Pola Pemanfaatan Kerang Bulu (Anadara antiquata) di ... angga.pdfPengambilan sampel kerang bulu (A.…

Download Pola Pemanfaatan Kerang Bulu (Anadara antiquata) di ... angga.pdfPengambilan sampel kerang bulu (A.…

Post on 18-Apr-2019

213 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>Pola Pemanfaatan Kerang Bulu (Anadara antiquata) di Perairan Kawal </p> <p>Kabupaten Bintan </p> <p>Angga Pratama1, Febrianti Lestari</p> <p>2, Dedy Kurniawan </p> <p>anggatata65@gmail.com </p> <p>Program Studi Managemen Sumberdaya Perairan, </p> <p>Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji </p> <p>ABSTRAK </p> <p>Kerang bulu A. antiquata merupakan biota jenis bivalvia yang dimanfaatkan </p> <p>oleh masyarakat sebagai biota konsumsi, sehingga perlu dikaji pola </p> <p>pemanfaatannya. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui </p> <p>potensi da pola pemanfaatan Kerang Bulu (A. antiquata) di Perairan Kawal </p> <p>Kabupaten Bintan. Penelitian ini berlangsung selama bulan April-Juni 2018 </p> <p>dengan metode purposive sampling pada area penangkapan kerang bulu. Dari </p> <p>hasil penelitian diperoleh potensi kerang bulu Anadara antiquata di perairan </p> <p>Kawal memiliki kelimpahan berkisar antara 0,89-1,06 individu/m2 </p> <p>(8999-10556 </p> <p>ind/ha). Pola pemanfaatan kerang bulu di perairan Kawal bahwa penangkapan </p> <p>kerang bulu dilakukan dengan jarak &gt; 50 meter dari bibir pantai. Waktu </p> <p>penangkapan optimum antara bulan Agustus-Desember (musim utara) dengan </p> <p>kondisi arus dan gelombang laut yang cukup kuat. Hasil tangkapan kerang bulu </p> <p>yang ditangkap nelayan umumnya sebanyak 5-10 kg/hari. Penjualan kerang bulu </p> <p>didistribusikan langsung ke pengumpul dengan harga antara Rp. 10.000 11.000 </p> <p>per kg. </p> <p>Kata kunci : Pola Pemanfaatan, Kerang Bulu (Anadara antiquata), Bintan </p> <p>mailto:anggatata65@gmail.com</p> <p>PENDAHULUAN </p> <p>Kawasan perairan Kawal terletak di wilayah administratif Perairan Kawal, </p> <p>Kecamatan Perairan Kawal, Kabupaten Bintan. Kawasan pesisir kawal ditumbuhi </p> <p>oleh berbagai ekosistem mulai dari mangrove pada pesisir, dan ekosistem lamun </p> <p>di kawasan perairannya. Dengan keberadaan ekosistem di perairan kawal </p> <p>memiliki keanekaragaman biota yang berlimpah. Salah satu biota yang dijumpai </p> <p>di perairan Kawal yakni organisme bivalvia. </p> <p>Kelompok organisme bivalvia banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai </p> <p>bahan makanan dan dijual untuk meningkatkan pendapatan ekonominya. Menurut </p> <p>Hulopi (2012) salah satu sumberdaya yang umumnya dimanfaatkan oleh </p> <p>masyarakat pesisir adalah bivalvia. Meskipun tergolong organisme invertebrata </p> <p>yang hidup di daerah intertidal, bivalvia memiliki adaptasi untuk bertahan </p> <p>terhadap arus dan gelombang, namun bivalvia tidak memiliki kemampuan untuk </p> <p>berpindah tempat secara cepat sehingga menjadi organisme yang mudah untuk </p> <p>dimanfaatkan. Kondisi ini juga terjadi diperairan Kawal, Kabupaten Bintan. </p> <p>Jenis bivalvia yang tersebar disepanjang perairan pesisir kawal umumnya </p> <p>dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dalam </p> <p>bentuk konsumsi ataupun dijual. Hal ini didukung oleh pernyataan Afif (2017), </p> <p>bahwa