Mengelola kelas

Download Mengelola kelas

Post on 31-Jan-2015

192 views

Category:

Education

2 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

 

TRANSCRIPT

<ul><li> 1. Rahmad Wijaya, 2003 1 Mengelola Kelas </li> <li> 2. Kelompok 16 : 1.Riyan Kurnia Aswari 121301060 2.Azrah s 131301017 3.Elfira Deviyanti N 131301041 4.Khalishah Fitri 131301049 5.Arifa Ulia Bahri 131301053 </li> <li> 3. Mengapa kelas perlu dikelola Manajemen kelas efektif memaksimalkan pembelajaran. Secara historis guru adalah sebagai pengatur kelas. </li> <li> 4. Kelas padat dan berpotensi kacau 6 karatersitik merefleksikan kompleksitas dan potensi problem Walter Doyle (1986) Kelas multidimensional. Aktivitas secara simultan Hal-hal yang terjadi secara cepat Kejadian yang sering tidak bisa diprediksi Hanya sedikit privasi. Kelas punya sejarah </li> <li> 5. Memulai dengan benar Salah satu kunci mengelola hari-hari pertama adalah Menyampaikan aturan dan prosedur Mengajak murid terlibat aktif dalam semua aktivitas pembelajaran </li> <li> 6. Strategi mengajar baik untuk mengawali pengajaran Menciptakan ekspektasi untuk perilaku dan membuang ketidakpastian Pastikan murid bahwa murid mengalami kesuksesan Selalu siap dan hadir Bersikap tegas </li> <li> 7. Penekanan instruksi dan suasana kelas o Dulu psikologi pendidikan menekankan pada disiplin namun sekarang sudah diganti lebih ke pada mengembangkan dan memelihara lingkungan Tujuan dan strategi manajemen o Membantu murid banyak menghabiskan waktu untuk belajar dan mengurangi pekerjaan yang tidak berorientasi o Mencegah murid mengalami problem akademik dan emosional. </li> <li> 8. Mendesain lingkungan fisik kelas Prinsip penataan kelas, Empat prinsip dasar untuk menata kelas: Kurangi kepadatan di tempat lalu lalang Pastikan bahwa anda dapat dengan mudah melihat semua murid Materi pengajaran dan perlengkapan murid harus mudah di akses Pastikan murid adapat dengan mudah melihat semua presentasi kelas </li> <li> 9. Gaya penataan a.Penataan kelas standar Gaya auditorium: Semua murid duduk mengahadap guru Gaya tatap muka: Murid saling menghadap Gaya off-set: sejumlah murid duduk dibangku, tetapi tidak duduk berhadapan langsung satu sama lain Gaya seminar: sejumlah besar murid duduk di susunan berbentuk lingkaran, atau persegi, atau bentuk U Gaya klaster: sejumlah murid 4 sampai 8 bekerja dalam kelompok kecil </li> <li> 10. b. Personalisasi kelas Kelas sering sekali mirip dengan kamar motel- nyaman tetapi impersonal, tidak memngungkapkan apapun tentang orang yang menggunakan ruang itu </li> <li> 11. Menciptakan lingkungan yang positif untuk pembelajaran strategi management kelas umum sebagai cara yang efektif membuat dan mempertahankan aturan dan strategi positif untuk membuat murid mau bekerja sama </li> <li> 12. Strategi umum Menggunakan gaya otoritatif : Gaya menegemen kelas otoritatif berasal dari gaya parenting, gaya ini akan mendorong murid untuk menjadi pemikir yang independent dan pelaku yang independen. Gaya menegemen kelas yang otoritarian, gaya yang restriktif dan punitif, muridnya cenderung fasif, tidak mau membuat inisiatif aktifitas, memiliki keterampilan komunikasi yang buruk. Gaya menejement kelas yang permisif, muridnya cenderung memiliki keahlian akademik karena diberi otonomi dan sedikit dukungan </li> <li> 13. Mengelola aktifitas kelas secara efektif Guru yang efektif, berbeda dengan guru yang tidak efektif bukan dalam cara mereka merespon perilaku menyimpang murid, tetapi berbeda dalam cara mereka mengelola aktifitas kelompok secara kompeten. Manajer kelas yang efektif Menuntukkan seberapa jauh mereka mengikuti Atasi situasi tumpang tindih secara efektif Menjaga kelancaran dan kontinuitas pelajara Libatkan murid dalam berbagai aktifitas yang menantang </li> <li> 14. Membuat, mengajarkan, dan mempertahankan aturan dan rosedur agar bisa berjalan lancar, kelas perlu