penatalaksanaan ketoasidosis diabetikum

of 16 /16
BAB II TINJAUAN PUSTAKA I. DIABETES MELITUS A. Definisi Menurut  American Diabetes Association (ADA) 2010, Dia bet es mel itus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yan g ter jadi kar ena kel ainan sekres i ins uli n, ker ja insulin ata u kedua- dua nya. 1 edangkan menur ut !"# 1$% 0 dikata kan bah &a dia bete s mel itus mer upa kan kump ulan problema anato mik dan kimia &i akiba t dari sejumlah 'aktor di mana didapat de'isiensi insulin absolut atau relati' dan gangguan 'ungsi insulin. 2 B. Kl as if ik asi Dia bet es me litu s diklas i'ik asikan me njad i dia bet es mel itus tipe 1 ya ng diseba bkan destruksi sel beta pankreas, umumny a menj urus ke de'is iensi insulin absolut. Diabetes melitus tipe 2 yang disebabkan resistensi insulin disertai de'isiensi insulin relati ' sampa i dominan, de'ek terjadi pada sekres i insul in atau resistens i insulin. Dan diabetes melitus tipe lainnya yang mungkin disebabkan karena de'ek genet ik 'ung si sel beta atau de'ek gentik pada insuli n, penyakit eksokrin pankrea s, in'eksi, atau kerusakan pankreas karena obat atau at kimia lain. 1 C. Ep idemiologi erbagai penelitian epidemiologi menunjukkan adanya ke*enderungan angka insidensi dan pre+alensi DM tipe 2 di berbagai penjuru dunia. !"# memprediksi adanya peningkatan jumlah penyandang diabetes yang *ukup besar dalam tahun- tah un me ndatang. !"# me mp red iksi kena ikan jum lah pe ny and ang DM di ndonesia dari %, juta pada tahun 2000 menjadi sekitar 21, juta pada tahun 200. erdasarkan data adan /usat tatistik (/) ndonesia tahun 200, diperkirakan  penduduk ndonesia yang berusia diatas 20 tahun sebanyak 1, ji&a dengan  pre+alensi DM sebesar 1, pada daerah urban dan ,2 pada daerah rural, maka diperkirakan pada tahun 200 terdapat %,2 juta penyandang DM di daerah urban dan , jut a di dae rah rur al. el anj utnya ber das ark an pol a per tambahan pen dud uk diperkirakan tahun 200 nanti akan ada 1$ juta penduduk yang berusia diatas 20 tahun maka diperkirakan terdapat 12 juta penyandang DM di derah urban dan %,1  juta di daerah rural. 1 D. Dia gn os is Dia gno sis DM dit ega kka n ata s das ar pemeri ksa an kad ar glukos a dar ah. Diagno sis tidak dapat ditegakka n atas dasar adany a gluko suria. 3una penentuan diagno sis DM, peme riksaan glukosa darah yang dianju rkan adalah pemer iksaan glukosa se*ara enimatik dengan bahan darah plasma +ena. /enggunaan bahan darah utuh (wholeblood ), +ena ataupun kapi ler tetap dapa t di perg unakan dengan memp erhatik an angka -angk a kriter ia diagn ostik yan g berb eda sesuai pemb akuan oleh !"#. edangkan untuk tujuan pemantauan hasil pengobatan dapat dilakukan dengan menggunakan pemeriksaan glukosa darah kapiler. 2 erb agai keluh an dapat ditemukan pada peny andang diabe tes. 4e*ur igaan adanya DM perlu dipikirkan apabila terdapat keluhan klasik DM5 %

Author: fii-nur

Post on 17-Feb-2018

220 views

Category:

Documents


0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 7/23/2019 Penatalaksanaan Ketoasidosis Diabetikum

