perlawanan aceh

Click here to load reader

Download Perlawanan aceh

Post on 13-Jan-2017

530 views

Category:

Education

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Perlawanan Aceh Terhadap Portugis, Perlawanan Banten Terhadap VOC, Dan Perlawanan Demak terhadap Portugis

Perlawanan Aceh Terhadap Portugis,Perlawanan Banten Terhadap VOC,Dan Perlawanan Demak terhadap PortugisDisusun Oleh:Anwar Budi R(05) Asalia Destiana(07)Dimas Wisnu(11)M.Rifky (16)M.Muchlis(19)Rosi Agustina(26)

SMA N 3 KLATEN, JL.MAYOR SUNARYO NO.42 JONGGRANGAN,KLATEN, JAWA TENGAH

Perlawanan Aceh Terhadap PortugisSejakPortugis menduduki Malaka pada tahun 1511, Kerajaan Aceh merupakan saingannya yang terberat dalam perdagangannya. Sebab banyak pedagang Asia yang memindahkan kegiatan dagangnya ke Aceh. Pelabuhan Aceh bertambah ramai. Kecuali itu, Aceh merupakan ancaman bagi kedudukan Portugis di Malaka. Setiap waktu Aceh dapat menyerbu Malaka.

SMA N 3 KLATEN, JL.MAYOR SUNARYO NO.42 JONGGRANGAN,KLATEN, JAWA TENGAH

Persaingan dagang antara Portugis danKerajaan Islam Acehmakin lama makin meruncing. Kemudian meningkat menjadi permusuhan. Bila armada Portugis berjumpa dengan patroli-patroli angkatan laut Aceh, terjadilah pertempuran di laut.Pertempuran semacam itu tidak hanya terjadi di Selat Malaka, tetapi juga di lautan internasional, antara lain Laut Merah.

SMA N 3 KLATEN, JL.MAYOR SUNARYO NO.42 JONGGRANGAN,KLATEN, JAWA TENGAH

Langkah-langkahAceh melawan Portugis

Untuk menghadapi Portugis, Sultan Aceh mengambil langkah-langkah sebagai berikut :Kapal-kapal dagangnya yang berlayar disertai prajurit dengan perlengkapan meriam.Meminta bantuan meriam serta tenaga ahlinya dari Turki. Bantuan dari Turki itu diperoleh pada tahun 1567.Meminta bantuan dari Jepara (Demak) dan Calicut (India).

SMA N 3 KLATEN, JL.MAYOR SUNARYO NO.42 JONGGRANGAN,KLATEN, JAWA TENGAH

Sultan Aceh

Sementara itu, Portugis mempunyai rencana terhadap Aceh sebagai berikut :

Menghancurkan Aceh dengan jalan mengepungnya selama 3 tahun.Setiap kapal yang berlayar di selat Malaka akan disergap dan dihancurkan.Namun ternyata rencanaPortugis tersebut tidak dapat terlaksana. SebabPortugis tidak memiliki armada yang cukup untuk mengawasi Selat Malaka. Ternyata bukan Portugis yang berhasil menghancurkan kapal-kapal Aceh, tetapi sebaliknya kapal-kapal Acehlah yang sering mengganggu kapal-kapalPortugis di selat Malaka.

SMA N 3 KLATEN, JL.MAYOR SUNARYO NO.42 JONGGRANGAN,KLATEN, JAWA TENGAH

Bahkan seringkali armada Aceh menyerang langsung ke markasPortugis di Malaka. Hal itu terjadi antara lain pada tahun 1629, pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Namun demikian serangan-serangan Aceh itu belum berhasil.Permusuhan antara Aceh denganPortugis berlangsung terus menerus. Kedua pihak saling berusaha untuk menghancurkan, tetapi sama-sama tidak berhasil. Sampai akhirnya Malaka jatuh ke tangan VOC (Belanda) pada tahun 1641.

SMA N 3 KLATEN, JL.MAYOR SUNARYO NO.42 JONGGRANGAN,KLATEN, JAWA TENGAH

Sultan Iskandar muda

Perlawanan Rakyat Banten Terhadap (VOC)

Perlawanan rakyat Banten terhadap VOC dibangkitkan oleh Abdul Fatah (Sultan Ageng Tirtayasa) dan puteranya bernama Pangeran Purbaya (Sultan Haji). Sultan Ageng Tirtayasa dengan tegas menolak segala bentuk aturan monopoli VOC dan berusaha mengusir VOC dari Batavia. Pada tahun 1659, perlawanan rakyat Banten mengalami kegagalan, yaitu ditandai oleh keberhasilan Belanda dalam memaksa Sultan Ageng Tirtayasa untuk menandatangani perjanjian monopoli perdagangan.

