pengolahan alkesa - repository.unas.ac.id

19

Upload: others

Post on 26-Oct-2021

23 views

Category:

Documents


0 download

TRANSCRIPT

Page 1: PENGOLAHAN ALKESA - repository.unas.ac.id
Page 2: PENGOLAHAN ALKESA - repository.unas.ac.id
Page 3: PENGOLAHAN ALKESA - repository.unas.ac.id

i

PENGOLAHAN ALKESA (Pouteria campechiana) MENJADI MOUSSE BROWNIES

Disusun Oleh :

Ir. Etty Hesthiati, M.Si

Rani Nurhasyiah Rasyad

Ir. Inkorena G.S. Sukartono, M.Agr

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS NASIONAL

JAKARTA 2019

Page 4: PENGOLAHAN ALKESA - repository.unas.ac.id

ii

PENGOLAHAN ALKESA (Pouteria campechiana) MENJADI MOUSSE BROWNIES

Etty Hesthiati, Rani Nurhasyiah Rasyad , Inkorena G S Sukartono Fakultas Pertanian Universitas Nasional

email : [email protected]

ABSTRAK

Buah alkesa merupakan salah satu tanaman buah langka di Indonesia dan sudah jarang ditemukan karena tanaman buah alkesa di Indonesia tidak dibudidayakan tetapi hanya untuk tanaman perkarangan rumah. Buah alkesa memiliki kandungan gizi dan manfaat yang baik untuk kesehatan.. Buah alkesa memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap seperti serat, zat tepung, mineral, kalsium, fosfor, karoten, thiamin, riboflavin, niasin, dan vitamin C. Lengkap dan tingginya kandungan gizi yang ada membuat buah alkesa disebut sebagai pangan fungsional. Dilihat dari tekstur buahnya, daging buah alkesa yang kaya gizi ini dapat dipakai sebagai bahan campuran es krim, susu kocok (milkshake) dan juga cocok dijadikan bahan baku selai atau dodol. Oleh karena itu alkesa memiliki prospek dan peluang yang cukup besar sebagai bahan baku industri pangan. Saat ini pemanfaatan buah alkesa masih terbatas, biasanya buah alkesa hanya diolah menjadi sirup. Alkesa memiliki rasa buah yang unik yaitu merupakan campuran antara lembutnya alpukat dan manisnya ubi tetapi tidak berserat. Berdasarkan karakteristik daging buah tersebut, buah alkesah dapat diolah menjadi mousse. Mousse berasal dari Perancis, mousse adalah sajian yang diproses hingga memiliki tekstur lembut berongga, diaduk dengan cara aduk lipat (folding), kemudian dicetak. Mousse alkesa dapat dikonsumsi sebagai dessert atau makanan penutup. Sebagai penyempurna mousse alkesa dapat disajikan dengan brownies cake. Analisis SWOT terhadap mousse alkesa menunjukkan strength dari produk alkesa mousse brownies yaitu memiliki peluang besar untuk menarik perhatian para konsumen karena rasanya yang unik dan menarik karena warna orangenya merupakan warna alami buah alkesah. Weaknes dari Alkesa Mousse adalah tidak dapat bertahan lama karena pengolahannya tidak menggunakan bahan kimia atau bahan pengawet. Opportunity dari produk ini adalah bahan bakunya yaitu daging buah alkesa harganya relatif murah namun mempunyai manfaat yang sangat besar, buah alkesa sangat baik untuk kesehatan karenai memiliki kandungan gizi yang cukup banyak sehingga pengolahan buah alkesa menjadi mousse ini diharapkan dapat menjadi inovasi baru makanan dan dapat meningkatkan nilai ekonomi buah alkesa. Threat dari produk alkesa mousse brownies ini adalah buah alkesa masih jarang ditemui di pasaran dan mousse merupakan produk baru sehingga perlu diperkenalkan secara intensif ke masyarakat.

