persediaan surplus dan persediaan mati ?· dalam operasional suatu perusahaan adalah pengendalian...

Download Persediaan Surplus dan Persediaan Mati ?· dalam operasional suatu perusahaan adalah pengendalian persediaan…

Post on 07-Apr-2019

218 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Modul ke:

Fakultas

Program Studi

Manajemen PersediaanPersediaan Surplus dan Persediaan Mati

Christian Kuswibowo, M.ScFEB

Manajemenwww.mercubuana.ac.id

Salah satu fungsi manajerial yang sangat pentingdalam operasional suatu perusahaan adalahpengendalian persediaan (inventory control), karena kebijakan persediaan secara fisik akanberkaitan dengan investasi dalam aktiva lancar di satu sisi dan pelayanan kepada pelanggan di sisilain. Pengaturan persediaan ini berpengaruhterhadap semua fungsi bisnis ( operation, marketing, dan finance).

Sebuah perusahaan manufaktur tidaklah terlepas dari persoalan inventori yang seringkali terjadi kesulitan. Kesulitan tidak hanya terjadi karena banyaknya kesalahan manusia dalam mencatat tetapi juga kesulitan yang ditimbulkan karena tata letak yang tidak diatur dengan baik. Pengaturan tata letak barang dalam gudang tidaklah mudah jika dilakukan secara manual. Selain banyaknya proses keluar masuk barang, kesulitan juga ditimbulkan oleh proses pencarian barang yang harus dikeluarkan dari gudang.

Kesulitan kesulitan tersebut di atas bisa diatasi dengan adanya sistem inventori yang baik serta pengaturan letak barang dalam gudang yang dilakukan secara terkomputerisasi.

Persediaan (inventory) adalah bahan-bahan atau barang (sumberdaya- sumberdaya organisasi) yang disimpan yang akan dipergunakan untuk memenuhi tujuan tertentu, misalnya : untuk proses produksi atau perakitan, untuk suku cadang dari peralatan, maupun untuk dijual. Walaupun persediaan hanya merupakan suatu sumber dana yang menganggur, akan tetapi dapat dikatakan tidak ada perusahaan yang beroperasi tanpa persediaan.

Berdasarkan kepada fungsinya persediaandikelompokkan menjadi: Lot-size-inventory Fluctuation stock Anticipation Stock

Persediaan Surplus (surplus inventory/surplus stock), adalah suatu kondisi persediaan yang diadakan dalam jumlah yang lebih besar dari jumlah yang dibutuhkan pada saat itu dan nyaris tidak terpakai. Hal ini disebabkan adanya kesalahan perkiraan inventory yang dibutuhkan pada saat itu. Akan tetapi dengan manajemen inventory yang tepat surplus inventori dapat diberdayakan kembali sebagai anticipation stock maupun fluctuation stock. Surplus persediaan yang dianggap berlebih dan dalam keadaan slow moving kearahidle dapat terjebak ke dalam daerah dead stock.

Penyebab terjadinya surplus: Kesalahan perhitungan peramalan (forecast) yang

akan datang. Sehingga mengakibatkan pembelianyang terlalu banyak.

Perubahan program kerja. Pencatatan data persediaan yang kurang akurat. Perubahan proses produksi. Perubahan proses produksi. Terlalu banyak menetapkan persediaan pengaman

(buffer stock).

Pemberdayaan surplus inventori dapat dilakukan dengan carasebagai berikut: Transfer material, merupakan tindakan pengalihan material

dari satu unit produksi ke unit produksi yang lain atau antarperusahaan yang menggunakan material yang sama.

Tukar tambah (trade in), merupakan tindakan tukar menukarmaterial dengan pihak lain agar memperoleh barang sesuaidengan fungsi dan tujuan.

Buy back, tindakan untuk pembelian oleh agen atau distrinutorkembali sesuai dengan harga yang disepakati.

Substitusi, tindakan untuk menukar material yang ada denganmaterial lain yang dianggap masih diperlukan senilai denganmaterial yang berlebih.

Dead Stock

Dead stock, merupakan suatu kondisi persediaan yang diadakan dalam jumlah yang lebih besar dari jumlah yang dibutuhkan pada saat itu dan sama sekali tidak terpakai. Dead stock juga dapat dikatakan sebagai persediaan yang terbuang.

Penyebab terjadinya dead stock : Persediaan surplus yang terlalu lama tidak

digunakan sehingga mengurangi kualitasmaterial.

Material yang sudah kadaluarsa Material yang dibeli tidak sesuai dengan

standar Kerusakan selama penyimpanan. Dan lain-lain

Rasio Persediaan Surplus

Makin tinggi rasio persediaan surplus berarti makin banyak barang yang berlebih sehingga pengelolaan persediaan makin tidak efisien. Barang surplus adalah barang yang sebenarnya masih dapat dipakai untuk keperluan yang akan datang, tetapi dianggap berlebihan dan barang ini ditimbun dalam gudang.

