pemeliharaan trafo

Download PEMELIHARAAN TRAFO

Post on 15-Sep-2015

142 views

Category:

Documents

55 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

pemeliharaan trafo

TRANSCRIPT

  • BAB IPENDAHULUAN 13. PERSONIL YANG KOMPETEN UNTUK MELAKUKAN OVERHAUL TRAFO TENAGA TEGANGAN TINGGI & EXTRA TINGGI MASIH LANGKA SEHINGGA MASIH SERING DIPERLUKAN SUPERVISOR ASING1. PROSES OVERHAUL TRAFO TENAGA TEGANGAN TINGGI DAN EXTRA TINGGI BER- RESIKO TINGGI 2. TRAFO TENAGA TERSEBUT BERPERAN DOMINAN DALAM SISTEM TENAGA LISTRIK 1. MEMBERIKAN GAMBARAN TENTANG KONSEP DASAR TRAFO 2. MEMBERIKAN PETUNJUK INSTRUKSI KERJA PENGOSONGAN DAN PENGISIAN MINYAK TRAFO TENAGA TEGANGAN TINGGI & EXTRA TINGGI MEMENUHI KEBUTUHAN BUKU PANDUAN LAPANGAN TENTANG PROSEDUR OVER-HAUL TRAFO TENAGA TEGANGAN TINGGI & EXTRA TINGGI DISAMPING BUKU O & MYANG ADA. I.3. SASARAN I.2. TUJUANI.1. LATAR BELAKANG3. MEMBERIKAN PETUNJUK INSTRUKSI KERJA PENGUJIAN DAN ENERGYZED TRAFO TENAGA TEGANGAN TINGGI & EXTRA TINGGI

  • 21. IDENTIFIKASI MASALAH3. PENGAMATAN DILAPANGAN (dalam pelaksanaan Overhaul & Perbaikan Trafo 16,5/500 kV 400 MVA dengan Supervisor Mr. Misao Ishihara, Departemen Pengawasan Mutu MELCO, Agustus 2002)4. PEMBAHASAN DAN ANALISA MASALAH2. SURVEY LITERATURBAB IPENDAHULUAN I.4. SKUP BAHASANI.5. METODOLOGISKUP BAHASAN MELIPUTI SERBA SEKILAS TENTANG PRINSIP DASAR TRAFO, VEKTORGROUP TRAFO DAN SISTEM PROTEKSI TRAFO KONSEP TRAFO TERSEBUT PERLU DIKETAHUI TERLEBIH DAHULU SEBAGAI DASARUNTUK MENDUKUNG PROSES OVERHAUL TRAFO, TERUTAMA PENGERTIANTENTANG TUJUAN DILAKUKANNYA PENGUJIAN TRAFO YANG HASILNYA MERUPAKANINDIKATOR DARI KONDISI TRAFOBAHASAN SELANJUTNYA TENTANG PROSES PENGOSONGAN DAN PENGISIAN MINYAKTRAFO, PENGUJIAN TRAFO DAN PROSEDUR ENERGYZEDDENGAN DEMIKIAN ROSES PEMELIHARAAN TRAFO TELAH TERCAKUP SECARA CUKUPLENGKAP DAN MENYELURUH.

  • 3BAB IIPRINSIP DASAR TRAFOII.1. PENGERTIAN TRAFOTRANSFORMATOR ADALAH SUATU PERALATAN UNTUK MENTRANSFORMASIKANENERGY LISTRIK TANPA MERUBAH DAYA DENGAN TEGANGAN SESUAI YANGDIBUTUHKANII.2. ALASAN DIGUNAKAN TRAFO2. BIASANYA SUMBER JAUH DARI PEMAKAI SEHINGGA PERLU TEGANGAN TINGGI (PADA JARINGAN TRANSMISI)3. KEBUTUHAN PEMAKAI / BEBAN MEMERLUKAN TEGANGAN YANG BERFARIASI1. TEGANGAN YANG DIHASILKAN SUMBER TIDAK SESUAI DGN. TEGANGAN PEMAKAI

