pengaruh disiplin dan kompetensi terhadap kinerja …

of 21/21
INTERPROF (Jurnal Manajemen) Program Studi Magister Manajemen STIE MURA Page 39 Volume 3. Nomor 1 Juni 2017 ISSN 2527- 7243 PENGARUH DISIPLIN DAN KOMPETENSI TERHADAP KINERJA GURU DI MADRASAH TSANAWIYAH ITTIHAADUL ULUM KOTA LUBUKLINGGAU Oleh 1. Aminatuzzuhro Mahasiswa Magister Manajemen STIE MURA 2. Dr. Gunadi Dosen Tetap STIE MURA Abstract The research objective to be achieved are as follows: the objectives of this research are: 1) To determine the effect of discipline and competence of the performance of teachers at MTs Ittihaadul Ulum Lubuklinggau. 2) To determine the effect of discipline on the performance of teachers at MTs Ittihaadul Ulum Lubuklinggau. 3) To determine the effect of competence on the performance of teachers at MTs Ittihaadul Ulum Lubuklinggau. T test results can be explained that the discipline variables (X1) on teacher performance showed the value t = 10.414 is greater than the value ttable 2,042 with a significant level = 0.000 <(α) 12:05, df (n-2) 35-2 = 33 amounted to 2,042 , suggesting that Ho is rejected and Ha accepted and partially discipline variables have a significant effect on the performance of teachers at MTs Ittihaadul Ulum Lubuklinggau.Kemudian City t test results above can be explained that the competence variable (X2) on teacher performance showed the value t = 5,575 greater than the value ttable 5,575 with a significant level = 0.000 <(α) 12:05, df (n-2) 35-2 = 33 is equal to 2.042, suggesting that Ho is rejected and Ha accepted and in partial competency has significant influence the performance of teachers at MTs Ittihaadul Ulum Lubuklinggau. Further testing of the hypothesis that Fhitung obtained is 87.116> F table = 3.30 significance level simultaneously and significance is 0.000 <(α) = 0.05 df = n - k = 35 - 2-1 = 32 amounted to 3.30 so Ho rejected and Ha accepted. means shows that together (simultaneously) the independent variable X1 (discipline) and X2 (competence) have a significant effect on the dependent variable Y (the teacher's performance) so the hypothesis proved to be true and acceptable. Keywords: Discipline, Competency and Performance Teach I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Guru sebagai tenaga profesional harus memiliki kemandirian dalam keseluruhan kegiatan pendidikan baik dalam jalur sekolah maupun luar sekolah, guru memegang posisi yang paling strategis. Dalam tingkatan operasional, guru merupakan penentu keberhasilan pendidikan melalui kinerjanya pada tingkat institusional, dan eksperiensial. Guru merupakan sumber daya manusia yang mampu mendayagunakan faktor-faktor lainnya sehingga bermutu dan menjadi faktor utama yang menentukan mutu pendidikan. Keberadaan guru amatlah penting, terlebih bagi keberlangsungan hidup

Post on 16-Nov-2021

1 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

INTERPROF (Jurnal Manajemen) Program Studi Magister Manajemen STIE MURA Page 39
Volume 3. Nomor 1 Juni 2017 ISSN 2527-
7243
GURU DI MADRASAH TSANAWIYAH ITTIHAADUL ULUM KOTA
LUBUKLINGGAU
Oleh
2. Dr. Gunadi
Abstract
The research objective to be achieved are as follows: the objectives of this research
are: 1) To determine the effect of discipline and competence of the performance of
teachers at MTs Ittihaadul Ulum Lubuklinggau. 2) To determine the effect of
discipline on the performance of teachers at MTs Ittihaadul Ulum Lubuklinggau.
3) To determine the effect of competence on the performance of teachers at MTs
Ittihaadul Ulum Lubuklinggau. T test results can be explained that the discipline
variables (X1) on teacher performance showed the value t = 10.414 is
greater than the value ttable 2,042 with a significant level = 0.000 <(α) 12:05, df
(n-2) 35-2 = 33 amounted to 2,042 , suggesting that Ho is rejected and Ha accepted
and partially discipline variables have a significant effect on the performance of
teachers at MTs Ittihaadul Ulum Lubuklinggau.Kemudian City t test results above
can be explained that the competence variable (X2) on teacher performance showed
the value t = 5,575 greater than the value ttable 5,575 with a significant level =
0.000 <(α) 12:05, df (n-2) 35-2 = 33 is equal to 2.042, suggesting that Ho is
rejected and Ha accepted and in partial competency has significant influence the
performance of teachers at MTs Ittihaadul Ulum Lubuklinggau. Further testing of
the hypothesis that Fhitung obtained is 87.116> F table = 3.30 significance level
simultaneously and significance is 0.000 <(α) = 0.05 df = n - k = 35 - 2-1 = 32
amounted to 3.30 so Ho rejected and Ha accepted. means shows that together
(simultaneously) the independent variable X1 (discipline) and X2 (competence)
have a significant effect on the dependent variable Y (the teacher's performance)
so the hypothesis proved to be true and acceptable.
