pengaruh pemberian insentif terhadap peningkatan

Click here to load reader

Post on 15-Jan-2022

1 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

PADA BANK BPD SULSELBAR
PADA BANK BPD SULSELBAR
Gelar Sarjana Ekonomi
INDRA DWICAHYA
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR MAKASSAR
rahmat dan hidayah yang tidak henti diberikan kepada hamba-Nya. Shalawat
dan salam tak lupa penulis kirimkan kepada Rasulullah Muhammad SAW
berserta para keluarga, sahabat dan para pengikutnya. Merupakan nikmat yang
tiada ternilai manakala penulisan skripsi yang berjudul “Pengaruh Pemberian
Insentif Terhadap Peningkatan Produktivitas Karyawan Pada Bank Bpd
Sulselbar”.
Skripsi yang penulis buat ini bertujuan untuk memenuhi syarat dalam
menyelesaikan Program Sarjana (S1) pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Muhammadiyah Makassar.
Teristimewa dan terutama penulis sampaikan terimah kasih kepada
kedua orang tua penulis Bapak RAMSIDAR dan Ibu MARYAM yang senantiasa
memberi harapan, semangat, perhatian, kasih sayang dan doa tulus tak pamrih.
Dan saudara-saudaraku tercinta yang senantiasa mendukung dan memberikan
semangat hingga akhir studi ini. Dan seluruh keluarga besar atas segala
pengorbanan, dukungan dan doa restu yang telah diberikan demi keberhasilan
penulis dalam memenuhi ilmu. Semoga apa yng telah mereka berikan kepada
penulis menjadi ibadah dan cahaya penerang kehidupan di dunia dan akhirat.
Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini tidak akan terwujud
tanpa adanya bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Begitu pula
penghargaan yang setinggi-tingginya dan terima kasih banyak disampaikan
dengan hormat kepada :
vii
1. Bapak Dr. H. Abd Rahman Rahim, SE., MM selaku Rektor Universitas
Muhammadiyah Makassar.
2. Bapak Ismail Rasulong, SE., MM selaku Dekan Fakultas Ekonomi Dan
Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.
3. Bapak Muh. Nur Rasyid, SE., MM dan M. Hidayat, SE., MM, selaku Ketua
Jurusan Manajemen dan Sekretaris Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi
dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.
4. Bapak Abdul Muttalib, SE., MM selaku Pembimbing I yang senantiasa
meluangkan waktunya membimbing dan mengarahkan penulis, sehingga
skripsi selesai dengan baik.
5. Bapak Alamsjah, SE., MM, selaku Pembimbing II yang telah berkenan
membantu selama dalam penyusunan skripsi hingga ujian skripsi.
6. Bapak/Ibu Dosen dan asisten Dosen Fakultas Ekonomi Dan Bisnis
Universitas Muhammadiyah Makassar yang tak kenal lelah banyak
menuangkan ilmunya kepada penulis selama mengikuti kuliah.
7. Segenap Staf dan Karyawan Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas
Muhammadiyah Makassar.
Manajemen angkatan 2014 yang selalu belajar bersama yang tidak sedikit
bantuannya dan dorongan dalam aktivitas studi penulis.
9. Rekan-rekan saya di kelas Manajemen 12-14 yang selalu belajar bersama
yang tidak sedikit bantuannya dan dorongannya selama ini.
10. Terimah kasih teruntuk semua karabat yang tidak bisa saya tulis satu
persatu yang telah memberikan semangat, kesabaran, motivasi, dan
dukungannya sehingga penulis dapat merampungkan penulisan skripsi ini.
viii
Akhirnya, sungguh penulis sangat menyadari bahwa Skripsi ini masih
sangat jauh dari kesempurnaan oleh karena itu, kepada semua pihak utamanya
para pembaca yang budiman, penulis senantiasa menharapkan saran dan
kritikannya demi kesempurnaan Skripsi ini.
Mudah-mudahan Skripsi yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi
semua pihak utamanya kepada Almamater Kampus Biru Universitas
Muhammadiyah Makassar.