SMA N 3 KLATEN, JL.MAYOR SUNARYO NO.42 JONGGRANGAN,KLATEN, JAWA TENGAH

Pada tahun 1683, VOC menerapkan politik adu domba (devide et impera) antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan puteranya yang bernama Sultan Haji, sehingga terjadilah perselisihan antara ayah dan anak, yang pada akhirnya dapat mempersempit wilayah serta memperlemah posisi Kerajaan Banten. Sultan Haji yang dibantu oleh VOC dapat mengalahkan Sultan Ageng Tirtayasa. Kemenangan Sultan Haji atas bantuan VOC tersebut menghasilkan kompensasi dalam penandatanganan perjanjian dengan kompeni.

SMA N 3 KLATEN, JL.MAYOR SUNARYO NO.42 JONGGRANGAN,KLATEN, JAWA TENGAH

Sultan Ageng Tirtayaksa

Sultan Haji

Perjanjian tersebut menandakan perlawanan rakyat Banten terhadap VOC dapat dipadamkan, bahkan Banten dapat dikuasai oleh VOC. Pertikaian keluarga di Kerajaan Banten menunjukkan bahwa mudahnya rakyat Banten untuk diadu domba oleh VOC.

SMA N 3 KLATEN, JL.MAYOR SUNARYO NO.42 JONGGRANGAN,KLATEN, JAWA TENGAH

Pada tahun 1750, terjadi perlawanan rakyat Banten terhadap Sultan Haji (yang menjadi raja setelah menggantikan Sultan Ageng Tirtayasa), atas tindakan Sultan Haji (rajanya) yang sewenang-wenang terhadap rakyatnya sendiri. Perlawanan rakyat Banten ini dapat dipadamkan oleh Sultan Haji atas bantuan VOC. Sebagai imbalan jasa, VOC diberi hak untuk memonopoli perdagangan di seluruh wilayah Banten dan Sumatera Selatan.

SMA N 3 KLATEN, JL.MAYOR SUNARYO NO.42 JONGGRANGAN,KLATEN, JAWA TENGAH

Perlawanan Kerajaan Demak Terhadap Portugis

Kadipaten Demak tersebut dikuasai oleh Raden Patah salah seorang keturunan Raja Brawijaya V (Bhre Kertabumi) raja Majapahit.Dengan berkembangnya Islam di Demak, maka Demak dapat berkembang sebagai kota dagang dan pusat penyebaran Islam di pulau Jawa. Hal ini dijadikan kesempatan bagi Demak untuk melepaskan diri dengan melakukan penyerangan terhadap Majapahit.

SMA N 3 KLATEN, JL.MAYOR SUNARYO NO.42 JONGGRANGAN,KLATEN, JAWA TENGAH

Raja Brawijaya V

Setelah Majapahit hancur maka Demak berdiri sebagai kerajaan Islam pertama di pulau Jawa dengan rajanya yaitu Raden Patah. Kerajaan Demak secara geografis terletak di Jawa Tengah dengan pusat pemerintahannya di daerah Bintoro di muara sungai, yang dikelilingi oleh daerah rawa yang luas di perairan Laut Muria.

SMA N 3 KLATEN, JL.MAYOR SUNARYO NO.42 JONGGRANGAN,KLATEN, JAWA TENGAH

Bintoro sebagai pusat kerajaan Demak terletak antara Bergola dan Jepara, di mana Bergola adalah pelabuhan yang penting pada masa berlangsungnya kerajaan Mataram (Wangsa Syailendra), sedangkan Jepara akhirnya berkembang sebagai pelabuhan yang penting bagi kerajaan Demak.

SMA N 3 KLATEN, JL.MAYOR SUNARYO NO.42 JONGGRANGAN,KLATEN, JAWA TENGAH

Lokasi kerajaan Demak yang strategis untuk perdagangan nasional, karena menghubungkan perdagangan antara Indonesia bagian Barat dengan Indonesia bagian Timur, serta keadaan Majapahit yang sudah hancur, maka Demak berkembang sebagai kerajaan besar di pulau Jawa, dengan rajanya yang pertama yaitu Raden Patah. Ia bergelar Sultan Alam Akbar al-Fatah (1500-1518).

