plagiat merupakan tindakan tidak terpuji · semester ganjil tahun ajaran 2011/2012 yang berjumlah...

Click here to load reader

Post on 16-Oct-2020

1 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • i

    PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR FISIKA MELALUI MODEL

    PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING DI KELAS

    VII F SMP NEGERI 2 GAMPING SLEMAN YOGYAKARTA

    PADA MATERI POKOK MASSA JENIS

    SKRIPSI

    Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

    Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Fisika

    Program Studi Pendidikan Fisika

    Oleh:

    ARUN

    NIM : 051424027

    PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

    JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

    FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

    UNIVERSITAS SANATA DHARMA

    YOGYAKARTA

    2012

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • ii

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • iii

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • iv

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • v

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • vi

    ABSTRAK

    PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR FISIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING DI KELAS VII F SMP NEGERI 2 GAMPING SLEMAN YOGYAKARTA

    PADA MATERI POKOK MASSA JENIS Oleh: Arun

    NIM : 051424027

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan prestasi belajar fisika siswa kelas VII F SMP Negeri 2 Gamping melalui model pembelajaran Project Based Learning pada materi pokok massa jenis, bila menggunakan model pembelajaran Project Based Learning, apakah dapat meningkatkan prestasi belajar siswa khususnya siswa kelas VII F SMP Negeri 2 gamping.

    Penelitian ini termasuk jenis penelitian tindakan kelas (classroom action research) dengan subyek penelitian siswa kelas VII F SMP Negeri 2 Gamping semester ganjil tahun ajaran 2011/2012 yang berjumlah 36 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam satu siklus. Pada siklus ini memiliki dua tahap pelaksanaan yaitu pertemuan pertama melakukan perencanaan tindakan tanggal 01 Oktober 2011, sedangkan pertemuan kedua pelaksanaan percobaan sebagai proyek yang telah dirancang dilaksanakan pada tanggal 08 Oktober 2011. Model pembelajaran yang digunakana dalah Project Based Learning berupa merancang percobaan. Instrumen-instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah tes kognitif (pre test dan pos test), lembar evaluasi siswa dan dokumentasi berupa foto-foto.

    Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa pembelajaran fisika dengan model pembelajaran Project Based learning dapat meningkatkan prestasi belajar fisika siswa. Hal ini ditunjukkan dengan hasil belajar fisika pada ranah kognitif. Besar nilai ranah kognitif ditunjukkan oleh rata-rata post test 72,48 dan nilai rata-rata pre test 49,13. Langkah pembelajaran Project Based Learning akan meningkatkan prestasi belajar fisika apabila proyek berupa merancang percobaan, siswa diberimotivasi, perhatian, dan bimbingan, penguatan konsep oleh guru, serta latihan soal. Kata kunci: Model Project Based Learning, Prestasi Belajar Fisika, Materi Pokok Massa Jenis, SMP Negeri 2 Gamping.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • vii

    ABSTRACT

    IMPROVING LEARNING ACHIEVEMENT THROUGH PHYSICAL MODEL PROJECT BASED LEARNING IN CLASSROOM LEARNING

    VII F SMP NEGERI 2 GAMPING SLEMAN YOGYAKARTA IN THE MATTER OF MASS OF

    By : Arun

    NIM : 051424027

    This study aims to determine whether there is an in crease in students studying physics achievement of VII F SMP Negeri 2 Gamping through Project Based Learning model of learning in the subject matter density, when using the model of learning Project Based Learning, is to improve student achievement, especially students of class VII F SMP Negeri 2 Gamping.

    These studies include the type of classroom action research (classroom action research) with a class VII F student subjects SMP Negeri 2 Gamping odd semester of the academic year 2011/2012 which amounted to 36 students. The research was carried out in one cycle. At this cycle has two phases, namely the implementation of the first meeting to plan actionon October 1, 2011, while the second meeting of the implementation of trial projects have been designed as was held on October 8, 2011. Learning model used is Project Based Learning in the form of design experiments. Instruments used in the study was cognitive test (pre test and post test), student evaluation sheets and documentation in the form of photographs

    Based on the data analysis can be concluded that learning physics with Project Based Learning model of learning can improve students' learning achievements of physics. This is indicated by the results on the cognitive learning physics. Great cognitive value indicated by the average post test 72.48 and the average pre test 49.13. Project Based Learning learning step will enhance the achievement of a project to study physics when designing the experiment, students are given themotivation, attention, and guidance, strengthening the concept of the teacher, as well as exercises. Key words :Model Project Based Learning, Performance Learning Physics, Material Type Main Mass, SMP Negeri 2 Gamping.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • viii

    JikaengkautidakbelaJar,

    engkauakanmatidalamarti

    belajar,

    tidakproduktiflagi,

    kendatimasihhidup.

    (Suparno).

    Bekerjalah untuk Allah bukan

    untuk majikan.

    (kolose3:23). Perlakukanlah tubuh anda

    sebagai bait Allah.

    (1 korintus 6:19,20). Muliakanlah Allah dalam

    segala perkara

    (1 Korintus10:30).

    Karena saya tahu artinya

    kesukaran maka saya

    menolong orang lain.

    (Vergilius).

    Kekuatan yang sesungguhnya

    adalah tidak memukul dengan

    keras tetapi tepat sasaran.

    MOTTO

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    39

    KATA PENGANTAR

    Puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas limpahan rahmat dan

    Kasih-NYA sehingga penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah ini dengan judul

    “PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR FISIKA MELALUI MODEL

    PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING PADA MATERI

    POKOK MASSA JENIS DI KELAS VII F SMP NEGERI 2 GAMPING

    SLEMAN YOGYAKARTA”. Skripsi ini disusun sebagai syarat untuk kelulusan

    sarjana (S1) Universitas Sanata Dharma.

    Dalam penyusunan skripsi ini penulis banyak mendapatkan bimbingan,

    masukan dan bantuan dari berbagai pihak, sehingga pada kesempatan ini penulis

    mengucapkan terima kasih kepada:

    1. Prof. Dr. P. Wiryono Priyotamtama, SJ. Selaku Rektor Universitas

    Sanata Dharma.

    2. Rohandi, Ph.D. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

    (FKIP) dan sebagai dosen pembimbing penulisan skripsi, yang telah

    banyak meluangkan waktunya.

    3. Drs. A.Atmadi, M.Si. selaku dosen pembimbing akademik dan

    sebagai ketua program studi pendidikan fisika, yang telah bersedia

    memberi surat ijin untuk pengambilan data dan penelitian di lokasi.

    4. Bapak dan Ibu dosen prodi Pendidikan Fisika yang selama ini telah

    menuntun penulis dalam belajar.

    5. Bapak Sugeng, mas Arif dan mbak Heni yang telah banyak membantu

    untuk mengetik surat ijin selaku pegawai skretariat JPMIPA USD.

    ix

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    40

    6. Bapak Sugiyarto, S.Pd selaku guru pamong dan kepala sekolah SMP

    Negeri 2 Gamping Sleman dan staf guru lainnya yang telah menerima

    kami untuk penelitian.

    7. Teman - teman Pendidikan Fisika yang tidak dapat saya sebutkan satu

    persatu namanya terima kasih atas dukungan dan bantuanya, semoga

    tuhanYesus memberkati kita semua.

    8. Kedua Orang tuaku tercinta Rahmat dan Imuk terima kasih atas kerja

    keras, doa, dan pengorbanan yang dilakukan selama ini. Semoga

    terselesainya penulisan skripsi ini dapat menjadi kado yang terindah

    untuk ayah dan ibu.

    9. Kakak-kakaku Emas, Lewi, ST dan adikku tersayang Nenong serta

    keluarga besarku tercinta yang telah memberi semangat dan doanya.

    Penulis menyadari bahwa penulisan karya ilmiah ini masih ada

    kekurangannya, untuk itu kritik dan saran yang membangun dari pembaca sangat

    diharapkan.

    Yogyakarta, 26 Juli 2012

    Penulis

    x

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    41

    DAFTAR ISI

    HALAMAN JUDUL........................................................................................ i

    HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING............................................... ii

    HALAMAN PENGESAHAN.......................................................................... iii

    PERNYATAAN KEASLIAN KARYA........................................................... iv

    LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA

    ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIK........................................ v

    ABSTRAK........................................................................................................ vi

    ABSTRACT..................................................................................................... vii

    HALAMAN MOTTO....................................................................................... viii

    KATA PENGANTAR...................................................................................... ix

    DAFTAR ISI.................................................................................................... xi

    DAFTAR TABEL............................................................................................ xiv

    DAFTAR GAMBAR........................................................................................ xv

    DAFTAR LAMPIRAN.................................................................................... xvi

    BAB 1 PENDAHULUAN................................................................................ 1

    A. Latar Belakang Masalah....................................................................... 1

    B. Rumusan Masalah................................................................................. 4

    C. Tujuan Penelitian.................................................................................. 4

    D. Manfaat Penelitian................................................................................ 4

    E. Definisi Operasional............................................................................. 5

    xi

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    42

    BAB II DASAR TEORI................................................................................... 7

    A. Deskripsi Model Pembelajaran Project Based Learning...................... 7

    B. Kerangka Berpikir................................................................................ 28

    C. Hipotesis Tindakan............................................................................... 31

    D. Indikator Keberhasilan.......................................................................... 31

    BAB III METODOLOGI PENELITIAN......................................................... 32

    A. Pendekatan Penelitian........................................................................... 32

    B. Perencanaan (planning)Tindakan......................................................... 32

    C. Subjek Penelitian.................................................................................. 34

    D. Tempat dan Waktu Penelitian............................................................... 35

    E. Instumen Penelitian dan Teknik Pengumpulan Data............................ 35

    1.Instrumen Penelitian.......................................................................... 35

    2.Teknik Pengumpulan Data................................................................ 35

    3.Teknik Analisis Data......................................................................... 35

    BAB IV PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.............................................. 38

    A. Situasi Lokasi Dan Deskripsi Tahap Awal Penelitian......................... 38

    1. Situasi dan lokasi penelitian......................................................... 38

    2. Deskripsi observasi tahap awal..................................................... 39

    B. Paparan Proses Penelitian.................................................................... 41

    1. Perencanaan Siklus 1.................................................................... 41

    2. Tindakan Siklus 1......................................................................... 42

    3. Refleksi Siklus 1........................................................................... 42

    4. Penghentian Siklus....................................................................... 42

    xii

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    43

    5. Hasil-hasil Penelitian Pre test dan post test.................................. 43

    6. Pembahasan hasil penelitian......................................................... 45

    BAB V PENUTUP........................................................................................... 57

    A. Kesimpulan.......................................................................................... 57

    B. Keterbatasan Penelitian....................................................................... 57

    C. Saran.................................................................................................... 58

    DAFTAR PUSTAKA....................................................................................... 59

    LAMPIRAN..................................................................................................... 61

    xiii

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    44

    DAFTAR TABEL

    Tabel 1 : Massa Jenis Beberapa Zat....................................................... 27