Keywords: Discipline, Competency and Performance Teach
I. PENDAHULUAN
memegang posisi yang paling
mendayagunakan faktor-faktor
Keberadaan guru amatlah penting,
terlebih bagi keberlangsungan hidup
INTERPROF (Jurnal Manajemen) Program Studi Magister Manajemen STIE MURA Page 40
Volume 3. Nomor 1 Juni 2017 ISSN 2527-
7243
perubahan serta meningkatkan
dilakukan melalui pembenahan,
ditanamkan pada seluruh sumber
daya manusia yang dinyatakan
oleh seseorang untuk memperoleh
tujuan organisasi. pendisiplinan
karyawan tersebut secara sukarela
berusaha bekerja secara kooperatif
meningkatkan prestasi kerjanya.
kerja yang ditetapkan oleh lembaga
tercapai. Namun lemabaga juga harus
memperhatikan tuntutan guru dan
tuntutan-tuntutan yang tidak mampu
menimbulkan ketegangan dalam diri
guru tersebut akan mengalami
Dalam menciptakan disiplin
yang tertib dan baik dalam organisasi,
sebab disiplin suatu organisasi
mentaati peraturan-peraturan yang
digunakan para manajer untuk
berkomunikasi dengan karyawan agar
mereka bersedia untuk mengubah
upaya untuk meningkatkan kesadaran
dan kesediaan seseorang mentaati
semua peraturan perusahaan dan
kerja, semangat kerja dan
terwujudnya tujuan organisasi. Oleh
berusaha agar para bawahannya
pimpinan dikatakan efektif dalam
sulit, karena banyak faktor yang
mempengaruhi. Manajemen
oleh semua guru. Bila para guru tidak
mengetahui standar-standar apa yang
harus dicapai, akan cenderung
dapat mempengaruhi kinerja selain
kewenangan setiap individu untuk
atau mengambil keputusan sesuai
dengan perannya dalam organisasi
yang relevan dengan keahlian,
pengetahuan, dan kemampuan yang
dimiliki. Kompetensi dapat juga
berkaitan dengan mengerjakan tugas
kantor, bekerja dengan teknologi
teknis dan professional dan
INTERPROF (Jurnal Manajemen) Program Studi Magister Manajemen STIE MURA Page 41
Volume 3. Nomor 1 Juni 2017 ISSN 2527-
7243
atas keterampilan dan pengetahuan
dituntut oleh pekerjaan tersebut.
Sekolah harus terus menerus
jawab atas penyelenggaraan
hakekatnya setiap personil sekolah
memiliki tanggung jawab. Kulitas
yang berupa kelulusan dan nilai yang
diperoleh.
yang kurang mematuhi jadwal
kehadiran disekolah minimal 15
menit pelajaran dimulai, masih
seringnya guru dalam menyelesaikan
tugas-tugas belum sesuai dengan
program kerja, kurangnya disiplin
diberikan dari pimpinan belum
dilaksanakan susuai dengan waktu
belum mendapat perhatian,
bimbingan, petunjuk dan
pengawasan, kurangnya rasa
melaksanakan tugas dengan sebaik-
belum melaksanakan tugas sesuai
bekerja. Kemudian fenomena yang
terjadi mengenai kompetensi adalah
latar belekang pendidikan yang
belum bisa menyusun Rencana
meningkatkan kompetensi, serta
keseharian yang diperlihatkan oleh
seorang gurulah yang mampu
mengangkat harkat dan martabatnya
kompetensi terhadap kinerja guru
Kota Lubuklinggau.
INTERPROF (Jurnal Manajemen) Program Studi Magister Manajemen STIE MURA Page 42
Volume 3. Nomor 1 Juni 2017 ISSN 2527-
7243
Madrasah Tsanawiyah Ittihaadul
Ulum Kota Lubuklinggau.