diantara jenis kerang A. antiquata (kerang bulu), Barbatia velata (kijing), </p> <p>Mactra maculata (remis kecil), Mactra pura (kerang anjing), Gafrarium </p> <p>pectinatum (gorap) dan Tapes literatus (remis besar). Kesemua jenis bivalvia </p> <p>yang dijumpai tersebut dapat dikomsumsi, namun jenis yang umumnya </p> <p>dimanfaatakan untuk dijual yakni kerang bulu. </p> <p>Kerang bulu merupakan biota jenis bivalvia yang dimanfaatkan oleh </p> <p>masyarakat sebagai biota konsumsi. Seperti pernyataan Satrioajie (2012) bahwa </p> <p>Salah satu dari berbagai jenis kerang di Indonesia yang dimanfaatkan sebagai </p> <p>bahan pangan altematif berasal dari genus Anadara. Beberapa genus Anadara </p> <p>yang cukup populer antara lain A. granosa, A. indica dan A. antiquata. Berbeda </p> <p>dengan spesies di atas, A. pilula merupakan spesies yang kurang populer, </p> <p>meskipun sebenarnya spesies ini telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat </p> <p>sebagai sumber makanan. </p> <p>Keberadaan kerang bulu di sekitar perairan Kawal untuk saat ini belum di </p> <p>analisa lebih lanjut terkait dengan pola pemanfaatanya. Data pola pemanfaatan </p> <p>bivalvia (A. antiquata) di Kawal dibutuhkan untuk menggambarkan kondisi biota </p> <p>A. antiquata pada saat ini. Dengan demikian mendorong penulis terdorong untuk </p> <p>melakukan penelitian dengan judul Pola Pemanfaatan Bivalvia (A. antiquata) di </p> <p>Perairan Kawal Kabupaten Bintan. </p> <p>BAHAN DAN METODE </p> <p>Penetapan stasiun penelitian dilandaskan atas metode purposive sampling </p> <p>dengan membagi area penelitian menjadi 2 stasiun dengan pertimbangan khusus. </p> <p>Dalam hal ini peneliti ingin mengangkat bahwa penetapan stasiun berdasarkan </p> <p>oleh lokasi yang menjadi lokasi penangkapan (fishing ground) yang umumnya </p> <p>dituju oleh masyarakat sebagai area tangkapan kerang bulu. </p> <p>Pengambilan sampel kerang bulu (A. antiquata) dilakukan pada setiap frame </p> <p>kuadrat (1 x 1) m2 di setiap titik sampling yang telah ditentukan. kerang bulu (A. </p> <p>antiquata) yang berada pada permukaan substrat, diambil dengan cara langsung. </p> <p>Sedangkan kerang bulu (A. antiquata) yang berada di dalam substrat diambil </p> <p>dengan cara mengambil semua substrat dengan bantuan sekop dan ember plastik </p> <p>sampai kedalaman 30 cm. Kedalaman pengambilan sampel tersebut didasarkan </p> <p>pada pertimbangan bahwa sebagian besar kerang bulu (A. antiquata) mempunyai </p> <p>kemampuan untuk membenamkan diri kedalam substrat dasar (infauna) sampai </p> <p>beberapa cm yaitu kedalaman 5-25 cm (Riniatsih dan Widianingsih 2007). </p> <p>Pengambilan sampel kerang bulu di 2 lokasi penangkapan yang telah </p> <p>ditentukan, dilakukan dengan menggunakan garis transek sepanjang 50 meter </p> <p>kearah laut. Titik awal penempatan plot dilakukan pada area yang umumnya </p> <p>merupakan jarak penangkapan kerang bulu (50 meter dari bibir pantai). Untuk </p> <p>setiap garis transek diletakkan plot berukuran 1x1 m dengan jarak 10 meter dari </p> <p>satu plot ke plot lainnya sehingga dalam satu transek terdiri atas 6 plot </p> <p>pengamatan. Untuk masing-masing stasiun, terdiri atas 3 transek sebagai ulangan </p> <p>pengambilan data, sehingga untuk 2 stasiun jumlah transeknya sebanyak 6 