pengantar analisis kebijakan publik

Click here to load reader

Post on 19-Oct-2021

0 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

PENGANTAR ANALISIS
KEBIJAKAN PUBLIK
Dr. (C) Arman Maulana, S.Sy., M.M. Dr. (C) Siti Rosmayati, SST., M.M.
ii
2. Dr.(c) Siti Rosmayati, SST., M.M.
Editor: Arman Maulana
E-mail: [email protected]
Fb. Guepedia
Twitter. @guepedia
Website: www.guepedia.com
KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur kepada suara-suara hati
yang bersifat mulia. Sumber ilmu pengetahuan, Sumber segala kebenaran, Sang Maha Cahaya, Penabur cahaya ilham, pilar nalar kebenaran dan kebaikan yang terindah, Sang Kekasih tercinta yang tak terbatas pencahayaan cinta-Nya bagi umat, Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Shalawat serta salam teruntuk Nabi Muhammad SAW, yang telah memberikan serta menyampaikan kepada kita semua ajaran Rukun Iman dan Rukun Islam yang telah terbukti kebenarannya, serta makin terus terbukti kebenarannya.
Alhamdulillah penulistelah menyelesaikan buku dengan judul Policy Analysis For Public Decision (Pengantar Analisis Kebijakan Publik) yang merupakan salah satu aspek dari Kebijakan Publik Dan Kinerja Birokrasi. Penulis mengucapkan terima kasih kepada keluarga, sahabat, rekan-rekan teman mahasiswa, dan pihak-pihak lainnya yang membantu secara moral dan material bagi tersusunnya buku ini. Buku yang tersusun ini tentu masih jauh dari kata sempurna. Untuk itu, kritik dan saran yang membangun sangat diperlukan agar buku ini bisa lebih baik nantinya untuk memberikan dukungan pengetahuan di kalangan perguruan tinggi.
Bandung, 27 April 2020
Penulis
(Penulis) .
iv
Daftar Isi Kata Pengantar ........................................................ iii Daftar Isi ................................................................. iv Bab I Pendahuluan .................................................. 1 Bab II Analisis Kebijakan Keputusan Publik ............ 10 Bab III Definisi Permasalahan .................................. 23 Bab IV Kriteria Pilihan Kebijakan ............................. 38 Bab V Alternatif, Model, Dan Keputusan .................. 51 Bab VI Pasar Sempurna, Pasar Tidak Sempurna Dan Perbaikan Kebijakan ....................... 61 Bab VII Kelayakan Politik: Pengesahan Dan Implementasi ........................................................... 75 Bab VIII Siklus Analisis Kebijaksanaan .................... 88 Bab IX Penutup ....................................................... 94 Daftar Pustaka ........................................................ 112 Tentang Penulis ....................................................... 114
1
yang diputuskan oleh pemerintah, baik pemerintah
di tingkat pusat maupun daerah. Hal ini
menunjukkan bahwa proses pengambilan keputusan
dalam pembuatan kebijakan publik sangatlah
penting karena menyangkut kepentingan orang
banyak. Menurut Anderson (1973:3) menyatakan
bahwa kebijakan publik meliputi segala sesuatu
yang dinyatakan dan dilakukan atau tidak
2
kebijakan publik adalah sebuah keputusan yang
benar benar harus dilakukan. Jika kebijakan tidak
diperhitungakan dan mempertimbangkan prosedur
akan banyak berdampak pada ketidakberterimaan
kebijakan tersebut yang akibatnya menimbulkan
keresahan dan ketidakstabilan perilaku masyarakat.
Oleh karena itu proses analisis kebijakan publik
untuk membuat keputusan publik harus dipahami
pada berbagai kalangan terutama bagi mereka yang
menerima mandat dari publik atau orang banyak
melalui suatu proses pemilihan untuk bertindak
atas nama orang banyak.
dimana persoalan-persoalan yang dihadapi
penanganan pemerintah yang cepat namun juga
akurat agar masalah-masalah segera dapat diatasi.
