perbedaan bank konvensional dan bank syariah

Download Perbedaan Bank Konvensional dan Bank Syariah

Post on 06-Dec-2015

16 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Banking

TRANSCRIPT

Prosedur Pemberian Kredit oleh Institusi Perbankan

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Akuntansi Perbankan yang dibina oleh Bapak Armanto Witjaksono, SE.,MM.,Ak.,QIA

Disusun oleh :Denissa Intan Chairy120110120053

PROGRAM STUDI AKUNTANSIFAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS PADJADJARANBANDUNG 2015KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT. karena berkat rahmat dan inayah-Nya paper berjudul Prosedur Pemberian Kredit oleh Institusi Perbankan Beserta Contoh Kasus ini dengan lancar. Adapun pembuatan paper ini bertujuan untuk melengkapi salah satu tugas paper yang diberikan oleh dosen mata kuliah Akuntansi Perbankan. Selain itu paper ini dibuat untuk mengetahui bagaimana perbedaan yang terjadi jika bank menerapkan akuntansi islam dengan akuntansi konvensional.Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan mohon maaf apabila ada kesalahan atau terdapat kekurangan dalam penyajian paper ini dan harap dimaklum.

Bandung, Juni 2015

Penulis

1

1

DAFTAR ISI

BAB I2PENDAHULUAN21.1Latar Belakang21.2Rumusan Masalah2BAB II LANDASAN TEORI42.1 Pengertian Kredit42.2 Jenis-Jenis Kredit52.3 Unsur Kredit72.4 Tujuan dan Fungsi Kredit72.5 Jaminan Kredit82.6 Prinsip Kredit92.8 Prosedur Pemberian Kredit10BAB III14PEMBAHASAN KASUS143.1 Masalah Perbankan yang Terkait dengan Akuntansi143.2 Analisa Kasus18BAB IV21PENUTUP214.1 Simpulan21DAFTAR PUSTAKA22Prosedur Pemberian Kredit oleh Institusi Perbankan23

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangMenurut UU No 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, dapat disimpulkan bahwa usaha perbankan meliputi tiga kegiatan, yaitu menghimpun dana,menyalurkan dana, dan memberikan jasa bank lainnya. Kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana merupakan kegiatan pokok bank sedangkan memberikan jasa bank lainnya hanya kegiatan pendukung. Kegiatan menghimpun dana, berupa mengumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan giro, tabungan, dan deposito. Biasanya sambil diberikan balas jasa yang menarik seperti, bunga dan hadiah sebagai rangsangan bagi masyarakat. Kegiatan menyalurkan dana, berupa pemberian pinjaman kepada masyarakat. Sedangkan jasa-jasa perbankan lainnya diberikan untuk mendukung kelancaran kegiatan utama tersebut. Karena itu perbankan mempunyai tugas yang sangat penting dalam rangka mendorong pencapaian tujuan nasional yang berkaitan dalam peningkatan dan pemerataan taraf hidup masyarakat.Ditinjau dari sudut pandang bank, kredit mempunyai suatu kedudukan yang strategis dimana sebagai salah satu sumber uang yang perlu dalam membiayai kegiatan usaha yang dapat dititikberatkan sebagai kunci kehidupan bagi setiap manusia.Fasilitas kredit yang diberikan oleh bank merupakan asset yang terbesar bagi bank. Dalam hal kegiatan bank memberikan fasilitas kredit, resiko kerugian sebagian besar bersumber pada kegiatan tersebut, sehingga bila tidak dikelola dengan baik dan disertai pengawasan yang memadai akan mengancam kelangsungan hidup bank tersebut.Dalam memberikan kredit, bank harus mempunyai kepercayaan terhadap calon debitur bahwa dana yang diberikan akan digunakan sesuai dengan tujuan, dan pada akhirnya akan dikembalikan lagi kepada bank sesuai dengan perjanjian yang disepakat

1.2 Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan kredit?2. Apa saja jenis kredit dalam perbankan?3. Apa saja unsur kredit?4. Apa tujuan dan fungsi dari kredit?5. Apa yang dimaksud dengan jaminan kredit?6. Apa saja prinsip yang melandasi pemberian kredit?7. Bagaimana prosedur pemberian kredit?

BAB IILANDASAN TEORI2.1 Pengertian KreditKredit berasal dari bahasa Yunani, credere yang berarti kepercayaan akan kebenaran dalam praktek sehari hari. Pengertian Kredit adalah kemampuan untuk melaksanakan suatu pembelian atau mengadakan suatu pinjaman dengan suatu janji, pembayaran akan dilaksanakan pada jangka waktu yang telah disepakati . (Astiko, Manajemen Perkreditan ( Yogyakarta : andi Offset, 1996 ), hal 5)

Pengertian kredit menurut Undang-Undang Perbankan nomor 10 tahun 1998, Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga.Ikatan Akuntan Indonesia (2004:31.4) mendefinisikan kredit sebagai berikut: Kredit adalah pinjaman uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga, imbalan, atau pembagian hasil keuntungan. Hal yang termasuk dalam pengertian kredit yang diberikan adalah kredit dalam rangka pembiayaan bersama, kredit dalam restrukturisasi, dan pembelian surat berharga nasabah yang dilengkapi dengan Note Purchase Agreement (NPA).Dari pengertian di atas dapatlah dijelaskan bahwa kredit dapat berupa uang atau tagihan yang nilainya diukur dengan uang. Kemudian adanya kesepakatan antara bank sebagai kreditur dan nasabah penerima kredit sebagai debitur, dengan perjanjian yang telah dibuat. Dalam perjanjian kredit tercakup hak dan kewajiban masing-masing pihak, termasuk jangka waktu serta bunga yang ditetapkan bersama. Demikian pula dengan masalah sanksi apabila debitur ingkar janji terhadap perjanjian yang telah dibuat.

