osteosarcoma leonardho bayu

Download Osteosarcoma Leonardho Bayu

Post on 14-Apr-2016

28 views

Category:

Documents

17 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

dsfasdfgsadfsadfdsfasdf

TRANSCRIPT

OSTEOSARKOMA

Pembimbing :dr. Ronald Vinantius Munthe, Sp.OT

Dibuat oleh :Leonardho Bayu Wijayanto 11610500128

KEPANITERAAN KLINIK ILMU BEDAHPERIODE 27 JULI 29 AGUSTUS 2015FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIAJAKARTA

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkah dan karunia-Nya sehingga dapat menyelesaikan penulisan referat yang berjudul Osteosarkoma dalam rangka memenuhi tugas kepaniteraan klinik Ilmu bedah sebagai syarat kelulusan dapat terselesaikan.Dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada :1. dr. Ronald Vinantius Munthe, Sp.OT2. Staff dan pengajar kepaniteraan klinik ilmu Bedah.3. Orang tua yang selalu mendoakan dan memberikan dukungan baik moril dan materil.4. Rekan-rekan kepaniteraan klinik Ilmu Bedah, atas bantuan, dukungan, dan kerjasamanya.

Dengan penuh kesadaran dari penyusun, meskipun telah berupaya semaksimal mungkin untuk menyelesaikan referat ini, namun masih terdapat kelemahan dan kekurangan. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun sangat penyusun harapkan. Akhir kata, penyusun mengharapkan semoga refarat ini dapat berguna dan memberikan manfaat bagi kita semua. Jakarta, Agustus 2015

Leonardho Bayu Wijayanto

DAFTAR ISI

KATA PENGANTARi

DAFTAR ISI.....................................................................................................ii

BAB I. PENDAHULUAN..................................................................................1

BAB II. TINJAUAN KEPUSTAKAANA. Definisi2B. Anatomi dan fisiologi2C. Epidemiologi3D. Etiologi dan Faktor Resiko5E. Patofisiologi7F. Klasifikasi.................................................................7G. Stadium................................................11H. Gejala Klinis13I. Pemeriksaan Penunjang15J. Diagnosis Banding22K. Penatalaksanaan24L. Prognosis27 BAB III. KESIMPULAN30

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................32

ii

BAB IPENDAHULUANOsteosarkoma adalah suatu neoplasma di daerah metafisis tulang panjang pada anak-anak dan remaja namun juga dapat diderita pada usia tua (>60 tahun) akibat timbulnya osteosarkoma sekunder yang berasal dari pagets disease. Osteosarkoma merupakan tumor ganas yang memiliki angka mortalitas yang tinggi, namun semakin berkembangnya ilmu pengetahuan maka terapi seperti kemoterapi dan radioterapi dapat membantu angka kesembuhan penderita osteosarkoma tanpa metastasis.1,2,5,7Penyebab osteosarkoma masih belum jelas, namun banyak faktor presdisposisi dari osteosarkoma, antara lain : jenis kelamin laki-laki, usia 20 tahun, usia diatas 60 tahun.1Predileksi osteosarkoma sering di daerah metafisis terutama pada distal femur, proksimal tibia, proksimal fibula, proksimal humerus dan pelvis. Penderita osteosarkoma umumnya mengeluh terdapat benjolan yang nyeri dengan batas yang tidak tegas. Nyeri yang dirasakan semakin bertambah, terutama di malam hari. Kulit diatas tumor teraba hangat dan terdapat pelebaran pembuluh darah. Tumor bertambah besar secara cepat, apabila tidak ditangani maka akan timbul nekrosis pada kulit dan membentuk ulkus. Jika destruksi tulang cukup besar dapat terjadi fraktur patologis.1,5,7BAB IITINJAUAN PUSTAKAA. DefinisiOsteosarkoma (sarcoma osteogenik) adalah suatu neoplasma yang berasal dari sel primitif (poorly differentiated cells) di daerah metafisis tulang panjang pada anak dan remaja namun juga dapat diderita pada usia tua (>60 tahun) akibat timbulnya osteosarkoma sekunder yang berasal dari pagets disease. Osteosarkoma disebut juga osteogenik sarcoma karena perkembangannya berasal dari sel osteoblastik sel mesenkim primitif.1,5,7

