model multinomial logit untuk menentukan harga optimal .../model... · secara individual),...

of 84/84
Model Multinomial Logit Untuk Menentukan Harga Optimal Paket Blackberry Internet Service (BIS) Telkomsel dan Indosat (Studi Kasus : Mahasiswa Fakultas Teknik UNS Pengguna Blackberry) Skripsi DIANDRA PARAMITA TIMUR I0308038 JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2013 perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user

Post on 28-Mar-2019

223 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Model Multinomial Logit Untuk Menentukan Harga

Optimal Paket Blackberry Internet Service (BIS)

Telkomsel dan Indosat (Studi Kasus : Mahasiswa

Fakultas Teknik UNS Pengguna Blackberry)

Skripsi

DIANDRA PARAMITA TIMUR I0308038

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA 2013

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

v

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Sang Maha Pencipta, Allah SWT, yang telah

melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada makhlukNya. Sholawat dan salam

tersampaikan kepada Nabi Muhammad SAW, sehingga penulis dapat

menyelesaikan skripsi sebagai syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Teknik di

Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Skripsi ini dapat terselesaikan berkat bantuan dan bimbingan dari berbagai

pihak. Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih

yang sebesar-besarnya atas bimbingan, bantuan, dan dukungan yang tak ternilai

terhadap pihak-pihak sebagai berikut :

1. Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya.

2. Kedua orangtuaku tercinta dan kedua kakakku tersayang yang selalu

mendoakan dan memberi dukungan dalam pembuatan laporan ini.

3. Ibu Azizah Aisyati, ST.,MT. selaku pembimbing I yang telah memberikan

bimbingan dan pengarahannya kepada peneliti selama pelaksanaan penelitian

dan penyusunan skripsi ini.

4. Bapak Dr. Cucuk Nur Rosyidi, ST., MT. selaku Ketua Jurusan Teknik Industri

UNS dan pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan

kepada peneliti selama pelaksanaan penelitian dan penyusunan skripsi ini.

5. Bapak Wakhid Akhmad Jauhari, ST, MT dan Bapak Dr. Eko Pujianto, Ssi,

MT selaku penguji yang telah memberikan kritik dan saran untuk penelitian

ini.

6. Teman-teman TI 2008 khususnya ani, nisa, nia, galin, rina, ellen, intan, nandi,

yoga, cent, mira, reza, putri, dll. Terima kasih atas bantuan dan pertemanannya

selama di TI.

7. Teman-teman seangkatan dan seperjuangan TI UNS 2008 pada umumnya atas

dukungan, keakraban, serta kekompakannya selama ini.

8. Terima kasih untuk asisten LSP 2008 ani, raga, nuski, anggun, nydhia, wulan

atas kerja sama, dukungan, dan bantuan selama ini. Terima kasih juga untuk

adek-adek angkatan asisten LSP 2009 dan 2010 yang sudah membantu selama

ini.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

vi

9. Achmad Hayyunuski buat semua dukungan, semangat, bantuan dan doa

selama ini.

10. Semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu, terima kasih atas

segala bantuan dan pertolongan yang telah diberikan.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari sempurna dan banyak

memiliki kekurangan. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik, masukan dan

saran yang membangun untuk penyempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini

dapat memberikan manfaat bagi pembaca sekalian.

Surakarta, Januari 2013

Penulis

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

vii

ABSTRAK

Diandra Paramita Timur, NIM : I 0308038. MODEL MULTINOMIAL LOGIT UNTUK MENENTUKAN HARGA OPTIMAL PAKET BLACKBERRY INTERNET SERVICE (BIS) TELKOMSEL DAN INDOSAT (STUDI KASUS : MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK UNS PENGGUNA BLACKBERRY). Skripsi. Surakarta: Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret, Januari 2013.

Blackberry adalah perangkat seluler yang memiliki kemampuan layanan push e-mail, telepon, sms, penjelajahan internet, messenger (Blackberry Messenger) dan berbagai kemampuan nirkabel lainnya. Hal ini menyebabkan banyak masyarakat di berbagai negara yang tertarik dan menggunakannya termasuk di negara Indonesia. Dengan layanan dasar yang dimiliki oleh Blackberry seperti Blackberry Internet Services (BIS) maka provider-provider besar seperti Telkomsel dan Indosat berlomba untuk menguasai pasar Blackberry dalam memperebutkan konsumen. Tujuan penelitian ini adalah menentukan harga optimal untuk paket Lifestyle, Business dan Full Services Telkomsel dan paket Gaul, Mail, dan Irit Indosat pada Blackberry Internet Services untuk memaksimalkan ekspektasi pendapatan keduanya dan untuk mengetahui harga optimal dan ekspetasi pendapatan untuk tiap paket yang mempunyai fasilitas sama dimana tidak terjadi persaingan harga antara Telkomsel dan Indosat.

Model Multinomial Logit digunakan dalam menentukan harga optimal yang ditawarkan untuk masing-masing layanan dari provider serta harga yang terbentuk dimana tidak terjadi persaingan antara dua provider pada setiap layanan yang mempunyai fasilitas yang sama. Pengolahan data meliputi pengujian multikolinieritas data, penentuan estimasi parameter model multinomial logit, penentuan evaluasi model multinomial logit (uji kebaikan model, uji signifikansi variabel independen secara bersama, dan uji signifikansi variabel independen secara individual), penentuan validasi model multinomial logit, penentuan harga optimal masing-masing provider, dan penentuan harga optimal ketika tidak ada persaingan keduanya.

Hasil penelitiannya yaitu pada Telkomsel, harga paket Lifestyle sebesar Rp 70.000, harga paket Business sebesar Rp 88.479, harga paket Full Services sebesar 91.524, dan ekspektasi pendapatan sebesar Rp 88.054. Sedangkan untuk Indosat, harga paket Gaul sebesar Rp 53.766, harga paket Mail sebesar Rp 49.930, harga paket Irit sebesar 90.000, dan ekspektasi pendapatan sebesar Rp 77.675. Pada situasi dimana tidak terjadi persaingan harga, didapatkan harga optimal untuk paket Lifestyle dan Gaul sebesar Rp 70.000, paket Business dan Mail sebesar Rp 84.529, dan paket Full Services dan Irit sebesar Rp 98.801 dengan ekspektasi pendapatan sebesar Rp 110.000 untuk kedua provider. Kata kunci : multinomial logit, Blackberry Internet Service, harga optimal xiv + 71 halaman; 21 tabel; 15 gambar; 2 lampiran Daftar pustaka : 21 (1989-2012)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

viii

ABSTRACT

Diandra Paramita Timur, NIM : I 0308038. MULTINOMIAL LOGIT MODEL TO DETERMINE THE OPTIMAL PRICE OF BLACKBERRY INTERNET SERVICE (BIS) FOR TELKOMSEL AND INDOSAT (CASE STUDY : STUDENTS OF ENGINEERING FACULTY UNS). Thesis. Surakarta: Industrial Engineering Department, Faculty of Engineering, Sebelas Maret University, January 2013.

Blackberry is a mobile device which has many capabilities such as push e-mail service, phone, sms, internet browsing, messenger (Blackberry Messenger) and a variety of other wireless capabilities. Blackberry has basic service called Blackberry Internet Services (BIS). Many people including in Indonesia interested to in using this device. The big providers such as Telkomsel and Indosat compete for dominating of the Blackberry market to get more consumers. The purpose of this study is to determine the optimal price for the services of Lifestyle, Business and Full Services of Telkomsel and the services of Gaul, Mail, and Irit of Indosat on Blackberry Internet Services to maximize the expected revenues for them and to find the optimal price and expected revenue where is no competition between Telkomsel and Indosat.

Multinomial Logit Model is used to determine the optimal price that must be offered for each of the services from providers and price when there is no competition between two providers on any services that have the same facilities. Data processing includes test of multinomial logit assumption (multicolinearity test), determination of the multinomial logit model parameter, multinomial logit model evaluation (goodness of fit test, overall model test, and significance test), determination of multinomial logit model validity, determination of the optimal price for each providers, and determination of optimal price for both Telkomsel and Indosat.

The optimal price of Lifestyle, Business, and Full Services of Telkomsel are Rp 70,000, Rp 88.479, and 91.524 respectively with expected revenue Rp 88.054. While for Indosat, the price of Gaul, Mail, and Irit of Indosat are Rp 53.766, Rp 49.930, and Rp 90.000 respectively with expected revenue Rp 77.675. At the situation where there is no competition, the optimal price for BIS Lifestyle and Gaul, BIS Business and Mail, and BIS Full Services and Irit are Rp 70.000, Rp 84.529, and Rp 98.801 with expected revenue is Rp 56,214 for both Telkomsel and Indosat. Key words : multinomial logit, Blackberry Internet Service, optimal price xiv + 71 pages; 21 tables; 15 drawings; 2 attachments Bibliography : 21 (1989-2012)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

ix

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL i

LEMBAR PENGESAHAN ii

SURAT PERNYATAAN ORISINALITAS KARYA ILMIAH iii

SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH iv

KATA PENGANTAR v

ABSTRAK vii

ABSTRACT viii

DAFTAR ISI ix

DAFTAR TABEL xii

DAFTAR GAMBAR xiii

BAB I PENDAHULUAN I-1

1.1 Latar Belakang I-1

1.2 Perumusan Masalah I-4

1.3 Tujuan Penelitian I-4

1.4 Manfaat Penelitian I-5

1.5 Batasan Masalah I-5

1.6 Asumsi I-5

1.7 Sistematika Penulisan I-5

BAB II LANDASAN TEORI II-1

2.1 Blackberry II-1

2.2 Metode Sampling II-2

2.3 Uji Multikolinearitas II-7

2.4 Qualitative Choice Model II-8

2.5 Regresi Logistik II-9

2.6 Regresi Logistik Multinomial II-10

2.7 Uji Kebaikan Model II-11

2.8 Uji Signifikasi Variabel Independen Secara Bersama II-12

(Overall Model Fit)

