penuntun praktikum biokimia veteriner

Click here to load reader

Post on 18-Feb-2016

128 views

Category:

Documents

18 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Biokimia Veteriner merupakan salah satu mata kuliah wajib bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan yang diberikan di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Nusa Cendana dan terbagi menjadi Biokimia Veteriner I dan II yang di berikan di semester ganjil dan genap. Biokimia Veteriner diberikan tanpa praktikum sedangkan Biokimia Veteriner II terdiri dari dua SKS kuliah dan satu SKS praktikum.Penuntun praktikum Biokimia Veteriner ini disusun berdasarkan pada percobaan yang disesuaikan dengan materi kuliah Biokimia Veteriner I dan II. Isi penuntun praktikum terdiri atas ikatan hidrogen; kristalisasi air dalam sel, transport membran, analisis karbohidrat, aktivitas enzim amilase, fermentasi alkohol, denaturasi protein dan analisis protein, serta DNAPenulis berharap penuntun praktikum ini dapat digunakan sebagai pedoman mahasiswa dalam melakukan praktikum dan membantu memahami materi kuliah Biokimia Veteriner I dan II.Akhir kata, penulis menyadari akan kekurangan yang terdapat dalam penuntun praktikum ini, saran serta kritik sangat diharapkan

TRANSCRIPT

  • PENUNTUN PRAKTIKUM BIOKIMIA VETERINER

    Oleh: AGUS SAPUTRA

    FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN

    UNIVERSITAS NUSA CENDANA

    2015

  • PRAKATA

    Biokimia Veteriner merupakan salah satu mata kuliah

    wajib bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan yang diberikan

    di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Nusa Cendana dan

    terbagi menjadi Biokimia Veteriner I dan II yang di berikan di

    semester ganjil dan genap. Biokimia Veteriner diberikan tanpa

    praktikum sedangkan Biokimia Veteriner II terdiri dari dua SKS

    kuliah dan satu SKS praktikum.

    Penuntun praktikum Biokimia Veteriner ini disusun

    berdasarkan pada percobaan yang disesuaikan dengan materi

    kuliah Biokimia Veteriner I dan II. Isi penuntun praktikum terdiri

    atas ikatan hidrogen; kristalisasi air dalam sel, transport membran,

    analisis karbohidrat, aktivitas enzim amilase, fermentasi alkohol,

    denaturasi protein dan analisis protein, serta DNA

    Penulis berharap penuntun praktikum ini dapat digunakan

    sebagai pedoman mahasiswa dalam melakukan praktikum dan

    membantu memahami materi kuliah Biokimia Veteriner I dan II.

    Akhir kata, penulis menyadari akan kekurangan yang

    terdapat dalam penuntun praktikum ini, saran serta kritik sangat

    diharapkan

    Kupang, September 2015

    Agus Saputra

  • DAFTAR ISI

    Halaman PRAKATA ....................................................... Error! Bookmark not defined.

    DAFTAR ISI .................................................... Error! Bookmark not defined.

    TATA TERTIB PRAKTIKUM ........................ Error! Bookmark not defined.

    IKATAN HIDROGEN: KRISTALISASI AIR DALAM SEL Error! Bookmark not defined.

    TRANSPORT MEMBRAN ............................................................................ 5

    ANALISIS KARBOHIDRAT ....................................................................... 11

    AKTIVITAS ENZIM AMILASE ................................................................. 15

    FERMENTASI ALKOHOL .......................................................................... 22

    DENATURASI PROTEIN DAN ANALISIS PROTEIN ............................ 26

    DNA ............................................................................................................. 32

    DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 37

  • TATA TERTIB PRAKTIKUM

    1. Lima menit sebelum praktikum, praktikan harus sudah siap

    di depan ruang praktikum dengan berpakaian rapi (baju

    berkerah dan sepatu tertutup) dan sudah memakai jas

    laboratorium.

    2. Bahan praktikum yang akan dikerjakan harus sudah

    dipelajari, disiapkan rencana kerja pada sebuah buku tulis

    disertai skema pembagian waktu kerja yang jelas.