dilakukan, diharapkan dapat
memberikan masukan dan
pertimbangan kepada Kepala
Sekolah Madrasah Tsanawiyah
Ittihaadul Ulum Kota
Lubuklinggau dalam mengambil
suatu kebijakan ataupun
keputusan khusunya berkenaan
direalisasikan oleh kompetensi
guru direalisasikan oleh kompetensi
c) Sosial, dan d) Profesional. Menurut
Ani. M Hasan, dalam penelitian
Sumiati, Riduwan, 2009, h. 132
menjelaskan bahwa guru yang
profesional harus memenuhi beberapa
belajarnya, 2) menguasai secara
mendalam bahan/mata pelajaran yang
diajarkannya serta cara mengajarnya
dilakukannya dan belajar dari
sebagai indikator yaitu:
yang dimiliki, baik secara
intrinsik maupun ekstrinsik, yang
untuk bekerja sekuat tenaga
diperlukan oleh karyawan yang
menggunakan otak tetap dituntut
3. Ketetapan Penugasan, Dalam
dunia manajemen ada ungkapan
INTERPROF (Jurnal Manajemen) Program Studi Magister Manajemen STIE MURA Page 43
Volume 3. Nomor 1 Juni 2017 ISSN 2527-
7243
adalah para pimpinan yang tidak
mengenal secara pengetahuan,
ketrampilan, kemampuan bakat
mempengaruhi disiplin pegawai dan
dijadikan oleh peneliti sebagai
mendapat jaminan balas jasa
yang setimpal dengan jerih
serta selalu berusaha bekerja
yang diterimanya jauh dari
memadai, maka ia berpikir
mendua, dan berusaha untuk
dapat mengendalikan dirinya dari
ucapan, perbuatan, dan sikap
yang dapat merugikan, aturan
disiplin yang sudah ditetapkan.
3. Ada tidaknya aturan pasti yang
dapat dijadikan pegangan.
penulis yang pasti dapat
berdasarkan intruksi lisan yang
akan merasa terlindungi, dan
berbuat hal yang serupa.
5. Ada tidaknya pengawasan
pimpinan. Dalam setiap kegiatan
yng dilakukan oleh perusahan
perlu ada pengawasaan, yang
telah ditetapkan. Namun sudah
menjadi tabiat manusia pula
INTERPROF (Jurnal Manajemen) Program Studi Magister Manajemen STIE MURA Page 44
Volume 3. Nomor 1 Juni 2017 ISSN 2527-
7243
peraturan apapun juga. Dengan
karyawan lainnya, tegaknya
para karyawan, Karyawan adalah
karyawan tidak hanya puas
meninggalkan tempat kepada
rekan sekerja, dengan
Relevan
Zaenal Hidayat (2006),
pengaruh motivasi kerja,
dengan motivasi kerja yang rendah
cenderung mempunyai kriteria yang
rendah pula. Sedangkan pegawai
sebagian besar mempunyai kinerja
membuktikan bahwa ada hubungan
yang signifikan antara variabel
motivasi kerja dengan kinerja
pegawai yang menunjukkan terdapat
koefisien sebesar 0,784. Koefisien
antara kedua variabel tersebut
menunjukkan koefisien Z sebesar
kebenaran 95 adalah 1,96 (Sidney
Siegel dalam Statistik Non
Paramerik) sehingga harga hitung
1,96). Hasil ini menunjukkan bukti
bahwa hipotesis penelitian terbukti
pegawai. Hubungan antara
kemampuan kerja dengan kinerja
INTERPROF (Jurnal Manajemen) Program Studi Magister Manajemen STIE MURA Page 45
Volume 3. Nomor 1 Juni 2017 ISSN 2527-
7243
pegawai dengan kemampuan kerja
yang rendah cenderung mempunyai
pegawai dengan kemampuan kerja
yang tinggi sebagian besar
Hasil uji statistik membuktikan
antara variabel kemampuan kerja
dengan kinerja pegawai yang
kedua variabel tersebut menunjukkan
dengan tingkat kebenaran 95 adalah
1,96 (Sidney Siegel dalam Statistik
Non Parametik sehingga harga hitung
lebih besar dari harga tabel (9,405>
1,96). Hasil ini menunjukkan bukti
bahwa hipotesis penelitian terbukti
antara kemampuan kerja dengan
kinerja pegawai. Hubungan antara
Gaya Kepemimpinan dengan Kinerja
Pegawai. Hubungan antara gaya
gaya kepemimpinan yang tidak
pegawai dengan dukungan penuh
gaya kepemimpinan sebagian besar
Hasil uji statistik membuktikan
antara variabel gaya kepemimpinan
dengan kinerja pegawai yang
dengan tingkat kebenaran 95 adalah
1,96 (Sidney Siegel dalam Statistik
Non Paramerik) sehingga harga
(2,371 > 1,96). Hasil ini menunjukkan
bukti bahwa hipotesis penelitian
signifikan antara gaya kepemimpinan
dengan kinerja pegawai. Hubungan
Antara Motivasi Kerja, Kemampuan
Kerja serta Gaya Kepemimpinan
dengan Kinerja Pegawai. Hasil
nilai chi- Square (X2) di mana
terdapat nilai sebesar 21,736 dan
apabila dilihat dengan harga Chi-
Square tabel dengan tingkat
nilai Chi-Square tabel adalah sebesar
7,82. Hasil ini telah memberikan
bukti bahwa nilai X2 hitung lebih
besar jika dibanding dengan nilai X2
tabel (21,736 > 7,82). Hasil ini telah
dapat dipakai untuk menarik
kesimpulan bahwa ada hubungan
yang signifikan secara bersama-sama
antara variabel motivasi kerja,
kemampuan kerja serta gaya
dinyatakan bahwa ketiga variabel
independen ini adalah faktor-faktor
Hasil ini memberikan gambaran
bahwa kinerja pegawai sebetulnya
kepemimpinan. Faktor-faktor lain
yang perlu dikaji lebih mendalam.
