perianal abses

Download PERIANAL ABSES

Post on 14-Jul-2015

3.809 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Abses Anorektal Francis Celeste 07120060094

Daftar IsiBAB I. PENDAHULUAN 1.1 Pendahuluan....2-3 BAB II. ANATOMI 2.1 Anatomi.....4-8 BAB III. ABSES ANOREKTAL 3.1 Definisi.....11 3.2 Etiologi.12 3.3 Patofisiologi12-14 3.4 Gambaran Klinis...14 3.4.1 Abses perianal..23 3.4.2 Abses ischiorektal.23 3.4.3 Abses Intersfingterikik67 3.4.4 Abses Supralevator90 3.5 Diagnosis & Pemeriksaan Penunjang ..15-17 3.5.1 Diagnosis56 3.5.2 Pemeriksaan Laboratorium..80 3.5.3 Pemeriksaan Radiologi....90

3.6 Tatalaksana..18

1

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Bedah Rumah Sakit Marinir Cilandak Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan Periode 8 Agustus 15 Oktober 2011

Abses Anorektal Francis Celeste 07120060094

3.6.1 Abses perianal..23 3.6.2 Abses ischiorektal.23 3.6.3 Abses Intersfingterik67 3.6.4 Abses Supralevator90 3.7 Komplikasi.32 3.8 Hasil & Prognosis.32 BAB IV. KESIMPULAN 4.1 Kesimpulan19 BAB V. DAFTAR PUSTAKA 5.1 Daftar Pustaka......20

2

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Bedah Rumah Sakit Marinir Cilandak Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan Periode 8 Agustus 15 Oktober 2011

Abses Anorektal Francis Celeste 07120060094

I.PendahuluanSebuah abses anorektal merupakan akumulasi nanah di sekitar anus dan rektum.1 Tingkat keparahan dan kedalaman suatu abses beragam, dan rongga abses sering dikaitkan dengan pembentukan fistula. Kebanyakan abses dan fistula anorektal merupakan manifestasi akut dan kronik dari kondisi patologis yang sama, suatu infeksi yang berasal dari kelenjar kanalis anus. Diagnosis maupun penatalaksanaan dari abses anorektal tidak hanya memerlukan pengertian dari etiologi dan patofisiologi tetapi dari anatomi regional dan rute penyebaran infeksi. Tindakan bedah yang dilakukan atas diagnosis tidak tepat dan kesalapahaman tentang hubungan dari proses infeksi dan mekanisme sfingter ani dapat mengakibatkan pemberantasan infeksi yang tidak sempurna dan/atau gangguan permanen fungsi anorektal.2 Puncak insidensi dari abses anorektal adalah pada dekade tiga dan keempat. Pria lebih sering terkena daripada wanita, dengan rasio 2:1 sampai dengan 3:1. Sekitar 30% dari pasien dengan abses anorektal mempunyai riwayat abses serupa yang sembuh dengan spontan atau memerlukan intervensi bedah. Insidensi yang lebih tunggu dari pembentukan abses tampaknya berkait dengan musim semi dan musim panas. Walaupun demografi menunjukan perbedaan yang jelas dalam terjadinya abses anorektal yang berhubungan dengan usia dan jenis kelamin, tidak ada pola yang jelas diberbagai wilayah atau negara di dunia. Walaupun diperkirakan ada hubungan langsung dari pembentukan abses anorektal dengan kebiasaan buang air besar, diare, dan higiene pribadi yang buruk namun hingga sekarang belum ada bukti kongkrit. Terjadinya abses anorektal pada bayi juga cukup umum. Mekanismenya kurang dipahami tetapi tidak berkaitan dengan konstipasi. Untungnya, kondisi ini cukup jinak pada bayi, jarang memerlukan intervensi operasi pada pasien ini selain drainase sederhana.3

3

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Bedah Rumah Sakit Marinir Cilandak Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan Periode 8 Agustus 15 Oktober 2011

Abses Anorektal Francis Celeste 07120060094

II.AnatomiMayoritas penyakit supuratif anorektal adalah hasil dari infeksi kelenjar anal (cryptoglandular infection) yang ditemukan pada intersphincteric plane. Duktus dari kelenjar kelenjar tersebut melintasi sfingter internal dan bermuara di kripta anal pada tingkat linea dentata. Infeksi dari kelenjar anal membentuk abses yang membesar dan menyebar sepanjang salah satu rongga pada ruang perianal dan perirektal. Ruang perianal mengelilingi anus dan bagian lateralnya bersatu menjadi lemak bokong. Ruang intersfingterik memisahkan sfingter ani internal dan eksternal.

4

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Bedah Rumah Sakit Marinir Cilandak Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan Periode 8 Agustus 15 Oktober 2011

Abses Anorektal Francis Celeste 07120060094

5

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Bedah Rumah Sakit Marinir Cilandak Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan Periode 8 Agustus 15 Oktober 2011

Abses Anorektal Francis Celeste 07120060094

Anatomi anus dan

III.Abses Anorektal3.1 Definisi Sebuah abses anorektal merupakan akumulasi nanah di sekitar anus dan rektum.1 3.2 Etiologi Abses anorektal merupakan gangguan sekitar anus dan rectum, dimana sebagian besar timbul dari obstruksi kripta anal. Infeksi dan stasis dari kelenjar dan sekresi kelenjar menghasilkan supurasi dan pembentukan abses dalam kelenjar anal. Biasanya, abses terbentuk awal awal dalam ruang intersfingterik dan kemudian ke ruang potensial yang berdekatan.3 3.3 Patofisiologi