Kondisi ini pada akhirnya menempatkan pemerintah
dan lembaga tinggi negara lainnya berada pada
3
diambil tersebut terkadang membantu pemerintah
dan rakyat keluar dari krisis, tetapi dapat juga
terjadi sebaliknya, yakni malahan
sekarang ini, kita tidak dapat lepas dari apa yang
disebut sebagai kebijakan publik. Kebijakan-
kebijakan tersebut kita temukan dalam bidang
kesejahteraan sosial, di bidang kesehatan,
perumahan rakyat, pertanian, pembangunan
dan lain sebagainya. Kebijakan-kebijakan tersebut
ada yang berhasil namun banyak juga yang gagal.
Oleh karena itu diperlukan pengetahuan tentang
bagaimana proses pembuatan kebijakan publik
terutama analisis kebijakan untuk keputusan
publik.
Pada tahap-tahap awal perkembangannya, analisis
kebijakan dipandang sebagai “interdisipliner”, di
4
Pada tahap-tahap perkembangan selanjutnya,
seharusnya didefinisikan berdasarkan logika
yang berdiri sendiri.
memberikan pengenalan tersendiri dan analisisnya
didasarkan pada logika internal analisis kebijakan.
Sehubungan dengan itu, Macrae dan Widle
menyajikan ide-idenya dalam buku “Policy Analysis
For Public Decision”. Buku itu tidak hanya
diperuntukan bagi mahasiswa pemula bidang
analisis kebijakan, tetapi juga diperuntukan bagi
para dosen di semua tingkatan jenjang karirnya dan
khalayak umum yang terlibat langsung maupun
tidak langsung dalam proses pembuatan kebijakan
publik.
ini berkaitan dengan sub-sub bidang analisis
5
dan sejarah. Kriteria etis untuk penentuan pilihan
terutama didasarkan pada sudut pandang filsafat,
ekonomi, dan juga teori-teori politik. Model-model
yang digunakan untuk menghubungkan kebijakan-
kebijakan yang efek-efeknya sama dengan yang
digunakan dalam ilmu-ilmu alam dan sosial.
Keputusan-keputusan dibuat tersendiri dalam
rumusan-rumusan umum berdasarkan analisis
statistik, operasional penelitian-penelitian, analisis
yang lebih khusus yakni sesuai dengan topik-topik
dalam buku yang dilaporkan ini.
Berdasarkan uraian tersebut, secara
6
rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Pengertian
yang pertama ungkapan tersebut adalah
interprestasi yang paling umum karena semua
kebijakan pemerintah mempengaruhi publik atau
menentukannya. Dimensi yang kedua dari ungkapan
Linclon tersebut mendapat perhatian khusus dari
Macrae dan Wilde. Demikian pula halnya dengan
pengertian yang ketiga. Pengertian yang ketiga ini
dijelaskan dan dianalisis secara mendalam oleh
Macrae dan Wilde. Khususnya pengertian kedua dan
ketiga dianalisis dalam hubungannya dengan konsep
“oleh rakyat dan untuk rakyat”
Berdasarkan uraian diatas, dapat
yang luas. Hal ini, menurut tim penulis, erat
kaitannya dengan sejarah perkembangan bidang
analisis kebijakan dalam program-program
C. Rumusan Masalah
topik-topik yang berhubungan dengan analisis
kebijakan sebagaimana diajarkan dalam disiplin
ilmu lainnya, semua dipandang sebagai
“interdisipliner” inilah yang mendasari keyakinan
bahwa analisis kebijakan merupakan suatu disiplin
yang berdiri sendiri, dapat dikembangkan sebagai
disiplin ilmu yang berdiri sendiri
Berikut ini disajikan rumusan-rumusan
keputusan-keputusan publik.yang umum:
analisis kebijakan, khususnya untuk keputusan-
keputusan umum/khusus ?
pilihan (dalam pengambilan keputusan) ?
dalam kebijakan publik?
sempurna dan koreksi kebijakan?
dan kelayakan politik?
kebijakan ?
bertujuan untuk menganalisa apa sebenarnya yang
dimaksud dengan analisis kebijakan untuk
keputusan-keputusan yang bersifat publik. Secara
operasional, masalah-masalah yang akan dijawab
melalui penulisan laporan buku ini adalah untuk
menambah pengetahuan dan pemahaman mengenai
hal-hal berikut ini :
khususnya untuk keputusan-keputusan yang
pilihan (dalam pengambilan keputusan )
4. Alternatif-alternatif, model-model, dan
keputusan-keputusan dalam analisis kebijakan
kebijaksanaan
kelayakan politis dan
Public Decision”, ditulis oleh Duncan MacRae, Jr dan
James A Wilde, diterbitkan di AS, oleh University
Press of America, pada tahun 1985. MacRae dan
Wilde menyajikan pemikiran-pemikirannya tentang
analisis kebijakan untuk keputusan-keputusan
pengertian analisis kebijakan, masalah-masalah
model, dan keputusan. Buku ini dilengkapi dengan
biografi, indeks, tabel-tabel, diagram-diagram,
dalam penelitian analisis kebijakan.
sehingga bisa menjadi acuan bagi banyak kasus.
