the West in previous eras. Orientation shift towards the East began since Mikhail Gorbachev era, but reported stagnation. Asia is considered as important as Europe. Pivot to Asia increased after 2012. Through domestic politics level of analysis, interest is seen as important factor to explain the shift and increase of pivot to Asia. Political interests will be represented by small groups or inner circles of the government. This study found that business and military blocks have a tendencies to increase pivot to Asia. Business blocks see Asia’s rapid development to expand their business to Asia. Meanwhile, the military blocks want to change Russia's position in the region. This blocks see Russi’s possibility to become a stability and regional keeper. This study can help us to understand more about domestic politics in foreign policy analysis.
Keywords: foreign policy, Rusia, Asia, pivot, domestic politics, interest.
Abstrak
Rusia merupakan negara yang terletak antara benua Eropa dan Asia, yang mana ia memiliki
kedekatan hubungan dengan Barat di era-era sebelumnya. Pergeseran orientasi ke arah Timur
dimulai sejak era Mikhail Gorbachev, namun mengalami stagnasi. Asia dianggap sebagai benua
yang sama pentingnya dengan Eropa. Pivot ke Asia yang dilakukan oleh Rusia makin meningkat
setelah tahun 2012. Dilihat dari level analisis politik domestik, kepentingan menjadi faktor
penting untuk menjelaskan pergeseran fokus serta peningkatan pivot ke Asia. Kepentingan
politik akan diwakilkan oleh kelompok kecil atau inner circle pemerintah. Penelitian ini
menemukan bahwa adanya kepentingan dari blok bisnis dan militer untuk meningkatkan pivot
ke Asia. Blok bisnis melihat perkembangan Asia yang pesat, sehingga mereka ingin untuk
memperluas bisnisnya ke wilayah Asia. Sedangkan, untuk blok militer, mereka ingin
memperkuat posisi Rusia di kawasan tersebut sehingga Rusia bisa menjadi penjaga stabilitas
dan keamanan regional. Dengan penemuan tersebut, dapat dilihat arti penting dari politik
domestik dalam analisis kebijakan luar negeri.
Kata Kunci: kebijakan luar negeri, Rusia, Asia, pivot, politik domestik, kepentingan.
Pendahuluan
sehingga dipengaruhi baik dari segi
budaya maupun identitas keduanya. Hal
ini membentuk karakteristik identitas
nasionalnya. Karakteristik identitas
selama berabad-abad. Terdapat tiga
kelompok argumen mengenai identitas
menyatakan bahwa Rusia merupakan
Politik domestik rusia
187 Jurnal Analisis
menyatakan Rusia lebih dekat dengan
Asia. Serta, kelompok ketiga yang
menyatakan bahwa Rusia bukanlah
memiliki identitasnya sendiri yang
nilai Barat dan Timur (Baranovsky,
2000).
membawa kedekatan terhadap Eropa
dengan menetapkan St. Petersbur
garis Barat. Selain itu, Rusia juga
menetapkan birokrasi bergaya Jerman.
merupakan benua yang maju,
berkebalikan dengan Asia (Baranovsky,
menjadi kekuatan penting dalam concert
of Europe. Kedekatan dengan Eropa
terus meningkat pada abad ke-17 dan 18.
Eropa menjadi peradaban yang bergerak
secara dinamis. Hal ini yang membuat
Rusia terus mendekatkan dirinya dengan
Eropa.Walau demikian, matrix budaya
Barat (Lavrov, 2016). Selain itu, muncul
kepercayaan bahwa Asia sama uniknya
dengan Eropa. Salah satu orang yang
memiliki pemahaman vital terhadap
Mikhail Gorbachev.
tahun 1986, yang mana ia mengatakan
“We stand for peaceful, good-neigborly
relations and for mutually beneficial
cooperation, which has incidentally
East and in the Pacific” (NY Times, 1986).