2.9 Uji Signifikasi Variabel Independen Secara Individu II-13

(Significance Test)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

x

2.10 Penentuan Validasi Model Multinomial Logit II-14

2.11 Penelitian Terdahulu II-15

2.11.1 Correa (2008) II-15

2.11.2 Arini (2011) II-16

BAB III METODOLOGI PENELITIAN III-1

3.1 Tahap Identifikasi Masalah III-2

3.2 Tahap Pengumpulan dan Pengolahan Data III-3

3.2.1 Pengumpulan Data III-3

3.2.2 Pengolahan Data III-4

3.3 Tahap Analisis III-15

3.4 Tahap Kesimpulan dan Saran III-15

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA IV-1

4.1 Pengumpulan Data IV-1

4.1.1 Perancangan dan Penyebaran Kuesioner IV-2

4.1.2 Perekapan Data IV-3

4.2 Pengolahan Data IV-6

4.2.1 Uji Multikolinearitas Data IV-7

4.2.2 Penentuan Estimasi Parameter Model Multinomial IV-7

Logit

4.2.3 Penentuan Evaluasi Model Multinomial Logit IV-9

4.2.4 Penentuan Validasi Model Multinomial Logit IV-16

4.2.5 Penentuan Harga Optimal Masing-Masing Provider IV-18

4.2.6 Penentuan Harga Optimal dimana Tidak Terjadi IV-19

Persaingan

BAB V ANALISIS DAN INTERPRETASI HASIL V-1

5.1 Analisis Hasil Klasifikasi Data Responden Telkomsel dan V-1

Indosat

5.2 Analisis Hasil Parameter Model Multinomial Logit V-3

5.3 Analisis Hasil Evaluasi Model Multinomial Logit V-4

5.4 Analisis Hasil Validasi Model Multinomial Logit V-8

5.5 Analisis Hasil Optimisasi Harga Masing-Masing Provider V-9

5.6 Analisis Hasil Optimisasi Harga Masing- Masing V-10

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

xi

Provider dan Harga Dimana Tidak Terjadi Persaingan

Antara Keduanya

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN VI-1

6.1 Kesimpulan VI-1

6.2 Saran VI-1

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

Lampiran 1 : Kuesioner Paket BIS Bulanan Telkomsel L-1

Lampiran 2 : Kuesioner Paket BIS Bulanan Indosat L-3

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

xii

DAFTAR TABEL

Hal

Tabel 2.1 Tabel Klasifikasi II-14

Tabel 3.1 Tabel Klasifikasi Provider Telkomsel III-10

Tabel 3.2 Tabel Klasifikasi Provider Indosat III-11

Tabel 4.1 Contoh Kuesioner untuk Pengguna Telkomsel IV-2

Tabel 4.2 Contoh Kuesioner untuk Pengguna Indosat IV-3

Tabel 4.3 Hasil Pengisian Kuesioner 1 Responden Pengguna IV-4

Telkomsel

Tabel 4.4 Hasil Pengisian Kuesioner 1 Responden Pengguna Indosat IV-5

Tabel 4.5 Hasil Uji Multikolinieritas Data Telkomsel IV-7

Tabel 4.6 Hasil Uji Multikolinieritas Data Indosat IV-7

Tabel 4.7 Harga Optimal Hasil Output Excel Solver Telkomsel IV-18

Tabel 4.8 Harga Optimal Hasil Output Excel Solver Indosat IV-19

Tabel 4.9 Harga Optimal Hasil Output Excel Solver dimana IV-20

Tidak Terjadi Persaingan

Tabel 5.1 Tabel Probabilitas Pilihan Responden Telkomsel V-1

Tabel 5.2 Tabel Probabilitas Pilihan Responden Indosat V-3

Tabel 5.3 Tabel Hasil Uji Kebaikan Model (Goodness of fit) V-5

Tabel 5.4 Tabel Hasil Uji Signifikansi Variabel Independen V-6

Secara Bersama (Overall Model Fit)

Tabel 5.5 Tabel Hasil Uji Likelihood Ratio V-6

Tabel 5.6 Tabel Hasil Uji Wald V-7

Tabel 5.7 Tabel Hasil Validasi Model Multinomial Logit V-8

Tabel 5.8 Tabel Perhitungan Revenue Aktual dan Usulan Responden V-9

Telkomsel

Tabel 5.9 Tabel Perhitungan Revenue Aktual dan Usulan Responden V-10

Indosat

Tabel 5.10 Tabel Harga Optimal Untuk Tiap Provider dan keduanya V-10

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

xiii

DAFTAR GAMBAR

Hal

Gambar 2.1 Kurva Fungsi Logistik II-10

Gambar 3.1 Metodologi Penelitian III-1

Gambar 4.1 Jumlah Data Pengguna Telkomsel IV-5

Gambar 4.2 Jumlah Data Pengguna Indosat IV-6

Gambar 4.3 Estimasi Parameter Telkomsel Hasil dari SPSS 17.0 IV-8

Gambar 4.4 Estimasi Parameter Indosat Hasil dari SPSS 17.0 IV-9

Gambar 4.5 Tabel Pseudo R2 Telkomsel IV-10

Gambar 4.6 Tabel Pseudo R2 Indosat IV-10

Gambar 4.7 Gambar Uji Overall Model Fit Telkomsel IV-11

Gambar 4.8 Gambar Uji Overall Model Fit Indosat IV-11

Gambar 4.9 Gambar Uji Likelihood Ratio Telkomsel IV-12

Gambar 4.10 Gambar Uji Likelihood Ratio Indosat IV-13

Gambar 4.11 Gambar Uji Wald Telkomsel IV-14

Gambar 4.12 Gambar Uji Wald Indosat IV-15

Gambar 4.13 Gambar Hasil Validasi Model untuk Telkomsel Hasil IV-16

SPSS 17.0

Gambar 4.14 Gambar Hasil Validasi Model untuk Indosat Hasil IV-17

SPSS 17.0

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

I-1

BAB I

PENDAHULUAN

Pada bab ini membahas mengenai latar belakang, perumusan masalah,

tujuan penelitian, manfaat penelitian, batasan masalah, asumsi, dan sistematika

penulisan.

1.1 Latar Belakang

Salah satu bidang yang berkembang pesat di Indonesia adalah di bidang

teknologi komunikasi. Sebagai salah satu negara berkembang, Indonesia selalu

beradaptasi dengan kemajuan teknologi dari waktu ke waktu (ICT Clinic

Gorontalo, 2012). Beberapa provider di Indonesia berlomba-lomba menciptakan

inovasi baru seperti perang harga untuk menarik hati konsumen di Indonesia (ICT

Clinic Gorontalo, 2012). Jumlah pelanggan provider telepon seluler di Indonesia

pada tahun 2012 mencapai 255 juta dengan pangsa terbesar dikuasai Telkomsel

disusul Indosat dan XL Axiata. Berdasarkan data Asosiasi Telekomunikasi

Seluler Indonesia (ATSI) 2012, Telkomsel mendominasi pasar dengan jumlah

pelanggan sekitar 109,88 juta (43,1%), sedangkan PT Indosat 52,1 juta (20,43%)

dan XL Axiata 46,4 juta nomor (18,2%) (Bank BJB, 2012). Selain itu,

perkembangan yang pesat pada industri komunikasi juga didorong oleh

pekembangan yang pesat dari pasar telepon seluler. Salah satu perangkat seluler

yang sedang berkembang sekarang yaitu Blackberry.

Blackberry adalah perangkat selular yang memiliki kemampuan layanan push

e-mail, telepon, sms, penjelajahan internet, messenger (Blackberry

Messenger/BBM), dan berbagai kemampuan nirkabel lainnya. Blackberry

diperkenalkan pada tahun 1999 oleh perusahaan Kanada, Research In Motion

(RIM). Penggunaan gadget canggih ini begitu fenomenal sehingga menjadi suatu

kebutuhan. Jika Blackberry telah diaktifkan, Blackberry dapat lebih unggul dari

handphone biasa dalam kegiatan browsing (Forum Satelit, 2012).

BlackBerry pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada pertengahan

Desember 2004 (Wikipedia, 2012). Saat ini di Indonesia tren Blackberry sudah

meluas di kalangan masyarakat. Terbukti dengan pernyataan Co-Chief Executive

Officer RIM yang mengatakan bahwa pertumbuhan Blackberry di Indonesia

merupakan yang paling signifikan di Asia Tenggara bahkan pasar yang tumbuh

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

I-2

paling pesat di dunia. Pertumbuhan pelanggan di Indonesia naik 10 kali lipat

dalam waktu 24 bulan. Pangsa pasarnya sendiri di Indonesia mencapai 38%

(VIVA News, 2011). Karena alasan ini, provider yang ada di Indonesia berlomba

mendapatkan pangsa pasar untuk memenuhi permintaan konsumen dalam

penggunaan layanan software Blackberry khususnya layanan yang disebut

Blackberry Internet Service (BIS). Telkomsel mempunyai keunggulan pada

market share BlackBerry yang mencapai 52-53% dari total pangsa pasar dan

jumlah pelanggan BlackBerry Telkomsel 4,4 juta pelanggan dari total 110 juta

pelanggan Telkomsel. Di sisi lain, untuk tahun 2012, pengguna BlackBerry

Indosat mencapai 1,5 juta pengguna atau sekitar 24% dari total pangsa pasar

Indosat sendiri (Okezone, 2012). Hal ini yang membuat Indosat memiliki posisi

yang kokoh di pasar layanan BlackBerry di Indonesia, yang merupakan pasar

layanan BlackBerry kedua terbesar di Indonesia (Indosat, 2012).

Blackberry mempunyai 4 layanan dasar adalah Blackberry Internet Service

(BIS), Blackberry Enterprise Service (BES), Blackberry Professional Software

(BPS), dan Blackberry Mobile Data System (MDS). Provider besar yang

menguasai pangsa pasar Blackberry di Indonesia menawarkan layanan BIS dan

BES. Blackberry Internet Service (BIS) adalah layanan yang disediakan untuk

pengguna Blackberry agar bisa melakukan browsing internet, pesan email, dan

pesan instan dengan Blackberry (Wikipedia, 2012). Sedangkan Blackberry

Enterprise Service (BES) adalah layanan BlackBerry yang terintegrasi pada

sistem email yang terorganisasi melalui paket perangkat lunak. BES ditujukan

bagi pelanggan korporasi dengan cakupan usaha yang besar. Keuntungan yang

diperoleh adalah memperluas komunikasi nirkabel dan data perusahaan kepada

pengguna aktif dengan cara yang aman (Wikipedia, 2012).

Untuk masyarakat pengguna Blackberry yang ada di Indonesia, BIS

merupakan layanan yang umum digunakan dalam pengoperasiannya. Oleh karena

itu, layanan yang diamati dalam penelitian ini yaitu layanan Blackberry Internet

Service (BIS) per bulan untuk Telkomsel dan Indosat dimana Telkomsel

mempunyai 3 jenis paket yaitu paket Lifestyle, Mail atau Business, dan Full

Services sedangkan Indosat mempunyai 3 jenis paket juga seperti paket Gaul,

Mail, dan Irit. Masing-masing paket provider ini mempunyai fasilitas yang sama

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

I-3

sehingga keduanya dapat dibandingkan. Untuk paket Lifesyle dari Telkomsel

dapat dibandingkan dengan paket Gaul dari Indosat, paket Business dari

Telkomsel dibandingkan dengan paket Mail dari Indosat, dan untuk paket Full

Services dari telkomsel dapat dibandingkan dengan paket Irit dari indosat. Ketiga

jenis paket ini dipilih untuk dibandingkan karena ketiga paket ini merupakan

paket permanen dan bukan merupakan paket promo yang mempunyai batas waktu

tertentu. Masing-masing provider berlomba untuk merebut hati pelanggan agar

menggunakan layanan dari provider tersebut. Salah satu cara yang digunakan

provider untuk menarik konsumen yaitu memberikan penawaran harga layanan

dan fasilitas yang diberikan dengan harga yang terjangkau.

