pemimpin henakahu di pulau nusa laut dan kapitan … · 2018. 9. 25. · pemimpin daerah tersebut...

21
HIKAYAT PATTIYAWAELLO PEMIMPIN HENAKAHU DI PULAU NUSA LAUT DAN KAPITAN MATAHAA Kantor Bahasa Maluku Ditulis Oleh Erwin Bravor Pattikayhatuw

Upload: others

Post on 01-Nov-2020

4 views

Category:

Documents


0 download

TRANSCRIPT

Page 1: PEMIMPIN HENAKAHU DI PULAU NUSA LAUT DAN KAPITAN … · 2018. 9. 25. · Pemimpin daerah tersebut adalah seorang laki-laki yang cakap dalam ilmu perang dan gagah bernama Latumutihu

HIKAYAT PATTIYAWAELLOPEMIMPIN HENAKAHU DI PULAU NUSA LAUT

DAN KAPITAN MATAHAA

Kantor Bahasa Maluku

Ditulis OlehErwin Bravor Pattikayhatuw

Page 2: PEMIMPIN HENAKAHU DI PULAU NUSA LAUT DAN KAPITAN … · 2018. 9. 25. · Pemimpin daerah tersebut adalah seorang laki-laki yang cakap dalam ilmu perang dan gagah bernama Latumutihu

HIKAYAT PATTIYAWAELLO

PEMIMPIN HENAKAHU DI PULAU NUSA LAUT DAN KAPITAN MATAHAA

Cerita Rakyat dari Maluku

Ditulis oleh Erwin Bravor Pattikayhatu

KANTOR BAHASA MALUKUBADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN BAHASA

HIKAYAT PATTIYAWAELLOPemimpin Henakahu di Pulau Nusa Laut dan

Kapitan Raksasa Matahaa

Penulis : Erwin Bravor PattikayhatuPenyunting : Adi Syaiful MukhtarIlustrator : Aridal Penata letak : Aridal

Diterbitkan pada tahun 2017 olehKantor Bahasa MalukuBadan Pengembangan dan Pembinaan BahasaJalan Mutiara, Nomor 3AMardika, Ambon

Hak Cipta Dilindungi Undang-UndangIsi buku ini, baik sebagian maupun seluruhnya, dilarang diperbanyak dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari penerbit, kecuali dalam hal pengutipan untuk keperluan artikel atau karangan ilmiah.

Katalog dalam Terbitan

Bravor Pattikayhatu, Erwin

Hikayat Pattiyawaello, Pemimpin Henakahu di Pulau Nusa Laut dan Kapitan Raksasa Matahaa/Erwin B. Pattikayhatu; Penyunt-ing/Adi Syaiful Mukhtar; Ambon: Kantor Bahasa Maluku, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

v 35 hlm; 21 cm

ISBN 978-602-50294-4-8

1. KESUSASTRAAN RAKYAT2. CERITA RAKYAT MALUKU

i ii

Page 3: PEMIMPIN HENAKAHU DI PULAU NUSA LAUT DAN KAPITAN … · 2018. 9. 25. · Pemimpin daerah tersebut adalah seorang laki-laki yang cakap dalam ilmu perang dan gagah bernama Latumutihu

KATA PENGANTARBadan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPPB), Kemen-terian Pendidikan dan Kebudayaan mengoptimalkan Gerakan Literasi Nasional melalui penerbitan dan penyebarluasan cerita rakyat. Cerita rakyat ini memiliki nilai moral, toleransi, sejarah, kepahlawanan, sosial, budaya, dan nilai-nilai positif lainnya yang bersumber dari kearifan lokal masyarakat Indonesia. “Hikayat Pattaiyawaello: Pemimpin Henakahu di Nusalaut dan Kapitan Raksasa Matahaa” merupakan cerita rakyat yang populer pada masyarakat Pulau Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Isi cerita mengenai kepemimpinan, kewibawaan, dan kepercayaan. Nilai-nilai itu merupakan satu-kesatuan nilai yang penting dan utama bagi penumbuhan dan pengembangan budi pekerti, terutama bagi pembaca berusia muda. Pada kesempatan ini, Kantor Bahasa Maluku mengucapkan terima kasih kepada penulis dan berbagai pihak yang telah berupaya menyusun ulang dan menerbitkan cerita rakyat ini. Semoga cerita rakyat ini dapat memberi manfaat bagi para pembaca.

Ambon, 8 Juni 2017

Dr. Asrif, M. Hum.Kepala Kantor Bahasa Maluku

SEKAPUR SIRIH

“Hikayat Pattiyawaello Pemimpin Henakahu di Pulau Nusalaut dan Kapitan Raksasa Matahaa”, adalah salah satu cerita rakyat di daerah Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah. Cerita ini menggambarkan sosok pe-mimpin yang selanjutnya disebut sebagai “Primus Inter Pares”, atau seorang pemimpin yang mendapat kepercayaan penuh dan berwibawa. Dari cerita ini, dapat ditanamkan budi pekerti seorang Pemimpin yang bijaksana, dan selalu memperhatikan kesejahteraan rakyatnya.

Adapun sasaran dari cerita rakyat ini ditujukan kepada usia siswa sekolah dasar. Melalui kebiasaan membaca, maka kapasitas berbahasa Indonesia, ser-ta penanaman nilai-nilai budi pekerti yang baik akan terwujud sejak dini. Upaya ini perlu didukung oleh masyarakat luas dengan cara melakukan literasi ter-hadap manuskrip kuno, pantun, dongeng, dan sebagainya.

Sejalan dengan ditetapkannya naskah ini dalam Sayembara Penulisan Cerita Rakyat Maluku Tahun 2017 sebagai salah satu yang terbaik, maka penulis menyampaikan penghargaan yang Tinggi kepada Kantor Bahasa Maluku, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa atas terselenggaranya keg-iatan ini. Tak lupa pula disampaikan terima kasih kepada Prof Jhon Pattikay-hatu, selanjutnya istri dan anak-anak penulis, atas waktu luangnya dalam berdiskusi serta motivasi yang diberikan. Secara khusus kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat, nikmat, dan kekuatan, saat penulisan ini berlangsung.

Akhir kata, semoga naskah ini dapat bermakna dalam meningkatkan dan me-nyiapkan bahan bacaan dan sastra untuk peserta didik di tingkat sekolah dasar. Salah satu kalimat inspiratif yang dikutip dari Kids Reading Journal (2009) “Buku, bagi seorang anak yang membaca, lebih dari sekedar buku. Tetapi ia merupakan impian sekaligus pengetahuan dan masa depan, sekal-igus masa silam.” (Esther Meynell)

iii iv

Page 4: PEMIMPIN HENAKAHU DI PULAU NUSA LAUT DAN KAPITAN … · 2018. 9. 25. · Pemimpin daerah tersebut adalah seorang laki-laki yang cakap dalam ilmu perang dan gagah bernama Latumutihu

1. Perjalanan Pattiyawaello

Pada zaman dahulu kala ada seorang raja bernama Pattiyawael-

lo. Ia adalah seorang pemimpin terkemuka dari suku Siwasi. Suku

bangsa ini berasal dari Alifuru Nunusaku golongan Patasiwa di

Seram Barat. Suatu ketika, ia memanggil para kapitan untuk ber-

kumpul dengan meniup kulit kerang dan tifa. Setelah itu, mereka

melakukan rapat.