Makassar, Juli 2019
sederhana ini kepada ayah MUH. NATSIR ABDUH, Ibu
MURNIATI atas segala doa dan pengorbanan beliau, keluarga
dan sahabat-sahabat yang senantiasa berdoa serta
membantu dengan tulus ikhlas baik moril maupun materi untuk
keberhasilan penulis.
x
ABSTRAK
INDRA DWICAHYA, Tahun 2019, Pengaruh Pemberian Insentif Terhadap Peningkatan Produktivitas Karyawan Pada Bank Bpd Sulselbar, Skripsi Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar. Dibimbing Oleh Pembimbing I Abdul Mutalib, SE., MM Dan. Pembimbing II Alamsjah, SE., MM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian insentif terhadap peningkatan produktivitas karyawan pada bank bpd sulselbar. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan membagi kuesioner kepada 30 responden karyawan bank bpd sulselbar. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linear sederhana. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, berdasarkan uji statistik t, nilai t hitung 8,507> t tabel 1,699dan nilai signifikan 0,000 < 0,05. Sehingga disimpulkan pemberianinsentif berpengaruh signifikan terhadap produktivitaskaryawan.
Kata Kunci : Pemberian insentif Dan produktivitas karyawan
xi
ABSTRACT
INDRA DWICAHYA, Year2019,The Effect of Providing Incentives on Employee Productivity Improvement at Bank Bpd Sulselbar, Thesis Management Study Program, Faculty of Economics and Business, University of Muhammadiyah Makassar. Supervised by Advisor I Abdul Mutalib, SE., MM Dan. Advisor II Alamsjah, SE., MM.
This study aims to determine the effect of giving incentives to increase employee productivity at Bank Sulselbar BPD. The type of research used is quantitative. Data collection is done by dividing the questionnaire to 30 respondents from Bank Sulselbar. This study uses a simple linear regression analysis method. The results of this study indicate that, based on the statistical test t, the value of t count is 8,507> t table 1,699 and a significant value of 0,000 <0,05. So it can be concluded that incentives have a significant effect on employee productivity.
Keywords: Providing incentives and employee productivity
xii
A. Insentif ......................................................................................................... 6
B. Produktivitas ............................................................................................... 14
C. Populasi Dan Sampel .................................................................................. 25
D. Teknik Pengumpulan Data .......................................................................... 25
E. Teknik Analisis ............................................................................................. 26
A. Gambaran Umum Perusahaan ................................................................... 30
B. Deskripsi Responden .................................................................................. 33
C. Hasil Penelitian ............................................................................................ 37
D. Hasil Pembahasan. ..................................................................................... 45
BAB V PENUTUP ................................................................................................. 47
4.2 Deskripsi Profil Responden Berdasarkan Usia ........................................ 35
4.3 Deskripsi Profil Responden Berdasarkan Masa Kerja .............................. 36
4.4 Deskripsi Profil Responden Berdasarkan Pendidikan ............................. 37
4.5 Hasil Uji Validitas Pemberian Insentif ...................................................... 38
4.6 Hasil Uji Validitas Produktivitas Karyawan ................................................ 39
4.7 Hasil Uji Reliabilitas Pemberian Insentif .................................................... 40
4.8 Hasil Uji Reliabilitas Produktivitas Karyawan ............................................ 40
4.9 Analisis deskriptif insentif........................................................................... 41
4.11 Hasil Analisis Regresi Linear Sederhana .................................................. 43
4.12 Hasil Koefisien Determinasi ....................................................................... 46
xv
kondisi masyarakat sekarang, seringkali ditemukan beberapa masalah yang
menyebabkan banyak perusahaan mengalami kegagalan, baik yang
disebabkan oleh ketidakmampuan beradaptasi dengan kemajuan teknologi
maupun yang disebabkan oleh kurang baiknya hasil kerja dari sumber daya
manusia yang ada pada perusahaan tersebut, padahal harus diakui manusia
adalah faktor penting yang turut menentukan keberhasilan suatu
perusahaan.
walaupun aktivitas perusahaan itu telah mempunyai modal yang cukup besar
dan teknologi modern, sebab bagaimanapun majunya teknologi tanpa
ditunjang oleh manusia sebagai sumber dayanya maka tujuan perusahaan
tidak akan tercapai, dengan demikian maka sumber daya manusia sangat
penting untuk diberikan arahan dan bimbingan dari manajemen perusahaan
pada umumnya dan manajemen sumber daya manusia pada khususnya.