SMA N 3 KLATEN, JL.MAYOR SUNARYO NO.42 JONGGRANGAN,KLATEN, JAWA TENGAH

Pada masa pemerintahannya Demak memiliki peranan yang penting dalam rangka penyebaran agama Islam khususnya di pulau Jawa, karena Demak berhasil menggantikan peranan Malaka, setelah Malaka jatuh ke tangan Portugis 1511.Kehadiran Portugis di Malaka merupakan ancaman bagi Demak di pulau Jawa. Untuk mengatasi keadaan tersebut maka pada tahun 1513 Demak melakukan penyerangan terhadap Portugis di Malaka, yang dipimpin oleh Adipati Unus atau terkenal dengan sebutan Pangeran Sabrang Lor.

SMA N 3 KLATEN, JL.MAYOR SUNARYO NO.42 JONGGRANGAN,KLATEN, JAWA TENGAH

Adipati Unus

Serangan Demak terhadap Portugis walaupun mengalami kegagalan namun Demak tetap berusaha membendung masuknya Portugis ke pulau Jawa. Pada masa pemerintahan Adipati Unus (1518 - 1521), Demak melakukan blokade pengiriman beras ke Malaka sehingga Portugis kekurangan makanan.

SMA N 3 KLATEN, JL.MAYOR SUNARYO NO.42 JONGGRANGAN,KLATEN, JAWA TENGAH

Puncak kebesaran Demak terjadi pada masa pemerintahan Sultan Trenggono (1521 - 1546), karena pada masa pemerintahannya Demak memiliki daerah kekuasaan yang luas dari Jawa Barat sampai Jawa Timur.SMA N 3 KLATEN, JL.MAYOR SUNARYO NO.42 JONGGRANGAN,KLATEN, JAWA TENGAH

Sultan Trenggono

Penyerangan terhadap Sunda Kelapa yang dikuasai oleh Pajajaran disebabkan karena adanya perjanjian antara raja Pakuan penguasa Pajajaran dengan Portugis yang diperkuat dengan pembuatan tugu peringatan yang disebut Padrao.

SMA N 3 KLATEN, JL.MAYOR SUNARYO NO.42 JONGGRANGAN,KLATEN, JAWA TENGAH

Tugu perjanjian padrao

Isi dari Padrao tersebut adalah Portugis diperbolehkan mendirikan Benteng di Sunda Kelapa dan Portugis juga akan mendapatkan rempah-rempah dari Pajajaran.Sebelum Benteng tersebut dibangun oleh Portugis, tahun 1526 Demak mengirimkan pasukannya menyerang Sunda Kelapa, di bawah pimpinan Fatahillah. Dengan penyerangan tersebut maka tentara Portugis dapat dipukul mundur ke Teluk Jakarta.

SMA N 3 KLATEN, JL.MAYOR SUNARYO NO.42 JONGGRANGAN,KLATEN, JAWA TENGAH

Fatahilah

Kemenangan gemilang Fatahillah merebut Sunda Kelapa tepat tanggal 22 Juni 1527 diperingati dengan pergantian nama menjadi Jayakarta yang berarti Kemenangan Abadi.Sedangkan penyerangan terhadap Blambangan (Hindu) dilakukan pada tahun 1546, di mana pasukan Demak di bawah pimpinan Sultan Trenggono yang dibantu oleh Fatahillah, tetapi sebelum Blambangan berhasil direbut Sultan Trenggono meninggal di Pasuruan.

SMA N 3 KLATEN, JL.MAYOR SUNARYO NO.42 JONGGRANGAN,KLATEN, JAWA TENGAH

Dengan meninggalnya Sultan Trenggono, maka terjadilah perebutan kekuasaan antara Pangeran Sekar Sedolepen (saudara Trenggono) dengan Sunan Prawoto (putra Trenggono) dan Arya Penangsang (putra Sekar Sedolepen).Perang saudara tersebut diakhiri oleh Pangeran Hadiwijaya (Jaka Tingkir) yang dibantu oleh Ki Ageng Pemanahan, sehingga pada tahun 1568 Pangeran Hadiwijaya memindahkan pusat pemerintahan Demak ke Pajang. Dengan demikian berakhirlah kekuasaan Demak dan hal ini juga berarti bergesernya pusat pemerintahan dari pesisir ke pedalaman.

SMA N 3 KLATEN, JL.MAYOR SUNARYO NO.42 JONGGRANGAN,KLATEN, JAWA TENGAH

Sunan Prawoto

Arya Penangsang

Dalam kegiatan perdaga