pengaruh disiplin, stres, motivasi, dan kompensasi ... · i pengaruh disiplin, stres, motivasi, dan...

of 141 /141
i PENGARUH DISIPLIN, STRES, MOTIVASI, DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN Studi Kasus pada Karyawan Bagian Administrasi Kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Madiun SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen Oleh : Bernadetta Dian Retnani NIM : 122214044 PROGRAM STUDI MANAJEMEN JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2016 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Author: others

Post on 23-Sep-2019

14 views

Category:

Documents


0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • i

    PENGARUH DISIPLIN, STRES, MOTIVASI, DAN KOMPENSASI

    TERHADAP KINERJA KARYAWAN

    Studi Kasus pada Karyawan Bagian Administrasi Kantor Badan Pertanahan Nasional

    Kabupaten Madiun

    SKRIPSI

    Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

    Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

    Program Studi Manajemen

    Oleh :

    Bernadetta Dian Retnani

    NIM : 122214044

    PROGRAM STUDI MANAJEMEN JURUSAN MANAJEMEN

    FAKULTAS EKONOMI

    UNIVERSITAS SANATA DHARMA

    YOGYAKARTA

    2016

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • ii

    Skripsi

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • iii

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • iv

    Motto:

    Berusahalah untuk tidak menjadi manusia yang berhasil tapi berusahalah menjadi

    manusia yang berguna (Einstein)

    Ketahuilah bahwa masalah selalu datang dan pergi silih berganti layaknya air yang

    senantiasa mengalir. Hari ini masalah datang, esoknya beres. Esoknya datang

    masalah baru dan esoknya beres. Semuanya mengalir. Jika pikiran anda bisa

    mengalir bebas seperti air, maka seberat apa pun masalah yang muncul, tidak akan

    berarti apa-apa. Anda sudah tau masalah akan mengalir jauh digantikan datangnya

    solusi.

    Skripsi ini dipersembahkan kepada:

    Ayah dan Mama tersayang

    Atas segala doa dan motivasinya

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • v

    UNIVERSITAS SANATA DHARMA

    FAKULTAS EKONOMI

    JURUSAN MANAJEMEN-PROGRAM STUDI MANAJEMEN

    PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS

    Saya yang bertanda tangan di bawah ini, dengan ini menyatakan bahwa Skripsi

    dengan judul:

    PENGARUH DISIPLIN, STRES, MOTIVASI, DAN KOMPENSASI

    TERHADAP KINERJA KARYAWAN

    Studi Kasus pada Karyawan Bagian Administrasi Kantor Badan

    Pertanahan Nasional Kabupaten Madiun

    dan diajukan untuk diuji pada tanggal 14 Juli 2016 adalah hasil karya saya.

    Saya juga menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat keseluruhan atau

    sebagian tulisan orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin, atau meniru

    dalam bentuk rangkaian kalimat atau simbol yang menunjukkan gagasan atau

    pendapat atau pemikiran dari penulis lain yang saya aku seolah-olah sebagai tulisan

    saya sendiri, dan atau tidak terdapat bagian atau keseluruhan tulisan yang saya salin,

    saya tiru, atau saya ambil dari tulisan orang lain tanpa memberikan pengakuan

    (disebutkan dalam referensi) pada penulis aslinya.

    Bila di kemudian hari terbukti bahwa saya ternyata melakukan tindakan tersebut,

    maka saya bersedia menerima sanksi, yaitu skripsi ini digugurkan dan gelar

    akademik yang saya peroleh (S.E) dibatalkan serta diproses sesuai dengan aturan

    perundang-undangan yang berlaku (UU No 20 Tahun 2003, pasal 25 dan pasal 70).

    Yogyakarta, 29 Juli 2016

    Yang membuat pernyataan,

    Bernadetta Dian Retnani

    NIM: 122214044

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • vi

    LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH

    UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

    Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma:

    Nama : Bernadetta Dian Retnani

    NIM : 122214044

    Dem pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada perputakaan

    Univeritas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul:

    “Pengaruh Disiplin, Stres, Motivasi, dan Kompensasi terhadap Kinerja

    Karyawan” Studi Kasus pada Karyawan Kantor Badan Pertanahan Nasional

    Kabupaten Madiun.

    Beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan

    kepada Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam

    bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pengkajian data, dan

    mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa

    meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap

    mencantumkan nama saya sebagai penulis.

    Demikian pernyataan ini saya tulis dengan sebenarnya.

    Dibuat di Yogyakarta

    Pada tanggal 29 Juli 2016

    Yang menyatakan

    Bernadetta Dian Retnani

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • vii

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur dan terima kasih kepada Allah atas karunia dan rahmatNya,

    sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Disiplin,

    Stres, Motivasi, dan Kompensasi terhadap Kinerja Karyawan: Studi Kasus pada

    Karyawan Administrasi Kantor Badan Pertanahan Madiun”. Skripsi ini ditulis

    sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Program

    Studi Manajemen, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata

    Dharma Yogyakarta.

    Penulisan skripsi ini dapat selesai dengan baik berkat bantuan berbagai pihak.

    Untuk itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:

    1. Tuhan Yesus Kristus, yang selalu menyertai kehidupan penulis melalui

    berkat dan karuniaNya.

    2. Bapak Dr. H. Herry Maridjo, M.Si., selaku Dekan Fakultas Ekonomi

    Universitas Sanata Dharma, dan juga selaku pembimbing I yang telah

    mengarahkan dan membimbing penulis selama penulis menyelesaikan

    skripsi.

    3. Bapak Dr. Lukas Purwoto, M.Si., selaku Ketua Program Studi

    Manajemen Universitas Sanata Dharma.

    4. Bapak Drs. Rubiyatno M.M., selaku dosen pembimbing II yang juga telah

    mengarahkan dan membimbing penulis sehingga skripsi ini menjadi lebih

    sempurna

    5. Segenap pihak karyawan Kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten

    Madiun, yang telah memberikan izin kepada penulis untuk menyelesaikan

    skripsi.

    6. Responden yang telah membantu penulis dengan mengisi kuesioner guna

    melengkapi data yang penulis perlukan.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • viii

    7. Ayah dan Mama tersayang yang selalu memberikan kasih sayang, doa,

    dukungan, dan nasehat. Terima kasih untuk semua cinta dan

    perhatiannya.

    8. Adi Rooswanto, terima kasih dalam mendampingi penyelesaian skripsi

    ini, dengan selalu memberikan semangat dan doanya.

    9. Sahabat, Lusia Melly Megasari dan Lutgardis Trieuge Kusumawardhani

    yang telah memberikan semangat dan doanya.

    Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna karena

    keterbatasan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki penulis. Oleh karena itu,

    penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca guna

    menyempurnakan skripsi ini. Semoga skripsi ini bermanfaat dan dapat menjadi

    bahan masukan bagi rekan-rekan dalam menyusun skripsi.

    Yogyakarta, 29 Juli 2016

    Penulis

    Bernadetta Dian Retnani

    NIM: 122214044

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • ix

    DAFTAR ISI

    Halaman

    HALAMAN JUDUL……………………………………………………… i

    HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING………………………….. ii

    HALAMAN PENGESAHAN……………………………………………. iii

    HALAMAN PERSEMBAHAN………………………………………….. iv

    HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS…………… v

    HALAMAN KATA PENGANTAR……………………………………... vi

    HALAMAN DAFTAR ISI……………………………………………….. vii

    HALAMAN DAFTAR TABEL………………………………………….. xii

    HALAMAN DAFTAR GAMBAR……………………………………… xiii

    HALAMAN DAFTAR LAMPIRAN……………………………………. xiv

    HALAMAN ABSTRAK………………………………………………… xv

    BAB I PENDAHULUAN………………………………………………. 1

    A. Latar Belakang Masalah……………………………………… 1

    B. Rumusan Masalah……………………………………………. 4

    C. Pembatasan Masalah…………………………………………. 5

    D. Tujuan Penelitian…………………………………………….. 5

    E. Manfaat Penelitian…………………………………………… 5

    BAB II KAJIAN PUSTAKA………………………………………….. 7

    A. Landasan Teori………………………………………………. 7

    B. Penelitian Sebelumnya………………………………………. 37

    C. Kerangka Konseptual Penelitian…………………………….. 40

    D. Hipotesis…………………………………………………….. 41

    BAB III METODE PENELITIAN…………………………………… 43

    A. Jenis Penelitian………………………………………………. 43

    B. Subjek dan Objek Penelitian………………………………… 43

    C. Waktu dan Lokasi Penelitian………………………………… 43

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    D. Variabel Penelitian…………………………………………… 44

