Pedoman Skripsi Ums

Download Pedoman Skripsi Ums

Post on 16-Oct-2015

137 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

kampus ums

TRANSCRIPT

<p>5</p> <p>BAB IPENDAHULUAN</p> <p>A. Pengertian </p> <p>Skripsi adalah laporan tertulis hasil penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa dengan bimbingan Pembimbing Utama dan atau Pembimbing Pendamping untuk dipertahankan dihadapan Dewan Penguji Skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh derajat Sarjana Kedokteran. Skripsi merupakan suatu karya tulis ilmiah dari hasil penelitian yang sepenuhnya menerapkan kaidah-kaidah metode ilmiah dan hasilnya diharapkan dapat memberikan manfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Skripsi bersifat asli, memperbaharui atau mengembangkan ilmu kedokteran dan kesehatan atau ilmu-ilmu yang berhubungan dengan kedokteran. </p> <p>B. Kompetensi UmumMahasiwa Fakultas Kedokteran UMS mampu melakukan penelitian dibidang Ilmu Kedokteran dan atau Kesehatan sesuai dengan ilmu yang telah dikuasainya.</p> <p>C. Kompetensi Khusus Mahasiwa Fakultas Kedokteran UMS:Mampu menyusun Proposal Penelitian sesuai dengan bidang ilmunya dan kaidah metodologi.Mampu melakukan pengambilan dan menganalisis data penelitian dalam kaitannya untuk pembuktian hipotesis.Mampu menyusun laporan hasil penelitian sesuai dengan ketentuan metodologi dan etika profesi dan keilmuan.Mampu melakukan komunikasi ilmiah melalui presentasi laporan hasil penelitian.Mampu mempertahankan hasil karya ilmiah berupa skripsi dihadapan dewan penguji.</p> <p>D. Tujuan</p> <p>Tujuan penyusunan skripsi adalah melatih mahasiswa agar mampu:Mengenali masalah kedokteran dan kesehatan aktual.Menganalisa masalah kedokteran dan kesehatan aktual.Membuat tulisan ilmiah tentang kedokteran dan kesehatan aktual.</p> <p>C. Ketentuan Skripsi</p> <p>Bobot Skripsi adalah 4 SKS.Skripsi berupa hasil penelitian (dengan data primer atau sekunder), dan dianjurkan minimal 2 variabel (key word)Topik/tema Skripsi dipilih berdasarkan adanya integrasi / relevansi antara aspek Biomedik, Klinik dan Komunitas.Topik atau tema Skripsi sebaiknya bersifat inovatif (dihindarkan kecenderungan mengulang topik sejenis).Skripsi belum pernah dipublikasikan.Penulisan Skripsi berdasarkan buku petunjuk penulisan.Menggunakan bahasa Indonesia yang baku.Skripsi diutamakan bisa menyebutkan ayat Al Quran dan atau hadits yang relevan dalam pendahuluan, tinjauan pustaka atau pembahasan.</p> <p>BAB II</p> <p>PERSYARATAN DAN WAKTU PELAKSANAAN</p> <p>A. Persyaratan</p> <p>Telah lunas membayar uang SPP dan telah menyelesaikan Administrasi Akademik pada semester yang sesuaiTerdaftar sebagai mahasiswa yang sah di FK UMS untuk tahun akademik yang sesuaiTidak dalam masa skorsing atau menjalani sangsi akademik/ administratifSekurang-kurangnya semester VI (enam) Indek Prestasi Komulatif &gt; 2 (dua), tidak ada Nilai E dan Nilai D &lt; 10 %Telah lulus kuliah blok riset </p> <p>B. Jangka waktu pelaksanaan</p> <p>Jangka waktu penulisan Skripsi adalah 2 semester ( 1 tahun) terhitung mulai dari tanggal pengumuman Skripsi sampai dengan ujian Skripsi.Mahasiswa yang tidak dapat menyelesaikan Skripsi sesuai dengan waktu yang di tentukan (1 tahun / 2 semester) oleh karena alasan apapun akan dikenai biaya perpanjangan pembimbingan.