Kebutuhan manusia merupakan sesuatu yang perlu digali oleh pemasar

supaya konsumen dapat dilayani dengan lebih baik. Dalam konteks pemasaran,

konsumen memilih produk atau tujuan berdasarkan kriteria yang obyektif seperti

ukuran, harga, berat, dan sebagainya. Konsumen mempercayai harga sebagai

indikator kualitas (Prasetijo dan Ihalauw, 2005). Telkomsel dan Indosat berlomba

menawarkan paket-paket promo layanan BIS dengan harga yang murah dan

fasilitas yang sudah lengkap. Dari persaingan tersebut, harga merupakan salah

satu faktor yang dapat mempengaruhi konsumen dalam memilih provider yang

akan digunakan untuk mengoperasikan Blackberry. Sedangkan segmen pasar

yang sensitif terhadap harga salah satunya merupakan segmen pasar dari

mahasiswa. Segmen pasar merupakan suatu patokan keberhasilan yang amat

penting dalam penetapan harga yang dilakukan oleh suatu perusahaan sehingga

hal ini juga harus diperhatikan (Winardi, 1992).

Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menentukan harga adalah

dengan model multinomial logit. Model multinomial logit merupakan model

logistik yang variabel terikatnya bukan merupakan pilihan yang dikotomi (ya atau

tidak) melainkan pilihan berganda (Nachrowi dkk.,2002). Model multinomial

logit merupakan pengembangan dari model binary logit dan digunakan untuk

mendeskipsikan bagaimana seorang individu memilih diantara 3 atau lebih pilihan

diskrit (Garrow, 2010). Dalam penelitian Correa (2008) dinyatakan bahwa

multinomial approach (multinomial logit) adalah metode yang paling baik untuk

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

I-4

optimisasi harga. Output yang dihasilkan bukan prediksi tetapi sebuah

probabilitas.

Pada penelitian ini, model multinomial logit digunakan untuk menentukan

harga optimal yang ditawarkan untuk masing-masing layanan dari provider serta

harga gabungan antara dua provider untuk setiap layanan yang mempunyai

fasilitas yang sama. Model multinomial logit mempunyai variabel terikat berupa

keputusan pilihan konsumen dalam memilih produk sedangkan variabel bebasnya

berupa harga yang ditentukan sehingga dapat mempengaruhi konsumen dalam

memilih. Karena itu, dengan model multinomial logit dapat diketahui probabilitas

konsumen dalam memilih salah satu dari alternatif yang ditawarkan. Probabilitas

ini kemudian digunakan untuk menentukan harga optimal untuk memaksimumkan

ekspektasi pendapatan Telkomsel dan Indosat dan menentukan harga yang

terbentuk dimana tidak terjadi persaingan antara Telkomsel dan Indosat.

1.2 Perumusan Masalah

Masalah yang diangkat untuk penelitian ini adalah

1. Bagaimana menentukan harga optimal Paket Lifestyle, Mail, dan Full

Services Telkomsel dan harga Paket Gaul, Mail, dan Irit Indosat pada layanan

BIS untuk memaksimumkan ekspektasi pendapatan perusahaan dengan

menggunakan model multinomial logit.

2. Bagaimana menentukan harga dan ekspetasi pendapatan yang

menggambarkan kondisi dimana tidak terjadi persaingan antara keduanya

yang dapat menguntungkan kedua belah pihak.

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah:

1. Menentukan harga optimal untuk Paket Lifestyle, Mail, dan Full Services

Telkomsel dan harga Paket Gaul, Mail, dan Irit Indosat pada layanan BIS

untuk memaksimumkan ekspektasi pendapatan perusahaan dengan

menggunakan model Multinomial logit.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

I-5

2. Menentukan harga dan ekspektasi pendapatan antara Telkomsel dan Indosat

yang menggambarkan kondisi dimana tidak terjadi persaingan antara

keduanya yang dapat menguntungkan kedua belah pihak.

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah:

1. Dapat memberi masukan kepada provider yang bersangkutan untuk

menentukan harga yang ditawarkan untuk masing-masing paket layanan BIS

2. Perusahaan dapat memaksimalkan pendapatan berdasarkan harga paket

layanan BIS yang ditawarkan.

1.5 Batasan Masalah

Batasan masalah dari penelitian ini adalah:

1. Provider yang dipilih yaitu Telkomsel dan Indosat.

2. Jenis paket Telkomsel yang diamati hanya paket Lifestyle, paket Business,

dan paket Full Services untuk jangka waktu per bulan.

3. Jenis paket Indosat yang diamati hanya paket Gaul, paket Mail, dan paket

Irit untuk jangka waktu per bulan.

4. Responden penelitian ini adalah Mahasiswa Universitas Sebelas Maret

pemakai Blackberry Program S1 Fakultas Teknik.

1.6 Asumsi

Asumsi yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1. Harga untuk tiap paket BIS baik Telkomsel maupun Indosat tidak berubah

selama penelitian dilakukan.

2. Biaya produksi layanan tidak dipertimbangkan dalam penelitian ini.

1.7 Sistematika Penulisan

Dalam penulisan laporan tugas akhir ini diberikan uraian yang diberikan pada

setiap bab yang berurutan untuk mempermudah pembahasannya. Dari pokok-

pokok permasalahan dapat dibagi menjadi enam bab seperti dijelaskan di bawah

ini.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

I-6

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini berisi mengenai alasan atau latar belakang perlunya diadakan

penelitian disertai pula dengan perumusan masalah, tujuan penelitian,

manfaat penelitian, batasan masalah, asumsi, dan sistematika

penulisan dari penelitian.

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini berisi mengenai dasar-dasar teori dan hasil-hasil penelitian

sebelumnya yang menunjang pembahasan masalah yaitu mengenai

metode pengambilan data, sampling, model multinomial logit, dan

penelitian terdahulu.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Bab ini berisi mengenai kerangka pemikiran dari penelitian yang

memuat tahap-tahap penelitian mulai dari tahap identifikasi

permasalahan awal, tahap pengumpulan dan pengolahan data, analisis

dan interpretasi hasil serta penarikan kesimpulan.

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

Bab ini berisi mengenai data penelitian diperlukan dalam menganalisis

permasalahan yang ada. Data berkenaan dengan hasil kuesioner yang

disebarkan kepada pemakai Blackberry. Pada bab ini dijelaskan pula

cara pengolahan data-data tersebut.

BAB V ANALISIS DAN INTERPRETASI HASIL

Bab ini berisi interpretasi dari hasil pengolahan data, baik data primer

maupun data sekunder serta membandingkan terhadap tujuan

penelitian yang telah ditetapkan.

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini berisi mengenai kesimpulan dari hasil pengolahan data

penelitian dan saran untuk penelitian mengenai optimisasi harga

dengan model multinomial logit.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

II-1

BAB II

LANDASAN TEORI

Pada bab ini akan menjelaskan mengenai toeri-teori yang mengacu pada

pembuatan tugas akhir dan sebagai landasan untuk melakukan penelitian.

2.1 Blackberry

Blackberry adalah perangkat selular yang memiliki kemampuan layanan push

e-mail, telepon, sms, penjelajahan internet, messenger (Blackberry

Messenger/BBM), dan berbagai kemampuan nirkabel lainnya. Blackberry

diperkenalkan pada tahun 1999 oleh perusahaan Kanada, Research In Motion

(RIM). Penggunaan gadget canggih ini begitu fenomenal sehingga menjadi suatu

kebutuhan. Pada prinsipnya fungsi dasar Blackberry sama dengan handphone

lainnya yaitu untuk telepon dan sms. Perbedaannya pada Operating System

Blackberry yang menggunakan Operating System (OS) berbasis Java buatan RIM

(vendor Blackberry). Jika Blackberry telah diaktifkan dengan layanan Blackberry

provider tertentu, Blackberry dapat lebih unggul dari handphone biasa dalam

kegiatan browsing (Forum Satelit, 2012).

Blackberry Internet Service (BIS) adalah layanan yang disediakan untuk

pengguna Blackberry agar bisa melakukan browsing internet, pesan email, dan

pesan instan dengan Blackberry (Wikipedia, 2012).Blackberry mempunyai 4

layanan dasar yang ditawarkan yaitu Blackberry Internet Service (BIS),

Blackberry Enterprise Service (BES), Blackberry Professional Software (BPS),

dan Blackberry Mobile Data System (MDS).

BIS pada provider besar seperti Telkomsel dan indosat menyediakan

beberapa paket yang dapat dipilih oleh para pengguna Blackberry dengan

menggunakan salah satu dari dua provider terbesar ini.

1. Telkomsel

Paket BIS yang ditawarkan oleh Telkomsel adalah:

a. Full Services

Untuk paket BIS ini, fasilitas yang ditawarkan adalah chatting (Blackberry

Messenger,yahoo messenger), social networking (facebook, twitter), browsing,

dan push-email.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

II-2

b. Lifestyle

Untuk paket BIS ini, fasilitas yang ditawarkan adalah chatting (Blackberry

Messenger,yahoo messenger) dan social networking (facebook, twitter).

c. Business

Untuk paket BIS ini, fasilitas yang ditawarkan adalah chatting (Blackberry

Messenger,yahoo messenger) dan unlimited push-email.

2. Indosat

Paket BIS yang ditawarkan oleh Indosat adalah:

a. Gaul

Untuk paket BIS ini, fasilitas yang ditawarkan adalah chatting (Blackberry

Messenger,yahoo messenger) dan social networking (facebook, twitter).

b. Mail

Untuk paket BIS ini, fasilitas yang ditawarkan adalah chatting (Blackberry

Messenger,yahoo messenger) dan unlimited push-email.

c. Irit

Untuk paket BIS ini, fasilitas yang ditawarkan adalah chatting (Blackberry

Messenger,yahoo messenger), social networking (facebook, twitter), browsing,

dan push-email.

2.2 Metode Sampling

Sampel adalah suatu himpunan bagian dari unit populasi (Kuncoro, 2003).

Sedangkan sampling yaitu proses memilih sejumlah elemen dari populasi yang

yang mencukupi untuk mempelajari populasi dan memahami karakteristik elemen

populasi.

1. Alasan Utama Penggunaan Sampel

Alasan utama penggunaan sampel adalah kendala sumber daya yang terbatas

jumlahnya, ketepatan dalam memperoleh data yang akurat, dan pengukuran

destruktif (Kuncoro,2003).

2. Karakteristik Sampel yang Baik

Karakteristik sampel yang baik antara lain memungkinkan peneliti untuk

mengambil keputusan yang berhubungan dengan besaran sampel untuk

memperoleh jawaban yang dikehendaki, sampel mengidentifikasi probabilitas dari

setiap unit analisis untuk menjadi sampel, sampel memungkinkan peneliti

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

II-3

menghitung akurasi dan pengaruh dalam pemilihan sampel daripada harus

melakukan sensus, dan sampel memungkinkan peneliti menghitung derajat

kepercayaan yang diterapkan dalam estimasi populasi yang disusun dari sampel

statistika.

3. Proses Pemilihan Sampel

Proses pemilihan sampel merupakan suatu rangkaian kegiatan yang

berurutan. Tahapan dalam pemilihan sampel antara lain penentuan populasi,

penentuan unit pemilihan sampel, penentuan kerangka pemilihan sampel,

penentuan desain sampel dan penentuan jumlah sampel, serta pemilihan sampel.

