memelihara aqidah islamiyah

Download memelihara aqidah islamiyah

Post on 11-Jul-2015

1.121 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

MEMELIHARA AQIDAH ISLAMIYAH

Disusun oleh Fakultas ilmu komunikasi

Universitas padjadjaran

KATA PENGANTARPuji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat dan karunia-Nya kami bisa menyelesaikan tugas kelompok ini yang diberikan kepada mahasiswa sebagai penunjang dan penyelesaian tugas kelompok pada mata kuliah Agama Islam. Di dalam makalah ini berisi mengenai berbagai pembahasan mengenai memelihara aqidah islamiyah, Dalam makalah ini dibuat untuk memenuhi akan tuntutan tugas yang diberikan dari dosen kepada mahasiswa dalam mata kuliah Agama Islam, yang nantinya akan kami presentasikan di depan umum sebagai tanda penyelesaian tugas ini. Selain untuk memenuhi tugas yang diberikan, makalah ini juga digunakan sebagai penunjang dan mempermudah dalam pembelajaran dan penerapan dari bagian-bagian yang masih berhubungan erat dengan mata kuliah Agama islam, khususnya pada bab memngenai Aqidah islamiyah.

penulis

BAB I PENDAHULUANA.LATAR BELAKANG Dasar pendidikan akhlak bagi seorang muslim adalah akidah yang benar terhadap alam dan kehidupan, karena akhlak tersarikan dari akidah dan pancaran dirinya. Oleh karena itu, jika seseorang berakidah dengan benar, niscaya akhlaknya pun akan benar, baik dan lurus. Begitu pula sebaliknya, jika akidah salah dan melenceng maka akhlaknya pun akan tidak benar. Akidah seseorang akan benar dan lurus jika kepercayaan dan keyakinannya terhadap Allah juga lurus dan benar. Karena barang siapa mengetahui Sang Penciptanya dengan benar, niscaya ia akan dengan mudah berperilaku baik sebagaimana perintah Allah. Sehingga ia tidak mungkin menjauh atau bahkan meninggalkan perilaku-perilaku yang telah ditetapkan-Nya. Adapun yang dapat menyempurnakan akidah yang benar terhadap Allah adalah berakidah dengan benar terhadap malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya yang diturunkan kepada para Rasul dan percaya kepada Rasul-rasul utusan-Nya yang mempunyai sifat jujur dan amanah dalam menyampaikan risalah Tuhan Mereka. Keyakinan terhadap Allah, Malaikat, Kitab, dan para Rasul-rasul-Nya berserta syariat yang mereka bawa tidak akan dapat mencapai kesempurnaan kecuali jika disertai dengan keyakinan akan adanya hari Ahkir dan kejadian-kejadian yang menggiringnya seperti hari kebangkitan, pengmpulan, perhitungan amal dan pembalasan bagi yang taat serta yang durhak dengan masuk surga atau masuk neraka. Di samping itu, akidah yang benar kepada Allah harus diikuti pula dengan akidah atau kepercayaan yang benar terhadap kekuatan jahat dan setan. Merekalah yang mendorong manusia untuk durhaka kepada Tuhannya. Mereka menghiasi manusia dengan kebatilan dan syahwat. Merekalah yang merusak hubungan baik yang telah terjalin di antara sesamanya. Demikianlah tugas tugas setan sesuai dengan yang telah digariskan Allah dalam penciptaannya, agar dia dapat memberikan pahala kepada orang-orang yang tidak mengikuti setan dan menyiksa orang yang menaatinya. Untuk menjaga kebenaran pendidikan akhlak dan agar seseorang selalu dijalan Allah yang lurus, yaitu jalan yang sesuai dengan apa yang telah digariskan-Nya, maka akidah harus dijadikan dasar pendidikan akhlak manusia. Disisi lain juga,pada zaman saat ini,Sekularisasi dan liberalisasi di Dunia Islam tidak hanya merusak kehidupan dan struktur sosial kaum Muslim, lebih jauh dari itu keduanya juga mengubah mainstream berpikir mayoritas umat Islam. Awalnya mereka memandang agama Islam sebagai sesuatu yang suci dan harus dilindungi. Namun kemudian, cara pandang mereka berubah, yakni justru ingin melepaskan diri dari kendali agama.