Page 5: PENGOLAHAN ALKESA - repository.unas.ac.id

iii

DAFTAR ISI

I. PENDAHULUAN ............................................................................................................ 1

A. Latar Belakang ........................................................................................................ 1

B. Tujuan.........................................................................................................................2

II. TINJAUAN PUSTAKA ................................................................................................... 3

A. Alkesa ........................................................................................................................ 3

B. Mousse ....................................................................................................................... 7

III. BAHAN DAN METODE

A. Alat dan Bahan ...................................................................................................... 9

B. Cara Kerja ............................................................................................................ 11

Pembuatan Brownies ........................................................................................... 11

Pembuatan Alkesa Mousse................................................................................. 11

IV. HASIL ............................................................................................................................. 12

V. ANALISIS SWOT .......................................................................................................... 13

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................... 14

Page 6: PENGOLAHAN ALKESA - repository.unas.ac.id

1

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Buah-buahan merupakan salah satu komoditas tanaman holtikultura yang

memiliki fungsi yang baik bagi tubuh karena banyak mengandung vitamin dan

mineral (Sutrisno, et al 2018). Beberapa buah-buahan disebut sebagai buah

tropis atau buah yang dapat tumbuh di daerah tropis diantaranya adalah

alpukat, belimbing, kedondong, sawo dan alkesa.

Buah alkesa merupakan salah satu tanaman buah langka di Indonesia dan

sudah jarang ditemukan karena tanaman buah alkesa di Indonesia tidak

dibudidayakan tetapi hanya untuk tanaman perkarangan rumah, padahal

buah alkesa memiliki kandungan gizi dan manfaat yang baik untuk kesehatan

manusia. Buah alkesa sering disebut sawo mentega, sawo ubi, campolay dan

kanistel. Nama buah ini merujuk pada nama kota di Meksiko “Campeche”,

dalam bahasa inggris buah ini disebut sebagai Canistel, Egg Fruit, atau Yellow

Sapote.

Buah alkesa memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap seperti serat,

zat tepung, mineral, kalsium, fosfor, karoten, thiamin, riboflavin, niasin, dan

vitamin C. Dengan adanya kandungan ini membuat buah ini disebut sebagai

pangan fungsional (Warta, 2015 dalam Sutrisno 2018). Bila dilihat dari tekstur

buahnya, daging buah alkesa yang kaya gizi ini dapat dipakai sebagai bahan

campuran es krim, susu kocok (milkshake) dan juga cocok dijadikan bahan baku

selai atau dodol. Alkesa memiliki prospek dan peluang yang cukup besar

sebagai bahan baku industri pangan.

Saat ini pemanfaatan buah alkesa masih terbatas, biasanya buah alkesa

diolah menjadi sirup buah. Alkesa memiliki prospek dan peluang yang cukup

besar sebagai bahan baku industri pangan. Perkembangan pemanfaatannya

dapat ditingkatkan dengan cara pengolahan yang tepat sehingga memiliki

nilai ekonomi tinggi. Bentuk pengolahan alkesa yang memiliki peluang untuk

dikembangkan salah satunya adalah pengolahan alkesa mousse brownies

Mousse berasal dari Negara prancis, Menurut buku ensiklopedia

kuliner Larousse Gastronomique, mousse adalah sajian yang diproses hingga

Page 7: PENGOLAHAN ALKESA - repository.unas.ac.id

2

memiliki tekstur lembut berongga, diaduk dengan cara aduk lipat (folding),

kemudian dicetak. Hidangan mousse ini populer pada tahun 1900,

dipopulerkan oleh pelukis Prancis yang hobi memasak, Henri de Toulouse-

Lautrec. Ada banyak macam mousse, mulai dari yang cerah dan menggumpal

sampai yang kental dan tebal, tergantung teknik penyajiannya. Mousse

memiliki rasa manis atau berperisa. Mousse biasanya dibuat

menggunakan putih telur kocok atau krim kocok dan umumnya ditambahkan

coklat atau sari buah (Wikipedia, 2019).