“Para kapitan dan anak buah, negeri yang kita tempati saat ini

memang sudah sangat baik untuk ditinggali. Namun, saya ingin kita

menyeberang ke pulau seberang”, kata Pattiyawaello.

“Tetapi bagaimana caranya kita ke sana, Patti-

yawaello?” tanya para kapitan dengan bersemangat.

Sambil menggambar di tanah, Pattiyawaello ber-

kata, “Begini, kita tinggal di hulu Sungai Tala

sejak kecil. Kita susuri sungai ini menuju

muaranya dengan menggunakan rakit.

Bagaimana menurut kalian?”

“Setuju Pattiyawaello.” jawab para

kapitan.

“Tetapi arus Sungai Tala ini sangat

deras. Kita membutuhkan rakit yang

kuat.” tambah para kapitan.

“Betul. Mulai besok, pergilah untuk

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ………………………………… iii

Sekapur Sirih ……………………………… . . . iv

Daftar isi ………………………………………… v

1. Perjalanan Pattiyawaello ………………………… . . 1

2. Henakahu …………………………………………. 5

3. Negeri Amauna dan Raja Latumutihu …………… 7

4. Kapitan Matahaha …………………………. 12

5. Kapitan Lolohu Warlau melawan Kapitan Matahaa . . . 20

6. Kabar Kemenangan ……………………….. . . . 29

Biodata Penulis ………………………………… 32

Biodata Penyunting ………………………………… 34

Biodata Ilustrator ………………………………….. 35

v 1

Page 5: PEMIMPIN HENAKAHU DI PULAU NUSA LAUT DAN KAPITAN … · 2018. 9. 25. · Pemimpin daerah tersebut adalah seorang laki-laki yang cakap dalam ilmu perang dan gagah bernama Latumutihu

memotong pelepah sagu (gaba-gaba). Pilih yang sudah tua dan

kering. Ikat berlapis-lapis, lalu taruh di dalam sungai!” perintah Pat-

tiyawaello.

Keesokan harinya para kapitan dan anak buahnya me-

nyusuri hutan sagu. Mereka memilih pelapah Pohon

Sagu yang terbaik. Setelah disusun membentuk be-

berapa rakit. Kemudian mereka letakkan di sungai.

Kemudian para kapitan memanggil pemimpin

mereka. “Pattiyawaello, mari datang ke sungai.

Beberapa rakit sudah dibuat. Coba periksa

yang mana yang bagus tuan?” tanya para

kapitan.

Pattiyawaello ke-

mudian mendatangi sungai. Ia memeriksa dan memilih beberapa

rakit yang bagus dan kuat. Lalu, ia pun menjelaskan sembari memer-

intah, “Angkat rakit-rakit yang sudah dipilih, lalu taruh di tepi sun-

gai. Cari batang-batang bambu yang kuat sebagai tongkat. Batang

bambu ini dipakai untuk mendorong dan mengarahkan rakit supaya

jangan kandas. Kemudian potong juga daun kelapa, lalu letakkan di

atas rakit. Jika sudah tiba di muara sungai, letakkan daun kelapa

sebagai layar.”

Mulai saat itu, mereka mencari persediaan makanan dan

minuman. Kemudian menyimpannya di dalam tiap rakit atas

perintah Pattiyawaello

Setelah seluruh persiapan telah siap,

Pattiyawaello membuat upacara adat

2 3

Page 6: PEMIMPIN HENAKAHU DI PULAU NUSA LAUT DAN KAPITAN … · 2018. 9. 25. · Pemimpin daerah tersebut adalah seorang laki-laki yang cakap dalam ilmu perang dan gagah bernama Latumutihu

untuk meminta izin pada roh-roh nenek moyangnya. Bersama den-

gan saudaranya, para Kapitan, dan pengikutnya mereka menyusuri

Sungai Tala hingga sampai ke muara. Sesampainya di tepi laut, Pat-

tiyawaello berkata, “Para kapitan dan pengikut, kita akan menuju ke

arah selatan”.

Salah satu saudaranya kemudian menjawab, “Pattiyawaello,

saya tidak ikut ke arah selatan, tapi ke arah utara”.

Pattiyawaello menjawab, “Baiklah Saudaraku, hati-hatilah dalam

perjalanan.” Saudara dari Pattiyawaello ini kemudian menuju ke pu-

lau yang sekarang dinamakan Pulau Haruku dan bermukim di Neg-

eri Matasiri Amalatu atau sekarang dikenal dengan nama Negeri

Pelauw.

Setelah berpisah dengan saudaranya, maka Pattiyawaello dan

rombongannya menuju ke arah selatan. Rakit mereka terus ber-

layar melewati gelombang laut yang ganas oleh ombaknya. Selu-

ruh kapitan dan anak buahnya sangat taat, percaya, dan kagum

akan kepemimpinan Pattiyawaello. Setiap kali datang ombak tinggi

dan bergulung-gulung ingin memecahkan rakit, Pattiyawaello selalu

memberikan aba-aba dan arahan untuk melaluinya. Berhari-hari

mereka berlayar mengarungi laut. Dalam keadaan tertidur karena

sangat lelah, rakit mereka terkandas di tepi batu di Pantai Polotou.

Pantai ini berada di negeri yang saat ini dinamakan Titawaai di Pulau

Nusalaut. Hingga saat ini, Pattiyawaello dikenal sebagai Pattikay-

hatu.

2. Henakahu

Ketika terbangun, Pattiyawaello memerintahkan para kapi-

tan dan rombongan untuk turun. Kata Pattiyawaello, “Rakit

kita sudah kandas. Pulau ini terlihat sangat bagus. Para kapi-

tan, turunlah sambil membawa parang dan perlengkapan per-

ang. Periksalah daerah sekitar kita. Jangan sampai ada yang

ingin menyerang kita.”

Para Kapitan pun turun dengan menggunakan perlengka-

pan perang dan memeriksa daerah itu. Mereka merintis jalan

ke arah bukit. Terlihat jejak beberapa kaki, tetapi kemudian

menghilang di rimbunan ilalang. Setelah sejenak memeriksa dan

merintis jalan, mereka kembali dan melaporkan kepada pemim-

pinnya. Mereka pun berkata, “Pattiyawaello, daerah ini sangat

bagus. Ada beberapa orang yang kita jumpai. Namun, mereka

melarikan diri melihat kita.”

“Baiklah kalau begitu.” jawab Pattiyawaello.

“Sekarang, hancurkan rakit kita dan sembunyikan bekas-

bekasnya. Kita akan menuju ke puncak gunung. Bawa seluruh

rombongan ini dan perbekalan kita. Saya akan memimpin di de-

pan. Hati-hati terhadap serangan musuh dari samping dan be-

lakang kita.”