4. Jumlah Sampel

Secara umum jumlah sampel minimal yang dapat diterima untuk suatu studi

tergantung dari jenis studi yang dilakukan. Beberapa pedoman yang dianjurkan

menurut Gay dan Diehl (dalam Kuncoro, 2003) adalah:

a. Untuk studi deskriptif, sampel 10% dari populasi dianggap merupakan

jumlah amat minimal. Untuk populasi yang lebih kecil, setidaknya 20%

mungkin diperlukan.

b. Untuk studi korelasional dibutuhkan minimal 30 sampel untuk menguji

ada tidaknya hubungan.

c. Untuk studi kausal-komparatif minimal 30 subjek per grup umumnya

dianjurkan.

d. Untuk studi eksperimen minimal 15 subjek per grup umumnya dianjurkan.

5. Metode Pengambilan Sampel

Secara umum sampel terdiri dari dua macam yaitu dengan cara probabilitas

dan non probabilitas.

a. Sampel Probabilitas

Sampel probabilitas dipilih berdasarkan prosedur seleksi dan memiliki

peluang yang sama untuk dipilih. Ada 5 jenis untuk sampel probabilitas yaitu

sampel random sederhana, sampel sistematis, sampel stratifikasi, sampel

kluster, dan sampel multi tahap.

1) Sampel Random Sederhana (Simple Random Sampling)

Pemilihan sampel random sederhana adalah desain pemilihan sampel yang

paling sederhana dan mudah. Prinsip pemilihan sampel dalam desain ini

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

II-4

adalah setiap elemen dalam populasi mempunyai kesempatan yang sama

untuk dipilih.

2) Sampel Sistematis (Systematic Sampling)

Sampel ini hampir sama dengan pemilihan random sederhana.

Perbedaannya yaitu pada cara pemilihan elemen untuk menjadi sampel.

Seluruh elemen yang ada pada unit pemilihan sampel diberi nomor urut mulai

dari nomor 1.

3) Sampel Stratifikasi (Stratified Sampling)

Perbedaan dengan kedua desain sebelumnya adalah langkah pertama

sebelum pemilihan sampel harus dilakukan pengelompokan populasi dengan

kriteria tertentu ke dalam beberapa strata.

4) Sampel Klaster (Cluster Sampling)

Alasan yang mendorong digunakannya sampel kluster adalah adanya

kebutuhan efisiensi ekonomis yang tidak bisa diperoleh peneliti jika

menggunakan random sederhana dan tidak tersedianya kerangka sampel untuk

elemen tertentu.

5) Sampel Daerah Multitahap (Multistage Area Sampling)

Multistage area sampling adalah prosedur pengambilan sampel yang

melibatkan penggunaan kombinasi teknik sampel probabilitas yang telah

dibahas pada bagian terdahulu.

b. Sampel Non Probabilitas

Sampel non probabilitas dipilih secara arbitrer oleh peneliti. Probabilitas

masing-masing anggota populasi tidak diketahui. Para peneliti menggunakan

sampel ini karena tidak ada upaya untuk melakukan generalisasi berdasarkan

sampel.

1) Convenience Sampling

Convenience sampling adalah prosedur untuk mendapatkan unit sampel

menurut keinginan peneliti. Peneliti menggunakan metode ini untuk

memperoleh daftar pertanyaan dalam jumlah yang besar dan lengkap secara

cepat dan hemat.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

II-5

2) Judgement Sampling

Metode sampling ini adalah salah satu jenis dari purposive sampling selain

quota sampling dimana peneliti memilih sampel berdasarkan penilaian

terhadap beberapa karakteristik anggota sampel yang disesuaikan dengan

maksud penelitian.

3) Quota Sampling

Metode ini digunakan untuk memastikan bahwa berbagai subgrup dalam

populasi telah terwakili dengan berbagai karakteristik sampel sampai batas

tertentu yang dikehendaki peneliti. Peneliti menentukan target kuota yang

dikehendaki.

4) Snowball Sampling

Metode sampling ini merupakan prosedur pengambilan sampel dimana

responden pertama dipilih dengan metode probabilitas dan kemudian

responden selanjutnya diperoleh dari informasi yang diberikan oleh

responden yang pertama.

6. Ukuran Sampel yang Diperlukan

Untuk menentukan ukuran sampel dari suatu populasi terdapat bermacam

cara, baik untuk ukuran populasi yang diketahui maupun yang tidak diketahui

(atau terlalu besar) (Umar, 2003). Cara penentuan ukuran sampel dapat dijelaskan

sebagai berikut:

a. Rumus Slovin

Untuk menentukan berapa minimal sampel yang dibutuhkan jika ukuran

populasi diketahui dapat menggunakan rumus Slovin seperti berikut:

(2.1)

dimana,

n = Ukuran Sampel

N = Ukuran Populasi

e = Kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang

dapat ditolerir

b. Cara Interval Taksiran

Jika ukuran populasi tidak diketahui atau sangat besar maka tidak bisa

menggunakan rumus Slovin. Beberapa rumus dapat dipakai misalnya untuk

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

II-6

menaksir parameter dan parameter P. Seperti halnya dengan ukuran

populasi yang terbatas, pada ukuran populasi yang tidak terbataspun besarnya

sampel dapat disesuaikan dengan alat analisis seperti Chi-Square yang

menuntut jumlah observasi tertentu.

1). Menaksir parameter rata-rata

Model interval taksiran untuk parameter adalah

(2.2)

Atau (2.3) dimana dianggap error (e) dari hasil taksirannya. Jika error ini

dikuadratkan akan didapatkan sebagai berikut:

(2.4)

Dengan perhitungan matematik sederhana, jumlah sampel n dapat ditentukan

menjadi:

(2.5)

Karena standar deviasi populasi sering tidak diketahui maka jalan keluarnya

ada tiga cara yaitu diambil dari riset terdahulu jika ada, diambil dari prasurvei

terhadap beberapa data saja yang dianggap cukup mewakili, dan standar

deviasi dapat didekati dengan range (R) yaitu selisih data terbesar-terkecil

sehingga dapat dicari dengan rumus .

2). Menaksir parameter proporsi P

Model interval taksiran untuk parameter P adalah sebagai berikut:

(2.6)

Atau (2.7) dimana

p = x/n

q = 1-p

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

II-7

e =

Jumlah sampel yang diperlukan adalah (2.8) Jika p dan q tidak diketahui maka dapat diketahui dengan 0,25 sebagai

perkalian antara 0,5 x 0,5.

2.3 Uji Multikolinieritas

Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi

ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen) (Ghazali, 2005).

Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel

independen. Jika variabel independen saling berkorelasi, maka variabel-variabel

ini tidak ortogonal. Variabel ortogonal adalah variabel independen yang nilai

korelasi antar sesama variabel independen sama dengan nol. Untuk mendeteksi

ada atau tidaknya multikolinieritas di dalam model regresi adalah sebagai berikut:

a. Nilai R2 yang dihasilkan oleh suatu estimasi model regresi empiris sangat

tinggi tetapi secara individual variabel-variabel independen banyak yang

tidak signifikan mempengaruhi variabel dependen.

b. Menganalisis matrik korelasi variabel-variabel independen. Jika antar

variabel independen ada korelasi yang cukup tinggi (umumnya di atas 0,9),

maka hal ini merupakan indikasi adanya multikolinieritas. Tidak adanya

korelasi yang tinggi antar variabel independen tidak berarti bebas dari

multikolonieritas. Multikolinieritas dapat disebabkan karena adanya efek

kombinasi dua atau lebih variabel independen.

c. Multikolinieritas dapat juga dilihat dari nilai tolerance dan lawannya

variance inflation factor (VIF). Kedua ukuran ini menunjukkan setiap

variabel independen manakah yang dijelaskan oleh variabel independennya

lainnya. Dalam pengertian sederhana setiap variabel independen menjadi

variabel dependen (terikat) dan diregres terhadap variabel independen

lainnya. Tolerance mengukur variabilitas variabel independen yang terpilih

yang tidak dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Jadi nilai tolerance

yang rendah sama dengan nilai VIF tinggi (karena VIF=1/tolerance). Nilai

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

II-8

cutoff yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya multikolinieritas

adalah nilai tolerance VIF 10. Setiap peneliti

harus menentukan tingkat kolinieritas yang masih dapat ditolerir. Sebagai

misal nilai tolerance = 0,10 sama dengan tingkat kolinieritas 0,95. Walaupun

multikolinieritas dapat dideteksi dengan nilai Tolerance dan VIF, tetapi masih

tetap tidak mengetahui variabel-variabel independen mana sajakah yang

saling berkorelasi.

2.4 Qualitative Choice Model

Qualitative choice (pilihan kualitatif) merupakan suatu situasi dimana

pembuat keputusan atau seorang konsumen yang menghadapi diantara pilihan-

pilihan yang berbeda dan konsumen harus memilih salah satu dari pilihan yang

diberikan (Correa,2008). Sifat dari pilihan yang akan dibuat tergantung pada

masalah yang dihadapi oleh pembuat keputusan atau konsumen. Pembatasan

untuk pilihan yang akan dibuat yaitu antara lain:

a. Jumlah alternatif yang terbatas

b. Alternatif bersifat mutually exclusive. Artinya bahwa pembuat keputusan atau

konsumen hanya dapat memilih salah satu alternatif diantara alternatif yang

ada.

c. Jumlah dari pilihan-pilihan atau alternatif lengkap.

Konsumen ingin memaksimalkan utilitas. Mereka memilih produk yang

mereka percaya memiliki keseluruhan utilitas yang tertinggi. Pilihan yang dipilih

tergantung pada karakteristik dari pilihan individu, yang mana dipengaruhi oleh

kebiasaan, iklan pengalaman, tekanan dari orang lain, kendala lingkungan, opini,

dan lain-lain. Terkait dengan tiap-tiap pilihan yang mempunyai kemungkinan

untuk dipilih, dan pilihan itu dapat dispesifikasi sebagai fungsi parametrik dengan

bentuk berikut: (2.9) dimana,

Xin = vektor dari karakteristik alternatif i yang diamati oleh pembuat keputusan n,

Jn = jumlah semua alternatif,

Sn = karakteristik yang diamati dari pembuat keputusan n seperti pendapatan,

umur, dll dan adalah vektor dari parameter.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

II-9

Multinomial logit dapat diimplementasikan di dalam Qualitative Choice

Model. Multinomial logit adalah model pilihan jenis logit di mana jumlah pilihan

lebih dari dua.

QCM digunakan dalam beberapa situasi. Dari pilihan rute untuk bekerja,

untuk membeli produk sesuai spesifikasi konsumen, pilihan yang dihadapi oleh

pembuat keputusan biasanya dibuat untuk memenuhi batasan yang disebutkan di

atas.

2.5 Regresi Logistik

Model regresi logistik adalah model regresi yang peubah terikat atau

responnya mensyaratkan berupa peubah kategorik sedangkan menurut Hosmer

dan Lemeshow (2000), Metode regresi logistik adalah suatu metode analisis

statistika yang mendeskripsikan hubungan antara peubah respon yang memiliki

dua kategori atau lebih dengan satu atau lebih peubah penjelas berskala kategori

atau interval. Yang dimaksud dengan peubah kategorik yaitu peubah yang berupa

data nominal dan ordinal. Pendekatan model persamaan regresi logistik digunakan

karena dapat menjelaskan hubungan antara X dan x) yang bersifat tidak linear,

ketidaknormalan sebaran dari Y, keragaman respon yang tidak konstan dan tidak

dapat dijelaskan oleh model regresi linear biasa (Agresti, 1990).

