penelitian pencemaran lingkungan

Download penelitian pencemaran lingkungan

Post on 19-Jun-2015

2.466 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>Uji kualitas Air Parit di Sepanjang Hotel Saphir sampai dengan sub Inlet Sungai Gajah Wong Yogyakarta BAB I Pendahuluan A. Latar belakang Air mempunyai peranan peting bagi seluruh kehidupan di dunia. Manusia</p> <p>memanfaatkan air untuk keperluan air minum, memasak, mandi, mencuci dan dipakai sebagai pembakit tenaga listrik. Bagi tumbuhan air sangat berperan penting dalam proses fotosintesa. Seperti pada manusia, hewan dan juga mikro organism memerlukan air untuk proses metabolisme Berdasarkan kualitasnya, air dibedakan menjadi dua, yaitu : air bersih dan air tercemar. Air bersih mempunyai ciri-ciri : tidak berbau, tidak berwarna, tidak berbusa, Ph netral. Sedangkan air tercemar jika dilihat dari kondisi fisik menunjukkan ciri-ciri : berwarna, berbusa, dan berbau. Air berperan penting dalam keseimbangan ekosistem. Namun ketersediaan di berbagai habitat sangat bervariasi. Organisme air memanfaatkan air sebagai habitat, misalnya ikan hidup terendam dalam air. Habitat air tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternalnya. Keseimbangan ekosistem air mengalami permasalahan apabila tekanan osmosis intraselulernya tidak sesuai dengan tekanan osmosis air di sekitarnya (Maizer,2007). Kondisi di atas terjadi dapat disebabkan Karena air telah tercemar oleh limbah air. Pencemaran merupakan penyimpangan dari keadaan normalnya. Misalnya pencemaran air sungai dimana suatu keadaan air tersebut telah mengalami penyimpangan dari keadaan normalnya. Menurut Wardhana,( 1995) menyatakan bahwa keadaan normal air masih tergantung pada faktor penentu yaitu kegunaan air itu sendiri dan asal sumber air. Pencemaran air dapat dijadikan sebagai indikator yang menentukan kualitas air. Pencemaran air dapat dikelompokkan menjadi empat, yaitu : dari bahan organik, anorganik, zat kimia, dan limbah. Bahan buangan organik biasanya berupa limbah yang dapat terdegradasi oleh mikroorganisme, sehingga dapat meningkatkan perkembangan mikroorganisme. Sedangkan bahan buangan anorganik berupa limbah yang tidak dapat membusuk dan mikroorganisme tidak dapat mendegradasinya. Macam-macam bahan anorganik bersal dari logam-logam seperti : ion kalsium (Ca), ion magnesium (Mg), ion</p> <p>timbal (Pb), ion arsen (As), dan air raksa (Hg). Apabila logam-logam tersebut mencemari air, maka akan terakumuasi akibatnya sifat air menjadi sadah dan mengganggu kesehatan manusia. Bahan buangan yang bersal dari zat kimia dihasilkan dari sabun, bahan pemberantas hama, zat warna kimia, larutan penyamak kulit dan zat radioaktif. Dan yang terakhir adalah limbah, yaitu zat,energi dan atau komponen lain yang dikeluarkan , dibuang akibat sesuatu kegiatan baik industry maupun non-industri (Peraturan Daerah Tingkat I Bali 1988). Limbah yang dihasilkan dapat menimbulakan gas yang berbau busuk misalnya H2S dan ammonia (Kadek Diana, 2007). Dewasa ini air menjadi masalah yang sangat penting, karena keberadaan air bersih manjadi barang mahal. Air yang dahulu melimpah akan kandungan mineral dan oksigen, kini telah banyak terjadi kasus pencemaran air. Pencemaran air ini disebabkan oleh ulah manusia yang kurang memperhatikan lingkungan. Diantara ulah manusia itu adalah kebiasaan manusia membuang sampah ke sungai, mengalirkan limbah MCK, pembuangan limbah pabrik dan pembuangan limbah rumah tangga. Selain itu sisa-sisa pupuk atau pestisida dari derah pertanian, limbah kotoran ternak, hasil kebakaran hutan dan endapan sisa-sisa gunung berapi meletus juga mengakibatkan terjadinya pencemaran air ( Lutfi,2009). Pencemaran air ini dapat menurunkan kualitas air yang telah ditentukan.Kali Gajah Wong merupakan salah satu sungai yang ada di propinsi Yogyakarta. Jika dilihat dari warna air sungai menunjukkan adanya pencemaran. Pencemaran air ini diduga berasal dari parit-parit yang mengalir ke sungai, salah satunya parit sepanjang jalan Solo. Sehingga perlu adanya uji kualitas air yang meliputi fisik, kimia dan uji mikrobia terhadap kualitas air di parit sepanjang hotel Saphir jalan Solo sampai sub inlet sungai Gajah Wong Yogyakarta. B. Batasan masalah 1. 