</p> <p>BAB III</p> <p>PEMBIMBING DAN PENGUJI</p> <p>Pembimbing Utama adalah semua dosen tetap/ tidak tetap minimal berkualifikasi S2 atau Sp 1. Pembimbing pendamping adalah semua dosen tetap/tidak tetap minimal berkualifikasi SI Penguji skripsi adalah semua dosen tetap/tidak tetap minimal berkualifikasi S2 atau Sp 1 dengan bidang ilmu yang sesuai </p> <p>BAB IV</p> <p>FORMAT PROPOSAL SKRIPSI DAN SKRIPSI</p> <p>Bagian utama dalam skripsi terdiri dari lima bab berikut ini : pendahuluan (bab 1), tinjauan pustaka (bab 2), metode penelitian (bab 3), basil dan pembahasan (bab 4) serta kesimpulan dan saran (bab 5). Untuk proposal penelitian, terdiri dari bab 1-3. Secara lengkap seluruh bagian-bagian dalam proposal dan tesis adalah sebagai berikut:</p> <p>Tabel 1. Bagian-bagian dalam Proposal Skripsi dan Skripsi </p> <p>Proposal SkripsiSkripsi Halaman judul Halaman judul lembar persetujuan / Pengesahanlembar persetujuan / PengesahanDaftar isiDaftar isi</p> <p>Daftar tabel dan grafik (optional)</p> <p>Pernyataan</p> <p>Kata pengantar</p> <p>Abstrak (Indonesia dan Inggris)Bab 1. Pendahuluan Bab 1. Pendahuluan Bab 2. Tinjauan Pustaka Bab 2. Tinjauan Pustaka Bab 3. Metode PenelitianBab 3. Metode Penelitian</p> <p>Bab 4 Hasil dan Pembahasan</p> <p>Bab 5 Kesimpulan dan SaranDaftar Pustaka Daftar Pustaka LampiranLampiran</p> <p>Naskah publikasi (terpisah)</p> <p>Masing-masing bagian dalam Proposal Skripsi dan Skripsi diuraikan sebagai berikut.</p> <p>Judul dan Lembar Persetujuan</p> <p>Halaman judul memuat: judul, maksud proposal skripsi atau skripsi, lambang UMS nama dan nomor induk mahasiswa, institusi yang dituju, dan waktu pengajuan. Contoh halaman judul dapat dilihat pada lampiran 1.Halaman persetujuan berisi tanda tangan dan tanggal persetujuan oleh pembimbing Skripsi. Contoh halaman persetujuan terdapat pada lampiran 2.</p> <p>Daftar Isi, Pernyataan dan Kata Pengantar</p> <p>Daftar isi merupakan daftar yang menunjukkan isi bagian-bagian dalam proposal skripsi atau skripsi maupun sub-sub bagiannya beserta nomor halamannya.Daftar tabel dan grafik tidak selalu harus ada dalam skripsi, tergantung dari banyaknya tabel dan grafik yang ada. Memuat judul tabel dan nomor halamannya.Halaman pernyataan berisi pernyataan bahwa isi skripsi ini bukan merupakan karya peneliti lain dan tidak mengambil dari karya penelitian lain. Contoh pernyataan terdapat pada lampiran 3.Kata pengantar merupakan ungkapan yang tulus dari peneliti dan mencakup uraian refleksi peneliti terhadap keseluruhan proses penelitian yang dilalui, manfaat skripsi dan apresiasi terhadap pihak-pihak yang mempunyai kontribusi dalam penyelesaian skripsi (termasuk responden penelitian). </p> <p>Judul, Abstrak dan Kata Kunci</p> <p>Judul skripsi adalah bagian yang pertama kali dilihat oleh pembaca (kolega, pembimbing akademik, pembimbing skripsi, penguji, pembaca makalah, penelusur artikel, dan yang lainnya). Oleh karenanya judul harus menarik. Judul harus memberikan gambaran mengenai keseluruhan yang tercakup dalam skripsi (what the paper is all about), ditulis sesingkat mungkin dan membuat pembaca tertarik.Bagian kedua yang paling sering dibaca setelah judul adalah abstrak. Abstrak merupakan ringkasan skripsi atau naskah publikasi yang ditulis dalam 200-250 kata. Abstrak berisi informasi mengenai mengapa dilakukan penelitian, apa yang dilakukan, bagaimana hasil dan kesimpulannya. Agar penulisan abstrak mencakup seluruh informasi tersebut, maka digunakan format structured abstract, dengan sub-sub judul sebagai berikut:</p> <p>2.1. Latar belakang (Background)2.2. Metode (Methods)2.3. Hasil (Results)2.4. Kesimpulan (Conclusion)2.5. Abstrak proposal penelitian tidak mencakup sub-judul hasil dan kesimpulan, Jumlah kata kunci dibatasi 3 - 5 kata atau frase. Kata kunci adalah kata yang nantinya akan dipergunakan oleh peneliti lain untuk menelusuri referensi (dan menemukan hasil penelitian Anda). Kata kunci dapat terdiri dari topik penelitian, metode yang digunakan dan setting penelitian. </p> <p>Pendahuluan</p> <p>1) Latar Belakang </p> <p>menguraikan akan perlunya penelitian ini dengan mengemukakan masih adanya kesenjangan antara teori dan fakta . Tunjukkan bukti-bukti ilmiah yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti masih belum menjawab secara memuaskan. Kemukakan angka-angka kejadian untuk menunjukkan bahwa masalah penelitian ini cukup tinggi frekuensinya, luas cakupan geografisnya dan masih berlangsung sampai saat ini.