    1/16

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    I. DIABETES MELITUS

    A. Definisi

    Menurut American Diabetes Association (ADA) 2010, Diabetes melitus

    merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia

    yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya.1

    edangkan menurut !"# 1$%0 dikatakan bah&a diabetes melitus merupakan

    kumpulan problema anatomik dan kimia&i akibat dari sejumlah 'aktor di mana

    didapat de'isiensi insulin absolut atau relati' dan gangguan 'ungsi insulin.2

    B. Klasifikasi

    Diabetes melitus diklasi'ikasikan menjadi diabetes melitus tipe 1 yangdisebabkan destruksi sel beta pankreas, umumnya menjurus ke de'isiensi insulin

    absolut. Diabetes melitus tipe 2 yang disebabkan resistensi insulin disertai de'isiensi

    insulin relati' sampai dominan, de'ek terjadi pada sekresi insulin atau resistensi

    insulin. Dan diabetes melitus tipe lainnya yang mungkin disebabkan karena de'ek

    genetik 'ungsi sel beta atau de'ek gentik pada insulin, penyakit eksokrin pankreas,

    in'eksi, atau kerusakan pankreas karena obat atau at kimia lain.1

    C. Epidemiologi

    erbagai penelitian epidemiologi menunjukkan adanya ke*enderungan angka

    insidensi dan pre+alensi DM tipe 2 di berbagai penjuru dunia. !"# memprediksi

    adanya peningkatan jumlah penyandang diabetes yang *ukup besar dalam tahun-

    tahun mendatang. !"# memprediksi kenaikan jumlah penyandang DM di

    ndonesia dari %, juta pada tahun 2000 menjadi sekitar 21, juta pada tahun 200.

    erdasarkan data adan /usat tatistik (/) ndonesia tahun 200, diperkirakan

    penduduk ndonesia yang berusia diatas 20 tahun sebanyak 1, ji&a dengan

    pre+alensi DM sebesar 1, pada daerah urban dan ,2 pada daerah rural, maka

    diperkirakan pada tahun 200 terdapat %,2 juta penyandang DM di daerah urban dan

    , juta di daerah rural. elanjutnya berdasarkan pola pertambahan penduduk

    diperkirakan tahun 200 nanti akan ada 1$ juta penduduk yang berusia diatas 20

    tahun maka diperkirakan terdapat 12 juta penyandang DM di derah urban dan %,1

    juta di daerah rural.1

    D. Diagnosis

    Diagnosis DM ditegakkan atas dasar pemeriksaan kadar glukosa darah.

    Diagnosis tidak dapat ditegakkan atas dasar adanya glukosuria. 3una penentuan

    diagnosis DM, pemeriksaan glukosa darah yang dianjurkan adalah pemeriksaan

    glukosa se*ara enimatik dengan bahan darah plasma +ena. /enggunaan bahan darah

    utuh (wholeblood), +ena ataupun kapiler tetap dapat dipergunakan dengan

    memperhatikan angka-angka kriteria diagnostik yang berbeda sesuai pembakuan

    oleh !"#. edangkan untuk tujuan pemantauan hasil pengobatan dapat dilakukan

    dengan menggunakan pemeriksaan glukosa darah kapiler.2

    erbagai keluhan dapat ditemukan pada penyandang diabetes. 4e*urigaan

    adanya DM perlu dipikirkan apabila terdapat keluhan klasik DM5

    %

  • 7/23/2019 Penatalaksanaan Ketoasidosis Diabetikum

    2/16

    1. 4eluhan klasik DM berupa 5 poliuria, polidipsia, poli'agia, dan penurunan berat

    badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya.

    2. 4eluhan lain dapat berupa 5 lemah badan, kesemutan, gatal, mata kabur dandis'ungsi ereksi pada pria, serta pruritus +ul+ae pada &anita.

    Diagnosis DM dapat ditegakkan melalui tiga *ara51

    1. 6ika keluhan klasik ditemukan, maka pemeriksaan glukosa plasma se&aktu 7200

    mg8d9 sudah *ukup untuk menegakkan diagnosis DM.