Berdasarkan pernyataan diatas maka dilakukan pengolahan buah

alkesa menjadi mousse sebagai salah satu cara untuk mendapatkan perhatian

khusus agar meningkatkan nilai ekonomis karena buah ini masih jarang

dimanfaatkan. Pengolahan buah alkesa dimaksudkan sebagai penambah

daya tarik kepada masyarakat untuk membudidayakan tanaman buah alkesa

yang sudah mulai langka.

B. Tujuan

Melalui penulisan karya olahan pangan ini, maka tujuan yang ingin

dicapai adalah sebagai berikut :

1. Menemukan alternatif baru dalam memanfaatkan buah alkesa menjadi

mousse.

2. Menciptakan kreasi olahan pangan yang bernutrisi dan bernilai jual tinggi.

3. Meningkatkan daya tarik masyarakat untuk membudidayakan tanaman

alkesa.

Page 8: PENGOLAHAN ALKESA - repository.unas.ac.id

3

II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Alkesa

Buah dengan nama alkesa atau campolay (Pouteria campechiana) merupakan

buah sejenis sawo yang sering disebut Sawo Mentega, Alkesa, Sawo Ubi, atau

Kanistel. Buah Campolay ini disebut juga Sawo Belanda, Buah alkesa mungkin agak

asing ditelinga kita karena memang termasuk tanaman buah langka di Indonesia

yang tidak bisa kita dapatkan secara mudah.

Gambar . Buah Alkesa

Buah alkesah di Indonesia biasanya dimakan begitu saja setelah masak,

sebagai buah segar. Namun di banyak tempat di negara lain, daging buah yang

mirip dengan ubi kuning ini dicampur dengan garam dan lada, sari jeruk,

atau mayones, dan dimakan segar atau setelah sebentar dipanaskan. Buah ini

memiliki daging dengan tekstur dan rasa yang mirip dengan ubi rebus atau tapai

singkong. Daging buah alkesah juga kerap dihaluskan dan dijadikan campuran es

krim atau susu kocok (milkshake).

Buah alkesah yang kaya gizi kerap dicampurkan ke kue-kue sebagai

pengganti labu: dalam puding, kue dadar (pancake), kue pai ‘labu’, dan bahkan

juga dijadikan selai untuk mengolesi roti.

Page 9: PENGOLAHAN ALKESA - repository.unas.ac.id

4

Kayunya yang berwarna coklat keabu-abuan hingga kemerah-merahan

bertekstur halus, kuat, keras, dan berbobot sedang hingga berat; baik untuk

membuat papan atau balok. Di Amerika Tengah, lateksnya disadap untuk campuran

getah sawo manila, dijadikan bahan permen karet. Pohon alkesah sering pula

ditanam sebagai peneduh atau penghias taman.

Kerajaan : Plantae

Divisi : Magnoliophyta

Kelas : Magnoliophyta

Anak Kelas : Dilleniidae

Bangsa : Ebenales (Cronquist 1981:XIV-XV)

Sapotales (Takhtajan, 2009:211-212)

Suku : Sapotaceae

Marga : Pouteria

Jenis : Pouteria campechiana (Kunth) Baehni

Nama daerah : Sawo mentega atau alkesa (Indonesia), campoleh atau

sawo walanda (Sunda), canistel, egg-fruits atau yellow

sapote (Inggris), dan tiesa atau canistel (filiphina).

Buah alkesa secara umum dapat tumbuh di iklim tropis dan subtropics, pada

ketinggian dibawah 1400 mdpl. Alkesa juga dapat bertahan atau mentolerir salju

yang singkat, hanya membutuhkan curah hujan sedang dan tumbuh baik meskipun

musim kemarau panjang, alkesa dapat produktif pada tanah yang dianggap

terlalu dangkal dan kurang subur untuk sebagian pohon lainnya.

