pbl 2 pbl 2 pbl 2

Download pbl 2 pbl 2 pbl 2

Post on 13-Sep-2015

234 views

Category:

Documents

8 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

pbl 2 pbl 2 pbl 2 pbl 2 pbl 2 pbl 2

TRANSCRIPT

<p>Niken Audi Lestari1102011194Memahami dan Menjelaskan Konsep dan Struktur Keluarga </p> <p>DEFINISI KELUARGADefinisi keluarga dikemukakan oleh beberapa ahli:a. Reisner (1980): Keluarga adalah sebuah kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih yang masing-masing mempunyai hubungan kekerabatan yang terdiri dari bapak, ibu, adik, kakak, kakek, dan nenek.b. Logans (1979):Keluarga adalah sebuah sistem sosial dan sebuah kumpulan beberapa komponen yang saling berinteraksi satu sama lain.c. Gillis (1983):Keluarga adalah sebagaimana sebuah kesatuan yang kompleks dengan atribut yang dimiliki tetapi terdiri dari beberapa komponen yang masing-masing mempunyai arti sebagaimana unit individu.d. Duvall:Keluarga merupakan sekumpulan orang yang dihubungkan oleh ikatan perkawinan, adopsi, kelahiran yang bertujuan untuk meningkatkan dan mempertahankan budaya yang umum, meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional dan sosial dari tiap anggota.e. Bailon dan Maglaya:Keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih individu yang bergabung karena hubungan darah, perkawinan, atau adopsi, hidup dalam satu rumah tangga, saling berinteraksi satu sama lainnya dalam perannya dan menciptakan dan mempertahankan suatu budaya.f. Johnsons (1992):Keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang mempunyai hubungan darah yang sama atau tidak, yang terlibat dalam kehidupan yang terus menerus, yang tinggal dalam satu atap, yang mempunyai ikatan emosional dan mempunyai kewajiban antara satu orang dengan orang yang lainnya.g. Lancester dan Stanhope (1992): Dua atau lebih individu yang berasal dari kelompok keluarga yang sama atau yang berbeda dan saling menikutsertakan dalam kehidupan yang terus menerus, biasanya bertempat tinggal dalam satu rumah, mempunyai ikatan emosional dan adanya pembagian tugas antara satu dengan yang lainnya.h. Jonasik and Green (1992): Keluarga adalah sebuah sistem yang saling tergantung, yang mempunyai dua sifat (keanggotaan dalam keluarga dan berinteraksi dengan anggota yang lainnya).i. Bentler et. Al (1989):Keluarga adalah sebuah kelompok sosial yang unik yang mempunyai kebersamaan seperti pertalian darah/ikatan keluarga, emosional, memberikan perhatian/asuhan, tujuan orientasi kepentingan, dan memberikan asuhan untuk berkembang.j. National Center for Statistic (1990): Keluarga adalah sebuah kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih yang berhubungan dengan kelahiran, perkawinan, atau adopsi dan tinggal bersama dalam satu rumah.k. Spradley dan Allender (1996): Satu atau lebih individu yang tinggal bersama, sehingga mempunyai ikatan emosional, dan mengembangkan dalam interelasi sosial, peran, dan tugas.l. BKKBN (1992):Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami istri, atau suami istri dan anaknya, atau ayah dengan anaknya, atau ibu dengan anaknya.m. Depkes (1998):Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungann. WHO (1996):Anggota rumah tangga yang saling berhubungan melalui pertalian darah, adaptasi, atau perkawinan.o. Helvie (1981):Keluarga adalah sekelompok manusia yang tinggal dalam suatu rumah tangga dalam kedekatan yang konsisten dan hubungan yang erat.