Plant Survey

Download Plant Survey

Post on 02-Jan-2016

339 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Laporan plant survey dalam kedokteran okupasi mengenai paparan hazard fisik terhadap pekerja garment di daerah perindustrian Pulo Gadung, Jakarta TImur.

TRANSCRIPT

BAB I

PENDAHULUAN1.1 Latar belakang

Kemajuan sektor industri di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan ini sejalan dengan peningkatan taraf ekonomi negara. Dengan majunya industri, maka terbukalah lapangan kerja bagi masyarakat, daerah di sekitar perindustrian juga turut berkembang dalam bidang sarana transportasi, komunikasi, perdagangan dan bidang lain. Semua hal ini akan mendorong taraf ekonomi dan sosial masyarakat. Di lain pihak, kemajuan ekonomi merangsang timbulnya industri baru yang mempunyai ruang lingkup yang lebih luas.Meskipun perkembangan industri yang pesat dapat meningkatkan taraf hidup, tetapi berbagai dampak negatif juga bisa terjadi pada masyarakat. Salah satu dampak negatif adalah terhadap kualitas fungsi pernafasan bagi para pekerja dan masyarakat di sekitar daerah perindustrian. Perwujudan kualitas lingkungan yang sehat merupakan bagian pokok di bidang kesehatan. Udara sebagai komponen lingkungan yang penting dalam kehidupan perlu dipelihara dan ditingkatkan kualitasnya sehingga dapat memberikan daya dukungan bagi mahluk hidup untuk hidup secara optimal.Udara merupakan media lingkungan yang merupakan kebutuhan dasar manusia perlu mendapatkan perhatian yang serius, hal ini pula menjadi kebijakan Pembangunan Kesehatan Indonesia 2010 dimana program pengendalian pencemaran udara merupakan salah satu dari sepuluh program unggulan.Debu di sekitar tempat kerja yang berasal dari pabrik industri, misalnya, dapat menyebabkan sesak nafas hingga sakit pernafasan atau penyakit paru yang serius. Penyakit paru ini termasuk penyakit yang banyak diderita masyarakat kita. Ada beberapa jenis debu yang di antaranya bisa menyebabkan penyakit pernafasan atau paru. Yakni debu organik dan anorganik. Debu organik dapat menyebabkan penyakit pernafasan. Ini karena kepekaan dari saluran nafas bagian bawah terutama alveoli terhadap debu meningkat. Kepekaan inilah yang mengakibatkan penyempitan saluran nafas, hingga dapat menghambat aliran udara yang keluar masuk paru dan akibatnya sesak nafas.Banyak jenis debu organik dihasilkan oleh industri tekstil mulai dari proses awal yakni pembuatan biji kapas sampai penenunan. Waktu untuk timbulnya penyakit ini cukup lama. Waktu yang terpendek adalah 5 tahun. Berdasarkan penelitian, angka kesakitan bisa mencapai 60% dan angka tertinggi terjadi pada mereka yang bekerja di bagian pemintalan.Debu anorganik bila terhirup dalam jumlah banyak dapat menimbulkan gangguan paru pula. Debu ini banyak menyerang para pekerja di pabrik semen, asbes, keramik, tambang emas atau besi. Debu ini mengandung partikel-partikel besi, timah putih, asbes dan lainnya. Kemampuan debu untuk bisa masuk ke dalam paru tergantung dari besar kecilnya partikel tersebut.Selain debu fator fisik lainnya yaitu kebisingan yg juga dapat dapat mengganggu kesehatan dan kenyamanan lingkungan. Kebisingan adalah bunyi yang didengar sebagai rangsangn-rangsangan pada telinga oleh getaran-getaran melalui media elastis, dan manakala bunyi-bunyi tersebut tidak dikehendaki. Berdasarkan Kepmenaker, kebisingan adalah suara yang tidak dikehendaki yang bersumber dari alat-alat, proses produksi yang pada tingkat tertentu dapat menimbulkan gangguan kesehatan dan pendengaran.Sumber bising ialah sumber bunyi yang kehadirannya dianggap mengganggu pendengaran baik dari sumber bergerak maupun tidak bergerak. Umumnya sumber kebisingan dapat berasal dari kegiatan industri, perdagangan, pembangunan, alat pembangkit tenaga, alat pengangkut dan kegiatan rumah tangga.Faktor fisik berikutnya adalah penerangan ditempat kerja yang merupakan jumlah penyinaran pada suatu bidang kerja yang diperlukan untuk melaksakan kegiatan secara efektif. Penerangan dapat berasal dai cahaya alami dan buatan. Penerangan adalah penting sebagai suatu faktor keselamatan dalam lingkungan fisik pekerja. Beberapa penyelidikan mengenai hubungan antara produktivitas dengan penerangan telah memperlihatkan, bahwa penerangan yang cukup dan diatur sesuai dengan jenis pekerjaan dapat menghasilkan produksi maksimal dan penekanan biaya. Berdasarkan peraturan pemerintah (1999) tentang persyarataan kesehatan lingkungan kerja.Penerangan yang baik dapat memberikan keuntungan pada tenaga kerja, yaitu peningkatan produksi dan menekan biaya, memperbesar kesempatan dengan hasil kualitas yang meningkat, menurunkan tingkat kecelakaan, memudahkan pengamatan dan pengawasan, mengurangi ketegangan mata, mengurangi terjadinya kerusakan barang-barang yang dikerjakan. Penerangan yang buruk dapat berakibat kelelahan mata, memperpanjang waktu kerja, keluhan pegal didaerah mata dan sakit kepala disekitar mata, kerusakan indra mata, kelelahan mental dan menimbulkan terjadinya kecelakaan.1.2 PermasalahanTerdapatnya bahaya potensial yang dapat mengganggu kesehatan dan keselamatan pekerja yang bekerja di PT. Bina Busana Internusa.