Gambar . Buah Alkesah yang Dijual di Lapak Buah, Jagakarsa

Page 10: PENGOLAHAN ALKESA - repository.unas.ac.id

5

Alkesah mengandung sejumlah zat gizi yang cukup lengkap sehingga

berpotensi untuk dikembangkan sebagai pangan fungsional. Kandungan zat gizi

pada buah alkesah adalah :

Tabel. Kandungan Gizi Buah alkesa

No Komposisi Jumlah

1 Air 57,2 – 60,6 g

2 Protein 0,1 – 0,6 g

3 Lemak 36,7 – 39,2 g

4 Karbohidrat 0,1 – 7,5 g

5 Serat 0,6 – 0,9 g

6 Abu 0,6 – 0,9 g

7 Kalsium 26,5 – 40 mg

8 Fosfor 30,0 – 30,3 mg

9 Besi 0,9 – 1.1 mg

10 Karoten 0,32 mg

11 Thiamin 0,02 – 0,17 mg

12 Riboflavin 0,01 – 0,03 mg

13 Niasin 2,3 – 3,7 mg

14 Vitamin C 43,0 – 58 mg

Total Energi 580 – 630 kj/100g

Deskripsi Tanaman Alkesa

Buah asal Amerika Selatan yang kaya akan kalori, zat tepung, vitamin dan

mineral ini belum pernah dimanfaatkan maksimal. Padahal jika dilihat dari tekstur

buahnya, alkesah sepertinya cocok dijadikan bahan baku selai, dodol maupun

dikeringkan menjadi tepung sebagai bahan cookies atau kue kering. Alkesa

termasuk tanaman sawo-sawoan yang dapat memiliki ketinggian batang mencapai

9 meter. Tampil dengan kulit buah berwarna hijau saat masih muda dan akan

berubah menjadi kuning saat buah sudah matang dan buahnya termasuk buah

berdaging.

Alkesa memiliki rasa buah yang unik yaitu merupakan campuran antara

lembutnya alpukat dan manisnya ubi tetapi tidak berserat. Daunnya berbentuk

lanset, pada tiap buku-buku batang terdapat lebih dari dua daun (daun majemuk),

pangkal dan ujung daunnya berbentuk runcing (acutus), pertulangan daunnya

menyirip (penninervis), tepi daunnya rata (integer), daging daunya tipis lunak

(herbaceus), dan permukaan daunnya licin (laevis), dan batangnya berkayu dan

Page 11: PENGOLAHAN ALKESA - repository.unas.ac.id

6

berbentuk bulat, dan termsuk tumbuhan menahun atau tumbuhan keras. Alkesa

mempunyai Common name:Canistel, Eggfruit, Botanical name: Pouteria

campechiana, Family: Sapotaceae dan berasal dari Amerika Tengah.

Manfaat Alkesa

Karena kandungan nutrisinya yang tinggi, dibeberapa tempat buah ini malah

dijadikan sebagai obat. Seperti di Kuba, Kulit buah ini dipercaya sebagai penurun

panas serta daging buahnya serta rebuasan daunya dapat mengobati diare dan

mencret dan bisa mengobati radang mulut dengan berkumur menggunakan air

rebusan parutan buahnya. Berikut beberapa manfaat dar buah alkesa :

1. Dimakan sebagai Buah.

Sama seperti buah lainnya, daging buah Alkesa bisa dimakan langsung. Cita

rasa buahnya mirip ubi jalar kuning, manis dan agak kasat. Saat makan

biasanya ditambah garam, lada, atau dicampur dengan sari jeruk dan mayones

.

2. Campuran Sajian Makanan.

Buah kaya gizi ini sering dipadukan untuk berbagai macam keperluan. Alkesa

sering dijadikan bahan baku selai, dodol atau dibuat tepung untuk bahan

campuran cake, brownies, kue talam, cookies atau kue kering. Bisa juga

dicampurkan ke dalam puding, kue dadar (pancake), atau kue pai 'labu'. Buah

ini bisa juga dipakai untuk campuran milkshakes, dan es cream. Di Amerika

Tengah masyarakat menjadikan sebagai bahan permen karet.

3. Alkesa Sebagai Obat.

Di Meksiko dan Kuba, kulit buah Alkesa bisa sebagai obat penurun panas.