Pertumbuhan ekonomi Asia serta
kawasan Asia-Pasifik menimbulkan
membuat kawasan Asia-Pasifik menjadi
yang sejalan dengan pernyataan
neighbours in the Asia-Pacific region is
one of Russia’s foreign policy priorities”
(Putin, 2012). APEC 2012 menandakan
makin intensifnya pelaksanaan pivot ke
Asiaa.
negeri Rusia tahun 2013. Pada pasal 6
dalam Concept of Foreign Policy of the
Russian Federation tahun 2013
ditekankan pelaksanaan pivot. “The
economy and politics continues to
diminish. The global power and
development potential is now more
dispersed and is shifting to the East,
primarily to the Asia-Pacific region. The
emergence of new global economic and
political actors with Western countries
trying to preserve their traditional
positions enhances global competition,
Ministry of Foreign Affairs of the Russian
Federation, 2013).
Di kawasan Asia Timur, Rusia aktif
meningkatkan hubungannya dengan
untuk masuk ke wilayah Asia. Hubungan
keduanya pasca Perang Dingin semakin
meningkat. Faktor geopolitik memiliki
peranan besar dalam peningkatan
hubungan Rusia dan Tiongkok,
selanjutnya didorong dengan kerjasama
Rusia meningkatkan aspek retoris dan
praktis hubungannya dengan "Joint
Hutamy triesthi
Jurnal Analisis Hubungan Internasional, Vol. 7 No. 3, desember 2018 188
Declaration of the Russian Federation
and the People’s Republic of Tiongkok on
the New Stage of Comprehensive
Partnership and Strategic Cooperation”
(The BRICs Post, 2015).
Hubungan Rusia dengan Jepang
Shinzo Abe setuju untuk membuka
negosiasi kembali saat kunjungan
balance of power yang terjadi di kawasan
tersebut menawarkan Tokyo dan
Moskow kesempatan untuk melakukan
strategic reapproachment (Pajon, 2013).
Sedangkan hubungan dengan Korea
perdagangan.
Selatan, Rusia meningkatkan
2015. Rusia dan India memiliki visi
bersama tentang tatanan dunia baru,
lebih adil, seimbang, dan polisentrik
(RIAC, 2017). Kedua belah pihak siap
untuk memperluas hubungan
dalam urusan internal, saling
meningkatkan hubungannya dengan
negara-negara anggotanya secara
untuk membentuk kemitraan ekonomi
faktor krusial dalam interaksi antar
negara. Dengan pertimbangan yang
kebijakan luar negeri dapat berguna
untuk menyelesaikan permasalahan atau
negeri. Sehingga interaksi yang terjadi di
dalam negeri merupakan salah satu
elemen dalam kebijakan luar negeri.
Dalam konteks kebijakan luar negeri,
pemerintah nasional dipahami sebagai
motivasi untuk mempengaruhi entitas
Kebijakan luar negeri terdiri dari
pengembangan dan usaha untuk
mencapai tujuan dengan mempengaruhi
satu atau lebih aktor lain di luar entitas
yurisdiksi politiknya (Hermann, 1983).
kelompok kecil atau inner circle. Inner
circle menarik konsensus dari berbagai
aktor yang diwakilinya, seperti orang-
orang yang ada di dalam blok
kepentingan. Penggunaan pendekatan
multilayer. Kelompok kecil menjadi
penting dikarenakan mereka memiliki
permasalahan yang sedang dibahas
(Garrison, 2010). Orang-orang yang
terdapat dalam kelompok keputusan
kecil biasanya memimpin kelompok-
para pemangku kepentingan penting.
Pendekatan ini menghargai berbagai
Politik domestik rusia
189 Jurnal Analisis
dan lingkungan politik yang lebih luas.
Politik domestik dipengaruhi oleh segala
hal yang bersifat politis yang terjadi
dalam suatu negara. Kepentingan
domestik. Kepentingan berarti
memaksimalkan kemampuan untuk
mempertahankan posisi. Kelompok
kepentingan digambarkan sebagai
yang berusaha mempengaruhi kebijakan
publik (Doeser, 2011). Kelompok
kepentingan tidak bertujuan untuk
berkuasa tetapi lebih berusaha
mempengaruhi mereka yang berada
dalam pemerintahan (Stefanidis, 2001).
negeri untuk mempertahankan kekuatan
para pemimpin politik adalah untuk
mempertahankan kekuatan politik serta
meningkatkan dukungan politik yang
berguna untuk mempertahankan posisi
meningkatkan kekuatan politik mereka
dalam menghadapi masalah domestik
Doeser, 2011).