Contoh perhitungannya adalah sebagai berikut:

Yang disebut surplus adalah barang yang melebihi pemakaian dua tahun.Jumlah persediaan barang A = 370 satuan.Pemakaian barang A selama 1 tahun = 158 satuan.Harga satuan barang A = US$5,00.nilai barang surplusMaka, rasio surplus barang A = nilai seluruh persediaan(370 - 2 x 158) x 5370 x52701850= 14,6%

14

RASIO PERSEDIAAN SURPLUS

Misal:Yang disebut surplus adalah barang yang melebihi pemakaian 2 tahun. Persed. A = 370 unit. Pemakaian 1 th = 158 unit. Harga A = US$ 5,00

Maka, rasio surplus A = Nilai barang surplusNilai seluruh persedian

= (370 (2 x 158)) x 5370 x 5

= 14,6 %

15

RASIO PERSEDIAAN MATI

Persediaan mati adalah barang persediaan ygtidak mungkin dapat digunakan lagi

Misal : Persediaan mati = US$ 73.450Total nilai persediaan = US$ 4.563.000

Rasio persediaan mati = Persediaan matiTotal nilai

persediaan= US$ 73.450

US$ 4.563.000= 1,6%

Jadi setiap perusahaan akan selalu mengalami salah satu dari kemungkinan-kemungkinan berikut ini: Tidak mempunyai persediaan surplus/mati. Mempunyai persediaan surplus saja. Mempunyai persediaan surplus dan

persediaan mati Mempunyai persediaan mati saja

Persediaan surplus dan persediaan mati terjadi pada umumnya karena kesalahan para pengambil keputusan dalam menentukan dan menghitung jumlah yang dipesan.beberapa jenis kesalahan yang mungkin dibuat oleh para pengambil keputusan antara lain: Perhitungan yang kurang teliti sehingga mengakibatkan pembelian barang terlalu banyak. - Kesalahan perhitungan ramalan penggunaan yang akan datang. Penggunaan formula yang kurang tepat. Pencatatan data mengenai persediaan yang salah. Perubahan program yang tidak dikomunikasikan kepada pengambil keputusan. Perubahan program yang terlambat dikomunikasikan kepada pengambil keputusan. Perubahan proses produksi. Perubahan penggunaan jenis suatu barang. Penghentian penggunaan suatu peralatan(berakibat surplus/mati pada suku cadang). Penerimaan barang salah pesan Penerimaan barang salah kirim.

Identifikasi setiap barang yang dimasukkan dalam kategori persediaan surplus atau persediaan mati mencakup data mengenai: Nama barang dan deskripsi. Nomor kode barang bersangkutan. Jumlah yang dianggap surplus/mati. Harga satuan barang dan harga keseluruhan

PemanfaatanPersediaan surplus menimbulkan biaya ekstra bagi perusahaan.oleh karena itu di butuhkan pengusahaan pemanfaatan dan penggunaannya semaksimal mungkin terhadap persediaan surplus.beberapa usaha pemanfaatan persediaan surplus adalah sebagai berikut: Digunakan sebagai barang pengganti atau substitusi barang lain yang

hamper sama. Ditawarkan ke unit kegiatan lain dalam perusahaan atau grup perusahaan

yang sama dengan potongan harga. Ditawarkan ke perusahaan lain untuk dibeli dengan harga yang menarik

atau ditukar dengan barang lain. Dikembalikan ke penjual barang atau ditukar dengan barang lain. Dijual ke pegawai perusahaan apabila menyangkut barang yang dapat

digunakan oleh mereka

DAFTAR PUSTAKA

M. Syamsul Maarif (2003) Manajemen Operasi, Grasindo, Jakarta Indriyogito Sudarmo (2000) Manajemen Bisnis Logistik, BPFE,

Yogyakarta. Coyle, Yangle (2009) Supplay Change Management, A Logistic

Perpective, 8th, South-Wester Cangage Learning, USA Heizer Jay B. Rander (2006), Manajemen Operasi, Salemba Empat,

Jakarta Hani Handoko (2002) Manajemen Produksi dan Operasi, BPFE,

Yogyakarta Siswanto (2005) Riset Operasi, Erlangga, Jakarta Gasperz (2012) All-in one, Production and Inventory Management,

Vinchristo Publiction, Jakarta Andi Wijaya (2012) Pengantar Riset Operasi, Edisi 2, Mitra Wacana

Media, Jakarta

Terima KasihChristian Kuswibowo, M.Sc

Recommended

View more >