INTERPROF (Jurnal Manajemen) Program Studi Magister Manajemen STIE MURA Page 46
Volume 3. Nomor 1 Juni 2017 ISSN 2527-
7243
Pradhanawati, M.S, Andi
Wijayanto, S.Sos, M.Si,
Pembangkitan Semarang).
dikemukakan pada bagian
kinerja karyawan Berdasarkan
penelitian, kemampuan kerja
dilihat dari persepsi responden
menyatakan bahwa kemampuan kerja
bahwa karyawan operator PT.
Indonesia Power UBP Semarang
karyawan juga akan meningkat,
begitu pula sebaliknya.Nilai koefisien
determinasinya sebesar 0,419 atau
kinerja karyawan dapat dijelaskan
oleh variabel kemampuan kerja.
Sedangkan sisanya (100% - 41,9% =
koefisien korelasi 0,647
menunjukkan kekuatan hubungan
karyawan kuat, artinya setiap
menurun pada kemampuan kerja,
yang menyatakan bahwa ada
antar variabelnya. Berdasarkan
Semarang adalah baik dilihat dari 85
responden (81,7%) menyatakan
operator PT. Indonesia Power UBP
Semarang memiliki keinginan untuk
keinginan untuk mencoba dengan
pekerjaan dengan benar.Motivasi
karyawan juga akan meningkat,
begitu pula sebaliknya. Nilai
50,2% variabel kinerja karyawan
dapat dijelaskan oleh variabel
motivasi kerja. Sedangkan sisanya
(100% - 50,2% = 49,8%) dijelaskan
kerja. Nilai koefisien korelasi 0,709
menunjukkan kekuatan hubungan
karyawan kuat, artinya setiap
banyak mempengaruhi peningkatan
Volume 3. Nomor 1 Juni 2017 ISSN 2527-
7243
di PT. Bank Jateng Cabang Utama,
yang menyatakan bahwa variabel
Motivasi mempunyai positif dan
signifikan terhadap variabel Kinerja
(59,6%) menyatakan memiliki kinerja
karyawan operator PT. Indonesia
Power UBP Semarang melaksanakan
perusahaan dengan baik. Berdasarkan
hasil penelitian, secara simultan
terdapat pengaruh yang signifikan
kerja terhadap kinerja karyawan.
Terdapat hubungan yang antara
terhadap kinerja karyawan. Artinya,
kemampuan dan motivasi kerja
semakin baik akan meningkatkan
kinerja karyawan. Nilai koefisien
determinasinya sebesar 0,535 atau
kinerja karyawan dapat dijelaskan
motivasi kerja. Sedangkan sisanya
(100% - 53,5% = 46,5%) dijelaskan
korelasi bergandanya 0,732
menunjukkan hubungan antara
terhadap kinerja karyawan adalah
motivasi kerja akan mempengaruhi
peningkatan atau penurunan kinerja
karyawan yang besar, bahwa
Kemampuan Kerja dan Motivasi
Kerja berpengaruh signifikan dan
positif terhadap Kinerja Karyawan
Semarang.
Kerangka pemikiran yang digunakan oleh peneliti adalah :
Gambar 1. Pengaruh disiplin dan kompetensi terhadap kinerja guru di Madrasah
Tsanawiyah Ittihaadul Ulum Kota Lubuklinggau
D. Hipotesis
disiplin dan kompetensi terhadap
kinerja guru di Madrasah
Tsanawiyah Ittihaadul Ulum Kota
Madrasah Tsanawiyah Ittihaadul
Ulum Kota Lubuklinggau.
Tsanawiyah Ittihaadul Ulum Kota
obyek/subyek yang mempunyai
Kompetensi (x2)
INTERPROF (Jurnal Manajemen) Program Studi Magister Manajemen STIE MURA Page 48
Volume 3. Nomor 1 Juni 2017 ISSN 2527-
7243
dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulannya (Sugiyono, 2012, h.
adalah seluruh guru Madrasah
Tsanawiyah Ittihaadul Ulum Kota
Lubuklinggau berjumlah 35 guru.