</p> <p>BENTUK KELUARGA Tradisionala. Nuclear family (keluarga inti):Ayah, ibu, dan anak tinggal dalam satu rumah ditetapkan oleh sanksi-sanksi legal dalam suatu ikatan perkawinan, satu atau keduanya dapat bekerja di luar rumah.b. Reconstituted nuclear:Pembentukan baru dari keluarga inti melalui perkawinan kembali suami/istri. Tinggal dalam satu rumah dengan anak-anaknya, baik itu bawaan dari perkawinan sebelumnya maupun dari hasil perkawinan yang baru.c. Niddle age atau aging couple:Suami sebagai pencari uang dan istri di rumah, atau kedua-duanya bekerja di rumah, anak-anak sudah meninggalkan rumah karena sekolah atau perkawinan/meniti karir.d. Dyad family/Dyadie nuclear:Suami-istri tanpa anak.e. Single parent:Satu orang tua (ayah/ibu) dengan anak.f. Dual carrier:Suami-istri/keluarga orang karir tanpa anak.g. Commuter married:Suami-istri/keduanya orang karir dan tinggal terpisah pada jarak tertentu, keduanya saling mencari pada waktu-waktu tertentu.h. Single adult:Orang dewasa hidup sendiri dan tidak ada keinginan untuk kawin.i. Extended family:Dua sampai tiga generasi tinggal bersama dalam satu rumah tangga.j. Keluarga usila:Usila (usia lanjut) dengan/atau tanpa pasangan, anak sudah pisah. Nontradisionala. Commune family:beberapa keluarga hidup bersama dalam satu rumah, memiliki sumber yang sama, dan pengalaman yang sama.b. Cohabiting couple:Dua orang (satu pasangan) yang tinggal bersama tanpa ikatan perkawinan yang sah.c. Institusional:Anak-anak/orang-orang dewasa yang tinggal dalam suatu panti-panti.d. Homosexual/Lesbian:Dua orang dengan jenis kelamin yang sama hidup bersama sebagai suami isteri.e. Unmarried parent and children family: Pria atau wanita yang tidak pernah kawin tetapi tinggal bersama dengan anak yang dilahirkannya.f. Unmarried couple with children family: Keluarga inti yang hubungan suami isteri tidak terikat dengan perkawinan yang sah.g. Foster family: Keluarga menerima anak yang tidak ada hubungan keluarga/saudara di dalam waktu sementara, pada saat orangtua anak tersebut perlu mendapatkan bantuan untuk menyatukan kembali keluarga yang aslinya.h. Homeless family:Keluarga yang terbentuk dan tidak mempunyai perlindungan yang permanen karena krisis personal yang dihubungkan dengan keadaan ekonomi dan/atau masalah kesehatan mental.i. Gang:Sebuah bentuk keluarga yang destruktif dari orang-orang muda yang mencari ikatan emosional dan keluarga yang mempunyai perhatian tetapi berkembang dalam kekerasan dan kriminal dalam kehidupannya.</p> <p>FUNGSI KELUARGAMenurut WHO (1978) Fungsi biologis:Meneruskan keturunan, memelihara dan membesarkan anak; memenuhi kebutuhan gizi keluarga; memelihara dan merawat anggota keluarga Fungsi psikologis:Memberikan kasih sayang dan rasa aman; memberikan perhatian di antara anggota keluarga; membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga; memberikan identitas keluarga. Fungsi sosialisasi:Membina sosialisasi pada anak; membina norma-norma tingkah laku sesuai dengan tingkah perkembangan anak; meneruskan nilai-nilai keluarga. Fungsi ekonomi:Mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga; pengaturan dan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga; menabung untuk memenuhi kebutuhan keluarga di masa yang akan datang (misalnya pendidikan anak, jaminan hari tua). Fungsi pendidikan:Menyekolahkan anak untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, dan membentuk perilaku anak sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki; mempersiapkan anak untuk kehidupan dewasa yang akan datang dalam memenuhi perannya sebagai orang dewasa; mendidik anak sesuai dengan tingkat-tingkat perkembangannya.</p> <p>Menurut Friedman (1998) Fungsi affective:Menciptakan lingkungan yang menyenangkan dan sehat secara mental, saling mengasuh, menghargai, terikat, dan berhubungan; mengenal identitas individu; rasa aman. Fungsi sosialisasi peran: Proses perubahan dan perkembangan individu untuk menghasilkan interaksi sosial dan belajar berperan; fungsi dan peran di masyarakat; sasaran untuk kontak sosial di dalam atau di luar rumah. Fungsi reproduksi:Menjamin kelangsungan generasi dan kelangsungan hidup masyarakat. Fungsi ekonomi:Memenuhi kebutuhan tiap anggota keluarga; menambah penghasilan keluarga sampai dengan pengalokasian dana. Fungsi perawatan kesehatan: Konsep sehat-sakit keluarga; pengetahuan dan keyakinan tentang sakit sebagai tujuan kesehatan keluarga untuk membentuk keluarga yang mandiri.