Pelan namun pasti, sebagian besar umat Islam mulai masuk ke dalam perangkap berpikir pragmatis-sekular-liberal dan mulai melupakan sudut pandang hakiki mereka, yakni akidah Islam. Akibatnya, umat mulai lengah dan teledor dalam menjaga akidahnya. Bahkan sebagian mereka tidak lagi memandang akidah Islam sebagai perkara penting yang harus dijaga dan dilindungi. Mereka ini telah hanyut diterjang derasnya arus sekularisasi dan liberalisasi. Sekularisasi dan liberalisasi tidak hanya melenyapkan hampir 2/3 syariah Islam yang mengatur urusan negara dan publik. Keduanya juga merobohkan sendi-sendi dasar agama Islam (akidah Islam). Sebab, di balik sekularisasi-liberalisasi ada proses pemurtadan besar-besaran dari agama Islam. Sayang, hal ini belum disadari oleh mayoritas umat Islam. Pasalnya, pemahaman mereka terhadap konsepsi kemurtadan itu sendiri sempit. Murtad dari Islam hanya dipahami sebatas jika seorang Muslim masuk ke dalam agama Nasrani, Yahudi, Budha, Hindu atau aliran-aliran sesat yang saat ini tumbuh bagai cendawan di musim hujan. Mereka lupa, menyakini dan mengamalkan sekularisme-liberalisme termasuk murtad dari Islam, seperti halnya menyakini kebenaran konsep trinitas, panteisme, sosialisme dan ateisme. Jika seorang Muslim telah murtad dari Islam sesungguhnya ia telah menjadi bagian orang-orang kafir yang seluruh amal perbuatannya di dunia sia-sia belaka. Mereka kelak akan kekal hidup di dalam neraka.untuk itu betapa pentingnya kita sebagai manusia untuk memelihara aqidah agar tetap berada pada jalan allah swt,dan dapat kelak sebagai bagian dari penghuni surga.

B.RUMUSAN MASALAH a.apa pengertian dari aqidah ? b.apa makna dari aqidah islamiyah? c.bagaimana cara memelihara aqidah? d.apa yang dimaksud dengan dalil aqidah?

C.TUJUAN Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk menambah wawasan bagi para pembaca khususnya seluruh mahasiwa fakultas ilmu komunikasi universitas padjadjaran dan diharapkan bermanfaat bagi kita semua.

BAB II PEMBAHASAN1.PENGERTIAN Islam adalah agama Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW yang merupakan agama yang berintikan iman dan amal. Akidah adalah pokok yang diatasnya berdiri syariat. Sedangkan amal atau perbuatan adalah syariat dan cabang-cabangnya sebagai buah dari keimanan. Akidah dan syariat keduanya saling sambung menyambung tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Dalam AlQuran amal perbuatan selalu disertakan penyebutannya dengan keimanan. " Berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebaikan bahwa mereka itu akan memperoleh surga yang dibawahnya mengalirlah beberapa sungai. (Q.S AlBaqarah [2]: 25) " ..Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, maka Tuhan Yang Maha Pengasih akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang". (Q.S Maryam: 96). Pengertian Akidah Akidah berasal dari kata -- yang berarti mengikat. Akidah secara istilah yaitu apa-apa yang diikat atau dipercayai oleh hati dan pikiran. Sedangkan yang dimaksud dengan akidah islam adalah segala perkara yang dipercayai oleh umat islam dengan mantap menurut akal sehatnya. Usul akidah Islam Masalah-masalah dan perkara-perkara yang wajib bagi seorang muslim untuk mengimaninya (mempercayainya) di dalam kaitannya dengan akidah Islam dimungkinkan untuk dibagi ke dalam4 macam yaitu : 1. Ketuhanan, yaitu segala sesuatu yang berkaitan dengan Allah SWt, baik itu nama-namaNya dan juga Sifat-sifatNya. 2. Kenabian dan Risalah, Yaitu yang berkaitan dengan seputar para Rasul, nabi-nabi, Keunggulannya, sifat-sifatnya, mukjizat-mukjizatnya dan juga kemaksumannya. 3. Ruhaniyah, Yaitu yang berkaitan dengan alam yang tidak nampak secara kasat mata, seperti adanya Maaikat, Jin, syetan dan ruh. 4. Sam'iyat, Yaitu berita-berita dari alam gaib yang tidak ada yang mengetahuinya (kecuali Allah) yang disebut dalam Al Quran dan Sunnah Nabi.