    2. /emeriksaan glukosa plasma puasa yang lebih mudah dilakukan, mudah diterima

    oleh pasien serta murah, sehingga pemeriksaan ini dianjurkan untuk diagnosis

    DM.

    . :es toleransi glukosa oral (::3#). Meskipun ::3# dengan beban g glukosa

    lebih sensiti' dan spesi'ik dibanding dengan pemeriksaan glukosa plasma puasa,

    namun memiliki keterbatasan tersendiri. ::3# sulit untuk dilakukan berulang-ulang dan dalam praktek sangat jarang dilakukan.

    4riteria diagnosis DM untuk de&asa tidak hamil, dapat dilihat pada tael !.

    Apabila hasil pemeriksaan tidak memenuhi kriteria normal atau DM, maka dapat

    digolongkan ke dalam kelompok toleransi glukosa terganggu (:3:) atau glukosa

    darah puasa terganggu (3D/:) tergantung dari hasil yang diperoleh.1

    1. Diagnosis :3: ditegakkan bila setelah pemeriksaan ::3# didapatkan glukosa

    plasma 2 jam setelah beban antara 10 ; 1$$ mg8d9 (.%-11.0 mmol89).

    2. Diagnosis 3D/: ditegakkan bila setelah pemeriksaan glukosa plasma puasa

    didapatkan antara 100 ; 12 mg8d9 (.< ;

  • 7/23/2019 Penatalaksanaan Ketoasidosis Diabetikum

    3/16

    Tael %.4adar glukosa darah se&aktu dan puasa sebagai patokan penyaring dan

    diagnosis DM1

    &. Penatalaksanaan

    :ujuan penatalaksanaan se*ara umum adalah meningkatnya kualitas hidup

    penyandang diabetes. edangkan tujuan se*ara khusus antara lain 52

    1. Jangka pendek5 hilangnya keluhan dan tanda DM, mempertahankan rasa nyaman

    dan ter*apainya target pengendalian glukosa darah.

    2. Jangka panjang5 men*egah dan terhambatnya progresi+itas penyulit

    mikroangiopati, makroangiopati dan neuropati.

    . :ujuan akhir pengelolaan adalah turunnya morbiditas dan mortalitas DM.

    =ntuk men*apai tujuan tersebut perlu dilakukan pengendalian glukosa darah,

    tekanan darah, berat badan dan pro'il lipid, melalui pengelolaan pasien se*ara

    holistik dengan mengajarkan pera&atan mandiri dan perubahan perilaku. /erkeni

    2011 mengajukan pilar tatalaksana DM diantaranya 51

    '. Ed$kasiDiabetes tipe 2 umumnya terjadi pada saat pola gaya hidup dan perilaku

    telah terbentuk dengan mapan. /ermberdayaan penyandang diabetes memerlukan

    partisipasi akti' pasien, keluarga dan masyarakat. :im kesehatan mendampingi

    pasien dan keluarga dalam menuju perubahan perilaku. asaran edukasi adalah

    meliputi pemantauan glukosa mandiri, tanda dan gejala hipoglikemia serta *ara

    mengatasinya, dan melatih gaya hidup sehat untuk men*egah komplikasi.2,

    !. Te"api (i)i Medis

    :erapi gii merupakan komponen utama keberhasilan penatalaksanaan

    diabetes. /eren*anaan makan hendaknya dengan kandungan at gii yang *ukup

    dan disertai pengurangan total lemak terutama lemak jenuh. /engetahuan porsimakanan sedemikian rupa sehingga asupan at gii tersebar sepanjang hari.