    E. Definisi Operasional…………………………………………. 47

    F. Populasi dan Sampel…………………………………………. 48

    G. Teknik Pengambilan Sampel………………………………… 50

    H. Sumber Data………………………………………………… 50

    I. Teknik Pengumpulan Data………………………………….. 50

    J. Teknik Pengujian Instrumen………………………………… 51

    K. Teknik Analisis Data………………………………………… 52

    BAB IV GAMBARAN UMUM SUBJEK PENELITIAN………….. 59

    A. Sejarah dan Perkembangan Kantor BPN……………………. 59

    B. Visi dan Misi………………………………………………… 59

    C. Tugas dan Fungsi……………………………………………. 60

    D. Prinsip……………………………………………………….. 61

    E. Logo…………………………………………………………. 62

    F. Struktur Organisasi………………………………………….. 64

    BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN………………….. 65

    A. Analisi Deskriptif…………………………………………… 65

    B. Deskripsi Variabel Penelitian……………………………….. 67

    C. Analisis Uji Validitas dan Reliabilitas………………………. 71

    D. Analisis Linier Berganda……………………………………. 74

    E. Uji Asumsi Klasik…………………………………………… 75

    F. Uji F…………………………………………………………. 77

    G. Uji t………………………………………………………….. 79

    H. Koefisien Determinasi………………………………………. 83

    I. Pembahasan…………………………………………………. 83

    BAB VI KESIMPULAN, SARAN, DAN KETERBATASAN……… 86

    A. Kesimpulan………………………………………………….. 86

    B. Saran………………………………………………………… 87

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • xi

    C. Keterbatasan………………………………………………… 88

    DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………... 89

    LAMPIRAN……………………………………………………………. 91

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • xii

    DAFTAR TABEL

    Tabel Judul Halaman

    V.1 Persentase Resonden Berdasarkan Jenis Kelamin…………… 65

    V.2 Persentase Responden Berdasarkan Usia...………………...... 66

    V.3 Persentase Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir…… 66

    V.4 Persentase Responden Berdasarkan Masa Kerja..………….... 67

    V.5 Deskripsi Variabel Disiplin..………………………………… 68

    V.6 Deskripsi Variabel Stres..……………………………………. 68

    V.7 Deskripsi Variabel Motivasi…………………………………. 69

    V.8 Deskripsi Variabel Kompensasi..……………………………. 70

    V.9 Deskripsi Variabel Kinerja Karyawan………………………. 71

    V.10 Hasil Uji Validitas.………………………………………….. 72

    V.11 Hasil Uji Reliabilitas………………………………………… 73

    V.12 Hasil Analisis Linier Berganda.…………………………….. 74

    V.13 Hasil Uji Normalitas………………………………………… 75

    V.14 Hasil Uji Multikolinieritas.………………………………….. 76

    V.15 Hasil Uji F.………………………………………………….. 78

    V.16 Hasil Uji t…………………………………………………… 79

    V.17 Hasil Uji Koefisien Determinasi..…………………………… 83

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • xiii

    DAFTAR GAMBAR

    Gambar Judul Halaman

    II.1 Kerangka Konseptual………………………………………. 40

    IV.1 Logo Kantor Badan Pertanahan Nasional………………….. 62

    IV.2 Struktur Organisasi BPN Kabupaten Madiun ……………... 64

    V.1 Hasil Uji Heterokedastisitas……………………………….. 77

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • xiv

    DAFTAR LAMPIRAN

    Lampiran Judul Halaman

    Lampiran 1 Surat Ijin Penelitian……………………………… 91

    Lampiran 2 Lembar Kuesioner………………………………. 93

    Lampiran 3 Karakteristik Responden………………………… 99

    Lampiran 4 Data Hasil Jawaban Kuesioner………………….. 102

    Lampiran 5 Uji Validitas……………………………………... 111

    Lampiran 6 Uji Reliabilitas…………………………………… 116

    Lampiran 7 Uji Asumsi Klasik……………………………….. 119

    Lampiran 8 Uji t……………………………………………… 121

    Lampiran 9 Uji F……………………………………………… 123

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • xv

    ABSTRAK

    PENGARUH DISIPLIN, STRES, MOTIVASI, DAN KOMPENSASI

    TERHADAP KINERJA KARYAWAN

    Studi Kasus pada Karyawan bagian Administrasi Kantor Badan Pertanahan

    Nasional Kabupaten Madiun

    Bernadetta Dian Retnani

    Universitas Sanata Dharma

    Yogyakarta

    2016

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara simultan dan

    parsial disiplin, stres, motivasi, dan kompensasi terhadap kinerja karyawan. Sampel

    dalam penelitian ini adalah karyawan bagian administrasi kantor Badan Pertanahan

    Nasional Kabupaten Madiun yang berjumlah 50 orang. Teknik pengambilan sampel

    menggunakan accidental sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah

    regresi linier berganda, uji asumsi klasik, uji t, dan uji F. Hasil penelitian

    menunjukkan bahwa disiplin, stres, motivasi, dan kompensasi secara simultan

    berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Hasil lain menunjukkan bahwa secara

    parsial disiplin, stres, kompensasi tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan,

    sedangkan motivasi secara parsial berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

    Kata kunci : disiplin, motivasi, kinerja karyawan

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • xvi

    ABSTRACK

    THE INFLUNCE OF THE DISCIPLINE, STRESS, MOTIVATION, AND

    COMPENSATION ON EMPLOYEES PERFORMANCE

    A case study on administrative employees National Land Agency at Madiun

    Bernadetta Dian Retnani

    Sanata Dharma University

    Yogyakarta

    2016

    The research aims to find the simultaneous and partial influence of discipline,

    stress, motivation, and compensation on employees performance. The sampel of this

    research is 50 administrative employees National Land Agency at Madiun. The

    sampling method used is accidental sampling. The data are analysed using multiple

    liniear regression, classical assumption, t tes and F test. The result of this study

    shows that simultaneously discipline, stress, motivation, and compensation influence

    employees performance. The result also shows that partially discipline, stress,

    compensation do not influence employees performance, whereas motivation

    influences employees performance.

    Keywords : discipline, motivation, employees performance

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Masalah

    Manajemen sumber daya manusia merupakan bagian penting dalam

    suatu organisasi yang memfokuskan diri pada unsur sumber daya manusia.

    Tugas manajemen sumber daya manusia adalah mengelola unsur manusia

    secara baik agar dapat bekerja secara optimal sesuai dengan target kerja.

    Berhasil tidaknya suatu organisasi dipengaruhi oleh sumber daya manusia

    karena tanpa peran manusia meskipun faktor lain telah terpenuhi, organisasi

    tersebut tidak akan dapat berjalan. Apabila individu dalam sumber daya

    manusia berjalan efektif maka organisasi akan tetap berjalan secara efektif.

    Dengan kata lain kelangsungan suatu organisasi ditentukan oleh kinerja

    karyawannya.

    Mengingat penting dan vitalnya sumber daya manusia di dalam suatu

    organisasi, upaya yang harus dicapai oleh organisasi adalah meningkatkan

    kualitas sumber daya manusia. Meningkatnya kualitas sumber daya manusia

    diharapkan karyawan dapat meningkatkan kinerjanya. Menurut

    Mangkunegara (2013:67) kinerja adalah hasil kerja baik secara kualitas dan

    kuantitas yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan tugas sesuai

    tanggung jawab yang diberikan. Menurut Sedarmayanti 2007 (dalam

    Widodo, 2015:133) kinerja karyawan dipengaruhi oleh beberapa faktor,

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 2

    yaitu: sikap dan mental (motivasi kerja, disiplin kerja dan etika kerja),

    pendidikan, ketrampilan, manajemen kepemimpinan, tingkat penghasilan,

    gaji dan kesehatan, jaminan sosial, iklim kerja, stres kerja, sarana dan

    prasarana, teknologi, kesempatan berprestasi. Dengan adanya kinerja yang

    tinggi, diharapkan tujuan organisasi dapat tercapai, sebaliknya tujuan

    organisasi tidak tercapai bila karyawan bekerja tidak memiliki kinerja yang

    baik.

    Setiap organisasi selalu mengharapkan karyawannya mempunyai

    prestasi, karena dengan memiliki karyawan yang berprestasi akan

    memberikan sumbangan yang optimal bagi perusahaan. Prestasi kerja

    dipengaruhi oleh faktor-faktor yang mendukung diantaranya kedisiplinan.

    Menurut Hasibuan (2014:193) kedisiplinan merupakan fungsi operatif

    manajemen sumber daya manusia yang terpenting karena semakin baik

    disiplin karyawan, semakin tinggi prestasi kerja yang dapat dicapainya.

    Setiap pimpinan selalu berusaha agar para bawahannya mempunyai disiplin

    yang baik. Seorang pemimpin dikatakan efektif dalam kepemimpinannya,

    jika para bawahannya berdisiplin baik.

    Masalah yang pasti akan dihadapi karyawan dalam kehidupan

    berkarya adalah stres. Stres timbul sebagai akibat tekanan yang bersumber

    dari ketidakselarasan antara seseorang dengan lingkungannya (Siagian,

    2009:300). Stres kerja adalah perasaan tertekan yang dialami karyawan

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 3

    dalam menghadapi pekerjaan (Mangkunegara, 2013:157). Manusia akan

    cenderung mengalami stres apabila sarana dan tuntutan tugas tidak selaras

    dengan kebutuhan dan kemampuan seseorang. Stres yang dialami oleh

    karyawan akan mempengaruhi kinerjanya, sehingga manajemen perlu untuk

    melakukan pendekatan agar tidak merugikan organisasi. Dengan menurunnya

    stres yang dialami karyawan tentu akan berpengaruh pada kesehatan

    organisasi.

    Kinerja sumber daya manusia dipengaruhi oleh kemampuan, motivasi

    dan keadaan lingkungannya. Motivasi karyawan perlu dibina melalui kerja

    sama yang baik antara pimpinan dengan anggota sehingga dapat menunjang

    keberhasilan organisasi. Menurut Widodo (2015:187) motivasi adalah

    kekuatan yang ada dalam seseorang, yang mendorong perilakunya untuk

    melakukan tindakan. Besarnya intensitas kekuatan dari dalam diri seseorang

    untuk melakukan suatu tugas atau mencapai sasaran memperlihatkan sejauh

    mana tingkat motivasinya. Untuk meningkatkan dan mempertahankan

    motivasi memerlukan perjuangan bagi para pemimpin dan anggotanya.

    Dalam upaya meningkatkan kinerja karyawan, usaha yang dilakukan

    organisasi tidak lepas dari beberapa faktor motivasi diantaranya kompensasi.

    Terdapat hubungan yang erat antara kompensasi dan prestasi pada karyawan.

    Menurut Yani (dalam Widodo, 2015:153) kompensasi adalah bentuk

    pembayaran dalam bentuk manfaat dan insentif untuk memotivasi karyawan

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 4

    agar produktivitas kerja semakin meningkat. Besarnya kompensasi

    mencerminkan ukuran karya karyawan untuk sebuah organisasi. Pemberian

    kompensasi yang tepat bagi keinginan karyawan dan kemampuan organisasi

    mampu menciptakan hubungan kerjasama yang sehat untuk kemajuan kinerja

    organisasi. Selain itu, kompensasi yang sesuai dengan keinginan karyawan

    atas pekerjaannya dapat memacu semangat untuk bekerja lebik baik sehingga

    memberikan pengaruh positif bagi peningkatan kinerja karyawan.

    Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka penulis tertarik untuk

    melakukan penelitian yang berjudul “Pengaruh Disiplin, Stres, Motivasi,

    dan Kompensasi terhadap Kinerja Karyawan”. Studi kasus pada

    karyawan bagian administrasi Kantor Badan Pertanahan Nasional Nasional

    Kabupaten Madiun.

    B. Rumusan Masalah

    Dari latar belakang masalah yang telah diuraikan, maka yang menjadi pokok

    masalah dalam penulisan ini, yaitu:

    1. Apakah disiplin, stres, motivasi, dan kompensasi secara bersama-sama

    berpengaruh terhadap kinerja karyawan?

    2. Apakah disiplin, stres, motivasi, dan kompensasi secara parsial

    berpengaruh terhadap kinerja karyawan?

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 5

    C. Pembatasan Masalah

    Untuk mencegah agar permasalahan tidak meluas dan lebih fokus maka

    diberikan batasan masalah yang membahas tentang bagaimana pengaruh

    disiplin, stres, motivasi, dan kompensasi terhadap kinerja karyawan:

    1. Responden yang meliputi: karyawan bagian administrasi kantor Badan

    Pertanahan Nasional Kabupaten Madiun.

    2. Variabel yang akan diteliti adalah disiplin, stres, motivasi, dan

    kompensasi.

    3. Kinerja karyawan yang diteliti dalam penelitian ini yaitu sifat kerja,

    perilaku, kompetensi, pencapaian tujuan dan potensi perbaikan.

    D. Tujuan Penelitian

    Berdasarkan rumusan masalah, maka tujuan yang ingin dicapai dari

    penelitian ini adalah:

    1. Untuk mengetahui pengaruh disiplin, stres, motivasi, dan kompensasi

    secara bersama-sama terhadap kinerja karyawan.

    2. Untuk mengetahui pengaruh disiplin, stres, motivasi, dan kompensasi

    secara parsial terhadap kinerja karyawan.

    E. Manfaat Penelitian

    1. Bagi Universitas

    Penelitian ini dapat memberikan tambahan wawasan kepada rekan

    universitas dan sebagai acuan bagi berbagai pihak yang membutuhkan.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 6

    2. Bagi Organisasi

    Penelitian ini diharapkan dapat membantu organisasi mengetahui

    bagaimana kinerja karyawan di organisasi tersebut sehingga dapat

    dijadikan sebagai pedoman dalam mengambil kebijakan untuk

    peningkatan kinerja karyawan.