Sebagaimana Macrae dan Wilde tegaskan dalam
buku ini, menganalisa kebijakan dengan alasan
untuk memilih fakta sebagai alternatif di antara
urutan kebijakan yang terbaik. Setiap anggota dalam
setiap komunitas memiliki kesempatan untuk
mempengaruhi pilihan-pilihannya, apakah dengan
kelompok-kelompok yang terorganisir, bicara atau
11
pemikiran-pemikirannya mengenai issue-issue
komunitas satu dengan komunitas lainnya.
Komunitas nasional (pemernitah) membuat pilihan
pilihan tentang perpajakan, pembelanjaan negara,
peraturna dan kebijaakn militer. Negara, kota,
daerah lokal, daerah istimewa fokus dengan berbagai
masalah yang sama, misalnya kebijakan tentang
pendidikan dasar dan menengah, transportasi,
keamanan dan perlindungan kebakaran,
Maka dari itu kajian analisis kebijakan merupakan
konsep-konsep, dan prinsip-prinsip yang dapat
digunakan untuk membantu individu membuat
pilihan secara cerdas, beretika dan efektif. Dalam
suatu kebijakan, program pilihan secara signifikan
dapat mempengaruhi banyak orang. Jika pilihan itu
dilakukan oleh pemerintah, maka pilihan itu disebut
sebagai ”pilihan publik”. Jika pilihan itu dilakukan
oleh swasta atau individu yang memiliki pengaruh,
maka hal ini juga masih dapat mempengaruhi
12
analisis kebijakan lebih memperhatikan kehidupan
sesama manusia .
dan bukti untuk memilih kebijakan terbaik diantara
sejumlah alternatif. Analisis kebijakan adalah
sebagai suatu metode menggunakan argumentasi
rasional dan fakta-fakta untuk menjelaskan, menilai,
dan membuahkan pemikiran dalam upaya
memecahkan masalah publik. Atau suatu prosedur
yang menggunakan metode inquiri dan argumentasi
berganda untuk menghasilkan dan
dalam suatu proses pengambilan keputusan yang
bersifat politis dalam rangka memecahkan masalah
kebijakan.
pengambil keputusan, agar pengambil keputusan
memahami permasalahan yang sedang disoroti dari
suatu isu kebijakan. Sedangkan pendekatan
13
hasil pemikiran agar para pengambil keputusan
dapat memecahkan suatu kebijakan.
kuantitatif dan paradigma kualitatif. Namun
paradigma kualitatiflah yang sering dipakai karena
analisis kebijakan pada dasarnya merupakan suatu
proses pemahaman terhadap masalah kebijakan
sehingga dapat melahirkan gagasan dan pemikiran
untuk pemecahannya.
mempertimbangkan tiga hal yaitu, pertama fungsi
alokasi yaitu mengalokasikan agenda penelitian,
pengembangan, dan analisis kebijakan itu sendiri,
kedua fungsi inquiri yaitu penemuan yang bersifat
integral dari semua agenda yang telah dilakukan,
ketiga fungsi komunikasi dilaksanakan jika analisis
kebijakan telah menghasilkan berbagai gagasan atau
usulan kebijakan yang realistis. Isu-isu sttrategis
dalam dunia pendidikan dewasa ini meliputi tiga hal
yaitu pemerataan dan perluasan akses, peningkatan
14
kelola dan akuntabilitas.
dalam buku ini menjabarkan elemen-elemen analisis
kebijakan secara rinci dan meringkasnya secara
singkat, serta akan menunjukkan hubungan lebih
lanjut antara analisis kebijakan dan bidang lainnya.