Daging buah dan rebusan daun Alkesa bisa untuk mengobati diare atau mencret.

Cara memanfaatkannya, buah Alkesa yang masih muda muda diparut, diperas

dan disaring. Campur dengan air hangat. Diminum, 2 kali sehari.

4. Mengatasi Radang Mulut.

Daun Alkesa muda dicincang dan direbus dengan air bersih secukupnya. Tunggu

sampai mendidih dan dinginkan. Pakailah air hasil rebusan untuk berkumur.

5. Menjaga Kesehatan Mata.

Alkesa memiliki vitamin A (karoten), sehingga jika mengonsumsi buah ini akan

menyehatkan mata.

Page 12: PENGOLAHAN ALKESA - repository.unas.ac.id

7

6. Mencegah Kanker Usus.

Buah Alkesa memiliki kandungan serat yang tinggi. Serat akan baik untuk

pencernaan di dalam usus. Terhindar dari penyakit sembelit dan mencegah

kanker usus.

7. Pencegahan Infeksi.

Alkesa mempunyai vitamin C dan A yang cukup baik. Vitamin A membantu

menjaga kesehatan mata dan kulit. Vitamin C perlindungan terhadap serangan

radikal bebas yang berbahaya dan mencegah infeksi.

8. Minuman Juice.

Buah ini juga enak dibuat juice setelah dicampur dengan susu, atau

dibuat es/rujak. Buah ini bisa juga dibuat sirup atau bahan minuman

Kanistel/Alkesa.

9. Makanan Bayi.

Buah Alkesa untuk dijadikan bubur bagi anak yang alergi dengan susu sapi.

Campuran susu dengan buah Alkesa juga mengandung gizi tinggi. Di Saba Kayu

pohon Alkesa termasuk kuat dan keras. Kayunya baik untuk dibuat sebagai

papan atau balok. Kayunya digunakan sebagai bahan perabotan rumah

tangga dan patung atau ukir-ukiran. Lateks yang dikeluarkan disadap untuk

campuran getah

B. Mousse

Mousse adalah sajian yang diproses hingga memiliki tekstur lembut

berongga, diaduk dengan cara aduk lipat (folding), kemudian

dicetak. Mousse biasanya disajikan dingin. Dalam bahasa Prancis, mousse berarti

busa, berawal dari kata dalam bahasa Latin mulsa, yaitu sejenis minuman

beralkohol dari madu dan wine yang memiliki banyak busa.

Pada abad ke-18, mousse pertama yang tercatat adalah chocolate

mousse asal Prancis yang ditulis oleh Menon dalam bukun Supper at Court (terbit

tahun 1755). Meski saat itu belum tertulis chocolate mousse, metode pembuatan

resepnya mencerminkan sebagaimana halnya mousse: berbahan cokelat leleh, air

mendidih, dan telur kocok yang dicampur hingga teksturnya lembut. Chocolate

mousse (mousse au chocolat) kemudian tercatat dalam kamus bahasa Prancis pada

tahun 1857.

Page 13: PENGOLAHAN ALKESA - repository.unas.ac.id

8

Hidangan ini makin populer pada tahun 1900, dipopulerkan oleh pelukis

Perancis yang hobi memasak, Henri de toulouse-lautrec. ia meracik hidangan

bernama chocolate mayonnaise yang sejatinya sama dengan mousse.

Kelembutannya juga mulai menjerat penyuka sajian manis di Amerika Serikat sejak

diperkenalkan pertama kali pada acara Food Exposition di Madison Square

Garden, New York, tahun 1897. Ada 4 komponen pembuat mousse, yaitu:

1. Base

Komponen pemberi rasa pada mousse. Ini antara lain cokelat leleh, puree buah,

fruit curd, hingga crème anglaise

2. Aerator

Bahan pengembang yang bertanggung jawab pada tekstur ringan mousse. Ini

adalah paduan putih telur kocok dan krim kocok yang dicampurkan dalam dua

tahap atau salah satunya.