    3. Bagi Penulis

    Hasil penelitian ini dapat menambah ilmu pengetahuan tentang

    manajemen sumber daya manusia yang berhubungan dengan disiplin,

    stres, motivasi, dan kompensasi.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 7

    BAB II

    KAJIAN PUSTAKA

    A. Landasan Teori

    1. Manajemen

    Manajemen sebagai suatu ilmu pengetahuan mencakup bidang yang

    sangat luas. Dari berbagai bidang manajemen tersebut, yang akan

    dibahas dalam hal ini adalah manajemen sumber daya manusia.

    Menurut Hasibuan (2014:1) manajemen adalah ilmu dan seni

    mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-

    sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan

    tertentu. Manajemen yang baik akan memudahkan terwujudnya

    tujuan organisasi, karyawan dan masyarakat. Dengan manajemen,

    daya guna dan hasil guna unsur-unsur manajemen dapat ditingkatkan.

    2. Manajemen Sumber Daya Manusia

    Manajemen sumber daya manusia penting bagi organisasi dalam

    mengelola, mengatur dan memanfaatkan karyawan sehingga dapat

    berfungsi secara produktif untuk tercapainya tujuan organisasi.

    Menurut Mangkunegara (2013:2) manajemen sumber daya manusia

    adalah suatu perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian,

    pelaksanaan dan pengawasan terhadap pengadaan, pengembangan,

    pemberian balas jasa, pengintegrasian, pemeliharaan dan pemisahan

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 8

    tenaga kerja dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Sumber daya

    manusia perlu dikelola secara profesional agar terwujud

    keseimbangan antara kebutuhan karyawan dengan tuntutan dan

    kemampuan organisasi. Keseimbangan tersebut merupakan kunci

    utama organisasi agar dapat berkembang secara produktif dan wajar.

    a. Lingkup Kegiatan Manajemen Sumber Daya Manusia

    Menurut Widodo (2015:7) ada beberapa lingkup kegiatan dalam

    manajemen sumber daya manusia sesuai dengan pengelompokan

    fungsinya, yaitu:

    1) Fungsi Perencanaan

    Fungsi penetapan program-program pengelolaan sumber daya

    manusia yang akan membantu pencapaian tujuan organisasi,

    kegiatannya meliputi: pemahaman tujuan dan sasaran

    organisasi; analisis pekerjaan atau jabatan, penentuan

    kebutuhan sumber daya manusia bagi organisasi yang

    bersangkutan dan perencanaan untuk pemenuhannya serta

    pengendaliannya.

    2) Fungsi Pengorganisasian

    Fungsi penyusunan dan pembentukan suatu organisasi dengan

    mendesain struktur dan hubungan antar para pekerja dan

    tugas-tugas yang harus dikerjakan, termasuk menetapkan

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 9

    pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab. Kegiatan

    mencakup: rekrutmen (pengadaan), penyeleksian dan orientasi

    (pengenalan) organisasi.

    3) Fungsi Pengarahan

    Fungsi pemberian dorongan kepada para karyawan agar dapat

    dan mampu bekerja secara efektif dan efisien sesuai tujuan

    yang telah direncanakan. Pengembangan personil, kegiatannya

    mencakup: pelatihan dan pengembangan, penilaian kinerja dan

    pengembangan karier.

    4) Fungsi Pengendalian

    Fungsi pengukuran, pengawasan dan pengendalian terhadap

    kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui sejauh

    mana rencana yang telah ditetapkan, khususnya di bidang

    tenaga kerja, telah dicapai. Pemeliharaan personil, kegiatannya

    mencakup: pengaturan kompensasi pengaturan tunjangan,

    pembinaan motivasi; pembinaan kesehatan dan keselamatan,

    serta hubungan perburuhan dan pemberhentian.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 10

    b. Fungsi Operasional Manajemen Sumber Daya Manusia

    Fungsi operasional manajemen sumber daya manusia menurut

    Widodo (2015:8) terbagi menjadi delapan, yaitu:

    1) Perencanaan

    Perencanaan adalah proses penentuan langkah-langkah yang

    akan dilakukan dimasa datang. Fungsi perencanaan meliputi

    menganalisis pekerjaan yang ada, menyusun uraian pekerjaan,

    menyusun persyaratan pekerjaan, dan menentukan sumber-

    sumber penarikan sumber daya manusia.

    2) Pengadaan

    Pengadaan adalah proses penarikan, seleksi, penempatan,

    orientasi dan induksi untuk mendapatkan karyawan yang

    sesuai dengan kebutuhan organisasi. Fungsi pengadaan

    meliputi mengumumkan dan menerima surat lamaran,

    melakukan seleksi, melakukan orientasi dan pelatihan

    pratugas, pengangkatan sumber daya manusia, dan

    penempatan sumber daya manusia.

    3) Pengembangan

    Pengembangan adalah proses peningkatan ketrampilan teknis,

    teoristik, konseptual dan moral karyawan melalui pendidikan

    dan pelatihan. Fungsi pengembangan meliputi penilaian

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 11

    prestasi kerja, perencanaan karier, pendidikan dan pelatihan,

    pemberian tugas, mutasi dan promosi, motivasi dan disiplin

    kerja.

    4) Kompensasi

    Kompensasi adalah pemberian balas jasa langsung dan tidak

    langsung, uang atau barang kepada karyawan sebagai imbalan

    jasa yang diberikannya kepada organisasi. Fungsi kompensasi

    meliputi penggajian dan pengupahan, pemberian tunjangan-

    tunjangan, pangkat dan jabatan, serta pemberian penghargaan.

    5) Pengintegrasian

    Pengintegrasian adalah kegiatan untuk mempersatukan

    kepentingan perusahaan dan kebutuhan karyawan, agar

    tercipta kerja sama yang serasi dan saling menguntungkan.

    6) Pemeliharaan

    Pemeliharaan adalah kegiatan untuk memelihara atau

    meningkatkan kondisi fisik, mental dan loyalitas karyawan,

    agar dapat bekerja sama sampai pensiun. Fungsi pemeliharaan

    meliputi pemeliharaan kebugaran fisik dan jiwa raga,

    pemeliharaan keamanan dan keselamatan kerja, pemberian

    jaminan perumahan, pemeliharaan hubungan kerja dan hak

    asasi sumber daya manusia.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 12

    7) Kedisiplinan

    Kedisiplinan adalah keinginan dan kesadaran untuk menaati

    peraturan-peraturan organisasi dan norma-norma sosial.

    8) Pemberhentian

    Pemberhentian adalah putusnya hubungan kerja seseorang dari

    suatu organisasi. Dalam fungsi ini manajer sumber daya

    manusia mengatur hak-hak para pensiun yang dapat diberikan

    kepada mereka yang telah berjasa besar terhadap organisasi.

    3. Disiplin

    Menurut Hasibuan (2014:193) semakin baik disiplin karyawan,

    semakin tinggi prestasi kerja yang dapat dicapainya. Kedisiplinan

    adalah kesadaran dan kesediaan seseorang menaati semua peraturan

    perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. Disiplin yang baik

    mencerminkan besarnya rasa tanggung jawab seseorang terhadap

    tugas-tugas yang diberikan. Kedisiplinan harus ditegakkan dalam

    suatu organisasi perusahaan. Tanpa dukungan disiplin karyawan yang

    baik, sulit perusahaan untuk mewujudkan tujuan. Dalam organisasi,

    kedisiplinan adalah kunci keberhasilan dalam mencapai tujuan.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 13

    a. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Disiplin

    Menurut Hasibuan (2014:194) terdapat beberapa indikator yang

    mempengaruhi tingkat kedisiplinankaryawan, yaitu:

    1) Tujuan dan Kemampuan

    Tujuan dan kemampuan ikut mempengaruhi tingkat

    kedisiplinan karyawan. Tujuan yang akan dicapai harus jelas

    dan ditetapkan secara ideal serta cukup menantang bagi

    kemampuan karyawan. Hal ini berarti bahwa tujuan

    (pekerjaan) yang dibebankan kepada karyawan harus sesuai

    dengan kemampuan karyawan bersangkutan, agar dapat

    bekerja sungguh-sungguh dan disiplin dalam mengerjakannya.

    2) Teladan Pimpinan

    Teladan pimpinan sangat berperan dalam menentukan

    kedisiplinan karyawan karena pimpinan dijadikan teladan dan

    panutan oleh para bawahannya. Pimpinan tidak bisa

    mengharapkan kedisiplinan bawahannya baik jika ia sendiri

    kurang disiplin. Pimpinan harus menyadari bahwa perilakunya

    akan dicontoh dan diteladani bawahannya.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 14

    3) Waskat

    Waskat (pengawasan melekat) adalah tindakan nyata dan

    paling efektif dalam mewujudkan kedisiplinan karyawan.

    Dengan waskat berarti atasan harus aktif dan langsung

    mengawasi perilaku, moral, sikap, gairah kerja, dan prestasi

    kerja bawahannya. Waskat menuntut adanya kebersamaan

    aktif antara atasan dengan bawahan dalam mencapai tujuan

    organisasi. Dengan kebersamaan yang aktif, terwujudlah kerja

    sama yang baik dan harmonis dalam organisasi yang

    mendukung terbinanya kedisiplinan karyawan yang baik.

    4) Sanksi Hukuman

    Sanksi hukuman berperan penting dalam memelihara

    kedisiplinan karyawan. Dengan sanksi hukuman yang semakin

    berat, karyawan akan semakin takut melanggar peraturan-

    peraturan organisasi, sikap, dan perilaku indisipliner karyawan

    akan berkurang. Sanksi hukuman hendaknya cukup wajar

    untuk setiap tingkatan yang indisipliner, bersifat mendidik,

    dan menjadi alat motivasi untuk memelihara kedisiplinan.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 15

    4. Stres

    Stres karyawan timbul akibat kepuasan kerja tidak terwujud dari

    pekerjaannya. Stres adalah suatu kondisi ketegangan yang

    mempengaruhi emosi, proses berpikir dan kondisi seseorang

    (Hasibuan, 2014:204). Kemampuan mengatasi stres yang dihadapi

    tidak sama pada semua orang. Ada orang yang memiliki daya tahan

    yang tinggi menghadapi stres dan oleh karenanya mampu mengatasi

    sendiri stres tersebut. Sebaliknya, tidak sedikit orang yang daya tahan

    dan kemampuannya menghadapi stres rendah. Stres yang tidak dapat

    teratasi dapat berakibat pada kondisi mental dan emosional serta

    kelelahan fisik. Jika hal ini terjadi, dampaknya terhadap prestasi kerja

    akan bersifat negatif. Pimpinan diharapkan sedini mungkin mengatasi

    stres karyawan agar hal-hal yang merugikan organisasi dapat diatasi.

    a. Proses Stres Kerja

    Moorhead dan Griffin (2013:177) mengkategorikan proses stres

    menjadi tiga, yaitu:

    1) Sindrom Adaptasi Umum

    Sindrom adaptasi umum mengidentifikasi tiga tahapan proses

    stres. Tahap awal disebut dengan peringatan. Berikutnya,

    muncul resistensi aktual terhadap stressor, mengakibatkan

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 16

    peningkatan di atas tingkat resistensi normal. Akhirnya,

    muncul kelelahan dan resistensi menurun.