</p> <p>Menurut BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) bahwa fungsi keluarga dibagi menjadi 8. Fungsi keluarga yang dikemukakan oleh BKKBN ini senada dengan fungsi keluarga menurut Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1994, yaitu : Fungsi Keagamaan: yaitu dengan memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga yang lain dalam kehidupan beragama, dan tugas kepala keluarga untuk menanamkan bahwa ada kekuatan lain yang mengatur kehidupan ini dan ada kehidupan lain setelah di dunia ini. Fungsi Sosial Budaya: Dilakukan dengan membina sosialisasi pada anak, membentuk norma-norma tingkah laku sesuai dengan tingkat perkembangan anak, meneruskan nilai-nilai budaya keluarga Fungsi Cinta Kasih: Diberikan dalam bentuk memberikan kasih sayang dan rasa aman, serta memberikan perhatian diantara anggota keluarga. Fungsi Melindungi: Bertujuan untuk melindungi anak dari tindakan-tindakan yang tidak baik, sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman. Fungsi Reproduksi: Merupakan fungsi yang bertujuan untuk meneruskan keturunan, memelihara dan membesarkan anak, memelihara dan merawat anggota keluarga Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan: Merupakan fungsi dalam keluarga yang dilakukan dengan cara mendidik anak sesuai dengan tingkat perkembangannya, menyekolahkan anak. Sosialisasi dalam keluarga juga dilakukan untuk mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik Fungsi ekonomi: Adalah serangkaian dari fungsi lain yang tidak dapat dipisahkan dari sebuah keluarga. Fungsi ini dilakukan dengan cara mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dan menabung untuk memenuhi kebutuhan keluarga di masa datang. Fungsi Pembinaan Lingkungan:Memberikan kepada setiap keluarga kemampuan menempatkan diri secara serasi, selaras, seimbang sesuai dengan daya dukung alam dan lingkungan yang berubah secara dinamis.</p> <p>Menurut Undang-Undang (1992) membagi fungsi keluarga sebagai berikut1. Fungsi keagamaan Membina norma/ajaran agama sebagai dasar dan tujuan hidup seluruh anggota keluarga, Menerjemahkan ajaran dan norma agama kedalam tingkah laku hidup sehari-hari bagi seluruh anggota keluarga, Memberi contoh konkret dalam kehidupan sehari-hari dalam pengalaman ajaran agama, Melengkapi dan menambah proses belajar anak tentang keagamaan yang tidak/kurang diperoleh disekolah atau masyarakat, Membina rasa, sikap ,dan praktik kehidupan beragama.2. Fungsi Budaya adalah Membina tugas keluarga sebagai sarana untuk meneruskan norma budaya masyarakat dan bangsa yang ingin dipertahankan, Membina tugas keluarga untuk menyaring norma dan budaya asing yang tidak sesuai, Membina tugas keluarga sebagai saran anggota nya untuk mencari pemecahan masalah dari berbagai pengaruh negatif globalisasi dunia, Membina tugas keluarga sebagai sarana bagi anggotanya untuk mengadakan kompromi/adaptasi dan praktik (positif) serta globalisasi dunia, Membina budaya keluarga yang sesuai ,selaras , dan seimbang dengan budaya masyarakat /bangsa untuk menunjang terwujudnnya norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera.3. Fungsi Cinta kasih adalah Menumbuhkembangkan potensi simbol cinta kasih sayang yang telah ada diantara anggota keluarga dalam simbol yang nyata, seperti ucapan dan tingkah laku secara optimal dan terus menerus, Membina tingkah laku ,saling menyayangi diantara anggota keluarga maupun antara keluarga yang satu dengan yang lainnya secara kuantitatif dan kualitatif, Membina praktik kecintaan terhadap kehidupan