penggolongan bahan galian dan bahan galian industri

35
03/12/22

Upload: ardhi-d-generous

Post on 08-Dec-2015

481 views

Category:

Documents


60 download

DESCRIPTION

materi mata kuliah pengolahan bahan galian, teknik pertambangan

TRANSCRIPT

04/18/23

GANESA BAHAN GALIAN ADALAH ASAL MULA KETERJADIAN BAHAN GALIAN MELALUI SERANGKAIAN PROSES GEOLOGI

04/18/23

BAHAN GALIANBAHAN GALIAN ADALAH MINERAL ATAU

NON MINERAL YANG JIKA DIEKSPLOITASI BERNILAI EKONOMIS

04/18/23

Penggolongan Bahan Galian

Penggolongan Bahan Galian Dan Bahan Galian Industri

Penggolongan bahan galian berdasarkan PemanfaatannyaBahan galian menurut pemanfaatannya dikelompokkan atas tiga golongan :

Bahan galian Logam / Bijih (Ore); merupakan bahan galian yang bila dioleh dengan teknologi tertentu akan dapat diambil dan dimanfaatkan logamnya, seperti timah, besi, tembaga, nikel, emas, perak, seng, dll

Bahan galian Energi; merupakan bahan galian yang dimanfaatkan untuk energi, misalnya batubara dan minyak bumi.

Bahan galian Industri; merupakan bahan galian yang dimanfaatkan untuk industri, seperti asbes, aspal, bentonit, batugamping, dolomit, diatomae, gipsum, halit, talk, kaolin, zeolit, tras.

Penggolongan bahan galian di Republik IndonesiaDi Indonesia, penggolongan bahan galian dapat dilihat dalam Undang-Undang No 11 tahun 1967 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pertambangan. Dalam UU ini, bahan galian dibagi atas tiga golongan :

golongan bahan galian strategis (Golongan A) golongan bahan galian vital (Golongan B) golongan bahan galian yang tidak termasuk dalam

Golongan A atau B.

Penggolongan bahan-bahan galian didasari pada :a.      Nilai strategis/ekonomis bahan galian terhadap

Negara;b.      Terdapatnya sesuatu bahan galian dalam alam

(genese);c.       Penggunaan bahan galian bagi industri;d.      Pengaruhnya  terhadap kehidupan rakyat

banyak;e.      Pemberian kesempatan pengembangan

pengusaha;f.        Penyebaran pembangunan di Daerah

Selanjutnya UU 11/1967 ini ditindaklanjuti dengan Peraturan Pemerintah Tentang Penggolongan Bahan Galian (PP No 27/1980), yang menyatakan sebagai berikut:

a. Golongan bahan galian yang strategis adalah:-         minyak  bumi, bitumen cair, lilin bumi, gas alam;-         bitumen padat, aspal;-         antrasit, batubara, batubara muda;-         uranium, radium, thorium dan bahan-bahan galian radioaktip

lainnya;-         nikel, kobalt;-         timahb. Golongan bahan galian yang vital adalah:-         besi, mangan, molibden, khrom, wolfram, vanadium, titan;-         bauksit, tembaga, timbal, seng;-         emas, platina, perak, air raksa, intan;-         arsin, antimon, bismut;-         yttrium, rhutenium, cerium dan logam-logam langka lainnya;-         berillium, korundum, zirkon, kristal kwarsa;-         kriolit, fluorpar, barit;-         yodium, brom, khlor, belerang;c

C. Golongan bahan galian yang tidak termasuk golongan A atau B adalah:

-         nitrat-nitrat, pospat-pospat, garam batu (halite);

-         asbes, talk, mika, grafit, magnesit;-         yarosit, leusit, tawas (alum), oker;-         batu permata, batu setengah permata;-         pasir kwarsa, kaolin, feldspar, gips, bentonit;-         batu apung, tras, obsidian, perlit, tanah

diatome, tanah serap (fullers earth);-         marmer, batu tulis;-         batu kapur, dolomit, kalsit;-         granit, andesit, basal, trakhit, tanah liat, dan

pasir sepanjang tidak mengandung unsur-unsur  mineral golongan a amupun golongan b dalam jumlah yang berarti ditinjau dari segi ekonomi pertambangan.

Sementara itu, dalam bagian Penjelasan, dicantumkan bawa

arti penggolongan bahan-bahan galian adalah :Bahan galian Strategis berarti strategis untuk

Pertahanan dan Keamanan serta Perekonomian Negara;

Bahan galian Vital berarti dapat menjamin hajat hidup orang banyak;

Bahan galian yang tidak termasuk bahan galian Strategis dan Vital berarti karena sifatnya tidak langsung memerlukan pasaran yang bersifat internasional.

