pengkajian umum sistem integumen

of 15 /15
1 PENGKAJIAN UMUM PADA SISTEM INTEGUMEN

Author: isrofahisrofah

Post on 07-Feb-2016

28 views

Category:

Documents


1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

pengkajian umum sistem integumen

TRANSCRIPT

  • *PENGKAJIAN UMUM PADA SISTEM INTEGUMEN

  • *PENGKAJIAN UMUM PADA SISTEM INTEGUMENKeluhan utamaNyeriGatal-gatalKerusakan integritas2.2 Riwayat penyakit sekarangProvokatif/ PaliativeRegionApa penyebab keluhan utamaDimana mulainya keluhanApa yang memperberat keluhanDimana keluhan saat iniApa yang meringankan keluhanPerawatan/ Pengobatan sebelumnya

    Quality/ QuantitySeverity/ ScaleApakah gatal/ sakitMenjalarkahApakah hilang timbul, terus menerusKalau nyeri, berapa skalanyaApakah kering/ basahSejauh mana mengganggu aktivitasSeberapa luas daerahTimeKapan mulai keluhanSudah berapa lama keluhanMuncul keluhan pada saat kapan

  • *2.3 Riwayat masa laluApakah klien sebelumnya punya masalah kesehatan yg berhubungan dg penyakit kulit, sepertiTraumaAllergiGangguan endokrinImmunologiPembedahan

    2.4 Riwayat KeluargaMasalah kulit yang kronisPenyakit keturunanAlopesia/kebotakan dini atau kerontokan rambut berlebihanPsoriasis

  • *2.5 Riwayat PengobatanApakah klien mempunyai riwayat allergi thd obat dengan pemakaian sistemik maupun topikalApakah klien sering menggunakan obat tanpa resepJika ya, kapan penggunaannya, berapa dosisnya dan frekuensinya serta berapa dosis terakhirnyaApakah saat ini klien sedang melaksanakan program pengobatan, jika ya, kapan mulai, berapa dosis & frekuensinya 2.6 Riwayat SosialPekerjaan klienAktivitas yang biasa dilakukanApakah klien baru menempuh perjalananBagaimana status nutrisiBagaimana gaya hidup klienIdentifikasi faktor lingkungan yang menyebabkan gangguan pada sistem integumenKeadaan airKeadaan lingkungan

  • *2.6 Riwayat Tumbuh kembang kulit

    1. Neonatus (Bayi baru lahir)Kulit tipis karena belum berkembangnya papilae dermisBanyak ditutupi oleh vernic caseosaTerdapat rambut-rambut halusKelenjar keringat dan sabasea ada, tetapi masih kecil dan belum begitu berfungsi

    2. Bayi dan anak-anakKulit lembut dan halusSering kekurangan minyak dan keringat menyebabkan kelenjar tersumbat sehingga timbul biang keringatSering mengalamiRash akibat popok, kulit menjadi kemerahanNevus flameus karena dilatasi pembuluh kapiler dibagian dermisHemangioma strawbery yaitu adanya merah berbintik-bintik pada bulan pertama dan hilang pada tahun ketujuhMongolion spot, terdapat diare pantat dan biasanya hilang pada masa anak-anak

  • *3. RemajaHormon maturitas rambut, kelenjar sabasea, unit apokrin dan ekrinTanda sex skunder pada pria dan wanita mulai nampak seperti rambut pada kumis, axila dan pubisMasalah-masalah yang sering dialamiFolikulitis pada area paha dan pantatJerawat karena kelenjar sebasea meningkatBau badan karena unit apokrin dan ekrin meningkatIritasi kulit karena kosmetikInfeksi dan scar karena kebersihan kulit (-)

    4. DewasaPerubahan kulit tergantung faktor keturunan dan lingkunganKeratosis sebororrohoicaKista sebaseaPerubahan hormon HypopigmentasiAdanya keloid

    5. Lansia Menurunnya sirkulasi dan kegiatan kelenjar sebasea dan ekrin menyebab-kan kulit kering dan kerut serta pruritusPertumbuhan rambut dan kuku menurun menyebabkan adanya uban dan kuku menjadi keras

  • *III. Pemeriksaan Fisik

    3.1 InspeksiMelihat lessiIlluminasi di rongga mulutMemeriksa seluruh permukaan kulitKulit kepalaRambutKukuMembrane mukosaPerhatikan daerah yang tersembunyi, lembab dan hangatObservasi adanya perubahan warna & lesi, edema, kelembaban, keutuhan dan kebersihan kulitPerubahan warna, sepertiPucatOrange kekuning-kuninganMerahBiru atau kelabu

    Warna kulit dipengaruhi oleh:Aliran darahOksigenSuhu tubuhProduksi pigmen

  • *2. Adanya lessi2.1 Lessi primerAkibat dari reaksi terhadap masalah yang disebabkan oleh gangguan pada satu komponen struktur kulit.1. Makula5. BullaSetinggi dgn permukaan kulit> Tinggi dari permukaan kulitWarna berubahBersisi cairanBerbatas jelasUkuran > 1 cm2. Nodula6. Pustulla> tinggi dari permukaan kulit> Tinggi dari permukaan kulitPadat dan berbatas tegas Bersisi nanahUkuran 1 cmUkuran 1 cm