Kajian Akidah Islam meliputi 6 perkara berikut ini: MA'RIFAT KEPADA ALLAH MA'RIFAT DENGAN ALAM GHAIB MA'RIFAT DENGAN KITAB-KITAB ALLAH MA'RIFAT DENGAN PARA NABI DAN RASUL MA'RIFAT DENGAN HARI AKHIR MA'RIFAT KEPADA TAKDIR (QADA' DAN QADAR) Pengertian Aqidah Secara Bahasa (Etimologi) : Kata "aqidah" diambil dari kata dasar "al-aqdu" yaitu ar-rabth(ikatan), al-Ibraam (pengesahan), al-ihkam(penguatan), at-tawatstsuq(menjadi kokoh, kuat), asy-syaddu biquwwah(pengikatan dengan kuat), at-tamaasuk(pengokohan) dan al-itsbaatu(penetapan). Di antaranya juga mempunyai arti al-yaqiin(keyakinan) dan al-jazmu(penetapan). "Al-Aqdu" (ikatan) lawan kata dari al-hallu(penguraian, pelepasan). Dan kata tersebut diambil dari kata kerja: " Aqadahu" "Ya'qiduhu" (mengikatnya), " Aqdan" (ikatan sumpah), dan " Uqdatun Nikah" (ikatan menikah). Allah Ta'ala berfirman, "Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja ..." (Al-Maa-idah : 89). Aqidah artinya ketetapan yang tidak ada keraguan pada orang yang mengambil keputusan. Sedang pengertian aqidah dalam agama maksudnya adalah berkaitan dengan keyakinan bukan perbuatan. Seperti aqidah dengan adanya Allah dan diutusnya pada Rasul. Bentuk jamak dari aqidah adalah aqa-id. (Lihat kamus bahasa: Lisaanul Arab, al-Qaamuusul Muhiith dan alMu'jamul Wasiith: (bab: Aqada). -Nabhaniy (Al Syakhshiyyah, juz I:166) menyatakan bahwa aqidah atau iman merupakanpembenaran yang bersifat pasti (Tashdiqul Al Jaaziim) yang sesuai dengan kenyataan berdasarkan dalil. .-Hasybiy Ash Shidiqiy (Sejarah dan Pengantar Tauhid: 52) menyatakan: Iman adalah kepercayaan yang kuat, tidak dipengaruhi oleh syak (keragu-raguan) atau wahm (persangkaan yang tidak beralasan) ataupun dzan (persangkaan yang memiliki alasan kuat) - Mahmud Syaltouth (Islam, Aqidah wa Syariah: 11) menyatakan bahwa aqidah merupakan cara pandang keyakinan yang harus diyakini terlebih dahulu sebelum segala perkara yang lainnya dengan suatu keyakinan yang tidak diliputi keraguan dan tidak dipengaruhi oleh kesamaran yang menyerupainya. Dengan demikian, maka segala bentuk keyakinan yang tidak berasal dari jalan yang menghasilkan kepastian atau datang melalui jalan yang pasti tetapi mengandung dzan (persangkaan) di dalam keterangannya sehingga menimbulkan perselisihan para ulama maka tidak wajib oleh agama untuk menyakininya. Hal ini merupakan garis pemisah atau pembatas yang tegas antara orang-orang yang beriman