Pengertian kredit yang lebih mapan untuk kegiatan perbankan di Indonesia telah dirumuskan dalam Undang Undang Pokok Perbankan No. 7 Tahun 1992 yang menyatakan bahwa kriteria adalah penyediaan uang / tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan / kesepakatan pinjam meminjam antara pihak bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melaksanakan dengan jumlah bunga sebagai imbalan.

Dalam praktek sehari hari pinjaman kredit dinyatakan dalam bentuk perjanjian tertulis baik dibawah tangan maupun secara materiil. Dan sebagai jaminan pengaman, pihak peminjam akan memenuhi kewajiban dan menyerahkan jaminan baik bersifat kebendaan maupun bukan kebendaan.

Sebenarnya sasaran kredit pokok dalam penyediaan pinjaman tersebut bersifat penyediaan suatu modal sebagai alat untuk melaksanakan kegiatan usahanya sehingga kredit ( dana bank ) yang diberikan tersebut tidak lebih dari pokok produksi semata. (Teguh P. Mulyono, Manajemen Perkreditan Komersil ( Yogyakarta : BPFE, 1987 ), hal. 37)2.2 Jenis-Jenis KreditSecara umum jenis-jenis kredit dapat dilihat dari berbagai segi antara lain:a. Segi Kegunaan1. Kredit investasi, merupakan kredit jangka panjang yang biasanya digunakan untuk keperluan perluasan usaha atau membangun proyek/pabrik baru atau untuk keperluan rehabilitasi,2. Kredit modal kerja, merupakan kredit yang digunakan untuk keperluan meningkatkan produksi dalam operasionalnya,b. Segi Tujuan Kredit1. Kredit produktif, adalah kredit yang digunakan untuk peningkatan usaha atau produksi atau investasi.2. Kredit konsumtif, adalah kredit yang digunakan untuk dikonsumsi secara pribadi.3. Kredit perdagangan, adalah kredit yang diberikan kepada pedagang dan digunakan untuk membiayai aktivitas perdagangannya seperti untuk membeli barang dagangan yang pembayarannya diharapkan dari hasil penjualan barang dagangan tersebut.c. Segi Jangka Waktu1. Kredit jangka pendek, merupakan kredit yang memiliki jangka waktu kurang dari 1 tahun atau paling lama 1 tahun, dan biasanya digunakan untuk keperluan modal kerja,2. Kredit jangka menengah, merupakan kredit yang memiliki jangka waktu kredit berkisar antara 1 tahun sampai dengan 3 tahun, dan biasanya kredit ini digunakan untuk melakukan investasi,3. Kredit jangka panjang, merupakan kredit yang masa pengembaliannya paling panjang. Kredit jangka panjang waktu pengembaliannya di atas 3 tahun atau 5 tahun,d. Segi Jaminan1. Kredit dengan jaminan, merupakan kredit yang diberikan dengan suatu jaminan. Jaminan tersebut tidak berwujud atau jaminan orang. Artinya setiap kredit yang dikeluarkan akan dilindungi minimal senilai jaminan atau jaminan tersebut harus melebihi jumlah kredit yang diajukan si calon debitur,2. Kredit tanpa jaminan, merupakan kredit yang diberikan tanpa jaminan barang atau orang tertentu. Kredit jenis ini diberikan dengan melihat prospek usaha, karakter, serta loyalitas atau nama baik si calon debitur selama berhubungan dengan bank atau pihak lain.e. Segi Penarikan1. Kredit dengan penarikan sekaligus, yaitu kredit yang ditarik nasabah sesuai dengan permohonan kredit yang diajukan secara keseluruhan tanpa ada penundaan pencairan dana pinjaman,2. Kredit dengan penarikan bertahap, yaitu kredit yang ditarik nasabah, dimana pencairan dananya dilakukan secara berkala oleh pihak bank.f. Segi Sifat Pelunasan1. Kredit yang pelunasannya dengan angsuran, yaitu kredit yang diperoleh debitur dapat dicicil dalam pelunasannya sesuai dengan ketentuan dan ikatan kerjasama yang telah disepakati oleh bank dengan debitur,2. Kredit yang pelunasannya tanpa angsuran, yaitu pembayaran secara keseluruhan terhadap kredit yang diperoleh debitur tanpa adanya cicilan, dimana dalam pelunasan kredit tersebut harus terdapat bunga pinjaman sesuai dengan kesepakatan.

g. Segi Sektor Usaha1. kredit pertanian,2. kredit peternakan,3. kredit industri,4. kredit pertambangan,5. kredit pendidikan,6. kredit profesi,7. kredit perumahan,8. Sektor-sektor lain-lainnya

2.3 Unsur KreditPemberian kredit oleh perbankan mengandung beberapa unsur, yaitu[5] :1. Kepercayaan, Keyakinan pemberi kredit bahwa kredit yang diberikan (baik berupa uang, barang atau jasa) akan benar-benar diterima kembali di masa yang akan datang sesuai jangka waktu kredit.2. Kesepakatan, yaitu kesepakatan antara si pemberi kredit dengan si penerima kredit yang dituangkan dalam Suatu perjanjian di mana masing-masing pihak menandatangani hak dan kewajibannya masing-masing.3. Jangka waktu, Masa pengembalian kredit yang

Recommended

View more >