    Tabel 2 : Menentukan Massa Jenis Zat.................................................. 28

    Tabel 3 : Tabel Uji T.............................................................................. 44

    Tabel 4 : Pengolahan Data Pre Test Dan Post Test................................ 72

    xiv

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    45

    DAFTAR GAMBAR

    Gambar 1. : Perbandingan Antara Situasi Kelas “Tradisional” Dengan Kelas

    Yang Mengunakan Model Project Based Learning...................... 17

    Gambar 2. :Aspek-Aspek Kognitif Berdasarkan Taksonomi Dari Benjamin

    S Bloom....................................................................................... 23

    Gambar 3. :Siswa Masih Bingung Untuk Mengerjakan Proyek...................... 44

    Gambar 4. : Siswa Mempelajari Pertanyaan Penuntun Pada LKS................. 47

    Gambar 5. : Siswa Mengukur Dan Mencatat Data Hasil Eksperimen............ 47

    Gambar 6. : Siswa Mendiskusikan Pertanyaan Pada LKS.............................. 48

    Gambar 7. : Siswa Mempresentasikan Hasil Proyek....................................... 49

    Gambar 8. : Grafik Nilai Rata-Rata Test Kognitif Siswa................................ 53

    xv

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    46

    DAFTAR LAMPIRAN

    1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)............................................... 61

    2. Lembar Kerja Siswa (LKS) pekerjaan siswa............................................. 67

    3. Lembar Pre Test Pekerjaan Siswa............................................................. 69

    4. Lembar Post Test Pekerjaan Siswa............................................................ 70

    5. Lembar Observasi Evalusai Siswa............................................................ 71

    6. Tabel Pengolahan Data Pre Test Dan Post Test........................................ 72

    7. Surat Permohonan Ijin Dari Universitas Sanata Dharma Untuk

    Penelitian Ke Sekolah................................................................................ 73

    8. Surat Ucapan Terima Kasih Kepada SMP Negeri 2 Gamping Karena Telah

    Bersedia Mengijinkan Untuk Melakukan Penelitian................................. 74

    9. Surat Keterangan Dari SMP Negeri 2 Gamping Bahwa Telah Melakukan

    Penelitian .................................................................................................. 75

    10. Data Ruang Dan Gedung SMP Negeri 2 Gamping Serta Ukurannya

    Tahun 2011........................................................................................... 76

    11. Biografi Penulis......................................................................................... 78

    xvi

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    47

    BAB 1

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Masalah

    Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Gamping merupakan salah satu

    sekolah menengah pertama yang ada di wilayah kabupaten Sleman, yogyakarta.

    Sekolah ini berdiri Tahun 1970 dan sampai Tahun 2004 sekolah ini masih

    mengunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi kemudian sejak Tahun 2006

    sekolah ini sudah mulai mengunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pembelajaran

    (KTSP). Sekolah ini berdiri atas dasar kesadaran pemerintah daerah Sleman

    dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan anak bangsa Indonesia sehingga

    menjadi warga negara yang cerdas sesuai dengan undang-undang dasar negara

    republik Indonesia. Adapun kurikulum yang dilaksanakan 2011 yaitu Kurikulum

    Tingkat Satuan Pembelajaran (KTSP). Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan

    Pembelajaran umumnya masih mengalami kendala. Kendala yang dihadapi antara

    lain: guru belum bisa mengembangkan materi pembelajaran karena guru masih

    terpusat pada materi yang ada pada buku pegangan, sarana dan prasarana

    pembelajaran yang belum optimal, serta belum bergesernya peran guru yang

    hanya sebagai penyampai bahan pembelajaran (transformator) ke peran sebagai

    fasilitator. Hal ini diperkuat dengan fakta dilapangan yang menunjukan proses

    pembelajaran fisika masih berorientasi pada pemberian materi dan berfokus pada

    guru. Guru masih menekankan pada peran sebagai penyampai materi pelajaran

    (pengajar) dari pada pendidik.

    1

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    48

    Melalui wawancara yang dilakukan terhadap guru fisika diperoleh

    gambaran tentang pembelajaran fisika yang dilaksanakan. Pembelajaran yang

    berlangsung di kelas VII F cenderung terpusat pada peran aktif guru (teacher

    centered) dengan mengunakan metode ceramah. Guru kurang melibatkan

    partisipasi aktif siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Hal ini teramati pada

    saat proses pembelajaran berlangsung, yang menunjukan bahwa guru menjadi

    sumber informasi penuh sementara siswa mendengarkan dan mencatat.

    Bagi guru, melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan metode ceramah

    adalah lebih praktis dibandingkan dengan mengunakan metode lainnya. Hal ini

    disebabkan metode inilah yang paling mudah untuk dipersiapkan dan lebih cepat

    menyelesaikan materi ajar. Pola pembelajaran konvensional dengan dominasi

    ceramah nampaknya memberikan dampak yang cukup besar terhadap hasil belajar

    siswa. Salah satu indikasi dari hal tersebut ditunjukan dengan masih banyak siswa

    yang tidak mengerti ketika ujian fisika berlangsung.

    Pembelajaran semestinya dapat membawa siswa pada suasana belajar yang

    kondusif sehingga, siswa dapat mengetahui makna dari materi yang dipelajari,dan

    mereka dapat belajar fisika yang tidak hanya sekedar menghafal. Namun harapan

    pembelajaran yang demikian belum nampak di sekolah ini. Sebagai contoh

    dengan melaksanakan praktikum di laboratorium, guru IPA, yang di wawancari

    pada hari jumat, 23 september 2011 mengaku selama belajar fisika di kelas VII F

    jarang sekali melaksanakan praktikum dan eksperimen fisika. Guru mengakui

    bahwa selama ini siswa cendrung pasif dalam pembelajaran serta guru belum

    2 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    49

    terbiasa memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan percobaan dan

    belajar dari aktifitasnya sendiri.

    Melihat kenyataan tersebut, pembelajaran hendaknya dirancang dengan

    model pembelajaran yang tidak hanya menitik beratkan pada penghafalan teori

    dan perhitungan rumus. Dalam pembelajaran fisika hendaknya guru dapat

    merancang dan mempersiapkan suatu pembelajaran dengan motivasi awal yang

    dapat menimbulkan suatu pertanyaan dalam kerangka suasana pembelajaran yang

    menarik dan menyenangkan. Dengan begitu, guru yang bertugas dapat

    mendorong, membimbing dan menilai kemampuan berpikir siswa dalam

    melaksanakan pembelajaran berdasarkan inquiry. Ciri utama pembelajaran fisika

    yang menekankan pemahaman yang baik adalah dimulai dengan pertanyaan atau

    masalah dilanjutkan dengan arahan guru menggali informasi, mengkonfirmasikan

    dengan pengetahuan yang sudah dimiliki dan mengarahkan pada tujuan apa yang

    belum dan harus diketahui. Jadi terlihat bahwa siswa akan dapat menemukan

    sendiri jawaban dari masalah atau pertanyaan yang timbul diawal pembelajaran.

    Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan tidak dengan jalan

    mengingat seperangkat fakta-fakta, tetapi dengan jalan menemukan dan

    menggeneralisasi sendiri sebagai hasil kemandiriannya. Dengan demikian siswa

    dapat mengetahui bagaimana teori dan rumus-rumus tersebut diperoleh dan

    diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, meskipun dalam bentuk percobaan

    sederhana. Melalui cara ini konsep fisika tidak ditampilkan dalam bentuk teori

    dan rumus yang bersifat text book.

    3 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    50

    Pembelajaran fisika akan lebih bermakna jika diorientasikan pada siswa

    dalam menemukan konsep-konsep dari aktivitasnya sendiri. Salah satu model

    pembelajaran yang relevan adalah dengan model “Project Based Learning”.

    B. Rumusan Masalah

    Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas,

    penelitian ini akan menitik beratkan pada penggunaan model pembelajaran

    Project Based Learning pada pembelajaran fisika dengan materi pokok massa

    jenis kelas VII F SMP Negeri 2 Gamping semester ganjil. Rumusan masalah yang

    diajukan pada penelitian ini adalah “apakah dengan model Project Based

    Learning dapat meningkatkan prestasi belajar fisika siswa”.

    C. Tujuan Penelitian

    Sesuai dengan masalah di atas maka tujuan penelitian ini adalah untuk

    mengetahui ada tidaknya peningkatan prestasi belajar fisika siswa kelas VII F

    SMP Negeri 2 Gamping melalui model pembelajaran Project Based Learning

    pada materi pokok massa jenis.

    D. Manfaat Penelitian

    Manfaat yang dapat diperoleh dalam penelitian tindakan kelas ini dapat

    disebutkan sebagai berikut:

    1. Dapat dipakai sebagai bahan pengetahuan tentang peningkatan prestasi belajar

    fisika dalam menggunakan model-model pembelajaran.

    2. Dapat dipakai sebagai bahan pengetahuan tentang pengembangan pembelajaran

    fisika siswa, bila menggunakan model pembelajaran Project Based Learning.

    4 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    51

    3. Dapat dipakai sebagai bahan pengetahuan bagaimana cara guru membantu siswa

    dalam proses belajar mengajar di kelas untuk belajar fisika.

    E. Definisi Operasional

    Untuk menghindari kesalahpahaman pembaca dalam menafsirkan

    beberapa istilah yang ada dalam penelitian ini, maka diutarakan definisi

    operasional sebagai berikut:

    1. Model pembelajaran Project Based Learning diartikan sebagai model

    pembelajaran proyek berupa merancang percobaan untuk menjawab

    pertanyaan penuntun (a guiding question) atau pertanyaan inquiry. Siswa

    merancang percobaan tentang materi pokok massa jenis secara kolaboratif

    untuk mengintegrasikan berbagai subjek materi yang sesuai dengan indikator

    pembelajaran dalam rangka menyusun jawaban atas pertanyaan penuntun

    yang sudah diajukan.