Dari penggolongan bahan galian di atas, terlihat bahwa bahan galian industri sebagian besar termasuk ke dalam bahan galian golongan C, walaupun beberapa jenis termasuk dalam bahan galian golongan yang lain.

2.2. Bahan Galian Industri2.2.1. Penggolongan bahan galian industri berdasarkan cara terbentuknya Penggolongan bahan galian industri berdasarkan atas asosiasi dengan batuan tempat terdapatnya, dengan mengacu pada Tushadi dkk [1990, dalam Sukandarumidi, 1999] adalah sebagai berikut :a.     Kelompok I : BGI yang berkaitan dengan Batuan Sedimen, kelompok ini dapat dibagi menjadi :

Sub Kelompok A : BGI yang berkaitan dengan batugamping Batugamping, dolomit, kalsit, marmer, oniks, Posfat, rijang, dan gipsum.

Sub Kelompok B : BGI yang berkaitan dengan batuan sedimen lainnya : bentonit, ballclay dan bondclay, fireclay, zeolit, diatomea, yodium, mangan, felspar.

b.   Kelompok II, BGI yang berkaitan dengan batuan gunung api : obsidian, perlit, pumice, tras, belerang, trakhit, kayu terkersikkan, opal, kalsedon, andesit dan basalt, paris gunung api, dan breksi pumice.

c.   Kelompok III, BGI yang berkaitan dengan intrusi plutonik batuan asam & ultra basa : granit dan granodiorit, gabro dan peridotit, alkali felspar, bauksit, mika, dan asbes

d.   Kelompok IV, BGI yang berkaitan dengan batuan endapan residu & endapan letakan : lempung, pasir kuarsa, intan, kaolin, zirkon, korundum, kelompok kalsedon, kuarsa kristal, dan sirtu

e.    Kelompok V, BGI yang berkaitan dengan proses ubahan hidrotermal : barit, gipsum, kaolin, talk, magnesit, pirofilit, toseki, oker, dan tawas.

f.    Kelompok VI, BGI yang berkaitan dengan batuan metamorf : kalsit, marmer, batusabak, kuarsit, grafit, mika dan wolastonit.

Penggolongan bahan galian industri berdasarkan pemanfaatannya

Sebagaimana telah dituliskan pada bagian sebelumnya, bahan galian industri adalah bahan galian tambang bukan bijih yang digunakan sebagai bahan baku industri; penggunaan dalam industri banyak ditentukan oleh sifat fisika seperti warna, ukuran partikel, kekerasan, plastisitas, daya serap, dan lain-lain. Adapun bahan bangunan / bahan galian kontruksi tidak lain adalah bahan galian industri yang belum disebtuh rekayasa teknik. Oleh sebab itu, dengan semakin majunya rekayasa teknik tidak tertutup kemungkinan jenis bahan galian industri akan bertambah jenisnya.

Berbagai klasifikasi bahan galian industri telah dipublikasikan oleh para ahli, namun sampai saat ini masih terus didiskusikan. Para ahli tersebut umumnya, mengelompokkan Bahan Galian Industri berdasarkan pemanfaatannya, misalnya Noetsaller (1988) "Profile of Industrial Minerals by End-uses Classes", dan lain-lain.

Manfaat bahan galian berdasarkanklasifikasinya dan lokasinya di indonesiaPemanfaatan bahan galian adalah langkah

positif yang tak terhindarkan untuk mencukupi kebutuhan yang telah di tentukan oleh harga pasar mineral yang selalu mendorong upaya eksploitasi bahan galian semaksimal mungkin.

Bahan galian A yaitu memiliki sifat sangat strategis dan memiliki nilai bagi negara Aspal

Tambang aspal terdapat di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Aspal juga dihasilkan oleh Permigan Wonokromo, Jawa timur, sebagai hasil pengolahan minyak bumi.

KobaltDeskripsi fisik yang ditunjukkan kobalt adalah bersifat brittle, keras, dan merupakan transisi logam dengan magnet. Kobalt juga terdapat dalam meteorit. Endapan mineralnya dijumpai di Zaire, Morocco dan Canada. Cobalt-60 (60Co) dapat membentuk isotop buatan dengan tembakan sinar gamma (energy radiasi tinggi). Garam kobalt salts berwarna biru gelap dan seperti gelas atau bening. Banyak digunakan dalam industri. Digunakan juga untuk bahan dasar perasa makanan yang mengandung vitamin B12 dalam kadar yang tinggi.