berbagai aktor representatif yang
interaksi sebagai dinamika politik
dalam sebuah negara, baik itu dari sistem
kekuatan politik atau partai politik,
koalisi maupun oposisi dalam
pemerintahan (Fearon, 1998). Politik
agar beriringan dengan kepentingannya.
orang-orang yang ada di dalam politik
domestiknya. Berdasarkan Minchenko
Masing-masing blok memiliki
Rusia memperhitungkan kepentingan
domestik akan tercermin dalam
Rusia terdiri dari berbagai hubungan
kekuasaan domestik, yang mana
hubungan tersebut merupakan ciri
paling intrinsik dalam pengaturan
seorang wasit dalam memutuskan
(Minchenko Consulting, 2011). Dalam
hingga teman-teman Putin. Teman-
politik secara langsung, melainkan
kebaikan Putinlah yang memberikan
mereka legitimasi (Zygar, 2016).
kerja keras atau ketajaman bisnis tetapi
dari kenalan pribadi mereka dengan
presiden.
Politburo 2.0 terdapat fitur khusus, yakni
pertama, anggotanya tidak pernah
Hutamy triesthi
Jurnal Analisis Hubungan Internasional, Vol. 7 No. 3, desember 2018 190
mengadakan pertemuan umum. Kedua,
mencerminkan pengaruh sebenarnya
pembentukan keijakan sehingga
membentuk dinamika tersendiri dalam
Rusia untuk meningkatkan pivot ke Asia.
Tabel 1:
Terdapat keempat blok yang ada dalam Politburo 2.0 memiliki peranannya masing-masing. Kandidat Politburo 2.0 memiliki kontribusi dalam pembentukan keijakan sehingga
perubahan yang terjadi di dalamnya membentuk dinamika tersendiri dalam politik domestik Rusia. Dinamika ini pula yang menyebabkan dorongan untuk Rusia untuk meningkatkan pivot ke Asia.
Vladimir Putin Administration
Igor Sechin (2012-15)
Sergey Chemezov (2012-15)
Sergey Shoigu (2013-15)
A. Bortnikov (2012-15)
A. Serdyukov (2012)
B. Kolokoltsev (2012-15)
A. Bastrykin (2012-15) *
S. Ivanov (2012-13)
V. Zolotov (2012-15) *
E. Shkolov (2012-15) *
N. Partushev (2012-15)
V. Ivanov (2013-15) *
M. Fradkov (2013-15) *
V. Leebedev (2013-15) *
Y. Chaika (2014-15) *
E. Murov (2014) *
Gennady Timchenko (2012-15)
Yuri Kovalchuk (2012-15)
Arkady Rotenberg (2014-15)
R. Abramovich (2012-15)*
V. Yakunin (2012-14)
A. Miller (2012-15)
A. Rotenberg (2012-13)
G. Gref (2012-15)
V. Potanin (2012-15)
O. Deripaska (2012-15)
M. Fridman (2012-15)*
A. Usmanov (2012-15)*
V. Vekselberg (2012-15) *
V. Alekperov (2012-15)
A. Mordashov (2012-14)*
Keterangan : Merah berarti bagian dari inner circle * berarti tidak memiliki keterkaitan dengan pivot ke Asia
Politik domestik rusia
191 Jurnal Analisis
Namun, tidak semua anggota blok berkontribusi dalam melakukan peningkatan pivot ke Asia, sehingga tidak semuanya akan dibahas dalam pemetaan ini.
Dinamika Blok Bisins Dalam Poliburo 2.0
Blok bisnis mencakup para pebisnis yang dapat mempengaruhi kebijakan karena kontak pribadi dengan Putin maupun karena mereka menyelesaikan tugas-tugas tertentu yang sangat penting bagi pihak berwenang. Politik internal Rusia diwujudkan dengan membangun usaha kemitraan negara, swasta dan perusahaan negara. Hal ini membuat kelompok ini memiliki pengaruh tersendiri dalam pembuatan kebijakan. Individu-individu di sini memberikan kontribusi baik secara langsung maupun tidak dalam pivot ke Asia yang terdiri dari Gennady Timchenko, Yuri Kovalchuk dan Arkady Rotenberg yang ada dalam inner circle Putin, serta Vladimir Yakunin, Alexey Miller, German Gref, Vladimir Potanin, Oleg Deripaska, Vagit Alekperov, Alexei Mordashov, dan Andrey Kostin sebagai anggota blok ini.