3. Sweetener

Gula bisa dicampurkan ke dalam putih telur (menjadi adonan meringue) agar

tekstur mengembangnya lebih bertahan (lebih stabil).

4. Gelling Agent

Gelatin bulb atau lembaran, ibutuhkan bila mousse akan dikeluarkan dari

cetakan agar bentuknya bertahan. Jika mousse disajikan dalam gelas, cukup

gunakan sedikit saja, atau bahkan tidak sama sekali. Gelatin biasanya

ditiadakan bila base mengandung cokelat, karena cokelat akan solid dengan

sendirinya.

Page 14: PENGOLAHAN ALKESA - repository.unas.ac.id

9

III. BAHAN DAN METODE

A. Alat dan Bahan

Alat yang digunakan dalam pengolahan ini adalah : mangkok, panci, pisau,

whisk, blender, sendok, plastik segitiga, baskom

s

PANCI PISAU MANGKOK

SENDOK

PLASTIK SEGITIGA BLENDER WHISK

SENDOK PLASTIK CUP PLASTIK

Page 15: PENGOLAHAN ALKESA - repository.unas.ac.id

10

Bahan yang digunakan antara lain : daging buah alkesah, wippy cream, gelatin,

tepung maizena, susu cair, telur, air dingin dan brownies cake

B. Cara Kerja

Pembuatan Brownies

1. Disiapkan alat dan bahan

2. Disiapkan dandang yang telah diberi air dan

sarangan kukus untuk mengukus.

BASKOM SPUIT

WIPPY CREAM

2 BUAH

MEIZENA 3 sdm

GELATIN 2 sdt AIR DINGIN 2OO

ML

100 ML SUSU

CAIR

2 BUAH KUNING

TELUR

BROWNIES DAGING BUAH

ALKESA

Page 16: PENGOLAHAN ALKESA - repository.unas.ac.id

11

3. Tepung terigu dan coklat bubuk diayak

4. Telur dan gula dikocok hingga putih kaku, mengembang.

5. Dimasukkan tepung terigu, ovalet, dan coklat bubuk sambil dimixer,

kemudian tambahkan 1 sachet susu kental manis dan diaduk rata.

6. Olesi loyang dengan margarin dan tutup loyang menggunakan kertas roti,

setelah itu olesi loyang dengan margarin lagi tuang adonan ke loyang dan

kukus kurang lebih 20 menit.

7. Untuk mengecek kadar kematangan, dapat ditusuk dengan lidi. Jika adonan

sudah tidak menempel di lidi berarti sudah matang.

8. Brownies yang sudah matang diangkat

9. Lepaskan brownies dari loyang. Potong sesuai ukuran cup yang digunakan

Pembuatan Alkesa Mousse

1. Siapkan alat dan bahan

2. Rendam gelatin dalam air dingin dan blender daging buah alkesa

3. Masukan gula, tepung meizena, dan kuning telur sebanyak 2 buah kedalam

baskom, lalu diaduk.

4. Setelah tercampur rata ditambahkan susu cair sebanyak 150 ml, lalu

dipanaskan menggunakan kompor dengan api kecil dan diaduk sampai

mengental

5. Ditambahkan gelatin dan diaduk selama 2 menit

6. Masukkan whipped cream ke dalam baskom dan air dingin sebanyak 200

ml, aduk sampai mengembang

7. Campurkan adonan, whipped cream dan daging buah alkesa yang sudah

diblender. Aduh sampai rata untuk menjadi mousse

8. Potong kue brownies secara membulat dan masukan kedalam gelas plastic

dan ditambahkan diatasnya mousse alkesa

9. Kemudian dinginkan dikulkas, hias sesuai selera dan siap dinikmati.

IV. HASIL

Page 17: PENGOLAHAN ALKESA - repository.unas.ac.id

12

Gambar. Alkesa Mousse Brownies

Organoleptik merupakan pengujian terhadap bahan makanan berdasarkan

kesukaan dan kemauan untuk mempergunakan suatu produk. Uji Organoleptik atau

uji indera atau uji sensori sendiri merupakan cara pengujian dengan menggunakan

indera manusia sebagai alat utama untuk pengukuran daya penerimaan terhadap

produk. Pengujian organoleptik mempunyai peranan penting dalam penerapan

mutu. Pengujian organoleptik dapat memberikan indikasi kebusukan, kemunduran

mutu dan kerusakan lainnya dari produk. Uji organoleptik untuk pangan pada

umumnya terhadap atribut rasa, aroma, dan warna.