    /rinsip peren*anaan makan bagi penyandang DM adalah kebutuhan kalori

    disesuaikan untuk men*apai dan mempertahankan ideal, dengan komposisi

    energi 5 karbohidrat5 -

  • 7/23/2019 Penatalaksanaan Ketoasidosis Diabetikum

    4/16

    Stat$s gi)i Ke",a santai Sedang Be"at

    erat 2 0

    >ormal 0 04urus 0 0-0

    /erhitungan ideal dengan rumus Broccayang dimodi'ikasi adalah

    sebagai berikut5

    BB ideal? $0 @ (: dalam *m - 100) @ 1 kg

    agi pria dengan tinggi badan diba&ah 1

  • 7/23/2019 Penatalaksanaan Ketoasidosis Diabetikum

    5/16

    dalam kisaran yang normal. 4adar gula darah yang benar-benar normal sulit

    untuk dipertahankan, tetapi semakin mendekati kisaran yang normal, maka

    kemungkinan terjadinya komplikasi sementara maupun jangka panjang semakinberkurang.

    a) #bat "ipoglikemik #ral (#"#)

    :erapi 'armakologis DM dengan menggunakan #"# diindikasikan

    pada pasien diabetes kurang dari tahun, memerlukan insulin dengan dosis

    kurang dari 0 unit sehari, DM tipe 2 dengan berat badan normal atau lebih.2

    Tael . #bat "ipoglikemik #ral

    (olongan Ca"a Ke",a Efek Samping Conto-

    ul'onilurea Meningkatkan sekresi

    insulin oleh sel beta

    pankreas

    naik,

    hipoglikemia

    4lorpropamid,

    3libenklamid,

    3liklasid,

    3likuidon,

    3lipisid

    3limepirid

    3linid Meningkatkan sekresi

    insulin 'ase pertama

    naik Bepaglinid,

    nateglinid

    iguanid Mengurangi hepatic

    glucose output

    Diare Met'ormin

    3litaon Memperbaiki transpor

    glukosa kedalam sel

    3angguan 'aal

    hati, edema

    /ioglitaon

    nhibitor al'a

    3lukosidase

    Menurunkan

    penyerapan glukosa di

    usus

    latulens, tinja

    lembek

    A*arbose

    D// F

    inhibitor

    Merangsang sekresi

    insulin dan

    menghambat sekresi

    glukagon

    n*ren:M

    Tael /.Dosis #bat "ipoglikemik #ral

    0at Dosis A1al

    2mg3

    Dosis 0ptimal

    2mg3

    Peme"ian

    S$lfonil$"ea 243

    3libenklamid

    3likasid

    3likuidon

    3lipisid

    3limepirid ()

    2.

    %0

    0

    1

    1

    20

    120

    20

    H 200-200% memperlihatkan kurang

    lebih

  • 7/23/2019 Penatalaksanaan Ketoasidosis Diabetikum

    9/16

    adrenal (sindrom Eushing, aldosteronisme primer dan 'eokromositoma). elain itu,

    klinisi juga perlu memperkirakan penyebab sekunder lainnya seperti *oar*tatio aorta,

    hipertensi karena kehamilan, sindrom obstru*ti+e sleep apnea, hipertensi akibat obat-obatan, alkohol, kokain.%

    E. Mana,emen

    #bat anti hipertensi yang ideal diharapkan adalah yang dapat mengontrol

    tekanan darah, tidak mengganggu terhadap metabolisme baik glukosa maupun lipid,

    bahkan lebih menguntungkan, Dapat berperan sebagi renoprotekti', serta dapat

    menuntungkan se*ara maksimal adalah respon terhadap kematian akibat

    kardio+askuler.