(data terlampir). Sampel adalah
Tsanawiyah Ittihaadul Ulum Kota
Lubuklinggau berjumlah 35 orang.
b. Ada tidaknya keteladanan pimpinan dalam
perusahaan
pegangan.
tindakan
f. Ada tidaknya perhatian kepada para karyawan
g. Diciptakan kebiasaan-kebiasaan yang
h. mendukung tegaknya disiplin.
02. Kompetensi
339.
hipotesisnya
4. Regresi Linier Berganda
IV. HASIL PENELITIAN DAN
Tabel 2
INTERPROF (Jurnal Manajemen) Program Studi Magister Manajemen STIE MURA Page 49
Volume 3. Nomor 1 Juni 2017 ISSN 2527-
7243
No Item Pertanyaan
mempengaruhi tegaknya disiplin.
0,552 0,444 Valid
selalu berusaha bekerja dengan
disiplin yang sudah ditetakan.
terlaksakan dalam lembaga, bila
dapat dijadikan pegangan bersama.
berdasarkan intruksi lisan yang
dapat berubah-ubah sesuai kondisi
pelanggaran disilplin, sesuai dengan
akan merasa terlindungi, kemudian
serupa.
pengawasaan, yang akan
melaksanakan pekerjaan dengan
ditetapkan
dengan penerimaan kompensasi
dengan pujian tersebut.
0,619 0,444 Valid
Sumber : SPSS 17,0 For Windows – Data diolah, 2016
INTERPROF (Jurnal Manajemen) Program Studi Magister Manajemen STIE MURA Page 50
Volume 3. Nomor 1 Juni 2017 ISSN 2527-
7243
No Item Pertanyaan
sangat mempengaruhi perilaku.
0,496 0,444 Valid
memerlukan pengalaman dalam
dengan kekuatan dan lingkungan
Tabel 4
No Item Pertanyaan
menjalankan tugas, baik secara
kualitas maupun kuantitas kerja.
0,687 0,444 Valid
INTERPROF (Jurnal Manajemen) Program Studi Magister Manajemen STIE MURA Page 51
Volume 3. Nomor 1 Juni 2017 ISSN 2527-
7243
dicapai diperlukan prestasi kerja
dapat meningkatkan prestasi kerja.
dimiliki oleh guru dalam
menjalankan tugas yang dibebankan
melaksanakan tugas-tugas yang
dibebankan kepadanya berdasarkan
kecakapan, keahlian, pengalaman,
yang melekat pada dirinya dan
dibawa dalam melaksanakan tugas-
untuk dikerjakan dengan tepat
waktu dan senantiasa menghasilkan
dalam memberikan pengaruh
Tabel 5
Variabel (X1)
Sumber : SPSS 17,0 For Windows – Data diolah, 2016
Tabel 6
Hasil Uji Reliabilitas Variabel Kompetensi
INTERPROF (Jurnal Manajemen) Program Studi Magister Manajemen STIE MURA Page 52
Volume 3. Nomor 1 Juni 2017 ISSN 2527-
7243
Sumber: Hasil Olah Data dengan menggunakan SPSS 17,0 tahun 2016
. Tabel 7
Variabel (Y)
Sumber: Hasil Olah Data dengan menggunakan SPSS 17,0 tahun 2016
1. Regresi Linier Sederhana Variabel Disiplin (X1) Terhadap Kinerja Guru (Y)
Tabel 8
Coefficientsa
Model
Unstandardized
Coefficients
Standardized
Coefficients
a. Dependent Variable: Kinerja Guru
Sumber : Diolah dari Data Primer, Tahun 2016, SPSS 17
Diketahui hasil pengujian koefisien
regresi linier sederhana komunikasi
diperoleh persamaan sebagai berikut :
dijelaskankan sebagai berikut :
= 18,971. Hal ini menunjukan
bahwa apabila variabel disiplin
nilai dari kinerja guru adalah
sebesar 18,971.