Untuk dapat mengikuti segala perkembangan yang ada dan
tercapainya tujuan suatu perusahaan maka perlu adanya suatu motivasi
agar pegawai mampu bekerja dengan baik, dan salah satu motivasi itu
adalah dengan memenuhi keinginan-keinginan pegawai antara lain: gaji atau
upah yang baik, pekerjaan yang aman, suasana kerja yang kondusif,
penghargaan terhadap pekerjaan yang dilakukan, pimpinan yang adil dan
1
2
Suatu organisasi bukan hanya mengharapkan pegawai
yangmampu, cakap, dan terampil, tetapi yang terpenting mereka mau
bekerja giat danberkeinginan untuk mencapai hasil kerja yang maksimal.
Dalam setiap organisasipemerintah dituntut untuk mengembangkan potensi
sumber daya manusianya danberadaptasi dengan berbagai macam
perubahan.Tidak dapat dipungkiri bahwasumber daya manusia (pegawai)
merupakan elemen yang strategis dalam organisasi.
Para pegawai diarahkan untuk meningkatkan kinerjanya agar
memiliki sikapdan perilaku yang mencerminkan tanggung jawab, loyalitas,
serta kedisiplinan.Untuk mencapai kinerja terbaik organisasi, setiap
organisasi maupun perusahaanakan selalu berusaha untuk meningkatkan
kinerja pegawainya, dengan harapan apayang menjadi tujuan organisasi
akan tercapai.
sebuah prosesmanajemen atau suatu organisasi secara keseluruhan,
dimana hasil kerja tersebut dapat ditunjukan buktinya secara nyata baik dari
segi kualitas maupun kuantitas.
merupakansalah satu faktor penting.Kepemimpinan merupakan
kemampuan untuk mempengaruhi pihak lain. Keberhasilan seorang
3
Dengan kata lain kepemimpinan dapat diartikan sebagai kemampuan
seseorang untuk mempengaruhi orang lain, melalui komunikasi baik
langsung maupun tidak langsung dengan maksud untuk menggerakkan
orang-orang tersebut agar dengan penuh pengertian, kesadaran dan senang
hati bersedia mengikuti kehendak pemimpin.
Selain kepemimpinan, faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai
yaitupemberian insentif.Pemberian insentif yang cukup dapatmemotivasi
pegawai untuk bekerja dengan lebih baik sehingga para pegawaibergairah
dalam bekerja dalam upaya pencapaian tujuan organisasi
denganmenawarkan perangsang finansial yang melebihi gaji pokok.Hal yang
harusdiperhatikan adalah pemberian insentif harus dilaksanakan tepat pada
waktunya, agardapat mendorong setiap pegawai untuk bekerja secara lebih
baik dari keadaansebelumnya dan meningkatkan kinerjanya.(Mangkunegara,
2012:89).
merupakan sarana dan prasarana untuk memudahkan pekerjaan.
Fasilitas kerja yang memadai dengan kondisi yang layak pakai dan
terpelihara dengan baik akan membantu kelancaran proses kerja dalam
suatu organisasi. Pemberian fasilitasyang lengkap juga dijadikan salah
satu pendorong untuk bekerja. Fasilitas kerja harus menjadi perhatian
dari pada setiap organisasi karena dapat mempengaruhi kinerja pegawai
secara keseluruhan.
4
satunya memberi insentif berupa tunjangan terhadap pegawainya. Insentif ini
tidak hanya berupa materi tetapi biasa juga berupa promosi jabatan. Apabila
karyawan telah mampu bekerja sesuai dengan beban kerja yang diberikan
terhadap mereka, dan merancang kembali pekerjaan-pekerjaan sehingga
para karyawan mempunyai pilihan keputusan lebih banyak dan wewenang
untuk melaksanakan tanggung jawab mereka.
Upaya-upaya yang dilakukan oleh Pada Bank BPD sulselbar
dalam pembinaan kompensasi karyawan sebagaimana telah dijelaskan di
atas pada prinsipnya bertujuan untuk mengetahui sistem dan prosedur
pemberian insentif maka untuk membuktikan hal tersebut, penulis tertarik
untuk mengankat judul“ Pengaruh Pemberian Insentif Terhadap
Produktivitas karyawan Pada Bank BPD sulselbar ”.
B. Rumusan Masalah
insentif mempunyai pengaruh terhadap produktifitas Kerja Karyawan Pada
Pada Bank BPD sulselbar.