    :arget tekanan darah yang diharapkan ter*apai pada penderita tekanan darah

    yang direkomendasikan oleh ADA adalah seperti pada bagan diba&ah ini 5

    Tael ''. asaran :erapi pada /enderita "ipertensi dengan Diabetes

  • 7/23/2019 Penatalaksanaan Ketoasidosis Diabetikum

    10/16

    A. Definisi

    4etoasidosis diabetik (4AD) adalah keadaan dekompensasi keka*auan

    metabolik yang ditandai oleh trias hiperglikemia, asidosis, dan ketosis, terutamadisebabkan oleh de'isiensi insulin absolut atau relati'. 4AD dan "" adalah 2

    komplikasi akut metabolik diabetes mellitus yang paling serius dan mengan*am

    nya&a. 4edua keadaan tersebut dapat terjadi pada Diabetes Mellitus (DM) tipe 1 dan

    2, meskipun 4AD lebih sering dijumpai pada DM tipe 1.

    B. Epidemiologi

    Data komunitas di Amerika erikat, Bo*hester, menunjukkan bah&a insiden

    4AD sebesar %81000 pasien DM per tahun untuk semua kelompok umur, sedangkan

    untuk kelompok umur kurang dari 0 tahun sebesar 1,81000 pasien DM per tahun.

    4AD dilaporkan bertanggung ja&ab untuk lebih dari 100.000 pasien yang dira&at

    per tahun di Amerika erikat. !alaupun data komunitas di ndonesia belum ada,insiden 4AD di ndonesia tidak sebanyak di negara barat, mengingat pre+alensi DM

    tipe 1 yang rendah. 9aporan insiden 4AD di ndonesia umumnya berasal dari data

    rumah sakit dan terutama pada pasien DM tipe 2.

    Angka kematian pasien dengan 4AD di negara maju kurang dari ,

    beberapa sumber lain menyebutkan - 10, 2 - 10. edangkan di klinik dengan

    sarana sederhana dan pasien usia lanjut, angka kematian dapat men*apai 2 - 0.

    Angka kematian menjadi lebih tinggi pada beberapa keadaan yang menyertai 4AD,

    seperti sepsis, syok berat, in'ark miokard akut yang luas, pasien usia lanjut, kadar

    glukosa darah a&al yang tinggi, uremia dan kadar keasaman darah yang rendah.

    C. &akto" Pen6et$s

    :erdapat sekitar 20 pasien 4AD yang baru diketahui menderita DM untuk

    pertama kalinya. /ada pasien 4AD yang sudah diketahui DM sebelumnya, %0

    dapat dikenali adanya 'aktor pen*etus, sementara 20 lainnya tidak diketahui 'aktor

    pen*etusnya. aktor pen*etus tersering dari 4AD adalah in'eksi, dan diperkirakan

    sebagai pen*etus lebih dari 0 kasus 4AD.

    Tael ';.aktor /en*etus 4AD

    D. Patofisiologi

    /ada saat terjadi de'isiensi insulin, peningkatan le+el glukagon, katekolamin

    dan kortisol akan menstimulasi produksi glukosa hepatik melalui mekanisme

    peningkatan glikogenolisis dan glukoneogenesis. "iperkortisolemia akan

    menyebabkan peningkatan proteolisis, sehingga menyediakan prekursor asam amino

    yang dibutuhkan untuk glukoneogenesis. nsulin rendah dan konsentrasi katekolamin

    1

  • 7/23/2019 Penatalaksanaan Ketoasidosis Diabetikum

    11/16

    yang tinggi akan menurunkan uptake glukosa oleh jaringan peri'er. "iperglikemia

    akan menyebabkan glikosuria, diuresis osmotik dan dehidrasi, yang akan

    menyebabkan penurunan per'usi ginjal. /ada 4AD, kadar insulin rendah yangdikombinasikan dengan peningkatan kadar katekolamin, kortisol dan hormon

    pertumbuhan akan mengakti+asi lipase sensiti' hormon, kemudian menyebabkan

    peme*ahan trigliserida dan pelepasan asam lemak bebas. Asam lemak bebas ini akan

    diubah oleh hati menjadi badan-badan keton yang bersi'at asam dilepaskan ke dalam

    sirkulasi.