    2. Model pembelajaran Project Based Learning didalamnya terdapat 6 langkah

    pembelajaran, yaitu:

    a. Essensial Question (pertanyaan essensial)

    b. Plan (perencanaan)

    c. Schedule (menyusun jadwal)

    d. Monitor (monitoring)

    e. Asses (penilaian)

    f. Evaluated (evaluasi)

    5 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    52

    3. Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai siswa dari segi kognitif, dan evalusi

    pembelajaran setelah mengalami proses belajar fisika pada materi pokok

    massa jenis dan dinyatakan dalam skor atau angka.

    4. Materi pokok massa jenis adalah sebuah materi pokok yang terdapat pada

    mata pelajaran fisika yang membahas mengenai perbandingan tingkat massa

    jenis benda dan bahan sesuai dengan kurikulum KTSP.

    5. SMP Negeri 2 Gamping adalah sekolah menengah pertama negeri yang

    beralamat di Jl. Trihanggo Gamping Sleman Telp (0274) 6415174 e_mail

    SMP Negeri 2 [email protected]

    6 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    53

    BAB II

    DASAR TEORI

    A. Deskripsi Teori

    1. Model Pembelajaran Project Based Learning

    a. Pembelajaran IPA (Fisika).

    Sains merupakan suatu kumpulan pengetahuan yang diperoleh tidak hanya

    produk saja, akan tetapi juga mencakup proses bagaimana pengetahuan diperoleh

    dan sikap sains sepertikeingintahuan, keteguhan hati, kejujuran kerja keras dalam

    melakukan penyelidikan ilmiah.Fisika adalah ilmu pengetahuan yang paling

    mendasar, karena berhubungan dengan prilaku dan struktur benda. Bidang fisika

    biasanya dibagi menjadi gerak, fluida, panas, suara, cahaya, listrik magnet, dan

    topik-topik fisika modern seperti relativitas, struktur atom, fisika zat padat, fisika

    nuklir, partikel elementer dan astrofisika.

    Tujuan sains, umumnya merupakan usaha untuk mencari keteraturan dalam

    pengamatan manusia pada alam sekitarnya. Banyak orang yang berpikir bahwa

    sains hanya dipahami sebagai proses mekanis dalam mengumpulkan fakta-fakta

    dan membuat teori. Hal ini tidak benar, Sains adalah suatu aktivitas kreatif yang

    dalam banyak hal menyerupai aktivitas kreatif pikiran manusia seperti yang

    dikemukan oleh Giancoli (2001:1-2).

    Konsep belajar dideskripsikan sebagai proses perubahan terus-menerus pada

    diri manusia yang menyangkut pengetahuan maupun perilaku yang dihasilkan

    oleh pengalaman yang diperoleh menurut pengertian secara psikologis. Belajar

    7

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    54

    merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan tingkah laku dari interaksi

    dengan lingkungannyapada diri orang yang belajar, apakah itu mengarah pada hal

    yang lebih baik atau pun yang kurang baik, direncanakan atau tidak dalam hal

    memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal lain yang juga terkait dalam belajar adalah

    pengalaman. Pengalaman ini berupa interaksi dengan orang lain atau

    lingkungannya seperti yang dikemukan oleh Nana Syaodih (2009:155-156) dalam

    bukunya yang berjudul “Landasan Psikologi Proses Pendidikan”.

    Hakikat dari pembelajaran adalah proses interaksi antara siswa dengan

    lingkungannya, sehingga terjadi perubahan tingkah laku kearah yang lebih baik.

    Dalam pembelajaran guru menciptakan kondisi dan situasi agar terjadi perubahan

    tingkah laku pada siswa. Perubahan tingkah laku siswa didukung oleh adanya

    minat dari siswa. Istilah pembelajaran dipakai untuk menunjukkan konteks yang

    menekankan pada pola interaksi antara kegiatan belajar dan mengajar (student

    centered). Pembelajaran memiliki pengertian yang didalamnya mencakup

    sekaligus proses mengajar yang berisikan tingkah laku siswa dan guru untuk

    menghasilkan perubahan pada diri siswa sebagai akibat kegiatan pembelajaran.

    Fisika sebagai salah satu ilmu pengetahuan alam (sains) memfokuskan

    pembahasan pada masalah-masalah gejala alam semesta melalui proses dan sikap

    ilmiah. Pelaksanaan pembelajaran fisika tidak hanya memperhatikan dua aspek

    proses dan produk atau materi yang dikuasai siswa. Lebih dari itu, melalui

    prosesdiharapkandapat memunculkan keterlibatan sikap ilmiah (scientific attitude)

    pada individu. Mempelajari fisika dengan cara yang tepat diharapkan akan melatih

    8 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    55

    bagaimana cara memahami gejala alam secara sistematis, sehingga fisika

    bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-

    konsep atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan.

    Pembelajaran fisika yang baik dilakukan tidak hanya berupa kegiatan di

    kelas yang dapat menghasilkan penguasaan pada ranah kognitif dan psikomotor.

    Namun lebih dari itu perlu kiranya diarahkan pada aspek manfaat dan aplikasi

    fisika di lingkungan termasuk sekolah dan mengembangkan sikap positip siswa.

    Dengandemikian pembelajaran fisikaakanmeningkatkan penguasan siswa

    tentang fisika pada ranah afektif juga.Ukuran keberhasilan siswa dalam belajar

    fisika,tidak hanya saja ditentukan oleh penguasaan fisika dalam aspek kognitif,

    dan psikomotor saja, tetapi juga perlu penguasaan pengetahuan tentang proses

    ilmiah dalam berkembangnya sikap positip siswa.

    Proses belajar mengajar fisika di sekolah perlu selalu ditingkatkan agar

    kualitas pembelajaran selalu terjaga sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran

    yang ditetapkan secara optimal. Gurubidang studi fisika diharapkan selalu

    mencanangkan secara optimal kriteria hasil yang memenuhi standar kompetensi

    siswa di dalam setiap proses pembelajaran. Berhasiltidaknya pencapaian tujuan

    pendidikan banyak tergantung kepada proses belajar yang dialami siswa dengan

    demikian pemahaman guru tentang terhadap hakekat belajardalam membangun

    pengetahuan sangat memegang peranan yang penting.

    Menurut Piaget,seperti yang dikemukan oleh Suparno(1997:35)

    pengetahuan akan bermakna manakala dicari dan ditemukan sendiri oleh siswa.

    Belajar lebih dari sekedar proses menghafal dan memupukpengetahuan, tetapi

    9 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    56

    bagaimana pengetahuan yang diperolehnya bermakna untuk siswa. Pengetahuan

    itu dapat diperoleh ketika siswa melakukan aksi atau tindakan terhadap suatu

    rangsang, melalui sebuah bentuk pengalaman fisik. Aksi atau tindakan fisik ini

    memungkinkan siswa dapat mengembangkan aktivitas/daya otaknya untuk

    perkembangan lebih lanjut kondisi ini yang akhirnya mampu mentransfer aktivitas

    fisiknya menjadi gagasan atau ide-ide. Berdasarkan pemahaman ini proses belajar

    yang murni tidak akan terjadi tanpa adanya pengalaman-pengalaman riil yang

    dialami siswa.Pembelajaran yang dilakukan dengan eksperimen atau percobaan

    memungkinkan siswa dapat mengetahui konsep yang dipelajari secara sistematis

    dan melalui langkah-langkah yang baik sehingga siswa menemukan sendiri

    konsep yang dipelajari dan pembelajarannya menjadi lebih bermakna. Dari sini

    dapat dimengerti bahwa bagi piaget, belajar adalah proses perubahan konsep.

    Dalam proses tersebut, siswa akan membangun konsep baru melalui asimilasi dan

    akomodasi belajar mereka. Oleh sebab itu, belajar merupakan proses yang terus-

    menerus, dan tidak berkesudahan.

    Seiring dengan perubahan usianya, kegiatan fisik yang menyebabkan

    perubahan kognitif dapat berkurang. Namun perbuatan yang penting untuk

    perkembangan kognitif bukan hanya perbuatan secara fisik, melainkan juga

    termasuk tingkah laku nonfisik yang merangsang struktur intelektul anak.

    Kegiatan mental selama proses belajar sangat diperlukan seiring interaksi siswa

    dengan lingkungan belajarnya.

    10 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    57

    Para ahli pendidikan maupun ahli psikologi pada umumnya sependapat

    bahwa dalam belajar terkandung beberapa ciri. Adapun ciri-ciri belajar adalah

    sebagai berikut:

    1) Dalam belajar ada perubahan tingkah laku,baik tingkah laku yang dapat

    diamati maupun yang tidak dapat diamati secara langsung.

    2) Dalam belajar, perubahan tingkah laku meliputi kognitif, afektif, psikomotor,

    dan campuran.

    3) Dalam belajar, perubahan yang terjadi melalui pengalaman atau latihan.

    4) Dalam belajar, perubahan tingkah laku menjadi sesuatu yang relatif menetap.

    5) Belajar merupakan suatu proses usaha, yang artinya belajar berlangsung dalam

    kurun waktu cukup lama. Hasil belajar yang berupa tingkah laku kadang-

    kadang dapat diamati, tetapi proses belajar itu sendiri tidak dapat diamati

    secara langsung.

    6) Belajar terjadi karena ada interaksi dengan lingkungan.

    Perilaku belajar merupakan respon peserta didik terhadap tindakan

    pembelajaran dari guru. Kaitan antara belajar dan pembelajaran sangat

    erat.Belajar merujuk pada bagaimana terjadinya belajar, sementara pembelajaran

    terkait dengan cara bagaimana pembelajaran bisa mempermudah terjadinya proses

    belajar.

    b. Model Pembelajaran

    Secara umum istilah “model” diartikan sebagai kerangka konseptual yang

    digunakan sebagai pedoman dalam melakukan suatu kegiatan. Berdasarkan

    pengertian itumakamodel pembelajaranadalah kerangka konseptual yang

    11 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    58

    melukiskan prosedur yang sistematik dalam mengorganisasikan pengalaman

    belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman

    bagi perancang pengajaran dan para guru dalam merencanakan dan melaksanakan

    aktivitas pembelajaran.

    Sebuah model pembelajaran adalah sebuah rencana atau pola yang

    mengorganisasi pembelajaran dalam kelas dan menunjukkan cara penggunaan

    materi pembelajaran (buku, video, komputer, bahan-bahan praktikum). Model-

    model pembelajaran sesungguhnya sama dengan model-model belajar. Bagaimana

    pembelajaran dilaksanakan memiliki pengaruh besar terhadap kemampuan siswa

    untuk mendidik diri mereka sendiri. Salah satu dari tujuan-tujuan yang mendasar

    dari model-model pembelajaran adalah peningkatan kemampuan siswa untuk

    belajar.