  • 4II.3. MACAM-MACAM TRAFO1. TRAFO RADIODIMENSI SANGAT KECIL, EFISIENSI SANGAT RENDAH, DIGUNAKAN PADA RANG -KAIAN RADIO & TELEVISI2. TRAFO PENGUKURANDIMENSI RELATIP KECIL, EFISIENSI SANGAT RENDAH, AKURASI SANGAT TINGGI,DIGUNAKAN UNTUK PENGUKURANa. Potential Transformer (PT)Digunakan untuk mengukur tegangan menengah, tinggi & extra tinggib. Current Transformer (CT)Digunakan untuk mengukur arus besar terutama pada tegangan menengah, tinggi &Extra tinggi 3. TRAFO TENAGADIMENSI BERFARIASI DARI KECIL SAMPAI SANGAT BESAR, EFISIENSI RELATIPTINGGI, DIGUNAKAN PADA PEMAKAIAN DAYA, DARI RUMAH TANGGA SAMPAIPEMBANGKIT, TRANSMISI DAN DISTRIBUSI TENAGA LISTRIKBAB IIPRINSIP DASAR TRAFO

  • 5II.4. KONSTRUKSI TRAFO SATU FASAb. PRIMER & SEKUNDER DENGAN LENGAN BERSILANGGambar 2. :Konstruksi Trafo SatuFasa Jenis Inti, Primer& Sekunder TerpisahGambar 3. :Konstruksi Trafo SatuFasa Jenis Inti, Primer& Sekunder BersilangBAB IIPRINSIP DASAR TRAFO

  • 2. JENIS CANGKANG (CELL TYPE)Gambar 4. :Konstruksi Trafo SatuFasa Jenis Cangkang II.5. KONSTRUKSI TRAFO TIGA FASAKONSTRUKSI TRAFO TIGA FASA TERDIRI DARI RANGAIAN TIGA BUAH TRAFO SATUFASAGambar 5. :Konstruksi TrafoTiga Fasa6BAB IIPRINSIP DASAR TRAFO

  • II.6. JENIS PENDINGINAN TRAFO1. JENIS TRAFO KERINGISOLASI KERTAS ATAU KARET, PENDINGINAN SECARA ALAMIAH2. JENIS TRAFO BASAHISOLASI MINYAK, SIRKULASI PENDINGINAN MINYAK BEBERAPA MACAM CARATERGANTUNG DARI DIMENSI / DAYA DAN PENEMPATANNYA a. ONAN (Oil Natural, Air Natural)Sirkulasi pendinginan minyak maupun udaranya secara alamiahb. ONAF (Oil Natural, Air Force)Sirkulasi pendinginan minyak secara alamiah, sedangkan sirkulasi udaranya secaraPaksa (dengan pompa)c. OFAF (Oil Force, Air Force)Sirkulasi pendinginan minyak secara paksa (dengan pompa) dan sirkulasi udaranyajuga secara paksa (dengan Fan).7BAB IIPRINSIP DASAR TRAFO

  • II.7. LAMBANG TRAFO1. LAMBANG TRAFO SATU FASA2. LAMBANG TRAFO TIGA FASAATAU DALAMBENTUK SINGLE LINEGambar 6. : Lambang Trafo Satu Fasa ATAUDALAMBENTUKSINGLE LINEGambar 7. : Lambang Trafo Tiga Fasa 8BAB IIPRINSIP DASAR TRAFO

  • 3. LAMBANG TRAFO PENGUKURANATAU DALAMBENTUK SINGLE LINEGambar 8. : Lambang Current Trasformer (CT)Gambar 9. : Lambang Potential Transformer (PT)ATAU DALAMBENTUK SINGLE LINE9BAB IIPRINSIP DASAR TRAFO

  • 10II.8. PROSES TRANSFORMASI TEGANGANGambar 10. : Phasor Pendekatan Proses Transformasi Tegangan TrafoBAB IIPRINSIP DASAR TRAFO