2. Uji kualitas limbah cair di parit sepanjang Hotel Saphir jalan Solo sampai dengan sub Inlet Sungai Gajah Wong Yogyakarta Uji kualitas air dilakukan pada uji kimia, fisika dan mikrobia.</p> <p>C.</p> <p>Rumusan Masalah Penelitian 1. 2. Bagaimana kualitas air di parit sepanjang Hotel Saphir sampai dengan sub Inlet Sungai Gajah Wong Yogyakarta, apakah masih pada ambang normal? Apakah ada pengaruhnya kualitas air antara pagi dan siang hari?</p> <p>D.</p> <p>Tujuan penelitian 1. 2. Mengetahui kulitas air di parit sepanjang Hotel Saphir sampai dengan sub Inlet Sungai Gajah Wong Yogyakarta. Mengetahui perbandingan kualitas air antara pagi dan siang hari Mengetahui kualitas air di selokan sungai Gajah Wong Data yang diperoleh dapat menjadi refrensi untuk peneliti beikutnya dalam uji kualitas air</p> <p>E.</p> <p>Manfaat Penelitian 1. 2.</p> <p>F.</p> <p>Hipotesa 1. 2. Kualitas air di parit sepanjang Hotel Saphir sampai dengan sub Inlet Sungai Gajah Wong Yogyakarta di atas ambang normal. Kualitas air di parit sepanjang Hotel Saphir sampai dengan sub Inlet Sungai Gajah Wong Yogyakarta antara pagi dan siang hari adalah sama.</p> <p>BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Air Air (H2O) merupakan sebagian unsur kimia yang berada dalam bentuk cecair pada tekanan biasa dan pada suhu bilik. Air merupakan suatu kebutuhan pokok bagi manusia. Air diperlukan untuk minum, mandi, mencuci pakaian, pengairan dalam bidang pertanian dan minuman untuk ternak. Selain itu, air juga sangat diperlukan dalam kegiatan industri dan pengembangan teknologi untuk meningkatkan taraf kesejahteraan hidup manusia. Namun dibalik manfaat-manfaat tersebut, aktivitas manusia di bidang pertanian, industri, dan kegiatan rumah tangga dapat dan telah terbukti menyebabkan menurunnya kualitas air. Kualitas air secara umum menunjukkan mutu atau kondisi air yang dikaitkan dengan suatu kegiatan atau keperluan tertentu (Efendi, 2003). Upaya pemenuhan kebutuhan air oleh manusia dalam kehidupan seharihari dapat dengan mengambil air dari dalam tanah, air permukaan, atau langsung dari air hujan. Dari ke tiga sumber air tersebut, air tanah yang paling banyak digunakan karena air tanah memiliki beberapa kelebihan di banding sumber-sumber lainnya antara lain karena kualitas airnya yang lebih baik serta pengaruh akibat pencemaran yang relatif kecil. Akan tetapi air yang dipergunakan tidak selalu sesuai dengan syarat kesehatan, karena sering ditemui air tersebut mengandung bibit ataupun zat-zat tertentu yang dapat menimbulkan penyakit yang justru membahayakan kelangsungan hidup manusia (Suripin, 2002). Sumber air merupakan salah satu komponen utama yang ada pada suatu sistem penyediaan air bersih, karena tanpa sumber air maka suatu system penyediaan air bersih tidak akan berfungsi. Menurut Suyono (1993), macam-macam sumber air yang dapat di manfaatkan sebagai sumber air minum adalah sebagai berikut: 1. Air laut Mempunyai sifat asin, karena mengandung garam NaCl.Kadar garam NaCl dalam air laut 3 % dengan keadaan ini maka air laut tidak memenuhi syarat untuk diminum. 2. Air Atmosfer Untuk menjadikan air hujan sebagai air minum hendaknya pada waktu menampung air hujan mulai turun, karena masih mengandung banyak kotoran. Selain itu air hujan mempunyai sifat agresif terutama terhadap pipa-pipa penyalur maupun bak-bak reservoir, sehingga hal ini akan mempercepat</p> <p>terjadinya korosi atau karatan. Juga air ini mempunyai sifat lunak, sehingga akan boros terhadap pemakaian sabun. 