    Istilah Model Belajar Mengajar atau Model of Teaching digunakan untuk

    menunjukkan sosok utuh konseptual dari aktivitas belajar mengajar yang secara

    keilmuwan dapat diterima dan secara operasional dapat dilakukan. Pengajaran

    dilaksanakan dalam suatu aktivitas yang kita kenal dengan istilah mengajar.

    Pengajaran amat dekat dengan pengertian pedagogi. Pedagogi adalah seni atau

    ilmu untuk menjadi guru. Istilah ini seringkali mengacu kepada strategi

    pengajaran atau gaya mengajar. Istilah pedagogi berasal dari bahasa latin

    paidagogeo, “paid” artinya anak, dan “ago” artinya memimpin,jadi secara harfiah

    artinya memimpin anak, dikutip dari Suyono dan Hariyanto (2011:16). Menurut

    Wilian H.Burton, dikemukakan oleh Suyono dan Hariynto (2011:16), menyatakan

    bahwa mengajar adalah upaya memberikan stimulus, bimbingan, pengarahan dan

    12 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    59

    dorongan kepada siswa agar terjadi proses belajar. Karena itu dalam model

    selalu terdapat asumsi yang mendasarinya, tujuan yang ingin dicapai, sintaks,

    sistem sosial, sistem pendukung, serta dampak instruksional dan penggiring.

    Sintaks ialah tahap-tahap kegiatan dari model itu, sistem pendukung ialah segala

    sarana, bahan dan alat yang diperlukan untuk melaksanakan model tersebut,

    dampak instruksional ialah hasil belajar yang dicapai langsung dengan cara

    mengarahkan para siswa pada tujuan yang diharapkan, sedangkan dampak

    penggiring ialah hasil belajar lainnya yang dihasilkan oleh suatu proses belajar

    mengajar, sebagai akibat terciptanya suasana belajar yang dialami langsung oleh

    para pelajar tanpa pengarahan langsung dari guru.

    Walaupun secara teoritik tersedia banyak model belajar-mengajar yang

    dapat dipakai oleh guru, di dalam pelaksanaan pengajaran guru seyogianya

    memilih model mana yang dianggap atau diperkirakan paling efektif. Ada lima

    faktor yang menentukan efektivitas mengajar para guru:

    1) Pemahaman guru tentang kemampuan para pelajar yang akan dikembangkan.

    2) Keterampilan pengelolaan kelas

    3) Jumlah waktu yang digunakan oleh siswa untuk melakukan tugas-tugas belajar yang

    bersifat akademis.

    4) Kemampuan guru dalam mengambil keputusan pengajaran

    5) Variasi metode mengajar yang dipakai oleh guru.

    c. Project Based Learning

    Project Based Learning merupakan sebuah model pembelajaran yang sudah

    banyak dikembangkan di negaramaju seperti Amerika Serikat.Jika diterjemahkan

    13

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    60

    dalam bahasa Indonesia, Project Based Learningmengandung makna

    sebagai pembelajaran berbasis proyek. Definisi secara lebih komperehensif

    tentang Project Based Learning adalah sebagai berikut:

    1) Projectbased learning is curriculum fueled and standards based.

    Project Based Learning adalah model pembelajaran yang menuntut adanya

    standar isi dalam kurikulumnya. Melalui Project Based Learning, proses

    inquiry dimulai dengan dimunculkannya pertanyaan penuntun (a guiding

    question). Siswa menyusun proyek aktivitas belajar secara kolaboratif untuk

    mengintegrasikan berbagai subjek materi yang sesuai dengan standar isi pada

    kurikulum dalam rangka menyusun jawaban atas pertanyaan penuntun yang

    sudah diajukan.

    2) Project Based Learning asks a question or poses a problem that each student can

    answer.Project Based Learning adalah model pembelajaran yang menuntut guru

    atau siswa untuk mengembangkan pertanyaan penuntun. Mengingat bahwa

    masing-masing siswa memiliki gaya belajar yang berbeda, maka melalui

    pembelajaran berbasis proyek ini siswa akan menentukan sendiri aktivitas

    belajarnya dan mereka secara langsung akan memperoleh jawaban pertanyaan

    berdasarkan aktivitas yang dilakukan. Hal ini akan membuat proses pembelajaran

    akan lebih bermakna bagi siswa.

    3) Projectbased learning asks students to investigate issues and topics addressing

    realworld problems while integrating subjects across the curriculum.Project Based

    Leraning adalah model pembelajaran yang menuntut siswa untuk membuat

    “jembatan” yang menghubungkan antara

    14 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    61

    subjek materi yang terdapat di dalam standar isi (kurikulum). Melalui model

    ini siswa terlibat pada usaha investigasi mendalam tentang berbagai subjek

    sehingga dapat melihat bangunan pengetahuannya secara holistik terutama

    pada saat akhir pembelajaran.

    4) Project Based Learning is a method that fosters abstract, intellectual tasks to explore

    complex issues.Project Based Learning adalah model pembelajaran yang menuntut

    siswa untuk melakukan eksplorasi terhadap berbagai informasi. Eksplorasi yang

    dilakukan oleh siswa akan membuat siswa mampu melakukan interpretasi dan

    analisis informasi melalui cara yang bermakna.

    Menurut Waras Khamdi (2007), Project Based Learning adalah model

    pembelajaran yang berfokus pada konsep-konsep dan prinsip-prinsip utama

    (central) dari suatu disiplin, melibatkan siswa dalam kegiatan pemecahan masalah

    dan tugas-tugas bermakna lainya, memberi peluang siswa bekerja secara otonom

    mengkonstruk belajar mereka sendiri, dan puncaknya menghasilkan produk karya

    siswa bernilai, dan realistik.Project Based Learning memiliki karakteristik

    sebagai berikut:

    a. Siswa memiliki kemandirian untuk memutuskan aktivitas belajarnya.

    b. Adanya permasalahan atau tantangan yang diajukan kepada siswa.

    c. Siswa mendesain proses untuk menentukan solusi atas permasalahan atau

    tantangan yang diajukan.

    d. Siswa secara kolaboratif bertanggung jawab untuk mengakses dan

    mengatur sendiri informasi untuk memecahkan permasalahan.

    e. Proses evaluasi dijalankan secara kontinyu.

    15 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    62

    f. Siswa secara berkala melakukan refleksi terhadap aktivitas yang sudah

    dijalankan.

    g. Produk akhir dari aktivitas belajar akan dievaluasi secara kualitatif.

    h. Situasi pembelajaran sangat toleran terhadap kesalahan dan perubahan.

    Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut, maka dapat dikatakan bahwa

    model pembelajaran Project Based Learning dikembangkan berdasarkan faham

    filsafat konstruktivisme dalam pembelajaran. Konstruktivisme mengembangkan

    atmosferpembelajaran yang menuntut siswa untuk menyusun sendiri

    pengetahuannya. Project Based Learning memberikan kebebasan kepada siswa

    untuk merencanakan aktivitas belajar, melaksanakan proyek secara kolaboratif,

    dan pada akhirnya menghasilkan produk kerja yang dapat dipresentasikan kepada

    orang lain.

    Model ini tentu saja berbeda dengan model tradisional yang banyak

    digunakan selama ini. Perbedaan antara situasi kelas yang berjalan secara

    tradisional dan situasi kelas yang berjalan mengikuti model Project Based

    Learning ditunjukan pada Gambar 1 :

    16 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    63

    Kelas “Tradisional” Kelas “Project Based Learning”

    Gambar 1. Perbandingan antara situasi kelas “tradisional” dengan kelas yang

    menggunakan model Project Based Learning

    Pada model Project Based Learning guru berperan sebagai fasilitator bagi

    siswa untuk memperoleh jawaban dari sebuah pertanyaan penuntun, peran

    fasilitator adalah memantau dan mendorong kelancaran kerja kelompok, serta

    melakukan evaluasi terhadap efektivitas proses belajar kelompok. Pada kelas

    “tradisional” guru dianggap sebagai seseorang yang paling menguasai materi dan

    karenanya semua informasi diberikan langsung dari guru ke siswa.

    Langkah-langkah pembelajaran dalam Project Based Leraning sebagaimana

    yang dikembangkan oleh Eeva Reeder (2011):

    1) Questions pembelajaran dimulai dengan pertanyaan esensial. Guru harus

    mampu mengambil topik yang sesuai dengan realitas dunia nyata untuk

    mengawali proses investigasi. Meyakinkan bahwa topik tersebut relefan

    untuk para siswa.

    17 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    64

    2) Plan perencanaan berisi tentang standar isi yang akan digunakan untuk

    menjawab pertanyaan pada tahap pertama. Guru melibatkan siswa pada

    proses pembuatan pertanyaan, perencanaan dan pembuatan proyek. Guru

    dan siswa harus terlibat proses diskusi untuk mendukung inquiry.

    3) Schedule guru dan siswa secara kolaboratif menyusun jadwal aktivitas

    untuk menyelesaikan proyek. Proyek dijalankan dalam rangka menyusun

    jawaban atas pertanyaan yang sudah diajukan pada tahap pertama.

    4) Monitor guru bertanggung jawab untuk melakukan monitor terhadap

    aktivitas siswa selama menyelesaikan proyek. Monitoring dilakukan

    dengan cara memfasilitasi siswa pada setiap proses, menjadi mentor bagi

    aktivitas siswa dan juga dibantu oleh sebuah rubrik yang dapat merekam

    keseluruhan aktivitas yang penting.

    5) Assess penilaian dilakukan menggunakan pendekatan assessment

    authentic. Hal ini dilakukan agar setiap aktivitas siswa selama

    menjalankan proyek dapat dihargai sebagai sebuah aktivitas bermakna.

    6) Evaluate pada akhir proses pembelajaran, guru dan siswa melakukan

    refleksi terhadap aktivitas dan hasil proyek yang sudah dijalankan. Proses

    refleksi dilakukan baik secara individu maupun kelompok. Pada tahap ini

    siswa diminta untuk mengungkapkan perasaan dan pengalamanya selama

    proses pembelajaran. Guru dan siswa mengembangkan diskusi dalam

    rangka memperbaiki kinerja selama proses pembelajaran sehingga pada

    akhirnya ditemukan suatu temuan baru (new inquiry) untuk menjawab

    permasalahan yang diajukan pada pembelajaran.

