p u t u s a n - hukum. ?· pesona dahulu bank utama cabang medan sebagai kompe nsasi/pengganti...

Download P U T U S A N - hukum. ?· Pesona dahulu Bank Utama Cabang Medan sebagai kompe nsasi/pengganti atas…

Post on 27-Sep-2018

212 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • Hal. 1 dari 22 hal. Put. No. 840 K/Pdt/2005

    P U T U S A N

    No. 840 K/Pdt/2005

    DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

    M A H K A M A H A G U N G

    memeriksa perkara perdata dalam tingkat kasasi telah memutuskan sebagai

    berikut dalam perkara :

    NGARIJAN SALIM, bertempat tinggal di Jalan Imam Bonjol No.

    26-A Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Kota

    Medan, dalam hal ini memberi kuasa kepada OK.NAZRIN

    MADJRUL, SH., Advokat, berkantor di Jalan Seroja II/169

    Medan, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 22 Juni 2004 ;

    Pemohon Kasasi dahulu Tergugat/Terbanding ;

    m e l a w a n :

    1. FEBRINA SIONADER ;

    2. BEE ROBIN, bertempat tinggal di Jalan Thamrin No. 112,

    Kelurahan Pusat Pasar, Kecamatan Medan Kota, Kota

    Medan.

    Para Termohon Kasasi dahulu Para Penggugat/Pembanding ;

    Mahkamah Agung tersebut ;

    Membaca surat-surat yang bersangkutan ;

    Menimbang, bahwa dari surat-surat tersebut ternyata bahwa sekarang

    Para Termohon Kasasi dahulu sebagai Para Penggugat telah menggugat

    sekarang Pemohon Kasasi dahulu sebagai Tergugat di muka persidangan

    Pengadilan Negeri Lubuk Pakam pada pokoknya atas dalil-dalil :

    Bahwa berdasarkan Akta Pengikatan Diri untuk melakukan Jual Beli

    No. 103 tertanggal 28 Juli 1997 yang dibuat oleh dan dihadapan Andreas Ngikut

    Meliala, SH. Notaris di Medan, Penggugat merupakan pemilik yang sah dan

    berhak penuh atas sebidang tanah seluas + 1.589 m2 (seribu lima ratus

    delapan puluh sembilan meter persegi) yang terletak di Kabupaten Deli

    Serdang, Kecamatan Labuhan Deli, Desa Helvetia sebagaimana lebih jelas

    diuraikan dalam Surat Ukur No. 1828/08/1994 tanggal 26 Agustus 1994, dan

    terhadap tanah mana Alas Haknya adalah berupa Sertifikat Hak Guna

    Bangunan No. 417 yang diterbitkan oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten

    Deli Serdang tanggal 26 Agustus 1994, dengan batas-batas sebagaimana

    dalam gugatan ;

    Bahwa oleh karena objek tanah terperkara, yang diperoleh Penggugat

    berdasarkan Akta Pengikatan Diri Melakukan Jual Beli tertanggal 28 Juli 1997

  • Hal. 2 dari 22 hal. Put. No. 840 K/Pdt/2005

    sesuai dengan alas haknya yang sekarang ini berada pada Penggugat yaitu

    Sertifikat Hak Guna Bangunan No.417 terletak di wilayah hukum Pengadilan

    Negeri Lubuk Pakam, maka dengan berdasarkan ketentuan Pasal 142 ayat (1)

    Rbg huruf f jo.Pedoman Pelaksanaan Tugas dan Administrasi Pengadilan Buku

    II yang, diterbitkan oleh MA-RI Tahun 1994, halaman 116 s/d 117 cukup wajar

    dan sangat beralasan menurut hukum Penggugat mengajukan gugatan aquo

    pada Pengadilan Negeri Lubuk Pakam, karena objek yang disengketakan yang

    merupakan milik Penggugat adalah menyangkut objek/benda tidak bergerak

    yang berada diwilayah hukum Kabupaten Deli Serdang ;