6

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Bedah Rumah Sakit Marinir Cilandak Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan Periode 8 Agustus 15 Oktober 2011

Abses Anorektal Francis Celeste 07120060094

Kebanyakan abses anorektal bersifat sekunder terhadap proses supuratif yang dimulai pada kelenjar anal. Teori ini menunjukan bahwa obstruksi dari saluran kelenjar tersebut oleh tinja, corpus alienum atau trauma akan menghasilkan stasis dan infeksi sekunder yang terletak di ruang intersfingterik. Dari sini proses infeksi dapat menyebar secara distal sepanjang otot longitudinal dan kemudian muncul di subkutis sebagai abses perianal, atau dapat menyebar secara lateral melewati otot longitudinal dan sfingter eksternal sehingga menjadi abses ischiorektal. Meskipun kebanyakan abses yang berasal dari kelenjar anal adalah perianal dan ischiorektal, ruang lain dapat terinfeksi. Pergerakan infeksi ke atas dapat menyebabkan abses intersfingterik tinggi. Ini kemudian dapat menerobos otot longitudinal ke ruang supralevator sehingga menyebabkan sebuah abses supralevator. Setelah abses terdrainase, secara spontan maupun secara bedah, komunikasi abnormal antara lubang anus dan kulit perianal disebut fistula ani.2

Patofisiologi menurut teori Cryptoglandular

7

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Bedah Rumah Sakit Marinir Cilandak Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan Periode 8 Agustus 15 Oktober 2011

Abses Anorektal Francis Celeste 07120060094

Selain pergerakan ke atas, ke bawah, dan lateral, proses supuratif dapat menyebar melingkari anus. Jenis penyebaran dapat terjadi pada tiga lapangan; ruang ischiorektal, ruang intersfingterik, dan ruang supralevator. Penyebaran ini dikenal sebagai Horseshoeing.2

Ruang Ruang Ischiorektal Ruang

Organisme tersering yang dihubungkan dengan pembentukkan abses antara lain ialah Escherichia coli, Enterococcus spesies, dan Bacteroides spesies; tetapi, belum ada bakterium spesifik yang diidentifikasi sebagai penyebab tunggal terjadinya abses. Penyebab abses anorektal yang harus juga diperhatikan sebagai diagnosis banding ialah tuberculosis, karsinoma sel skuamosa, adenokarsinoma, aktinomikosis, limfogranuloma venereum, penyakit Crohns, trauma, leukemia dan limfoma. Kelainan ini sering menyebabkan fistula-in-ano atipikal atau fistula yang sulit yang tidak berespon terhadap pengobatan konvensional.3 Klasifikasi dan persentase abses perirektal adalah: 1. Perianal 4050%2. Ischiorektal 2025% 3. Intersfingterik 25% 4. Supralevator 2.5%4

8

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Bedah Rumah Sakit Marinir Cilandak Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan Periode 8 Agustus 15 Oktober 2011

Abses Anorektal Francis Celeste 07120060094

3.4 Gambaran Klinis Awalnya, pasien bisa merasakan nyeri yang tumpul, berdenyut yang memburuk sesaat sebelum defekasi yang membaik setelah defekasi tetapi pasien tetap tidak merasa nyaman. Rasa nyeri diperburuk oleh pergerakan dan pada saat menduduk. 3.4.1 Abses Perianal Abses perianal mudah diraba pada batas anus dengan kulit perianal, sebaliknya abses anorektal yang terletak lebih dalam dapat diraba melewati dinding rectum atau lebih lateral yaitu di bokong. Abses perianal biasanya tidak disertai demam, lekositosis atau sepsis pada pasien dengan imunitas yang baik. Dengan penyebaran dan pembesaran abses yang mengakibatkan abses mendekati permukaan kulit, nyeri yang dirasakan memburuk. Nyeri memburuk dengan mengedan, batuk atau

9

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Bedah Rumah Sakit Marinir Cilandak Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan Periode 8 Agustus 15 Oktober 2011

Abses Anorektal Francis Celeste 07120060094

bersin, terutama pada abses intersfingter. Dengan perjalanan abses, nyeri dapat mengganggu aktivitas seperti berjalan atau duduk.

Abses perianal

3.4.2 Abses Ischiorektal Abses ischiorektal biasanya sangat nyeri tetapi hanya memberikan beberapa gejala pada pemeriksaan fisik, namun dengan bertambah besarnya abses, abses menjadi merah dan menonjol lebih lateral dibandingkan dengan abses perianal. Pasien biasanya terlihat sangat tidak nyaman dan disertai demam. Pada pemeriksaan colok dubur, akan teraba masa yang nyeri, dengan dasar eritematosa serta fluktuatif atau tidak. Pada pemeriksaan penunjang, dapat disertai leukositosis. 3.4.3 Abses Intersfingterik Abses intersfingter menyebabkan nyeri pada defekasi, dapat disertai dengan keluarnya duh tubuh dan demam. Pada pemeriksaan colok dubur, dapat teraba massa yang nyeri pada kanalis rectal, yang sering pada bagian tengah belakang.

10

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Bedah Rumah Sakit Marinir Cilandak Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan Periode 8 Agustus 15 Oktober 2011

Abses Anorektal Francis Celeste 07120060094

Abses Intersfingterik

3.4.4 Abses Supralevator Abses supralevator, pada sisi yang lain, biasa memberikan gejala yang nyata karena keluhan pasien pada bokong atau nyeri pada sekitar rectum. Demam, leukositosis, dan retensi urin jarang