    18 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    65

    Keuntungan Project Based Learning (Pembelajaran Berbasis Proyek)

    menurut Moursund, Bielefeldt, & Underwood (1997), yang meneliti sejumlah

    artikel tentang proyek di kelas, yang dapat dipertimbangkan sebagai bahan

    testimonial terhadap guru, terutama bagaimana guru menggunakan proyek dan

    persepsi mereka tentang bagaimana keberhasilannya, seperti yang dikemukan

    oleh Waras Khamdi, 2011. Keuntungan dari Project Based Learning adalah

    sebagai berikut:

    1) Meningkatkan motivasi. Laporan-laporan tertulis tentang proyek itu banyak

    yang mengatakan bahwa siswa suka tekun sampai kelewat batas waktu,

    berusaha keras dalam mencapai proyek.Guru juga melaporkan pengembangan

    dalam kehadiran dan berkurangnya keterlambatan. Siswa melaporkan bahwa

    belajar dalam proyek lebih fun daripada komponen kurikulum yang lain.

    2) Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah.Penelitian pada

    pengembangan keterampilan kognitif tingkat tinggi siswa menekankan

    perlunya bagi siswa untuk terlibat di dalam tugas-tugas pemecahan masalah

    dan perlunya untuk pembelajaran khusus pada bagaimana menemukan dan

    memecahkan masalah. Banyak sumber yang mendiskripsikan lingkungan

    belajar berbasis proyek membuat siswa menjadi lebih aktif dan berhasil

    memecahkan masalah yang kompleks.

    3) Meningkatkan kolaborasi, pentingnya kerja kelompok dalam proyek

    memerlukan siswa mengembangkan dan mempraktikkan keterampilan

    komunikasi. Kelompok kerja kooperatif, evaluasi siswa, pertukaran informasi

    19 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    66

    online adalah aspek-aspek kolaboratif dari sebuah proyek. Teori-teori kognitif

    yang baru dan konstruktivistik menegaskan bahwa belajar adalah fenomena

    sosial, dan bahwa siswa akan belajar lebih di dalam lingkungan kolaboratif.

    4) Meningkatkan keterampilan mengelola sumber. Bagian dari menjadi siswa

    yang independen adalah bertanggungjawab untuk menyelesaikan tugas yang

    kompleks. Pembelajaran Berbais Proyek yang diimplementasikan secara baik

    memberikan kepada siswa pembelajaran dan praktik dalam mengorganisasi

    proyek, dan membuat alokasi waktu dan sumber-sumber lain seperti

    perlengkapan untuk menyelesaikan tugas.

    2. Prestasi BelajarFisika

    Prestasi belajar merupakan suatu gambaran dari penguasaan kemampuan

    para peserta didik sebagaimana telah ditetapkan untuk suatu pelajaran tertentu.

    Setiap usaha yang dilakukan dalam kegiatan pembelajaran baik oleh guru sebagai

    pengajar, maupun oleh peserta didik sebagai pelajar bertujuan untuk mencapai

    prestasi yang setinggi-tingginya.

    Prestasi dalam kamus besar bahasa indonesia adalah hasil yang telah dicapai

    dari penguasaan pengetahuan atau ketrampilan yang dikembangkan oleh mata

    pelajaran, biasanya ditunjukkan dengan nilai yang diberikan oleh guru. Kemudian

    dalam bahasa Indonesia menjadi “prestasi” yang berarti hasil usaha. Prestasi yang

    dimaksud tidak lain adalah hasil yang dicapai dari segi kognitif, afektif, dan

    psikomotorik siswa setelah mengalami proses belajar.

    Prestasi dalam kehidupan manusia pada tingkat dan jenis tertentu dapat

    memberikan kepuasan tertentu pula pada manusia, khususnya manusia yang

    20 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    67

    berada pada bangku sekolah. Prestasi belajar semakin terasa penting untuk

    dipermasalahkan, karena mempunyai beberapa fungsi utama, antara lain:

    a) Prestasi belajar sebagai indikator kualitas dan kuantitas pengetahuan yang

    telah dikuasai anak didik.

    b) Prestasi belajar sebagai lambang pemuasan hasrat ingin tahu. Hal ini

    didasarkan asumsi bahwa para ahli psikologi biasanya menyebut hal ini

    sebagai tendensi keingintahuan (curiousity) dan merupakan kebutuhan umum

    bagi manusia termasuk kebutuhan anak didik dalam suatu program

    pendidikan.

    c) Prestasi belajar sebagai bahan informasi dalam inovasi pendidikan.

    Asumsinya adalah bahwa prestasi belajar dapat dijadikan pendorong bagi anak

    didik dalam meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan berperan

    sebagai umpan balik (feed back) dalam meningkatkan mutu pendidikan.

    d) Prestasi belajar sebagai indikator intern dan ekstern dari suatu institusi

    pendidikan. Indikator intern dalam arti bahwa prestasi belajar dapat dijadikan

    indikatortingkat produktivitas pendidikan.Asumsinya adalah bahwa kurikulum

    yang digunakan relevan dengan kebutuhan masyarakat dan anak didik.

    Indikator ekstern dalam arti bahwa tinggi rendahnya prestasi belajar dapat

    dijadikan indikator tingkat kesuksesan anak didik di masyarakat. Asumsinya

    adalah bahwa kurikulum yang digunakan relevan pula dengan kebutuhan

    pembangunan masyarakat.

    21 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    68

    e) Prestasi belajar dapat dijadikan indikator terhadap daya serap (kecerdasan)

    anak didik. Dalam proses belajar mengajar siswalah yang diharapkan dapat

    menyerap seluruh materi pelajaran yang telah diprogramkan kurikulum.

    Belajar diartikan sebagai proses perubahan tingkah laku pada diri individu

    berkat adanya interaksi antara individu dengan lingkungannya. Perubahan tingkah

    laku meliputi tingkah laku kognitif, afektif, psikomotor dan campuran.

    Aspek-aspek kognitif berdasar taksonomi dari Benjamin S Bloom secara

    garis besar dapat dijabarkan sebagai berikut:

    1) Mengingat (remember), yaitu mendapatkan kembali pengetahuan yang

    tersimpan dalam jangka panjang. Kemampuan internal berupa mengenali

    dan mengungkapkan kembali.

    2) Memahami (understand), yaitu membangun makna dari pesan

    instruksional, termasuk lisan, tulisan, dan membaca grafik. Kemampuan

    internal berupa penginterpretasian, menerangkan dengan contoh,

    penggolongan, peringkasan, infering, membandingkan, dan menjelaskan.

    3) Menerapkan (apply), yaitu menyelesaikan atau menggunakan suatu

    prosedur pada situasi tertentu. Kemampuan internal berupa melaksanakan

    dan menerapkan.

    4) Menganalisis (analyze), yaitu menjabarkan bahan-bahan ke dalam bagian

    utamanya dan menentukan hubungan antara satu dengan lainnya.

    Kemampuan internal berupa pembedaan, pengaturan, dan menunjukkan.

    22 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    69

    5) Mengevaluasi (evaluate), yaitu membuat penilaian-penilaian yang

    didasarkan pada ukuran-ukuran atau patokan-patokan. Kemampuan

    internal berupa pemeriksaan dan pengritikkan.

    6) Membuat (create), yaitu menyusun kembali unsur-unsur kedalam suatu

    polastruktur yang baru. Kemampuan internal berupa menggeneralisasi,

    merencanakan, dan menghasilkan. Bagan Taksonomi dari Benjamin S

    Bloom dapat kita lihat seperti di bawah:

    Gambar 2. Aspek-aspek kognitif berdasar taksonomi dari Benjamin S

    Bloom

    Faktor-faktor afektif (aspek budi pekerti) secara garis besar dapat dijabarkan

    sebagai berikut:

    1) Penerimaan (receiving), yaitu kesediaan untuk menyadari adanya suatu

    fenomena di lingkungannya. Kemampuan internal berupa menunjukkan

    perhatian dan mengakui perbedaan.

    23 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    70

    2) Tanggapan (responding), yaitu memberikan reaksi terhadap fenomena

    yang ada di lingkungannya. Kemampuan internal berupa mematuhi

    peraturan dan ikut serta secara aktif.

    3) Penghargaan (valuing), yaitu berkaitan dengan harga atau nilai yang

    diterapkan pada suatu objek, fenomena, atau tingkah laku. Penilaian

    berdasar pada internalisasi dari serangkaian nilai tertentu yang

    diekspresikan ke dalam tingkah laku. Kemampuan internal berupa

    menghargai pendapat dan menyepakati.

    4) Pengorganisasian (organizing), yaitu memadukan nilai-nilai yang berbeda,

    menyelesaikan konflik di antaranya, dan membentuk suatu sistem nilai

    yang konsisten. Kemampuan internal berupa bertanggung jawab dan

    membentuk sistem nilai.

    Faktor-faktor keterampilan psikomotor secara garis besar dapat dijabarkan

    sebagai berikut:

    1) Persepsi (perseption), yaitu penggunaan alat indera untuk menjadi

    pegangan dalam membantu gerakan. Kemampuan internal berupa peka

    terhadap rangsangan.

    2) Kesiapan (set), yaitu kesiapan fisik, mental, dan emosional untuk

    melakukan gerakan. Kemampuan internal berupa berkonsentrasi dan

    menyiapkan diri.

    3) Respon terpimpin (guided respone), yaitu tahap awal dalam mempelajari

    keterampilan yang kompleks, termasuk di dalamnya imitasi dan gerakan

    coba-coba. Kemampuan internal berupa meniru contoh.

    24 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    71

    4) Mekanisme (mechanism), yaitu membiasakan gerakan-gerakan yang telah

    dipelajari sehingga tampil dengan meyakinkan dan cakap. Kemampuan

    internal berupa berketerampilan.

    5) Respon tampak yang kompleks (complex overt response), yaitu gerakan

    motoris yang terampil di dalamnya terdiri dari pola-pola gerakan yang

    kompleks. Kemampuan internal berupa berketerampilan secara lancar,

    luwes, dan lincah.

    6) Penyesuaian (adaptation), yaitu keterampilan yang sudah berkembang

    sehingga dapat disesuaikan dalam berbagai situasi. Kemampuan internal

    berupa menyesuaikan diri.

    Prestasi belajar dinyatakan dengan skor hasil tes atau angka yang diberikan

    guru berdasarkan pengamatanbelaka atau keduanya yaitu hasil tes serta

    pengamatan guru pada waktu siswa melakukan proses pembelajaran. Jadi, prestasi

    belajar fisika adalah kemampuan, ketrampilan, dan sikap seseorang yang dicapai

    selama melalui suatu kegiatan belajar fisika.