Pattiyawaello kemudian memimpin perjalanan menuju puncak

gunung. Di sepanjang perjalanan mereka menjumpai beberapa

orang. Namun, beberapa orang tersebut membiarkan rombon-

4 5

Page 7: PEMIMPIN HENAKAHU DI PULAU NUSA LAUT DAN KAPITAN … · 2018. 9. 25. · Pemimpin daerah tersebut adalah seorang laki-laki yang cakap dalam ilmu perang dan gagah bernama Latumutihu

gan ini melewatinya dengan aman karena melihat Pattiyawaello

dan rombongannnya yang terlihat gagah berani sebagaimana

ciri Alifuru Seram. Tak membutuhkan waktu lama, Rombongan

ini tiba di puncak Gunung Rusisina.

Pattiyawaello mengumpulkan para kapitan dan rombongan-

nya, kemudian berkata, “Para Kapitan dan rombongan. Tempat

ini sangat cocok untuk kita tempati. Lihat, tanahnya merah

dan subur seperti tempat asal kita di muara Sungai Tala. Lo-

kasinya sangat aman terhadap ancaman musuh karena ter-

lindungi oleh pagar batu karang yang mengelilingi tempat ini.

Saya akan menamakan tempat ini sesuai dengan nama tempat

tinggal kita dulu. Tempat ini saya namakan Henakahu. Apakah

kalian semua setuju?”

“Setuju……!!!” jawab para Kapitan dan rombongan.

“Baiklah kalau begitu. Buat pemukiman dan tanamlah po-

hon-pohon cengkih seperti di daerah asal kita dulu. Selain itu,

senantiasa waspada terhadap serangan musuh. Jika ada ses-

uatu yang mencurigakan, laporkan ke saya.” kata Pattiyawaello.

Kemudian para kapitan dan anak buah Pattiyawaello mendiri-

kan rumah dan mempunyai keturunan sehingga membentuk

satu kesatuan kerabat yang utuh.

3. Negeri Amauna dan Raja Latumutihu

Suatu ketika, para kapitan datang menghadap pemimpinnya

untuk melaporkan sesuatu. Mereka berkata, “Pattiyawaello, kami

telah melihat beberapa rakit yang telah mendarat di tepi pantai.

“Lalu, bagaimana dengan sikap mereka?” tanya Pattiyawaello.

“Mereka terkejut melihat kita. Sikap mereka tidak bermusu-

han. Mereka meminta izin untuk tinggal bersama dengan kita.

Bagaimana sikap kita Pattiyawaello? Apakah kita harus memer-

angi mereka?” tanya para kapitan.

6 7

Page 8: PEMIMPIN HENAKAHU DI PULAU NUSA LAUT DAN KAPITAN … · 2018. 9. 25. · Pemimpin daerah tersebut adalah seorang laki-laki yang cakap dalam ilmu perang dan gagah bernama Latumutihu

“Tunggu sebentar” jawab Pattiyawaello.

“Kita semua akan turun melihat mereka. Siapkan perleng-

kapan perang. Bila mereka tidak bersahabat, maka bersiaplah

untuk berperang dengan mereka. Bila mereka ingin bersahabat,

maka kita akan mengizinkan mereka tinggal di daerah yang le-

taknya tidak beraturan.” Lanjut Pattiyawaello.

Selanjutnya Pattiyawaello menjelaskan kepada para kapitan-

nya, “Saudara-saudaraku para kapitan. Saya ingin membentuk

negeri yang lebih besar. Semakin banyak orang yang berada di

kekuasaan kita, maka negeri kita akan semakin kuat. Oleh karena

itu, mari kita turun dan berhadapan dengan mereka”.

Pattiyawaello dan para kapitannya yang gagah berani turun

dan menjumpai para pendatang. Melihat sikap Pattiyawaello dan

para kapitannya yang gagah berani, para pendatang menjadi

gentar. Mereka kemudian meminta izin untuk tinggal bersama

Pattiyawaello dan memakan sirih pinang sebagai lambang perda-

maian.

Pattiyawaello kemudian berkata, “Baiklah karena maksud ka-

lian ingin tinggal di daerah saya dengan cara yang baik-baik, maka

kalian boleh tinggal dan berdampingan dengan kami. Namun, ka-

lian hanya boleh tinggal di daerah yang saya tunjuk.”

Pattiyawaello kemudian memerintahkan para kapitannya un-

tuk membawa mereka ke daerah baru yang disebut Amanohutail.

Kedua kelompok yang hidup di Henakahu maupun Amanohutail

hidup dengan rukun satu dengan yang lain.

Pada satu ketika, Pattiyawello sedang berjalan-jalan dan

memeriksa daerah kekuasaanya. Ia kemudian memandang ke

Henakahu dan daerah Amanohutail. Tersirat dalam ingatan-

nya untuk membentuk negeri yang kuat. Ia kemudian menyuruh

para kapitannya untuk memanggil pemimpin di daerah tersebut.

Pemimpin daerah tersebut adalah seorang laki-laki yang cakap

dalam ilmu perang dan gagah bernama Latumutihu. Melihat keg-

agahan lelaki itu, maka Pattiyawaello kemudian menikahkan anak

perempuannya dengan lelaki gagah tersebut.

Pattiyawaello banyak bertukar pikiran dengan menantunya,

baik secara ekonomi, siasat perang, atau pun lainnya. Salah sa-

tunya adalah keinginannya untuk menyatukan Henakahu dan

Amanohutail.

“Latumutihu, kamu sekarang adalah anak saya. Alangkah bai-

knya kita menyatukan Henakahu dan Amanohutail.” Kata Patti-

yawaello.

“Kalau itu baik, maka lakukanlah menurut kehendak Ayahan-

da.” Jawab Latumutihu.

Pattiyawaello pun berikrar, “Ya, saya akan menamakan gabun-

gan antara Henakahu dan Amanohutail dengan sebutan Amau-

na. Selanjutnya biarlah engkau memerintah negeri baru itu seb-

agai raja”.

“Baik Ayahanda. Apa yang Ayahanda anggap baik akan saya

8 9

Page 9: PEMIMPIN HENAKAHU DI PULAU NUSA LAUT DAN KAPITAN … · 2018. 9. 25. · Pemimpin daerah tersebut adalah seorang laki-laki yang cakap dalam ilmu perang dan gagah bernama Latumutihu

lakukan dan selanjutnya Ayahanda mau kemana?” tanya menan-

tunya tersebut.

“Saya akan kembali ke daerah asalku Henakahu di seberang.

Pimpinlah dengan gagah berani dan adil. Jika engkau kesulitan

maka datanglah ke Henakahu untuk meminta petunjuk. Saya

akan selalu memberi nasehat dan membantu apapun yang bisa

saya lakukan untuk menolong engkau.” Pesan Pattiyawaello ke-

pada menantunya.

Demikianlah, maka Negeri Amauna diperintah oleh Latumuti-

hu. Letak negeri ini berada di puncak gunung yang terjal dan ter-

dapat mata air. Pada bagian yang tidak terjal, dikelilingi dengan

pagar batu karang yang diatur rapi setinggi kurang lebih satu

setengah meter. Pada bagian yang dianggap mudah disusupi mu-

suh, ditanami dengan semak berduri dan didirikan pos pengintai.