    3. Data pengamatan dan catatan lain mengenai jalannya

    praktikum dicatat pada buku tulis.

    4. Laporan dibuat pada bagian khusus untuk laporan yang

    disediakan. Laporan dibuat pada saat praktikum

    berlangsung.

    5. Praktikan diharuskan membawa lap

    6. Alat-alat gelas yang disediakan di atas meja praktikum

    menjadi tanggung jawab praktikan, apabila terdapat alat

    yang pecah atau hilang maka praktikan harus sudah

    menggantinya pada waktu yang ditentukan.

    7. Harus diusahakan ketenangan dan kebersihan selama

    praktikum berlangsung.

    8. Praktikan tidak diperkenankan meninggalkan ruang

    praktikum sebelum waktu praktikum habis, tanpa seizin

  • dan sebelum pemeriksaan alat-alat oleh asisten yang

    bertugas.

    9. Praktikum harus selalu dihadiri. Jika berhalangan secara sah, praktikan dapat meminta waktu lain kepada

    Dosen/PJP, sedapat mungkin pada hari-hari sebelum

    mengerjakan praktikum berikutnya.

  • IKATAN HIDROGEN:

    KRISTALISASI AIR DALAM SEL

    SASARAN BELAJAR

    Setelah melakukan percobaan ini, mahasiswa akan dapat

    menjelaskan manfaat dan peranan air dalam sistem tubuh makhluk

    hidup khususnya sel.

    TUJUAN PERCOBAAN

    Tujuan percobaan ini adalah untuk membuktikan terjadinya

    pembentukan ikatan hidrogen antar molekul air (kristalisasi air),

    kristalisasi air dalam sel darah merah, dan pengaruh gliserol

    terhadap kristalisasi air dalam sel darah merah

    .

    LATAR BELAKANG

    Ikatan hidrogen adalah salah satu gaya tarik menarik antar

    molekul yang terjadi antara dua muatan listrik yang berlawanan.

    Ikatan ini terjadi antara atom hidrogen dari molekul yang satu

    dengan molekul lain yang memiliki atom N, O, dan F. Ikatan

    hidrogen terdapat atau terjadi pada berbagai jenis molekul, baik

    molekul sederhana seperti antar molekul air, ataupun molekul

    kompleks seperti pada struktur protein, asam nukleat, lipid, dan

    sebagainya

  • Air dapat ditemukan dalam tiga wujud zat yaitu padat, cair,

    dan gas. Struktur wujud padat adalah struktur dengan susunan

    teratur dan wujud cair dengan susunan tidak teratur. Kristal es

    memiliki ikatan hidrogen yang teratur, jika es mencair (entropi

    naik) maka sebagian ikatan hidrogen akan terputus, sebaliknya jika

    air membeku atau mengkristal maka ikatan hidrogen akan

    terbentuk secara teratur sehingga bobot jenis es lebih rendah

    daripada bobot jenis air dengan perkataan lain volume es lebih

    besar daripada volume air.

    Air memegang peranan dalam proses kehidupan, karena

    hampir seluruh bentuk kehidupan memerlukan air untuk hidup dan

    bertahan hidup. Sebagian besar komposisi dari makhluk hidup

    seperti manusia dan hewan tersusun oleh molekul air.