    3. Materi Pokok Massa Jenis

    Materi pokok massa jenis merupakan salah satu materi pembelajaran fisika

    di SMP Negeri2Gamping pada kelas VII F semester pertama. Materi pokok masa

    jenis terdiri dari beberapa topik, antara lain: 1.Satuan massa jenis 2. Menentukan

    massa jenis beberapa zat 3.Menentukan jenis zat dengan massa jenis

    1. Satuan Massa Jenis

    Massa jenis didefenisikan sebagai massa zat dibagi volumenya. Hal itu

    berarti satuan massa jenis sama dengan satuan massa di bagi satuan volume.

    25 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    72

    Dalam SI satuan massa adalah kg dan satuan volumenya adalah m3. Jadi satuan

    massa jenis adalah kg/m3 atau kgm-3.

    Dalam sistem CGS, satuan massa adalah gram dan satuan volum adalah

    cm3, maka satuan massa jenis adalah gram/cm3. Bagaimana perubahan nilai massa

    jenis zat dari sistem SI dalam sistem CGS? coba cari hubungan yang ada! dengan

    melihat di tabel yang terdapat dalam buku fisikamu.

    2. Menentukan Massa Jenis Berbagai Zat

    Untuk mengukur massa jenis sutu zat,terlebih dahulu diukur massa dan

    volumnya. Selanjutnya massa jenis dihitung dengan rumus = .

    a. Zat Padat

    1). Zat padat yang bentuknya teratur

    Massa zat diukur dengan neraca atau timbangan. Untuk mengukur volume

    zat yang bentuknya teratur, misalnya kubus,balok dan selinder, caranya sangat

    mudah. Ukur panjang sisi atau garis tengahnya dengan mistar atau jangka sorong.

    Dengan mengunakan rumus dapat dihitung volume benda itu. Massa jenis dapat

    diketahui dengan menghitung

    2). Zat padat yang bentuknya tidak teratur

    Untuk mengukur volume benda padat yang bentuknya tidak teratur

    digunakan gelas ukur. Caranya adalah sebagai berikut

    (1). Masukan sejumlah air ke dalam gelas ukur, misalnya sampai skala 50 ml

    (2).Masukan benda yang akan diukur massa jenisnya. Catat kenaikan

    permukaan air, misalnya 60 ml maka volum benda = 60 ml-50 ml = 10 ml

    26 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    73

    (1 ml =1 cc = 1 cm3).Jika massa benda 193 gram maka massa jenisnya :

    = 19,3 g/cm3

    b. Zat Cair

    Massa jenis zat cair dapat diukur dengan mengunakan hidrometer.

    Hidrometer dilengkapi dengan skala massa jenis dan pemberat agar posisi

    hidrometer vertikal. Besar massa jenis ditunjukan oleh skala yang lurus atau datar

    dengan permukaan zat cair. Semakin dalam hidrometer tercelup, menyatakan

    semakin kecil massa jenis zat cair. Sebaliknya semakin dangkal hidrometer

    tercelup, semakin besar massa jenis zat cair.

    3. Menentukan Zat dengan Massa Jenis

    Bagaimana cara menentukan nama zat berdasarkan massa jenisnya? Massa

    jenis berbagai zat dapat dilihat seperti pada tabel berikut:

    Tabel 1. Massa jenis beberapa zat.

    No Nama Zat MassaJenis

    Kg/m3 g/cm3

    1 Udara 1,3 0,0013

    2 Alkohol 790 0,79

    3 Aluminium 2.700 2,7

    4 Kayu Balsa 130 0,13

    5 Darah (370 c) 1.060 1,06

    6 Tulang 1.600 1,6

    7 Karbon dioksida 2,0 0,002

    Sumber: Adul Khalim dkk (2003:27).

    27 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    74

    Dengan mengetahui massa jenis suatu zat, kita dapat menentukan jenis suatu

    zat. Caranya adalah dengan mengukur massa dan volumnya, kemudian membagi

    massa dengan volume sehingga diperoleh massa jenis. Dengan mencocokan nilai

    massa jenis dalam tabel, dapat diketahui jenis zatnya, Misalnya sekelompok siswa

    melakukan percobaan, dan diperoleh data seperti tabel berikut:

    Tabel 2. Menentukan Massa Jenis Zat

    Nama Benda Massa (g) Volum (cm3) Massa Jenis (g/cm3)

    A

    B

    C

    D

    15,6

    16,8

    62,4

    67,2

    2

    2

    8

    8

    7,8

    8,4

    7,8

    8,4

    Sumber: Adul Khalim dkk (2003:30).

    Dengan mencocokan nilai massa jenis sutu zat, kelompok siswa tadi dapat

    mengetahui nama bendanya, yaitu A dan C adalah besi, sedangkan B dan D

    adalah kuningan. Dari percobaan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut.

    1. Jenis zat dapat diketahui dari massa jenisnya.

    2. Zat yang sejenis memiliki massa jenis yang sama.

    B. Kerangka Berpikir

    Berdasarkan deskripsi dalam paparan pada bab ini maka dapat disusun

    kerangka berpikir yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut:

    Fisika dalam pembelajaran atau pelaksanaan pendidikan tidak cukup hanya

    memperhatikan dua aspek proses dan produk atau materi yang dikuasai siswa,

    tetapi lebih dari itu, dalam aspek proses diharapkan dapat memunculkan

    28 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    75

    keterlibatan sikap ilmiah (scientific attitude) pada individu siswa. Proses ilmiah

    yang dimaksud misalnya melalui pengamatan, eksperimen, dan analisis yang

    bersifat rasional. Sedang sikap ilmiah misalnya objektif dan jujur dalam

    mengumpulkan data yang diperoleh. Mempelajari fisika akan bermakna manakala

    pengetahuan dicari dan ditemukan sendiri oleh siswa. Sehingga belajar lebih dari

    sekedar proses menghafal dan memupuk ilmu pengetahuan, tetapi bagaimana

    pengetahuan yang diperolehnya bermakna untuk siswa. Pengetahuan itu dapat

    diperoleh ketika siswa melakukan aksi atau tindakan terhadap suatu rangsang,

    maka siswa akan memperoleh pengalaman fisik. Dengan demikian proses

    pembelajaran dapat mengaktifkan siswa (Student Centered) atau pembelajaran

    akan berpusat pada aktivitas siswa. Salah satu cara untuk meningkatkan

    keberhasilan belajar siswa adalah dengan cara menggunakan model pembelajaran

    yang dapat mengarahkan kepada keaktifan optimal belajar siswa atau yang lebih

    banyak melibatkan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran. Salah satu model

    pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa adalah model pembelajaran Project

    Based Learning. Dalam model pembelajaran Project Based Learning siswa dilatih

    untuk menemukan konsep-konsep dari aktivitas belajarnya dan mengetahui

    bagaimana teori dan rumus-rumus diperoleh serta diaplikasikan dalam kehidupan

    sehari-hari.

    Dengan digunakannya model pembelajaran Project Based Learning berarti

    siswa memperoleh pengetahuan/konsep berdasarkan aktivitas belajar siswa

    sehingga konsep akan tertanam kuat pada diri siswa dan kemampuan kognitif

    siswa yang sesuai dengan standar kelulusan akan tercapai. Kegiatan merancang

    29 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    76

    percobaan yang dilakukan dapat mengaktifkan siswa dan menciptakan

    pembelajaran menarik, sehingga keterampilan psikomotor dan afektif siswa akan

    berkembang. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa prestasi belajar siswa pada

    aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek psikomotorik akan meningkat. Besarnya

    peningkatan prestasi siswa dapat dinyatakan dengan angka yang ditunjukkan oleh

    kemampuan kognitif siswa diperoleh dari hasil post test,

    Model pembelajaran Project Based Learning yang akan dilakukan pada

    penelitian ini, dengan cara guru memberi proyek pada siswa berupa merancang

    percobaan pada materi pokok massa jenis. Pembelajaran ini diawali dengan

    pemberian pre test yang berfungsi untuk merangsang pengetahuan awal siswa dan

    sebagai gambaran terhadap materi yang akan dipelajari, kemudian guru memberi

    sebuah LKS yang berisi proyek dan tugas berupa pertanyaan inquiry.Siswa

    merancang percobaan untuk mencari jawaban dari pertanyaan inquiryyang tertulis

    pada LKS. Pertanyaan inquiry itu berisi pertanyaan yang menuntun kearah

    konsepmassa jenis dan bisa dijawab apabila siswa merancang percobaan.

    Kemudian hasil kerja proyek siswa dipresentasikan dan didiskusikan agar

    mendapat konsep materi yang benar dan diakhiri dengan post test untuk menjaring

    kemampuan kognitif siswa setelah mengikuti proses pembelajaran. Dengan

    demikian siswa memperoleh konsep dan melihat aplikasinya dengan aktivitas

    belajarnya melalui proses ilmiah, sehingga konsep tersebut didapat tidak sekedar

    ditampilkan dalam bentuk teori dan rumus yang bersifat text book. Secara ringkas

    langkah pembelajaran Project Based Learning meliputi: essensial

    question(pertanyaan essensial),plan(perencanaan), schedule(menyusun jadwal),

    30 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    77

    monitor (monitoring), asses (penilaian), dan evaluated (evaluasi). Oleh sebab itu

    peneliti tertarik untuk melakukan penelitian guna meningkatkan prestasi belajar

    siswa kelas VII F SMPNegeri 2 Gamping melalui model pembelajaran Project

    Based Learning khususnya pada materi pokok massa jenis.

    C. Hipotesis Tindakan

    Berdasarkan uraian teori dan kerangka berpikir, dapat dimunculkan suatu

    hipotesis bahwa model pembelajaran Project Based Learning yang digunakan

    dalam pembelajaran fisika di kelas VII F SMP Negeri2 Gamping dapat

    meningkatkan prestasi belajar siswa.

    D.Indikator Keberhasilan

    Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk

    memperbaiki kondisi pembelajaran, dalam hal ini prestasi belajar siswa kelas VII

    F SMPNegeri2Gamping. Oleh karena itu indikator keberhasilan penelitian ini

    ditandai dengan adanya peningkatan prestasi belajar siswasetelah menggunakan

    model Project Based Lerning. Indikator keberhasilan yaitu terpenuhinya batas

    kriteria kelulusan minimal (KKM) yang berlaku disekolah yaitu mencapai skor

    7.0.

    31 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    78

    BAB III

    METODOLOGI PENELITIAN

    A. Pendekatan Penelitian

    Model penerapan desain dari penelitian tindakan kelas (classroomaction

    research) digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini dimaksudkan untuk

    mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar siswa pada ranah kognitif,

    afektif, dan psikomotor antara siswa dengan pendekatan kerja laboratorium real.