1. Definisi Masalah (bab 2). Dalam
mendefinisikan masalah, seseorang memiliki
pandangan orang lain tentang masalah dan
mendefinisikannya kembali dengan lebih jelas
untuk keperluan analisis. Seseorang dapat
memperbesar (memperluas) masalah dengan
memasukkan langkah-langkah alternatif untuk
membatasi definisi masalah ke tingkat lokal dan
mempertimbangkan kebijakan lokal untuk
mengatasi kekurangan tersebut. Ketika
masalah, juga akan secara eksplisit atau implisit
memilih lamanya waktu yang dibutuhkan untuk
analisis dan kemudahan atau kesulitan untuk
mendapatkan rekomendasi. Jika definisi tentang
masalahnya sama dengan yang dipegang
(diketahui) oleh orang-orang yang dapat
mempengaruhi adopsi solusi, tugas dalam
mengimplementasikan solusi akan lebih sulit
daripada jika harus membujuk mereka untuk
menerima definisinya.
yang sistematis membutuhkan pernyataan
kebijakan yang akan dinilai. Kriteria ini adalah
pokok masalah filsafat atau etika tetapi juga
dipertimbangkan dalam ilmu sosial, terutama
dalam ilmu ekonomi dan politik. Beberapa
interpretasi dari pilihan melihat perbedaan
berdasar pada kepuasan dari preferensi warga
negara. Namun, ada perbedaan antara memilih
dalam hal preferensi egois -memilih untuk diri
sendiri- semua orang - memilih dalam hal
16
memilih dalam hal memaksimalkan kepuasan
gabungan dari preferensi dengan kepuasan
preferensi pribadi, tetapi dengan kombinasi
preferensi semua. Ini termasuk keadilan atau
kesetaraan individu; perkembangan atau
kesempurnaan individu; dan "kualitas
Untuk merumuskan kebijakan, berbagai
menyelesaikan masalah, meminimalkan efek
samping yang berbahaya, menghindari
yang akan membantu pilihan lebih lanjut.
Harapannya bahwa suatu kebijakan akan
menangani masalah atau mempengaruhi suatu
nilai biasanya didorong dari beberapa model
umum proses sebab akibat. Model analisis
kebijakan mengaitkan alternatif kebijakan
17
pengembangan manusia, atau kesejahteraan
kebijakan akan menyebabkan nilai tersebut
lebih daripada yang lain. Hubungan sebab
akibat semacam ini sesuai dengan panah solid
horisontal pada Gambar 1- 1. Untuk jenis nilai
atau kriteria lain seperti larangan moral atau
konstitusional, mempertimbangkan kebijakan
itu sendiri dan bukan konsekuensinya,
ALTERNATIVE S Policy 0 (do nothing) Policy 1 Policy 2 Policy 3
CRITERIA How much does each policy alternative produce of – Efficiency? Equity? Human developing? Subjective well-being? Etc.
Model of Causation
Is policy morally prohibited? Is policy constitutionally
Gambar 1.1. How a Model Relates Alternatives to Critria, Ducan MecRae ( 1985 : 10)
18
putus. Model ini juga harus memperhitungkan
variabel, selain yang dirubah oleh kebijakan,
yang mempengaruhi hasil yang
dipertimbangkan, sebagaiman ditunjukkan oleh
penilaian. Model dapat melibatkan teori ilmu
alam, seperti hukum mekanika, atau
generalisasi ilmu kedokteran, seperti hubungan
yang diharapkan antara pemberian obat dan
pengurangan gejala. Hal tersebut mungkin juga
merupakan simulasi yang lebih kompleks dari
sistem alami, sosial, atau mesin manusia. Pilihan
kebijakan biasanya memerlukan pengumpulan
pertama yang harus Anda cari terletak pada
studi sebelumnya tentang masalah atau pilihan
yang serupa. Sumber kedua terletak pada
generalisasi atau penelitian ilmiah yang tersedia.