    2) Distress

    Distress adalah stres tidak menyenangkan yang menyertai

    kejadian-kejadian negatif. Distress muncul akibat dari tekanan

    berlebihan, tuntutan yang tidak masuk akal terhadap waktu,

    dan berita buruk. Bentuk stres ini biasanya menghasilkan

    konsekuensi-konsekuensi negatif bagi individu.

    3) Eustress

    Eustres adalah stres menyenangkan yang menyertai kejadian-

    kejadian positif. Sumber stres tidak selalu buruk, sebagai

    contoh: memperoleh promosi, menikah dan membuat pidato

    sebagai bagian dari memenangkan sebuah penghargaan besar.

    b. Penyebab Umum Stres Kerja

    Moorhead dan Griffin(2013:179) mengkategorikan penyebab

    umum stres menjadi dua, yaitu:

    1) Stressor Organisasi

    Stressor organisasi adalah berbagai faktor di tempat kerja

    yang dapat menyebabkan stres.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 17

    a) Tuntutan Tugas

    Tuntutan tugas adalah stressor yang berkaitan dengan

    tugas spesifik yang dilakukan oleh seseorang. Di luar

    tekanan terkait tugas spesifik, aspek lain dari pekerjaan

    dapat menghadirkan ancaman fisik pada kesehatan

    seseorang. Seseorang dalam pekerjaan relatif aman

    kemungkinan tidak akan terlalu kawatir akan kehilangan

    posisi tersebut. Selain itu, kelebihan beban juga dapat

    menyebabkan stres ketika seseorang mempunyai lebih

    banyak pekerjaan dari yang dapat ditangani.

    b) Tuntutan Fisik

    Tuntutan fisik adalah stressor yang berhubungan dengan

    situasi fisik pekerjaan, seperti kecukupan temperature dan

    pencahayaan, serta persyaratan-persyaratan fisik yang

    diberikan kepada karyawan.

    c) Tuntutan Peran

    Tuntutan peran adalah stressor yang berhubungan dengan

    peran yang diharapkan untuk dimainkan oleh seseorang.

    Kesalahan dapat muncul dalam proses ini yang dapat

    menghasilkan masalah yang memicu stres yang disebut

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 18

    ambiguitas peran, konflik peran, dan kelebihan beban

    peran.

    d) Tuntutan Antarpersonal

    Tuntutan antarpersonal adalah stressor yang berhubungan

    dengan tekanan kelompok, kepemimpinan, dan konflik

    kepribadian. Tekanan kelompok dapat meliputi tekanan

    untuk membatasi hasil dan tekanan untuk mematuhi norma

    kelompok. Tekanan kepemimpinan dapat meliputi

    perbedaan sifat kepemimpinan dengan karyawan. Tekanan

    kepribadian dapat terjadi ketika dua orang atau lebih harus

    bekerja meskipun kepribadian mereka berbeda.

    2) Stressor Kehidupan

    a) Perubahan Kehidupan

    Perubahan kehidupan adalah semua perubahan berarti

    dalam situasi pribadi atau kerja seseorang, terlalu banyak

    perubahan kehidupan dapat menimbulkan masalah

    kesehatan. Perubahan besar dalam kehidupan seseorang

    dapat menimbulkan stres dan akhirnya penyakit. Kejadian

    yang dapat menyebabkan stres diantaranya dipecat,

    pensiun, dan perubahan tempat tinggal.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 19

    c. Pendekatan Stres Kerja

    Menurut Keith Wavis dan John (dalam Mangkunegara, 2013:157)

    pendekatan stres kerja dapat dilakukan dengan cara:

    1) Pendekatan Dukungan Sosial

    Pendekatan dilakukan melalui aktivitas yang bertujuan

    memberikan kepuasan sosial kepada karyawan. Misalnya,

    bermain game dan lelucon.

    2) Pendekatan melalui Meditasi

    Pendekatan perlu dilakukan karyawan dengan cara

    berkonsentrasi ke alam pikiran, mengendorkan kerja otot dan

    menenangkan emosi.

    3) Pendekatan melalui Biofeedback

    Pendekatan dilakukan melalui bimbingan medis. Melalui

    bimbingan dokter, psikiater, dan psikolog, sehingga

    diharapkan karyawan dapat menghilangkan stres yang

    dialaminya.

    4) Pendekatan Kesehatan Pribadi

    Pendekatan ini merupakan pendekatan preventif sebelum

    terjadinya stres. Dalam hal ini karyawan secara periode waktu

    kontinu memeriksa kesehatan, melakukan relaksasi otot,

    pengaturan gizi dan olahraga secara teratur.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 20

    d. Indikator Stres Kerja

    Menurut Mangkunegara (2013:157) ada beberapa indikator-

    indikator stres kerja yaitu emosi tidak stabil, perasaan tidak

    tenang, suka menyendiri, sulit tidur, merokok yang berlebihan,

    tidak bisa rileks, cemas, tegang, gugup, tekanan darah meningkat,

    dan mengalami gangguan pencernaan.

    e. Faktor-faktor yang mempengaruhi Stres Kerja

    Mangkunegara (2013:157) mengungkapkan bahwa terdapat

    sejumlah kondisi kerja yang menyebabkan stres bagi karyawan,

    diantaranya adalah beban kerja yang dirasakan terlalu berat, waktu

    kerja yang mendesak, kualitas pengawasan kerja yang rendah,

    iklim kerja yang tidak sehat. Selain itu, bisa disebabkan juga oleh

    otoritas kerja yang tidak memadai yang berhubungan dengan

    tanggung jawab, konflik kerja, perbedaan nilai antara karyawan

    dengan pemimpin yang frustasi dalam kerja.

    5. Motivasi

    Motivasi adalah serangkaian kekuatan yang menyebabkan orang

    untuk terlibat dalam suatu perilaku, bukan beberapa perilaku lainnya

    (Moorhead dan Griffin 2013:86). Untuk mencapai kinerja tingkat

    tinggi, seorang karyawan harus mau melakukan pekerjaan yang baik,

    harus mampu melakukan pekerjaan secara efektif dan harus

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 21

    mempunyai materi, sumber daya, perlengkapan dan informasi untuk

    melakukan pekerjaan tersebut. Oleh karena itu, seorang pimpinan

    harus berjuang untuk memastikan bahwa ketiga kondisi tersebut

    terpenuhi.

    a. Teori Motivasi

    Menurut Mangkunegara (2013:94) terdapat empat teori motivasi,

    yaitu:

    1) Teori Kebutuhan

    a) Kebutuhan fisiologis, yaitu kebutuhan untuk makan,

    minum, perlindungan fisik, bernafas, seksual. Kebutuhan

    ini merupakan kebutuhan tingkat terendah atau paling

    dasar.

    b) Kebutuhan rasa aman, yaitu kebutuhan akan perlindungan

    dari ancaman, bahaya, pertentangan dan lingkungan hidup.

    c) Kebutuhan untuk merasa memiliki, yaitu kebutuhan untuk

    diterima oleh kelompok, berafiliasi, berinteraksi dan

    kebutuhan untuk mencintai serta dicintai.

    d) Kebutuhan akan harga diri, yaitu kebutuhan untuk

    dihormati dan dihargai oleh orang lain.

    e) Kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri, yaitu kebutuhan

    untuk menggunakan kemampuan, skill dan potensi.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 22

    Kebutuhan untuk berpendapat dengan mengemukakan ide-

    ide memberi penilaian dan kritik terhadap sesuatu.

    2) Teori Insting

    Mc Dougall menyusun daftar insting yang berhubungan

    dengan semua tingkah laku: terbang, rasa jijik, rasa ingin tahu,

    kesukan berkelahi, rasa rendah diri, menyatakan diri,

    kelahiran, reproduksi, lapar, ketamakan dan membangun.

    3) Teori Drive

    Konsep drive dijelaskan sebagai aspek motivasi dari tubuh

    yang tidak seimbang. Misalnya, kekurangan makanan

    mengakibatkan berjuang untuk memuaskan kebutuhannya

    agar kembali menjadi seimbang.

    4) Teori Lapangan

    Teori lapangan lebih memfokuskan pada pikiran nyata seorang

    karyawan daripada insting dan habit. Kurt Lewin berpendapat

    bahwa perilaku merupakan suatu fungsi dari lapangan pada

    momen waktu.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 23

    b. Prinsip Motivasi

    Menurut Mangkunegara (2013:100) terdapat beberapa prinsip

    dalam memotivasi kerja karyawan, yaitu:

    1) Prinsip Partisipasi

    Dalam memotivasi kerja, karyawan perlu diberikan

    kesempatan ikut berpartisipasi dalam menentukan tujuan yang

    akan dicapai oleh pemimpin.

    2) Prinsip Komunikasi

    Pemimpin mengkomunikasikan segala sesuatu yang

    berhubungan dengan usaha pencapaian tugas, dengan

    informasi yang jelas, karyawan akan lebih mudah dimotivasi

    kerjanya.

    3) Prinsip mengakui Andil Bawahan

    Pemimpin mengakui bahwa bawahan (karyawan) mempunyai

    andil di dalam usaha pencapaian tujuan. Dengan pengakuan

    tersebut, karyawan akan lebih mudah dimotivasi kerjanya.

    4) Prinsip Pendelegasian Wewenang

    Pemimpin yang memberikan otoritas atau wewenang kepada

    karyawan bawahan untuk sewaktu-waktu dapat mengambil

    keputusan terhadap pekerjaan yang dilakukannya,

    akanmembuat karyawan yang bersangkutan menjadi

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 24

    termotivasi untuk mencapai tujuan yang diharapkan oleh

    pemimpin.

    5) Prinsip memberi Perhatian

    Pemimpin memberikan perhatian terhadap apa yang

    diinginkan karyawan bawahan, akan memotivasi karyawan

    bekerja apa yang diharapkan oleh pemimpin.

    c. Metode Motivasi

    Menurut Hasibuan (2014:149) ada dua metode motivasi, yaitu:

    1) Motivasi Langsung

    Motivasi langsung adalah motivasi yang diberikan secara

    langsung kepada setiap individu karyawan untuk memenuhi

    kebutuhan serta kepuasannya. Jadi sifatnya khusus, seperti

    pujian, penghargaan, tunjangan hari raya, bonus dan bintang

    jasa.

    2) Motivasi Tidak Langsung

    Motivasi tidak langsung adalah motivasi yang diberikan hanya

    merupakan fasilitas-fasilitas yang mendukung serta

    menunjang gairah kerja/kelancaran tugas sehingga para

    karyawan betah dan bersemangat melakukan pekerjaannya.