    Penelitian ini berbentuk eksperimen, dalam rancangan ini, pengambilan subjek

    tidak dilakukan secara acak, melainkan secara group. Menurut Nana Syaodih dan

    Sukmadinata (2006:208) pengambilan kelompok pada kelas tidak dilakukan

    secara acak, akan tetapi dengan mengambil satu karakteristik saja. Rancangan

    dipilih karena selama eksperimen tidak memungkinkan untuk mengubah kelas

    yang telah ada.

    Tes hasil belajar ranah kognitif siswa digunakan dua kali pada penelitian ini.

    Pre test bertujuan untuk mengetahui kemampuan kognitif awal siswa.

    Kemampuan awal kognitif ini dibutuhkan untuk dapat melakukan tindakan pada

    kelompok eksperimen. Post testbertujuan untuk mengukur hasil belajar siswa pada

    ranah kognitif setelah dilakukan tindakan.

    B. Perencanaan (planning)Tindakan

    Dalam mengatasi masalah yang ingin dicapai melalui penelitian tindakan

    ini, rancangan yang dipilih adalah tindakan penerapan Project Based Learning.

    Adapun langkah-langkah tindakan yang akan dilakukan adalah sebagai berikut:

    a. Perencanaan tindakan, meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

    32

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    79

    a) Analisis kondisi awal siswa.

    b) Penyusun langkah-langkah pembelajaran berbasis proyek.

    c) Penyusunan instrumen observasi.

    d) Memberi pre test, dan post test.

    e) Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dapat dilihat

    pada lampiran 1 sesuai dengan model pembelajaran berbasis

    proyek, dan pembagian kelompok untuk mengerjakan proyek.

    b. Implementasi atau pelaksanaan tindakan yang meliputi kegiatan-kegiatan

    sebagai berikut:

    a) Pembelajaran dilakukan satu siklus dalam 2 pertemuan yaitu

    pertemuan pertama pada sabtu 01 Oktober 2011 dengan alokasi

    waktu 2 x 40 menit pertemuan. Sedangkan pertemuan kedua pada

    sabtu 08 Oktober 2011 dengan alokasi waktu 2 X 40 menit.

    b) Kegiatan belajar berkelompok mengunakan laboratorium.

    c) Setiap kelompok menjawab permasalahan yang disediakan pada

    lembar LKS sebagai pertanyaan inkuiri.

    d) Pada akhir siklus, guru melakukan tes tertulis berupa post test.

    e) Tes tertulis bersifat individu.

    Adapun rincian proses belajar (skenerio) yang dirancang adalah

    memberi penekanan pada prinsip-prinsip sebagai berikut:

    a) Pembelajaran dilakukan dengan mengunakan laboratorium fisika.

    b) Kegiatan belajar dikaitkan dengan konteks pengalaman nyata

    siswa.

    33 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    80

    c) Kegiatan belajar siswa adalah kegiatan mengalami. Dalam kegiatan

    ini siswa berproses secara aktif dengan hal yang dipelajari melalui

    eksperimen dan percobaan di laboratorium.

    d)Kegiatan belajar menekan pada proses mendemonstrasikan

    pengetahuan yang dimiliki dalam konteks dan pemanfaatannya.

    Kegiatan belajar adalah merupakan proses kolaboratif dan

    kooperatif melalui belajar berkelompok, komunikasi interpersonal.

    e)Kegiatan belajar adalah menekan pada terwujudnya kemampuan

    memanfaatkan pengetahuan dalam situasi atau konteks baru.

    c. Observasi berupa pemantuan dan evaluasi tindakan untuk mengumpulkan

    berbagai data yang diperlukan untuk mengevaluasi hasil-hasil tindakan

    dalam upaya pemecahan masalah.

    d. Refleksi dan evaluasi tindakan yang akan dilakukan untuk mengevaluasi

    sejauh mana permasalahan sudah dapat dipecahkan, dan untuk

    menentukan apakah diperlukan tindakan berikutnya dalam siklus

    berikutnya (ke-dua) agar permasalahan dapat dipecahkan dengan hasil

    sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan.

    C. Subjek Penelitian

    Berdasarkan hasil diskusi yang telah dilakukan dengan guru mata pelajaran

    fisika maka yang akan dipilih sebagai subjek penelitian adalah siswa kelas VII F

    di SMP Negeri 2 Gamping sebanyak 36 siswa .Pemilihan tersebut dilakukan atas

    pertimbangan bahwa siswa kelas VII F cenderung pasif pada saat dilakukan

    pembelajaran fisika. Selain itu, dari pihak guru sendiri merasa kesulitan dalam

    34 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    81

    mengembangkan pembelajaran yang efektif dan efisien khususnya pada pokok

    bahasan massa jenis.

    D. Tempat dan Waktu Penelitian

    Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Gamping. Dipilihnya setting

    penelitian di SMP Negeri 2 Gamping, karena lembaga ini belum menerapkan

    pembelajaran berbasis laboratorium dan siswa yang belum belajar aktif, informasi

    ini peneliti peroleh dari wawancara dengan guru fisika bapak Sugiyarto.

    Pelaksanaan penelitian pada siswa kelas VII F semester ganjil tahun ajaran

    2011/2012 pada bulan September-Oktober.

    E. Instrumen Penelitian dan Teknik Pengumpulan Data

    1. Instrumen Penelitian

    1.1.Penilaian test kognitif (soal pre test dan post test)

    Instrumen test kognitif digunakan untuk mengetahui kemampuan kognitif

    yang meliputi pre test dan post test dapat dilihat pada lampiran 3 dan 4. Pre

    test dimaksudkan untuk mengetahui pengetahuan awal siswa sedangkan

    post test digunakan untuk mengetahui besar peningkatan prestasi belajar

    siswa menggunakan model pembelajaran Project Based Learning.

    1.2.lembar evaluasi pembelajaran.

    Lembar evaluasi ini diberikan pada siswa pada akhir proses pembelajaran.

    Lembar ini berisi refleksi serta pengungkapan perasaan dan pengalaman

    siswa selama proses pembelajaran. Hasilnya digunakan sebagai bahan

    pertimbangan untuk menentukan tindakan pada pembelajaran selanjutnya.

    35 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    82

    1.3.Dokumentasi berupa foto-foto.

    Peneliti juga bisa mendapatkan data lewat dokumen yang berupa foto-foto

    sebagai rekaman untuk mendukung kelengkapan dalam penjelasan untuk

    pembahasan analisis pristiwa atau kejadian dalam suatu penelitian, sumber

    Suparno (2008:58).

    2. Teknik Pengumpulan Data

    Penelitian ini melibatkan satu kelas yang diberlakukan proses pembelajaran

    fisika menggunakan model pembelajaran Project Based Learning. Adapun cara

    pengambilan data meliputi:

    a. Pemberian pre test pada awal pertemuan dengan tujuan untuk mengetahui

    pengetahuan awal siswa.

    b. Pemberian post test pada akhir pertemuan yang berfungsi untuk mengetahui ada

    tidaknya peningkatan prestasi belajar siswa.

    c. Lembar evaluasi untuk mengetahui pendapat siswa tentang berlangsungnya

    pembelajaran menggunakan model Project Based Learning maka digunakan

    lembar evaluasi pembelajaran dalam bentuk angket.

    d. Dokumentasi berupa foto-foto akan dikumpulkan dalam bentuk rekaman gambar

    pada saat proses belajar mengajar di dalam kelas berlangsung.

    3. Teknik Analisis Data

    Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif

    kualitatif.

    36 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    83

    Untuk kuantitatif datanya diperoleh dari hasil pekerjaan siswa yang berupa

    pre test, post test yang diolah dengan cara uji t statistik dan hasil perhitungannya

    akan ditampilkan dalam bentuk diagram dan tabel.

    Untuk kualitatif datanya diperoleh dari lembar evaluasi siswa yang berupa

    angket dandokumentasi yang berupa foto-foto. Lembar evaluasi siswa akan

    diolah dengan cara mengelompokan jumlah item yang dipilih siswa sedangkan

    untuk dokumentasi foto akan menjadi alat rekaman kegiatan yang terjadi dan

    menjadi alat bukti untuk pembahasan.

    37 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    84

    BAB IV

    HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

    A. Situasi Lokasi Dan Deskripsi Tahap Awal Penelitian

    1. Situasi dan Lokasi Penelitian

    Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di SMP Negeri 2 Gamping yang

    beralamat di Jl. Trihanggo Gamping Sleman, Telp. (0274)6415174. Letak sekolah

    ini cukup strategis berada diantara komplek perumahan warga, tidak jauh dari

    jalan raya, dan jauh dari keramaian sehingga sangat mendukung dalam kegiatan

    pembelajaran.

    SMP Negeri 2 Gamping terdiri dari tiga tingkatan kelas yaitu kelas VII,

    kelas VIII dan kelas IX yang masing-masing tingkatan terdiri dari enam kelas

    paralel. Penelitian ini diambil sampel kelas VII F yang terdiri dari 36 siswa yaitu

    18 laki-laki dan 18 perempuan. Kolaborasi dengan guru fisika VII F diperoleh

    gambaran bahwa guru mau bekerjasama dengan pihak lain (peneliti) demi

    kemajuan sekolah dan peningkatan prestasi belajar siswa.

    Berdasarkan observasi awal kondisi gedung sekolah terdapat fasilitas taman

    dan lapangan. Fasilitas pembelajaran yang tersedia berupa laboratorium komputer,

    laboratorium IPA, ruang musik, dan ruang keterampilan. Adapun dalam

    laboratorium IPA sarana dan prasarana pembelajaran fisika, terdapat alat-alat

    yang rusak seperti neraca ohaus, alat optik, dan alat-alat listrik. Perawatan alat-

    alat praktikum dan penempatan alat laboratorium kurang tertata secara urut dan

    rapi. Berdasarkan informasi dan pengamatan disebabkan belum adanya tenaga

    38

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    85

    laboran yang membantu mengatur dan membersihkan peralatan serta

    ruangan laboratorium tersebut.

    2. Deskripsi Observasi Tahap Awal

    Observasi awal ini sebagai langkah pra survei terhadap pembelajaran fisika

    dikelas. Hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan terhadap guru fisika

    dengan bapak Sugiyarto dan siswa kelas VII F diperoleh gambaran tentang

    pembelajaran fisika sebelum penelitian dilaksanakan.

    Pembelajaran yang berlangsung dikelas cenderung terpusat pada peran aktif

    guru (Teacher Centered) dengan menggunakan metode ceramah yang kurang

    melibatkan partisipasi aktif siswa. Para siswa hanya diam dan mendengarkan

    pengetahuan yang disampaikan oleh guru.