19
yang akan membantu menerapkan kebijakan
yang diusulkan biasanya merupakan bagian
paling sulit dari analisis kebijakan. Ini
membutuhkan keterampilan pribadi,
dalam istilah etis (moral), tidak mungkin untuk
diberlakukan karena perlawanan dari orang-
orang yang akan dirugikan olehnya atau
menganggapnya tidak diinginkan atau tidak
bertindak dari orang-orang yang memberikan
prioritas rendah. Selain itu, nilai-nilai pribadi
Anda sendiri dapat mengganggu upaya Anda
mencapai kesejahteraan umum. Kondisi untuk
memaksimalkan kelayakan politik berbeda-beda
intuitif yang tidak mudah diungkapkan dalam
istilah ilmiah. Jika ingin menjadi analis yang
efektif, maka harus mengetahui siapa yang
20
pribadi masing-masing, dan bagaimana
dalam mengatasi masalah Anda, dalam
berkonsultasi dengan orang lain ketika analisis
Anda berlanjut, dalam mengantisipasi reaksi
mereka, dan dalam menerjemahkan temuan
Anda ke dalam istilah yang dapat dipertukarkan
dan dapat diterima oleh khalayak.
5. Siklus Analisis Kebijakan (bab 7). Setelah
kebijakan itu mengambil bentuk program
tertentu, serangkaian program, atau mungkin
eksperimen, dapat dipertimbangkan kembali
kedua dari analisis kebijakan ini mungkin
mengharuskan kami merancang implementasi
berguna mengenai seberapa baik kerjanya.
21
melaksanakan program yang ada dan
pertaruhan politik dari mereka yang
berkomitmen padanya memengaruhi definisi
alternatif, dan model saling berhubungan.
Definisi masalah oleh mereka yang terlibat
membantu kami dalam penilaian kelayakan.
Kebijakan yang kami usulkan mungkin
merupakan respons terhadap satu kelompok
yang memiliki masalah tetapi tidak terhadap
kelompok yang mungkin menentangnya. Selain
itu, kriteria penilaian terlibat sepanjang proses
atau analisis. Definisi masalah, biasanya dibuat
dalam hal nilai-nilai yang ditangani atau dapat
dicapai. Kriteria penilaian adalah variabel akhir
dalam model kami, dan penilaian kelayakan
22
23
analisis kebijakan, ada dua hal yang harus diperhatikan.
Pertama, memahami bagaimana orang lain memandang
masalah tersebut, dan kedua, mendefinisikannya dengan
cara yang lebih fleksibel untuk kebutuhan analisis
selanjutnya. Suatu definisi permasalahan sering
mempengaruhi tujuan tertentu atau nilai yang dicari.
Nilai tujuan tertentu yang sangat pokok yang dimiliki
kelompok tertentu, memerlukan hubungan dengan
definisi akhir yang lebih bernilai secara menyeluruh.
24
jelas tentang masalah yang usulkan untuk dianalisis.
Masalah akan didefinisikan terlebih dahulu,
mempertimbangkan cara lain untuk mendefinisikannya,
untuk meningkatkan analisis dan mengantisipasi
masalah kelayakan politik yang dihasilkan dari
perbedaan pandangan orang tentang masalah tersebut.
A. Kondisi Masalah dan Persoalan Analis
Sebagai analis perlu mempertimbangkan
menggeneralisasikannya, membuatnya lebih
bidang masalah saling terkait. Kebijakan di satu
bidang akan mempengaruhi nilai atau masalah di
bidang lain, atau karena kebutuhan akan dukungan
memerlukan reformulasi yang lebih dapat diterima
oleh pendukung yang potensial.
seperangkat defenisi masalah dari orang lain -
mereka yang dapat mempengaruhi pilihan kebijakan
25
situasi masalah, aspek situasi yang dipilih untuk
dikerjakan sebagai masalah analis. Kita dapat
menggeneralisasi situasi masalah atau memilih
sebagian masalah, situasinya berkaitan dengan
nilai-nilai yang lebih umum atau lebih tepat,
mencoba untuk menyelesaikan berbagai pandangan
orang yang terkena dampak atau orang yang
membuat keputusan, atau memilih sudut pandang
suatu kelompok peserta lebih dari yang lain.
Oleh karena itu, mulai dengan melihat
keprihatinan masyarakat serta masalah-masalah
masalah yang melibatkan alternatif kebijakan dan
konsekuensinya. Salah satu cara untuk dapat
mendefinisikan kembali situasi masalah adalah
dengan berusaha merumuskan nilai-nilai umum
yang mendasar. Sulitnya untuk menyelidiki semua
kebijakan alternatif yang mungkin dapat menangani
masalah tertentu dan menganalisis konsekuensinya.
26
mengharuskan kita untuk berkonsentrasi pada
beberapa alternatif untuk analisis intensif.