  • I1.N1 = I2.N2P1 = Daya Primer V1 = Tegangan PrimerP2 = Daya Sekunder V2 = Tegangan SekunderI1 = Arus Primer N1 = Jumlah Lilitan PrimerI2 = Arus Sekunder N2 = Jumlah Lilitan SekunderII.9. FORMULASI TRAFO SATU FASA P1 = P2I1.V1 = I2.V2SEBAGAIMANA TELAH DISINGGUNG DIMUKA, BAHWA TRANSFORMATOR ADALAHSUATU PERALATAN UNTUK MENTRANSFORMASIKAN ENERGY LISTRIK TANPAMERUBAH DAYA DENGAN TEGANGAN SESUAI YANG DIBUTUHKAN. MAKA :DAYA PADA RANGAIAN PRIMER = DAYA PADA RANGKAIAN SEKUNDERGambar 11. :Formulasi Trafo Satu Fasa11BAB IIPRINSIP DASAR TRAFO

  • P3 Fasa = P1 + P2 + P3 = I1.V1 + I2.V2 + I3.V3 = 3.I.V RUMUS DISAMPING INI BERLAKU BAIK PADA TRAFO TERHUBUNG BINTANG MAUPUN SEGITIGA, DENGAN CATATAN BAHWA ARUS (I) DAN TEGANGAN (V) ADALAH ARUS DAN TEGANGAN TRAFO SATU FASA(BUKAN ARUS DAN TEGANGAN LINE) II.10. FORMULASI TRAFO TIGA FASA PADA DASARNYA FORMULASI TRAFO TIGA FASA DIKEMBANGKAN ATAU MERUPA-KAN JUMLAH VEKTOR DARI TIGA BUAH TRAFO SATU FASA. JADI :1. BILA RANGKAIAN PRIMER ATAU SEKUNDER TRAFO TERHUBUNG BINTANG.VLL = VLN. 3 Maka VLN = VLL / 3P3 Fasa = 3.I.VLN = 3.I.(VLL/ 3) = I.VLL. 3 Gambar 12. :Formulasi TrafoTiga FasaHubungan Bintang12BAB IIPRINSIP DASAR TRAFO

  • ILine = IFasa. 3 Maka IFasa = ILine / 3P3 Fasa = 3.IFasa.V = 3.(Iline / 3).V = ILine.V. 3 2. BILA RANGKAIAN PRIMER ATAU SEKUNDER TRAFO TERHUBUNG DELTA Gambar 13. :Formulasi Trafo TigaFasa Hubungan Delta13BAB IIPRINSIP DASAR TRAFOJADI DAYA TRAFO TIGA FASA ADALAH :P = V x I x 3BILA BEBANNYA IMPEDANSI MAKA :P = V x I x Cos x 3RUMUS DIATAS BERLAKU PADA HUBUNGAN BINTANG MAUPUN SEGITIGATRAFO, PADA TEGANGAN LINE DAN ARUS LINE

  • 14II.11. RUGI-RUGI TRAFORUGI-RUGI TRAFO TERDIRI DARI :1. RUGI-RUGI INTI 1.1. RUGI ARUS EDDY ATAU ARUS PUSAR 1.2. RUGI HYSTERISIS 2. RUGI TEMBAGA1. RUGI-RUGI INTI 1.1. RUGI ARUS EDDYRUGI ARUS EDDY ADALAH TERJADINYA ARUS PUSAR YANG ARAHNYA BER-PUTAR DIDALAM INTI TRAFO. ARUS INI MENIMBULKAN PANAS DIDALAM INTITRAFO.Gambar 14. : Rugi Eddy CurrentUNTUK MENGURANGI RUGI ARUS EDDY, INTI TRAFO DIBUAT BERLAPIS-LAPISMASING-MASING LAPISAN DISEKAT, SEHINGGA ARAH PUSARAN ARUS DIPER-PENDEK. BAB IIPRINSIP DASAR TRAFO

  • 15RUGI HYSTERISIS MERUPAKAN RUGI DARI SIMPUL/ JERAT KEMAKNITAN DIDALAM INTI TRAFO, BERKAITAN DENGAN SIFAT LOGAM INTI TERSEBUTGambar 15. : Jerat Kemagnetan1.2. RUGI HYSTERISISBAB IIPRINSIP DASAR TRAFO