Jika data hasil pengamatan memiliki p peubah bebas yaitu x1 , x2 ,..., xp

dengan peubah respon Y, dengan Y mempunyai dua kemungkinan nilai 0 dan 1, Y

= 1 menyatakan bahwa respon memiliki kriteria yang ditentukan dan sebaliknya Y

= 0 tidak memiliki kriteria, maka peubah respon Y mengikuti sebaran Bernoulli

dengan parameter i) sehingga fungsi sebaran peluang adalah sebagai berikut : y (2.10)

Model umum regresi logistik dengan p peubah penjelas yaitu: (2.11)

dengan melakukan transformasi logit diperoleh: ln (2.12) dengan

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

II-10

(2.13) Merupakan penduga logit yang berperan sebagai fungsi linear dari peubah

penjelas. Karena fungsi penghubung yang digunakan adalah fungsi penghubung

logit maka sebaran peluang yang digunakan disebut sebaran logistik (McCullagh

dan Nelder, 1989).

Gambar 2.1 Kurva Fungsi Logistik

2.6 Regresi Logistik Multinomial

Regresi logistik multinomial merupakan perluasan dari regresi logistik

dengan respon biner yang dapat menangani variabel repon dengan kategori lebih

dari dua. Nachrowi (2005) menjelaskan, untuk model regresi dengan variabel

respon berskala nominal empat kategori digunakan kategori variabel hasil Y yang

dikode 0, 1, 2, dan 3.

Dalam model regresi logistik dikotomi, variabel terikat dinyatakan dalam

fungsi logit untuk Y =1 dibanding dengan fungsi logit untuk Y = 0. Kategori Y=0

disebut sebagi kategori pembanding (reference group). Dalam model logistik

dengan empat kategori, dihasilkan tiga fungsi logit yaitu:

1. Fungsi logit untuk Y=1 relatif terhadap fungsi logit untuk Y=0

2. Fungsi logit untuk Y=2 relatif terhadap fungsi logit untuk Y=0

3. Fungsi logit untuk Y=3 relatif terhadap fungsi logit untuk Y=0

Secara umum, untuk menganalisis model dengan p variabel bebas maka tiga

fungsi logitnya dapat dinotasikan sebagai berikut:

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

II-11

ln (2.14) ln (2.15) ln (2.16) Berdasarkan ketiga fungsi logit tersebut maka didapatkan probabilitas respon

untuk model regresi logistik dengan empat kategori yaitu sebagai berikut:

(2.17)

(2.18)

(2.19)

(2.20)

Sebagai perbandingan, dalam model logit dikotomi, pengestimasian

parameter dilakukan pada bentuk rasio antara Pr (Y=1|x) dan Pr (Y=0|x). Lebih

spesifik lagi, yang diestimasi adalah:

(2.21)

Model ini dapat diestimasi melalui teknik maximum likelihood. Dalam model

regeresi logistik dengan empat kategori, analogi juga digunakan sebagai berikut:

(2.22)

(2.23)

(2.24)

Kemudian dengan menggunakan metode taksiran maximum likelihood,

parameter-parameter dalam model tersebut dapat diestimasi.

2.7 Uji Kebaikan Model

Ketepatan fungsi regresi sampel dalam menaksir nilai aktual dapat diukur dari

goodness of fit. Untuk uji kebaikan model dapat digunakan koefisien determinasi

(Pseudo R2) untuk menilai kebaikan model. Koefisien determinasi (R2) pada

intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi

variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara 0 dan 1. Nilai R2

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

II-12

yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan

variabel-variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati 1 berarti variabel-

variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk

memprediksi variabel-variabel dependen.

Satu hal yang perlu dicatat bahwa koefisien determinasi hanyalah salah satu

dan bukan satu-satunya kriteria memilih model yang baik. Alasannya bila suatu

estimasi regresi menghasilkan koefisien determinasi yang tinggi tetapi tidak

konsisten dengan teori ekonomika yang dipilih oleh peneliti atau tidak lolos dari

uji asumsi klasik maka model tersebut bukanlah model penaksir yang baik dan

seharusnya tidak dipilih menjadi model empirik (Ghozali, 2005).

Uji kebaikan model dilakukan dengan menghitung nilai Pseudo R2 yang

terdiri dari Cox and Snell, Nagelkerke, dan McFadden.

Rumus Pseudo R2 Cox and Snell

(2.25)

Rumus Pseudo R2 Nagelkerke

(2.26)

Rumus Pseudo R2 McFadden

(2.27)

dimana LLnull adalah likelihood model hanya dengan konstanta LLk adalah model

yang diestimasi dan n adalah jumlah observasi.

2.8 Uji Signifikansi Variabel Independen Secara Bersama (Overall Model

Fit)

Uji overall model fit dilakukan dengan uji G atau uji likelihood ratio, yaitu

dengan menghitung perbedaan nilai -2 log likelihood (-2LL) antara model yang

hanya terdiri dari konstanta dengan model yang terdiri dari konstanta dan variabel

independen.

(2.28)

dimana,

L0 = nilai log likelihood model regresi logistik tanpa variabel prediktor

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

II-13

L1 = nilai log likelihood model regresi logistik dengan variabel prediktor

Hipotesis yang digunakan adalah sebagai berikut:

H0 k = 0

H1: k

Uji likelihood ratio menggunakan distribusi chi square ( ). H0 akan ditolak

jika nilai G > Z atau G2 > 2 . Hal ini mengindikasikan bahwa paling sedikit

ada satu k yang tidak sama dengan 0. Jika nilai 2 hitung lebih besar dari 2 tabel

maka bisa disimpulkan bahwa variabel independen secara bersama mempengaruhi

variabel dependen. Sebaliknya jika 2 hitung lebih kecil dari 2 tabel maka bisa

disimpulkan bahwa variabel independen secara bersama tidak mempengaruhi

variabel dependen.

2.9 Uji Signifikansi Variabel Independen Secara Individual (Significance

Test)

Uji signifikansi variabel independen dilakukan untuk mengetahui apakah

variabel independen secara individu mempengaruhi variabel dependennya. Uji

signifikansi variabel independen dilakukan dengan dua cara yaitu Uji Likelihood

Ratio dan Uji Wald.

Uji Likelihood Ratio dilakukan dengan menghitung perbedaan -2 log

likelihood (-2LL) antara model yang diestimasi (final model) dengan model tanpa

variabel yang diamati (reduce model) dengan derajat bebas sebanyak variabel

independen yang tidak dimasukkan dalam model. Uji likelihood ratio ini

mengikuti distribusi chi square. Prinsipnya sama dengan uji signifikasi variabel

independen secara bersama dalam pembacaan dan perbandingan antara 2 tabel

dan 2 hitung, hanya disini pengujian untuk variabel indenpenden secara individu

bukan secara bersama.

Sedangkan Uji Wald digunakan untuk mengetahui apakah variabel

independen berpengaruh terhadap variabel dependennya. Hipotesis yang

digunakan adalah sebagai berikut:

H0 k = 0

H1: k

Untuk nilai statistik Wald dapat dicari dengan rumus sebagai berikut

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

II-14

(2.29)

Dengan adalah taksiran standar error parameter dan adalah nilai

koefisien estimasi pada model. H0 ditolak jika W > Z atau W2 2 dengan

derajat bebas sebesar df dimana df=1.

Nilai Statistika Wald ini mengikuti distribusi chi square. Jika nilai statistik

Wald lebih besar dari pada nilai 2 tabel maka dapat dismpulkan variabel

independen berpengaruh pada variabel dependen. Sebaliknya jika nilai statistik

Wald lebih kecil daripada nilai 2 tabel maka dapat disipulkan variabel

independen tidak berpengaruh pada variabel dependen.

2.10 Penentuan Validasi Model Multinomial logit

Penentuan validasi model multinomial logit merupakan prosedur klasifikasi

yang dilakukan untuk melihat peluang kesalahan klasifikasi oleh suatu fungsi.

Ukuran yang dipakai adalah Apparent Error Rate (APER). Nilai APER

menyatakan nilai proporsi sampel yang salah yang diklasifikasikan oleh fungsi

klasifikasi (Johnson dan Wichern, 1992). Penentuan kesalahan pengklasifikasian

dapat diketahui melalui tabel klasifikasi sebagai berikut:

Tabel 2.1 Tabel Klasifikasi

Actual Membership

Predicted Membership p1 p2

p1 n11 n12 p2 n21 n22

dimana,

n11 = Jumlah yi dari p1 yang tepat diklasifikasikan sebagai p1

n12 = Jumlah yi dari p1 yang salah diklasifikasikan sebagai p2

n21 = Jumlah yi dari p2 yang salah diklasifikasikan sebagai p1

n22 = Jumlah yi dari p2 yang tepat diklasifikasikan sebagai p2

(2.30)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

II-15

2.11 Penelitian Terdahulu

Penelitian yang terkait dengan optimisasi harga telah dilakukan antara lain

oleh Correa (2008) dan Arini (2011).

2.11.1 Correa (2008)

Penelitian terdahulu yang terkait dengan pelaksanaan penelitian ini yaitu

penelitian yang dilakukan oleh Correa (2008).

Pada penelitian yang dilakukan oleh Correa (2008) dijelaskan bagaimana

model Multinomial logit bisa diimplementasikan di dalam situasi Qualitative

Choice untuk menghasilkan output berupa penetapan harga optimal. Analisis ini

berdasarkan pada kasus dimana penjual ingin menentukan kombinasi harga

terbaik dari dua produk yang ditawarkan berdasarkan satu tipe konsumen.

Hasil dari penelitian Correa dilihat dari metodologi penelitiannya yaitu

Multinomial logit Model merupakan pendekatan yang paling baik dibanding

kedua alternatif pendekatan lainnya karena hasilnya paling mendekati nilai

optimum teoritis dan akurasinya semakin baik dengan bertambahnya jumlah

observasi. Output dari model adalah nilai utilitas yang dapat digunakan untuk

menentukan harga optimum.

Sehingga optimasi harga dapat dimodelkan sebagai berikut:

a. Fungsi tujuan: Memaksimum ekspektasi pendapatan (Expected Revenue)

Max Expected Revenue = Price1* PL1 + Price2* PL2

(2.31)

b. Fungsi pembatas: probabilitas konsumen memilih produk i (Purchase

Likelihood)

)2()1()0(

)1(

1 UUU

U

eee

ePL

++=

(2.32)

)2()1()0(

)2(

2 UUU

U

eee

ePL

++=

(2.33)

upperower ppricep l (2.34)

dimana U(i) adalah estimasi utilitas produk i yang dimodelkan pada bagian

sebelumnya. plower dan pupper merupakan batas atas dan batas bawah harga dari tiap

produk.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

II-16

2.11.2 Arini (2011)

Penelitian ini juga mengacu pada penelitian yang dilakukan oleh Arini

(2011). Penelitian Arini (2011) dilakukan dengan mengacu pada penelitian yang

dilakukan oleh Correa (2008) juga.

Pada penelitian yang dilakukan oleh Arini (2011) sama seperti penelitian

Correa (2008) yaitu optimisasi harga dengan memakai model multinomial logit

sebagai pendekatannya. Fungsi tujuan yang diambil sama seperti Correa (2008)

yaitu untuk memaksimumkan pendapatan. Fungsi pembatasnya merupakan

probabilitas konsumen memilih produk i.