Dalam perkembangannya, Amauna yang pusat kekuasaanya

berada di gunung menjadi lebih dikenal dengan nama kehormatan

Negeri Lesinusa Amalatu. ‘Lesi’ artinya lebih, sedangkan ‘nusa’

artinya Pulau. Selanjutnya ‘ama’ artinya negeri dan ‘latu’ artinya

raja. Lesinusa Amalatu secara keseluruhan berarti negeri yang

diperintah oleh raja yang kekuasaanya lebih besar dari negeri-

negeri lain di Pulau Nusalaut. Disebut demikian karena dalam

sejarah peperangan melawan suku-suku penakluk yang datang

untuk menaklukkan tujuh negeri di Pulau Nusalaut, Lesinusa

yang selalu menjadi pemimpin perang bagi koalisi ketujuh negeri

di Pulau Nusalaut.

Semenjak Pattiyawaello kembali ke Henakahu, Ia selalu ber-

sama para kapitannya melatih diri dalam ilmu dan siasat perang

sebagaimana suku bangsa Alifuru Seram lainnya.

10 11

Page 10: PEMIMPIN HENAKAHU DI PULAU NUSA LAUT DAN KAPITAN … · 2018. 9. 25. · Pemimpin daerah tersebut adalah seorang laki-laki yang cakap dalam ilmu perang dan gagah bernama Latumutihu

4. Kapitan Matahaha

Pada zaman itu di Pulau Nusalaut terdapat seorang lak-

laki raksasa. Ia memiliki tubuh yang tinggi dan bermata em-

pat. Karena bentuknya seperti itu, maka ia disebut Kapitan

Matahaa. Raksasa ini terkenal ganas dan jahat. Makanannya

adalah daging manusia. Oleh karena itu, siapa pun yang berte-

mu dengannya akan dibunuh untuk dimakan dagingnya.

Suatu saat ia bertemu dengan seorang pria dari Amauna di

hutan. “Hohoho... Manusia.. hendak kemana kamu?” tanya Kapi-

tan Matahaha

“Ampun Matahaa.. Jangan bunuh dan makan saya!“ pinta

pria itu.

“Apa? Jangan bunuh dan makan saya? Mudah sekali kamu

bicara.” kata Matahaa.

“Saya lihat badan kamu sangat enak. Pasti lemaknya banyak.

Dari tadi saya sudah mengincar kamu. Apa kamu tidak lihat, air

liur saya sudah menetes?” sambil mengusap bibirnya dengan

sapuan lidahnya sembari menunjukan giginya yang tajam.

Hal ini semakin membuat pria tersebut tidak dapat berbuat

apa-apa. Ia pun terdiam dan pingsan. Kesempatan hal itu tidak

disia-siakan oleh Kapitan Matahaa. Ia segera menangkap dan

memanggul pemuda tersebut ke kediamannya. Dalam perjala-

nan, si pemuda siuman dan mencoba memberontak.

“Apa yang hendak engkau lakukan?” tanya si Matahaa sam-

bil melepaskan pria tersebut. Pria itu mencoba berlari namun

segera di tangkap oleh Kapitan

Matahaa. Hal ini dilakukan

berulang-ulang sebagai per-

mainan sambil tertawa. Ia

sangat bersenang-senang

dengan hal ini hingga pria itu

kelelahan.

“Apakah engkau sudah le-

lah? Ayo cepat lari.” tanya

Matahaa seraya menge-

jeknya.

Pria tersebut keli-

hatan sudah sangat

lelah. Ia terdiam

dan hanya men-

jawab lirih,

“ S e k a l i

l a g i

12 13

Page 11: PEMIMPIN HENAKAHU DI PULAU NUSA LAUT DAN KAPITAN … · 2018. 9. 25. · Pemimpin daerah tersebut adalah seorang laki-laki yang cakap dalam ilmu perang dan gagah bernama Latumutihu

ampun Kapitan Matahaa. Tolong lepaskan dan kasihani saya.

Saya punya keluarga di rumah. Mereka sedang menunggu saya

di rumah. Saya tadi hendak ke kebun untuk mengambil jagung

untuk mereka makan. Jika saya tidak pulang, mereka akan

kelaparan.”

“Memangnya mereka saja yang lapar? haha.. enak saja,

maunya menang sendiri” Jawab Kapitan Matahaa. Ia kemu-

dian melanjutkan, “Sudahlah.. cukup kita bersenang-senang,

perut saya sudah berbunyi, saya sudah sangat lapar setelah

bermain-main dengan kamu.” maka Kapitan Matahaa pun mem-

bunuh pria itu, kemudian memakannya.

Di tempat lain, istri dan anaknya ini sedang menunggu ke-

datangannya. Sambil bergumam ia berkata, ”Matahari semakin

tinggi, hari semakin siang. Suamiku belum pulang juga. Kemana

kah dia?”

Sang istri mengingat sesuatu. Beberapa hari yang lalu ia

mendengar cerita tentang tewasnya beberapa penduduk di

hutan oleh seorang raksasa. Ia juga telah mendengar kabar

bahwa banyak orang mencoba memburu raksasa itu. Namun

semuanya melarikan diri dan bahkan tewas di tangannya. Den-

gan tergopoh-gopoh, ia menuju ke rumah Raja Latumutihu un-

tuk melaporkan tentang kecurigaan dia atas suaminya yang

belum pulang.

“Tuan Raja. tolong saya. Hiks….hiks…..“. sambil menangis

ia bersujud di hadapan Raja Latumutihu.

“Apa yang menimpa dirimu?” tanya Raja Latumutihu.

Wanita itu kemudian menceritakan apa yang dialaminya.

Raja Latumutihu kemudian menanyakan tempat yang didatan-

gi oleh suami wanita itu. Setelah mendengar jawabannya, maka

ia berkesimpulan bahwa suami wanita ini telah tewas dibunuh

oleh Kapitan Matahaa yang terkenal ganas. Ia kemudian meny-

uruh wanita itu pulang. Kemudian, ia memanggil para pembantu

dan kapitannya.

“Para pembantu dan kapitan, akhir-akhir ini kita diresahkan

oleh Kapitan Matahaa. Apa yang harus kita lakukan?” tanya

Raja Latumutihu.

“Kapitan ini sangat ditakuti oleh semua orang di negeri ini.

Kami pernah berusaha menangkap dan membunuhnya. Namun,

Kapitan Matahaa terlampau sakti bagi kami.” jawab pembantu

dan para kapitannya.

“Kalau begitu, apakah kita harus membiarkan ia membunuh

dan memakan habis penduduk kita? Kalau seperti itu, maka

kita akan musnah oleh perbuatannya.” terang Raja Latumutihu.

Raja Latumutihu kemudian berunding dengan para pemban-

tunya untuk mencari jalan keluar. Ketika Raja Latumutihu bin-

gung apa yang harus dilakukannya, maka tiba-tiba ia teringat

akan sesuatu. Ia pun berkata, “Saya hampir lupa. saya ingat

sekarang.”