Dari rumusan masalah di atas dapat dikemukakan tujuan penelitian ini
adalah: Untuk mengetahui Apakah pemberian insentif mempunyai pengaruh
yang signifikan terhadap produktifitas Kerja Karyawan Pada Pada Bank BPD
sulselbar.
5
a. Bagi Akademik
bacaan, sehingga meningkatkan pengetahuan mengenai faktor-faktor
yang mempengaruhi kinerja pegawai yang diukur melalui Kepemimpinan,
Sarana prasarana dan Pemberian insentif.
b. Bagi BANK BPD sulselbar
Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan yang berguna bagi
BANK BPD sulselbar agar memperhatikan faktor- faktor yang dapat
memuaskan pegawai, sehingga dapat meningkatkan kinerjanya.
c. Bagi Penulis
bekal dalam menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dalam
dunia kerja yang sesungguhnya.
d. Bagi Pihak Lain
sumber data dalam melakukan penelitian dengan tema dan objek tugas
akhir yang sama.
maupun non-finansial. Para ahli dalam memberikan batasan tentang
insentif berbeda satu dengan lainnya. Perbedaan ini tergantung pada
pendekatan yang dilakukan para cendikiawan tersebut Henry Simamora
merumuskan bahwa “Insentif merupakan suplemen sekali waktu (on
time) terhadap gaji dasar yang diberikan atas dasar tenaga kerja
yangluas, termasuk karyawan biasa dana anggota serikat kerja”
(Simamora, 2014:490) Sedangkan Muchdar syah Sinungan
mengemukakan bahwa, “Yang paling penting, program peningkatan
produktivitas yang berhasil itu ditandai dengan adanya andil yang luas
dari keuangan dan tunjangan-tunjangan lain diseluruh organisasi. Setiap
pembayaran kepada perorangan harus ditentukan oleh andilnya bagi
produktivitas, sedangkan kenaikan pembayaran harus dianugerahkan
terutama berdasarkan hasil produktivitas”. (Sinungan, 2011:67) Manullang
memberi batasan, bahwa : “pengaruh insentif itu dapat dirumuskan
sebagai seni dan ilmu untuk memperoleh, memajukan dan memanfaatkan
tenaga kerja sehingga tujuan organisasi dapat di realisis secara efektif
sekaligus adanya kegairahan bekerja dan para pekerja”. (Manullang,
2013:340). Mengatakan, bahwa insentif dimaksudkan untuk memberikan
upah atau gaji yang berbeda karena prestasi kerja yang berbeda. Jadi
6
7
dua orang karyawan yang mempunyai jabatan yang sama bisa menerima
upah yang berbeda karena prestasi kerja yang berbeda“. Apabila
diperhatikan secara seksama pendapat para ahli tentang insentif dapat
disimpulkan, bahwa insentif merupakan suatu perangsang atau daya
tarik yang diberikan kepada karyawan untuk bekerja dengan baikuntuk
menghasilkan produktivitas kerja yang maksimal. Pemberian insentif
diberikan sesuai dengan kedudukan dan tanggung jawab serta
produktifitas kerja karyawan. Dengan kata lain insentif diberikan kepada
karyawan yang memiliki dedikasi yang tinggi dan bukan kepada
kepentingan perorangan serta kelompoknya.
dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:Financial insentif dan Non
financial insentif. Financial insentif merupakan Insentif yang berbentuk
pendapatan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan dapat
dinilai dengan uang diantaranya meliputi upah atau gaji yang pantas, bagi
keuntungan dari perusahaan/instansi dan soal-soal kesejahteraan yang
meliputi pemeliharaan kesehatan, rekreasi, jaminan hari tua dan
sebagainya. Sedangkan Non financial insentif, merupakan insentif yang
biasanya Merupakan suatu penghargaan yang bersifat psikologis.
Sedangkan bentuknya berupa, antara lain: Menumbuhkan rasa
kebanggaan dan kesenangan terhadap karyawan, memberikan simpati
danperlakuan yang wajar kepada karyawan, memberikan kesempatan
untuk dipromosikan, kesempatan yang sama untuk mendapatkan
pelatihan, adanya keamanan dan ketenangan dalam bekerja, serta
8
termasuk keluarganya dalam pengobatan, tunjangan hari tua, asuransi
kecelakaan dan lain-lain. Sedangkan pelaksanaan pemberian insentif
dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
a. Insentif positif
berpartisipasi secara aktif dengan diikuti imbal jasa.
b. Insentif negative
semacam ini biasanya akan menimbulkan kesenjangan yang
mendalam yang pada akhirnya karyawan bosan bekerja dengan baik.