B. Anatomi dan fisiologiSistem musculoskeletal merupakan penunjang bentuk tubuh dan pergerakan. Komponen utama dari sistem musculoskeletal adalah jaringan ikat. Sistem ini terdiri dari tulang, sendi, otot rangka, tendon, ligament, bursa, dan jaringan-jaringan khusus yang menghubungkan struktur ini.Tulang membentuk rangka penunjang dan pelindung bagi tubuh dan tempat melekatnya otot-otot yang menggerakan kerangka tulang. Ruang tengah tulang tertentu berisi jaringan hematopoetik, yang membentuk sel darah. Tulang juga merupakan tempat primer untuk menyimpan dan mengatur kalsium dan fosfat.Komponen utama dari jaringan tulang adalah mineral-mineral dan jaringan organic (kolagen dan proteoglikan). Kalsium dan fosfat membentuk suatu Kristal garam (hidroksiapatit), yang tertimbun pada matrik kolagen dan proteoglikan. Matriks organic tulang tersebut disebut osteoid. Sekitar 70% dari osteoid adalah kolagen tipe 1 yang kaku untuk menyokong tulang.Tulang adalah suatu jaringan dinamis yang tersusun dari 3 jenis sel: osteoblast, osteosit, dan osteoklas. Osteoblast membangun tulang dengan membentuk kolagen tipe 1 dan proteoglikan sebagai matriks tulang atau jaringan osteosit melalui proses osifikasi. Osteosit adalah sel tulang dewasa yang bertindak mempertahankan massa tulang. Osteoklas adalah sel-sel besar berinti banyak yang memungkinkan mineral dan matriks tulang dapat diabsorbsi. Osteoklas menghasilkan enzim proteolitik yang memecahkan matriks dan beberapa asam yang melarutkan mineral tulang, sehingga kalsium dan fosfat terlepas kedalam aliran darah.3,4

C. EpidemiologiMenurut Errol Untung Hutagalung, dalam kurun waktu 10 tahun (1995-2004) tercatat 455 kasus tumor tulang yang terdiri dari 327 kasus tumor tulang ganas (72%) dan 128 kasus tumor tulang jinak (28%). Di RSCM jenis tumor tulang osteosarkoma merupakan tumor ganas yang sering didapati yakni 22% dari seluruh jenis tumor tulang dan 31 % dari seluruh tumor tulang ganas. Setidaknya 75% dari kasus osteosarkoma adalah osteosarkoma konvensional. Observasi ini berhubungan dengan periode maksimal dari pertumbuhan skeletal. Namun terdapat juga insiden osteosarkoma sekunder yang rendah pada usia 60 tahun, yang biasanya berhubungan dengan penyakit paget.