</p> <p>2) Rumusan Masalah Berupa Kalimat Pertanyaan yang menggambarkan permasalahan utama . Sudah menunjukkan variabel-variabel penelitian yang akan diteliti. Bila permasalahan lebih dari satu, ditulis satu persatu dengan urutan prioritas.</p> <p>3) Tujuan Penelitian Suatu kondisi yang akan dicapai dalam kaitannya untuk memecahkan masalah penelitian. Tujuan Penelitian dapat di uraikan menjadi Tujuan Umum dan Tujuan Khusus. Tujuan Umum menggambarkan kondisi umum yang akan dicapai dalam penelitian ini. Tujuan khusus menggambarkan secara rinci hal-hal yang akan diukur atau dinilai dalam penelitian ini. Kesatuan utuh dari tujuan-tujuan khusus merupakan tujuan umum.</p> <p>4) Manfaat Penelitian mengemukaan tentang pentingnya hasil penelitian nanti. Manfaat penelitian dapat ditinjau dari aspek kepentingan teoritik dan atau kepentingan aplikatif (terapan).</p> <p>Tinjauan Pustaka</p> <p>Secara umum, tinjauan pustaka membantu peneliti mengetahui bagaimana strategi peneliti dalam menjawab masalah masalah penelitian yang serupa. Tinjauan pustaka membantu peneliti untuk mengoperasionalkan tujuan penelitian dan cara mencapai tujuan penelitian tersebut. Oleh karenanya, peneliti dituntut untuk mengkaitkan penelitiannya dengan penelitian-penelitian lain yang telah ada sebelumnya, baik dalam hal teori, konsep, ataupun metode penelitiannya. Diharapkan dengan tinjauan pustaka yang memadai, penelitian yang dilakukan ini lebih unggul dibanding penelitian sebelumnya. Disamping itu, dengan mengetahui kekuatan dan kelemahan penelitian-penelitian sebelumnya, peneliti dapat menyusun metode penelitian yang lebih tepat. Hasil akhir tinjauan pustaka berupa landasan teori, kerangka konsep penelitian dan hipotesis penelitian.Untuk memudahkan peneliti memahami cara mencapai tujuan penelitian, perlu diidentifikasi teori yang melandasi (landasan teori). Teori mendeskripsikan keterkaitan antara berbagai konstruk atau variabel untuk memudahkan peneliti dalam melakukan penelitian, serta dapat disajikan dalam bentuk narasi atau bagan kerangka. Namun demikian, oleh karena berbagai pertimbangan dan keterbatasan dalam penelitian, seorang peneliti dapat mengambil bagian teori tertentu untuk digunakan sebagai kerangka konsep penelitian. Diharapkan kerangka konsep penelitian ini merupakan jabaran yang lebih operasional dalam bentuk variabel dan interaksinya.Hipotesis penelitian merupakan jawaban sementara dari peneliti terhadap perumusan masalah. Jawaban sementara ini kemudian akan dibuktikan atau dideskripsikan dalam penelitian yang akan dilakukan. Hipotesis penelitian dapat dibuktikan dengan cara uji statistik atau melalui cara lain yang dapat dibenarkan secara ilmiah.</p> <p>Metodologi Penelitian</p> <p>Metodologi Penelitian memuat tentang Desain Penelitian, Tempat dan Waktu Penelitian, Populasi , Sampel dan teknik sampling, Estimasi Besar Sampel, Kriteria restriksi (Inklusi dan Eksklusi) , Pengalokasian Subjek Penelitian (untuk penelitian eksperimen, Kohort dan Kasus Kontrol), Definisi Operasional Variabel, Intervensi dan Instrumentasi (untuk penelitian eksperimen). Rencana pengolahan dan Analisis Data.1) Desain Penelitian : Desian penelitian diklasifikasikan berdasarkan ada tidaknya intervensi, menjadi penelitian observasional analitik (Cross sectional, studi Kasus Kontrol dan Kohort) dan penelitian eksperimen ( Randomized pre test only control group design, Randomized pre and post test control group design, Croos over design dll)Contoh penulisannya adalah : Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan Kasus Kontrol untuk mempelajari hubungan antara paparan obat antiemesis pada waktu hamil muda dengan kejadian kelainan kongenital bayi yang dilahirkan.