Batubara    Batu bara terbentuk dari tumbuhan yang tertimbun

hingga berada dalam lapisan batu-batuan sediment yang lain. Proses pembentukan batu bara disebut juga inkolent yang terbagi menjadi dua, yaitu prose biokimia dan proses metamorfosis

Daerah-daerah penghasil batubara adalah :Bukitasam : Pusatnya di Tanjungenim, Sumatra Selatan.Kotabaru : Pulau Laut, Kalimantan Selatan.Sungai Berau : Pusatnya di Samarinda, Kalimantan Timur.Umbilin : Pusatnya di Sawahlunto, Sumatra BaratSelain itu, tambang batubara terdapat juga di Bengkulu,

Jawa Barat, Papua dan Sulawesi Selatan. Tambang batubara dusahakan oleh PN Batubara.

Minyak bumiMinyak bumi berasal dari mikroplankton

yang terdapat di danau-danau, teluk-teluk, rawa-rawa dan laut-laut dangkal. Sesudah mati mikroplankton berjatuhan dan mengendap di dasar laut kemudian  bercampur dengan sedimen. Akibat tekanan lapisan-lapisan atas dan pengaruh panas magma, dan terjadilah proses destilasi hingga terjadi minyak bumi kasar.

Tambang Minyak Bumi

Tambang minyak bumi antara lain terdapat di : Babo : Papua Cepu : Jawa Tengah Delta Sungai Berantas : Jawa Timur Dumai : Riau Kembatin : Kalimantan Tengah Kepulauan Natuna : Riau Klamano    : Papua Lhokseumawe : DI Aceh Majalengka : JawaBarat Peureuk    : Jawa Barat Plaju : Sumatra Selatan Pulau Bunyu : KalimantanTimur Pulau Seram : Maluku Pulau Tarakan : Kalimantan Timur Pulau Tenggara : Maluku Surolangun : Jambi Sorong : Papua Sungai Gerong : Sumatra Selatan Sungai Mahakam : Kalimantan Timur Sungai Paking : Riau Tanjungpura : SumatraUtara

Pabrik Pengolahan Minyak Bumi Pabrik pengolahan minyak  bumi antara lain

terdapat di :Balikpapan : Kalimantan TimurCepu : Jawa TengahCilacap    : Jawa TengahPangkalan Brandan : SumatraUtaraPlaju : Sumatra SelatanSungai Gerong : Sumatra SelatanWonokromo : Jawa Timur

Hasil Olahan Minyak BumiDari minyak bumi dapat diolah menjadi

bensol, bensin. Minyak tanah, premium, vaselin, parafin, malam, malariol, kerosin dan aspal.

Pelabuhan-Pelabuhan  MinyakPelabuhan minyak terdapat di Balikpapan,

Pangkalansusu, Plaju,Pulau Sambu. Samudrapura, Sabang, Sungai Gerong, Tanjung Perak. dan Tarakan.

Pengusaha Nasional dan Asing Minyak Bumi di IndonesiaPengusaha nasional Pertamina (Pertambangan

Minyak dan Gas Bumi Nasional) dan Permigan.Pengusaha asing PT Caltex (California Texas

Oil Company). PT Stanvac Indonesia (PTSI) dan NNGPM (Nederlandse New Guinea Petralium Maatcappy).

TimahTambang timah terdapat di :Bangkinang : Riau    Dabo : Pulau Singkep Manggar : Pulau Belitung Sungai Liat : Pulau Bangka Pabrik pelabuhan bijih timah terdapat di Muntok

(Pulau Belitung)NikelTerdapat di sekitar Danau Matana, Danau Towuti dan

di Kolaka. Dapat digunakan dalam baja tahan karat dalam pipa tekanan tinggi yaitu pada bagian automotif dan mesin.Nikel banyak terdapat di Kalimantan Barat, Maluku, Papua, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.

Gas AlamGas alam merupakan campuran beberapa hidrokarbon

dengan kadar karbon kecil yang digunakan sebagai bahan baker. Ada dua macam gas alam cair yang diperdagangkan, yaitu LNG ( liquefied natural gas ) dan LPG ( liquefied petroleum gas). Gas alam terdapat di Arun (Di Aceh) dan Bontang (Kalimantan). Gas alam Juga terdapat di daerah Jawa Barat, Sumatra Utara, dan Sumatra Selatan.

UraniumUranium adalah bahan yang bersifat radioaktif. Uranium

telah digunakan untuk membuat bom atom. Sekarang uranium digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik dan menjadi bahan bakar yang berharga.

