penerapan budaya organisasi dalam meningkatkan kinerja ... ?· bagaimana penerapan budaya...

Download PENERAPAN BUDAYA ORGANISASI DALAM MENINGKATKAN KINERJA ... ?· Bagaimana penerapan Budaya organisasi…

Post on 08-Mar-2019

215 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

eJournal Administrasi Bisnis, 2018, 6 ( 4 ): 1334-1346 ISSN 2355-5408, ejournal.adbisnis.fisip-unmul.ac.id Copyright 2018

PENERAPAN BUDAYA ORGANISASI DALAM

MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN PADA

PT. SALIM SURYA PHONE DI SAMARINDA

Nurul Khumairoh1, Lilis Juliati

2, Tuti Wediawati

3

Abstrak

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Dengan

menggunakan key informan dan informan sebagai sumber data melalui

wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Teknik analisis data yang

digunakan dalam penelitian adalah analisis data deskriptif kualitatif dengan

model interaktif. Hasil penelitian ini menunjukan, penerapan budaya organisasi

memiliki peran yang baik dalam meningkatkan kinerja karyawan. Delapan dari

sepuluh karakteristik budaya organisasi yang terdiri dari Toleransi,

Pengarahaan, Integrasi, Dukungan Manajemen, Kontrol, Identitas, Sistem

Imbalan dan Konflik yang diterapkan berjalan dengan baik, sedangkan dua

diantaranya yang terdiri dari Inisisatif Individu dan Pola Komunikasi kurang

maksimal dalam penerapannya, selain itu PT. Salim Surya phone di samarinda

selain menggunakan budaya rasional juga menggunakan budaya hierarki yang

dijadikan perusahaan dalam mengarahkan karyawan. Diharapkan PT. Salim

Surya phone di Samarinda untuk membenahi pola komunikasi dengan

mengurangi tembok pembatas yang dijadikan penghalang antara atasan dan

bawahan. Dapat dilakukan dengan cara mengadakan kumpul bersama keluarga

besar dan dari karyawan untuk mengadakan outbound dengan memanfaatkan

uang denda (telat, ijin tanpa keterangan). Diharapkan perusahaan mampu

mengubah mindset karyawan bahwa karyawan tidak perlu takut dalam

menyampaikan pendapat atau ide untuk perusahaan dengan melakukan

pendekatan antara atasan dengan bawahan dan membangun sikap percaya

kepada karyawan.

Kata Kunci: Budaya Organisasi

Pendahuluan

Latar Belakang

Perkembangan Globalisasi saat ini menunjukan beberapa masalah yang

menyebabkan banyak perusahaan mengalami penurunan, baik yang disebabkan

oleh ketidakmampuan beradaptasi dengan kemajuan teknologi maupun yang

1 Mahasiswa Program S1 Ilmu Admistrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,

Universitas Mulawarman. Email: ilung.nurulkhumairoh31@gmail.com 2 Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman

3 Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman

Penerapan Budaya Organisasi Dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan (Nurul)

1335

disebabkan oleh kurang baiknya hasil kerja dari sumber daya manusia yang ada

pada suatu perusahaan. Oleh karena itu, setiap perusahaan memerlukan

manajemen sumber daya manusia dalam mengatur dan mengolah setiap sumber

daya yang ada.

Budaya Organisasi adalah nilai-nilai yang menjadi pegangan sumber daya

manusia dalam menjalankan kewajiban dan perilakunya di dalam organisasi atau

perusahaan. Budaya organisasi memiliki beberapa manfaat yang dapat

meningkatkan kinerja karyawan dalam suatu organisasi, antara lain: 1) Budaya

organisasi dapat membantu dalam mengarahkan SDM (Sumber daya manusia

untuk dapat menjadi kompak dalam mencapai tujuan dari perusahaan; 2) Dapat

membentuk perilaku karyawan; 3) Budaya organisasi mampu meningkatkan

motivasi untuk berfikir positif. Perusahaan yang dinamis akan selalu

meningkatkan produkvitasnya melalui konsistensi dalam menghasilkan kinerja

terbaik.

Pertumbuhan penggunaaan smartphone di Indonesia sangatlah pesat. Data

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat, saat ini terdapat 24

perusahaan manufaktur komponen produk ponsel dan tablet di dalam negeri.

Sementara itu, berdasarkan laporan e-Marketer, pengguna aktif smartphone di

Indonesia akan tumbuh dari 55 juta orang pada tahun 2015 menjadi 100 juta

orang tahun 2018. Dengan jumlah sebesar itu, Indonesia akan menjadi negara

dengan pengguna aktif smartphone terbesar keempat di dunia setelah Cina, India,

dan Amerika. Dilihat dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa pengguna

smartphone di Indonesia meningkat dengan sangat pesat. Sehingga menjadikan

peluang besar bagi perusahaan yang bergerak pada bidang manufaktur komponen

produk ponsel dan tablet. Hal ini juga terjadi di kota Samarinda Kalimantan

Timur, yang dimana banyak berdirinya toko penjual smartphone yang tersebar di

seluruh wilayah kota Samarinda, salah satunya ialah PT. Salim surya phone

Samarinda.