    Motivasi tidak langsung besar pengaruhnya untuk merangsang

    semangat bekerja karyawan sehingga produktif. Misalnya,

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 25

    mesin yang baik, ruangan kerja yang terang dan nyaman,

    suasana pekerjaan yang serasi, serta penempatan yang tepat.

    d. Tujuan Motivasi

    Menurut Hasibuan (2014:146) motivasi mempunyai tujuan yaitu

    meningkatkan moral dan kepuasan kerja karyawan, meningkatkan

    produktivitas kerja karyawan dan kedisiplinan karyawan,

    mempertahankan kestabilan karyawan organisasi. Selain itu,

    mengefektifkan pengadaan karyawan, mempertinggi rasa

    tanggung jawab karyawan terhadap tugas-tugasnya, dan

    meningkatkan tingkat kesejahteraan karyawan.

    6. Kompensasi

    Kenyataan yang tidak dapat disangkal bahwa motivasi dasar bagi

    kebanyakan orang menjadi pegawai pada suatu organisasi tertentu

    adalah untuk mencari nafkah. Berarti apabila di satu pihak seseorang

    menggunakan pengetahuan, ketrampilan, tenaga untuk berkarya pada

    suatu organisasi, di lain pihak ia mengharapkan menerima imbalan

    tertentu. Dewasa ini masalah imbalan dipandang sebagai salah satu

    tantangan yang harus dihadapi oleh manajemen suatu organisasi.

    Imbalan oleh para karyawan tidak lagi dipandang semata-mata

    sebagai alat pemuasan kebutuhan materialnya, akan tetapi sudah

    dikaitkan dengan harkat dan martabat manusia. Dalam

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 26

    mengembangkan dan menerapkan suatu sistem imbalan tertentu,

    kepentingan organisasi dan kepentingan para karyawan mutlak perlu

    diperhitungkan.

    a. Bentuk-bentuk Kompensasi

    Menurut Mathis dan Jackson (2006:420) ada dua bentuk

    kompensasi karyawan yaitu kompensasi langsung dan kompensasi

    tidak langsung, yaitu:

    1) Kompensasi Langsung

    a) Gaji Pokok

    Gaji pokok merupakan kompensasi dasar yang diterima

    oleh seorang karyawan, biasanya berupa upah atau gaji.

    Upah adalah imbalan kerja yang dihitung secara langsung

    berdasarkan pada jumlah waktu kerja. Sedangkan, gaji

    adalah imbalan kerja yang tetap untuk setiap periode tanpa

    menghiraukan jumlah jam kerja.

    b) Penghasilan Tidak Tetap

    Penghasilan tidak tetap merupakan jenis kompensasi yang

    dihubungkan dengan kinerja individual, tim atau

    organisasional. Jenis penghasilan tidak tetap paling umum

    untuk sebagian besar karyawan berupa pembayaran bonus

    dan program insentif.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 27

    2) Kompensasi Tidak Langsung

    Organisasi memberikan banyak penghargaan ekstrinsik dalam

    cara yang tidak langsung. Dengan kompensasi tidak langsung,

    karyawan menerima nilai nyata dari penghargaan tersebut

    tanpa menerima uang tunai yang sebenarnya.

    a) Tunjangan

    Tunjangan adalah sebuah penghargaan tidak langsung

    yang diberikan untuk seorang karyawan atau sekelompok

    karyawan sebagai bagian dari keanggotaan organisasional.

    Tunjangan dapat berupa asuransi kesehatan, cuti berbayar

    atau dana pensiun.

    b. Faktor-faktor yang mempengaruhi Kompensasi

    Menurut Megginson (dalam Mangkunegara, 2013:84) ada enam

    faktor yang mempengaruhi kebijakan kompensasi, yaitu:

    1) Faktor Pemerintah

    Peraturan pemerintah yang berhubungan dengan penentuan

    standar gaji minimal, pajak penghasilan, penetapan harga

    baku, biaya transportasi/angkutan, inflasi maupun deflasi

    sangat mempengaruhi perusahaan dalam menentukan

    kebijakan kompensasi karyawan.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 28

    2) Penawaran Bersama antara Perusahaan dan Karyawan

    Kebijakan dalam menentukan kompensasi dapat dipengaruhi

    pula pada saat terjadinya tawar menawar mengenai besarnya

    upah yang harus diberikan oleh organisasi kepada

    karyawannya. Hal ini terutama dilakukan oleh organisasi

    dalam merekrut karyawan yang mempunyai keahlian dalam

    bidang tertentu.

    3) Standar dan Biaya Hidup Karyawan

    Kebijakan kompensasi perlu mempertimbangkan standard dan

    biaya hidup minimal karyawan. Hal ini karena kebutuhan

    dasar karyawan harus terpenuhi. Dengan terpenuhinya

    kebutuhan dasar karyawan dan keluarganya, maka karyawan

    akan merasa aman. Terpenuhinya kebutuhan dasar dan rasa

    aman akan memungkinkan karyawan dapat bekerja dengan

    penuh motivasi untuk mencapai tujuan organisasi.

    4) Ukuran Perbandingan Upah

    Kebijakan dalam menentukan kompensasi dipengaruhi

    olehukuran besar kecilnya organisasi, tingkat pendidikan

    karyawan, masa kerja karyawan. Artinya, perbandingan

    tingkat upah karyawan perlu memperhatikan tingkat

    pendidikan, masa kerja dan ukuran organisasi.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 29

    5) Permintaan dan Persediaan

    Dalam menentukan kebijakan kompensasi karyawan perlu

    mempertimbangkan tingkat persediaan dan permintaan pasar.

    Artinya, kondisi pasar pada saat itu perlu dijadikan bahan

    pertimbangan dalam menentukan tingkat upah karyawan.

    6) Kemampuan Membayar

    Dalam menentukan kebijakan kompensasi karyawan perlu

    didasarkan pada kemampuan organisasi dalam membayar

    upah karyawan. Artinya, dalam menentukan kebijakan

    kompensasi tidak melebihi batas kemampuan yang ada pada

    organisasi.

    c. Tujuan Kompensasi

    Menurut Hasibuan (2014:120) tujuan pemberian kompensasi

    antara lain adalah:

    1) Ikatan Kerja Sama

    Dengan pemberian kompensasi terjalinlah ikatan kerja sama

    formal antara majikan dengan karyawan. Karyawan harus

    mengerjakan tugas dengan baik, sedangkan pimpinan wajib

    membayar kompensasi.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 30

    2) Kepuasan Kerja

    Dengan balas jasa, karyawan akan dapat memenuhi

    kebutuhan-kebutuhan fisik, status sosial dan egoistiknya

    sehingga memperoleh kepuasan kerja dari jabatannya.

    3) Pengadaan Efektif

    Jika program kompensasi ditetapkan cukup besar, pengadaan

    karyawan yang qualified untuk organisasi lebih mudah.

    4) Motivasi

    Jika balas jasa yang diberikan cukup besar, pimpinan akan

    mudah memotivasi bawahannya.

    5) Stabilitas Karyawan

    Dengan program kompensasi atas prinsip adil dan layak serta

    eksternal konsistensi yang kompetatif maka stabilitas

    karyawan lebih terjamin karena turnover relatif kecil.

    6) Disiplin

    Dengan pemberian balas jasa yang cukup besar maka disiplin

    karyawan semakin baik. Mereka akan menyadari serta

    mentaati peraturan-peraturan yang berlaku.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 31

    7) Pengaruh Serikat Buruh

    Dengan program kompensasi yang baik pengaruh serikat

    buruh dapat dihindarkan dan karyawan akan berkonsentrasi

    pada pekerjaannya.

    8) Pengaruh Pemerintah

    Jika program kompensasi sesuai dengan undang-undang

    perburuhan yang berlaku (seperti batas upah minimum) maka

    intervensi pemerintah dapat dihindarkan.

    d. Asas Kompensasi

    Menurut Hasibuan (2014:122) program kompensasi (balas jasa)

    harus ditetapkan atas asas adil dan layak serta memperhatikan

    undang-undang perburuhan yang berlaku. Prinsip adil dan layak

    harus mendapat perhatian dengan sebaik-baiknya supaya balas

    jasa yang diberikan merangsang gairah dan kepuasan kerja

    karyawan. Kompensasi memiliki beberapa asas, yaitu:

    1) Asas Adil

    Besarnya kompensasi yang dibayar kepada setiap karyawan

    disesuaikan dengan prestasi kerja, jenis pekerjaan, risiko

    pekerjaan, tanggung jawab, jabatan pekerja, dan memenuhi

    persyaratan internal konsistensi. Dengan asas adil akantercipta

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 32

    suasana kerja sama yang baik, semangat kerja, disiplin,

    loyalitas, dan stabilisasi karyawan akan lebih baik.

    2) Asas Layak

    Kompensasi yang diterima karyawan dapat memenuhi

    kebutuhannya pada tingkat normatif yang ideal. Tolok ukur

    layak adalah relatif, penetapan besarnya kompensasi

    didasarkan atas batas upah minimal pemerintah dan eksternal

    konsistensi yang berlaku. Manajer personalia harus memantau

    dan menyesuaikan kompensasi dengan eksternal konsistensi

    yang sedang berlaku. Hal ini penting supaya semangat kerja

    dan karyawan yang qualified tidak berhenti, tuntutan serikat

    buruh dikurangi, dll.

    7. Kinerja Karyawan

    Menurut Widodo (2015:130) Penilaian kinerja adalah suatu evaluasi

    terhadap tingkat kinerja seseorang dibandingkan dengan standar

    kinerja yang telah ditentukan, guna bahan pertimbangan dalam

    menentukan promosi, kompensasi, perlunya pelatihan atau

    pengembangan, maupun untuk pemberhentian seseorang. Penilaian

    kinerja ini mencakup kegiatan untuk memonitor pelaksanaan

    karyawan apakah sudah sesuai dengan keinginan organisasi. Dalam

    hal ini yang bertanggung jawab dalam penilaian tersebut adalah

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 33

    kepala bagian masing-masing, sedangkan bagian personil

    mengadministrasikan kegiatan dan hasil evaluasinya. Hasil penilaian

    kinerja digunakan untuk mempertimbangkan gaji atau kompensasi,

    promosi, tindakan disiplin dan juga merupakan umpan balik untuk

    meningkatkan motivasi dan pengarahan perbaikan.

    a. Faktor-faktor yang mempengaruhi Kinerja

    Menurut Simanjuntak (dalam Widodo, 2015:133) kinerja

    dipengaruhi oleh:

    1) Kualitas dan Kemampuan Karyawan

    Kualitas dan kemampuan karyawan yaitu hal-hal yang

    berhubungan dengan pendidikan/pelatihan, etos kerja,

    motivasi kerja, sikap mental dan kondisi fisik karyawan.

    2) Sarana Pendukung

    Sarana pendukung yaitu hal yang berhubungan dengan

    lingkungan kerja (keselamatan kerja, kesehatan kerja, sarana

    produksi, teknologi) dan hal-hal yang berhubungan dengan

    kesejahteraan karyawan (upah/gaji, jaminan sosial, keamanan

    kerja).