(Karsono, 2013:30)
insentif dapat diklasifikasikan menjadi tiga golongan Gorda (2013:156),
yaitu :
berdasarkan usaha atau prestasi kerja masing-masing karyawan.
b. Insentif kelompok, yaitu insentif yang diberikan berdasarkan standar
darimasing-masing kelompok.
karyawan perusahaan berdasarkan kriteria pembayaran perusahaan.
3. Keuntungan Pemberian Insentif
meningkatkan produktivitasnya. Demikian juga pemberian insentif akan
9
keuntungan pemberian insentif kepada karyawan, adalah sebagai berikut:
a. Tambahan upah insentif akan mendorong karyawan untuk lebih
berkarya atau lebih giat bekerja sehingga ia akan memperoleh
tambahan pendapatan. Dengan tambahan pendapatan ini berarti pula
karyawan dapat meningkatkan taraf hidupnya dan ataupun dapa
memenuhi kebutuhan yang tidak terduga.
b. Mendorong produktivitas kerja karyawan Di atas telah dikatakan
bahwa insentif merupakan alat untuk menciptakan keamanan
karyawan. Disisi lain insentif dapat meningkatkan pengetahuan dan
kecakapan karyawan sekaligus akan berdampak pada meningkatnya
prestasi kerja dan keuntungan perusahaan akan meningkat pula.
Sedangkan dampak pemberian insentif adalah sebagai berikut:
c. Dapat menimbulkan semangat kerja karyawan untuk berprestasi
sehingga dirinya merupakan satu kesatuan dalam mencapai tujuan
perusahaan.
produktivitas akan berdampak pula pada peningkatan gaya hidup para
akaryawan.
sehingga target yang ditetapkan baik secara kuantitatif maupun secara
kualitatif dapat tercapai dengan baik. Dalam pemberian insentif
hendaknya memperhatikan unsur-unsur yang mempengaruhinya,
yaitu:
10
2) Pemberian insentif harus memperhatikan macam dan jenis
pekerjaan masing-masing karyawan.
4) Waktu pemberian insentif.
6) Kreatifitas, kemampuan dan tingkat pengetahuan karyawan dalam
pelaksanaan tugasnya. (Karsono,2013:30)
diberi secara individual, tetapi bila pekerjaan dilayani beberapa orang
sehingga sukardiketahui berapa bantuan masing-masing orang ini maka
insentif diberikan secara kelompok” (Manullang, 2013:347).Dengan
demikian apabila diperhatikan pendapat tersebut dapat dikemukakan
bahwa pemberian insentif sasarannya pada individu maupun kelompok.
Pemberian insentif secara perorangan adalah untuk merangsangagar
mereka bekerja dengan giat dan sistematik.
Dengan kemampuannya akan mendapatkan upah yang lebih
besardari upah yang telah ditetapkan. Sedangkan insentif kelompok
diberikankepada beberapa karyawan yang mempunyai tugas yang sama
atau sendiri-sendiri antara kelompok satudengan kelompok lainnya.
Pemberian insentif kelompok biasanya didasarkan pada produktivitas dari
masing-masing kelompok.
harus benar-benar objektif dan tidak didasarkan pada hubungan keluarga,
kawan dan sebagainya yang dapat menimbulkan permasalahan baru.
5. Indikator Pemberian Insentif
insentif dengan kinerja yang telah ditunjukkan oleh pegawai yang
bersangkutan. Berarti besarnya insentif tergantung pada banyak
sedikitnya hasil yang dicapai dalam waktu kerja pegawai. Cara ini
dapat diterapkan apabila hasil kerja diukur secara kuantitatif, memang
dapat dikatakan bahwa dengan cara ini dapat mendorong pegawai
yang kurang produktif menjadi lebih produktif dalam bekerjanya. Di
samping itu juga sangat menguntungkan bagi pegawai yang dapat
bekerja cepat dan berkemampuan tinggi.Sebaliknya sangat
tidak favourable bagi pegawai yang bekerja lamban atau pegawai yang
sudah berusia agak lanjut.
melaksanakan atau menyelesaikan suatu pekerjaan.Cara
perhitungannya dapat menggunakan per jam, per hari, per minggu
ataupun per bulan. Umumnya cara yang diterapkan apabila ada
kesulitan dalam menerapkan cara pemberian insentif berdasarkan
kinerja. Memang ada kelemahan dan kelebihan dengan cara ini, antara
lain sebagai berikut:
Mengakibatkan mengendornya semangat kerja pegawai yang
sesungguhnya mampu berproduksi lebih dari rata-rata.