variabel disiplin sebesar 0,683
apabila nilai variabel disiplin
meningkat sebesar satu satuan,
mengalami perubahan secara
maka kinerja guru juga
bahwa disiplin mempunyai
Terhadap Kinerja Guru (Y)
INTERPROF (Jurnal Manajemen) Program Studi Magister Manajemen STIE MURA Page 53
Volume 3. Nomor 1 Juni 2017 ISSN 2527-
7243
Coefficientsa
Model
Unstandardized
Coefficients
Standardize
d
Coefficients
Kompeten
si
Sumber : Diolah dari Data Primer, Tahun 2016, SPSS 17
Diketahui hasil pengujian koefisien
regresi linier sederhana kompetensi
diperoleh persamaan sebagai berikut :
dijelaskankan sebagai berikut :
= 26,942. Hal ini menunjukan
atau nilainya nol, maka nilai dari
kinerja guru adalah sebesar
kompetensi sebesar 0,550 satuan,
nilai variabel kompetensi
diprediksikan mengalami
bahwa kompetensi mempunyai
Tahun 2016, SPSS 17
bahwa variabel disiplin (X1) terhadap
kinerja guru menunjukan nilai thitung
= 10,414 lebih besar dari nilai ttabel
2,042 dengan tingkat signifikan =
adalah sebesar 2,042, hal ini
menunjukan Ho ditolak dan Ha
diterima dan secara parsial variabel
disiplin memiliki pengaruh yang
INTERPROF (Jurnal Manajemen) Program Studi Magister Manajemen STIE MURA Page 54
Volume 3. Nomor 1 Juni 2017 ISSN 2527-
7243
Madrasah Tsanawiyah Ittihaadul
Ulum Kota Lubuklinggau.
Tahun 2016, SPSS 17
bahwa variabel kompetensi (X2)
terhadap kinerja guru menunjukan
nilai ttabel 5,575 dengan tingkat
signifikan = 0,000 < (α) 0.05, df (n-2)
35 – 2 = 33 adalah sebesar 2,042, hal
ini menunjukan Ho ditolak dan Ha
diterima dan secara parsial variabel
kompetensi memiliki pengaruh yang
Madrasah Tsanawiyah Ittihaadul
Ulum Kota Lubuklinggau..
Kompeten
si
Sumber : Diolah dari Data Primer, Tahun 2016, SPSS 17
Diketahui pengujian regresi berganda
persamaan sebagai berikut :
dijelaskan sebagai berikut :
11,870. Hal ini menunjukkan
bahwa apabila variabel disiplin
dan kompetensi tidak mengalami
perubahan atau nilainya nol,
guru adalah sebesar 11,870.
variabel disiplin sebesar 0,549
satuan. Hal ini menunjukkan
bahwa apabila nilai variabel
disiplin meningkat sebesar satu
satuan, maka nilai variabel
guru juga diprediksikan
mengalami penurunan sebesar
dapat disimpulkan disiplin
mempunyai hubungan yang
searah terhadap kinerja guru.
INTERPROF (Jurnal Manajemen) Program Studi Magister Manajemen STIE MURA Page 55
Volume 3. Nomor 1 Juni 2017 ISSN 2527-
7243
kompetensi sebesar 0,259 satuan,
hal ini menunjukkan bahwa
apabila nilai variabel kompetensi
meningkat sebesar satu satuan,
maka nilai variabel kompetensi
juga diprediksikan mengalami
Tabel 13
1 Regression 1522.973 2 761.487 87.116 .000a
Residual 279.713 32 8.741
Sumber : Diolah dari Data Primer, Tahun 2016, SPSS 17
INTERPROF (Jurnal Manajemen) Program Studi Magister Manajemen STIE MURA Page 56
Volume 3. Nomor 1 Juni 2017 ISSN 2527-
7243
windows dapat dilihat bahwa Fhitung yang
diperoleh adalah 87,116 > Ftabel = 3,30 dan
tingkat kemaknaan secara simultan
= n – k = 35 - 2 – 1 = 32 adalah sebesar 3,30
sehingga Ho ditolak dan Ha diterima.
artinya menunjukan bahwa secara bersama-
sama (simultan) variabel bebas X1
(disiplin) dan X2 (kompetensi) memiliki
pengaruh yang signifikan terhadap variabel
terikat Y (kinerja guru) jadi terbukti
kebenarannya dan hipotesisnya dapat
sampai dengan 10 pada variabel disiplin
(X1), kompetensi (X2) dan kinerja guru (Y)
semua nilai rhitung > rtabel dengan taraf
signifikan 95 % (α = 0,05) dan n = 20
diperoleh dari tabel nilai r product moment
yaitu 0,444, maka dapat dikatakan valid dan
memenuhi syarat untuk instrument
penelitian selanjutnya. Sedangkan uji
reliabilitas menunjukan bahwa semua
kinerja guru, nilai koefisien cronbach alpha
> rtabel. Untuk tingkat signifikan 5% dan
kriteria perhitungan n = 20 maka diperoleh
rtabel sebesar 0,444. Berdasarkan hasil
perhitungan tersebut, maka nilai koefisien
cronbach alpha > rtabel (0,444), maka
kuisioner sebagai alat pengukur dalam
penelitian ini telah memenuhi syarat
reliabilitas.