</p> <p>2) Tempat dan Waktu penelitian (sudahjelas)</p> <p>3) Populasi Penelitian terdiri atas : a. Populasi target yang dibatasi oleh kriteria inklusi subjek subjek misalnya Penderita Hipertensi laki-laki berumur di atas 40 tahun. b. Populasi Aktual: Bagian dari populasi target tempat anggota sampel diambil, misalnya Penderita Hipertensi laki-laki berumur di atas 40 tahun yang di rawat di RSDM tahun 2004-2005.4) Sampel dan Teknik Sampling. Sampel adalah hasil pencuplikan dari populasi yang akan diteliti karakteristiknya. Teknik Sampling secara garis besar ada 2 macam (1) Teknik Random (probability sampling) termasuk di dalamnya adalah: Random sederhana, sistematik, stratifikasi dan klaster (2) Teknik non Random (non probability sampling) termasuk di dalamnya kuota sampling, purposive sampling, insidental sampling, dlL (lihat buku metodologi).</p> <p>5) Estimasi Besar Sampel. Rumus yang digunakan untuk menghitung besar sampel minimal yang diperlukan hendaknya dicantumkan, dengan alasan pemilihannya.</p> <p>6) Kriteria Restriksi : sifat-sifat dan kondisi subjek perlu dibatasi dalam rangka untuk pengendalian variabel luar melalui penerapan kriteria ristriksi yang terdiri dari (1) Kriteria Inklusi adalah karakter umum subjek dalam populasinya. Misalnya penderita Hipertensi, laki-laki, berumur di atas 40 tahun. (2) Kriteria Eksklusi adalah kriteria untuk mengeluarkan subjek yang memenuhi kriteria inklusi karena beberapa sebab, misalnya terdapat penyakit lain yang dapat mempengaruhi hubungan antar variabel penelitian, pasien masih dalam perawatan dan menggunakan obat selain obat yang di teliti, subjek menolak untuk mengikuti penelitian. Bukan kebalikan dari kriteria inklusi.</p> <p>7) Pengalokasian Subjek . Menjelaskan tentang cara pengelompokan subjek yang mendapat perlakuan dan kontrol (pembanding) untuk penelitian eksperimen. Kelompok berisiko dan tidak berisiko untuk penelitian Kohort. Kelompok Kasus dan kontrol untuk rancangan Kasus Kontrol Pengalokasian dapat menggunakan cara random atau matching. Dalam penelitian Cross sectional peneliti tidak mengalokasikan subjek tetapi mengobservasi subjek yang terpapar dan tidak terpapar faktor risiko secara alamiah.</p> <p>8) Definisi Operasional . Variabel-variabel penelitian dan semua konsep dalam penelitian diberikan batasan secara operasional sehingga tidak terjadi kerancuan dalam pemahaman dan pengukuran serta analisisnya. Kedudukan Variabel dan skala pengukurannya disebutkan (nominal, ordinal, interval atau rasio)Contoh Penulisan:Variabel Penelitian: Status Tekanan Darah (Hipertensi dan Normotensi)Definisi Operasional : Hipertensi adalah Tekanan darah Sistole di atas 140 mniHg dan diastole di atas 90 mmHg.Skala Pengukuran: Ordinal</p> <p>9) Intervensi dan InstrumentasiDalam bagian ini perlu dijelaskan secara rinci bentuk intervensi yang diberikan (untuk penelitian ekeperimen).Diuraikan secara teknis metode pengukurannya (alat ukur dan cara pengambilan data). Teknik pengukuran (instrumentasi) yang sudah lazim misalnya pengukuran kadar Hb tidak perlu dirinci, cukup menyebutkan teknik yang dipakai. Alat ukur yang digunakan disebutkan dengan jelas termasuk tipe dan pabrik pembuatnya. Alat ukur seperti kuesioner dan hal-hal lain yang memakan banyak tempat di letakkan dalam lampiran.</p> <p>10) Rencana Analisis DataDiterangkan secara singkat bagaimana data yang terkumpul akan diolah, dianalisis dan disajikan. Sebutkan teknik analisis statistik yang akan dipakai. Tentukan pula batas kemaknaan (a) yang akan digunakan dan sebutkan pula apakah interval kepercayaan (confidence interval) akan disertakan. Rumus statistik yang dipilih perlu dituliskan . Beberapa test statistik yang sering digunakan antara lain: (1) distribusi frekuensi (2) statistik inferensial misalnya: Chi Square test, Fisher exact test, student t-test (3) analisis regresi misalnya : korelasi Rank Spearman (4) Analisis Varian misalnya : Anova, Anacova, (5) Analisis...</p>