Produk yang diambil dalam penelitian Arini (2011) adalah flashdisk yang

mempunyai kapasitas berbeda yaitu 4GB dan 8GB. Dengan model multinomial

logit akan dihasilkan output berupa harga optimal untuk tiap produk guna

memaksimumkan pendapatan perusahaan dari produk tersebut.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

III-1

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

Pada bab ini dibahas mengenai tahapan-tahapan yang dilakukan dalam

penelitian. Tahapan-tahapan ini digambarkan dengan flowchart seperti di bawah

ini :

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

III-2

Metodologi penelitian yang tersaji dalam flowchart diatas kemudian akan

diuraikan dan dijelaskan lebih lanjut dalam sub bab berikut.

3.1 Identifikasi Masalah

Tahapan yang ada pada identifikasi masalah adalah sebagai berikut :

1. Studi Pustaka

Tahap ini merupakan studi pendahuluan untuk menggali informasi terkait

dengan penelitian yg dilakukan. Tujuan dari studi pustaka untuk menggambarkan

teori dan konsep yang akan digunakan dalam menyelesaikan permasalahan yang

diteliti dan untuk mendapatkan dasar referensi yang kuat. Studi pustaka dilakukan

dengan mengumpulkan semua informasi yang berkaitan dengan penelitian yang

akan dilakukan berupa referensi yg berhubungan model multinomial logit berupa

buku, informasi dari internet, dan penelitian terkini dalam mengenai model

multinomial logit.

2. Studi Lapangan

Studi lapangan dilakukan untuk mendapatkan informasi dan keterangan yang

berhubungan langsung dengan produk yang dipakai dalam penelitian. Produk

yang dipilih yaitu harga BIS per bulan. Provider paket yang diamati yaitu

Telkomsel dan Indosat. Untuk paket dari Telkomsel yaitu paket Lifestyle, paket

Business, dan paket Full Services. Sedangkan dari Indosat yang diambil adalah

paket Gaul, paket Mail, dan paket Irit. Masing-masing paket provider ini

mempunyai fasilitas yang sama sehingga keduanya dapat dibandingkan. Pada

penelitian ini akan ditentukan kombinasi harga untuk masing-masing paket

provider guna memaksimalkan pendapatan masing-masing provider.

3. Perumusan Masalah

Setelah mengidentifikasi masalah yang terjadi, kemudian dilakukan

perumusan masalah yang akan diselesaikan sehingga mendapatkan hasil yang

baik. Perumusan masalah yang dilakukan yaitu bagaimana menentukan harga

untuk harga Paket Lifestyle, Mail, dan Full Services Telkomsel dan harga Paket

Gaul, Mail, dan Irit Indosat pada layanan BIS untuk memaksimumkan ekspetasi

pendapatan keduanya dengan menggunakan model multinomial logit.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

III-3

4. Tujuan dan Manfaat Penelitian

Setelah diketahui masalah apa yang akan diselesaikan, kemudian menentukan

tujuan dan manfaat yang akan dicapai selanjutnya. Tujuan yang ingin dicapai

yaitu untuk menentukan harga Paket Lifestyle, Mail, dan Full Services Telkomsel

dan harga Paket Gaul, Mail, dan Irit Indosat pada layanan BIS untuk

memaksimumkan ekspetasi pendapatan keduanya dengan menggunakan model

Multinomial logit.

Sedangkan manfaat yang diambil dari penelitian ini adalah diharapkan dapat

memberi masukan kepada provider yang bersangkutan untuk menentukan harga

yang ditawarkan untuk masing-masing paket layanan BIS serta perusahaan dapat

memaksimalkan pendapatan berdasarkan harga paket layanan BIS yang

ditawarkan.

3.2 Tahap Pengumpulan dan Pengolahan Data

Pada tahap ini dilakukan pengumpulan dan pengolahan data yang digunakan

untuk penelitian ini.

3.2.1 Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang disebarkan kepada

Mahasiswa Fakultas Teknik program S1 Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Pengumpulan data dengan kuesioner memerlukan perancangan kuesioner.

1. Perancangan dan Penyebaran Kuesioner

Perancangan kuesioner ini dilakukan untuk mengetahui data apa saja yang

dibutuhkan. Data yang diperlukan dalam pembentukan model multinomial logit

untuk penentuan harga yaitu kombinasi data pilihan pembelian pada harga yang

berbeda-beda. Rancangan kuesioner dibuat berdasarkan multinomial stated-choice

survey (Cook&Wissman, 2007) karena pada tipe kuesioner ini responden dapat

memilih salah satu pilihan dari beberapa alternatif yang diberikan.

Kuesioner dibagi menjadi dua yaitu kuesioner bagi pengguna provider

Telkomsel dan kuesioner bagi pengguna Indosat. Untuk setiap kuesioner terdapat

empat pilihan. Pada Telkomsel, terdapat kombinasi harga untuk paket Lifestyle,

paket Business, dan paket Full Services. Pada Indosat, terdapat kombinasi harga

untuk paket Gaul, paket Mail, dan paket Irit. Untuk setiap provider terdapat

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

III-4

pilihan Tidak Membeli jika konsumen merasa harga yang ditawarkan tidak cocok.

Data pilihan tersebut kemudian dipilih konsumen dari tiap provider sesuai dengan

keinginannya apakah akan memilih untuk membeli salah satu dari paket atau tidak

membeli. Dari pilihan konsumen tersebut dapat diketahui kemungkinan konsumen

untuk membeli pada harga tertentu.

Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Teknik program S1

UNS yang merupakan pemakai Blackberry. Untuk pencarian sampling digunakan

teknik purposive sampling (sampling bertujuan) karena sampling dilakukan

langsung kepada responden yang mempunyai Blackberry pemakai provider

Telkomsel atau Indosat. Karena jenis sampling merupakan non probability

sampling jadi jumlah sampel yang dibutuhkan tidak dapat diketahui secara pasti

dan yang menentukan jumlah sampel sudah cukup atau belum hanya dari

keinginan seorang peneliti. Oleh karena itu, untuk mendapatkan jumlah responden

yang akan menjadi sampel secara pasti dan diketahui jumlah populasinya dapat

menggunakan rumus Slovin pada persamaan (2.1) dengan kelonggaran (e) sebesar

10%. Responden yang dipilih sebagai sampel berjumlah 50 mahasiswa pemakai

Blackberry dengan provider Telkomsel dan 50 mahasiswa pemakai Blackberry

dengan provider Indosat.

2. Perekapan Data

Perekapan data dilakukan untuk mengetahui pilihan responden pada tiap

kombinasi harga paket BIS pada pengguna provider Telkomsel dan Indosat.

Responden diminta untuk memilih antara paket yang ditawarkan Telkomsel

dengan harga tertentu atau tidak membeli jika responden adalah pengguna

Telkomsel dan paket yang ditawarkan Indosat dengan harga tertentu atau tidak

membeli jika responden adalah pengguna Indosat. Dari hasil pengumpulan data

dengan kuesioner berupa pilihan konsumen pada harga tertentu tersebut, dapat

diketahui kemungkinan konsumen untuk membeli pada harga tertentu.

3.2.2 Pengolahan Data

Pengolahan data yang dilakukan meliputi pengujian multikolinearitas data,

model multinomial logit, dan penentuan harga optimal yang ditawarkan provider.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

III-5

1. Pengujian Multikolinieritas Data

Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi

ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Uji

multikolinearitas dilakukan dengan menghitung nilai tolerance dan VIF. Jika nilai

VIF kurang dari 10 atau nilai tolerance mendekati 1, maka dapat disimpulkan

bahwa tidak ada multikolinieritas antar variabel independennya.

2. Penentuan Estimasi Parameter Model Multinomial logit

Estimasi parameter dilakukan untuk mengetahui metode dan konsep yang

digunakan untuk mendapatkan parameter dari model pilihan. Untuk mengestimasi

atau pendugaan parameter, metode yang sering digunakan adalah metode

maximum likelihood, yaitu dengan mencari koefisien regresi sehingga probabilitas

kejadian variabel dependen bisa semaksimum mungkin. Nilai estimasi parameter

dapat dilihat pada tabel Parameter Estimates output SPSS pada kolom B. Berikut

ini merupakan spesifikasi model multinomial logit yang akan dibuat untuk

masing-masing provider.

a. Telkomsel

)3()2()1()0(

)1(

1)( UtelUtelUtelUtel

Utel

eeee

etelPL

+++=

(3.1)

)3()2()1()0(

)2(

2)( UtelUtelUtelUtel

Utel

eeee

etelPL

+++=

(3.2)

)3()2()1()0(

)3(

3)( UtelUtelUtelUtel

Utel

eeee

etelPL

+++=

(3.3)

)3()2()1()0(

)0(

0)( UtelUtelUtelUtel

Utel

eeee

etelPL

+++=

(3.4)

dimana,

131321211111 )()( ++++= TTTteltelUtelteltel

(3.5)

232322212122 )()( ++++= TTTteltelUtelteltel

(3.6)

333323213133 )()( ++++= TTTteltelUtelteltel

(3.7) 0)( 0 =telU (3.8)

dimana,

PL(tel)1 = kemungkinan responden memilih paket Lifestyle

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

III-6

PL(tel)2 = kemungkinan responden memilih paket Business

PL(tel)3 = kemungkinan responden memilih paket Full Services

PL(tel)0 = kemungkinan responden memilih tidak membeli

T1= harga paket Lifestyle (Rp)

T2= harga paket Business (Rp)

T3= harga paket Full Services (Rp)

U(tel)1 = Estimasi utilitas paket Lifestyle

U(tel)2 = Estimasi utilitas paket Business

U(tel)3 = Estimasi utilitas paket Full Services

U(tel)0 = Estimasi utilitas pilihan tidak membeli

1 =Parameter yang diestimasi oleh model pada provider Telkomsel untuk

paket Lifestyle (Intercept)

2 =Parameter yang diestimasi oleh model pada provider Telkomsel untuk

paket Business (Intercept)

3 =Parameter yang diestimasi oleh model pada provider Telkomsel untuk

paket Full Services (Intercept)

111 Ttel = Bobot kepentingan atribut harga paket Lifestyle untuk pilihan paket

Lifestyle

212 Ttel = Bobot kepentingan atribut harga paket Business untuk pilihan paket

Lifestyle

313 Ttel = Bobot kepentingan atribut harga paket Full Services untuk pilihan paket

Lifestyle

121 Ttel = Bobot kepentingan atribut harga paket Lifestyle untuk pilihan paket

Business

222 Ttel = Bobot kepentingan atribut harga paket Business untuk pilihan paket

Business

323 Ttel = Bobot kepentingan atribut harga paket Full Services untuk pilihan paket

Business

131 Ttel = Bobot kepentingan atribut harga paket Lifestyle untuk pilihan paket Full

Services

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

III-7

232 Ttel = Bobot kepentingan atribut harga paket Business untuk pilihan paket Full

Services

333 Ttel = Bobot kepentingan atribut harga paket Full Services untuk pilihan paket

Full Services

b. Indosat

)3()2()1()0(

)1(

1)( UindUindUindUind

Uind

eeee

eindPL

+++=

(3.9)

)3()2()1()0(

)2(

2)( UindUindUindUind

Uind

eeee

eindPL

+++=

(3.10)