guru di Madrasah Tsanawiyah
Ittihaadul Ulum Kota Lubuklinggau. Hasil uji t dapat dijelaskan bahwa
variabel disiplin (X1) terhadap kinerja guru
menunjukan nilai thitung = 10,414 lebih
besar dari nilai ttabel 2,042 dengan tingkat
signifikan = 0,000 < (α) 0.05, df (n-2) 35 –
2 = 33 adalah sebesar 2,042, hal ini
menunjukan Ho ditolak dan Ha diterima
dan secara parsial variabel disiplin
memiliki pengaruh yang signifikan
Tsanawiyah Ittihaadul Ulum Kota
dilakukan dilapangan menunjukan bahwa
disiplini berpengaruh signifikan terhadap
pada interval koefisien 0,80 – 1,000 yang
berarti menunjukan hubungan yang sangat
kuat antara variabel disiplin (X1) dan
kinerja guru (Y), hal ini disebabkan karena
disiplin merupakan fungsi operatif sumber
daya manusia yang terpenting karena
semakin baik disiplin guru, semakin tinggi
kinerja guru yang dapat dicapainya, oleh
karena itu disiplin menjadi salah satu
elemen penting untuk mencapai tujuan
yang ditentukan. Guru yang telah memiliki
kinerja yang tinggi melalui kedisiplinan
sangat penting untuk dipertahankan agar
organisasi merasa terjamin bahwa
dapat dilaksanakan guna menjamin bahwa
disiplin guru benar-benar ditegakan,
diperlukan fungsi pemimpin sebagai
kedisiplinan adalah kesadaran dan
dalam melaksanakan tugas.
bahwa variabel kompetensi (X2) terhadap
kinerja guru menunjukan nilai thitung =
5,575 lebih besar dari nilai ttabel
5,575 dengan tingkat signifikan = 0,000 <
(α) 0.05, df (n-2) 35 – 2 = 33 adalah sebesar
2,042, hal ini menunjukan Ho ditolak dan
Ha diterima dan secara parsial variabel
kompetensi memiliki pengaruh yang
INTERPROF (Jurnal Manajemen) Program Studi Magister Manajemen STIE MURA Page 57
Volume 3. Nomor 1 Juni 2017 ISSN 2527-
7243
Madrasah Tsanawiyah Ittihaadul Ulum
yang dilakukan dilapangan menunjukan
bahwa disiplini berpengaruh signifikan
Tsanawiyah Ittihaadul Ulum Kota
yang diperoleh sebesar 0,696 berada pada
interval koefisien 0,60 – 0,799 yang berarti
hubungan antara variabel kompetensi (X2)
dan kinerja guru (Y) menunjukan hubungan
yang kuat dan nilai korelasi positif artinya
korelasi atau hubungan kompetensi (X2)
terhadap kinerja guru (Y), hal ini
disebebkan oleh Kopetensi sumber daya
manusia yang ada di dalam Madrasah
Tsanawiyah Ittihaadul Ulum Kota
Lubuklinggau, tidaklah selalu sesuai
mewujudkan keberhasilan sebuah
yang kompeten, dengan pengetahun,
organisasi. Kompetensi yang dilakukan
Kompetensi seseorang yang dapat
terobservasi mencakup atas pengetahuan,
keterampilan dan sikap dalam
dalam menyelesaikan suatu permasalahan.
Kompetensi sangat diperlukan terutama
untuk menjawab tuntutan organisasi,
cepat, perkembangan masalah yang
kehidupan masyarakat.
Tsanawiyah Ittihaadul Ulum Kota
Ftabel = 3,30 dan tingkat kemaknaan secara
simultan signifikansinya adalah 0,000 < (α)
= 0,05 df = n – k = 35 - 2 – 1 = 32 adalah
sebesar 3,30 sehingga Ho ditolak dan Ha
diterima. artinya menunjukan bahwa secara
bersama-sama (simultan) variabel bebas X1
(disiplin) dan X2 (kompetensi) memiliki
pengaruh yang signifikan terhadap variabel
terikat Y (kinerja guru) jadi terbukti
kebenarannya dan hipotesisnya dapat
diterima. Kepala sekolah Madrasah
Tsanawiyah Ittihaadul Ulum Kota
Lubuklinggau perlu meningkatkan disiplin
tindakan manajemen untuk mendorong
ketentuan. Dengan perkataan lain,
membentuk pengetahuan, sikap dan
secara sukarela berusaha bekerja secara
kooperatif dengan para guru yang lain serta
meningkatkan prestasi kerjanya. Kewajiban
sekolah Madrasah Tsanawiyah Ittihaadul
Ulum Kota Lubuklinggau dalam
melaksankana tugas diantaranya meliputi ;
mempertahankan dan menjaga dasar
Undang-undang Dasar 1945, menunjukan
kepentingan bangsa dan Negara di atas
kepentingaan golongan atau diri sendiri,
melaksanakan tugas dan tanggung jawab
dengan sebaik-baiknya kepada masyarakat
menurut tugasnya masing - masing
peraturan perundang-undangan yang
suatu instansi lembaga pendidikan
khususnya pada Madrasah Tsanawiyah
tindakan yang mendorong para guru untuk
taat kepada berbagai ketentuan yang
berlaku dan memenuhi standar yang telah
ditetapkan. Artinya melalui kejelasan dan
INTERPROF (Jurnal Manajemen) Program Studi Magister Manajemen STIE MURA Page 58
Volume 3. Nomor 1 Juni 2017 ISSN 2527-
7243
perilaku yang diinginkan dari setiap
anggota organisasi diusahakan pencegahan
negatif. Jika guru yang nyata-nyata telah
melakukan pelanggaran atas ketentuan-
kepadanya dikenakan sanksi disipliner.