Berdasarkan hasil uji organoleptik didapatkan warna alkesa mousse yaitu

warna mousse alkesa sangat dominan berasal dari warna alkesa, sedangkan pada

uji organoleptik rasa didapatkan hasil rasa mousse alkesa sangat dominan berasal

dari rasa alkesah. Pada uji organoleptik aroma didapatkan hasil aroma buah

alkesa juga masih tercium pada mousse alkesa.

V. ANALISIS SWOT

Page 18: PENGOLAHAN ALKESA - repository.unas.ac.id

13

Analisis SWOT ialah merupakan suatu metode perencanaan strategis yang

digunakan untuk mengevaluasi Strengths (kekuatan), Weakness (kelemahan),

Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman) dalam sebuah proyek tertentu atau

spekulasi bisnis. Keempat faktor inilah yang merupakan faktor utama dari analisis

ini dan membentuk akronim yang selama ini kita kenal, yaitu SWOT

(strengths, weakness, opportunities, dan threats). Analisis SWOT antar komponen

dilakukan dengan mendeskripsikan faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan

faktor eksternal (peluang dan ancaman) yang bertujuan untuk memetakan potensi

dan pengembangan olahan daging buah alkesa menjadi mousse

Strength

Produk alkesa mousse brownies memiliki peluang besar untuk menarik perhatian

para konsumen karena rasanya yang unik dan enak serta menarik karena warna

orangenya merupakan warna alami buah alkesah sehingga sangat memungkinkan

untuk dijadikan bisnis makanan kekinian

Weaknes

Alkesa Mousse brownies tidak dapat bertahan lama karna pengolahannya tidak

menggunakan bahan kimia atau bahan pengawet. Jadi produk ini hanya dapat

bertahan sekitar seminggu. Selain itu buah ini kini jarang yang menanam dan belum

banyak yang memperjual belikan karena buah ini kini merukan buah langka

Opportunity

Bahan baku alkesa mousse brownies yaitu daging buah alkesa harganya relatif

murah namun mempunyai manfaat yang sangat besar. Buah alkesa sangat baik

untuk kesehatan manusia serta buah ini memiliki kandungan gizi yang cukup banyak

seperti lemak, protein, karbohidrat, kalsium dan lain –lain. Oleh karena itu,

pengolahan buah alkesa menjadi mousse ini diharapkan dapat menjadi inovasi baru

makanan dan dapat meningkatkan nilai ekonomi buah alkesa serta meningkatkan

budidaya tanamannya.

Threat

Page 19: PENGOLAHAN ALKESA - repository.unas.ac.id

14

Threat dari produk alkesa mousse brownies ini adalah buah alkesa masih jarang

ditemui di pasaran dan mousse merupakan produk baru sehingga perlu

diperkenalkan secara intensif ke masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Femina. 2017. Di Balik Kelembutan Mousse, Dessert Nikmat dari Prancis.

http://www.femina.co.id/food-trend/di-balik-kelembutan-mousse-dessert-

nikmat-dari-prancis

Sutrisno, et al. 2018. Karakteristik Tepung Campolay (Pouteria campechiana) Untuk

Biskuit Dengan Variasi Tingkat Kematangan Dan Suhu Blansing. Pasundan

Food Technology Journal. 5 (2)

https://id.wikipedia.org/wiki/Mousse

http://www.kinisehat.com/2016/04/manfaat-buah-alkesa-kesehatan.html