3. Air Permukaan Air permukaan adalah air hujan yang mengalir di permukaan bumi. Pada umumnya air permukaan ini akan mendapat pengotoran selama pengalirannya, misalnya oleh lumpur, batang-batang kayu, daun-daun, kotoran industri dan lainnya. Air permukaan ada dua macam yaitu air sungai dan air rawa. Air sungai digunakan sebagai air minum, seharusnya melalui pengolahan yang sempurna, mengingat bahwa air sungai ini pada umumnya mempunyai derajat pengotoran yang tinggi. Debit yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan akan air minum pada umumnya dapat mencukupi. Air rawa kebanyakan berwarna disebabkan oleh adanya zat-zat organik yang telah membusuk, yang menyebabkan warna kuning coklat, sehingga untuk pengambilan air sebaiknya dilakukan pada kedalaman tertentu di tengah-tengah. 4. Air tanah Air tanah adalah air yang berada di bawah permukaan tanah didalam zone jenuh dimana tekanan hidrostatiknya sama atau lebih besar dari tekanan atmosfer. 5. Mata air Mata air yaitu air tanah yang keluar dengan sendirinya ke permukaan tanah dalam hampir tidak terpengaruh oleh musim dan kualitas atau kuantitasnya sama dengan air dalam. B. Sungai Sungai adalah air hujan atau mata air yang mengalir secara alami melalui suatu lembah atau diantara dua tepian dengan batas jelas, menuju tempat lebih rendah (laut, danau atau sungai lain). Sungai terdiri dari 3 bagian, yaitu bagian hulu, bagian tengah dan bagian hilir: 1. Bagian hulu sungai terletak di daerah yang relatif tinggi sehingga air dapat mengalir turun. 2. Bagian tengah sungai terletak pada daerah yang lebih landai. 3. Bagian hilir sungai terletak di daerah landai dan sudah mendekati muara sungai. Jenis-jenis sungai dibagi menjadi 5, yaitu sungai hujan, sungai gletser, sungai campuran, sungai permanen dan sungai periodik. 1.Sungai hujan adalah sungai yang berasal dari hujan.</p> <p>2. Sungai gletser adalah sungai yang airnya berasal dari gletser atau bongkahan es yang mencair. 3. Sungai campuran adalah sungai yang airnya berasal dari hujan dan salju yang mencair. 4. Sungai permanen adalah sungai yang airnya relatif tetap. 5. Sungai periodik adalah sungai dengan volume air tidak tetap.(Anonim,2010) C. Kualitas Air Kualitas air dapat dilihat dari sifat fisika, kimiawi dan biologis. Air yang mempunyai kualitas baik harus memenuhi beberapa persyaratan sebagai berikut : 1. Persyaratan fisika a) Air tidak keruh b) Air tidak berwarna c) Rasanya tawar Air yang terasa asam, manis, pahit atau asin menunjukan air tersebut tidak baik. Rasa asin disebabkan adanya garam-garam tertentu yang larut dalam air, sedangkan rasa asam diakibatkan adanya asam organik maupun asam anorganik. Air yang baik memiliki ciri tidak berbau bila dicium dari jauh maupun dari dekat. Air yang berbau busuk mengandung bahan organik yang sedang mengalami dekomposisi (penguraian) oleh mikroorganisme air. d) Temperaturnya normal Suhu air sebaiknya sejuk atau tidak panas terutama agar tidak terjadi pelarutan zat kimia yang ada pada saluran/pipa, yang dapat membahayakan kesehatan dan menghambat pertumbuhan mikro organisme. e) Tidak padatan terlarut total (Total Dissolved Solid/ TDS) Air Baku mutu air Tahun 2001 menetapkan bahwa kadar maksimum TDS yang diperbolehkan dalam penggunaan air golongan I, II dan III adalah 1000 mg/l, sedangkan untuk golongan IV sebesar 2000 mg/l. f) pH (derajat keasaman) Nilai pH air yang normal adalah sekitar netral, yaitu antara pH 6-7,5. Fluktuasi nilai pH pada air sungai dipengaruhi oleh berbagai hal antara lain: (1) Bahan organik atau limbah organik. Meningkatnya kemasaman dipenga-ruhi oleh bahan organik yang membebaskan CO2 jika mengalami proses penguraian,</p> <p>(2) Bahan anorganik atau limbah anorganik. Air limbah industri bahan anorganik umumnya mengandung asam