    Siswa juga mengaku bahwa proses pembelajaran yang biasa diterapkan

    hanya bersifat teks book dan dominasi ceramah, sehingga menimbulkan

    kebosanan dan terkesan bahwa pembelajaran fisika sulit dan menuntut

    penghafalan rumus-rumus belaka tanpa tahu maknanya. Para siswa menginginkan

    pembelajaran yang beda dari biasanya dan yang memudahkan siswa dalam

    memahami materi yang diajarkan sehingga belajar fisika tidak sekedar menghapal

    rumus, sebagai contoh praktikum di laboratorium.

    Guru juga mengakui bahwa siswa cenderung pasif di dalam kelas, tidak

    pernah memberi proyek pada siswa, tidak pernah melaksanakan pembelajaran

    dengan metode selain ceramah serta guru belum terbiasa memberi kesempatan

    kepada siswa untuk melakukan percobaan dan belajar dari aktivitasnya sendiri.

    39 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    86

    Selain itu berdasarkan pre testyang dilakukan oleh peneliti pada awal

    pertemuanmenunjukkan bahwa siswa kelas VII F memiliki kemampuan kognitif

    rendah, dengan rata-rata kelas sebesar 49,13 untuk memahami konsep awal materi

    massa jenis. Model pembelajaran yang melibatkan peran aktif siswa belum dapat

    dilaksanakan dengan baik, kurangnya sarana dan prasarana pembelajaran fisika

    yang disediakan sekolah terutama alat-alat laboratorium menjadi alasan guru tidak

    dapat mengemas dan mengembangkan pembelajaran fisika yang menantang

    sehingga siswa tidak merasa bosan dan siswa terlibat secara aktif dalam proses

    pembelajaran.

    Untuk memperbaiki kondisi tersebutguru menyarankanagarditerapkan

    modelpembelajaranyangdapatmengaktifkanperan aktif siswa dengan

    memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada.Sebagai contoh melaksanakan

    percobaan dengan peralatan sederhana.

    Berdasarkan observasi dan wawancara dengan guru fisika dan siswa kelas

    VII Fdapat disimpulkan bahwa kelas tersebut memerlukan pengembangan model

    pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa melalui percobaan atau praktikum.

    Berdasarkan teori yang ada salah satu model pembelajaran yang sesuai

    dengan situasi itu adalah model pembelajaran Project Based Learning. Model

    pembelajaran Project Based Learningyang diterapkan berupa merancang

    percobaan, kegiatan percobaan dilaksanakan dengan memanfaatkan peralatan

    sederhana yang telah disiapkan oleh guru dan peneliti sebelumnya. Pembelajaran

    yang dilakukan akan melibatkan kreativitas siswa, keterampilan psikomotorik,

    dan keterampilan afektif (minat).

    40 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    87

    B. Paparan Proses Penelitian

    1. Perencanaan siklus I

    Proses pengambilan dan pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan

    dengan dua kali pertemuan yaitu pertemuan pertama pada 01 Oktober 2011

    diadakan pre test dan pertemuan kedua pada 08 Oktober 2011 diadakan proyek,

    evaluasi, presentasi dan post test. Hal ini dilakukan dengan harapan tindakan yang

    dilaksanakan akan mencapai hasil yang maksimal. Materi pokok yang digunakan

    dalam penelitian ini adalah massa jenis. Pada setiap pertemuan dilaksanakan

    kegiatan sebagai proyek pembelajaran.

    Berdasarkan observasi dan wawancara yang telah dilakukan maka

    pembelajaran menggunakan model Project Based Learning, peneliti bekerjasama

    dengan guru mata pelajaran merencanakan tindakan yang akan dilakukan.

    Pertama menentukan materi yang akan disampaikan dalam kegiatan pembelajaran.

    Materi pokok yang disampaikan tentang massa jenis yang terdiri dari topik massa

    jenis zat padat, massa jenis zat cair, dan pengukuran bentuk benda tidak beraturan.

    Kemudian membuat instrumen sesuai dengan model pembelajaran yang akan

    dilaksanakan. Instrumen pembelajaran yang digunakan sebagai perangkat

    pembelajaran, lembar penilaian kognitif berupa pre test, post test,lembar evaluasi

    siswa dan dokumentasi berupa foto-foto. Perangkat pembelajaran sebelumnya

    telah dikonsultasikan dengan guru mata pelajaran dan dosen pembimbing

    sehingga layak untuk mengambil data.

    Proses belajar mengajar dilaksanakan dengan cara membagi siswa dalam

    enam kelompok, setiap kelompok terdiri dari enamsiswa. LKS yang digunakan

    41 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    88

    sedemikian rupa sehingga menuntut siswa untuk menemukan konsep melalui

    pertanyaan inquiry yang ada pada LKS siklus I melalui aktivitas belajarnya.

    Penerapan pembelajaran dengan model Project Based Learning dalam penelitian

    ini dilakukan oleh peneliti karena guru mata pelajaran menginginkan suatu contoh

    pembelajaran yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VII F.

    2. Tindakan Siklus I

    Sebelum melaksanakan tindakan pada siklus I, peneliti menyampaikan

    kepada siswa bahwa pembelajaran yang akan dilaksanakan menggunakan model

    Project Based Learning berupa merancang percobaan di laboratorium. Siswa

    terlihat senang ketika mendengar akan melaksanakan percobaan di labotorium.

    Hal ini karena siswa sudah bosan dengan kegiatan pembelajaran fisika yang biasa

    dilakukan dan siswa tidak pernah diajak melaksanakan percobaan.

    Kegiatan pembelajaran siklus I dilaksanakan dengan metode eksperimen

    dan metode diskusi selama dua kali pertemuan yaitu pertemuan pertama pada hari

    sabtu 01 Oktober 2011 dengan alokasi waktu 2 x 40 menit. Dan pertemuan kedua

    pada hari sabtu 08 Oktober 2011 dengan alokasi waktu 2 x 40 menit. Mengapa

    pelaksanaan satu siklus ini bisa dilaksanakan sampai dua kali pertemuan, karena

    keterbatasan waktu dari pihak sekolah. Pada pertemuan pertama waktu yang

    teralokasi peneliti gunakan untuk melakukan pre test10 menitdan pembagian

    kelompok selama 10 menit, kemudian dilanjutkan dengan penjelasan tentang

    proyek massa jenis zat padat dilaksanakan selama 15 menit.Penjelasantentang

    massa jenis zat cair dilaksanakan selama 15 menit, penjelasantentang pengukuran

    bentuk benda yang tidak beraturan selama 10 menit serta latihan pengerjaan soal-

    42 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    89

    soal tentang massa jenis selama 10 menit dan 10 menit terakhir siswa terlibat

    mendiskusikan rencana proyek yang akan dilaksanakan pada pertemuan kedua

    yaitupada hari Sabtu tanggal 08 Oktober 2011 selama 2 x 40 menit, dengan

    rincian waktu untuk penyelesaian proyek selama 40 menit, presentasi hasil dan

    pembahasan dilaksanakan pada pertemuan itu selama 20 menit hanya perwakilan

    kelompok saja yang dapat mempresentasikan hasil kerja proyek karena

    keterbatasan waktu, dan 20 menit pelajaran terakhir dilaksanakan post test.

    Pembelajaran yang dilakukan diamati oleh peneliti. Adapun yang menjadi fokus

    dalam pengamatan tersebut adalah mengamati keterampilan psikomotorik dan

    afektif siswa pada saat melaksanakan proyek berupa merancang percobaan, dan

    kejadian-kejadian lain yang berkaitan dengan jalannya kegiatan pembelajaran

    yang dilakukan. Langkah-langkah pembelajaran pada siklus I ini meliputi:

    1) Questions

    Pada tahap ini guru merangsang pengetahuan awal siswa melalui pemberian

    pre test selama 10 menit. Setelah selesai pre test siswa mengumpulkan

    pekerjaannya pada peneliti. Adapun pertanyaan pre test yang diberikan untuk

    mengetahui pengetahuan awal siswa adalah sebagai berikut : Mengapa kubus besi

    pejal 1 cm3 tenggelam ketika kita masukan dalam air? Jelaskan menurut

    pendapatmu mengapa minyak dan air terpisah ketika kita campurkan dalam botol

    meskipun dikocok? Jelaskan menurut pendapatmu.

    2) Plan

    Pada tahap perencanaan ini, pembagian kelompok 10 menit dan penjelasan

    materi massa jenis untuk topik zat padat 15 menit, topik massa jenis zat cair 15

    43 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    90

    menit, pengukuran benda tidak beraturan 10 menit dan latihan soal-soal 10 menit

    dan 10 menit terakhir pada pertemuan pertama terlihat aktivitas siswa menyusun

    rencana yang akan dilakukan untuk menyelesaikan proyek yang telah ditugaskan.

    Agar siswa mengetahui aktivitas yang akan dilakukan, guru memberikan

    penjelasan tentang skenario pembelajaran, tujuan pembelajaran, dan indikator

    pembelajaran yang akan dicapai. Proyek pembelajaran yang diberikan berupa

    merancang percobaan. Sebagai panduan proses pembelajaran, guru membagikan

    LKS yang berisi proyek dan pertanyaan inquiry. Siswa membaca LKS yang telah

    dibagikan persiswa dan berdiskusi sesama anggota kelompok untuk melaksanakan

    proyek yang ada pada LKS. Pada saat proses diskusi tidak semua siswa

    melakukannya. Setiap kelompok hanya dua atau tiga siswa yang melakukan

    diskusi, siswa lainnya ada yang mengobrol danhanya diam sehingga terlihat

    bahwa kerjasama antar anggota kelompok masih kurang.

    Gambar 3. Siswa masih bingung untuk mengerjakan proyek

    Meskipun sudah diberi kesempatan diskusi untuk merencanakan proyek,

    para siswa masih mengalami kebingungan terhadap aktivitas yang akan mereka

    lakukan sehingga peneliti banyak membimbing dan memancing-mancing siswa

    44 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    91

    agar dapat menemukan caranya sendiri untuk merancang percobaan yang

    dijadikan proyek dapat dilihat pada gambar 3di atas.

    3) Schedule

    Agar waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan proyek pada siklus I

    efisien,guru dan siswa secara kolaboratif menyusun jadwal aktivitas untuk

    melaksanakan proyek.Jadwal aktivitas itu meliputi dua pertemuan. Pertemuan

    pertama dilaksanakan pada ha