1.3 Tujuan

1.3.1.Tujuan Umum

Untuk mengetahui dan memahami kinerja program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di PT. Bina Busana Internusa.

1.3.2.Tujuan Khusus

1. Untuk mengetahui alur produksi di PT. Bina Busana Internusa.

2. Untuk mengetahui bahaya potensial terutama faktor risiko dan risiko kecelakaan kerja di PT. Bina Busana Internusa.

3. Untuk mengetahui bahaya potensial fisik akibat debu kain, kebisingan dan pencahayaan di lingkungan kerja PT. Bina Busana Internusa.

4. Untuk mengetahui masalah dalam pelaksanaan program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di PT. Bina Busana Internusa.

5. Untuk mengetahui usaha-usaha yang telah dilakukan oleh perusahaan dalam mengatasi masalah yang ada akibat bahaya potensial debu kain yang didapatkan di PT. Bina Busana Internusa.BAB II

Hasil kunjungan

2.1. Informasi Umum2.1.1. Profil Perusahaan

Berdiri

: 10 november 1989

Produk

: mens shirt

: hospital uniform

: office uniform

: working uniform

Lokasi

: Pabrik I

Kawasan Berikat Nusantara Jl. Madura III Blok D No. 19A

Cakung, Cilincing, Jakarta 14140 Indonesia

: Pabrik II

Jl. Pulo Buaran II blok Q No. 1

Pulogadung, Jakarta 13920, Indonesia

Luas wilayah

: Pabrik I : 5.400 m2

Pabrik II : 1.680 m2 Telepon

: Pabrik I : 021-440308

: Pabrik II : 021-46820820

Fax

: Pabrik I : 021-46820820

: Pabrik II : 021-4626086

Kapasitas / tahun : Pabrik I : 18 lajur = 1.920.000 potong / tahun

: Pabrik II : 8 lajur = 840.000 potong / tahun

Pekerja

: Pabrik I : 984 orang

: Pabrik II : 582 orang

: Penjual II : 582 orang

: Penjualan : 399 orang

: Administrasi : 59 orang

Pasar

: Jepang

: Inggris

: Pasar Lokal

Pembeli

: Nagai, Cosalt, departement store, institusi

(Sumber kunjungan lapangan di PT BBI dan Wawancara dengan Manager Human Resource Departement serta company profile PT BBI)2.2. Gambaran Umum