14 15

Page 12: PEMIMPIN HENAKAHU DI PULAU NUSA LAUT DAN KAPITAN … · 2018. 9. 25. · Pemimpin daerah tersebut adalah seorang laki-laki yang cakap dalam ilmu perang dan gagah bernama Latumutihu

Para pembantunya kaget dan bertanya, “Ada apa sang

Raja? Apakah yang engkau ingat? Atau, ada senjata Raja yang

mampu mengalahkan Kapitan Matahaa? Jika demikian berikan

kepada kami untuk membuat perhitungan dengan Kapitan Ma-

taha.”

Raja kemudian berpaling dan

tersenyum ke- pada para

pembantunya. Ia kemu-

d i a n

d u d u k

d a n

berbicara kepada mereka, “Kesaktian Kapitan Matahaa hanya

bisa dikalahkan oleh seseorang. Beliau adalah Pattiyawaello di

Henakahu. Dahulu ketika usai memberikan kekuasaan kepada

saya, beliau mengatakan, jika negeri ini mengalami kesusahan

maka datanglah untuk meminta bantuannya. Oleh karena itu,

saya akan mengirim beberapa orang dari kalian untuk menyam-

paikan pesan kepada beliau. Jika kalian pergi, hindarilah jalan-

jalan yang biasa dilalui oleh Kapitan Matahaa.”

Kemudian beberapa pembantu dari Raja Latumutihu pun

berangkat menemui Pattiyawaello di Henakahu. Mereka selalu

mengingat pesan untuk menghindari jalan yang

sering dilalui dan menjadi perangkap dari

Kapitan Matahaa.

S e t e l a h m e l a k u k a n

p e r j a l a n a n , tibalah para

pembantu Raja

Latumutihu

u n t u k

16 17

Page 13: PEMIMPIN HENAKAHU DI PULAU NUSA LAUT DAN KAPITAN … · 2018. 9. 25. · Pemimpin daerah tersebut adalah seorang laki-laki yang cakap dalam ilmu perang dan gagah bernama Latumutihu

menghadap Pattiyawaello.

“Apa yang terjadi di Negeri Amauna sehingga kalian berge-

gas ke sini?” tanya Pattiyawaello.

“Begini pemimpin Henakahu. Raja Latumutihu menyuruh

kami ke sini karena ada peristiwa besar yang mengguncang

Negeri Amauna.” jawab mereka.

“Peristiwa apakah itu, sehingga Negeri Amauna begitu ter-

ganggu?” tanya Pattiyawaello menyela pembicaraan.

“Dalam beberapa hari ini, Raja Latumutihu merasa kesulitan

menghadapi sepak terjang dari seorang kapitan yang dijuluki

Kapitan Matahaa. Ia memiliki tubuh seperti raksasa dan me-

miliki empat mata. Ia terkenal sangat ganas dan buas. Kapitan

raksasa itu sering membunuh penduduk Amauna dan memak-

an. Sudah banyak orang yang telah menjadi korban. Kami su-

dah berusaha menangkapnya. Namun, Kapitan Matahaa san-

gat sakti. Hal inilah yang membuat Raja Latumutihu bersusah

hati dan mengirimkan kami untuk datang menghadap Pemimpin

Henakahu. Kiranya melalui bantuan Tuan, maka Kapitan Ma-

tahaa dapat dibinasakan karena Raja Latumutihu sangat

mengharapkan itu” cerita para pembantu Raja Latumutihu.

Sambil berpikir keras dan mendengar cerita mereka, maka

pemimpin Henakahu mengumpulkan seluruh kapitannya. Be-

liau sangat mengetahui, bahwa selain beliau sendiri, para anak

buahnya yang merupakan rumpun Alifuru Seram memiliki sikap

gagah berani dan kesaktian yang tinggi.

Pattiyawaello kemudian bertanya kepada para kapitannya

yang mengelilingi dia, “Para kapitanku yang gagah perkasa.

Kalian sudah mendengar cerita yang disampaikan oleh para

pembantu Raja Latumutihu. Kalian tidak perlu takut akan ke-

saktian Kapitan Matahaa. Sebab saya percaya, kalian mem-

punyai kesaktian yang juga tinggi. Kita Harus membantu Raja

Latumutihu. Oleh karena itu siapa yang mau melawan Kapitan

Matahaa!”

Tantangan Pemimpin Henakahu kemudian dijawab oleh salah

seorang anak buahnya yaitu Kapitan Loloho Warlau, “Saya tu-

anku! Saya yang akan berhadapan dengan Kapitan Matahaa.

Saya akan berusaha membunuhnya.”

“Baiklah Kapitan Loloho Warlau. Pergilah dengan para pem-

bantu ini ke Negeri Amauna. Sampaikan kepada Raja Latumu-

tihu, bahwa engkau salah seorang dari Kapitanku di Henakahu

yang akan berhadapan dengan Kapitan Matahaa.” lanjut Raja

Pattiyawaello.

“Baik Raja Pattiyawaello. Titah tuan akan saya sampaikan

kepada Raja Latumutihu.” jawab Kapitan Loloho Warlau.

18 19

Page 14: PEMIMPIN HENAKAHU DI PULAU NUSA LAUT DAN KAPITAN … · 2018. 9. 25. · Pemimpin daerah tersebut adalah seorang laki-laki yang cakap dalam ilmu perang dan gagah bernama Latumutihu

5. Kapitan Lolohu Warlau melawan Kapitan Matahaa

Selanjutnya Kapitan Loloho Warlau dan para pembantu Raja

Latumutihu menuju ke Negeri Amauna untuk bertemu dengan

sang raja. Sesampainya mereka di sana, raja sangat bersuka

cita menyambut kehadiran mereka. Ia menanyakan kondisi

Negeri Henakahu dan Raja Pattiyawaello dari para Pembantu-

nya. Mereka kemudian menceritakan keadaan Henakahu dan

tanggapan dari Pattiyawaello terhadap ancaman Kapitan Ma-

tahaa di Amauna.

Para pembantunya kemudian memperkenalkan Kapitan Lolo-

ho Warlau kepada Raja Lautumutihu. Melihat kehadiran Kapitan

Loloho Warlau, raja sangat bersemangat untuk mendekatinya.

Kapitan Loloho Warlau kemudian memberi hormat kepada

sang Raja sebagaimana telah dipesankan oleh Pattiyawaello.

Kapitan tersebut pun kemudian berkata, “Raja Latu-

mutihu! Saya akan bertanding dengan Kapitan Matahaa

dan membunuhnya.” Raja mengangkatnya dan ber-

cerita tentang segala kesaktian dari Kapitan Ma-

tahaa. Kapitan Loloho Warlau tidak menjadi gentar

setelah mendengar cerita tersebut. Ia kemudian

pamit untuk beranjak pergi dari hadapan raja untuk

mempersiapkan diri bertanding.

Sebagai kapitan yang terlatih oleh Pattiyawael-

lo, maka Kapitan Loloho Warlau telah memiliki kepekaan saat

berhadapan dengan musuh. Mereka diajarkan untuk tidak ter-

buru-buru menyergap musuh sebelum mengetahui kelemahan-

nya. Oleh karena itu, selama berhari-hari Kapitan Loloho Warlau

menyelidiki cara hidup dari Kapitan Matahaa. Ia kemudian me-

nyimpulkan bahwa untuk melawan Kapitan Matahaa, diperlu-

kan suatu siasat perang yang baik. Kapitan Loloho Warlau

kemudian mempelajari tempat tinggalnya. Ia menemukan

bahwa Kapitan Matahaa tinggal pada sebuah bukit. Jalan

menuju bukit tersebut dikelilingi oleh hutan pohon rumbia.