Gennady Timchenko merupakan salah satu orang yang paling berkuasa di Rusia. Ia memiliki ikatan yang dekat dengan Putin dan berada dalam inner circle-nya. Ia memiliki peranan penting pada berbagai bisnis di Rusia termasuk dalam perushaan gas Novatek dan penghasil petrokimia Sibur Holding. Timchenko juga mengontrol Grup Volga, bisnis yang berbasis di Rusia dengan kepentingan energi, transportasi, dan konstruksi (Bloomberg, 2018). Kedekatan dengan Putin membuat Timchenko ditunjuk untuk meningkatkan ekonomi Rusia. Timchenko ditunjuk Putin sebagai ketua Dewan Bisnis Rusia-Tiongkok (Foreign Policy, 2016). Dalam perdagangan bilateral antara Rusia dan Tiongkok terdapat lebih dari 100 perusahaan yang terlibat di dalamnya (Foreign Policy, 2016). Hal ini membuat Timchenko menjadi pemain kunci dalam strategi
Rusia ke Beijing. Beijing penting bagi Rusia, karena untuk memasuki pasar Asia harus melewati Beijing terlebih dahulu.
Selanjutnya, terdapat Yuri Kovalchuk. Ia merupakan pemegang saham terbesar Bank Rossiya dan perusahaan asuransi Sogaz (Forbes, 2018). Sama seperti Timchenko, Kovalchuk juga termasuk dalam inner circle Putin. Bank Rossiya termasuk di antara 20 pemberi pinjaman Rusia menurut lembaga pemeringkat Interfax, dengan aset sekitar $9 miliar dan ekuitas $700 juta. Hal tersebut membuat Kovalchuk mengontrol kerajaan keuangan dengan aset strategis penting yang mendukung ekonomi Rusia, termasuk salah satu perusahaan asuransi terbesar di negara itu dan perusahaan manajemen dana pensiun Gazprom (The Organized Crime and Corruption Reporting Project, 2016).
Terakhir dalam inner circle Putin, terdapat Arkady Rotenberg. Ia memiliki kedekatan dengan Putin, sehingga memberikannya pengaruh informal dan sumber daya finansial dalam kerangka kerja untuk mengimplementasikan proyek infrastruktur. Rotenberg merupakan co-owner dari kelompok SGM, perusahaan konstruksi terbesar untuk jaringan pipa gas dan jalur pasokan listrik di Rusia. SGM merupakan kontraktor umum Gazprom untuk pembangunan linier pipa gas. SGM menjadi perusahaan yang mewujudkan berbagai kontrak Gazprom di Asia dengan membangunkan jaringan pipanya. Hal ini membuat SGM menjadi sama pentingnya dengan Gazprom.
Pembahasan selanjutnya adalah anggota blok bisnis yang merupakan kandidat Politburo 2.0. Blok bisnis dibahas berdasarkan sektor-sektor yang diwakili oleh masing-masing individu. Pembahasan dibagi menjadi sektor transportasi; minyak, gas, dan sumber daya alam; serta perbankan. Pembahasan pertama adalah di sektor transportasi yang di dalamnya terdapat Vladimir Yakunin yang merupakan
Hutamy triesthi
Jurnal Analisis Hubungan Internasional, Vol. 7 No. 3, desember 2018 192
Presiden RZD dari Juni 2005 hingga Agustus 2015. RZD merupakan salah satu perusahaan kereta api terbesar di dunia. Vladimir Yakunin hanya tergabung dalam Politburo 2.0 dari tahun 2012-2014, karena pada tahun 2015 ia pensiun dari jabatannya. RZD menjalin kerjasama dengan beberapa negara di Asia, seperti Tiongkok, Jepang, Korea Utara dan Selatan, Vietnam, Indonesia, dan India (Russian Railways, 2018). Dari berbagai perjanjian diatas dapat dilihat bahwa RZD memiliki salah satu kontribusi yang besar dalam pembangunan infrastruktur kereta api di berbagai negara Asia.