)3()2()1()0(

)3(

3)( UindUindUindUind

Uind

eeee

eindPL

+++=

(3.11)

)3()2()1()0(

)0(

0)( UindUindUindUind

Uind

eeee

eindPL

+++=

(3.12)

Dimana,

131321211111 )()( ++++= IIIindindUindindind

(3.13)

232322212122 )()( ++++= IIIindindUindindind

(3.14)

333323213133 )()( ++++= IIIindindUindindind

(3.15) 0)( 0 =indU (3.16)

dimana,

PL(ind)1 = kemungkinan responden memilih paket Gaul

PL(ind)2 = kemungkinan responden memilih paket Mail

PL(ind)3 = kemungkinan responden memilih paket Irit

PL(ind)0 = kemungkinan responden memilih tidak membeli

I1= harga paket Gaul (Rp)

I2= harga paket Mail (Rp)

I3= harga paket Irit (Rp)

l)1 =Parameter yang diestimasi oleh model pada provider Indosat untuk paket

Gaul (Intercept)

)2 =Parameter yang diestimasi oleh model pada provider Indosat untuk paket

Mail (Intercept)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

III-8

)3 =Parameter yang diestimasi oleh model pada provider Indosat untuk paket

Irit (Intercept)

111 Iind = Bobot kepentingan atribut harga paket Gaul untuk pilihan paket Gaul

212 Iind = Bobot kepentingan atribut harga paket Mail untuk pilihan paket Gaul

313 Iind = Bobot kepentingan atribut harga paket Irit untuk pilihan paket Gaul

121 Iind = Bobot kepentingan atribut harga paket Gaul untuk pilihan paket Mail

222 Iind = Bobot kepentingan atribut harga paket Mail untuk pilihan paket Mail

323 Iind = Bobot kepentingan atribut harga paket Irit untuk pilihan paket Mail

131 Iind = Bobot kepentingan atribut harga paket Gaul untuk pilihan paket Irit

232 Iind = Bobot kepentingan atribut harga paket Mail untuk pilihan paket Irit

333 Iind = Bobot kepentingan atribut harga paket Irit untuk pilihan paket Irit

dan merupakan parameter yang diestimasi pada model. Nilai dan

dapat dicari menggunakan software SPSS 17.0.

3. Penentuan Evaluasi Model Multinomial logit

Evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui apakah hasil model Multinomial

logit ini sudah baik atau belum. Terdapat beberapa uji untuk mengevaluasi model

antara lain :

a. Uji Kebaikan Model (Goodness of fit)

Ketepatan fungsi regresi sampel dalam menaksir nilai aktual dapat diukur

dari goodness of fit. Pada penelitian ini digunakan koefisien determinasi

(Pseudo R2) untuk menilai kebaikan model. Koefisien determinasi (R2) pada

intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan

variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara 0 dan 1.

Nilai R2 mendekati 0 berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam

menjelaskan variabel-variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati

1 berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi

yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel-variabel dependen.

Uji kebaikan model dilakukan dengan menghitung nilai Pseudo R2 yang

terdiri dari Cox and Snell pada persamaan (2.25), Nagelkerke pada

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

III-9

persamaan (2.26), dan McFadden pada persamaan (2.27). Nilai Pseudo R-

square dapat dilihat pada tabel output SPSS.

b. Uji Signifikansi Variabel Independen Secara Bersama (Overall Model

Fit)

Uji overall model fit dilakukan dengan uji likelihood ratio, yaitu dengan

menghitung perbedaan nilai -2 log likelihood (-2LL) antara model yang

hanya terdiri dari konstanta dengan model yang terdiri dari konstanta dan

variabel independen. Uji likelihood ratio menggunakan distribusi chi square.

Jika nilai 2 hitung lebih besar dari 2 tabel maka bisa disimpulkan bahwa

variabel independen secara bersama mempengaruhi variabel dependen.

Sebaliknya jika 2 hitung lebih kecil dari 2 tabel maka bisa disimpulkan

bahwa variabel independen secara bersama tidak mempengaruhi variabel

dependen.

c. Uji Signifikansi Variabel Independen Secara Individual (Significance Test)

Uji signifikansi variabel independen dilakukan untuk mengetahui apakah

variabel independen secara individu mempengaruhi variabel dependennya.

Uji signifikansi variabel independen dilakukan dengan dua cara yaitu Uji

Likelihood Ratio dan Uji Wald.

Uji Likelihood Ratio dilakukan dengan menghitung perbedaan -2 log

likelihood (-2LL) antara model yang diestimasi (final model) dengan model

tanpa variabel yang diamati (reduce model) dengan derajat bebas sebanyak

variabel independen yang tidak dimasukkan dalam model. Uji likelihood

ratio ini mengikuti distribusi chi square. Prinsipnya sama dengan uji

signifikasi variabel independen secara bersama dalam pembacaan dan

perbandingan antara 2 tabel dan 2 hitung, hanya disini pengujian untuk

variabel indenpenden secara individu bukan secara bersama.

Sedangkan Uji Wald digunakan untuk mengetahui apakah variabel

independen berpengaruh terhadap variabel dependennya. Nilai Statistika

Wald ini mengikuti distribusi chi square. Jika nilai statistik Wald lebih besar

dari pada nilai 2 tabel maka dapat dismpulkan variabel independen

berpengaruh pada variabel dependen. Sebaliknya jika nilai statistik Wald

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

III-10

lebih kecil daripada nilai 2 tabel maka dapat disipulkan variabel independen

tidak berpengaruh pada variabel dependen.

4. Penentuan Validasi Model Multinomial logit

Validasi model ini dilakukan dengan melihat perbandingan antara data yang

diobservasi dengan data prediksi model. Dari perbandingan ini dapat dilihat

jumlah data yang diobservasi yang dapat diprediksi benar oleh model dalam

bentuk prosentase. Pada validasi ini terdapat Percent Correct yang menunjukkan

seberapa besar model meprediksi pilihan dengan benar (misal data yang

diobservasi pilihan 1, maka model akan memprediksi dengan benar pilihan 1

pula). Penentuan kesalahan pengklasifikasian dapat diketahui seperti pada Tabel

2.1. Untuk provider Telkomsel, contoh pembacaan tabel klasifikasi dapat dilihat

pada Tabel 3.1.

Tabel 3.1 Tabel Klasifikasi Provider Telkomsel

Actual Membership

Predicted Membership Paket

Lifestyle Paket Business Paket Full

Services Paket Lifestyle nLL nLB nLF Paket Business nBL nBB nBF

Paket Full Services

nFL nFB nFF

dimana,

nLL = Jumlah yi dari pilihan paket Lifestyle yang tepat diklasifikasikan sebagai

paket Lifestyle

nLF = Jumlah yi dari pilihan paket Lifestyle yang salah diklasifikasikan sebagai

paket Full Services

nBL = Jumlah yi dari pilihan paket Business yang salah diklasifikasikan sebagai

paket Lifestyle

nBB = Jumlah yi dari pilihan paket Business yang tepat diklasifikasikan sebagai

paket Business

nFB = Jumlah yi dari pilihan paket Full Services yang salah diklasifikasikan

sebagai paket Business

nFF = Jumlah yi dari pilihan paket Full Services yang tepat diklasifikasikan

sebagai paket Full Services

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

III-11

Sedangkan untuk provider Indosat, contoh pembacaan tabel klasifikasi dapat

dilihat pada tabel 3.2.

Tabel 3.2 Tabel Klasifikasi Provider Indosat

Actual Membership

Predicted Membership Paket Gaul Paket Mail Paket Irit

Paket Gaul nGG nGM nGI Paket Mail nMG nMM nMI Paket Irit nIG nIM nII

dimana,

nGG = Jumlah yi dari pilihan paket Gaul yang tepat diklasifikasikan sebagai

paket Gaul

nGI = Jumlah yi dari pilihan paket Gaul yang salah diklasifikasikan sebagai

paket Irit

nMG = Jumlah yi dari pilihan paket Mail yang salah diklasifikasikan sebagai

paket Gaul

nMM = Jumlah yi dari pilihan paket Mail yang tepat diklasifikasikan sebagai

paket Mail

nIM = Jumlah yi dari pilihan paket Irit yang salah diklasifikasikan sebagai

paket Mail

nII = Jumlah yi dari pilihan paket Irit yang tepat diklasifikasikan sebagai paket

Irit

Ukuran yang dipakai adalah Apparent Error Rate (APER). Nilai APER

menyatakan nilai proporsi sampel yang salah yang diklasifikasikan oleh fungsi

klasifikasi pada persamaan (2.30). Untuk provider Telkomesl persamaan APER

dapat ditulis sebagai berikut:

(3.17)

Sedangkan untuk provider Indosat, persamaan APER dapat dilihat sebagai

berikut: (3.18)

5. Penentuan Harga Optimal Masing-Masing Provider

Optimisasi dilakukan dengan mencari nilai harga paket BIS yang ditawarkan

Telkomsel dan Indosat yang akan memaksimukan nilai ekspektasi pendapatan

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

III-12

untuk masing-masing provider. Model untuk optimisasi harga adalah sebagai

berikut:

a. Fungsi tujuan: Memaksimum ekspektasi pendapatan (Expected Revenue)

Fungsi tujuan untuk tiap provider yaitu :

Max ER(Telkomsel)= T1* PL(tel)1+ T2* PL(tel)2+ T3* PL(tel)3 (3.19)

Max ER(Indosat)= I1* PL(ind)1+ I2* PL(ind)2+ I3* PL(ind)3 (3.20)

ER(Telkomsel)= Ekspektasi pendapatan untuk provider Telkomsel

ER(Indosat)= Ekspektasi pendapatan untuk provider Indosat

PL(tel)1 = kemungkinan responden memilih paket Lifestyle

PL(tel)2 = kemungkinan responden memilih paket Business

PL(tel)3 = kemungkinan responden memilih paket Full Services

PL(tel)0 = kemungkinan responden memilih tidak membeli

T1= harga paket Lifestyle (Rp)

T2= harga paket Business (Rp)

T3= harga paket Full Services (Rp)

PL(ind)1 = kemungkinan responden memilih paket Gaul

PL(ind)2 = kemungkinan responden memilih paket Mail

PL(ind)3 = kemungkinan responden memilih paket Irit

PL(ind)0 = kemungkinan responden memilih tidak membeli

I1= harga paket Gaul (Rp)

I2= harga paket Mail (Rp)

I3= harga paket Irit (Rp)

b. Batasan (constraints) : probabilitas konsumen memilih paket i (Purchase

Likelihood)

1). Telkomsel

)3()2()1()0(

)1(

1)( UtelUtelUtelUtel

Utel

eeee

etelPL

+++=

(3.21)

)3()2()1()0(

)2(

2)( UtelUtelUtelUtel

Utel

eeee

etelPL

+++=

(3.22)

)3()2()1()0(

)3(

3)( UtelUtelUtelUtel

Utel

eeee

etelPL

+++=

(3.23)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

III-13

)3()2()1()0(

)0(

0)( UtelUtelUtelUtel

Utel

eeee

etelPL

+++=

(3.24)

dimana,

131321211111 )()( ++++= TTTteltelUtelteltel

(3.25)

232322212122 )()( ++++= TTTteltelUtelteltel

(3.26)

333323213133 )()( ++++= TTTteltelUtelteltel

(3.27) 0)( 0 =telU (3.28)

upperower pTip l (3.29)

2). Indosat

)3()2()1()0(

)1(

1)( UindUindUindUind

Uind

eeee

eindPL

+++=

(3.30)

)3()2()1()0(

)2(

2)( UindUindUindUind

Uind

eeee

eindPL

+++=

(3.31)

)3()2()1()0(

)3(

3)( UindUindUindUind

Uind

eeee

eindPL

+++=

(3.32)

)3()2()1()0(

)0(

0)( UindUindUindUind

Uind

eeee

eindPL

+++=

(3.33)

dimana,

131321211111 )()( ++++= IIIindindUindindind

(3.34)

232322212122 )()( ++++= IIIindindUindindind

(3.35)

333323213133 )()( ++++= IIIindindUindindind

(3.36) 0)( 0 =indU (3.37)

upperower pIip l (3.38)

U(i) adalah estimasi utilitas paket i yang dimodelkan pada bagian

sebelumnya. dan merupakan parameter yang diestimasi pada model.

plower dan pupper merupakan batas atas dan batas bawah harga dari tiap paket.