Ia kemudian mengatur siasat untuk bertempur dengan Ma-

tahaa.

Saat persiapan yang telah matang, ia kemudian menu-

ju ke tempat tinggal Kapitan Matahaa. Sepanjang jalan

menuju ke bukit, maka Kapitan Loloho Warlau menggali

beberapa titik lobang dan menutupinya dengan daun

rumbia sebagai jebakan. Di dekat rumah Kapitan

Matahaa, ia membuat gerakan berkelebat. Ini di-

lakukan untuk memancing Matahaa agar

keluar untuk melihat kelebatan itu.

Seketika melihat seorang manusia,

maka sangat bersukacitalah Kapitan Ma-

tahaa. Ia tertawa terbahak-bahak seolah-olah

mangsanya sendiri membawa diri kehadapannya.

Akan tetapi berkatalah Kapitan Loloho Warlau,

20 21

Page 15: PEMIMPIN HENAKAHU DI PULAU NUSA LAUT DAN KAPITAN … · 2018. 9. 25. · Pemimpin daerah tersebut adalah seorang laki-laki yang cakap dalam ilmu perang dan gagah bernama Latumutihu

“Hai Matahaa! marilah kita memakan sekapur sirih”.

Mendengar tantangan ini, hilanglah kegembiraan dari Kapi-

tan Matahaa. Ia merasa sangat marah dan tersinggung.

Empat matanya terlihat melotot sangat besar dengan pan-

dangan yang tajam. Hidungnya kembang kempis menarik raut

wajah menjadi penuh kebengisan. Kapitan Matahaa marah

karena seumur hidupnya belum pernah ada manusia yang ber-

kata seperti itu padanya. Istilah makan sekapur sirih yang di-

teriaki oleh Kapitan Loloho Warlau adalah sebenarnya sebuah

ejekan. Hal ini dikarenakan semenjak dahulu, Kapitan Matahaa

tidak pernah berkompromi dengan manusia. Apalagi untuk ber-

damai duduk bersama memakan sekapur sirih. Hal tersebut

menandakan bahwa manusia telah mengajaknya bertanding.

Kapitan Matahaa kemudian berlari mendekati Kapitan Lolo-

ho Warlau. Ia kemudian berteriak, “Hei manusia lancang. Apakah

engkau telah bosan hidup? Huaha….hoo.. Beraninya engkau

datang dan menantang aku? Lihatlah dirimu yang kerdil, apa

yang menjadi kelebihanmu?”

Sambil berbicara ia sengaja menggunakan kesaktiannya se-

hingga suaranya terdengar sangat menggelegar. Hal ini sen-

gaja dilakukan untuk menjatuhkan mental dari Kapitan Loloho

Warlau. Namun, sang kapitan tetap tenang dan menggunakan

kesaktiannya untuk melawan ilmu yang digunakan oleh Kapitan

Matahaa.

Melihat gelagat lawannya tidak terpengaruh, maka Kapitan

Matahaa bertanya kembali, “Hai manusia lancang, siapakah na-

mamu, dan dari manakah engkau?”

Kapitan Loloho Warlau kemudian memperkenalkan dirinya

dan menjelaskan kedatangannya. “Hai Kapitan Matahaa. Saya

adalah Kapitan Loloho Warlau. Pimpinan saya adalah Patti-

yawaello dari Negeri Henakahu.” Jawab Kapitan Lolohu Warlau.

Mendengar nama Pattiyawaello dari Henakahu, hati Kapitan

Matahaa pun bergetar. Hal tersebut dikarenakan ia pernah

mendengar cerita dari penduduk yang dibunuhnya, bahwa Pat-

tiyawaello dan anak buahnya memiliki kesaktiaan yang sangat

tinggi.

Ia kemudian bertanya kembali kepada Kapitan Loloho War-

lau, “Hai manusia lancang apa tujuanmu datang menemui saya?

hoho...hoho..”.

Mendengar ini, maka Kapitan Loloho Warlau menjawab, “Hai

Matahaa.. saya datang ke sini untuk membinasakanmu. Per-

buatanmu kepada penduduk Amauna sudah di luar batas. Oleh

karena itu saya mengundangmu sekali lagi marilah kita me-

makan sekapur sirih!” sambil berteriak ia meletakkan kapur dan

sirih di atas parang (pedang) dan menjulurkannya kepada Kapi-

tan Matahaa.

Mendengar dan melihat tantangan yang kedua, maka Kapi-

tan Matahaa mengeluarkan parang yang sangat besar. Ia ke-

22 23

Page 16: PEMIMPIN HENAKAHU DI PULAU NUSA LAUT DAN KAPITAN … · 2018. 9. 25. · Pemimpin daerah tersebut adalah seorang laki-laki yang cakap dalam ilmu perang dan gagah bernama Latumutihu

24 25

Page 17: PEMIMPIN HENAKAHU DI PULAU NUSA LAUT DAN KAPITAN … · 2018. 9. 25. · Pemimpin daerah tersebut adalah seorang laki-laki yang cakap dalam ilmu perang dan gagah bernama Latumutihu

mudian mengambil kapur sirihnya dan meletakannya di atas

parang, lalu memberikan kepada Kapitan Loloho Warlau. Setelah

masing-masing menerimanya, maka mereka memakannya. Na-

mun saat ini mereka belum beradu keahlian, hanya saling mem-

perhatikan satu dengan yang lain. Terlihat bahwa Kapitan Lolo-

ho Warlau sangat tenang dan berhati-hati, sementara Kapitan

Matahaa penuh dengan kebengisan.

Setelah pinang dan sirih telah selesai dikunyah, maka Kapi-

tan Loloho Warlau berkata, “Matahaa marilah kita bertanding”.

Teriakan itu kemudian dilanjutkan dengan serangan parang

yang diarahkan oleh Matahaa ke arah Kapitan Loloho Warlau.

“Cring.. cring….” bunyi tangkisan pedang dari Kapitan Loloho

Warlau yang dengan sigap mengelak membebaskannya dari se-

rangan pedang. Secepat kilat ia kemudian membalas serangan

pedang ke arah Matahaa. Namun, dapat ditangkis pula olehnya.

Keduanya pun saling menyerang. Terlihat Kapitan Loloho War-

lau terkadang di posisi menghawatirkan, tetapi kadang di po-

sisi menguntungkan. Hal ini juga terbalik dengan kapitan Ma-

tahaa. Terkadang di posisi menguntungkan, tapi kemudian di

posisi menghawatirkan. Pertempuran ini berlangsung sangat

lama dan menguras tenaga. Seluruh kesaktian yang dimiliki

oleh Kapitan Loloho Warlau, dikeluarkan untuk mengalahkan

Matahaa. Namun raksasa ini seperti tidak mengenal lelah.