  • 7/23/2019 Penatalaksanaan Ketoasidosis Diabetikum

    12/16

    erdasarkan konsensus ADA pada tahun 200$, berikut ini beberapa hal yang harus

    diperhatikan pada penatalaksanaan 4AD.

    Bagan './rotokol penatalaksanaan 4AD dan ""

    a. :erapi Eairan

    /rioritas utama pada penatalaksanaan 4AD adalah terapi *airan. :erapi

    insulin hanya e'ekti' jika *airan diberikan pada tahap a&al terapi dan hanya dengan

    terapi *airan saja akan membuat kadar gula darah menjadi lebih rendah. Hmpat jam

    pertama, lebih dari %0 penurunan kadar gula darah disebabkan oleh rehidrasi.

    #leh karena itu, hal penting pertama yang harus dipahami adalah penentuan di'isit

    *airan yang terjadi. #leh karena itu, hal penting pertama yang harus dipahami adalah

    penentuan di'isit *airan yang terjadi.

    erdasarkan rekomendasi ADA 200$, resusitasi *airan hendaknya dilakukan

    se*ara agresi' berdasarkan status hidrasi se*ara klinis. nisial rehidrasi yangdirekomendasikan ADA 200$ adalah menggunakan >aEl 0,$ 1-20 ml84g

    dalam satu jam pertama. umber lain memberikan petunjuk praktis pemberian

    *airan, 1 liter pada jam pertama, 1 liter dalam 1 jam berikutnya, kemudian 1 liter

    setiap jam sampai pasien terehidrasi.umber lain menyarankan, 1 - 1, lt pada

    jam pertama, selanjutnya 20 - 00 ml8jam pada jam berikutnya.

    4oreksi serum >a dapat dilakukan menggunakan *airan >aEl 0, atau

    >aEl 0,$ berdasarkan kadar >a serum. :erdapat beberapa kontro+ersi tentang jenis

    *airan yang dipergunakan. :idak ada uji klinik yang membuktikan kelebihan

    pemakaian salah satu jenis *airan. 4ebanyakan ahli menyarankan pemakaian *airan

    'isiologis (>aEl 0,$) sebagai terapi a&al untuk resusitasi *airan.

  • 7/23/2019 Penatalaksanaan Ketoasidosis Diabetikum

    13/16

    b. :erapi nsulin

    erdasarkan rekomendasi ADA 200$, terapi insulin harus segera dimulai

    sesaat setelah diagnosis 4AD dan rehidrasi yang memadai. umber lainmenyebutkan pemberian insulin dimulai setelah diagnosis 4AD ditegakkan dan

    pemberian *airan telah dimulai. /enggunaan insulin umumnya se*ara bolus

    intra+ena, intramuskular, ataupun subkutan akan tetapi ADA lebih

    merekomendasikan insulin drip intra+ena dosis rendah pada 4AD derajat sedang dan

    berat.

    6ika tidak terdapat hipokalemia, dapat diberikan insulin regular 0,1 u8kg

    bolus, diikuti dengan in'us kontinyu 0,1 u8kg8jam ( - u8jam) atau dengan

    insulin reguler 0,1 u8kg drip. 6ika kadar kalium C , mHI8l, maka harus

    dikoreksi dahulu untuk men*egah perburukan hipokalemia yang akan dapat

    mengakibatkan aritmia jantung. 6ika kadar kalium 7 ,2 mHI8l, maka harus dikoreksidahulu untuk men*egah perburukan hipokalemia yang akan dapat mengakibatkan

    aritmia jantung.

    6ika gula darah tidak menurun sedikitnya 10 dari nilai a&al pada jam

    pertama, periksa status hidrasi pasien. 6ika status hidrasi men*ukupi, dapat diberikan

    insulin reguler 0,1 u8kg bolus F kemudian e+aluasi ulang. 4etika kadar gula

    darah men*apai 200 mg8dl, turunkan in'us insulin menjadi 0,02 - 0,0 u8kg8jam,

    dan tambahkan in'us [email protected] - 10. etelah itu ke*epatan pemberian insulin atau

    konsentrasi [email protected] harus disesuaikan untuk memelihara nilai glukosa sampai

    keadaan asidosis membaik.