Gambar 2-1. menunjukkan beberapa contoh
masalah dari berbagai tingkat originalitas. Setiap
masalah umum yang terdaftar menggabungkan dua
atau lebih masalah tingkat menengah.
Definisi situasi masalah seringkali
dicari. Nilai-nilai seperti tujuan organisasi tertentu,
yang penting hanya untuk anggota organisasi
tertentu, perlu dikaitkan dengan tujuan yang lebih
ditentukan oleh nilai-nilai umum. Kemampuan kami
untuk melihat melampaui tujuan organisasi tertentu
ke nilai yang lebih besar yang dapat digunakan oleh
organisasi ini sebagai analogi dalam kebijakan
internasional. Klaim-klaim yang saling bersaing
tentang pandangan umum dan khusus tentang
masalah merasuki baik teori maupun praktik
analisis kebijakan. Dalam pergantian yang
diusulkan ini, yang ia sebut "pemindaian
campuran," seseorang dapat mengambil pandangan
27
waktu lain bekerja dalam sekumpulan kendala yang
untuk sementara diberikan. Dari yang lebih luas,
melihat masalah dan nilai tujuan dapat dilihat
secara lebih umum; dan berbagai alternatif
kebijakan yang layak - mungkin dalam jangka
panjang - dapat diperbesar.
Reso urch shorta ges
Interrelated problems of energy, ecology, population ( “spaceship Earth”). Disorganization of modern society
Need for New resources Inefficiency in use of resources Exess population in relations to resources External, nonmarket effect of the economy, releted to the population decinty
SPECIFC INTERMEDIATE GENERAL
Problem in functioning of criminal justice system Increases in crime Need for day care for working mother Need for equal employment for women Need for equal employment for minorities Poverty Need for equality in education Need for equality in ehousing Need for excellence and l d hi
General problems of crime and justice Family disorganization Economic inequality
29
mempertimbangkan untuk mengubah struktur
individu dalam sistem tersebut. Pilihan antara
pandangan yang lebih luas dan sempit tergantung
pada tingkat kepercayaan yang dimiliki dalam
kombinasi bagian-bagian dalam keseluruhan
kemungkinan dan sumber-sumber yang dapat
dicurahkan untuk analisis dan tindakan. Keputusan
hanya berurusan dengan masalah yang lebih kecil
dalam buku ini mencerminkan sebagian
kesesuaiannya di tingkat pengantar dan sebagian
keyakinan bahwa masalah yang lebih besar dapat
diatasi utuk langkah berikutnya.
Robert K. Menton, sangat penting agar terdapat
kecocokan antara keadaan yang diharapkan dan
keadaan yang terjadi. Suatu definisi yang mendekati
30
signifikan dari berbagai kalangan msyarakat yang
menyetujuinya, memerlukan tindakan untuk
terbaik yang diinginkan, suatu perubahan atau
efektifitas yang diinginkan dan mereka ajukan.
Tugas kita adalah menyajikan kebijakan antara dua
kebenaran dan efektifitas yang diperlukan dan
jarang dicurahkan untuk suatu permasalahan yang
penting, serta menawarkan harapan yang
sesungguhnya untuk penawar.
suatu masalah yang kita cari akar
permasalahannya, sesuai harapan masyarakat
menggambarkan situasi permasalahan dengan nilai
estimasi perorangan atau kelompok yang merasa
tertantang.
perubahan sosial yang secara perlahan meningkat
dari kehidupan masyarakat, seperti masalah
31
pekerjaan, sebagai salah satu sisi kekuatan negara.
Kemajuan Barat yang menyebabkan masalah
regional, dahulu dianggap skeptik, saat ini dapat
dikompromi. Perubahan teknologi juga menjadi
salah satu permasalahan. yang terpenting
Perubahan kekuatan yang berhubungan
masalah sehingga bercabang-cabang, melebihi
yang terbuka (mengenai kasus migrasi) dan tingkah
masyarakat mengenai masalah yang dihadapi. Kasus
proyeksi migrasi akan menjadi bagian analisis-
analisis kita tentang kondisi kebijakan di bawah.
Tugas pertama dari analisis kebijakan sebagai
alasan penelitian dari suatu permasalahan yang
dimunculkan, juga saran yang berhubungan dengan
situasi sosial terhadap perorangan.