    BAHAN DAN ALAT

    Bahan dan alat yang digunakan pada percobaan adalah

    aquades, darah, heparin, gliserol, gelas ukur 100 mL, kaca

    pembesar, vial, kaca obyek, mikroskop, pipet hematokrit, jarum

    suntik, dan kaleng minuman bekas

  • METODA

    1. Pembentukan Ikatan Hidrogen pada Kristalisasi Air

    1. Sediakan dua buah kaleng kosong bekas minuman, masing-

    masing diisi penuh dengan aquades, ukur volume air dengan

    gelas ukur 100 mL

    2. Isi kembali kedua kaleng tersebut penuh dengan aquadest

    lalu dibekukan dengan memasukkannya ke dalam freezer

    3. Setelah air membeku atau mengkristal, kristal es dicairkan

    dan kaleng dikosongkan lagi

    4. Isi kembali kaleng penuh dengan air aquades, ukur lagi

    volume air dengan gelas ukur

    5. Bandingkan volume kaleng setelah air dibekukan dan

    sebelum dibekukan, perbedaan volume disebabkan oleh

    terbentuknya ikatan hidrogen

    2. Kristalisasi Air dalam Sel Darah Merah

    1. Siapkan sampel darah dengan menggunakan jarum suntik

    sebanyak 1 mL kemudian dimasukkan ke dalam vial yang

    telah diberikan 0,2 mg heparin

    2. Celupkan ujung pipet hematokrit ke dalam sampel darah

    3. Atur agar sampel darah berada di tengah pipet hematokrit

    lalu ukur panjang sampel darah di dalam pipet hematokrit

    4. Masukkan kedua pipet hematokrit ke dalam freezer

  • 5. Setelah sampel darah membeku segera ukur panjang sampel

    darah beku di dalam pipet hematokrit

    6. Perbedaan panjang sampel darah beku dan sampel darah

    yang belum dibekukan menunjukkan terbentuknya ikatan

    hidrogen

    7. Biarkan sampel darah yang telah dibekukan mencair

    8. Siapkan dua buah kaca objek yang bersih

    9. Teteskan sampel darah tersebut pada kaca objek dan amati di

    bawah mikroskop atau video loupe, bandingkan dengan sel

    darah merah yang tidak dibekukan

    3. Pengaruh Gliserol terhadap Kristalisasi Air dalam Sel

    Darah Merah

    1. Lalukan seperti pada percobaan 2.1, lalu tambahkan gliserol

    sebanyak 0,10 mL, setelah itu dilakukan seperti butir 2.2

    sampai dengan 2.9

    2. Bandingkan hasil yang diperoleh pada percobaan 3 dengan

    hasil percobaan 1 dan 2

    Pertanyaan Praktikum

    1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan ikatan hidrogen

    2. Gambarkan bagian-bagian dari sel secara umum

  • TRANSPORT MEMBRAN

    SASARAN BELAJAR

    Setelah melakukan percobaan ini, mahasiswa akan dapat

    menjelaskan proses osmosis yang terjadi dalam berbagai sistem

    tubuh.

    TUJUAN PERCOBAAN

    Tujuan percobaan ini adalah untuk mempelajari konsep

    dialisis pada larutan garam dan mengamati proses osmosis pada sel

    darah merah

    LATAR BELAKANG

    Tubuh manusia mengandung air dengan jumlah terbesar

    dibandingkan dengan senyawa lainnya, yaitu mencapai 70%. Air

    dalam tubuh tidak berupa air murni melainkan mengandung

    berbagai zat terlarut di dalamnya, misalnya ion-ion, organel sel,

    enzim, dan lain sebagainya. Kesetimbangan cairan dan komponen

    di dalam sel dijaga sedemikian rupa agar tetap dalam kondisi yang

    stabil dengan berbagai mekanisme, diantaranya adalah osmosis,

    difusi, dan dialisis.

    Difusi adalah peristiwa perpindahan (pergerakan) zat

    terlarut dari larutan yang lebih pekat ke larutan yang lebih encer

    sehingga mencapai kondisi setimbang. Proses difusi dapat terjadi

  • melalui membran pemisah ataupun tidak. Dialisis adalah difusi

    melalui suatu membran semipermeabel yang memisahkan molekul

    dan ion kecil dengan molekul dan ion besar. Kemampuan suatu

    molekul untuk berdifusi melalui membran semipermeabel

    tergantung dari ukuran dan bentuk ion/molekul itu sendiri; selain

    itu juga tergantung kepada pori-pori yag dimiliki oleh membran

    semipermeabel itu sendiri. Prinsip dialisis ini dipakai pada mesin