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 34

    3) Supra Sarana

    Supra sarana yaitu hal-hal yang berhubungan dengan

    kebijaksanaan pemerintah dan hubungan industrial

    manajemen.

    b. Faktor-faktor yang dinilai dalam Kinerja

    Menurut Dessler (dalam Widodo, 2015:136) ada lima faktor

    dalam penilaian kinerja, yaitu:

    1) Prestasi Pekerjaan, meliputi: akurasi, ketelitian, ketrampilan

    dan penerimaan keluaran.

    2) Kuantitas Pekerjaan, meliputi: volume keluaran dan

    kontribusi.

    3) Kepemimpinan yang diperlukan, meliputi: membutuhkan

    saran, arahan atau perbaikan.

    4) Kedisiplinan, meliputi: kehadiran, sanksi, warkat, regulasi,

    dapat dipercaya/diandalkan dan ketepatan waktu.

    5) Komunikasi, meliputi: hubungan antar karyawan maupun

    dengan pimpinan, media komunikasi.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 35

    c. Kriteria Kinerja

    Menurut Mondy (2008:260) terdapat 5 kriteria penilaian kinerja,

    yaitu:

    1) Sifat

    Sifat-sifat karyawan meliputi sikap, penampilan dan inisiatif.

    Selain itu, sifat seperti adaptibilitas, pertimbangan,

    penampilan dan sikap bisa digunakan jika terbukti

    berhubungan dengan pekerjaan.

    2) Perilaku

    Perilaku meliputi gaya kepemimpinan, mengembangkan orang

    lain, kerja tim dan kerja sama.

    3) Kompetensi

    Kompetensi meliputi sekumpulan luas pengetahuan,

    ketrampilan, sifat dan perilaku yang bisa bersifaat teknis,

    berkaitan dengan ketrampilan antar pribadi atau berorientasi

    bisnis.

    4) Pencapaian Tujuan

    Pencapaian tujuan meliputi hasil-hasil yang dicapai dalam

    kendali individu atau tim dan mengarah kepada kesuksesan

    organisasi.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 36

    5) Potensi Perbaikan

    Potensi perbaikan meliputi evaluasi kinerja para karyawan.

    d. Tujuan Penilaian Kinerja

    Menurut Sedarmayanti (dalam Widodo, 2015:138) tujuan dari

    penilaian kinerja adalah sebagai berikut:

    1) Untuk mengetahui ketrampilan dan kemampuan karyawan.

    2) Sebagai dasar perencanaan bidang kepegawaian khususnya

    penyempurnaan kondisi kerja, peningkatan mutu dan hasil

    kerja.

    3) Mendorong terciptanya hubungan timbal balik yang sehat

    antara atasan dan bawahan.

    4) Mengetahui kondisi organisasi secara keseluruhan dari bidang

    kepegawaian khusunya karyawan dalam bekerja.

    5) Secara pribadi, karyawan mengetahui kekuatan dan

    kelemahannya sehingga dapat memacu perkembangannya.

    Bagi atasan yang menilai akan lebih memperhatikan dan

    mengenal karyawannya, sehingga dapat lebih memotivasi

    karyawan.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 37

    B. Penelitian Sebelumnya

    1. Titi Riansari, Achmad dan Rofiaty. 2012. “Pengaruh Kompensasi dan

    Lingkungan Kerja terhadap Kepuasan Kerja dan Kinerja Karyawan”

    Jurnal Aplikasi Manajemen, Vol 10 No 4. Desember.

    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh

    kompensasi dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja dan

    kinerja. Populasi pada penelitian ini adalah karyawan Bank BTPN

    Cabang Malang dengan jumlah 68 orang. Dalam penelitian ini

    dilakukan uji pengaruh kompensasi dan lingkungan kerja terhadap

    kepuasan kerja dan kinerja baik itu pengaruh langsung maupun

    pengaruh tidak langsung. Hasil temuan penelitian menunjukkan

    bahwa terdapat pengaruh langsung antara kompensasi terhadap

    kepuasan kerja. Akan tetapi, tidak terdapat pengaruh langsung antara

    kompensasi terhadap kinerja karyawan. Dalam hal ini karyawan

    menilai rendah pada indikator upah, gaji dan tunjangan. Dengan

    demikian, perlunya pihak manajerial untuk dapat menyesuaikan upah

    dan gaji, maupun tunjangan yang diberikan kepada karyawan agar

    karyawan dapat meningkatkan kinerja. Selain itu, tidak terdapat

    pengaruh langsung antara lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja,

    akan tetapi pengaruh tidak langsung lingkungan kerja terhadap

    kepuasan kerja melalui kinerja karyawan, diperoleh hasil yang

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 38

    signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa sangat dibutuhkan perantara

    kinerja karyawan pada pengaruh lingkungan kerja terhadap kepuasan

    kerja. Pengaruh timbal balik antara kepuasan kerja terhadap kinerja

    karyawan diperoleh hasil yang signifikan.

    2. Rofi, Ahmad Nur. 2012. “Pengaruh Disiplin Kerja dan Pengalaman

    Kerja terhadap Prestasi Kerja Karyawan pada Departemen Produksi

    PT. Leo Agung Raya Semarang” Jurnal Ilmu Manajemen dan

    Akuntansi Terapan, Vol 3 No 1. Mei.

    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh

    disiplin kerja dan pengalaman kerja terhadap prestasi kerja karyawan.

    Obyek yang diambil adalah karyawan departemen produksi PT. Leo

    Agung Raya Semarang. Populasi dalam penelitian ini adalah 247

    responden. Sedangkan sampel yang diambil adalah 30% dari jumlah

    populasi yaitu 54 responden. Teknik analisis data menggunakan

    teknik regresi linier berganda. Uji t, Uji F dan Determinasi. Dari hasil

    analisa disimpulkan bahwa variabel disiplin kerja dan pengalaman

    kerja mempunyai pengaruh yang cukup kuat terhadap prestasi kerja

    karyawan pada Departemen Produksi PT. Leo Agung Raya

    Semarang. Hasil dapat disimpulkan bahwa tingkat pengalamannya

    lebih rendah dibandingkan dengan disiplin kerja karyawan. Dengan

    begitu diharapkan memberi pelatihan, kursus, atau pengarahan yang

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 39

    sifatnya membangun agar karyawan dapat bekerja secara

    profesionalisme dalam menangani pekerjaan yang dibebankan kepada

    karyawan agar dapat meningkatkan prestasi kerja.

    3. Noviansyah dan Zunaidah. 2011. “Pengaruh Stres Kerja dan Motivasi

    Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT. Perkebunan Minanga Ogan

    Baturaja” Jurnal Manajemen dan Bisnis Sriwijaya, Vol 9 No. 18.

    Desember.

    Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh stres kerja

    dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan. Populasi dalam

    penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Perkebunan Minanga

    Ogan Baturaja yang berjumlah 335 orang dan karyawan ini akan

    dipilih secara acak. Sampel penelitian ini berjumlah 78 orang. Metode

    sampling yang digunakan adalah proporsional stratified random

    sampling. Hasil penelitian disimpulkan bahwa stres kerja secara

    parsial mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap

    kinerja karyawan. Selain itu, stres kerja dan motivasi kerja secara

    simultan mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap

    kinerja karyawan. Dari pengujian yang dilakukan memberikan hasil

    bahwa stres kerja lebih berpengaruh dari pada motivasi kerja terhadap

    kinerja karyawan PT. Perkebunan Minanga Ogan Baturaja.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 40

    C. Kerangka Konseptual Penelitian

    Untuk mempermudah memahami proposal penelitian ini, maka penulis

    merumuskan kerangka konseptual sebagai berikut:

    Gambar II.1

    Kerangka Konseptual

    Keterangan :

    Variabel bebas (X) diduga berpengaruh terhadap variabel terikat (Y).

    : Pengujian variabel (X) terhadap variabel (Y) secara

    individu (Parsial).

    : Pengujian variabel (X) terhadap variabel (Y) secara

    bersama-sama.

    Disiplin

    Stres

    Motivasi

    Kompensasi

    Kinerja

    Karyawan

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 41

    D. Hipotesis

    Keterkaitan antara disiplin, stres, motivasi, dan kompensasi

    terhadap kinerja karyawan akan mempengaruhi tercapainya atau tidaknya

    tujuan organisasi. Jika karyawan memiliki disiplin kerja yang tinggi,

    maka semakin tinggi prestasi kerja yang dapat dicapainya. Disiplin yang

    baik mencerminkan besarnya tanggung jawab seseorang terhadap tugas-

    tugas yang diberikannya. Hal ini mendorong gairah kerja, semangat kerja,

    dan terwujudnya tujuan perusahaan. Sedangkan, masalah yang pasti

    dihadapi oleh setiap karyawan dalam kehidupan berkarya adalah stres

    (Siagian, 2009:300). Stres yang tidak diatasi dengan baik akan

    berpengaruh pada kinerjanya.

    Tantangan yang dihadapi oleh pemimpin adalah menciptakan

    motivasi bagi para karyawan untuk dapat mendorong dalam mencapai

    tujuan organisasi. Menurut Widodo (2015:153) pembentukan sistem

    kompensasi yang efektif merupakan bagian penting dari manajemen

    sumber daya manusia karena membantu menarik dan mempertahankan

    karyawan-karyawan yang berbakat. Selain itu sistem kompensasi

    organisasi memiliki dampak terhadap kinerja strategis.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 42

    Berdasarkan uraian diatas, maka hipotesis yang diajukan dalam

    penelitian ini adalah :

    H1: Disiplin, stres, motivasi, dan kompensasi secara bersama-sama

    berpengaruh terhadap kinerja karyawan kantor Badan Pertanahan

    Nasional Kabupaten Madiun.

    H2: Disiplin, stres, motivasi, dan kompensasi secara parsial berpengaruh

    terhadap kinerja karyawan kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten

    Madiun.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 43

    BAB III

    METODE PENELITIAN

    A. Jenis Penelitian

    Penelitian kali ini termasuk jenis studi kasus. Studi kasus dalam

    penelitian ini dilakukan di kantor Badan Pertanahan Nasional.

    Pendekatan penelitian dengan cara peneliti meneliti pada subjek tertentu

    dan kesimpulannya hanya berlaku pada subjek tersebut.

    B. Subjek dan Objek Penelitian

    1. Subjek Penelitian

    Subjek dari penelitian ini adalah karyawan bagian administrasi kantor

    Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Madiun.

    2. Objek Penelitian

    Objek dari penelitian ini adalah disiplin, stres, motivasi, dan

    kompensasi karyawan bagian administrasi kantor Badan Pertanahan

    Nasional Kabupaten Madiun.

    C. Waktu dan Lokasi Penelitian

    1. Waktu Penelitian

    Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Februari sampai bulan

    Maret 2016.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 44

    2. Lokasi penelitian

    Lokasi penelitian di Kantor Badan Pertanahan Nasional. Jalan

    Soekarno Hatta no 17 Madiun.

    D. Variabel Penelitian

    1. Identifikasi Variabel

    a. Variabel Independen

    Variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi variabel

    lain atau menghasilkan akibat pada variabel yang lain, yang pada

    umumnya berada dalam urutan tata waktu yang terjadi lebih dulu

    (Martono, 2014:61). Dalam penelitian ini terdapat empat variabel

    independen yaitu disiplin, stres, motivasi, dan kompensasi.

    b. Variabel Dependen

    Variabel dependen adalah variabel yang diakibatkan atau

    dipengaruhi oleh variabel bebas (Martono, 2014:61). Variabel

    dependen dalam penelitian ini adalah kinerja karyawan.