transek </p> <p>dan 36 plot. </p> <p>Bivalvia yang diambil dianalisis dan dihitung kepadatannya dengan rumus </p> <p>(Dayanti et al. 2017): </p> <p>K = </p> <p>Keterangan: </p> <p>K = Kelimpahan jenis (ind/m2 : ind/ha) </p> <p>Di = Jumlah individu setiap jenis (individu) </p> <p>A = Luas plot (m2 : ha (1ha=10.000m</p> <p>2) </p> <p>Dalam penelitian ini ada beberapa variabel yang akan ditanyakan kepada </p> <p>nelayan kerang bulu di perairan Kawal, meliputi : </p> <p>- Bentuk pemanfaatannya, mencakup: pemanfaatan secara langsung (tanpa </p> <p>pengolahan) maupun tidak langsung (melewati proses pengolahan), baik untuk </p> <p>keperluan keluarga, adat dan keperluan lain seperti untuk dipasarkan (dijual). </p> <p>- Ukuran kerang yang didapat </p> <p>- Penghasilan yang didapatkan setiap penjualan </p> <p>- Pendistribusian kerang bulu yang ditangkap </p> <p>- Jumlah tangkapan </p> <p>- Periode penangkapan </p> <p>HASIL </p> <p>Potensi Kerang Bulu di Perairan Kawal </p> <p>Hasil observasi atau pengamatan kerang bulu di perairan Perairan Kawal, </p> <p>diketahui jenis kerang bulu yang menjadi komoditas ekonomis dan dapat dijual </p> <p>oleh masyarakat adalah spesies A. antiquata. </p> <p> Gambar . Jenis kerang bulu yang dijumpai di lokasi penelitian perairan Kawal (A. </p> <p>antiquata) </p> <p>Klasifikasi ilmiah: </p> <p>Phylum : Mollusca </p> <p>Class : Bivalvia </p> <p>Family : Tellinidae </p> <p>Genus : Anadara </p> <p>Species : A. antiquata </p> <p> (Lineaus,1758). </p> <p>Deskripsi jenis : </p> <p>- Ukuran kerang ini umumnya </p> <p>berkisar antara 7-10 cm </p> <p>- Jenis ini dijumpai pada area yang </p> <p>ditumbuhi oleh padang lamun </p> <p>dengan tipikal substrat pasir </p> <p>berlumpur </p> <p>- Bentuk cangkang simetris radial </p> <p>(ukuran bagian cangkang kanan dan </p> <p>kiri sama besar) </p> <p>- Pada bagian dalam cangkang kerang </p> <p>bulu ini berwarna kuning. Terdapat </p> <p>garis yang dikenal sebagai garis </p> <p>rusuk pada bibir cangkang </p> <p>- Umumnya dijumpai di pada bagian </p> <p>permukaan substrat hingga </p> <p>kedalaman mencapai 20 cm di dalam </p> <p>substrat. </p> <p>Jumlah jenis kerang bulu yang dijumpai pada titik sampling di dua stasiun </p> <p>pengamatan di sekitar perairan Kawal dilakukan pada 3 transek. Jumlah jenis </p> <p>yang dijumpai berbeda-beda pada masing-masing transek di masing-masing </p> <p>stasiun. </p> <p>Tabel. Jumlah individu kerang bulu di perairan Kawal </p> <p>Stasiun Transek Jumlah (ind) Komposisi (%) </p> <p>I </p> <p>1 5 31,25 </p> <p>2 7 43,75 </p> <p>3 4 25,0 </p> <p>Jumlah 16 100 </p> <p>II </p> <p>1 7 36,84 </p> <p>2 6 31,58 </p> <p>3 6 31,58 </p> <p>Jumlah 19 100 </p> <p>Kepadatan Kerang Bulu di Perairan Kawal </p> <p>Kelimpahan kerang bulu menggambarkan jumlah jenis bivalvia pada ukuran </p> <p>luasan tertentu yang disajikan dengan jumlah individu/ha. </p> <p> Gambar . Kelimpahan jenis kerang bulu pada perairan Kawal </p> <p>8000</p> <p>8500</p> <p>9000</p> <p>9500</p> <p>10000</p> <p>10500</p> <p>11000</p> <p>St. 1 St. 2</p> <p>Kel</p> <p>imp</p> <p>ahan</p> <p> (in</p> <p>d/h</p> <p>a) </p> <p>Stasiun </p> <p>St. 1</p> <p>St. 2</p> <p>Profil Responden Kerang Bulu </p> <p>Berdasarkan hasil wawancara responden kerang bulu di perairan Kawal </p> <p>sebanyak 11 responden memiliki