    3. Papula7. Urtikaria> Tinggi dari permukaan kulit> Tinggi dari permukaan kulitPadat dan berbatas tegasEdemateusUkuran 1 cmWarna merah jambu

    4. Vesikula8. Tumor> Tinggi dari permukaan kulitMenonjolBersisi cairanUkuran > 2,5 cmUkuran 1 cm

  • *2.2 Lesi SkunderPerubahan penampilan lessi primer, akibat respon intervensi therapeutik atau karena perubahan normal dari penyakitnya1. SkuamaJaringan mati/ lapisan tanduk yang terlepasSebagian kulit menyerupai sisik2. Krusta 3. FisuraKumpulan eksudat/ sekretEpidermis retakLetaknya diatas kulitDermis terlihatNyeri4. ErosioKulit yang epidermis bagian atasnya terkelupas

    5. Ekskoriasio> dalam dari erosio

    6. UlkusEpidermis & dermis terlepas karena destruksi penyakit7. ParutJaringan ikatMenggantikan jaringan dermis/ jaringan > dalam yang telah hilang

  • *3. Edema, perlu diobservasi Warna kulit sekitarLokasiDistribusiWarna area edema

    4. Kelembaban Dipengaruhi oleh aktivitas dan suhu lingkungan. Kulit yang kering, biasanya disebabkan oleh:Kurangnya lubrikasi kulitTidak adekuatnya intake cairanProses normal pada lansia

    5. VascularisasiPerubahan vaskularisasi terlihat dari:Perubahan warnaPerubahan suhu

    6. KeutuhanPeriksa keutuhan kulit, apakah ada kerusakan sepertiTerkoyakRobekLuka

  • *Bila ada kerusakan kulit perinci lebih lanjutLokasiUkuranWarnaDistribusiTanda-tanda infeksiRambutSelama mengkaji rambut & pertumbuhan rambut, yg perlu diperhatikan adalahKebersihanDistribusinya

    Untuk kwalitas & kwantitas rambut yg diperiksaBerminyak, normal atau keringAdakah luka dikulit kepalaAdakah ketombe, kutu dirambutAlopesiaHirsutisme (rambut dada/muka)Cara perawatan sehari-hari

  • *Kuku, kaji padaWarnaUkuranKetebalanTeksturBentuk

    1. NormalAda sudut 160 antara nail plate dengan permukaan jari

    2. ClubbingSudut hilang/ 180, dapat terjadi pada:Endokraditis infektifPenyakit jantung kongenital dengan anemisKarsinoma bronkusAbses paruBronkiektasis

    3. KoilonikaBerbentuk sendokTampak pada hipoalbuminemia dan anemia defisiensi besi

  • *3.2 PalpasiDilakukan bersama-sama dengan inspeksiYang perlu dipalpasi dari kulit antara lainKelembabanSuhuTurgorTeksturKetebalanPalpasi juga dapat menggambarkan keadaan lesi sepertiUkuranLembut/ kasarBerisi cairan atau tidak

  • *IV. Pemeriksaan Penunjang1. BiopsiMenentukan diagnosa yang tepatMengkaji keefektifan intervensi therapeutikBiopsi kulit diambil melaluia. Punch BiopsyMenggunakan instrumen secara melingkarMenggunakan gunting yang tajamMengangkat kulit dermal, epidermal dan subkutisDilaksanakan pada lessi yang matur

    b. Shave BiopsyMenentukan analisa jaringan, ganas..?c. Surgical Exercise BiopsyPengangkatan lessi totalTindakan keperawatan1. Catat adanya alergi & adanya obat-obatan yang digunakan2. Observasi tanda-tanda vital3. Anjurkan klien agar tidak minum obat yang mengandung aspirin, bila minum aspirin beri antikoagulan.4. Anjurkan klien untuk makan terlebih dahulu, sebelum dilakukan tindakan5. Anjurkan agar klien untuk melakukan follow up untuk pengangkatan jahitan

  • *2. KulturPemeriksaan microscopikBahan berupa hasil garukan dari area infeksi jamur kulit, rambut dan kuku

    3. Wood's LightPemeriksaan fisik dengan lampu mercuriDigunakan untukMendeteksi jamur superfisial & infeksi bakteri kulitMengurangi gangguan pigmentasiMemperjelas perbedaan antara hypopigmentasi dan amelanotik total

    4. DiascopyUntuk mengeluarkan erythema yang disebabkan oleh aliran darah yang meningkat

    5. Patch Testing Persiapan pasien..Pemberian kortikosteroid distop 48 jam sebelum pemeriksaanProsedur pemeriksaanSiapkan lokasi yang akan ditestPeriksa area (punggung), apakah ada ras atau rambut, jika ada, pindahCukur area yang akan ditest, oleskan alkoholLetakkan bahan yang akan diuji dibelakang bahan "hypoallergic adhesie tape)Instruksikan klien untuk menjaga kulitnya tetap keringHasil diperiksa/ dibaca setelah dua hari