Bijih uranium tersebut diolah menjadi bubuk kuning untuk diangkut. Kemudian bubuk kuning itu diolah menjadi bentuk-bentuk yang berlainan sesuai dengan penggunaannya. Uranium digunakan sebagai bahan bakar dalam reaktor nuklir dan digunakan sebagai isotop radioaktif untuk mengobati orang yang sakit kanker.

Bahan galian B yaitu golongan bahan galian vital yang memiliki nilai ekonomis Yang tinggi.

BauksitBauksit adalah bahan baku almunium.

Tambang bauksit terdapat di pulau Bintan (Riau) dan Singkawang (Kalimantan Barat). Selain itu, terdapat pula di Kalimantan Tengah.

Emas Tempat ditemukan : Sulida, Sumatra Barat Sistem Kristal : Isometrik Warna : Kuning – Emas Goresan : Kuning Kilap : Metalik Belahan dan pecahan : Tak – ada ; hakli ( pecahan bergerigi

dengan ujung yang tajam ). Kekerasan : 2,5 – 3 Berat jenis : 19,3 Genesis : kebanyakan emas terdapat dalam urat-urat kuarsa yang

terbentuk melalui proses hidrotermal; dan sering bersama-sama pirit dan mineral-mineral sulfida yang lain, telurid perak-emas, skhelit dan turmalin. Bila urat-urat mengandung emas melapuk, maka emas-emas akan terpisah dan kemudian mengendap sebagai deposit eluvial, atau terangkut oleh aliran air dan mengendap di suatu tempat sebagai deposit letakan (placer deposit), bersama pasir, dan atau kerikil-kerakal. Manfaat : sumber logam emas; dipakai untuk membuat perhiasan, instrumen-instrumen saintifik, lempengan elektrode, pelapis gigi dan emas lantakan.

Intan Tempat Ditemukan : Martapura, Kalimantan Sistem Cristal : isometrik. Warna : umumnya kuning pucat, atau tak berwarna, dapat pula

coklat, putih sampai putih kebiruan, jingga, merah muda, biru, merah, hijau,

atau hitam. Goresan : putih Belahan dan pecahan : sempurna pada ( 111 ) ; konkoidal. Kekerasan : 10 Berat jenis : 3,50 Genesis : intan terbentuk pada pembentukan batuan beku

ultrabasa, yaitu porfiri-olivin, atau porfiri kaya-flogopit; batuan ini dikenal sebagai kimberlit. Dapat dijumpai dalam deposit aluvial, baik di sungai-sungai maupun di pantai.

Manfaat : digunakan dalam industri sebagai alat pemotong kaca, pengasah, dipasang pada mata bor untuk eksplorasi; dan dijadikan batu permata.

BelerangBelerang digunakan sebagai bahan obat patek dan

korek api. Tambang belerang terdapat di gunung Patuha (Jawa Barat) dan Gunung Welirang (Jawa Timur). Selain itu, terdapat pula di Jambi, Jawa Tengah, dan Sulawesi.

YodiumTambang Yodium terdapat di Semarang( Jawa Tengah)

dan Jombang (Jawa Timur). Yodium digunakan untuk bahan obat dan peramu garam dapur.

ManganTambang mangan terdapat di Kliripan (DI Yogyakarta)

dan Tasikmalaya (Jawa Barat). Tambang mangan juga terdapat di Lampung, Maluku, NTB dan Sulawesi Utara.

TembagaTambang tembaga terdapat di :

Cikotok    : JawaBarat Kompara    : Papua    Sangkarapi : Sulawesi SelatanTirtamaya : Jawa Tengah

Selain itu, terdapat juga di daerah Jambi dan Sulawesi Tengah.

Sistem cristal : isometrik.Warna : Merah-tembaga , atau merah-mawar terang.Goresan : Merah metalik.Belahan dan pecahan : Tak ada ; hakliKekerasan : 2,5 – 3.Berat Jenis : 8,94.

Genesis : sejumlah kecil tembaga nativ dijumpai pada zona oksidasi dalam deposit tembaga yang berasosiasi dengan kuprit, malakit dan azurit. Deposit primer umumnya berasosiasi dengan batuan beku basa ekstrutif, dan tembaga nativ terbentuk dari pengendapan yang dihasilkan dari reaksi antara larutan hidrotermal dan mineral-mineral oksidasi besi. Pada deposit tipe ini, tembaga nativ berasosiasi dengan khalkosit, bornit, epidot, kalsit, prehnit, datolit, khlorit, zeolit dan sejumlah kecil perak nativ. Manfaat : sumber minor bijih tembaga, banyak digunakan dalam kelistrikan, umumnya sebagai kawat, dan untuk membuat logam-logam campuran, seperti kuningan (campuran tembaga dan seng), perunggu (campuran tembaga dan timah dengan sedikit seng) dan perak Jerman (campuran tembaga seng dan nikel).

