percobaan kimia

of 16 /16

Author: eni-endang-sari-sari

Post on 09-Aug-2015

169 views

Category:

Documents


0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  1. 1. Asam asetat, asam etanoat atau asam cuka adalah senyawa kimia asam organik yang dikenal sebagai pemberi rasa asam dan aroma dalam makanan. Asam cuka memiliki rumus empiris C2H4O2. Namun seringkali ditulis dalam bentuk CH3-COOH, CH3COOH, atau CH3CO2H. Asam asetat murni (asam asetat glasial ) adalah cairan higroskopis (menyerap air dari atmosfer) tak berwarna, dan memiliki titik beku 16.7C. Asam asetat merupakan salah satu asam karboksilat paling sederhana, setelah asam format. Larutan asam asetat dalam air merupakan sebuah asam lemah, artinya hanya terdisosiasi sebagian menjadi ion H+ dan CH3COO-. Asam asetat merupakan pereaksi kimia dan bahan baku industri yang penting. Asam asetat digunakan dalam produksi polimer seperti polietilena tereftalat, selulosa asetat, dan polivinil asetat, maupun berbagai macam serat dan kain. Dalam industri makanan, asam asetat digunakan sebagai pengatur keasaman. Di rumah tangga, asam asetat encer juga sering digunakan sebagai pelunak air.
  2. 2. Cangkang telur atau yang dikenal dengan kulit telur dianggap sebagai sampah yang tidak berguna. Padahal cangkang telur yang mengandung kalsium yang bisa dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman. Di dalam kulit telur terdapat kandungan nutrisi seperti kalsium, zat besi, dan mineral lainnya yang bisa dijadikan pakan ternak. Kandungan cangkang telur diantaranya 95% kalsium karbonat (CaCO3), pospor, dan protein raantai tinggi mendekati 5%, sedikit kitin, chitosan 0,05 %. Cangkang telur memiliki rumus kimia CaCO3. CaCO3dapat bereaksi dengan larutan CH3COOH atau asam cuka. Sama halnya seperti batu gimpang atau batu kapur yang tersusun atas CaCO3akan menimbulkan bau gas jika diberi asam. Senyawa lain yang terdapat di dalam cangkang telur di antaranya MgCO3, CaSO4 dan bahan organic
  3. 3. Reaksi Asam Cuka dan Cangkang Telur Saat cangkang telur direndam didalam air cuka, kalsium karbonat bereaksi dengan air cuka membentuk garam kalsium karbonat larut sehingga yang tersisa adalah protein pengikat yang elastis karena kulit telur rentan terhadap asam cuka, seperti yang kita tahu jika asam dapat merusak suatu benda dan merubah ketebalannya. Jadi asam cuka ini merombak kalsium dikulit telur dan melunakkannya, sehingga bagian kulit telur yang cukup lama terkena asam cuka akan melembek. Karena cuka dikategorikan dalam zat-zat asam, berarti cuka memiliki kemampuan untuk merusak beberapa zat seperti, kalsium yaitu komponen utama penyusun kulit telur. Kulit telur sebagian besar terbuat dari kalsium karbonat, dengan menggunakan asam maka kulit ini larut, tidak hanya dengan asam cuka tetapi dengan HCL atau H2SO4 pun ini bisa terjadi. Cangkang telur (CaCO3)yang bereaksi dengan asam cuka (CH3COOH) memiliki persamaan reaksi : CaCO3(s) + 2 CH3COOH(aq) Ca(CH3COO)2(aq) + CO2(g) + H2O(l) Cangkang telur yang bereaksi dengan asam asetat menimbulkan keretakan pada cangkang telur dengan jangka waktu tertentu. Cepat atau lambatnya pengelupasan sebenarnya tergantung pada kuat lemahnya suatu asam. CH3COOH yang merupakan asam lemah membutuhkan waktu yang relatif lama untuk mengelupasi kulit telur. Air cuka berpengaruh terhadap kelunakan serta keringanan kulit telur. Semakin banyak air cuka yang diberikan pada kulit telur, maka kulit telur tersebut akan cepat mengapung dan menjadi lunak, dan akhirnya mengelupas. Karena cuka dikategorikan dalam zat-zat asam, berarti cuka memiliki kemampuan untuk merusak beberapa zat seperti, kalsium yaitu komponen utama penyusun kulit telur
  4. 4. Setelah mengetahui lan Teori dari percobaan in Apa saja alat dan baha dan bagaimanaCara m
  5. 5. Alat dan bahan 1. Telur ayam biasa 2. Telur ayam kampung 3. Wadah ( dalam percobaan kali ini saya menggunakan cangkir ) 4. Cuka 5. Kamera ( digunkan untuk memotret telur saat perubahan perubahan nya ) Cara melakukan 1. Taru masing masing jenis telur ke dalam wadah 2. Tuangkan cuka secukupnya 3. Diamkan dan selalu memantau dan jangan lupa untuk memfoto agar dapat mempermudah untuk mengetahui setiap reaksi yang terjadi.
  6. 6. Dari hasil percobaan yang saya lakukan, dapat dilihat bahwa telur ayam biasa lebih lama terkelupas dibanding telur ayam kampung. Hal ini dikarenakan tekstuk cangkang telur ayam biasa lebih tebal dibandingkan telur ayam kampung. Percobaan ini dilakukan hanya dalam 1 hari, dan alhamdulillah mendaptkan hasil yang sempurna tanpa telur tersebut pecah. Penyebab kulit telur dapat terkelupas karena Kulit telur mengandung Kalsium Karbonat (CaCO3). Saat cangkang telur direndam didalam Asam Cuka, Kalsium Karbonat bereaksi dengan asam cuka membentuk garam Kalsium Karbonat larut sehingga yang tersisa adalah protein pengikat yang elastis karena kulit telur rentang terhadap asam cuka, seperti yang kita tahu jika asam dapat merusak suatu benda dan merubah ketebalannya. Jadi asam cuka ini merombak kalsium dikulit telur dan melunakkannya, sehingga bagian kulit telur yang cukup lama terkena asam cuka akan menipis. Kulit telur yang sebagian besar terbuat dari kalsium karbonat, dengan menggunakan larutan asam maka kulit ini akan larut, tidak hanya dengan asam cuka tetapi dengan HCL dan H2SO4 pun ini bisa terjadi.
  7. 7. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengamatan dan percobaan : 1. Cangkang telur mengandung zat kapur (CaCO3) yang akan menjadi lunak dan mengapung saat bereaksi dengan asam cuka (CH3COOH) 2. Hasil reaksi cangkang telur dan cuka berupa gelembung gas karbondioksida serta uap air. 3. Reaksi antara cangkang telur dan asam cuka adalah CaCO3(s) + 2 CH3COOH(aq) Ca(CH3COO)2(aq) + CO2(g) + H2O(l) 4. Cuka memiliki kemampuan untuk merusak beberapa zat seperti, kalsium yaitu komponen utama penyusun kulit telur. 5. Cuka diperlukan dalam mewarnai telur, karena cuka dan air bereaksi dengan lapisan molekul protein yang menutupi permukaan kulit telur sehingga permukaan mejadi bermuatan positif dan menarik molekul-molekul pewarna yang bermuatan negatif.