karakteristik yang berbeda-beda dari aspek umur </p> <p>serta gender. </p> <p>(a) (b) </p> <p>Gambar. Persentase responden berdasarkan umur (a) dan gender (b) </p> <p> Gambar. Persentase responden berdasarkan daerah asal dan pendidikan </p> <p> Gambar. Persentase responden berdasarkan pekerjaan </p> <p>9% </p> <p>37% </p> <p>27% </p> <p>27% 25-30</p> <p>&gt;30-35</p> <p>&gt;35-40</p> <p>&gt;40</p> <p>45% </p> <p>55% </p> <p>Laki-Laki</p> <p>Perempuan</p> <p>64% </p> <p>36% Kawal</p> <p>Teluk Bakau</p> <p>27% </p> <p>55% </p> <p>18% </p> <p>SD</p> <p>SMP</p> <p>SMA</p> <p>27% </p> <p>55% </p> <p>18% </p> <p>Nelayan</p> <p>IRT</p> <p>Swasta</p> <p> Gambar. Latar belakang penangkapan kerang bulu </p> <p>Jarak, Musim, dan Waktu Penangkapan Kerang Bulu </p> <p>Hasil wawancara kepada para responden terkait dengan jarak tangkapan, </p> <p>musim tangkapan, serta waktu tangkapan kerang bulu di Kawal disajikan secara </p> <p>rinci seperti pada Gambar berikut. </p> <p> Gambar. Jarak dan waktu penangkapan kerang bulu </p> <p>- Jumlah Hasil Tangkapan Kerang Bulu </p> <p>Jumlah hasil tangkapan kerang bulu di perairan Kawal dihitung dalam satuan </p> <p>kilo gram (kg/hari). Jumlah hasil tangkapan kerang bulu berbeda-beda untuk </p> <p>masing-masing nelayan. Hasil tangkapan kerang bulu di perairan Kawal disajikan </p> <p>pada Gambar berikut </p> <p>36% </p> <p>64% </p> <p>Konsumsi pribadi</p> <p>Dijual</p> <p>55% </p> <p>45% 30-50 m</p> <p>&gt;50 m</p> <p>36% </p> <p>64% </p> <p>2-3 jam</p> <p>&gt; 3 jam</p> <p> Gambar. Jumlah hasil penangkapan kerang bulu </p> <p>- Distribusi dan Hasil Penjualan Kerang Bulu </p> <p>Distribusi hasil kerang bulu yang ditangkap oleh responden beberapa ada yang </p> <p>dijual langsung ke konsumen dengan membuat warung-warung kecil di pinggiran </p> <p>jalan raya Kawal yang banyak dilewati wisatawan lokal. </p> <p> Gambar . Distribusi penjualan kerang bulu </p> <p>PEMBAHASAN </p> <p>Berdasarkan hasil analisis dan identifikasi jenis kerang bulu yang dijumpai di </p> <p>sekitar perairan Kawal berupakan spesies A. antiquata. Jenis A. antiquata ini </p> <p>umumnya ditemukan di ekosistem lamun. Berdasarkan informasi dari masyarakat, </p> <p>jenis ini dijual oleh masyarakat untuk menambah penghasilan sehari-hari. jenis A. </p> <p>antiquata ini memiliki ukuran panjang cangkang sekitar 7 cm dengan lebar </p> <p>cangkang sekitar 4 cm. Jumlah rusuk pada cangkang kerang bulu jenis A. </p> <p>antiquata ini berjumlah 34. Menurut Ambarwati dan Trijoko (2011), jenis A. </p> <p>antiquata memiliki cangkang tebal, berat, dan berwarna putih. Permukaan </p> <p>cangkang dihiasi rusuk-rusuk radial yang sangat nyata. Rusuk radial datar, tanpa </p> <p>tonjolan. Jumlah rusuk radial 3336. </p> <p>Komposisi individu kerang bulu yang dijumpai pada stasiun I berkisar antara </p> <p>25-43,75%. Sedangkan komposisi kerang bulu pada stasiun II berkisar antara </p> <p>9% </p> <p>73% </p> <p>18% </p> <p>&lt; 5 kg/hari</p> <p>5-10 kg/hari</p> <p>&gt;10 kg/hari</p> <p>57% </p> <p>43% Pengumpul</p> <p>Dijual Sendiri</p> <p>31,58-36,84%. Jumlah tertinggi dijumpai pada transek kedua di stasiun I. Dengan </p> <p>demikian, kerang bulu pada stasiun II lebih banyak dari pada stasiun I. Hal ini </p> <p>diduga bahwa kondisi lamun pada stasiun II lebih rapat dibandingkan