  • 16RUGI TEMBAGA ADALAH RUGI-RUGI LILITAN PRIMER DAN SEKUNDER 2. RUGI TEMBAGARP & RS = Tahanan Primer & Sekunder ()LP & LS = Panjang Kawat Primer & Sekunder (Meter) = Tahanan Jenis Tembaga (0,0175)AP & AS = Penampang Kawat Primer & Sekunder (mm2)IP & IS = Arus Primer & Sekunder (Ampere)KARENA RUGI TEMBAGA TERGANTUNG DARI ARUS PRIMER DAN SEKUNDER,MAKA RUGI TEMBAGA BERSIFAT TIDAK TETAP TERGANTUNG BEBAN TRAFOBAB IIPRINSIP DASAR TRAFO

  • 18II.13. KRONOLOGI JATUH TEGANGAN KARENA PEMBEBANAN TRAFOGambar 17. : Phasor Pendekatan Proses Pembebanan TrafoBAB IIPRINSIP DASAR TRAFO

  • II.12. PEMBEBANAN TRAFO DAN JATUH TEGANGAN KARENA IMPEDANSISETIAP TRAFO YANG DIBEBANI AKAN MENGALAMI RUGI TEGANGAN YANG DISEBAB-KAN OLEH RESISTANSI LILITAN PRIMER & SEKUNDER ( R1 & R2 ) SERTA REAKTANBOCOR PRIMER & SEKUNDER ( X1 & X2 )UNSUR R DAN XMERUPAKANIMPEDANSI ZSEHINGGA :IMPEDANSI PRIMER(Z1) = R1 + j X1 = (R12 + X12)Gambar 16. : Jatuh Tegangan Karena Pembebanan TrafoIMPEDANSI SEKUNDER(Z2) = R2 + jX2 = (R22 + X22)JADI : JATUH TEGANGAN PRIMER (Vdrop primer) = I1.Z1 = I1 (R1 + jX1) JATUH TEGANGAN PRIMER (Vdrop primer) = I2.Z2 = I2 (R2 + jX2)

    17BAB IIPRINSIP DASAR TRAFO

  • II.14. RANGKAIAN EQUIVALENT TRAFOTRAFO TERDIRI DARI DUA RANGKAIAN YANG TERPISAH SATU SAMA LAIN, YAITURANGKAIAN PRIMER DAN RANGKAIAN SEKUNDERRUGI TEMBAGA PRIMER = I12 x R1RUGI TEMBAGA SEKUNDER = I22 x R2 Gambar 18. : Rangkaian Primer & Sekunder TrafoUNTUK MEMPERMUDAH ANALISISDALAM PENGUJIAN, KEDUA RANG-KAIAN TERSEBUT DIBUAT MENJADISEBUAH RANGKAIAN YANG DISE-BUT RANGKAIAN EQUIVALENTGambar 19. : Rangkaian Equivalent TrafoRUGI TEMBAGA SEKUNDER DILIHATDARI PRIMER = I22 x R2 = I12 (I22/I12) x R2 = I12 (I2/I1)2 x R2 = I12 x a2 x R2DARI SINI MAKA RESISTAN SEKUNDERDILIHAT DARI PRIMER (R2) = a2 R2 19BAB IIPRINSIP DASAR TRAFODAN REAKTAN SEKUNDER DILIHAT DARI PRIMER (X2) = a2 X2

  • UJI HUBUNG SINGKAT TRAFO DILAKUKANUNTUK MENDAPATKAN IMPEDANSI TRAFO,PADA ARUS NOMINAL PRIMERII.15. UJI HUBUNG SINGKAT TRAFOGambar 20. : Uji Hubung Singkat TrafoPARAMETER YANG DIUKUR ADALAHV1, I1 DAN W DIMANA :V1 = Tegangan Injeksi Primer (Volt)I1 = Arus Injeksi Primer (Amp)W = Rugi Tembaga Primer & Sekunder (Watt) IMPEDANSI TRAFO ( Z ) = V1 / I1 () = (R1+R2) + j(X1+X2) = ((R1+R2)2 + (X1+X2)2) RUGI TEMBAGA = W (Watt)