Batas atas dan batas bawah harga ditentukan dengan mencari kisaran harga paket

yang ada di pasaran.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

III-14

6. Penentuan Harga Optimal dimana Tidak Terjadi Persaingan

Penentuan harga optimal ini merupakan penentuan untuk harga dari paket

yang mempunyai fasilitas untuk masing-masing provider. Sehingga bisa

didapatkan suatu harga yang optimal yang dapat menguntungkan kedua belah

pihak.

Untuk kasus ini, pada paket Lifestyle dari Telkomsel dan paket Gaul dari

Indosat mempunyai fasilitas yang sama. Sehingga dapat ditentukan satu harga

optimal yang bisa menguntungkan Telkomsel dan Indosat. Demikian juga untuk

paket Business dari Telkomsel dan paket Mail dari Indosat serta paket Full

Services dari Telkomsel dan paket Irit dari Indosat.

Cara yang digunakan untuk menentukan harga pada kondisi seperti ini adalah

dengan mengurangkan fungsi probabilitas dari masing-masing provider untuk tiap

paketnya. Sehingga nanti akan menghasilkan nilai yang baru kemudian akan

menghasilkan persamaan Purchase Likelihood yang baru pula serta fungsi tujuan

yang baru pula.

)3()2()1()0(

)1(

)3()2()1()0(

)1(

1)( UindUindUindUind

Uind

UtelUtelUtelUtel

Utel

eeee

e

eeee

egabPL

+++-

+++=

(3.39)

)3()2()1()0(

)2(

)3()2()1()0(

)2(

2)( UindUindUindUind

Uind

UtelUtelUtelUtel

Utel

eeee

e

eeee

egabPL

+++-

+++=

(3.40)

)3()2()1()0(

)3(

)3()2()1()0(

)3(

3)( UindUindUindUind

Uind

UtelUtelUtelUtel

Utel

eeee

e

eeee

egabPL

+++-

+++=

(3.41)

)3()2()1()0(

)0(

)3()2()1()0(

)0(

0)( UindUindUindUind

Uind

UtelUtelUtelUtel

Utel

eeee

e

eeee

egabPL

+++-

+++=

(3.42)

Maka fungsi tujuan yang baru yaitu:

Max ER(Gab)= P1Gab* PL(gab)1+ P2Gab* PL(gab)2+ P3Gab* PL(gab)3

(3.43)

Keterangan:

ER(Gab)= Ekspektasi pendapatan untuk provider Telkomsel dan Indosat

P1Gab = Harga optimal yang terbentuk untuk paket 1 (Lifestyle dan Gaul)

P2Gab = Harga optimal yang terbentuk untuk paket 2 (Business dan Mail)

P3Gab = Harga optimal yang terbentuk untuk paket 3 (Full Services dan Irit)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

III-15

PL(gab)1= Kemungkinan responden memilih paket 1 (Lifestyle dan Gaul)

PL(gab)2= Kemungkinan responden memilih paket 2 (Business dan Mail)

PL(gab)3= Kemungkinan responden memilih paket 3 (Full Services dan Irit).

3.3 Analisa dan Interpretasi Hasil

Pada tahap analisa dan interpretasi hasil dilakukan penilaian dan analisa

terhadap hasil pengolahan data yang sudah dilakukan sehingga diharapkan bisa

digunakan untuk penyelesaian masalah yang berguna untuk memperbaiki keadaan

sebelumnya.

3.4 Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan dilakukan terhadap pengolahan data dan analisis yang sudah

dilakukan sebelumnya dan saran dilakukan untuk memberikan masukan-masukan

supaya dapat memberikan hasil yang lebih baik.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

IV-1

BAB IV

PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

Penyelesaian dalam tugas akhir ini dilakukan dengan tahap pengumpulan data

dan pengolahan data sebagai dasar dalam memberikan analisis terhadap

penyelesaian permasalahan yang dihadapi.

4.1 Pengumpulan Data

Populasi dalam penelitian ini merupakan Mahasiswa Fakultas Teknik

program S1 Universitas Sebelas Maret Surakarta pemakai Blackberry provider

Telkomsel dan Indosat. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran

kuesioner yang disebarkan kepada sampel yang ditentukan. Jumlah mahasiswa

Fakultas Teknik program S1 Universitas Sebelas Maret Surakarta terhitung

sampai bulan maret 2011 adalah 1598 orang. Sedangkan jumlah populasi

mahasiswa pemakai Blackberry provider Telkomsel dan Indosat di Fakultas

Teknik program S1 Universitas Sebelas Maret Surakarta tidak diketahui. Oleh

karena itu perhitungan populasinya menggunakan asumsi sebesar 19% untuk tiap

jurusan di Fakultas Teknik.

Total sampel responden untuk populasi mahasiswa pemakai Blackberry

provider Telkomsel dan Indosat di Fakultas Teknik program S1 Universitas

Sebelas Maret Surakarta dengan kelonggaran (e) sebesar 10% yaitu sebanyak 76

orang. Jika dari perhitungan untuk sampel responden dengan jumlah populasi

mahasiswa Fakultas Teknik program S1 Universitas Sebelas Maret Surakarta

sebesar 1598 orang dengan kelonggaran (e) sebesar 10% yaitu:

Maka, jumlah sampel 100 orang ini sudah dapat mencukupi sampel dari

mahasiswa pemakai Blackberry provider Telkomsel dan Indosat di Fakultas

Teknik program S1 Universitas Sebelas Maret Surakarta yang hanya berjumlah 76

orang.

Sampel yang diambil berjumlah 100 dimana 50 responden merupakan

pengguna Blackberry dengan provider Telkomsel dan 50 responden merupakan

pengguna Blackberry dengan provider Indosat.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

IV-2

4.1.1 Perancangan dan Penyebaran Kuesioner

Perancangan kuesioner ini dilakukan untuk mengetahui data apa saja yang

dibutuhkan. Data yang diperlukan dalam pembentukan model multinomial logit

untuk penentuan harga yaitu kombinasi data pilihan pembelian pada harga yang

berbeda-beda. Kuesioner dibagi menjadi dua yaitu kuesioner bagi pengguna

provider Telkomsel dan kuesioner bagi pengguna Indosat. Untuk setiap kuesioner

terdapat empat pilihan. Pada Telkomsel, terdapat kombinasi harga untuk paket

Lifestyle, paket Business, dan paket Full Services. Pada Indosat, terdapat

kombinasi harga untuk paket Gaul, paket Mail, dan paket Irit. Untuk setiap

provider terdapat pilihan Tidak Membeli jika konsumen merasa harga yang tidak

ditawarkan tidak cocok. Data pilihan tersebut kemudian dipilih konsumen dari

tiap provider sesuai dengan keinginannya apakah akan memilih untuk membeli

salah satu dari paket atau tidak membeli. Dari pilihan konsumen tersebut dapat

diketahui kemungkinan konsumen untuk membeli pada harga tertentu.

Pada Tabel 4.1 dan Tabel 4.2 ditunjukkan contoh kuesioner yang

disebarkan kepada pengguna Telkomsel dan Indosat. Terdapat 27 pilihan harga

untuk tiap-tiap provider.

Tabel 4.1 Contoh Kuesioner untuk Pengguna Telkomsel

Paket LifeStyle Paket Mail Paket Full Services Tidak MembeliKombinasi 1 60.000 80.000 99.000Kombinasi 2 60.000 80.000 109.000Kombinasi 3 60.000 80.000 89.000

Paket LifeStyle Paket Mail Paket Full Services Tidak MembeliKombinasi 4 60.000 90.000 99.000Kombinasi 5 60.000 90.000 109.000Kombinasi 6 60.000 90.000 89.000

Paket LifeStyle Paket Mail Paket Full Services Tidak MembeliKombinasi 7 60.000 70.000 99.000Kombinasi 8 60.000 70.000 109.000Kombinasi 9 60.000 70.000 89.000

TELKOMSEL

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

IV-3

Tabel 4.2 Contoh Kuesioner untuk Pengguna Indosat

Responden diharuskan memilih salah satu pilihan dari tiap kombinasi yang

ada. Misalnya pada kombinasi 1 terdapat empat pilihan yang berupa harga tiap

paket dan satu pilihan tidak membeli. Jika terdapat variasi harga untuk tiap paket,

apakah responden akan memilih salah satu paket atau mungkin memilih untuk

tidak membeli.

4.1.2 Perekapan Data

Pengumpulan data dilakukan untuk mengetahui pilihan responden pada

tiap kombinasi harga paket BIS pada pengguna provider Telkomsel dan Indosat.

Responden diminta untuk memilih antara paket yang ditawarkan Telkomsel

dengan harga tertentu atau tidak membeli jika dia pengguna Telkomsel dan paket

yang ditawarkan Indosat dengan harga tertentu atau tidak membeli jika dia

pengguna Indosat. Dari hasil pengumpulan data dengan kuesioner berupa pilihan

konsumen pada harga tertentu tersebut, dapat diketahui kemungkinan konsumen

untuk membeli pada harga tertentu.

Tabel 4.3 merupakan contoh hasil pengisian kuesioner untuk satu

responden pengguna Blackberry dengan provider Telkomsel.

Paket Gaul Paket Mail Paket Irit Tidak MembeliKombinasi 1 45.000 45.000 100.000Kombinasi 2 45.000 45.000 110.000Kombinasi 3 45.000 45.000 90.000

Paket Gaul Paket Mail Paket Irit Tidak MembeliKombinasi 4 45.000 55.000 100.000Kombinasi 5 45.000 55.000 110.000Kombinasi 6 45.000 55.000 90.000

Paket Gaul Paket Mail Paket Irit Tidak MembeliKombinasi 7 45.000 35.000 100.000Kombinasi 8 45.000 35.000 110.000Kombinasi 9 45.000 35.000 90.000

INDOSAT

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

IV-4

Tabel 4.3 Hasil Pengisian Kuesioner 1 Responden Pengguna Telkomsel

Harga 1 yang dimaksud yaitu harga untuk paket Lifestyle dalam satuan

ribuan, har