    Bahwa antara Penggugat dengan Tergugat pada mulanya ada

    melakukan hubungan hukum atas objek tanah terperkara milik Penggugat,

    dimana berdasarkan Perjanjian Jual Beli tanggal 11 Desember 1998 yang

    dilegalisasi oleh Andreas Ngikut Meliala, SH. Notaris di Medan dengan memakai

    Legalisasi Nomor : 3.289/1989 (Mono) ada ditentukan bahwa harga jual beli

    atas objek bidang tanah milik Penggugat yang harus dibayar oleh Tergugat

    kepada Penggugat adalah sebesar Rp. 311.755.307,00 (tiga ratus sebelas juta

    tujuh ratus lima puluh lima ribu tiga ratus tujuh rupiah) ;

    Bahwa adapun cara dan pelaksanaan pembayaran yang harus

    dilakukan Tergugat kepada Penggugat sesuai dengan perjanjian jual beli

    tanggal 11 Desember 1998 sebagaimana yang telah disebutkan di atas adalah

    dengan cara pembayaran mencicil/mengangsur yang harus dibayar setiap

    bulannya oleh Tergugat kepada Penggugat, dimana besarnya pembayaran

    yang harus dilakukan Tergugat kepada Penggugat perbulannya sebesar Rp.

    11.480.937,00 (sebelas juta empat ratus delapan puluh ribu sembilan ratus tiga

    puluh tujuh rupiah) terhitung dari sejak tanggal 28 Oktober 1998 sampai dengan

    tanggal 28 Agustus 2002, yang berarti lamanya dan baru akan berakhir/jatuh

    tempo pembayaran tersebut selambat-lambatnya pada tanggal 28 Agustus

    2002 ;

    Bahwa sistem dari pada pelaksanaan pembayaran yang dilakukan

    Tergugat sebagaimana yang telah disepakati oleh kedua belah pihak tersebut di

    atas (ic Penggugat dengan Tergugat) adalah dengan jalan Tergugat harus

    melakukan pembayaran angsuran setiap bulannya dengan menyetorkan

    sejumlah cicilan pembayaran yang telah disepakati tersebut kepada Bank

    Pesona dahulu Bank Utama Cabang Medan sebagai kompensasi/pengganti

    atas pembayaran seluruh hutang Penggugat kepada Bank Utama Cabang

    Medan sampai dengan lunas (selama 46 angsuran/kredit) yang seluruhnya

  • Hal. 3 dari 22 hal. Put. No. 840 K/Pdt/2005

    harus mencapai sebesar Rp. 311.755.307,00 (tiga ratus sebelas juta tujuh ratus

    lima puluh lima ribu tiga ratus tujuh rupiah) ;

    Bahwa akan tetapi meskipun Tergugat diwajibkan untuk membayar

    atas pembelian bidang tanah milik Penggugat tersebut dengan cara harus

    melakukan pembayaran setiap bulannya sebesar Rp. 11.480.937,00 (sebelas

    juta empat ratus delapan puluh ribu sembilan ratus tiga puluh tujuh rupiah)

    dengan menyetorkan pada bank Pesona d/h Bank Utama Cabang Medan

    sebagai kompensasi atas pembayaran hutang Penggugat kepada Bank Pesona

    dahulu Bank Utama Cabang Medan sampai dengan lunas (46 kali cicilan),

    ternyata tidak dapat dilaksanakan pembayarannya oleh Tergugat untuk setiap

    bulan berjalan, karenanya telah terbukti Tergugat telah melakukan perbuatan

    ingkar janji (wanprestasi) atas Surat Perjanjian Jual beli tanggal 11 Desember

    1998 ;

    Bahwa adapun prestasi yang baru dijalankan/dipenuhi Tergugat dalam

    melaksanakan pembayaran secara mencicil yang baru disetorkan kepada Bank

    Pesona dahulu Bank Cabang Medan adalah sebesar Rp. 84.512.811,00

    (delapan puluh empat juta lima ratus dua belas ribu delapan ratus sebelas

    rupiah) untuk dua kali cicilan masing-masing tertanggal 28 Desember 1998

    sebesar Rp. 34.442.811,00 (tiga puluh empat juta empat ratus empat puluh dua

    ribu delapan ratus sebelas rupiah) dan tanggal 28 Nopember 2002 sebesar Rp.