D. Etiologi dan Faktor RisikoPenyebab pasti dari osteosarkoma belum diketahui, namun beberapa penyebab yang sudah teridentifikasi menyebabkan terjadinya osteosarkoma dan beberapa faktor resiko diantaranya5,71) Umur Risiko osteosarkoma tertinggi terjadi pada usia dibawah 20 tahun terutama selama proses pertumbuhan badan. Hal ini menunjukan ada hubungan antara pertumbuhan tulang yang cepat dan risiko pembentukan tumor. Risiko menurun pada usia pertengahan, namun mmeningkat lagi pada usia diatas 60 tahun. Osteosarkoma pada orang dewasa lebih sering dikaitkan dengan penyakit lain pada tulang yang berlangsung lama.2) Tinggi badanAnak dan remaja dengan osteosarkoma biasanya memiliki tinggi badan lebih tinggi untuk usia mereka. Ini juga menunjukan bahwa osteosarkoma mungkin berhubungan dengan pertumbuhan tulang yang cepat.3) Jenis kelaminOsteosarkoma lebih sering terjadi pada anak laki-laki.4) Ras/etnisOsteosarkoma lebih sering terjadi pada ras kulit hitam disbanding kulit putih. 5) Radiasi tulangOrang yang sering terpapar radiasi (diagnosis atau terapi) lebih memiliki risiko mengembangkan osteosarkoma di daerah yang mendapatkan paparan. Radiasi di usia yang lebih muda dan dengan dosis tinggi meningkatkan risiko mengembangkan osteosarkoma. 6) Penyakit tulang tertentuOrang dengan penyakit tulang non-kanker tertentu memiliki peningkatan risiko terkena osteosarkoma. Penyakit paget pada tulang. Pada kondisi ini, jaringan tulang abnormal terbentuk dalam satu atau lebih tulang. Tulang pada penderita paget lebih rapuh daripada tulang normal Multiple osteokondromma herediter. Osteokondroma adalah tumor jinak yang dibentuk oleh tulang dan tulang rawan.

E. Patofisiologi Proses perjalanan penyakit pada osteosarkoma belum dapat diketahui dengan jelas, dari beberapa penelitian mengungkapkan adanya pembelahan sel-sel tumor disebabkan karena tubuh kehilangan suppressor tumor, sehingga sel tulang dapat membelah tanpa terkendali. Adanya tumor pada tulang menyebabkan jaringan lunak diinvasi. Timbul reaksi dari tulang normal dengan respon osteolitik yaitu proses destruksi atau penghancuran tulang dan respon osteoblastik, karena adanya sel tumor maka terjadi pertumbuhan tulang yang abortif.2,5,7

F. KlasifikasiBerdasarkan atas gradasi, lokasi, jumlah dari lesinya, penyebabnya, maka osteosarkoma dibagi atas beberapa klasifikasi:1,5,71. Osteosarkoma klasikOsteosarkoma klasik atau konvensional adalah tumor ganas primer pada intramedullar dengan grading tinggi yang mana sel-sel neoplasmanya menghasilkan osteoid bahkan walaupun dengan jumlah yang sedikit. Jenis osteosarkoma ini paling sering dijumpai pada tumor ganas tulang, dengan insiden sekitar 4-5 orang per sejuta populasi. Tidak ada hubungan yang signifikan dengan etnis maupun ras. Osteosarkoma konvensional sering terjadi pada usia muda, biasa pada dekade kedua dengan 60% kasus terjadi pada pasien dengan usia di bawah 25 tahun, biasanya mengenai pria lebih banyak dibandingkan dengan wanita dengan rasio 3:2.Osteosarkoma konvensional menunjukkan kecenderungan melibatkan tulang panjang, khususnya distal tulang paha, proksimal tibia dan proksimal humerus. Cenderung melibatkan metafisis (91%) atau diafisis (9%). Keterlibatan primer epifisis sangat jarang sekali. Insiden yang relatif jarang terjadi pada bukan tulang panjang seperti rahang, panggul, vertebra atau tengkorak cenderung bisa meningkat sejalan dengan peningkatan usia. Osteosarkoma konvensional dapat dibagi menjadi 3 menjadi:a) Osteosarkoma osteoblastikTulang/osteoid merupakan matrik yang predominan pada osteosarkoma osteoblastik. Produksi matrik yang tipis, osteoid yang rapuh sampai padat, osteoid yang padat/keras dan mirip dengan matrik tulang yang mengalami sklerotik.b) Osteosarkoma kondroblastikMatriks kondroid merupakan komponen yang dominan dari osteosarkoma tipe kondroblastik. Gambarannya seperti tulang rawan hialin dengan grading tinggi yang secara ti