Budaya organisasi merupakan salah satu faktor yang berperan penting

dalam mencapai tujuan dan mampu memperlancar jalannya roda perusahaan.

Menurut Susanto (Nawawi, 2013:4) budaya organisasi adalah nilai-nilai yang

menjadi pegangan sumber daya manusia dalam menjalankan kewajiban dan

perilakunya di dalam organisasi. Budaya organisasi yang ada harus menjiwai

seluruh karyawan di PT. Salim Surya Phone di Samarinda kedepan dan mampu

memberikan karakter khas serta menjadi salah satu penentu daya saing

perusahaan untuk ke depan. Budaya organisasi yang diterapkan pada manajemen

PT. Salim Surya Phone di Samarinda ini dilaksanakan dengan tujuan untuk

membantu mengarahkan setiap karyawan pada pencapaian visi dan misi serta

tujuan dari suatu perusahaan selain itu budaya organisasi dapat membentuk

perilaku karyawan yang dapat meningkatkan kualitas kerja setiap karyawan

sehingga memungkinkan dapat bekerja lebih efisien dan efektif.

Berdasarkan observasi awal dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti,

peneliti berasumsi bahwa dalam penerapan budaya organisasi pada PT. Salim

https://economy.okezone.com/topic/36293/ponsel-ilegalhttps://economy.okezone.com/topic/36293/ponsel-ilegal

eJournal Administrasi Bisnis, Volume 6 , Nomor 4 , 2018: 1334-1346

1336

Surya Phone di Samarinda menerapkan budaya rasional yang dimana suatu proses

informasi individual (klarifikasi sasaran pertimbangan logika, perangkat

pengarahan) diasumsikan sebagai sarana bagi tujuan kinerja yang ditunjukan

(efisien, produktivitas, dan dampak). Hal ini dapat dilihat dari bagaimana PT.

Salim Surya phone menerapkan imbalan atau reward bagi setiap karyawan

terbaik dalam penjualan, selain itu perusahaan juga memiliki kebijakan dalam

bentuk SOP dan peraturan-peratuan dalam mengontrol karyawan seperti dalam

berpakaian dan standar pelayanan customer. Selain itu, dalam adanya pemberian

denda bagi karyawan yang tidak masuk tanpa ijin dan karyawan yang terlambat

serta tidak diperbolehkan melakukan kerjasama antar karyawan dalam mencapai

target penjualan individu. Peneliti ingin meneliti dan memastikan bagaimana

budaya yang diterapkan pada PT. Salim Surya phone di Samarinda sehingga

mampu menciptakan kedisiplinan pada kinerja karyawan. Peneliti juga

menemukan kenyataan bahwa PT. Salim Surya phone memiliki problem

komunikasi antar karyawan sehingga berpengaruh dalam kemampuan bekerja

sama yang menjadi salah satu penghambat dalam kinerja karyawan.

Kinerja merupakan Succesfull role achievement yang diperoleh

seseorang dari apa yang dilakukan atau dari perbuatannya. Berdasarkan hal

tersebut, maka kinerja atau prestasi kerja merupakan hasil yang dicapai seseorang

menurut ukuran yang berlaku, dalam kurun waktu tertentu, berkenaan dengan

pekerjaan serta perilaku dan tindakannya. Perusahaan harus dapat mengukur dan

menilai hasil kerja dari setiap karyawannya secara individu. Hasil penilaian dapat

dilihat dari kinerja perusahaan yang dicerminkan oleh kinerja karyawan karena

kinerja merupakan sikap atau perilaku nyata yang ditunjukan setiap karyawan

sesuai dengan perannya dalam suatu perusahaan termasuk pada PT. Salim Surya

Phone di Samarinda. Dalam kaitannya pada PT. Salim Surya Phone di Samarinda,

menerapkan budaya organisasi dalam menciptakan perilaku dan tindakan apa

yang dilakukan setiap karyawan yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan.

Berdasarkan observasi awal dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti

di PT. Salim Surya Phone, peneliti juga menemukan kenyataan bahwa setiap

insentif dari promo brand hanphone akan masuk terlebih dahulu keperusahaan

yang kemudian dipotong 10% untuk perusahaan, adanya kebijakan pemberian

bonus penjualan yang hanya diberikan jika target terpenuhi dan ditahannya ijazah

asli untuk arsip perusahaan. Selain itu seringnya terjadi konflik antar karyawan

karena merebutkan konsumen, yang disebabkan oleh sistem target dan tuntutan

dari perusahaan untuk karyawan sehingga mempengaruahi kekompakan antar

karyawan.

Berdasarkan rangkaian permasalahan yang diuraian di atas dan merujuk

dari hasil penelitian terdahulu yang memiliki beberapa perbedaan dalam

penerapan budaya organisasi. Sehingga, penulis tertarik untuk melakukan

penelitian dengan judul Penerapan Budaya Organisasi Dalam meningkatkan

Kinerja Karyawan Pada PT. Salim Surya Phone Di Samarinda

Penerapan Budaya Organisasi Dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan (Nurul)

1337

Rumusan Masalah

Mengacu pada fenomena yang ditemukan dari latar belakang

permasal

Recommended

View more >