punya aturan dan prosedur yang jelas -Membedakan aturan dan prosedur, aturan fokus pada ekspektasi umum atau spesifik atau standar perilaku. Prosedur ekspektasi tentang perilaku yang diarahkan untuk mencapai tujuan bukan untuk mengatur -Mengajarkan aturan dan prosedur </li> <li> 15. Mengajak murid untuk bekerja sama -Menjalin hubungan positif dengan murid -Mengajak murid untuk berbagi dan mengemban tanggungjawab -Beri hadiah terhadap perilaku yang tepat: memilih penguat yang efektif, gunakan prompt dan shaping secara efektif, gunakan hadiah untuk memberi informasi tentang penguasaan bukan untuk mengontrol perilaku murid </li> <li> 16. Menjadi komunikator yang baik Tiga aspek utama dari komunikasi : Keterampilan berbicara Keterampilan mendengar Komunikasi nonverbal </li> <li> 17. Keterampilan berbicara Berbicara di depan kelas dan murid beberapa strategi untuk berbicara secara jelas di dalam kelas anda 1. Menggunakan tata bahasa dengan benar 2. Memilih kosakata yang gampang dipahami 3. Menerapkan strategi untuk meningkatkan kemampuan murid dalam memahami apa yang anda katakan 4. Berbicara dengan tempo yang tepat 5. Tidak menyampaikan hal-hal yang kabur 6. Menggunakan pemikiran yang logis untuk berbicara secara jelas di kelas </li> <li> 18. Pesan kamu dan saya Pesan kamu merupakan gaya berbicara yang tidak disukai dimana pembicara tampak menghakimi orang lain. Pesan saya merupakan gaya berbicara yang merefleksikan perasaan pembicara, dan lebih baik daripada pernyataan kamu yang mengandung nada yang menghakimi </li> <li> 19. Bersikap asertif(tegas) ada beberapa gaya orang dalam menangani konflik : 1. Gaya agresif 2. Gaya manipulatif 3. Gaya pasif 4. Gaya asertif </li> <li> 20. Strategi untuk menjadi individu yang lebih asertif Evaluasilah hak-hak anda Kemukakan masalah anda dan konsekuensinya Ekspresikan perasaan anda tentang situasi tertentu Kemukakan permintaan anda </li> <li> 21. Beberapa pedoman untuk mengajukan permintaan yang asertif Gunakan perilaku nonverbal yang asertif Kemukakan permintaan anda secara sederhana Hindari mengajukan permintaan lebih dari satu dalam satu waktu Jangan minta maaf atas permintaan anda Deskripsikan manfaat dari permintaan anda </li> <li> 22. Rintangan komunikasi verbal yang efektif Kritik Memberi julukan dan pelabelan Menasihati Mengatur-atur Ceramah moral </li> <li> 23. Memberi ceramah yang efektif Beberapa pedoman untuk memberikan ceramah Jalin hubungan dengan audien Kemukakan tujuan anda Sampaikan ceramah secara efektif Ikuti konvensi yang tepat Tata ceramah dengan rapi Masukkan bukti pendukung dan kembangkan ide anda Gunakan media secara efektif </li> <li> 24. Keterampilan mendengar Mendengar aktif adalah gaya mendengar yang memberi perhatian penuh pada pembicara, memfokuskan diri pada intelektual dan emosional dari pesan </li> <li> 25. Strategi untuk mengembangkan keterampilan mendengar Beri perhatian cermat pada orang yang sedang berbicara Parafrasa Sintesiskan tema dan pola Beri umpan balik atau tanggapan dengan cara yang kompeten </li> <li> 26. Berkomunikasi secara nonverbal Ekspresi wajah dan komunikasi mata Sentuhan Ruang Diam </li> <li> 27. Menghadapi perilaku bermasalah Stetegi menajemen Intervensi minor intervensi moderat menggunakan sumber daya lain mediasi teman sebaya konfrensi guru-orang tua minta bantuan kepala sekolah atau konselor cari mentor </li> <li> 28. menghadapi agresi perkelahian bullying pembangkangan atau pemusuhan terhadap guru Program berbasis kelas dan sekolah program pengayaan kompetensi sosial proyek peningkatan kesadaran sosial-pemecahan problem sosial program kompetensi sosial untuk remaja muda tiga c dalam menajemen kelas dan sekolah dukungan bagi pengelolaan kelas berpusat pada pembelajaran:classroom organization and management program </li> <li> 29. Thank you so much Rahmad Wijaya, 2003 29 </li> </ul>

Recommended

View more >