Tidak membedakan usia, pengalaman dan kemampuan
pegawai.
sungguh bekerja.
2) Kelebihan
kelebihan-kelebihan cara ini sebagai berikut:
Dapat mencegah hal-hal yang tidak atau kurang
diinginkanseperti: pilih kasih, diskiminasi maupun kompetisi
yang kurang sehat.
Tidak memandang rendah pegawai yang cukup lanjutusia.
c. Senioritas
pegawai yang bersangkutan dalam suatu organisasi.Dasar
pemikirannya adalah pegawai senior, menunjukkan adanya kesetiaan
yang tinggi dari pegawai yang bersangkutan pada organisasi di mana
mereka bekerja.Semakin senior seorang pegawai semakin tinggi
loyalitasnya pada organisasi, dan semakin mantap dan tenangnya
dalam organisasi. Kelemahan yang menonjol dari cara ini adalah
13
belum tentu mereka yang senior ini memiliki kemampuan yang tinggi
atau menonjol, sehingga mungkin sekali pegawai muda (junior) yang
menonjol kemampuannya akan dipimpin oleh pegawai senior, tetapi
tidak menonjol kemampuannya. Mereka menjadi pimpinan bukan
karena kemampuannya tetapi karena masa kerjanya.Dalam situasi
demikian dapat timbul di mana para pegawai junior yang energik dan
mampu tersebut keluar dari perusahaan/instansi.
d. Kebutuhan
pada tingkat urgensi kebutuhan hidup yang layak dari pegawai.Ini
berarti insentif yang diberikan adalah wajar apabila dapat
dipergunakan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pokok, tidak
berlebihan namun tidak berkekurangan.Hal seperti ini memungkinkan
pegawai untuk dapat bertahan dalam perusahaan/instansi.
e. Keadilan dan Kelayakan
(input) dengan (output), makin tinggi
6. Tujuan Pemberian insentif
perangsangbertujuan:
yangberbeda.
c. Meningkatkan produktivitas.
bawahannya untuk melaksanakan rencana-rencananya.
karyawan sehingga dapat memenuhi kebutuhannya.
f. Mempertahankan karyawan yang berprestasi agar tetap berada dalam
perusahaan.
memastikan bahwa perencanaan yang telah ditetapkan dilaksanakan
dengan baik.Oleh karena itu pengawasan merupakan usaha untuk
melihat kembali apakah rencana itu dilaksanakan atau tidak.Apabila
dalam pelaksanaannya terjadi penyimpangan terhadap rencana maka
diluruskan kembali sesuai dengan rencana tersebut. Pengawasan
digunakan dengan menggunakan umpan balik informasi apa yang
dilakukan dan yang telah dilakukan. Pengawasan adalah alat bagaimana
tujuan organisasi atau perusahaan dapat tercapai sesuai dengan rencana
yang telah ditetapkan. Dengan kata lain adalah bagaimana
menyelaraskan tujuan perorangan (karyawan) dengan tujuan perusahaan
dapat tercapai dengan selaras, seimbang dan dinamis serta tidak
merugikan kedua belah pihak.
produktivitas kerja dengan baik, dalam hal ini sangat perlu diperhatikan
oleh pimpinan perusahaan/instansi. Secara filosofis, produktivitas adalah
15
sikap mental yang berpandangan bahwa mutu kehidupan hari ini harus
lebih baik dari hari kemarin, sedangkan hari esok harus lebih baik dari
hari ini. Menurut Muchdarsyah Sinungan, produktivitas adalah : “Suatu
pendekatan interdisipliner untuk menentukan tujuan yang efektif,
pembuatan rencana, aplikasi penggunaan cara yang produktivita suntuk
menggunakan sumber-sumber secara efisien dan tetap menjaga adanya
kualitas yang tinggi”. (Sinungan, 2014:17). Pengertian produktivitas
menurut Winardi (2010:392), adalah : “Jumlah yang dihasilkan setiap
pekerja dalam jangka waktu tertentu. Hal tersebut tergantung dari
perkembangan perkembangan teknologi, alat-alat produksi, organisasi
dan manejemen, syarat-syarat dan banyak faktor lainnya” Produktivitas
kerja biasanya dipengaruhi oleh tingkat pendidikan,disiplin, sikap dan
etika kerja, motivasi jaminan sosial, ketrampilan, kesempatan bekerja dan
berkreatif, lingkungan kerja, sarana produksi, teknologi dan lain-lain.