Ketika melihat bahwa Matahaa masih tidak bergem-

ing dalam pertempuran, maka Kapitan Loloho Warlau mulai

merubah strateginya. Ia mulai berpura-pura mulai lelah dan

akan kalah. Gerakannya diubah menjadi sedikit lambat dan me-

langkah mundur secara perlahan.

Melihat hal itu, Kapitan Matahaa semakin bersemangat.

Sambil terus menyerang ia berkata, “Hai Kapitan.. mengapa

engkau mundur? Apakah engkau sudah lelah? Kalau demikian

adanya, maka menyerahlah biar jantungmu yang sehat itu

akan kumakan. Hmm.. pasti sangat lezat memakan jantung

seorang kapitan sepertimu.. ho.. ho.”

Kapitan Loloho Warla tidak menanggapi hal itu. Ia tetap

mengatur langkah mundurnya dengan lambat dan hati-hati.

Ia semakin mengarahkan pijakannya untuk menuju ke jabakan

pohon rumbia yang dibuat. Kapitan Matahaa tidak mengetahui

itu hal itu. Ia semakin bernafsu untuk membunuh Kapitan Lolo-

ho Warlau, sehingga alam bawah sadarnya tidak dapat mem-

peringkatkan akan bahaya di depan.

Dalam satu gerakan mundur, Kapitan Loloho melakukan lom-

potan mundur yang agak jauh. Hal ini dikuti dengan serangan

yang sangat buas oleh Matahaa. Dalam selentingan detik ter-

dengar bunyi yang sangat keras. “Braaakkk !!!!.” Kapitan Ma-

tahaa kaget. Ia menginjak daun rumbia dan jatuh tanpa gaya

dalam jebakan. Kepalanya berada tepat berada di atas lubang

jebakan. Kaki dan tanggannya terpasung di dalam lubang seu-

26 27

Page 18: PEMIMPIN HENAKAHU DI PULAU NUSA LAUT DAN KAPITAN … · 2018. 9. 25. · Pemimpin daerah tersebut adalah seorang laki-laki yang cakap dalam ilmu perang dan gagah bernama Latumutihu

kuran tubuhnya. Lubang jebakan yang dibuat oleh Kapitan Lolo-

ho Warlau benar-benar sangat efektif. Kapitan Matahaa ter-

pana. Matanya terbelalak dan berusaha meronta. semakin Ia

menggerakan tubuhnya, semakin banyak tanah yang bergugu-

ran menutupi lubang. Detik ini tidak disia-siakan oleh Kapitan

Loloho Warlau.

Sebuah kilatan muncul kearah kepala Kapitan Matahaa.

Seketika itu, Kapitan Matahaha terbunuh. Ayunan pedang

dan gerakan secepat kilat telah dilakukan oleh Kapitan Loloho

Warlau. Strategi dan didikan perang sebagai anak buah Patti-

yawaello, telah berhasil dilakukan oleh Kapitan Loloho Warlau

dalam memenangkan pertempuran yang dahsyat ini.

Ia berhenti dan mengambil nafas. Matanya tertuju pada

lubang jebakan. Ia memandang dan memeriksa sebentar. Terli-

hat bahwa hanya bagian badan Matahaa yang terlihat di dalam

lubang jebakan. Kapitan Loloho Warlau menyaksikan kepala

Kapitan Matahaa masih hidup. Bagian tubuh itu melompat-

lompat. Kapitan Loloho Warlau menunggu kejadian itu selama

tiga hari. Selama tiga hari tersebut, kepala Kapitan Matahaa

yang masih hidup menyanyikan lagu dalam bahasa daerah. Lagu

ini masih diingat dan dinyanyikan oleh sebagian orang tua sam-

pai saat ini. Tempat meninggalnya rasaksa ini disebut “Tartara”

dan terletak di petuanan Negeri Lesinusa Amalatu.

6. Kabar Kemenangan

Setelah menunggu sepekan, Kapitan Loloho Warlau menuju ke

Amauna. Ia menuju ke rumah raja dan bertemu dengan Raja Latu-

mutihu. Raja menyambutnya dengan suka cita karena mendengar

teriakan sorak-sorai banyak orang.

Raja kemudian bertanya, “Wahai Kapitan Loloho Warlau!

Bagaimana tugasmu? Apakah engkau telah membunuh Matahaa?”

Hal itu kemudian dijawab dengan menyembah sambil berkata,

“Tuanku Raja, hamba telah berhasil memenangkan pertempuran

melawan Kapitan Matahaa. Pedangku ini telah membunuh Raksasa

tersebut. Ia telah mati”

Mendengar hal itu, maka gemparlah seluruh Negeri Amauna. raja

mengumumkan hal itu kepada rakyatnya. Seluruh rakyat sangat

bersukacita dan bersorak-sorai. Mereka menari dan menyanyikan

lagu dalam bahasa adat. Semua orang berpesta dan memuji anak

buah dari Pattiyawaello. Kebebasan yang dinanti-nantikan telah

muncul. Harapan untuk bekerja tanpa ancaman menggiatkan se-

mangat mereka yang telah lama hilang, sejak dibelenggu oleh kekeja-

man Kapitan Matahaa. Raja sangat berterimakasih kepada Kapitan

Loloho Warlau. Ia ikut mengantarkan Kapitan tersebut ke Henakahu

untuk menyampaikan rasa kebanggaannya terhadap Pattiyawaello.

Sesampainya di Henakahu, mereka disambut oleh Pattiyawaello.

Ia kemudian bertanya kepada Raja Latumutihu, “Bagaimana hasil

kerja dari kapitan saya, Latumutihu?”

28 29

Page 19: PEMIMPIN HENAKAHU DI PULAU NUSA LAUT DAN KAPITAN … · 2018. 9. 25. · Pemimpin daerah tersebut adalah seorang laki-laki yang cakap dalam ilmu perang dan gagah bernama Latumutihu

Sambil memalingkan wajah yang bersinar kemenangan ke Kapitan

Loloho Warlau, Ia menjawab, “Ayahanda Pattiyawaello. Anak buahmu

ini sangat sakti. Ia telah berhasil membunuh Kapitan Matahaa yang

sangat ditakuti itu.”

Pattiyawaello kemudian bertanya, ”Benarkah demikian Kapitan

Loloho Warlau?

“Ia kemudian menjawab, benar tuanku. Hamba telah berhasil

melaksanakan tugas tuanku membantu Raja Latumutihu untuk

membunuh Kapitan Matahaa”. Kapitan Loloho Warlau kemudian

menceritakan secara utuh bagaimana ia beradu kesaktian dan

strategi untuk membunuh Matahaa. Mendengar itu Pattiyawael-

lo tersenyum. Ia memuji anak buahnya. Ia merasa bangga, bahwa

strategi perang dan kesaktian- nya yang Ia ajarkan

kepada para kapitannya telah berjalan dengan

baik. Selain itu, harapan rakyat Amauna untuk

hidup dengan tenang dapat terlaksana.

Ia kemudian menyuruh para kapitannya untuk

beristirahat dan melanjutkan percakapan den-

gan Latumutihu.