1.2.1. Sejarah Singkat Perusahaan

Pada tanggal 16 oktober 1989 berdiri PT Mitracorp Pasifik Nusantara, yang merupakan head office dari beberapa anak perusahaan, diantaranya adalah PT Bina Busana Internusa dan PT Kharismitra Sukses. PT Bina Busana Internusa berdiri pada tanggal 10 november 1989, yang memproduksi kemeja Valino dan produksi garmen lainnya. PT Kharismitra Sukses berdiri pada tanggal 6 april 1990 dan bergerak sebagai marketing dan distribution kemeja Valino.

Pada tanggal 2 januari 1997 PT Bina Busana Internusa dan PT Kharismitra Sukses digabungkan menjadi PT Bina Busana Internusa, PT Bina Busana Internusa memiliki 2 buah pabrik.

PT Bina Busana Internusa I

Lokasi : jl. Madura III Blok D No. 19A kawasan berikut Nusantara Cakung Cilincing Jakarta 14140, Indonesia.

Pada saat ini PT Bina Busana Internusa I memproduksi seragam rumah sakit yang di pesan oleh Nagai Leben Jepang dan pakaian kerja oleh Cosalt Inggris, space yang dipergunakan untuk lokasi ini adalah 5.400 m2, dengan kapasitas produksi 18 line dan menghasilkan 1.920.000 pieces pertahun mempekerjakan sebanyak 984 orang untuk bagan produksi, 3 orang bagian marketing dan 3 orang untuk tenaga administrasi. Untuk sementara ini PT BBI I hanya menerima pesanan dari Nagai Leben dan Cosalt Inggris serta beberapa pekerjaan yang bersifat subkontraktor.

PT Bina Busana Internusa II

Lokasi : Jl. Pulo Buaran II Blok Q No. I Kawasan Industri Pulo Gadung, Pulo Gadung Jakarta 13920, Indonesia

PT Bina Busana Internusa II memproduksi kemeja Valino, Harry Martin, Cristian Kent, Vissuto, Sierra Morena, Compagnon, dan Bergamo. Kemudian di distribusikan ke departement store yang ada di seluruh Indonesia. Untuk sementara ini counter Valino memiliki 133 outlet, Harry Martin 154 outlet, Christian Kent 17 outlet, Vissuto 12 outlet, Sierra Morena 59 outlet, Compagnon 30 outlet, dan Bergamo 8 outlet. Luas untuk lokasi ini adalah 1.680 m2. Kapasitas produksi mempunyai 8 line serta dapat memproduksi sekitar 840.000 pieces pertahun. Mempekerjakan sebanyak 582 untuk bagian produksi, 601 orang bagian marketing, dan 61 orang untuk tenaga administrasi, untuk sementara ini kemeja yang di produksi oleh PT BBI II hanya didistribusikan ke departement store dan institusional.

1.2.2. Falsafah Perusahaan

Komitmen PT Bina Internusa adalah memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Selain itu juga mempunyai visi ke depan sebagai perusahaan yang memimpin produksi kemeja formal pria di tahun 2015, dengan tekad menjadi yang terbaik dan terbesar sebagai produsen kemeja yang berstandar internasional. Gabungan antara pelayanan yang handal, profesionalisme, teknologi serta didukung oleh pengelolaan usaha serta pemasaran yang mengena pada sasaran.

PT Bina Busana Internusa mendukung sepenuhnya pembangunan di Indonesia dengan memberikan pe

Recommended

View more >