    2. Definisi Variabel dan Indikator Variabel

    a. Definisi Variabel

    1) Disiplin adalah kesadaran dan kesediaan seseorang menaati

    semua peraturan organisasi dan norma-norma sosial yang

    berlaku (Hasibuan, 2014:193).

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 45

    2) Stres adalah respons adaptif seseorang terhadap rangsangan

    yang menempatkan tuntutan psikologis atau fisik secara

    berlebihan kepadanya (Moorhead dan Griffin, 2013:175).

    3) Motivasiadalah kekuatan yang ada dalam seseorang, yang

    mendorong perilakunya untuk melakukan tindakan (Widodo,

    2015:187).

    4) Kompensasi adalah pemberian balas jasa langsung dan tidak

    langsung, uang atau barang kepada karyawan sebagai imbalan

    jasa yang diberikannya kepada organisasi (Widodo, 2015:9).

    5) Kinerja Karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan

    kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam

    melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang

    diberikan kepadanya (Mangkunegara, 2013:67).

    b. Indikator Variabel

    1) Menurut Hasibuan (2014:194) terdapat beberapa indikator

    yang mempengaruhi disiplin karyawan, yaitu:

    a) Tujuan dan Kemampuan

    b) Teladan pimpinan

    c) Waskat

    d) Sanksi Hukuman

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 46

    2) Menurut Moorhead dan Griffin(2013:179) terdapat beberapa

    indikator yang mempengaruhi stres, yaitu:

    a) Tuntutan tugas

    b) Tuntutan fisik

    c) Tuntutan peran

    d) Tuntutan antarpersonal

    e) Perubahan kehidupan

    3) Menurut Mangkunegara (2013:94) terdapat beberapa indikator

    yang mempengaruhi motivasi, yaitu:

    a) Kebutuhan fisiologis

    b) Kebutuhan rasa aman

    c) Kebutuhan untuk merasa memiliki

    d) Kebutuhan akan harga diri

    e) Kebutuhan untuk mengaktualisasi diri

    4) Menurut Hasibuan (2014:122) terdapat beberapa indikator

    yang mempengaruhi kompensasi, yaitu:

    a) Asas Keadilan

    b) Asas Kelayakan

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 47

    5) Menurut Mondy (2008:260) terdapat beberapa indikator yang

    mempengaruhi kinerja karyawan, yaitu:

    a) Sifat

    b) Perilaku

    c) Kompetensi

    d) Pencapaian Tujuan

    e) Potensi Perbaikan

    3. Pengukuran Variabel

    Pada penelitian ini variabel dependen dan variabel independen

    menggunakan skala likert yang dibagi menjadi 5 golongan, yaitu:

    1 : Sangat tidak setuju (STS)

    2 : Tidak setuju (TS)

    3 : Netral (N)

    4 : Setuju (S)

    5 : Sangat setuju (SS)

    E. Definisi Operasional

    1. Disiplin kerja karyawan bagian administrasi kantor Badan Pertanahan

    Nasional Kabupaten Madiun adalah kesediaan dan kesadaran

    seseorang menaati semua peraturan organisasi dan norma-norma

    sosial yang menempatkan tuntutan fisik atau psikologis secara

    berlebihan kepadanya.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 48

    2. Stres kerja karyawan bagian administrasi kantor Badan Pertanahan

    Nasional Kabupaten Madiun adalah respons adaptif karyawan

    terhadap rangsangan yang menempatkan tuntutan fisik atau psikologis

    secara berlebihan kepadanya.

    3. Motivasi kerja karyawan bagian administrasi kantor Badan

    Pertanahan Nasional Kabupaten Madiun adalah serangkaian kekuatan

    yang mengakibatkan karyawan tersebut berperilaku dengan cara

    tertentu.

    4. Kompensasi karyawan bagian administrasi kantor Badan Pertanahan

    Nasional adalah pengganti atas jasa yang telah diserahkan oleh

    karyawan kepada kantor BPN.

    5. Kinerja karyawan bagian administrasi kantor Badan Pertanahan

    Nasional Kabupaten Madiun adalah hasil pekerjaan yang dilakukan

    oleh karyawan bagian administrasi kantor Badan Pertanahan Nasional

    Kabupaten Madiun.

    F. Populasi dan Sampel

    1. Populasi

    Menurut Martono (2014:76) populasi adalah keseluruhan objek atau

    subjek yang berada pada suatu wilayah dan memenuhi syarat-syarat

    tertentu berkaitan dengan masalah penelitian. Populasi dalam

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 49

    penelitian ini adalah para karyawan bagian administrasi kantor Badan

    Pertanahan Nasional Kabupaten Madiun.

    2. Sampel

    Menurut Martono (2014:76) sampel adalah bagian dari populasi yang

    memiliki ciri-ciri atau keadaan tertentu yang akan diteliti.

    Berdasarkan rumus Slovin jumlah sampel yang ditentukan dalam

    penelitian ini adalah:

    n =

    Keterangan:

    n = jumlah sampel

    N = jumlah populasi

    e = estimasi tingkat kesalahan (5%)

    Maka perhitungannya:

    n =

    n =

    n = 49,89 = 50

    Jadi, jumlah sampel yang diambil adalah sebanyak 50 karyawan.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 50

    G. Teknik Pengambilan Sampel

    Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah nonprobability

    sampling. Penelitian ini menggunakan salah satu dari teknik

    nonprobability sampling yaitu accidental sampling. Accidental sampling

    teknik pengambilan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang

    secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai

    sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui cocok sebagai

    sumber data.

    H. Sumber Data

    Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data primer dan data

    sekunder. Data akan diperoleh dengan menyebarkan kuesioner dan

    menggunakan dokumen organisasi. Data primer adalah data yang

    diperoleh langsung dari kantor BPN atau karyawan kantor BPN. Data

    sekunder adalah data yang diperoleh dari catatan atau dokumen

    organisasi.

    I. Teknik Pengumpulan Data

    Teknik pengumpulan data merupakan cara mengumpulkan data yang

    dibutuhkan untuk menjawab rumusan masalah penelitian (Noor,

    2014:15). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini

    adalah kuesioner. Kuesioner merupakan intrumen penelitian yang

    bertujuan untuk mengukur variabel (Noor, 2014:15).

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 51

    J. Teknik Pengujian Instrumen

    1. Uji Validitas

    Dalam uji validitas yang diukur adalah pertanyaan yang digunakan

    untuk mengungkap tentang disiplin, stres, motivasi, dan kompensasi.

    Menurut Noor (2014:19) Penyusunan sebuah kuesioner harus

    menggambarkan tujuan dari penelitian tersebut (valid). Rumus yang

    digunakan adalah korelasi product moment sebagai berikut:

    Keterangan:

    rxy = Koefisien korelasi product moment

    X = Skor yang diperoleh dari seluruh item

    Y = Skor total yang diperoleh dari seluruh item

    N = Banyaknya responden

    ∑X = Jumlah skor dalam distribusi X

    ∑Y = Jumlah skor dalam distribusi Y

    ∑ = Jumlah kuadrat dalam skor distribusi X

    ∑ = Jumlah kuadrat dalam skor distribusi Y

    Besarnya r dapat dihitung dengan menggunakan taraf signifikasi (α)

    sebesar 5%. Apabila rhitung ≥ rtabel, maka kuesioner sebagai alat

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 52

    pengukuran dikatakan valid. Uji validitas dilakukan dengan

    membandingkan rhitung dengan nilai rtabel.

    2. Uji Reliabilitas

    Menurut Noor (2014:24) Keandalan pengukuran dengan

    menggunakan Alfa Cronbach adalah koefisien keandalan yang

    menunjukan seberapa baiknya item butir dalam suatu kumpulan

    secara positif berkorelasi satu sama lain. Pada penelitian ini untuk

    menguji reliabilitas menggunakan rumus Alfa Cronbach, yaitu :

    Keterangan:

    r11 = Reliabilitas instrument

    k = Banyaknya butir pertanyaan

    ∑ 2 = Jumlah butir pertanyaan

    = Varians total

    K. Teknik Analisis Data

    1. Analisis Linier Berganda

    Analisis linier berganda digunakan untuk mengetahui apakah ada

    pengaruh dan bagaimana pengaruh variabel independen yaitu disiplin

    (X1), stres (X2), motivasi (X3) dan kompensasi (X4) terhadap variabel

    dependen yaitu kinerja (Y). Untuk melihat adanya pengaruh antara

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 53

    variabel independen dan variabel dependen ditunjukkan dalam

    persamaan regresi sebagai berikut:

    Y = a+b1X1+b2X2+b3X3+b4X4

    Keterangan:

    Y = kinerja karyawan

    a = konstanta regresi

    b1 = koefisien regresi disiplin

    b2 = koefisien regresi stres

    b3 = koefisien regresi motivasi

    b4 = koefisien regresi kompensasi

    X1 = disiplin

    X2 = stres

    X3 = motivasi

    X4 = kompensasi

    2. Uji Asumsi Klasik

    Model regresi linier dapat disebut sebagai model yang baik jika

    memenuhi asumsi klasik. Menurut Sarjono dan Julianita (2011:53)

    Uji asumsi klasik sangat diperlukan sebelum melakukan analisis

    regresi. Uji asumsi klasik terdiri atas uji normalitas, uji

    multikolinieritas, dan uji heteroskedastisidas.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 54

    a. Uji Normalitas

    Pengujian normalitas bertujuan untuk mengetahui normal

    tidaknya suatu distribusi data. Uji normalitas adalah

    membandingkan antara data yang dimiliki dan data berdistribusi

    normal yang memiliki mean dan standar deviasi yang sama

    dengan data yang dimiliki (Sarjono dan Julianita, 2011:53). Uji

    normalitas menjadi hal penting karena salah satu syarat pengujian

    uji parametrik adalah data harus berdistribusi normal.

    b. Uji Multikolinieritas

    Uji multikolinieritas bertujuan untuk mengetahui apakah

    hubungan di antara variabel bebas memiliki masalah multikorelasi

    atau tidak. Multikolinieritas adalah korelasi yang sangat tinggi

    atau sangat rendah yang terjadi pada hubungan di antara variabel

    bebas. Uji multikolinieritas perlu dilakukan jika jumlah variabel

    independen lebih dari satu. Menurut Wijaya (dalam Sarjono dan

    Julianita 2011:70) Multikolinieritas dapat dilihat menggunakan

    tolerance dan variance inflation factor (VIF). Jika VIF < 10,

    tingkat kolinearitas dapat ditoleransi.

    c. Uji Heteroskedastisitas

    Dalam persamaan regresi linier berganda perlu diuji mengenai

    sama atau tidak varians dari residual observasi yang satu dengan

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 55

    observasi yang lain. Menurut Wijaya (dalam Sarjono dan

    Julianita, 2011:66) Heteroskedastisitas menunjukkan bahwa

    varians variabel tidak sama untuk semua pengamatan/observasi.

