peritonitis et causa perforasi typhoid ppt

Author: jessy-joltuwu

Post on 14-Jan-2016

57 views

Category:

Documents


6 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

skenario

TRANSCRIPT

Appendicitis Akut

Peritonitis et causa perforasi TypoidJessy Maria Joltuwu102013348

Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke UGD RS dengan keluhan nyeri perut hebat pada seluruh perutya sejak 6 jam yang lalu. Orang tua pasien mengatakan, sejak 10 hari yang lalu, pasien demam yang naik turun terutama pada malam hari disertai mual, konstipasi dan tidak nafsu makan. Sejak 3 hari yang lalu, keadaan pasien semakin melemah dan hanya bisa berbaring di tempat tidurSkenario 10

Mind mapAnamnesis KeluhanRPSRPDRPKR. Sosial pribadi

Status Generalis Kesadaran : Apatis Keadaan sakit: TSB Nadi : 100x/menit Tekanan nadi: 100/70 mmHg RR : 24 x/menit Suhu : 39C

Pemeriksaan Fisik

Status LokalisAbdomen :

Inspeksi: distensi abdomen (cekung)Auskultasi: BU (-).Perkusi: nyeri tekanPalpasi: Nyeri tekan pada seluruh bagian abdomen (defens muskular)kan6Hasil pemeriksaan penunjangPemeriksaan darah lengkapHt: 38, Trombosit: 150.000, Leukosit: 20.000, Hb:12

Pemeriksaan tes WidalSalmonella antigen O = 1: 320

Pemeriksaan PenunjangUSG + Lab (Peritoneal dialisis), darah rutin, Pemeriksaan tubex, Tes widal

Diagnosa Banding1. Peritonitis primer2. Peritonitis tersierDiagnosa kerja:

Peritonitis akut generalisata et causa perforasi typoidETIOLOGI Inflamasi yang terjadi pada rongga abdomen karena perforasi typoidEpidemologi Jarang tergantung dari Pola hidup teratur Di indonesia, cukup tinggi terutama pada usia anak (demam enterik) tapi jarang juga untuk komplikasi (perforasi)Demam enterikPerforasiPeritonitisTerbentuk lubang pada saluran cernaPeritonitisPatofisiologiPeradangan dan iritasi pada mukosa abdomenAkibat terinfeksi Salmonella TyphiManifestasi KlinikNyeri generalisataDefans MuskularDemam Bising usus menghilang

MEDIKAMENTOSATerapi Nutrisi ParaenteralDPA (Diagnostic Peritoneum Aspiration)3. Terapi Antibiotik Sesuai dengan jenis bakteri: Floroquinolon, Chloramphenicol, Sefalosporin

Komplikasi Obstruksi Ileus Syok

PrognosisMortalitas tetap tinggi antara 10 % 40 %,prognosa lebih buruk pada usia lanjut dan bila peritonitis sudah berlangsung lebih dari 48 jam.PencegahanHidup sehatCari faktor pemicu dan sebisa mungkin dihindariJika nyeri hebat pada seluruh abdomen segera melaporHygiene yg baikPembedaPrimer Tersier SekunderPenyebabSBP : Bakteri Tb, infeksi monomikrobialKegagalan inflamasi respon tubuhTerbentuk lubang akibat inflamasi MekanismeEkstraperitoneal; Hematogen dari komplikasi sirosis hati dan organ yg terinfeksi TbInfeksi rekuren atau persisten dari terapi adekuat primer dan sekunderPerforasi organ beronggaGambaran klinisAsites, demam, nyeri perut, keadaan gizi (tergantung), batukNyeri perut,SDHDiagnostik (PP) Analisa cairan asites: SSAG< 1,1 g/dl, PCR Tb +Analisa cairan asites: PD>> LabSDHKesimpulan Peritonitis adalah peradangan pada peritonium yang merupakan pembungkus visera dalam rongga perut. Gejala Klinis nyeri ini tiba-tiba, hebat menyebar keseluruh bagian abdomen. Tanda lain yaitu nausea, vomitus, syok (hipovolemik, septik, dan neurogenik), demam, distensi abdominal, nyeri tekan abdomen dan rigiditas yang lokal, difus atau umum, dan secara klasik bising usus melemah atau menghilang. Prognosis Buruk bila tidak ditangani dengan baik.