    50.070.000,00 (lima puluh juta tujuh puluh ribu rupiah) dan sejak pembayaran

    tersebut (tanggal 28 Nopember 2002) Tergugat sudah tidak pernah lagi

    melakukan pembayaran secara mengangsur setiap bulannya untuk disetorkan

    kepada Bank Pesona dahulu Bank Utama Cabang Medan ;

    Bahwa oleh karena dari sebab ternyata Tergugat cukup terbukti tidak

    pernah lagi melakukan pembayaran atas apa yang diperjanjikan dalam

    Perjanjian Jual Beli tanggal 11 Desember 1998, yaitu dengan tidak pernah

    melakukan penyetoran kepada Bank Pesona dahulu Bank Utama Cabang

    Medan untuk setiap bulannya sampai dengan lunas, sehingga untuk

    menghindari adanya tuntutan yang dilakukan oleh pihak Bank Pesona dahulu

    Bank Utama Cabang Medan atas seluruh hutang Penggugat terhadap diri

    Penggugat, yang Jaminannya adalah sebidang tanah milik Penggugat sesuai

    dengan perolehan yang dimiliki Penggugat yang didasarkan pada Akta

    Pengikatan Diri Untuk Melakukan Jual Beli No. 103 tanggal 28 Juli 1997 yang

    dibuat oleh dan dihadapan Andreas Ngikut Meliala, SH. di Medan sesuai

    dengan alas hak dari tanah tersebut yang sekarang berada pada Penggugat

    yaitu Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 417, maka Penggugat secara langsung

  • Hal. 4 dari 22 hal. Put. No. 840 K/Pdt/2005

    telah melunasi seluruh hutangnya tersebut kepada Bank Pesona dahulu Bank

    Utama Cabang Medan ;

    Bahwa oleh karena sudah cukup terbukti secara hukum adanya itikad

    yang tidak baik dari Tergugat dalam hal ini karena Tergugat sudah tidak lagi

    melakukan pembayaran secara mencicil atas pembayar hutang Penggugat

    kepada Bank Pesona dahulu Bank Utama Cabang Medan, maka sangat wajar

    dan cukup beralasan hukum bagi Penggugat mengajukan gugatan terhadap diri

    Tergugat dalam hal untuk memintakan Pembatalan dan atau memintakan tidak

    sah dan tidak berkekuatan hukum pengikatan Perjanjian Jual Beli antara

    Penggugat dengan Tergugat tertanggal 11 Desember 1998 yang di Legalisasi

    oleh Andreas Ngikut Meliala, SH. Notaris di Medan dengan daftar legalisasi

    Nomor : 3.289/1998 (Mono) berikut dengan memintakan Pembatalan dan atau

    memintakan Tidak Sah dan Tidak berkekuatan Hukum surat kuasa antara

    Penggugat dengan Tergugat tertanggal 11 Desember 1998 yang juga

    dilegalisasi oleh Andreas Ngikut Meliala, SH. Notaris di Medan kepada

    Pengadilan Negeri Lubuk Pakam sebagai Instansi/Lembaga yang berwenang

    untuk itu, sebagaimana hal tersebut secara juridis ada diatur dan ditemukan

    dalam pasal 1266 KUH Perdata jo Pasal 1337 KUH Perdata ;

    Bahwa untuk itu terhadap pembayaran dari pembelian atas bidang

    tanah milik Penggugat sebagaimana yang disebutkan pada bagian posita di

    atas yang hanya baru berjumlah kurang dari 1/3 dari seluruh jumlah pelunasan

    pembayaran yang telah dilakukan Tergugat yaitu sebesar Rp. 84.512.811,00

    (delapan puluh empat juta lima ratus dua belas ribu delapan ratus sebelas

    rupiah), maka dengan adanya gugatan yang diajukan Penggugat dalam perkara

    ini yang meminta pembatalan dan atau memintakan tidak sah dan tidak

    berkekuatan hukum ke-2 (dua) surat di atas yaitu : Perjanjian Jual Beli antara

    Penggugat dengan Tergugat tanggal 11 Desember 1998