    Jika varians dari residual satu pengamatan ke pangamatan yang

    lain tetap maka disebut homokedatisitas. Model regresi adalah

    yang baik adalah yang terjadi homokedastisitas atau tidak terjadi

    heteroskedastisitas. Untuk melihat gejala heteroskedastisitas dapat

    dilihat dengan grafik scatterplot. Heteroskedastisitas akan muncul

    jika terdapat pola tertentu, seperti bergelombang, melebar

    kemudian menyempit. Sampel yang bersifat homokedastisitas

    apabila tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas

    dan di bawah 0 pada sumbu Y.

    3. Uji F

    Uji F digunakan untuk menguji hipotesis bersama-sama. Secara

    ringkas dapat dituliskan apakah disiplin, stres, motivasi, dan

    kompensasi berpengaruh secara bersama-sama terhadap kinerja.

    Langkah-langkah dalam uji F adalah sebagai berikut:

    a. Menentukan tingkat signifikansi

    Tingkat signifikansi menggunakan α = 5% (signifikansi 5%

    adalah ukuran standar yang digunakan dalam penelitian).

    b. Menentukan Fhitung dengan menggunakan rumus Fhitung:

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 56

    ( )( )

    Keterangan:

    R2 = koefisien determinasi

    N = jumlah data

    K = jumlah variabel independen

    c. Menentukan Ftabel

    df1 = jumlah variabel-1

    df2 = n-k

    Keterangan:

    n = jumlah sampel

    k = jumlah variabel independen

    df = derajat kebebasan

    d. Kriteria pengujian

    H0 diterima dan Ha ditolak apabila Fhitung< Ftabel

    H0 ditolak dan Ha diterima apabila Fhitung ≥ Ftabel

    e. Menarik kesimpulan

    Jika H0 ditolak dan Ha diterima maka disiplin, stres, motivasi, dan

    kompensasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja

    karyawan. Jika H0 diterima dan Ha ditolak maka disiplin, stres,

    motivasi, dan kompensasi secara bersama-sama tidak berpengaruh

    terhadap kinerja karyawan.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 57

    4. Uji t

    Uji t digunakan untuk menguji hipotesis independen berpengaruh

    terhadap hipotesis dependen. Langkah-langkah dalam uji t adalah

    sebagai berikut:

    a. Menentukan tingkat signifikansi

    Tingkat signifikansi menggunakan α = 5%

    b. Menentukan thitung dengan menggunakan rumus thitung:

    Keterangan:

    r = koefisien korelasi parsial

    k = jumlah variabel independen

    n = jumlah data

    c. Menentukan ttabel

    Tabel distribusi t dicari pada α = 5% dengan derajat kebebasan

    (df) n-k (n adalah jumlah sampel dan k adalah jumlah variabel

    independen).

    d. Kriteria pengujian

    H0 diterima dan Ha ditolak apabila Fhitung< Ftabel

    H0 ditolak dan Ha diterima apabila Fhitung ≥ Ftabel

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 58

    e. Menarik kesimpulan

    Jika H0 ditolak dan Ha diterima maka disiplin, stres, motivasi, dan

    kompensasi secara parsial berpengaruh terhadap kinerja

    karyawan. Jika H0 diterima dan Ha ditolak maka disiplin, stres,

    motivasi, dan kompensasi secara parsial tidak berpengaruh

    terhadap kinerja karyawan.

    5. Koefisien Determinasi

    Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar

    pengaruh variabel independen (disiplin, stres, motivasi, dan

    kompensasi) terhadap variabel dependen (kinerja karyawan). Adapun

    rumus yang digunakan:

    Keterangan:

    R2 : Koefisien Determinasi

    X : Variabel Independen

    b : Koefisien Regresi

    Y : Variabel Dependen

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 59

    BAB IV

    GAMBARAN UMUM SUBJEK PENELITIAN

    A. Sejarah dan Perkembangan Kantor BPN Kabupaten Madiun

    Badan Pertanahan Nasional (BPN) adalah Lembaga Pemerintah Non

    Kementrian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden

    dan dipimpin oleh Kepala. (Sesuai dengan Perpres No. 63 Tahun 2013).

    Badan Pertanahan Nasional mempunyai tugas melaksanakan tugas

    pemerintahan di bidang pertanahan secara nasional, regional dan sektoral

    sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

    B. Visi dan Misi

    1. Visi

    Menjadi lembaga yang mampu mewujudkan tanah dan pertanahan untuk

    sebesar-besar kemakmuran rakyat, serta keaadilan dan keberlanjutan

    sistem kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan Republik Indonesia.

    2. Misi

    Mengembangkan dan menyelenggarakan politik dan kebijakan

    pertanahan untuk:

    a. Peningkatan kesejahteraan rakyat, penciptaan sumber-sumber baru

    kemakmuran rakyat, pengurangan kemiskinan dan kesenjangan

    pendapatan, serta pemantapan ketahanan pangan.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 60

    b. Peningkatan tatanan kehidupan bersama yang lebih berkeadilan dan

    bermartabat dalam kaitannya dengan penguasaan, pemilikan,

    penggunaan dan pemanfaatan tanah (P4T).

    c. Perwujudan tatanan kehidupan bersama yang harmonis dengan

    mengatasi berbagai sengketa, konflik dan perkara pertanahan di

    seluruh tanah air dan penataan perangkat hukum dan sistem

    pengelolaan pertanahan sehingga tidak melahirkan sengketa, konflik

    dan perkara di kemudian hari.

    d. Keberlanjutan sistem kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan

    Indonesia dengan memberikan akses seluas-luasnya pada generasi

    yang akan datang terhadap tanah sebagai sumber kesejahteraan

    masyarakat. Menguatkan lembaga pertanahan sesuai dengan jiwa,

    semangat, prinsip dan aturan yang tertuang dalam UUPA dan aspirasi

    rakyat secara luas.

    C. Tugas dan Fungsi

    1. Tugas

    Badan Pertanahan Nasional melaksanakan tugas pemerintahan di bidang

    pertanahan secara nasional, regional, dan sektoral.

    2. Fungsi

    Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, BPN

    menyelenggarakan fungsi:

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 61

    a. Perumusan kebijakan nasional di bidang pertanahan.

    b. Perumusan kebijakan teknis di bidang pertanahan.

    c. Koordinasi kebijakan, perencanaan dan program di bidang

    pertanahan.

    d. Pembinaan dan pelayanan administrasi umum di bidang pertanahan.

    e. Penyelenggaraan dan pelaksanaan survey, pengukuran dan pemetaan

    di bidang pertanahan.

    f. Pelaksanaan pendaftaran tanah dalam rangka menjamin kepastian

    hukum.

    g. Pengaturan dan penetapan hak-hak atas tanah.

    h. Pelaksanaan penatagunaan tanah, reformasi agrarian dan penataan

    wilayah-wilayah khusus.

    i. Penyiapan administrasi atas tanah yang dikuasai dan/atau milik

    negara/daerah bekerja sama dengan Departemen Keuangan.

    j. Pengawasan dan pengendalian penguasaan pemilikan tanah.

    D. Prinsip Pertanahan Nasional

    Diawali dari tahun 2005, pertanahan nasional dibangun dan dikembangkan

    atas dasar empat prinsip pengelolaan:

    1. Pengelolaan pertanahan harus mampu berkontribusi pada kesejahteraan

    masyarakat.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 62

    2. Pengelolaan pertanahan harus mampu berkontribusi pada keadilan

    penguasaan dan pemilikan tanah.

    3. Pengelolaan pertanahan harus mampu berkontribusi pada keberlanjutan

    sistem kemasyarakatan dan Kebangsaan Indonesia.

    4. Pengelolaan pertanahan harus mampu berkontribusi pada harmoni sosial.

    E. Logo Kantor BPN Kabupaten Madiun

    Gambar IV.1 Logo Kantor Badan Pertanahan Nasional

    Lambang Badan Pertanahan nasional adalah bentuk suatu kesatuan gambar

    dan tulisan terdiri dari:

    1. Gambar 4 butir padi melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan.

    Memaknai atau melambangkan 4 tujuan Penataan Pertanahan yang akan

    dan telah dilakukan BPN RI yaitu kemakmuran, keadilan, kesejahteraan

    sosial dan keberlanjutan.

    2. Gambar lingkaran bumi melambangkan sumber penghidupan manusia.

    Melambangkan wadah atau area untuk berkarya bagi BPN RI yang

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 63

    berhubungan langsung dengan unsur-unsur yang ada didalam bumi yang

    meliputi tanah, air, dan udara.

    3. Gambar sumbu melambangkan poros keseimbangan. 3 Garis Lintang dan

    3 Garis Bujur memaknai atau melambangkan pasal 33 ayat 3 UUD 45

    yang mendasari lahirnya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) nomor

    5 tahun 1960.

    4. Gambar 11 bidang grafis bumi memaknai atau melambangkan 11 agenda

    pertanahan yang akan dan telah dilakukan BPN RI. Bidang pada sisi

    sebelah kiri melambangkan bidang bumi yang berada diluar jangkauan

    wilayah kerja BPN RI.

    5. Warna coklat melambangkan bumi, alam raya dan cerminan dapat

    dipercaya dan teguh.

    6. Warna kuning emas melambangkan kehangatan, pencerahan, intelektual

    dan kemakmuran.

    7. Warna abu-abu melambangkan kebijaksanaan, kedewasaan serta

    keseimbangan.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 64

    F. Struktur Organisasi

    Gambar IV.2 Struktur Organisasi

    Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Madiun

    KEPALA KANTOR

    Kasubbag Tata Usaha

    Kaur Umum dan

    Kepegawaian

    Kaur Perencanaan

    dan Keuangan

    Kasi Survei

    Pengukuran dan

    Pemetaan

    Kasubsi

    Pengukuran dan

    Pemetaan

    Kasubsi

    Tematik dan

    Potensi Tanah

    Kasi Hak Tanah

    dan Pendaftaran

    Tanah

    Kasubsi

    Penetapan Hak

    Tanah

    Kasubsi

    Pengaturan

    Tanah

    Pemerintah

    Kasubsi

    Pendaftaran Hak

    Kasubsi Peralihan,

    Pembebanan Hak &

    PPAT

    Kasi Pengaturan

    dan Penataan

    Pertanahan

    Kasubsi

    Penatagunaan

    Tanah dan

    Kawasan Tertentu

    Kasubsi landeform

    dan Konsolidasi

    Tanah

    Kasi

    Pengendalian

    Pertanahan dan

    Pemberdayaan

    Masyarakat

    Kasubsi

    Pengendalian

    Pertanahan

    Kasubsi

    Pemberdayaan

    Masyarakat

    Kasi sengketa,

    Konflik dan

    Perkara

    Kasubsi Sengketa

    dan Konflik

    Pertanahan

    Kasubsi Perkara

    Pertanahan

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 65

    BAB V

    ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

    A. Analisis Deskriptif

    Analisis deskriptif tentang karakteristik responden digunakan untuk

    memperoleh gambaran tentang responden yang diteliti. Populasi yang diteliti

    adalah ka