    *. ikarbonat

    /emakaian bikarbonat pada 4AD masih kontro+ersial.atrium bikarbonat tidak

    diperlukan jika p" 7

  • 7/23/2019 Penatalaksanaan Ketoasidosis Diabetikum

    14/16

    dikerjakan kepada setiap pasien, khususnya mereka dengan risiko kardio+askular.

    :erdapat berma*am pendapat tentang 'rekuensi pemeriksaan pada beberapa

    parameter yang ada. ADA merekomendasikan pemeriksaan glukosa, elektrolit, =>,kreatinin, osmolalitas dan derajat keasaman +ena tiap 2 - jam sampai keadaan

    stabil ter*apai. umber lain menyebutkan pemeriksaan gula darah tiap 1 - 2 jam.

  • 7/23/2019 Penatalaksanaan Ketoasidosis Diabetikum

    15/16

    Didapatkan 'rekuensi na'as a, El, 4

    /asien didiagnosis dengan 4etoasidosis Diabetik (4AD) atas dasar temuan se*ara

    klinis, karena kriteria diagnosis 4AD belum sepenuhnya terpenuhi diantaranya adalah

    ditemukan benda keton dalam urin ataupun serum penderita disebabkan keterbatasan

    sarana diagnostik penunjang yang ada di Bumah akit. /enatalaksanaan pada pasien iniyaitu diberikan terapi *airan untuk rehidrasi segera dengan >aEl 0,$ tetesan *epat atau

    2 liter dalam 2 jam pertama, dan terapi insulin no+orapid unit sebanyak kali dalam 1

    jam pertama (dengan asumsi berat badan pasien kurang lebih 0 4g dan gula darah

    se&aktu sebesar 2). Menimbang kausa 4AD yang sebagian besar di*etuskan oleh

    in'eksi maka pasien ini diberikan injeksi antibiotik spektrum luas dengan Ee'[email protected] 2

    gram dalam 2 jam.

    H+aluasi selanjutnya adalah dengan koreksi elektrolit yang mungkin terjadi akibat

    rehidrasi *airan. Hdukasi yang diberikan kepada keluarga adalah menerangkan bah&a

    ketoasidosis diabetik merupakan salah satu kega&atan yang membutuhkan pera&atan

    intensi' dan umumnya memiliki prognosis yang buruk. /asien harus mendapatkanpenanganan segera untuk men*egah terjadinya kemungkinan terburuk.

    DA&TA: PUSTAKA

    1. /erkeni. 4onsensus /engelolaan dan /en*egahan Diabetes Melitus :ipe 2 di

    ndonesia. 6akarta 5 /erkumpulan Hndokrinologi ndonesia. 2011

    2. /ramono 9A, etiati , oe&ondo /. Manajemen :erapi #"# dan nsulin pada

    pasien Diabetes Melitus. 6akarta 5 / /A/D. 200

    . Andry ". :erapi 3ii dan Diet Bumah akit. 6akarta 5 H3E. 200%. "al. 10-2

    . oe&ondo /. 4etoasidosis Diabetik. n5 udoyo A!, etiyohadi , Al&i ,

    imadibrata M, etiati , editors. uku ajar lmu /enyakit Dalam. th ed. 6akarta5

    /usat /enerbitan Departemen lmu /enyakit Dalam 4=. 200

  • 7/23/2019 Penatalaksanaan Ketoasidosis Diabetikum

    16/16

    . !ira 3, De&a 3ede. /enatalaksanaan 4etoasidosis Diabetik (4AD). 6urnal /enyakit

    Dalam 2010J Fol. 11 >o. 2. "al 12