“Latumutihu, negeri kita telah

terbebas dari kekua-

saan jahat Kapaitan

Matahaa. Para pen-

duduk yang berdiam

di gunung dapat bebas pergi ke Pantai tanpa merasa takut. Saya

melihat dan mendengar bahwa banyak penduduk lain yang tiba dan

mendiami negeri kita. Baiklah kita menurunkan negeri ini ke Pantai.

Bagaimana pendapat kamu terhadap hal tersebut?” Tanya Patti-

yawaelo.

“Ayahanda yang saya hormati, laksanakanlah sesuai dengan ren-

canamu. Saya memandang hal itu sebagai satu kebaikan bagi negeri

ini”, jawab Latumutihu.

“Baiklah kalau begitu. Bila pemerintahan telah berpusat di pantai,

maka negeri akan aku beri nama Titawai” titah Pattiyawaello. Lokasi

Negeri Titawaai sekarang ini, tepat berada di pesisir pantai tempat

mendaratnya Pattiyawaello.

Negeri ini tidak diturunkan dari Amanohutail ke Pantai Paleria

di sebelah barat, akan tetapi dari arah Henakahu

ke pantai Polotou disebelah timur tempat

mendarat Pattiyawaello dari Seram dahulu.

Memperkuat pendapat di atas, maka pe-

mindahan “Negeri Lama” (Amauna) den-

gan pusat-pusat pentingnya seperti

“Baileo” ke pantai itu, menunjukan lo-

kasinya yang terletak pada satu garis

lurus yang menghubungkan dusun-

dusun Pattiyawaello dari pantai sam-

pai ke Henakahu di gunung.

30 31

Page 20: PEMIMPIN HENAKAHU DI PULAU NUSA LAUT DAN KAPITAN … · 2018. 9. 25. · Pemimpin daerah tersebut adalah seorang laki-laki yang cakap dalam ilmu perang dan gagah bernama Latumutihu

BIODATA PENULIS

Nama lengkap : Erwin Bravor Pattikayhatu

Tempat, tanggal lahir : Ambon 18 September 1969

Telepon Kantor/Ponsel : 081343312204

Pos-el : [email protected]

Akun Facebook : Erwin pattikayhatu

Alamat kantor : Kampus Politeknik Negeri

Ambon Jln Ir.M.Putuhena

Wailela-Ambon Maluku

(Kode Pos -97234)

Riwayat pekerjaan/profesi (10 tahun terakhir) :1. Dosen tetap pada Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Ambon

sampai saat ini

2. Tim Teknis AMDAL Pada BAPEDALDA Propinsi Maluku sampai saat ini

3. Manajer Project Implementation Unit PEDP-ADB Kemenristek Dikti

sampai saat ini

Riwayat pendidikan dan tahun belajar :1. SDN 3 Rumahtiga Ambon lulus tahun 1982

2. SMP Negeri 7 Ambon lulus tahun 1985

3. SMA Negeri 3 Ambon lulus tahun 1998

2. Program Studi Teknik Mesin Politeknik Universitas Pattimura (D2)

lulus tahun 1991

3. Program Studi Teknik Mesin Universitas Darussalam (S1) Ambon

lulus tahun 1998

4. Program Studi Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Surabaya (S2) Lulus tahun 2008

Karya :1. Analisa Perbandingan Bromus & Pelumas SAE 10 Sebagai Media

Pendingin Dalam Proses Pembubutan, Jurnal Sains dan Teknologi

Vol 8,0.1, ISSN 1693-085 (2011)

2. Buku Ajar Rekayasa Lingkungan Edisi II, Perpustakaan Jurusan

Teknik Mesin Politeknik Negeri Ambon, (2010)

3. Sejarah Negeri & Desa Di Kota Ambon, Proyek Penulisan Buku Dinas

Pendidikan, & Olahraga Kota Ambon, (2010)

Informasi lain :Penulis menikahi Mercie B Tahitu, dan memiliki 3 orang anak yaitu : Priwina,

Adithya, dan Putri. Dalam kesehariannya sering diminta sebagai fasili-

tator dalam kegiatan Workshop, maupun Sosialisasi tentang wawasan

lingkungan. Selain hal itu, Penulis terdaftar dalam Organisasi profesi : Per-

himpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia Cabang Maluku (PERWAKU),

dan Ikatan Nasional Tenaga Ahli Konsultan Indonesia (INTAKINDO) Penyu-

sun dokumen AMDAL. Kebiasan lain yang menjadi hobi adalah membaca

buku-buku sejarah Maluku.

32 33

Page 21: PEMIMPIN HENAKAHU DI PULAU NUSA LAUT DAN KAPITAN … · 2018. 9. 25. · Pemimpin daerah tersebut adalah seorang laki-laki yang cakap dalam ilmu perang dan gagah bernama Latumutihu

BIODATA PENYUNTING

Nama lengkap : Adi Syaiful Mukhtar

Tempat, tanggal lahir : Mojokerto, 05 Oktober 1988

Telepon Kantor/Ponsel : (0911) 349704

Pos-el : [email protected]

Alamat kantor : Jl. Mutiara, Nomor 3A, Mardika,

Kel. Rijali, Kec. Sirimau, Ambon

Riwayat pekerjaan/profesi (10 tahun terakhir):-2014--sekarang : Pengkaji Bahasa dan Sastra Kantor Bahasa Maluku

-2013–2014 : Guru Ekstrakurikuler Jurnalistik SMAN 1 Ngoro

-2009–2013: Guru Bahasa Indonesia dan PKn MTs. Darussalam

Riwayat pendidikan dan tahun belajar:1. Sekolah Dasar Negeri Wonosari (1995--2001)

2. Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Ngoro (2001--2004)

3. Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Ngoro (2004--2007)

4. Universitas Negeri Surabaya (2008--2012)

Karya : Cerita rakyat “Putri Tujuh”.

BIODATA ILUSTRATOR

Nama lengkap : Aridal

Tempat, tanggal lahir : Bone, 24 Maret 1989

Nomor Ponsel : 0853 4281 4821

Pos-el : [email protected]

Riwayat pendidikan dan tahun belajar :SD : SD Negeri 01 Tambea, 1995 – 2001

SLTP : SMPS Antam Pomalaa, 2001 – 2004

SMA : SMA Negeri 01 Pomalaa, 2004 – 2007

Perguruan Tinggi : Universitas Haluoleo

(FKIP / Pendidikan Fisika), 2007-2012

Riwayat pekerjaan/profesi :2012 – 2014 : Guru IPA di SMP Muhammadiyah Pomalaa

2012 – 2014 : Guru Fisika di SMKS Biner Pomalaa

2014 – 2017 : Design grafis, Illustrator, Kartunis,

dan Layouter koran harian rakyat sultra

2017 : Illustrator di Zalsa Grafika Kendari

Prestasi:1. Juara 2 Lomba Poster Ilmiah Tingkat Fakultas.

2. Juara 1 Lomba Karikatur Tingkat Fakultas

3. Juara 2 Lomba Karikatur Hugua Tingkat Sulawesi Tenggara.

4. Juara 2 Lomba Karikatur Korem 143/Halu Oleo

Sulawesi Tenggara

5. Juara 1 Lomba Maskot KPU Sulawesi Tenggara Pemilihan

Gubernur dan Wakil Gubernur 2018

34 35