Sektor kedua dalam pembahasan adalah sektor minyak, gas, dan sumber daya alam yang terdiri dari Alexey Miller, Vladimir Potanin, Oleg Deripaska, dan Vagit Alekperov. Alexey Miller adalah Wakil Ketua Dewan Direksi dan CEO Gazprom, perusahaan terbesar Rusia dan pemasok energi terbesar di dunia. Putin memandang Gazprom bukan sebagai korporasi, tetapi sebagai alat politik dan sering kali tidak peduli dengan konsekuensi ekonomi dari tindakannya (Zygar, 2016). Grup Gazprom secara aktif beroperasi di pasar LNG di wilayah Asia Pasifik. Gazprom memasok gas ke pasar konsumsi tradisional seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan juga pasar yang sedang berkembang secara dinamis seperti India, Tiongkok, dan Asia Tenggara (Gazprom Export, t.t.). Gazprom merupakan salah satu perusahaan yang mendorong meningkatkan pivot ke Asia. Hal tersebut membuat Gazprom memiliki kontribusi dalam pembuatan kebijakan, ditambah perusahaan ini mayoritas dimiliki oleh negara.
Selanjutnya adalah Vladimir Potanin yang merupakan pemegang posisi Presiden dan Ketua Dewan Direksi Perusahaan Interros. Interros memiliki anak perusahaan seperti Norilsk Nickel yang berfokus di bidang metalurgi dan pertambangan. Norilsk Nickel juga mempertimbangkan langkah-langkah untuk melindungi terhadap kemungkinan sanksi dari Amerika
Serikat dan Uni Eropa (RT, 2014). Norilsk Nickel menjadi salah satu alat diversifikasi Rusia dalam menghadapi sanksi-sanksi yang diberikan terhadap Barat serta untuk meningkatkan kebijakan pivot ke Asia.
Lalu, Oleg Deripaska yang merupakan pendiri dan pemilik salah satu kelompok industri Basic Element. Aset utama Basic Element terkonsentrasi pada enam sektor ekonomi, yakni energi, sumber daya, manufaktur, jasa keuangan, konstruksi dan penerbangan (Global Security, 2018). Melalui afiliasinya, Basic Element memiliki jumlah saham yang signifikan dan mengoperasikan banyak perusahaan. Banyak dari mereka memainkan peran kunci disegmen pasar masing-masing di Rusia dan internasional, termasuk UC RUSAL, GAZ Group, Transstroy dan Ingosstrakh.
Terakhir dalam sektor sektor minyak, gas, dan sumber daya adalah Vagit Alekperov yang merupakan presiden dari perusahaan minyak terdepan Rusia, yakni LUKoil. LUKoil memperluas bisnis perdagangannya di wilayah Asia, terutama untuk nafta dan bahan bakar minyak. Dalam melakukan perluasan bisnis ke Asia Timur, LUKoil berkerjasama dengan Tiongkok (The Moscow Times, 2013). Lukoil telah setuju untuk menjual sahamnya dibeberapa proyek minyak di Kazakhstan kepada Sinopec seharga $1,2 miliar, dalam serangkaian investasi China disektor energi negara tersebut (Financial Times, 2014). Hal ini dilakukan LUKoil dalam rangka untuk masuk ke pasar Asia.
Sektor terakhir dalam blok ini adalah sektor perbankan yang terdiri dari German Gref dan Andrey Kostin. German Gref merupakan CEO dan Ketua Dewan Eksekutif dari bank terbesar di Rusia, Sberbank. Ia memiliki ikatan dengan Putin sejak lama. Dalam menjalankan tugasnya di Sberbank, Gref sering kali mendorong ekspansi internasional (Reuters, 2012). Sedangkan, Andrey Kostin baru masuk ke dalam Politburo 2.0 pada tahun 2013
Politik domestik rusia
193 Jurnal Analisis
Hubungan Internasional, Vol. 7 No. 3, desember 2018
untuk memastikan kehadiran representatif dari bank-bank strategis Rusia. Kostin merupakan Presiden dan Ketua Dewan Manajemen dari Bank VTB, anggota Dewan Pengawas, anggota Strategi dan Komite Tata Kelola Perusahaan, dan Ketua Dewan Direksi beberapa anak perusahaan VTB. Kostin aktif dalam menjadi perwakilan Rusia dalam sektor perbankan.