Perak, AgTempat ditemukan : Irian JayaSistem Kristal : Isometrik.Warna : Putih – PerakGoresan : Coklat, atau abu-abu sampai hitam.Belahan dan Pecahan : Tak – ada Kekerasan : 2,5 – 3.Berat Jenis : 10,5.Genesis : sejumlah kecil perak nativ dapat dijumpai dalam

zone oksidasi pada suatu deposit bijih, atau sebagai deposit yang mengendap dari larutan hidrotermal primer. Ada 3 jenis deposit primer, yaitu: 1. Barasosiasi dengan sulfida, zeolit, kalsit, barit, fluorit dan kuarsa, 2. Barasosiasi dengan arsenida dan sulfida kobalt, nikel dan perak, dan bismut nativ, dan 3. Berasosiasi dengan uraninit dan mineral- mineral nikel-kobalt.

Manfaat : sumber logam perak; dipakai untuk membuat perhiasan, alat-alat makan-minum, barang-barang kerajinan tangan, alat-alat elektronik, penyepuhan dan sebagai emulsi film fotografi.

Bismut, BiTempat Ditemukan : -Sistem Cristal : Trigonal .Warna : Putih perak dan corak kemerahan.Goresan : putih – perak berkilau.Belahan dan pecahan : sempurna pada ( 0001 ).Kekerasan : 2 – 2,5.Berat jenis : 9,7 -9,8.Genesis : Terbentuk secara hidrotermal, dapat

dijumpai dalam urat-urat bersamabijih kobalt, nikel, timah, dan perak ; dapat juga

dalam pegmatit.Manfaat : Sumber logam bismut ; digunakan dalam

sekering listrik, obat dan kosmetik.

Bahan galian C yaitu golongan bahan galian yang digunakan oleh industri.

MarmerTambang marmer terdapat di Besok, daerah

Wijak, Tulungagung (Jawa Timur). Tambang marmer juga terdapat di DI Yogyakarta, Lampung, Papua dan Sumatra Barat.

2. Garam BatuGaram batu digunakan untuk  bahan obat-obatan.

Garam batu banyak terdapat di Kepulauan Kei. 3. MikaTambang mika terdapat di Pulau Paleng

(Sulawesi Selatan) dan Donggala (Sulawesi Tengah).

GipsGips banyak digunakan dalam industry keramik.

Gips ditambang di daerah Cirebon, Rembang, Kalianget, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara.

GranitTambang granit terdapat di DI Yogyakarta,

Lampung dan Riau.6. AsbesTambang asbes terdapat di :

Kuningan : Jawa BaratPapuaPulau Halmahera : MalukuPulau Seram : Maluku

GrafitTempat Ditemukan : Kepulauan Semrau, Sanggau,

Kal-BarSistem Cristal : Heksagonal .Warna : Hitam.Goresan : Hitam.Belahan dan pecahan : Sempurna pada ( 0001 ) ;

tak adaKekerasan : 1 – 2.Berat jenis : 2,09 – 2,23Genesis : terbentuk pada

lingkungan batuan metamorf, baik pada metamorf fisme regional, atau kontak. Dapat dijumpai pada batu gamping kristalin, genes, sekis, kuarsit, dan lapisan batubara termetamorf.

Manfaat : digunakan dalam industri sebagai alat pemotong kaca, pengasah, dipasang pada mata bor untuk eksplorasi; dan dijadikan batupermata. Grafit digunakan sebagai bahan pembuat pensil.

TrasTras adalah sejenis batu truf. Banvak ditampung

di Gunung Mulia (Jawa Tengah) dan daerah Priangan (Jawa Barat) selain itu terdapat juga di Sumatra Barat. Tras adalah batuan gunung api yang telah mengalami perubahan komposisi kimia yang disebabkan oleh pelapukan dan pengaruh kondisi air bawah tanah. Bahan galian ini berwarna putih kekuningan hingga putih kecoklatan, kompak dan padu dan agak sulit digali dengan alat sederhana. Kegunaan tras adalah untuk bahan baku batako, industri semen, campuran bahan bangunan dan semen alam. Pada saat ini belum dimanfaatkan secara optimal, namun secara lokal telah dimanfaatkan penduduk untuk pembuatan batako.