duniawi dan uhkrawi dalam keluarga secara serasi, selaras, dan seimbang, Membina rasa ,sikap, dan praktik hidup keluarga yang mampu memberikan dan menerima kasih sayang sebagai pola hidup ideal menuju keluarga kecil bahagia dan sejahtera.4. Fungsi perlindungan Memenuhi kebutuhan akan rasa aman diantara anggota keluarga.Bebas dari rasa tidak aman yang tumbuh dari dalam maupun dari luar keluarga, Membina keamanan keluarga baik fisik maupun psikis dari berbagai bentuk ancaman dan tantangan yang datang dari luar maupun dalam, Membina dan menjadikan stabilitas dan keamanan keluarga sebagai modal menuju keluarga kecil bahagia dan sejahtera.5. Fungsi reproduksi Membina kehidupan keluarga sebagai wahana pendidikan reproduksi sehat baik bagi anggota keluarga maupun keluarga sekitarnya. Memberikan contoh pengalaman kaidah-kaidah pembetukan keluarga dalam hal usia , kedewasaan fisik dan mental, Mengamalkan kaidah-kaidah reproduksi sehat baik yang berkaitan dengan jangka waktu melahirkan, jarak antara kelahiran dua anak, dan jumlah ideal anak yang diinginkan dalam keluarga, Mengembang kan kehidupan reproduksi sehat sebagai modal yang kondusif menuju keluarga kecil bahagia dan sejahtera.6. Fungsi sosialisasi Menyadari, merencanakan dan menciptakan lingkungan keluarga sebagai wahana pendidikan dan sosialisasi anak yang pertama dan utama, Menyadari ,merencanakan, dan menciptakan kehidupan keluarga sebagai pusat tempat anak dapat mencari pemecahan masalah dari berbagai konflik dan permasalahan yang dijumpainya baik lingkungan masyarakat maupun sekolahnya. Membina proses pendidikan dan sosialisasi anak tentang hal yang perlu dilakukannya untuk meningkatkan kemantangan dan kedewasaan baik fisik maupun mental, yang tidak/kurang diberikan lingkungan sekolah maupun masyarakat. Membina proses pendidikan dan sosialisasi yang terjadi dalam keluarga sehingga tidak saja bermamfaat positif bagi anak, tetapi juga orang tua untuk perkembangan dan kematangan hidup bersama menuju keluarga kecil bahagia dan sejahtera.7. Fungsi EkonomiAdalah melakukan kegiatan ekonomi baik diluar maupun didalam kehidupan keluarga dalam rangka menopang perkembangan hidup keluarga, mengelola ekonomi keluarga sehingga terjadi keserasian, keselamatan dan keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran keluarga, mengatur waktu sehingga kegiatan orang tua diluar rumah dan perhatiaanya terhadap anggota rumah tangga bejalan serasi, selaras, dan seimbang, membina kegiatan dan hasil ekonomi keluarga sebagai modal untuk mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera.8. Fungsi Pelestarian LingkunganAdalah membina kesadaran dan praktik kelestarian lingkungan internal keluarga, membina kesadaran, sikap, dan praktik pelestarian lingkunga hidup yang serasi, selaras, dan seimbang antara lingkungan keluarga dan lingkungan hidup sekitarnya.SIKLUS KEHIDUPAN KELUARGADuvall (1067) mengklasifikasikan siklus kehidupan keluarga menjadi 8 tahap yaitu :1) Tahap awal perkawinan (newly married), suatu pasangan yang baru saja kawin dan belum mempunyai anak.2) Tahap keluarga dengan bayi (birth of the first child), keluarga tersebut telah mempunyai bayi, dapat satu atau dua orang.3) Tahap keluarga dengan anak usia prasekolah (family with preschool children), keluarga tersebut telah mempunyai anak dengan usia prasekolah (30 bulan sampai 6 tahun).4) Tahap keluarga dengan anak usia sekolah (family with children in school), keluarga tersebut telah mempunyai anak dengan usia sekolah (6-13 tahun).5) Tahap keluarga dengan anak usia remaja (family with teenager), keluarga tersebut telah mempunyai anak dengan usia remaja (13-20 tahun).6) Tahap keluarga dengan anak-anak yang meninggalkan keluarga (family as launching centre), satu persatu anak meninggalkan keluarga, dimulai oleh...</p>