pada guru, hal ini akan meningkatkan rasa
kepedulian guru terhadap pencapaian
tujuan lembaga, kemudian tingginya
selanjutnya besarnya rasa tanggung jawab
para guru untuk melaksanakan tugas
dengan sebaik - baiknya, berkembangnya
tinggi di kalangan pegawai, meningkatkan
efisiensi dan prestasi kerja guru. Begitu
juga dengn kompetensi guru yang ada pada
Madrasah Tsanawiyah Ittihaadul Ulum
meliputi seperti kemampuan mendengar
merespon ungkapan pernyataan tidak
terucapkan, perasaan atau perhatian
seperti membujuk, meyakinkan,
kemampuan untuk memahami, kemampuan
membangun dan memelihara hubungan
mencapai tujuan, kemampuan mengambil
tindakan yang efektif untuk
lain keperluan apa yang perlu dilakukan
dan membuat orang lain menuruti
keinginan orang lain, kemampuan berperan
sebagai pemimpin tim atau kelompok,
kemampuan memahami situasi dan
menyelesaikan masalah dengan berfikir
mengenai pola atau hubungan antara situasi
dan kunci atau memahami permasalahan
dalam situasi yang rumit, kemampuan
menggunakan dan mengembangkan
kepala, kemampuan seseorang untuk
memilih pendekatan yang tepat,
menyelesaikan tugas, khususnya dalam
kemampuan menyelesaikan dan bekerja
individu dan kelompok, kemampuan
keinginan untuk meluruskan perilaku
seseorang sesuai dengan kebutuhan,
prioritas dan tujuan organisasi.
V. SIMPULAN DAN SARAN
memiliki pengaruh yang signifikan
Tsanawiyah Ittihaadul Ulum Kota
memiliki pengaruh yang signifikan
Tsanawiyah Ittihaadul Ulum Kota
kompetensi memiliki pengaruh yang
Madrasah Tsanawiyah Ittihaadul Ulum
Tsanawiyah Ittihaadul Ulum Kota
merupakan tindakan manajemen untuk
mendorong para guru memenuhi
tuntutan berbagai ketentuan. Dengan
perkataan lain, pendisiplinan guru
berusaha memperbaiki dan membentuk
sukarela berusaha bekerja secara
INTERPROF (Jurnal Manajemen) Program Studi Magister Manajemen STIE MURA Page 59
Volume 3. Nomor 1 Juni 2017 ISSN 2527-
7243
dan dapat meningkatkan kinerja guru.
2. Kepala Sekolah Madrasah Tsanawiyah
Ittihaadul Ulum Kota Lubuklinggau
memberikan keterampilan dan
Tsanawiyah Ittihaadul Ulum Kota
Lubuklinggau perlu ditingkatkan lagi
kompetensi.
akan mengkaji lebih dalam tentang
penelitian yang sama, khususnya
guru diharapkan dapat menjadi
variabelnya.
Manusia. Jakarta. PT.Bumi Asara.
Ike Kusdyah Rachmawati. 2008.
Manajemen Sumber Daya Manusia.
Yogyakarta. CV. Andi Offset.
Kaswan. 2011. Pelatihan dan
Evluasi Kinerja SDM. Cetakan
keempat, Bandung. PT. Refika
Bandung, CV. Alfabeta
ALfabeta.
Bumi Aksara.
Meningkatkan Produktivitas Kerja.
Produktivitas Kerja. Cetakan
Jakarta, Kencana Predana
Manajemen Sumber Daya Manusia.
pasal 3 ayat (6)
2010. Manajemen Sumber Daya
PT. Raja Grafindo Persada.
Wibowo. 2011. Manajemen Kinerja.
Grafindo Persada.