mineral dalam jumlah tinggi sehingga kemasamannya juga tinggi, (3) Basa dan garam basa dalam air seperti NaOH2 dan Ca(OH)2 dan sebagainya. (iv) Hujan asam akibat emisi gas. pH air hujan ini dapat mencapai 2 atau 3 berada jauh dibawah pH air hujan normal yaitu sekitar pH 5,6 (Siradz, 2008) 2. Persyaratan Kimia a) Besi Air yang mengandung banyak besi akan berwarna kuning dan menyebabkan rasa logam besi dalam air, serta menimbulkan korosi pada bahan yang terbuat dari metal. b) Aluminium Batas maksimal yang terkandung didalam air menurut Peraturan Menteri Kesehatan No 82 / 2001 yaitu 0,2 mg/l. Air yang mengandung banyak aluminium menyebabkan rasa yang tidak enak apabila dikonsumsi. c) Sulfat Kandungan sulfat yang berlebihan dalam air dapat mengakibatkan kerak air yang keras pada alat merebus air (panci / ketel)selain mengakibatkan bau dan korosi pada pipa. Sering dihubungkan dengan penanganan dan pengolahan air bekas. d) Nitrat dan nitrit Pencemaran air dari nitrat dan nitrit bersumber dari tanah dan tanaman. Nitrat dapat terjadi baik dari NO2 atmosfer maupun dari pupuk-pupuk yang digunakan dan dari oksidasi NO2 oleh bakteri dari kelompok Nitrobacter. Jumlah Nitrat yang lebih besar dalam usus cenderung untuk berubah menjadi Nitrit yang dapat bereaksi langsung dengan hemoglobine dalam daerah membentuk methaemoglobine yang dapat menghalang perjalanan oksigen didalam tubuh. e) Zink atau Zn Batas maksimal Zink yang terkandung dalam air adalah 15 mg/l. penyimpangan terhadap standar kualitas ini menimbulkan rasa pahit, sepet, dan rasa mual. Dalam jumlah kecil, Zink merupakan unsur yang penting untuk metabolisme,</p> <p>karena kekurangan Zink dapat menyebabkan hambatan pada pertumbuhan anak (Depkes, 2002). f) COD (Chemical Oxygen Demand) COD menunjukkan jumlah oksigen total yang dibutuhkan untuk mengoksi dasi bahan secara kimiawi, baik yang dapat didegradasi secara biologis (biodegradable) maupun yang sukar didegradasi secara biologis (nonbiodegradable). Sedangkan BOD hanya menunjukkan jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh mikrobia aerob untuk mengoksidasi bahan organik menjadi karbondioksida dan air. Oleh karena itu nilai COD pada umumnya lebih tinggi daripada nilai BOD. Nilai COD dapat digunakan sebagai ukuran bagi pencemaran air oleh zat-zat organis yang secara alamiah dapat dioksidasikan melalui proses mikrobiologis dan mengakibatkan berkurangnya oksigen terlarut (DO) di dalam air (Nurdijanto, 2000). g) Oksigen Terlarutkan (Disolved Oksigen /DO) Oksigen dibutuhkan oleh hampir semua organisme untuk hidupnya. Pada kehidupan hewan, oksigen merupakan salah satu komponen utama di dalam proses metabolisme dan proses respirasi, namun kebutuhan akan oksigen pada setiap hewan bergantung pada jenis, stadia dan aktivitasnya. Oksigen terlarutkan di dalam air menunjukkan cadangan oksigen dalam air sungai tersebut. Oksigen dapat merupakan faktor pembatas dalam penentuan kehadiran makhluk hidup dalam air. Kadar oksigen terlarut dalam perairan alami biasanya kurang dari 10 mg/l. Oleh karena itu kadar oksigen terlarutkan dapat dijadikan ukuran untuk menentukan kualitas air. Penurunan kadar oksigen terlarut dalam perairan merupakan indikasi kuat adanya pencemaran terutama pencemaran bahan organik (Siradz, 2008). h) Persyaratan mikrobiologis Persyaratan mikrobiologis yangn harus dipenuhi oleh air adalah sebagai berikut. (1) Tidak mengandung bakteri patogen, missalnya: bakteri golongan coli; Salmonella typhi, Vibrio cholera dan lain-lain. Kuman-kuman ini mudah tersebar melalui air. (2) Tidak mengandung bakteri non patogen seperti: Actinomycetes, Phytoplankton colifprm, Cladocera dan lain-lain. (Sujudi,1995)</p> <p>D. Pencemaran Air Pencemaran adalah suatu penyimpangan dari keadaan normalnya. Jadi pencemaran air tanah adalah suatu keadaan air tersebut telah men...</p>