Berdasarkan Politburo 2.0, kelompok ini memiliki dinamika yang cenderung stabil karena tidak terjadi banyak perubahan signifikan didalamnya. Hanya ada beberapa orang yang keluar dan masuk dari tahun 2012- 2015. Berdasarkan peranan orang-orang yang ada didalamnya, mereka masing- masing mewakili perusahaan atau sektor ekonominya masing-masing. Kebanyakan dari anggota blok bisnis ini ingin melakukan ekspansi perusahaannya ke kawasan Asia, melihat meningkatnya perekonomian Asia. Kelompok ini memiliki kontribusi besar dalam pelaksanaan pivot ke Asia. Hal ini dikarenakan banyak dari pelaksaan pivot dilakukan di bidang ekonomi dan perdagangan yang dijalankan oleh perusahaan-perusahaan yang dibawa oleh orang-orang yang ada dalam kelompok ini.
Dinamika Blok Militer dalam Poliburo 2.0
Blok militer terdiri dari individu- individu yang memiliki peranan penting dalam bidang militer dan keamanan. Blok ini tidak hanya terdiri dari penegak hukum, melainkan juga terdiri dari pemain yang berkontribusi dalam kehidupan politik dan ekonomi negara. Blok ini terdiri dari Igor Sechin, Sergey Chemezov, dan Sergei Shoigu sebagai perwakilan dalam inner circle Putin. Sedangkan anggota dari blok ini terdri dari Alexander Bortnikov, Anatoliy Serdyukov, Vladimir Kolokoltsev, Sergey Ivanov, dan Nikolai Patrushev. Setiap orang memiliki fungsinya masing- masing yang berbeda antara satu dengan lainnya.
Igor Sechin memiliki kedekaatan dengan Putin sejak mereka di KGB dan berlanjut saat Sechin bertanggung jawab atas sektor energi Rusia hingga 2008. Sechin dan Putin memiliki kepentingan ekonomi yang serupa (The Guardian, 2012). Sechin secara bertahap menjadi orang yang paling berpengaruh di industri Rusia dan pemerintah Rusia (Zygar, 2016). Sechin dapat mempengaruhi kebijakan luar negeri Rusia karena ia memiliki histori komunikasi dengan penguasa minyak Amerika Serikat (Vox, 2017). Sechin saat ini menjabat sebagai Ketua Eksekutif Rosneft, perusahaan minyak negara Rusia. Posisi Sechin dalam Rosneft memberikan pengaruh pada industri energi Rusia.
Selanjutnya adalah Sergey Chemezov. Chemezov memiliki kedekatan dengan Putin. Sama seperti Sechin, Chemezov juga merupakan Silovik dan termasuk ke dalam inner circle-nya. Chemezov adalah anggota komisi kerjasama militer-teknis antara Rusia dan negara-negara asing. Ia secara aktif mendukung Rusia untuk mempertahankan dan memperkuat posisinya sebagai pemain terbesar di pasar global untuk produk militer (Global Security, 2018). Ia merupakan kepala dari perusahaan Rostec.
Terakhir dalam inner circle Putin adalah Sergei Shoigu. Ia baru masuk ke dalam Politburo 2.0 dan menjadi inner circle Putin pada tahun 2013. Ia masuk sebagai pengganti dari menteri pertahanan sebelumnya, Anatoly Serdyukov (Global Security, 2018). Sebagai menteri dan politisi yang pandai, ia mendapat keuntungan dari kedekatannya dengan elit Kremlin, memperkuat ikatan regional dan nasional, serta mengembangkan keterampilan bertahan hidup untuk memastikan jabatannya. Shoigu merupakan aliansi Putin yang loyal. Kesetiaan dan kesabaran Shoigu membantunya untuk mempertahankan akses ke Putin.