Analisis perseorangan mempengaruhi proses
alasan umum dengan sedikit fakta yang menyeluruh
32
Permasalahan
pada pengalaman mereka di masa lampau.
Indikasinya adalah, perubahan yang menyeluruh
terutama mengenai ekonomi atau masyarakat, yang
diketahui sebagai indikator sosial. Sebagai
tambahan untuk membandingkan data selanjutnya,
dapat membandingkan data antara populasi
kelompok sebagai cara mendefinisikan
aktual dan situasi yang lainnya. Dengan demikian
harapan bisa terduga, dan dapat mendefinisikan
suatu masalah dengan hati-hati.
(Military Expenditures)
USSR Billion rubles)*
1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948
0.91 0.94 1.03 1.08
14.39 b 11.77
14.8 20.1 27.0 4L0 b 57.1 70.9 108.4 124.7 137.9 128.2 72.2 68.5 66.0
Source:
Ole R. Holsti The Baseline Problem in Statistics: Examples front
the Study of American Policy," Journal of Politics 37(1975): 190.
Reprinted by permission of The Journal of Politics, © 1975. Old
rubles (officially valued at $20). b Figures selected by Kolko and
Kolko to depict tree
apa yang dialami di masa lalu. Indeks semacam ini,
yang mengukur trend ekonomi di masyarakat,
dikenal sebagai indikator ekonomi atau sosial. Selain
membandingkan data dari waktu ke waktu, juga
34
masalah.
kulit putih dan non-putih rentan terhadap kejadian
kematian dini (sebelum usia 65) dari berbagai
penyebab pada tahun 1972. Untuk setiap baris
dalam tabel, kemungkinan kematian dini dihitung
untuk non-kulit putih dan untuk kulit putih, dan
rasio keduanya dimasukkan dalam tabel. Non-kulit
putih ditemukan 8,9 kali lebih mungkin meninggal
lebih awal dari pembunuhan seperti halnya orang
kulit putih. Untuk TBC, rasionya adalah 5,4 dan
seterusnya sampai rasio terakhir dan terendah
dalam tabel, 037 untuk bunuh diri.
35
Table 2-2. The Ratio of Nonwhite to White Early Death Rates for
Varidus Causes of Death in 1972
Likelihood of Early Death from This Cause for
Nonwhites As a Multiple of the Cause of DeathLikelihood
for Whites at 1972 Mortality Rates
Homicide 8.9
Tuberculosis 5.4
Cirrhosis of Liver 1.9
Cardiovascular Disease 1.7
Peptic Ulcer 1.7
Motor Vehicle Accidents 1.2 Suicide 0.57
Source: James W. Vaupel, "Early Death: An American Tragedy," p. 109. Reprinted with permission from a smposiumon Valuing Lives appearing in Law and Contemporary Problems Volume XL,
36
Number 4, Autumn, 1976, published by the Duke University School of Law, Durham. North Carolina. Copyright 1977 by Duke University.
Contoh yang kami berikan menunjukkan
bahwa statistik merupakan sarana penting untuk
mendefinisikan masalah; bahwa mereka sering
digunakan untuk melakukan perbandingan antara
situasi aktual dan situasi lain di mana harapan kita
didasarkan; dan bahwa mereka harus digunakan
dengan hati-hati dalam mendefinisikan analis
masalah.
masalah dan analisis kita, kemudian mengarahkan
untuk membuat rekomendasi, perlu
definisi kita lebih baik daripada mereka. Persuasi ini
mungkin dimulai sebelum analisis selesai.
Dalam proses persuasi dan diskusi, adanya
kemungkinan untuk mendefinisikan kembali
37
sebelumnya. Dalam mendefinisikan kembali
menyalahkan orang atau institusi. Dengan demikian,
beragam pandangan tentang masalah yang menjadi
dasar peserta dapat ditekankan dan dipolarisasi
melalui eskalasi counteraccusations.
Definisi awal suatu masalah seringkali terkait
dengan penyebabnya yang nyata. Warga-analis
diharapkan mengambil perspektif yang luas dan
mempertimbangkan terkait bagaimana kebijakan
muncul. Dengan mempertimbangkan berbagai
dapat menilai di antara kebijakan dengan cara yang
lebih mencerminkan kepentingan publik, dengan
tujuan meningkatkan tidak hanya kesejahteraan
umum tetapi juga kelayakan politis.
38
sekumpulan alternatif,…