2. Indikator produktivitas kerja
hasil yang diharapkan atau tingkat keluaran itu dapat dicapai ataukah
tidak. Pengukuran efektivitas dapat dilihat dari indikator-indikator:
Jumlah hasil kerja
Kualitas hasil kerja
Kemampuan menyelesaikan pekerjaan
itu dikombinasikan atau bagaimana pekerjaan tersebut
16
mendapatkan hasil yang lebih banyak dari jumlah masukan yang
paling minimum. Pengukuran efisiensi dapat dilihat dari indikator-
indikator:
Jumlah tenaga kerja yang diperlukan untuk menyelesaikan
suatu pekerjaan
karena apabila waktu yang diberikan untuk menghasilkan produk
kurang yang dihasilkan juga sedikit, sehingga target produksi tidak
tercapai.
menurut Sedarmayanti (2011: 72) yaitu:
a. Sikap Mental. Sikap mental merupakan motivasi kerja. Motivasi
adalah daya dorong yang dimiliki, baik secara intrinsik maupun secara
ekstrinsik yang membuat karyawan mau dan rela untuk bekerja
sekuat tenaga menggunakan seluruh kemampuannya dalam
mencapai tujuan.
yang lebih tinggi akan mempunyai wawasan lebih luas akan arti
penting produktivitas. Tingginya kesadaran akan pentingnya
produktivitas dapat mendorong pegawai yang bersangkutan
melakukan tindakan yang proaktif.
terampil, akan lebih mampu bekerja serta menggunakan fasilitas kerja
dengan baik. Pegawai akan menjadi lebih terampil apabila
mempunyai kecakapan (ability) dan pengalaman (experience) yang
cukup.
martabat pegawai sehingga mendorong diwujudkanya jiwa yang
berdedikasi dalam upaya peningkatan produktivitas.
4. Hubungan Produktivitas Kerja Karyawan dengan Insentif
Produktivitas adalah perbandingan antara jumlah output dengan
jumlah input tertentu dalam jangka waktu tertentu pula. Dalam suatu
perusahaan/instansi apabila diketahui adanya target yang tidak tercapai
sesuai dengan apa yang telah ditentukan, makahal ini menunjukkan
indikasi menurunnya produktivitas kerja karyawan di dalam
perusahaan/instansi tersebut. Pencapaian produktivitas tidak dapat
terlepas dari pemenuhan kebutuhan hidup baik fisik maupun rohani
18
langsung akan mempengaruhi tingkat produktivitas kerja karyawan.
Maka insentif merupakan faktor yang paling dominan untuk menunjang
produktivitas kerja karyawan dalam mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.
1. Muhammad Rizal
diberikan kepada karyawan dengan maksud sebagai rangsangan agar
karyawan dapat mencapai tingkat kinerja tertentu disamping sebagai
pembangun dan pemelihara harapan-harapan karyawan. Ada berbagai
pendapat tentang pemaknaan insentif ini, seperti yang diungkapkan oleh
Siagian (2012:252) bahwa “kepentingan pekerja harus memungkinkannya
untuk mempertahankan harkat dan martabatnya sebagai insane yang
terhormat”, jadi insentif yang diterimanya dari bekerja dapat dipakai untuk
hidup yang wajar dan layak, tanpa harus menggantungkan diri pada orang
lain.
peningkatan pada kinerja karyawan, misalnya berupa peningkatan hasil kerja
dan kepuasan karyawan. Hasilnya merupakan kebijakan rekomendasi yang
akan dikeluarkan oleh Pada Bank BPD SulSelBar. Dengan demikian model
teori dalam penelitian ini adalah
Gambar 2.1
Pemberian Insentif (X)
1. Kinerja 2. Lama kerja 3. Senioritas 4. Kebutuhan 5. Keadilan dan kelayakan
(X)
23
akan diteliti . Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan maka
diajukan suatu hipotesis yaitu:…