dengan </p> <p>stasiun I. </p> <p>Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Riniatsih dan Widianingsih </p> <p>(2007) kerang bulu A. antiquata yang dijumpai cukup rendah pada masing-masing </p> <p>stasiun hanya berkisar 1-3 individu. Kerang bulu yang dijumpai pada penelitian </p> <p>ini lebih tinggi dibandingkan dengan penelitian yang dilakukan di perairan Kawal. </p> <p>Di perairan Kawal, jenis kerang bulu yang dijumpai pada setiap stasiun dapat </p> <p>mencapai 7 individu. Artinya jumlahnya masih lebih tinggi dibandingkan dengan </p> <p>literature diatas. </p> <p>Kelimpahan jenis A. antiquata (kerang bulu) pada stasiun I sebesar 8889 </p> <p>individu/ha, sedangkan kelimpahan A. antiquata (kerang bulu) pada stasiun II </p> <p>sebesar 10556 individu/ha. Jika melihat hasil penelitian Dayanti et al. (2017), </p> <p>bahwa kelimpahan bivalvia A. antiquata di perairan Wakatobi berkisar antara </p> <p>4000-9400 individu/ha. Membandingkan dengan referensi tersebut, maka hasil </p> <p>kelimpahan bivalvia di perairan Kawal lebih tinggi. Namun jika dilihat dari hasil </p> <p>penelitian Akhrianti et al. (2014), kelimpahan kerang A. antiquata di Belitung </p> <p>Timur cukup tinggi yakni mencapai 29000 individu/ha. Sehingga hasil </p> <p>kelimpahan kerang bulu di Kawal lebih rendah dari penelitian tersebut. Untuk itu </p> <p>dapat dikatakan bahwa kelimpahan kerang bulu di perairan Kawal termasuk </p> <p>rendah. </p> <p>Kelimpahan kerang bulu di Kawal dipengaruhi oleh adanya eksploitasi yang </p> <p>dilakukan oleh masyarakat sehingga mempengaruhi kelimpahannya dari waktu ke </p> <p>waktu. Kondisi ini dibuktikan dengan data hasil wawancara terkait dengan hasil </p> <p>penangkapan kerang bulu di Kawal untuk setiap nelayan dalam satu kali </p> <p>penangkapan dapat mencapai hasil hingga 5-10 kg. Sehingga diperkirakan jumlah </p> <p>kerang bulu yang ditangkap sebanyak 55-110 kg perhari untuk seluruh nelayan </p> <p>(11 responden) yang melakukan penangkapan kerang bulu. Data ini dapat </p> <p>mempengaruhi kondisi kelimpahan kerang bulu di perairan Kawal. Seperti </p> <p>penelitian Wiyono (2009) bahwa target tangkapan nelayan untuk biota bivalvia </p> <p>diantaranya: kerang hijau (Perna viridis), kerang mencos (Anadara indica), dan </p> <p>kerang bulu (A. antiquata.). </p> <p>Kelompok umur responden yang melakukan penangkapan kerang bulu cukup </p> <p>beragam. Responden dengan umur antara 25-30 tahun sebanyak 9%, sedangkan </p> <p>responden dengan umur antara &gt;30-35 tahun sebanyak 37%, responden dengan </p> <p>umur antara &gt;35-40 tahun sebanyak 27%, dan responden dengan umur &gt;40 tahun </p> <p>sebanyak 27%. Dilihat dari data tersebut, responden dengan umur antara &gt;30-35 </p> <p>tahun merupakan kelompok umur terbanyak yang melakukan penangkapan kerang </p> <p>bulu di Kawal. Diketahui bahwa pada umur &gt;30-35 tahun merupakan umur </p> <p>produktif yang masih dapat bekerja dengan baik untuk mencukupi kehidupan </p> <p>sehari-hari termasuk melakukan penangkapan kerang bulu. </p> <p>Dilihat dari persentase perbedaan gender (jenis kelamin) untuk para responden, </p> <p>diketahui bahwa responden perempuan lebih dominan dengan persentase sekitar </p> <p>55%, sedangkan responden laki-laki memiliki persentase sekitar...</p>

Recommended

View more >