Hutamy triesthi
Jurnal Analisis Hubungan Internasional, Vol. 7 No. 3, desember 2018 194
Selanjutnya adalah anggota dari blok militer. Pertama, terdapat Alexander Bortnikov yang merupakan direktur FSB sejak Mei 2008. Ia merupakan salah satu mantan anggota KGB dan merupakan dewan direksi dari Sovcomflot. Sovcomflot berfungsi untuk melakukan pengiriman ke wilayah Asia. Perusahaan ini menjadi salah satu ekspedisi yang bisa melewati rute laut utara antara Siberia dan Pasifik, rute yang 30% lebih cepat daripada rute pelayaran konvensional yang melalui Terusan Suez (The Guardian, 2017).
Kedua, terdapat Anatoliy Serdyukov yang merupakan politisi dan pebisnis Rusia yang merupakan Menteri Pertahanan Rusia dari 2007 hingga 2012. Sejak Oktober 2015 Serdyukov bekerja sebagai direktur industri untuk Rostec. Tugasnya di Rostec adalah mengawasi semua kegiatan terkait penerbangan dari pembangunan helikopter ke mesin pesawat terbang. Asia menjadi salah satu bagian penting dalam rencana perusahaan Rostec. Rostec berfokus untuk menjual barang-barang industri pertahanan seperti senapan AK-47 dan mesin untuk jet tempur MiG ke negara- negara lain, termasuk Indonesia, Thailand, dan Filipina (Bloomberg, 2017). Hal ini membuat Rostec terlibat dalam perdagangan senjata di kawasan Asia.
Selanjutnya adalah Vladimir Kolokoltsev. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri Rusia pada tahun 2012, dan sekarang ia merupakan Mayor Jenderal Kepolisian Rusia. Selama menjabat sebagai menteri dalam negeri, ia mengkolaborasi kementeriannya dengan kolega dari berbagai wilayah Asia, salah satunya adalah Asia Tenggara. Pada tahun 2014, Rusia dan mitranya melakukan dialog Asosiasi Pasukan Kepolisian Nasional Wilayah ASEAN (ASEANAPOL) (The Ministry of Internal Affairs of The Russian Federation, 2017). Dialog ini berfungsi untuk meningkatkan kerjasama dalam bidang keamanan antara Rusia dengan negara-negara ASEAN. Kolokoltsev yakin bahwa dialog yang konstruktif dan
terbuka antara badan kepolisian Rusia dan negara-negara ASEAN merupakan kunci stabilitas dan keamanan di Asia Tenggara (The Ministry of Internal Affairs of The Russian Federation, 2017).
Lalu, terdapat Sergei Ivanov yang merupakan teman dekat dan kepercayaan dari Putin. Ia merupakan mantan perwira KGB. Dalam pemerintahan Putin, ia menjabat sebagai menteri pertahanan dan wakil perdana menteri. Di bawah Ivanov, kementerian pertahanan melakukan konsolidasi berbagai fungsi termasuk pasukan kereta, pasukan khusus, layanan kerjasama teknik militer, layanan order pertahanan, layanan pengendalian teknis dan ekspor, serta bagian-bagian dari badan federal untuk energi atom (Global Security, 2018). Setelah Ivanov mulai mengawasi Ukraina, statusnya meningkat di antara anggota Politbiro 2.0. Hal ini yang membuat Ivanov hanya berada pada blok militer dari tahun 2012-2013 dan kemudian pindah ke blok politik. Ivanov memegang posisi-posisi kunci yang memperkuat profilnya. Hal ini menjadikannya seorang pembicara untuk kelompok silovik (Minchenko Consulting, 2014).
Terakhir dalam blok ini adalah Nikolai Patrushev. Anggota inner circle Putin mengatakan bahwa Nikolai Patrushev adalah figur publik Rusia yang paling diremehkan. Dia telah menjadi pusat saraf sebagian besar operasi khusus Putin seperti aneksasi Crimea (Zygar, 2016). Selain itu, Patrushev melakukan kerjasama bilateral untuk mendekatkan hubungannya dengan negara-negara Asia. Dinamika dalam blok ini cenderung stabil, tidak terjadi banyak perubahan…